cover
Contact Name
Adi Putra
Contact Email
jurnal.luxnos20@gmail.com
Phone
+6221-5513572
Journal Mail Official
jurnal.luxnos20@gmail.com
Editorial Address
Kawasan Office Park Karawaci M 8-9, Jalan Imam Bonjol Karawaci, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Luxnos : Jurnal Sekolah Tinggi Teologi Pelita Dunia
ISSN : 25277561     EISSN : 27223809     DOI : https://doi.org/10.47304/jl.v6i1
Jurnal Luxnos adalah Jurnal Teologi yang mempublikasikan hasil penelitian dalam lingkup penelitian Teologi Biblika, Teologi Sistematika, Etika Kristen, Misiologi, Musik Gereja hingga Pendidikan Kristen.
Articles 140 Documents
Analisis Pendidikan Agama Kristen Terhadap Emotional Intelligence Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Anak Esti Regina Boiliu
JURNAL LUXNOS Vol. 8 No. 1 (2022): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI JUNI 2022
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v8i1.175

Abstract

Abstract: Emotional Intelligence is a positive quality that everyone can possess. Emotional intelligence refers to a person's ability to behave in both a self- and other-directed manner. Emotional intelligence plays a key part in the sphere of education, notably Christian Religious Education, in helping students inspire themselves and achieve positive learning outcomes. In Christian Religious Education's opinion, the purpose of writing this article is to provide an analysis of how to regulate children's emotional intelligence in order to promote learning achievement. For the purpose of creating this article, the author employs a qualitative approach in which sources are gathered from a variety of textual materials, including books, scientific articles, coran, and so on, all of which are linked to the study's theme. The findings of this study will help people comprehend that everyone has many intelligences, and that these intelligences can be enhanced to improve learning outcomes, particularly emotional intelligence. Abstrak: Emotional Intelligence (kecerdasan emosional) merupakan salah satu kemampuan yang positif untuk dimiliki oleh setiap orang. Kecerdasan emosional berbicara tentang kemampuan seseorang dalam berperilaku, baik terhadap dirinya maupun orang lain. Dalam ranah pendidikan termasuk Pendidikan Agama Kristen (PAK), kecerdasan emosional mengambil bagian penting bisa menolong memotivasi diri, dan lain sebagainya, peserta didik juga akan mencapai prestasi belajar yang baik. Dengan demikian, maka penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mengelola kecerdasan emosional anak untuk meningkatkan prestasi belajar dengan ditinjau dari sudut pandang PAK. Penulis menggunakan metode kualitatif untuk proses penulisan artikel ini, yang mana sumber-sumber dikumpulkan dari berbagai sumber tertulis seperti buku-buku, artikel ilmiah, koran, dan lain sebagainya yang tentunya berhubungan dengan judul penelitian yang dikaji. Hasil penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman setiap orang memiliki beberapa kecerdasan, kecerdasan tersebut dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan prestasi belajar, dalam konteks ini adalah kecerdasan emosional.
Spiritualitas Kristiani dan Tawaran Penerapannya Di Gereja Bethel Tabernakel Jemaat Tuhan Beserta Kita di Harapan Indah, Kota Bekasi Horas Manalu; Bobby Kurnia Putrawan
JURNAL LUXNOS Vol. 8 No. 1 (2022): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI JUNI 2022
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v8i1.183

Abstract

Abstract: Abstract: Today, the church is experiencing a setback in terms of caring for and building the spirituality of its congregation members. Therefore, this has an impact on the level of spiritual growth of church members. This study aims to describe spirituality activities at Bethel Tabernacle Church in Bekasi and how to build the theological meaning of Christian spirituality maturity for God’s people. The research method used is the descriptive qualitative method. The result of this research is that the church must create a measure as a standard to measure the spiritual development of church members. In addition, the church can also carry out a program of activities or spiritual development both in and outside the church to unite the level of spiritual maturity of the people. Abstrak: Dewasa ini, gereja mengalami kemunduran dalam hal memperhatikan dan membangun spiritualitas anggota jemaatnya. Oleh karena itu, hal ini berdampak pada tingkat pertumbuhan spiritualitas anggota jemaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan kegiatan spiritualitas di Gereja Bethel Tabernakel Jemaat Tuhan Beserta Kita Bekasi dan bagaimana membangun makna teologis kedewasaan spiritualitas Kristen bagi umat Tuhan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah gereja harus menciptakan sebuah ukuran yang dapat dijadikan sebagai standar untuk mengukur perkembangan spiritual anggota jemaat. Selain itu, Gereja juga dapat melakukan serangkaian program kegiatan atau pembinaan spiritual baik di dalam gereja maupun di luar gereja untuk memantau tingkat kedewasaan spiritual umat Tuhan.
Panggilan Orang Percaya Di Masa Pandemi Covid-19, Untuk Menghidupi Iman dalam Perbuatan Berdasarkan Yakobus 2:17 Veri Esap Veri; Oktofianus Taebenu; Gunar Sahari; Sri Dwi Harti
JURNAL LUXNOS Vol. 8 No. 1 (2022): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI JUNI 2022
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v8i1.200

Abstract

Abstract: This research discusses faith and deeds in the letter of James, focusing on biblical-theological studies, and the author uses a literature review as its research method in this study. The current situation is a tough time because of the Covid-19 pandemic that is rampant everywhere. Such a situation makes every human being afraid, economically deprived, and so on. In situations like this, Christians are called to be the salt and light of the world. That is manifesting his faith in real actions. Faith and works are two crucial things that should not be separated in the Christian faith. Therefore, this research shows that faith is not just words or intellectual confessions; on the contrary, good deeds are not a means to obtain salvation. So James, in this case, is not negating the concept of faith. On the contrary, he urges the recipients of his letter not only to think that faith is sufficient to be saved and justified. However, true faith must be lived in actual actions. Thus, today’s believers are called to be active in proclaiming their actions as the fruit of salvation. Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian yang mengerucut pada studi teologis biblis yang membahas tentang iman dan perbuatan di surat Yakobus. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif yang menggunakan kajian literatur. Masa sekarang adalah masa yang serba sulit karena Pandemi Covid-19 yang meraja lela kemana-mana. Situasi yang demikian membuat setiap manusia takut, kekurangan secara ekonomi dan sebagainya. Dalam situasi seperti inilah orang Kristen dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia. Yaitu mewujudkan imannya dalam perbuatan nyata. Iman dan perbuatan dua hal penting yang tidak boleh dipisahkan dalam iman Kristen. Maka penelitian ini memberi hasil bahwa beriman bukan hanya sekedar kata-kata atau pengakuan intelktual saja, sebaliknya perbuatan bukan sarana untuk beroleh keselamatan. Yakobus dalam hal  ini tidak sedang meniadakan konsep iman. Malah sebaliknya, ia menghimbau agar penerima suratnya tidak hanya menganggap iman sudah cukup memperoleh keselamatan dan dibenarkan. Namun iman sejati harus dihidupi dalam perbuatan nyata. Dengan demikian, orang percaya masa kini dipanggil untuk aktif dalam menyatakan perbuatannya sebagai buah keselamatannya.
Konseling Bagi Trauma Sekolah Rut Masena
JURNAL LUXNOS Vol. 8 No. 1 (2022): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI JUNI 2022
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v8i1.203

Abstract

Abstract: This study is about counseling for children who are traumatized at school due to receiving bullying or acts of violence both verbally and physically. Many school-age children experience incidents like this. So, through this research, we try to determine the appropriate counseling actions for victims of school trauma. Using qualitative research, especially literature review, the researcher analyzes to find the right solution for this topic. This study found that the benefits of counseling for children who have experienced trauma at school are to help them find their identity, raise their confidence, and provide forgiveness for everyone who has committed acts of violence against them. Thus, counselors can break the chain of violence against children in schools and minimize the creation of trauma in schools. Abstrak: Penelitian ini tentang konseling bagi anak yang mengalami trauma di sekolah karena menerima bully atau tindakan kekerasan baik secara verbal maupun fisik. Kejadian seperti ini banyak dialami oleh anak-anak usia sekolah. Sehingga melalui penelitian ini mencoba mencari tahu seperti apa tindakan konseling yang tepat bagi korban trauma sekolah. Dengan menggunakan penelitian kualitatif khususnya kajian pustaka, peneliti melakukan analisis guna menemukan solusi yang tepat bagi topik ini. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa manfaat konseling untuk anak yang mengalami trauma di sekolah adalah untuk menolong anak menemukan jati dirinya, membangkitkan kepercayaan dirinya, dan untuk menolong anak dapat memberikan pengampunan bagi setiap orang yang telah melakukan tindakan kekerasan kepadanya. Sehingga dengan demikian, konselor dapat memutus rantai kekerasan pada anak di sekolah serta meminimalisir terciptanya trauma di sekolah.
Kajian Biblika Terhadap Teks 1 Korintus 10:6-10 Nehemia Nome; Filmon Berek; Yunus Selan; Charisal B.S. Manu; Adi Putra
JURNAL LUXNOS Vol. 8 No. 1 (2022): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI JUNI 2022
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v8i1.204

Abstract

Abstract: This research is about biblical study of the text of 1 Corinthians 10:6-10. Where this research seeks to find out what meaning is contained in the text or passage. By using an approach approach, especially library research, the following results and conclusions are obtained. In sections 10:1-10 Key as clues referring to the stories in the Book of Exodus (cloud, sea, manna, golden calf), through the LXX. While the stories that refer to the book of Numbers (rocks, Baal Peor, snakes, murmurs in the punishment of the children of Korah) come from the Judaism tradition. It is possible that when Paul wrote his letter, he only had one copy of the LXX version of the Book of Exodus, but for Numbers he would have to rethink his studies first. Abstrak: Penelitian ini tentang kajian biblika terhadap teks 1 Korintus 10:6-10. Di mana penelitian ini berusaha mencari tahu makna apa yang terkandung di dalam teks atau perikop tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, khususnya kajian pustaka, maka diperoleh hasil dan kesimpulan penelitian berikut ini. Pada bagian 10:1-10 disimpulkan sebagai petunjuk-petunjuk yang merujuk kepada cerita-cerita dalam Kitab Keluaran (awan, laut, manna, anak lembu emas), melalui LXX. Sedangkan cerita-cerita yang merujuk kepada kitab Bilangan (batu karang, Baal Peor, ular, sungut-sungut dalam hukuman bani Korah) berasal dari tradisi Yudaisme. Mungkin saja ketika Paulus menulis suratnya, dia hanya memiliki satu eksemplar Kitab Keluaran versi LXX, tetapi untuk Bilangan ia harus mengingat kembali studinya dahulu.  
Peran Komunikasi Dalam Menjalankan Tri-Misi Yesus Yosia Belo; Rika S.
JURNAL LUXNOS Vol. 8 No. 1 (2022): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI JUNI 2022
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v8i1.206

Abstract

Abstract:This study examines the role of communication in carrying out the Tri-Mission of Jesus. Communicators in the context of the church are followers of Christ or so-called. Researchers use qualitative methods by making observations on literature reviews or related literature in order to find and obtain valid data and information. Through this research, it can be concluded that the communication used is vertical and horizontal communication. the second role of this communication is to give power and authority, to communicate the gospel of the kingdom of heaven and to testify of God's love and glory in the midst of the world. Abstrak: Penelitian ini mengkaji tentang peran komunikasi dalam menjalankan Tri-misi Yesus. Pelaku komunikasi dalam konteks ini adalah pengikut Kristus atau biasa disebut gereja. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi pada kajian pustaka atau literatur yang terkait guna menemukan dan memperoleh data dan informasi yang valid. Dan melalui penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa komunikasi yang digunakan adalah komunikasi vertikal dan horizontal. Adapun peran dari kedua jenis komunikasi ini adalah untuk memberikan kuasa dan otoritas, untuk mengkomunikasikan Injil Kerajaan Surga dan untuk bersaksi tentang kasih dan kemuliaan Tuhan di tengah-tengah dunia.    
Revolusi dan Inovasi Model Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Yang Efektif Dalam Perspektif Paulo Freire Sensius Amon Karlau; Ivo Sastri Rukua
JURNAL LUXNOS Vol. 8 No. 1 (2022): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI JUNI 2022
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v8i1.213

Abstract

Abstract:Paulo Freire gave his ideas in the field of education, which also influenced the praxis of education at various families, stages, levels, types, and objectives, including Christian religious education. In his argument, Freire rejects the wrong and oppressive education pattern with the slogan "Pedagogy of the Oppressed" oriented to the banking method pattern. If so, how to understand the revolutionary and innovative learning model of Christian religious education from Paulo Freire's perspective? The author uses a qualitative method with a library research approach. It is understood that the revolution and innovation of learning in Christian religious education should continue to be echoed and, as far as possible, packaged and connected to the context of actual problems in people's lives simultaneously, which leads to the call to "liberate." This effort indeed leads to the quality of graduates who can compete in various competitions now and in the future. So the revolutionary and innovative learning model in Christian religious education in Freire's perspective always emphasizes freedom, and the learning model is patient in dealing with actual problems and dares to hold back against various inequalities in a positive way through dialogue and dares to make positive changes for optimal results. Abstrak: Paulo Freire memberikan gagasannya dalam bidang pendidikan yang turut mempengaruhi praksis pendidikan pada berbagai rumpun, tingkat, jenjang, jenis dan tujuannya, termasuk pendidikan agama Kristen. Dalam argumentasinya, Freire menolak pola pendidikan yang salah dan bersifat menindas dengan slogan “Pedagogi of the Oppressed” yang berorientasi pada pola banking method. Jika demikian, bagaimana memahami revolusi dan inovasi model pembelajaran pendidikan agama Kristen dalam perspektif Paulo Freire? Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Maka dipahami bahwa revolusi dan inovasi pembelajaran pendidikan agama Kristen sebaiknya terus dikumandangkan dan sedapat mungkin dikemas dan dihubungkan dengan konteks persoalan aktual dalam kehidupan masyarakat secara simultan yang mengarah pada panggilan “membebaskan”. Upaya ini tentunya bermuara pada mutu lulusan yang mampu bersaing dalam berbagai persaingan pada masa kini maupun ke depan. Maka model pembelajaran pendidikan agama Kristen revolusionis dan inovatif dalam perspektif Freire selalu menekankan aspek kebebasan, sabar menghadapi berbagai persoalan aktual dan berani menahan diri terhadap berbagai ketimpangan secara positif melalui dialog serta berani melakukan perubahan ke arah yang positif untuk hasil yang optimal.    
Pengertian Wajah TUHAN dalam Alkitab Josapat Bangun; Nathanail Sitepu
JURNAL LUXNOS Vol. 8 No. 1 (2022): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI JUNI 2022
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v8i1.215

Abstract

Abstract: This paper aims to describe the metaphor of "the face of God" in the language of anthropomorphism by using a qualitative approach through literature study. Anthropomorphic language is not commonly used in everyday conversation because it will make it difficult to understand; it is a style of language often used in literary language. The Bible uses anthropomorphism to describe the abstract person of the LORD in a concrete language to make it easier for readers of that era to understand the person of the LORD. Furthermore, today's Bible readers often have difficulty understanding the meaning of anthropomorphic language. It is as if the LORD has eyes, ears, mouth, hands, feet, and a face. The face of the LORD represents both positive and negative meanings; the positive meanings refer to His love, blessing, care, and protection. While the negative meanings related to His activities to destroy, punish, and forsake humans because they continue to live in sin and wickedness. Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan metafora “wajah TUHAN” dalam bahasa antropomorfisme dengan mengunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur. Bahasa Antropomorfisme bukanlah bahasa yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari karena akan menimbulkan kesulitan untuk dipahami, itu adalah gaya bahasa yang sering digunakan dalam bahasa sastra. Alkitab menggunakan antropomorfisme untuk menggambarkan pribadi TUHAN yang abstrak ke dalam bahasa yang konkret untuk memudahkan pembaca pada zaman itu memahami pribadi TUHAN. Lebih jauh lagi, para pembaca Alkitab masa kini sering mengalami kesulitan memahami arti bahasa antropomorfisme. Seolah-olah TUHAN memiliki mata, telinga, mulut, tangan, kaki, dan wajah. Wajah TUHAN mewakili makna positif dan negatif, makna positif mengacu pada kasih, berkat, perhatian, dan perlindungan-Nya. Sedangkan makna negatifnya berkaitan dengan kegiatan-Nya untuk membinasakan, menghukum, dan meninggalkan manusia karena terus hidup dalam dosa dan kefasikan.
Integrasi Pekabaran Injil Ke Dalam Pendidikan Agama Kristen Malik Bambangan; Charles Ismawan
JURNAL LUXNOS Vol. 8 No. 2 (2022): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2022
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v8i2.180

Abstract

Abstract: This study discusses the integration of evangelism into Christian Religious Education. Thus, every Christian Religious Education teacher will be actively involved in his role as a Christian religion teacher. This research is because there is a phenomenon about Christian religious teachers who work only as teachers and do not involve themselves in evangelism. Likewise, the ministry in the church is as if there is a thick barrier. Through this research, it is hoped that Christian religious education teachers can play an active role in spreading the gospel through their teaching methods in schools. The research method used in this preparation is a literature study approach by collecting the views of experts and then compiling them in the form of articles. As a result, it is found that Christian religious education teachers can apply the gospel message in their teaching by using the Bible as the only Word of God. Christian religious teachers can act as evangelists, motivators, facilitators, counselors, and mentors, even shepherds for their students. Abstrak: Penelitian ini membahas tentang integrasi pekabaran Injil ke dalam Pendidikan Agama Kristen. Dengan demikian setiap guru Pendidikan Agama Kristen akan terlibat secara aktif dalam melaksanakan perannya sebagai guru agama Kristen. Tujuan dilakukannya penelitian ini karena ada muncul fenomena tentang guru agama Kristen yang berprofesi hanya sebagai guru saja dan tidak melibatkan diri dalam pekabaran Injil. Demikian juga pelayanan di gereja, seakan terdapat sekat yang tebal. Melalui penelitian ini diharapkan agar para guru pendidikan agama Kristen dapat berperan aktif dalam pekabaran Injil melalui metode pengajaran mereka di sekolah. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan ini adalah pendektan studi kepustakaan dengan mengumpulkan pandangan para ahli lalu menyusunnya dalam bentuk artikel. Sebagai hasil yang didapatkan bahwa guru Pendidikan agama Kristen dapat menerapkan pekabaran Injil dalam pengajaran mereka. Dengan menggunakan Alkitab sebagai satu-satunya firman Tuhan. Guru agama Kristen dapat berperan sebagai penginjil, motivator, fasilitator, konselor, dan pembimbing, bahkan sebagai gembala bagi peserta didiknya.
Tinjauan Apologetis-Teologis Terhadap Skeptisisme Ke-Tuhan-an Yesus Menurut Kitab Injil Yakobus Adi Saingo
JURNAL LUXNOS Vol. 8 No. 2 (2022): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2022
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v8i2.216

Abstract

Abstract: This study aims to conduct an apologetic-theological review of the skepticism of the Lordship of Jesus according to the Gospels. This study uses a literature study method and a biblical analysis approach (specifically the Gospels) so that it can describe a general picture of the problems experienced in Christianity related to the divinity of Jesus and apologetic actions (defense of the faith) against those who attack and doubt the divinity of Jesus. The author begins by explaining the theoretical concepts related to the discussion topics so that the author and the reader have the same perception of the concept and the basis of the discussion. Then systematically describe the heresies in Christology, such as Arianism, Docetism, Gnosticism, Monarchianism, Ebionitism, Liberalism, and Jehovah's Witnesses with the factors of Jesus' Divinity Skepticism consisting of elements in Jesus' humanity and divinity. Thus, the researchers also provide solutions regarding apologetic-theological efforts against the skepticism of the divinity of Jesus according to the Gospels, which structurally will explain biblical implicit and explicit evidence, biblical acknowledgment of others/other parties, the biblical confession of behavior biblically, and Christology from the Biblical-Theological Review. All these reviews were conducted to prove that Jesus is a true man and true God. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah melakukan tinjauan apologetis-teologis terhadap skeptisisme ke-Tuhan-an Yesus menurut kitab Injil. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur serta pendekatan analisis biblika (khusus kitab Injil), sehingga dapat mendeskripsikan gambaran umum terkait permasalahan yang dialami dalam kekristenan terkait keilahian Yesus serta tindakan apologetik (pembelaan iman) terhadap pihak-pihak yang menyerang dan meragukan keilahian Yesus. Penulis mengawalinya dengan menjelaskan konsep teoritis terkait pokok-pokok pembahasan sehingga antara penulis dan pembaca memiliki persepsi yang sama tentang konsep dan dasar pembahasan. Kemudian secara sistematis mendeskripsikan mengenai bidat dalam Kristologi seperti: Arianisme, Doketisme, Gnostisisme, Monarkianisme, Ebionitisme, Liberalisme maupun Saksi Yehova dengan faktor-faktor Skeptisisme Ke-Tuhan-an Yesus yang terdiri dari faktor kemanusiaan dan faktor keilahian Yesus. Serta, peneliti juga memberikan solusi mengenai upaya apologetis-teologis terhadap skeptisisme ke-Tuhan-an Yesus menurut kitab Injil dimana secara struktural akan memaparkan mengenai bukti implisit dan eksplisit secara biblika, pengakuan orang lain/pihak lain secara biblika, perilaku Ilahi-Nya secara biblika, serta kristologi dari tinjauan teologis-biblika. Semua tinjauan tersebut dilakukan untuk membuktikan bahwa Yesus adalah manusia sejati dan Allah sejati.

Page 7 of 14 | Total Record : 140