cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta" : 12 Documents clear
Analisis ANALISIS KUALITAS KIMIA MADU AKASIA CARPA (Acacia crassicarpa) DARI LEBAH MADU Apis mellifera di KABUPATEN JEMBER Wahyuni, Dhea Ika; Suratno, Suratno; Pujiastuti, Pujiastuti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.8762

Abstract

Madu adalah cairan alami yang umumnya memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah madu dari sari bunga tanaman (nektar bunga) atau bagian lain dari tanaman (nektar bunga ekstra) atau ekskresi serangga. Salah satu madu yang beredar di masyarakat adalah madu Acacia crassicarpa yang merupakan salah satu tanaman penghasil nektar yang banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia madu Acacia crassicarpa yang dihasilkan oleh lebah madu Apis mellifera. Pengambilan sampel madu dilakukan dipusat peternak madu CV dimadu.in. di Desa Mumbulsari, Kabupaten Jember. Data hasil penelitian dianalisis dan dibandingkan dengan standar madu SNI 2018 terhadap mutu kimiawi madu. Kualitas madu yang baik memiliki nilai kadar air maksimal 22% dan nilai keasaman madu maksimal 50 ml NaOH/kg, sedangkan kadar gula total pada madu yang baik berkisar antara 76-83˚Brix. Hasil kadar air madu panen ketiga 20,5% dan madu panen keempat 21%. Keduanya telah memenuhi standar SNI 2018 dimana nilainya di bawah 22. Nilai kadar gula total pada madu panen ketiga sebesar 80,62% b/b dan pada panen keempat madu Acacia crassicarpa sebesar 80,91% b/b. Keduanya telah memenuhi standar SNI 2018. Nilai keasaman madu panen ketiga adalah 43,05 ml NaOH N/kg dan madu panen keempat adalah 44,45 ml NaOH N/kg. Keduanya telah memenuhi standar SNI 2018 dimana nilainya di bawah 50 ml NaOH N/kg. Aktivitas enzim diastase pada kedua sampel madu memiliki hasil yang sama yaitu keduanya memiliki aktivitas enzim diastase
Uji Efektivitas Antibakteri Sediaan Gel Pembersih Tangan Berbahan Aktif Water kefir Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Yanti, Sharfina Maulida; Octaviana, Musliha; Situmorang, Ing Mayfa Br
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.10706

Abstract

kefir air adalah minuman probiotik. Sifat antibakteri kefir disebabkan oleh senyawa seperti asam laktat, yang dihasilkan selama fermentasi sukrosa. Kefir air dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam pembersih tangan, antiseptik seperti gel yang sering digunakan sebagai pencuci tangan yang nyaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan gel pembersih tangan yang telah ditambahkan air kefir untuk menguji kekuatan penghalang pembersih tangan. Metode penelitian ini diawali dengan pembuatan fermentasi water kefir, water kefir yang menjadi bahan aktif hand sanitizer kemudian diuji menggunakan cara difusi cakram dengan konsentrasi 3%, 4%, dan 5%. Berdasarkan hasil penelitian uji daya hambat sediaan gel hand sanitizer berbahan aktif water kefir dengan konsentrasi 3% yaitu berdiameter rerata 12,3 mm (intermediet), 4% berdiameter 15 mm (intermediet) dan 5% berdiameter 18,3 mm (intermediet) pada bakteri E.coli. 3% berdiameter 12,6 mm (intermediet),4% berdiameter 14 mm (intermediet) dan 5% berdiameter 17,5 mm (intermediet) pada bakteri S.aureus. Kesimpulan pada penelitian ini adalah konsentrasi yang lebih efektif untuk menghambat pertumbuhan dari bakteri E.coli dan S.aureus yaitu pada konsentrasi 5%.
Anatomi Bentuk Dan Tipe Spora Pteridophyta Dari Kelas Polypodiopsida Nasution, Hasbi Assidiqi; Dalimunte, Elvina Yanti Br; Furqan, Zahlul; Sarjani, Tri Mustika
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.10932

Abstract

Bentuk spora tumbuhan paku bermacam-macam, tetapi sebagian besar memiliki bentuk elips atau bilateral, bulat, ginjal, dan segi tiga. Tipe apertura spora pada tumbuhan paku secara umum dibedakan menjadi dua tipe yaitu monolet dan trilete. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis anatomi bentuk dan tipe spora pteridophyta dari kelas polypodiopsida baik dari segi persamaan dan perbedaannya. Metode yang digunakan pada penelitian adalah dengan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi langsung, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif pada teknik observasi. Analisis tersebut mencakup perbandingan karakter seperti tipe/jenis, bentuk, dan ornamentasi spora pada tumbuhan paku. Hasil penelitian mengidentifikasi 10 jenis tumbuhan paku dari golongan polypodiopsida, yakni Phlebodium aureum, Lygodium microphyllum, Nephrolepis biserrate, Asplenium nidus, Pronephrium triphyllum, Cyclosorus heterocarpus, Lygodium flexuosum, Dicranopteris linearis, Rumohra adiantiformis, dan Nephrolepis exaltata. Delapan spesies memiliki tipe spora monolet, sedangkan dua spesies memiliki tipe spora trilet. Setiap spesies memiliki bentuk spora dan jenis ornamen yang unik, seperti bentuk elips, ginjal, bulat atau segitiga dengan jenis ornamen yang terdiri dari empat tipe yaitu verrucate, reticulate, faveolate, dan psilate
Identifikasi Jenis Tumbuhan Asing Invasif di Wana Wisata Batu Kuda Manglayang Amalia, Risqi; Aulia, Sekar Rahma; Mustahiq A, Rahmat Taufiq
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11033

Abstract

Ancaman terhadap kawasan lindung dan wisata alam seringkali muncul dalam bentuk invasi tumbuhan asing. Proses invasi ini dapat merusak keanekaragaman hayati, mengganggu fungsi alamiah, dan mengurangi keindahan kawasan tersebut. Kawasan wisata Batu Kuda Manglayang tidak luput dari masalah sebaran tumbuhan asing invasif. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan asing invasif yang telah menyebar di daerah tersebut. Metode survei lapangan, yang melibatkan penjelajahan, observasi, dan identifikasi jenis, diterapkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 jenis tumbuhan asing dari 14 famili yang memiliki potensi invasif dan telah mulai menyebar di kawasan wisata Batu Kuda Manglayang. Jenis-jenis ini berasal dari berbagai famili, dengan Asteraceae (6 jenis), Poaceae, Solanaceae, dan Verbenaceae (masing-masing 2 jenis) sebagai kontributor utama, serta masing-masing 1 jenis dari famili lainnya seperti Amaranthaceae, Balsaminaceae, Commelinaceae, Euphorbiaceae, Iridaceae, Lamiaceae, Melastomaceae, Mimosaceae, Passifloraceae, dan Piperaceae. Tumbuhan-tumbuhan ini memiliki habitus yang beragam, termasuk semak, herba, perdu, dan liana. Dalam penelitian ini, ditemukan setidaknya lima jenis tumbuhan yang perlu mendapatkan perhatian khusus, yaitu Chromolaena odorata, Clidemia hirta, Lantana camara, Mikania micrantha Kunth, dan Mimosa pigra. Jenis-jenis ini telah dikenal secara nasional dan internasional sebagai tumbuhan asing invasif yang memiliki potensi besar untuk menyebabkan degradasi ekosistem dan kehilangan habitat.
Keanekaragaman Burung Cenderawasih di Hutan Kampung Nunsyari Distrik Yapen Timur Kabupaten Kepulauan Yapen Womsiwor, Asnat M.; Raunsay, Edoward Krisson; Kawatu, Paul Johan; Rehiara, Rosaniya E.; Rophi, Apriani Herni; Jesajas, David Reinhard
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11291

Abstract

Keberadaan burung Cenderawasih semakin terancam punah karena perburuan liar, dan rusaknya habitat, oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis burung Cenderawasih yang ada di Hutan Kampung Nunsyari Distrik Yapen Timur Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua, mengetahui bentuk penyebaran jenis-jenis cenderawasih di Hutan Kampung Nunsyari Distrik Yapen Timur Kabupaten Kepulauan Yapen, dan mengetahui gambaran umum habitat burung cenderawasih di Hutan Kampung Nunsyari Distrik Yapen Timur Kabupaten Kepulauan Yapen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Index Ponctuelle de Abondance (IPA). Teknik analisis data yang digunakan adalah Kelimpahan Burung, Keanekaragaman Jenis Burung, Frekuensi Atau Sebaran Burung. Hasil analisis kelimpahan menunjukkan P. m. jobiensis sebanyak 0.68, Manucodia jobiensis sebanyak 0.09, Cicinnurus regius 0.14, dan Diphyllodes magnificus 0.090, keragaman jenis burung Cenderawasih adalah sebesar 1, Frekuensi Relatif Sebaran Burung jenis Paradisaea minor jobiensis terdapat 68%, Manucodia jobiensis 9%, Cicinnurus regius 14%, dan Diphyllodes magnificus 9%.
Stimulasi Pertumbuhan Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.) Melalui Pengaruh Suara Musik pada Fase Vegetatif Ulmillah, Aulia; Saputri, Dwijowati Asih; Cholik, Arifin
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11355

Abstract

Budidaya kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) dilakukan secara organik dan anorganik dengan media tanam yang sesuai. Peningkatan hasil tanam kangkung, dibutuhkan sebuah teknologi yang mempermudah dalam budidaya tanaman kangkung. Salah satunya dengan teknik yang menggunakan suara atau musik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh genre musik yang berbeda terhadap pertumbuhan vegetatif kangkung darat (Ipomoea reptans Poir). Dalam penelitian ini, digunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan memberikan 4 suara musik berbeda yaitu M0 (kontrol), M1 (klasik), M2 (murottal), dan M3 (hardcore) dilakukan sebanyak 3 kali ulangan. Penelitian ini berlangsung 30 hari. Parameter yang diukur selama 7 hati sekali meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang tanaman, berat basah, dan bukaan stomata pada minggu ke-4. Data dianalisis dengan One Way Anova SPSS 20 dan uji lanjut Duncan dengan taraf 5%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa musik memiliki pengaruh nyata pada pertumbuhan kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) dan perlakuan suara musik hardcore merupakan yang paling baik terhadap lebar daun dan berat basah tanaman kangkung yang dihasilkan.
Studi Etnobotani Ritual Adat Hajat Lembur di Desa Wisata Tutugan Cibolerang Kecamatan Cinunuk Kabupaten Bandung Cahyani, Hilda Wulan; Cahyanto, Tri
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11392

Abstract

Adat hajat lembur adalah suatu tradisi yang memiliki makna sebagai tolak bala atau sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada Yang Maha Kuasa. Ritual ini masih dilakukan di Desa Wisata Tutugan di Cibolerang, Kecamatan Cinunuk, Kabupaten Bandung, yang dilakukan setahun sekali setiap bulan Safar ataupun pada bulan Muharram, dan sering berbarengan dengan hari bersejarah tertentu. Tujuan penelitian ini adalah dapat mengetahui berbagai jenis tumbuhan serta bagian tumbuhan yang digunakan pada ritual adat hajat lembur masyarakat di Desa Tutugan, mengetahui cara penggunaan tumbuhan pada ritual adat serta mengetahui makna dan filosofi dari penggunaan tumbuhan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan purposive sampling. Sehingga dengan metode ini menggunakan informan kunci untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan yang digunakan pada upacara tersebut. Hasilnya, pada ritual hajat lembur banyak jenis tumbuhan dari berbagai organ yang digunakan dalam ritual ini, yaitu untuk dijadikan sesajen, pembuatan alat musik, bahan baku makanan, dan juga untuk perlengkapan kesenian lainnya.
Jenis dan Kelimpahan Ektoparasit pada Ikan Budidaya di Balai Benih Ikan Sidabowa Banyumas Jawa Tengah Rokhmani, Rokhmani; Prihastina, Marlina Yoga; Setyowati, Endang Ariyani
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11613

Abstract

Balai Benih Ikan (BBI) Sidabowa merupakan salah satu Balai Benih Ikan di Banyumas yang terletak di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Komoditas ikan yang dibudidayakan di BBI Sidabowa adalah ikan tawes (Barbonymus ganionotus) dan ikan nila (Oreochromis niloticus). Pada pembudidayaannya ada satu tantangan yaitu serangan penyakit. Salah satu penyakit yang menyerang ikan adalah ektoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit apa saja yang menyerang ikan tawes dan ikan nila serta mengetahui kelimpahan ektoparasit yang menyerang ikan tawes dan ikan nila di BBI Sidabowa, Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Parameter yang diamati adalah jenis dan jumlah ektoparasit. Kelimpahan ektoparasit ikan tawes dan ikan nila dengan menghitung jumlah individu ektoparasit yang ditemukan dibagi jumlah ikan sampel yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektoparasit yang ditemukan pada ikan tawes dan ikan nila terdapat empat jenis ektoparasit yaitu Ichthyophthirius multifilis, Trichodina sp, Dactylogyrus sp dan Gyrodactylus sp. Kelimpahan ikan tawes pada Ichthyophthirius multifilis (17,66), Dactylogyrus sp (0,28), dan Gyrodactylus sp (0,07). Kelimpahan ikan nila pada Trichodina sp (2,44), Dactylogyrus sp (0,15), dan Gyrodactylus sp (0,08).
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN FAMILI PANDANACEA DI KAWASAN HUTAN SIBAYAK II SUMATERA UTARA Puspita, Ayu; Hutasuhut, Melfa Aisyah; Rahmadina, Rahmadina
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11671

Abstract

Pandanaceae includes Monocotyledoneae plants that have shrub, tree and liana habitus. This study aims to determine the types of members of the Pandanaceae family that live in the Sibayak II Forest Area in North Sumatra, as well as the diversity index and key identification of these members. The method used in this research is an exploratory survey method with a purposive sampling quadrat plot technique with 10 plots measuring 10m x 10m. The results obtained 6 species from the Pandanaceae family, namely Freycinetia javanica Blume, Freycinetia sumatrana Hemsl., Freycinetia sp., Pandanus furcatus Roxb., Pandanus houletti Carriere, Pandanus sp. The diversity index of the Pandanacaeae family is 2.504 which is classified as moderate. The identification key for the Pandanaceae family has common characteristics. The Pandanaceae family is found in highland tropical forests with high rainfall and reproduces vegetatively (budding) under favorable environmental conditions.
Inventarisasi Keanekaragaman Serangga di Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan Menggunakan Perangkap Warna Amalia, Istia Siti; Ramadhan, R. Arif Malik
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11738

Abstract

Serangga merupakan organisme yang berperan penting dalam ekosistem. Keragaman serangga dapat dijadikan indikator biodiversitas lingkungan dan kesehatan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati keragaman serangga dan mengidentifikasi peranannya bagi ekosistem Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah dengan memasang perangkap kuning dan perangkap hijau di beberapa tempat dengan waktu pengamatan 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Kemudian dilakukan identifikasi terhadap serangga yang terperangkap lalu dihitung tingkat keragaman dan dominansinya. Berdasarkan hasil pengamatan, jumlah serangga yang terperangkap lebih banyak pada perangkap kuning daripada perangkap hijau. Pada perangkap kuning, sebanyak 109 ekor serangga yang terperangkap terdiri dari 7 spesies hama, 4 spesies predator, 2 spesies parasitoid, 1 spesies penyerbuk, dan 1 spesies pengurai. Pada perangkap hijau, sebanyak 68 serangga yang terperangkap terdiri dari 7 spesies hama, 2 spesies predator, 3 spesies parasitoid, 1 spesies penyerbuk, dan 1 spesies pengurai. Hasl pengamatan pada perangkap kuning dan hijau memiliki Indeks Keragaman Shannon-Wiener (H’) dengan kriteria sedang yaitu 2,064 dan 2,048. Berdasarkan Indeks Dominansi Simpson (C) perangkap kuning dan hijau termasuk ke dalam kriteria rendah, yaitu 0,188 dan 0,182. Hasil pengamatan pada kedua perangkap tersebut menunjukkan bahwa Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan memiliki keragaman serangga yang sedang, tekanan ekologi sedang, kondisi ekosistem yang cukup seimbang, dan tidak terdapat spesies yang mendominasi pada ekosistem tersebut.

Page 1 of 2 | Total Record : 12