cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 3 (2023): BioEksakta" : 8 Documents clear
Keanekaragaman Morfologi Citrus spp. di Kecamatan Ajibarang Aziztia, Rahayu Nafisah; Herawati, Wiwik; Hidayah, Hexa Apriliana
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 3 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.3.4717

Abstract

Jeruk (Citrus spp.) merupakan salah satu komoditas yang menjadi buah andalan Nasional Indonesia dari sepuluh tanaman hortikultura lainnya yang didasarkan dari potensi keanekaragaman jeruk yang tinggi di Indonesia. Jeruk dapat dijumpai dalam setiap musim karena tanaman jeruk termasuk mudah dan cocok di berbagai kondisi iklim, dapat ditanam dimana saja, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Tanaman jeruk termasuk dalam famili Rutaceae yang terdiri dari 150 genus. Tanaman jeruk mempunyai 16 spesies namun varietasnya cukup banyak. Keanekaragaman genetik tanaman jeruk tersebut dapat dipelajari antara lain melalui karakteristik morfologi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman Citrus spp. yang terdapat di Kecamatan Ajibarang dan mengetahui hubungan kemiripan spesies jeruk yang ditemukan di Kecamatan Ajibarang. Berdasarkan hasil penelitian di 5 desa di Kecamatan Ajibarang ada 7 spesies tanaman jeruk (Citrus spp.) yaitu jeruk bali (C. maxima), jeruk lemon (C. limon), jeruk purut (C. hystrix), jeruk katsuri/kalamansi (C. mitis), jeruk nipis (C. aurantifolia), jeruk siam (C. nobilis), dan jeruk manis (C. sinensis). Spesies yang memiliki hubungan kemiripan terdekat yaitu C. mitis dan C. nobilis dengan indeks disimilaritas yaitu 0,416. Sedangkan spesies yang memiliki hubungan kemiripan terjauh yaitu C. mitis dan C. maxima dengan indeks disimilaritas 2,057.
Characteristics and Antibacterial Activities of Bacteriocin Produced by Lactid Acid Bacteria Isolate LG-50 and LG-90 Putri, Thalitha Nindika Nathania; Kusharyati, Dyah Fitri; Ryandini, Dini
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 3 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.3.4721

Abstract

Biopreservative agents is natural food preservative agent derived from microbes such as bacteriocin produced by lactic acid bacteria (LAB). Bacteriocin is a protein compound that has a small molecular weight and has antibacterial activity because it is effective in preventing the growth of pathogenic bacteria in food and beverages. Escherichia coli and Staphylococcus aureus are pathogenic bacteria that can contaminate seafood products because they can cause infection and food toxication. Isolates LG-50 and LG-90 are LAB, bacterial collection of the Microbiology Laboratory, Faculty of Biology, Isolate from mangrove sediment in Logending beach. Both isolates are not yet known for their potencies to synthesize bacteriocin and its inhibitory capability to the growth E. coli and S. aureus. The research aimed to determine the ability of LG-50 and LG-90 isolates to produce bacteriocin, to determine the ability of LG-50 and LG-90 isolates to inhibit the growth of E. coli and S. aureus bacteria invitro, to identity the characteristics of isolate LG-50 and LG-90 from Logending beach mangrove sediment. The results of this research show that the bacteriocins LG-50 and LG-90 were able to inhibit the growth of E.coli with inhibition zone diameters of 13.5 mm and 13 mm, in S. aureus with inhibition zone diameters of 15 mm and 15.5 mm.
Efek Ekstrak Etanol Ganoderma lucidum terhadap Kadar Ureum dan Kreatinin pada Tikus Model Inflamasi Terinduksi Completed Freunds's Adjuvant (CFA) Nahdatulia, Yasinta; Ratnaningtyas, Nuniek Ina; Wibowo, Eko Setio
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 3 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.3.5875

Abstract

Jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) mengandung komponen bioaktif seperti terpenoid, polisakarida, nukleotida, sterol, steroid, asam lemak dan protein/peptida yang memiliki potensi obat. Senyawa bioaktif G. Lucidum sebagai anti inflamasi berhubungan dengan supresi ekspresi NF-κB yang merupakan regulator ekspresi gen mediator inflamasi. Pelepasan mediator inflamasi yang tidak terkontrol berdampak negatif pada ginjal sehingga dapat menyebabkan disfungsi ginjal. Peningkatan kadar ureum dan kreatinin merupakan salah satu biomarker disfungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis efektif ekstrak G. lucidum terhadap penurunan kadar ureum dan kreatinin darah tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar yang diinduksi Complete Freund's Adjuvant (CFA). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Kelompok perlakuan (P1, P2, dan P3) diberi perlakuan ekstrak jamur G. lucidum dengan variasi dosis 250, 500, 750 mg.kg-1 BB dengan lima kali ulangan. Parameter yang diamati adalah kadar ureum dan kreatinin sebagai penanda fungsi ginjal. Data pengukuran kadar ureum dan kreatinin dianalisis dengan uji ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol G. lucidum mampu menurunkan kadar kreatinin dan ureum tikus yang diinduksi inflamasi CFA. Ekstrak etanol G. lucidum dengan dosis 750 mg.kg-1 BB dapat menurunkan kadar ureum dan kreatinin pada tikus dengan rata-rata kadar kreatinin 0,75±0,32 mg.dL-1 dan urea sebesar 57,50±4,82 mg.dL-1 dengan penurunan kadar kreatinin dan ureum dibandingkan kontrol negatif sebesar 60,93% dan 20,16%. Ekstrak etanol G. lucidum dengan dosis 750 mg.kg-1 BB efektif dalam menurunkan kadar ureum dan kreatinin pada tikus yang model inflamasi yang diinduksi CFA
Pertumbuhan dan Kandungan Polifenol Selada Merah (Lactuca sativa L. var. Crispa) pada Media Tanam dengan Pemberian Asam Humat ., Khoerunnisa; Proklamasiningsih, Elly; Budisantoso, Iman
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 3 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.3.5876

Abstract

Flavonoid merupakan senyawa metabolit sekunder yang memiliki 15 atom karbon dan tersusun atas dua cincin benzena tersubstitusi yang dihubungkan oleh rantai alifatik tiga karbon. Salah satu tanaman yang banyak mengandung senyawa ini yaitu selada merah (Latuca sativa var. crispa L). Flavonoid yang terdapat pada selada merah berpotensi sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, antiinflamasi, dan antivirus. Berbagai manfaat tersebut menyebabkan upaya peningkatan kadar flavonoid pada selada merah perlu dilakukan. Peningkatan kadar metabolit sekunder pada tanaman dapat dilakukan dengan meningkatkan biomassa tanaman. Biomassa tanaman dapat ditingkatkan dengan penambahan asam humat pada media tanam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan dan kandungan flavonoid selada merah, serta menentukan konsentrasi asam humat yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan kandungan flavonoid selada merah. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi asam humat yang terdiri atas 4 taraf yaitu 0 g.kg-1, 4 g.kg-1, 8 g.kg-1, dan 12 g.kg-1 tanah dengan lima kali ulangan. Parameter yang diamati adalah bobot basah, bobot kering, tinggi tanaman, dan kadar flavonoid daun. Penelitian dilaksanakan di greenhouse dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dari November 2021 sampai Februari 2022. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan tingkat kesalahan 0,05 dan 0,01, dengan uji lanjut Duncan pada tingkat kesalahan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat dapat meningkatkan bobot basah, bobot kering, tinggi tanaman, serta kandungan flavonoid pada tanaman selada merah. Konsentrasi asam humat 7,22 g.kg-1 merupakan konsentrasi efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan kandungan flavonoid selada merah.
Morfologi, Fisiologi, dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Kultivar Grobogan yang Ditanam di Daerah Pantai Cilacap Ramadani, Didi; -, Juwarno; -, Rochmatino
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 3 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.3.6613

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas protein nabati yang pemanfaatannya sangat luas di Indonesia. Saat ini sebagian besar kebutuhan kedelai dalam negeri dipenuhi dari hasil impor. Pemenuhan kebutuhan kedelai dalam negeri dapat dilakukan dengan cara meningkatkan produksi dengan cara penanaman kedelai pada lahan marginal, khususnya lahan salin. Lahan tersebut dapat digunakan sebagai lahan tanam kedelai, akan tetapi kedelai merupakan tanaman yang peka terhadap toksisitas garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi, fisiologi, dan produksi kedelai kultivar Grobogan tahan salinitas yang ditanam di Pantai Lengkong, Cilacap. Penelitian dilakukan pada dua lahan dengan salinitas 20 mM dan 30 mM yang berada di pantai Lengkong Cilacap dengan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 kali ulangan. Pengukuran faktor lingkungan (salinitas, pH, kelembapan tanah, suhu, kelembapan udara, intensitas cahaya) dilakukan dengan 5 kali ulangan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret –Mei 2021. Variabel yang diamati adalah morfologi, fisiologi, dan produksi dengan parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, kadar klorofil a, klorofil b, total klorofil, karotenoid, dan jumlah polong. Data dianalisis menggunakan uji rerata (uji-t) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada parameter diameter batang, klorofil a, klorofil b, karotenoid, dan jumlah polong tanaman kedelai pada salinitas 30 mM lebih rendah dibandingkan dengan salinitas 20 mM dan tidak ada perbedaan yang nyata pada parameter lainnya. Jumlah polong berkorelasi dengan kadar klorofil a, klorofil b, dan karotenoid.
Pembuatan Biokomposit Menggunakan Jamur Pelapuk Putih Auricularia auricula dan Lentinus squarrosulus serta Bahan Lignoselulosik Serbuk Gergaji Kayu dan Tatal Kayu Nugraha, Tiara Hadi; Mumpuni, Aris; Dewi, Ratna Stia
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 3 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.4.6635

Abstract

Abstract Biocomposite is a composite material that uses natural materials that contain lignocellulose. The manufacture of composite boards by utilizing agricultural waste will get added value, namely reducing the impact on the environment. Biocomposites that utilize the mycelium of white rot fungi, namely Auricularia auricula and Lentinus squarrosulus as binders and lignocellulosic materials such as sawdust and wood chips which contain the main components of cellulose, hemicellulose, and lignin which are good for fungal growth. The purpose of this study was to determine the effect of the type of white rot fungus with lignocellulosic material composition and to determine the optimal type of fungus and lignocellulosic material on the manufacture of biocomposites. This study used an experimental method with a completely randomized design with 10 treatments with 3 replications, the treatment was carried out on lignocellulosic materials in the form of sawdust and wood chips with a composition (25%, 50%, 75%, and 100%). The research variables consisted of independent variables in the form of white rot fungi and wood species, while the variable was the quality of the resulting biocomposite material. The parameters measured in this study were the main parameters, namely fungal mycelium growth, composite density, composite air content, composite thickness expansion, modulus of elasticity and modulus of fracture of the composite. The supporting parameters are composite biodegradability. The results showed that the types of fungi and lignocelluloic materials had an effect on the manufacture of composite boards. The best fungus used in the manufacture of biocomposites is L. squarrosulus and the best lignocellulosic material used is a mixture of the two lignocelluloic materials that is 25% sawdust + 75% wood chips. Keywords: biocomposite, lignocellulosic material, white rot fungus
Panjang Gonad Relatif, Indeks Kematangan Gonad, dan Indeks Hepatosomatik Ikan Sidat (Anguilla bicolor Mcclelland) Hasil Budidaya Nadeak, Rizki Kustanti; Rachmawati, Farida Nur; Susilo, Untung
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 3 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.3.6696

Abstract

Ikan sidat (Anguilla bicolor McClelland) merupakan ikan katadromous yang sulit matang gonad dalam kondisi budidaya, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji nilai IKG, IHS, hubungan antara IKG dan panjang gonad relatif ikan sidat hasil budidaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai IKG, IHS, hubungan antara IKG dan panjang gonad relatif ikan sidat hasil budidaya pada ukuran berbeda dan mengetahui korelasi antara IKG dengan Panjang Gonad Relatif ikan sidat hasil budidaya. Penelitian dilakukan dengan metode survei secara purposive random sampling. Sampel ikan sidat sebanyak 29 ekor diperoleh dari pembudidaya ikan sidat di wilayah Cilacap dikelompokkan berdasarkan fase reproduksinya yaitu yellow eel dan silver eel. Variabel yang diamati ialah panjang gonad relatif sebagai variabel bebas dan IKG sebagai variabel terikat. Parameter yang diukur, yaitu panjang tubuh ikan, bobot tubuh ikan, bobot gonad, panjang gonad, dan bobot hati. Hasil yang didapat pada penelitian ini, rata-rata panjang gonad fase yellow eel 16,93 ± 2,09 cm, sementara fase silver eel 19,93 ± 3,46 cm. Rata-rata IKG yellow eel 1,356±0,992 %, sementara silver eel 2,408±1,053 %. Hasil rata-rata IHS fase yellow eel 1,163±0,201 % dan silver eel sebesar 1,339±0,264 %. Analisis korelasi Spearman’s Rank antara panjang gonad relatif dengan IKG didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,167 (P > 0,05). Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa Nilai IKG dan IHS Anguilla bicolor McClelland hasil budidaya pada ukuran berbeda memiliki nilai yang berbeda. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara panjang gonad relatif dengan IKG.
Keanekaragaman Tumbuhan Bawah pada Vegetasi Riparian Waduk Cacaban Kabupaten Tegal Jawa Tengah Septiani, Dwi Siti; Widyastuti, Ani; Widodo, Pudji
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 3 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.3.7685

Abstract

Zona riparian merupakan area transisi semi-terestrial yang dipengaruhi oleh perairan tawar yang memanjang dari tepian badan air menuju tepian dataran tinggi. Sepanjang daerah riparian, banyak ditemukan vegetasi yang tumbuh berupa pohon, rumput, semak dan herba. Vegetasi riparian berperan dalam menjaga salah satu indikator kualitas air, sumber obat-obatan, dan pangan. Fungsi penting vegetasi riparian sebagai pengontrol erosi dengan sistem perakarannya yang kuat mengurangi endapan, dan mereduksi polutan yang masuk ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan spesies dominan tumbuhan bawah pada vegetasi riparian Waduk Cacaban Tegal Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Variabel penelitian yang diamati yaitu keanekaragaman vegetasi riparian tumbuhan bawah dan spesies dominan. Parameter penelitian yang diamati yaitu jumlah spesies dan jumlah individu setiap spesies. Parameter pendukung yaitu suhu, kelembapan, intensitas cahaya, pH tanah. Data yang diperoleh dihitung Indeks Nilai Penting (INP), Indeks keanekaragaman menurut Shannon-Wiener (H'), dan Indeks Kesamaan Sorensen (IS). Hasil penelitian terdapat 17 spesies tumbuhan bawah dengan jumlah total 426 individu yang terdiri dari 10 famili. Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi adalah Celosia argentea dengan jumlah sebesar 29,41%. Indeks keanekaragaman memiliki nilai sebesar 2,38. Indeks kesamaan Sorensen (IS) memiliki nilai 50% yang dibandingkan dengan stasiun 1 dengan stasiun 4.

Page 1 of 1 | Total Record : 8