cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta" : 13 Documents clear
OPTIMALISASI FERMENTASI ETANOL “TERATAI SALJU” DENGAN PALM SUGAR DAN VARIASI SUKROSA Sarwoko, Jonathan Puji; Sidharta, Boy Rahardjo; Mursyanti, Exsyupransia
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.12092

Abstract

Abstract "Teratai Salju" is a symbiotic community of bacteria and yeast. One of the fermentation results of "snow lotus" was alcohol that is useful as a solvent such as cosmetics, disinfectants, and fuels. This research aims to determine the genus of microorganisms and the maximum ethanol content produced by "teratai salju" using palm sugar and sucrose variations 15, 45 and 85 grams in 250 ml water with 5 repetitions. Stages of research including growth and maintenance of "snow lotus", observation of colonies morphology, yeast staining, negative staining, Gram staining, dry weight measurement, total acid number, pH measurement, and ethanol content measurement. Data analysis was performed by Analysis of variance (ANOVA) followed by a duncan multiple range test with a 95% confidence level with SPSS 15.0. This research was conducted with a Completely Randomized Design (CRD). The results obtained show that ethanol content of "teratai salju" optimized at the addition of 85 gram sucrose at 0,22-0,86%. Key Words : Ethanol, Fermentation, Sucrose Variation, “Teratai salju”.
Pengaruh Ketiadaan Makan dan Minum Terhadap Kondisi Fisiologis Tikus (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) Galur Wistar Fitria, Laksmindra; Oktavia, Nurfitria; Rachid, Ayu Aziza Ar
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.12549

Abstract

Tikus (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) galur Wistar adalah salah satu spesies hewan coba yang lazim digunakan sebagai model dalam penelitian biomedis-praklinis. Perawatan hewan coba sangat menentukan validitas hasil penelitian. Kekurangan bahkan ketiadaan pakan dan air minum dapat terjadi saat akhir pekan maupun hari libur. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ketiadaan makan dan/atau minum terhadap kondisi fisiologis tikus Wistar. Dua belas tikus Wistar betina dewasa dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu: Kelompok I: diberi makan dan minum ad libitum (kontrol), Kelompok II: diberi makan tetapi tidak diberi minum, Kelompok III: tidak diberi makan hanya diberi minum, dan Kelompok IV: tidak diberi makan dan minum sama sekali. Perlakuan dilakukan selama 4 hari berturut-turut, setelah itu hewan kembali diberi makan dan minum ad libitum. Data dianalisis secara statistik berdasarkan one-way repeated measures ANOVA (ɑ = 0,05). Hasil menunjukkan bahwa ketiadaan makan dan/atau minum menyebabkan kelaparan, dehidrasi, anemia, kerentanan terhadap infeksi, dan stres yang diindikasikan dengan penurunan berat badan, suhu badan, dan kadar glukosa darah, serta perubahan profil eritrosit, leukosit, dan trombosit. Meskipun sebagian analisis statistik tidak menunjukkan hasil yang signifikan, namun gangguan fisiologis ini tetap menurunkan kualitas hidup dan menimbulkan masalah kesehatan bagi hewan. Penyediaan kembali makan dan minum selama 4 hari berturut-turut mengembalikan kondisi fisiologis tikus mendekati semula. Meskipun demikian, sebaiknya tikus tetap diberi makan dan minum secara ad libitum setiap hari untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraannya sehingga tetap layak digunakan sebagai subjek dalam penelitian. Kata kunci : kesejahteraan hewan, profil darah, puasa, Rattus norvegicus, tikus Wistar
Aktivitas Antioksidan Fraksi N-Heksana Propolis Lebah Homotrigona fimbriata Abdullah, Nur Laras Suci; Kustiawan, Paula Mariana
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.13104

Abstract

Antioksidan memiliki kemampuan dalam mengatasi kerusakan elemen penting di dalam sel tubuh kita. Antioksidan juga dapat kita peroleh dari mengkonsumsi produk lebah kelulut, seperti propolis, polen dan madu. Sebelumnya, telah diketahui bahwa propolis Homotrigona fimbriata diketahui memiliki metabolit sekunder polifenol (flavonoid, asam fenolik, dan esternya), terpenoid, asam amino dan steroid. Sampai saat ini penelitian tentang fraksi propolis H. fimbriata masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini untuk pengetahuan tentang aktivitas antioksidan fraksi N-heksana propolis H. fimbriata. Metode penelitian dilakukan proses ekstraksi dan fraksinasi dengan pelarut n-heksana. Analisis kualitatif dengan menggunakan uji tabung digunakan untuk mengetahui metabolit sekundernya, sedangkan pengujian antioksidan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi propolis tersebut memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid dan terpenoid. Aktivitas antioksidan menunjukan IC50 419 ppm termasuk dalam kategori sangat lemah. Perlu dilakukan uji aktivitas lain untuk mengetahui potensi fraksi n-heksana propolis H. fimbriata tersebut. Kata kunci: Antioksidan, Homotrigona fimbriata, Propolis, Lebah Kelulut, Fraksi N-Heksana
Isolasi, Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Penghasil Hemolisin pada Permukaan Daun Pohpohan (Pilea Melastomoides (Poir.) Wedd.) Nuraeni, Siti Panesya; Budiarti, Sri; Priyanto, Jepri Agung
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.13222

Abstract

Pohpohan (Pilea melastomoides (Poir.) Wedd.) umumnya dikonsumsi masyarakat sebagai lalapan. Sayuran segar yang dikonsumsi secara langsung dapat membawa bakteri patogen bawaan pangan. Penelitian ini bertujuan mengisolasi bakteri, mengarakterisasi, mengidentifikasi bakteri penghasil hemolisin pada permukaan daun pohpohan. Kuantifikasi bakteri pada media Blood Agar menunjukkan jumlah bakteri patogen sebanyak 6,2 x108 CFU/g. Koloni bakteri dengan morfologi yang berbeda dipilih dan dimurnikan untuk dikarakterisasi lebih lanjut meliputi karakter morfologi koloni dan selnya. Sebanyak delapan isolat bakteri terpilih memiliki warna koloni yang sama yaitu putih, namun memiliki bentuk, tepian, elevasi, karakteristik optik, dan permukaan koloni yang bervariasi. Semua isolat bakteri tersebut tergolong bakteri Gram positif berbentuk basil dengan penataan sel berantai atau tunggal. Kedelapan isolat terpilih mampu melisiskan sel darah merah (hemolisis positif), 6 isolat diantaranya tergolong ke dalam β-hemolisis, dan 2 isolat lainnya tergolong a-hemolisis. Identifikasi molekuler berdasarkan gen 16S rRNA menunjukkan empat isolat (PA7I1, PA8I5, PA8I6.2, PA9I3) memiliki kemiripan sekuens yang tinggi (similarity: lebih dari 99%) dengan bakteri Bacillus paramycoides, dua isolat (PA8I7, PA9I5) teridentifikasi sebagai Bacillus subtilis, dan dua isolat lainnya (PA8I6, PA914) teridentifikasi sebagai Bacillus cereus dan Bacillus tequilensis. Kata kunci: Bacillus, hemolisis, pohpohan, sayuran segar
Nafsu Makan Tikus Putih (Rattus norvegicus) Bunting Yang Mengkonsumsi MSG Organik dan Sintetis Aryanti, Firma; Setyaningsih, Endang; Febriyanti, Amalia; Sagita, Ninit Putry; Putri Febrianti, Ulya Ananda; Nur Fauziah, Daniar Eka; Tias, Eriza Putri Ayu Ning; Wicaksono, M. Galih
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.13633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi MSG organik dan MSG sintetis terhadap nafsu makan tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar bunting. Penelitian ini didasari oleh tingginya prevalensi stunting di Indonesia, yang dikaitkan dengan pola makan yang tidak sehat. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen true eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan postest only control design. Tikus dibagi menjadi lima kelompok: kelompok kontrol (pakan normal), kelompok MSG organik 60 mg/kgBB, kelompok MSG organik 120 mg/kgBB, kelompok MSG sintetis 60 mg/kgBB, dan kelompok MSG sintetis 120 mg/kgBB. Data nafsu makan dianalisis menggunakan One Way Analysis of Variance (ANOVA) dan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan MSG organik dan MSG sintetis memiliki rata-rata nafsu makan yang berbeda secara signifikan. Kelompok MSG sintetis dengan dosis 60 mg/kgBB memiliki nafsu makan tertinggi, diikuti oleh kelompok MSG organic 120 mg/kgBB, kelompok kontrol, kelompok MSG sintetis 60 mg/kgBB, dan kelompok MSG sintetis 120 mg/kgBB. Penelit ian ini menunjukkan bahwa konsumsi MSG organic dapat meningkatkan nafsu makan pada tikus putih strain wistar bunting. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji efek jangka panjang konsumsi MSG organik dan MSG sintetis terhadap kesehatan tikus, serta untuk mengkaji potensi MSG organik sebagai alternatif penyedap makanan yang lebih aman.
Etnobotani Tumbuhan Paku di Desa Kemutug Lor Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumastan Nitrogen Sukarsa, Sukarsa; Budisantoso, Iman; Samiyarsih, Siti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.13831

Abstract

Tumbuhan paku (Pteridophyta) mempunyai nilai penting bagi masyarakat Desa Kemutug Lor, karena lokasinya berbatasan langsung dengan hutan di sekitar Baturraden. Tumbuhan Paku memiliki nilai ekologi dan nilai ekonomi bagi kehidupan masyarakat. Nilai ekologi peranannya sebagai tumbuhan bawah dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Tumbuhan ini sangat penting dalam pengaturan tata air dan mencegah erosi, sedangkan nilai ekonomi banyak dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan dan pengelolaan tumbuhan tumbuhan paku oleh masyarakat perlu terus ditinggkatkan. Pencapaian pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan, diperlukan identifikasi dan arahan pemanfaatan terhadap potensi sumber daya tersebut, berdasarkan berbagai aspek kajian yang terkait. Salah satu disiplin ilmu yang mengkaji tentang hubungan masyarakat dengan tumbuhan dan lingkungannya adalah etnobotani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keragaman spesies tumbuhan paku dan pemanfaatannya oleh masyarakat Desa Kemutug Lor Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Eksplorasi pengetahuan lokal masyarakat di lakukan dengan snowball sampling. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif, data kuantitatif didasarkan atas perhitungan Use Velue dan Plant Part Use. Hasil penelitian diperoleh 29 spesies tumbuhan paku dari 17 Famili yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kemutug Lor sebagai tanaman hias, media tanam anggrek, ramuan obat tradisional, bahan bangunan kandang, bahan sayuran dan sebagai pakan ternak kambing. Bagian tumbuhan yang digunakan meliputi: seluruh bagian tumbuhan 32%, akar 7%, batang 2%, pucuk 8 %, ental 43%, tangkai daun 5% dan daun kering 3%. Spesies yang paling banyak kegunaannya adalah Cyathea latebrosa (Wall. & Hook.) Copel, yang digunakan untuk tanaman hias, batangnya untuk tiang kandang, pot dan media tanam anggrek, entalnya untuk pakan kambing. Kata kunci: Desa Kemutug Lor, etnobotani, tumbuhan paku
Kajian Kajian Etnobotani Famili Musaceae di Desa Simpang Dua Kabupaten Aceh Selatan Salmiati, Salmiati; Sarjani, Tri Mustika; Ariska, Raja Novi
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.13965

Abstract

Desa Simpang Dua adalah salah satu Desa di Kabupaten Aceh Selatan yang masih memanfaatkan berbagai spesies dari famili Musaceae. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui spesies tumbuhan famili Musaceae, bagain yang dimanfaatkan dan untuk kegiatan apa saja famili Musaceae dimanfaatkan di Desa Simpang Dua Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survai, pengambilan sampel secara jelajah dan wawancaraPada hasil penelitian telah diperoleh 24 spesies Tumbuhan famili Musaceae yang ditemukan di Desa Simpang Dua. Pisang abu (Musa acuminata Colla) merupakan jenis paling banyak dimanfaatkan dalam kegiatan upcara adat tradisi. Berdasarkan data perhitungan, maka nilai UV tertinggi terdapat pada Pisang abu (Musa acuminata Colla) dengan nilai (UV=0,57) dalam kegiatan upacara adat tradisi, nilai RFC tertinggi terdapat pada pisang ameh (Musa acuminata) dengan nilai (RFC=0,91) sebagai bahan pangan, bagian tumbuhan famili Musaceae paling tinggi pemanfaatan adalah buah (42%), pemanfaatan famili Musaceae dalam berbagai pontensi kegaitan paling tinggi atau paling banyak dimanfaatkan adalah bahan pangan (46,3%).
Gambaran Histologi Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus) Bunting yang Mengkonsumsi MSG Organik dan MSG Sintetis Fauziah, Daniar Eka Nur; Setyaningsih, Endang; Aryanti, Firma; Sagita, Ninit Pputry; Febrianti, Ulya Ananda Putri; Febriyanti, Amalia; Tias, Eriza putri Ayu Ning; Wicaksono, M. Galih
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.13968

Abstract

Perkembangan globalisasi memberikan dampak pada pola konsumsi masyarakat Indonesia, Monosodium Glutamat (MSG) atau sering disebut vetsin merupakan bahan tambahan pada masakan yang sudah tidak asing lagi. Penggunaan MSG yang melebihi takaran dan dalam waktu panjang memiliki dampak bagi kesehatan salah satunya yaitu organ ginjal, yang fungsi utama ginjal yaitu menyaring darah dan mengeluarkan sisa metabolisme dari dalam tubuh. MSG berbahan dasar organik dapat menjadi alternatif penggunaan MSG sintetis. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang bertujuan untuk mengetahui gambaran histologi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar bunting yang mengkonsumsi MSG organik dan MSG sintetis. Hasil yang didapatkan terdapat perbedaan kerusakan nekrosis sel yang bermakna antara pemberian MSG organik dan MSG sintetis yaitu dengan nilai probabilitas (sig.) adalah 0.002 < 0.05 pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Namun, pada kerusakan berupa hemoragi, diameter glomerulus, dan lebar ruang bowman tidak terdapat perbedaan kerusakan yang bermakna antara pemberian MSG organik dan MSG sintetis pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.
ANALISIS KUALITAS DADIH SUSU KAMBING: PENGARUH FERMENTASI PADA BAMBU WULUNG (Gigantochloa atroviolaceae) DAN BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PROBIOTIK Adellia, Diva; Rasyidah, -; Nasution, Rizki Amelia
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.14230

Abstract

Dadih susu kambing merupakan makanan fungsional yang mengandung probiotik bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas dadih susu kambing Peranakan Etawa (PE) yang difermentasi menggunakan dua jenis bambu, yaitu Bambu Wulung (Gigantochloa atroviolaceae) dan Bambu Betung (Dendrocalamus asper). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan dua perlakuan dan tiga ulangan, dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan statistik menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan fermentasi dengan Bambu Wulung menghasilkan dadih berwarna putih khas susu, tekstur padat, lembut, dan aroma susu yang khas, sedangkan fermentasi dengan Bambu Betung menghasilkan tekstur yang kurang kenyal dengan warna kekuningan. Jumlah bakteri probiotik (Total Plate Count) pada fermentasi menggunakan Bambu Wulung mencapai 1,1 × 10⁷ CFU/gr dan Bambu Betung 1,8 × 10⁸ CFU/gr, keduanya memenuhi kategori probiotik. Aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli menunjukkan zona bening sebesar 9,1 mm pada Bambu Wulung (kategori sedang) dan 11,4 mm pada Bambu Betung (kategori kuat). Uji hedonik oleh panelis menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (P > 0,05) pada parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa antara kedua media fermentasi. Kesimpulannya, media fermentasi bambu memengaruhi kualitas dadih, baik secara mikrobiologi maupun karakteristik fisik, dengan potensi antibakteri yang berbeda tergantung jenis bambu. Kata kunci: dadih susu kambing, fermentasi, bambu wulung, bambu betung, bakteri probiotik, aktivitas antibakteri, uji hedonik.
Identifikasi Lalat Buah Tangkapan dengan Umpan Buah Manis dan Buah Masam Agustina, Nurria; Jastiana, Diel Aknova; Mutmaenah, Shucy; Iklimalia, Iklimalia; Siburian, Jodion; Hamidah, Afreni; Saparuddin, Saparuddin; Tentia, Ine
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 1 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.1.14349

Abstract

Lalat buah dari genus Drosophila sp. memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan penelitian genetika. Serangga ini banyak dimanfaatkan sebagai organisme model di laboratorium karena memiliki berbagai keunggulan unik, seperti siklus hidup yang singkat dan kemudahan perawatan, sehingga mendukung studi genetika yang lebih efisien. Keunggulan ini membuat Drosophila sp. menjadi salah satu subjek penelitian favorit dalam bidang biologi dan genetika modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis lalat buah (Drosophila sp.) yang tertangkap menggunakan umpan berupa buah manis (pisang) dan buah masam (jeruk nipis) di Perumahan Ridena, Mendalo, Jambi. Metode penelitian ini menggunakan observasi alami dengan memasukkan buah ke dalam botol perangkap dan mengamati spesies yang tertangkap menggunakan mikroskop stereo serta kunci determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lalat buah yang tertangkap hanya terdiri dari satu spesies, yaitu Drosophila melanogaster, dengan jumlah individu yang berbeda pada setiap jenis buah: 8 ekor pada pisang dan 7 ekor pada jeruk nipis. Kesimpulan menunjukkan bahwa perbedaan rasa buah mempengaruhi daya tarik lalat buah, namun tidak mengubah spesies yang tertangkap. Penelitian ini memberikan wawasan tambahan tentang perilaku lalat buah dan potensi pengelolaan hama berbasis daya tarik sensorik.

Page 1 of 2 | Total Record : 13