cover
Contact Name
Steve W.M Supit
Contact Email
stevewmsupit@gmail.com
Phone
+6281343989014
Journal Mail Official
jtst.polimdo@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Politeknik Kel. Buha Kec. Mapanget, Manado 95252
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Terapan
ISSN : -     EISSN : 27147843     DOI : https://doi.org/10.47600/jtst
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Terapan (JTST) is peer-reviewed journal published by Civil Engineering Department, Manado State Polytechnic, Indonesia, with aims to promote knowledges and to publish high-quality articles in the field of Civil Engineering focusing on Structural on Building Construction, Road and Bridge Construction Engineering, Construction Material Technology, Construction Management Engineering, Geothechnical Engineering, Hydrology Engineering, Environmental Engineering and other topics related to the application on Applied Civil Engineering.
Articles 86 Documents
Perencanaan Jalan Peralihan di Area Politeknik Negeri Manado Jeanet Christine Tahulending; Charles Sulangi; Mirekel Paendong; Anjas Mangole; Pingkan Lumanauw
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 4 No 3 (2022): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v4i3.468

Abstract

Geometrik jalan mengutamakan perencanaan fisik yang menghasilkan infrastruktur yang aman, pelayanan lalu lintas yang nyaman dan waktu tempuh yang efisien. Laju pertumbuhan jalan harus berbanding lurus dengan laju pertumbuhan penduduk jika tidak maka akan menimbulkan masalah yang serius jika tidak ditangani. Daerah lokasi Politeknik Negeri Manado setiap tahunnya mengalami peningkatan dan hal ini tidak berbanding lurus dengan laju pertumbuhan jalan yang akhirnya menyebabkan permasalahan seperti kemacetan serta kebisingan akibat semakin banyaknya para pengguna jalan. Hal tersebut menjadi tujuan dari penelitian ini agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dalam kegiatan perkuliahan di Politeknik Negeri Manado sehingga dibuatlah suatu perencanaan jalan peralihan untuk kendaraan umum jalan peralihan untuk memberi keamanan, kenyamanan dan efisiensi waktu tempuh. Penelitian ini dilakukan dengan alat Total Station sebagai alat pemetaan untuk menentukan jalan yang akan digunakan sebagai jalan peralihan di sekitar kampus Politeknik Negeri Manado. Hasil dari pemetaan ini didapatkan 1001 titik koordinat dengan panjang 2105 meter dan lebar badan jalan 6 meter serta saluran yang mempunyai lebar 0,8 meter. Jalan tersebut melewati perumahan Poligriya Indah lalu menuju belakang asrama Politeknik Negeri Manado dan menuju perumahan Poligriya Permai hingga menembus jalan Kasuratan. Kata kunci – geometrik jalan, pengukuran, perencanaan jalan
Kajian Garis Sempadan Bangunan Pada Koridor Jalan Raya Kawasan Pusat Kota Tomohon Beldie Aryona Tombeg; Rudolf Mait; Charles Sulangi; Nixon Mantiri
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 4 No 2 (2022): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v4i2.433

Abstract

Abstrak Perkembangan pembangunan yang begitu cepat di kawasan pusat kota Tomohon menyebabkan ketidaksesuaian garis Sempadan Bangunan dengan peraturan yang ada. Selain mengurangi estetika, dapat pula mengganggu dan membahayakan para pengguna jalan yang beraktifitas. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa ketidaksesuaian Garis Sempadan Bangunan yang ada pada koridor Jalan Raya Tomohon kawasan Pusat Kota Tomohon berdasarkan aturan dan dan kebijakan yang telah ditetapkan sehingga dapat terumuskan rekomendasi yang ideal dan sesuai aturan berlaku dalam rangka penataan bangunan dan lingkungan pada kawasan ini khususnya penataan garis sempadan bangunan. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dimana data diperoleh melalui hasil observasi serta dokumentasi. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan masyarakat umum terhadap terhadap aturan garis sempadan bangunan dalam membangun gedung baru ataupun melakukan renovasi masih sangat minim. Pada empat segmen objek penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian garis sempadan bangunan paling banyak dilakukan oleh badan/organisasi pemerintah dan swasta seperti rumah sakit, gedung sekolah serta pelaku usaha seperti Ruko/Toko. Kata Kunci : Pembangunan, Garis Sempadan Bangunan, Ketidaksesuaian, Kota Tomohon
Analisis Faktor Konfirmatori untuk Menentukan faktor-faktor penentu Keberhasilan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha Jalan Tol Manado-Bitung Geertje Efraty Kandiyoh; Sandri Sengkey; Sherley Runtunuwu; Julius Tenda
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 4 No 1 (2022): JTST: e-ISSN 2714-7843
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v4i1.317

Abstract

Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam proyek jalan tol telah berlangsung di banyak negara termasuk Indonesia. Jalan Tol Manado-Bitung merupakan proyek pembangunan infrastruktur jalan tol pertama yang dilaksanakan di Sulawesi Utara, dan dilaksanakan dengan skema KPBU. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan Badan Usaha yang terlibat langsung dalam proyek tersebut dalam menentukan keberhasilan KPBU jalan tol Manado-Bitung. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis faktor konfirmatori (CFA). Hasil penelitlian menunjukkan dari 68 indikator yang dianalisis, dapat terbentuk 8 faktor baru, yakni faktor ekonomi politik, faktor sosial dan kecakapan teknis, faktor risiko, faktor bisnis dan social, faktor budaya masyarakat, faktor budaya organisasi, faktor pajak dan kesempatan kerja, dan faktor system organisasi.
Perbandingan konstruksi bangunan coffee shop dengan beton precast dan beton cast in situ Jewel Debora Punuindoong; Priskila Mikha Makapedua; Sarah Ruata; Thania Wenur; Rilya Rumbayan
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 4 No 2 (2022): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v4i2.436

Abstract

Artikel ini mempresentasikan tentang perbandingan biaya beton precast dan beton cast in situ yang diaplikasikan untuk bangunan coffee shop dengan menggunakan teknologi RISHA (rumah instan sederhana sehat).. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendesain bangunan coffee shop dengan konsep RISHA, menghitung biaya dan waktu kerja konstruksi bangunan coffee shop dengan konsep RISHA, serta membuat perbandingan biaya dan waktu dengan metode cast in situ. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif untuk menguraikan komponen penting dalam desain. Perhitungan biaya dan waktu untuk struktur bangunan bagian atas (kolom, balok dan sloof) merupakan komponen penting untuk ditinjau. Hasil dari penelitian yaitu total biaya untuk struktur pada bangunan coffee shop dengan metode RISHA adalah Rp 74.573.956, sedangkan metode cast in situ adalah Rp 67.067.343, dimana biaya dengan metode RISHA lebih besar 10% dibandingkan dengan metode cast in situ. Untuk analisis waktu pelaksanaan kerja metode RISHA membutuhkan 22 hari, sedangkan metode cast in situ membutuhkan waktu kerja 21 hari. Penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan metode teknologi RISHA pada pembangunan lebih dianjurkan peruntukannya sesuai dengan fungsi awal teknologi ini dibuat.
Uji Karakteristik Campuran Roller Compacted Concrete Menggunakan Fly Ash Dan Coconut Fiber Militia Cristy Londa; Rilya Rumbayan; Seska Nicolaas
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 4 No 1 (2022): JTST: e-ISSN 2714-7843
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v4i1.404

Abstract

Abstrak Roller-compacted concrete (RCC) adalah beton kering khusus dengan zero slump dan dipadatkan dengan peralatan yang sama yang digunakan untuk pengaspalan aspal. Penelitian ini berkaitan dengan pengaruh penggunaan fly ash dan sabut kelapa terhadap kuat tekan dan kuat lentur RCC. Penelitian ini menggunakan fly ash 12,5% sebagai pengganti semen dan variasi sabut kelapa dengan prosentase 0,1%, 0,2%, dan 0,3% dari berat isi beton sebagai bahan tambah dalam pembuatan RCC. Penelitian eksperimental ini dilakukan di laboratorium uji bahan, Politeknik Negeri Manado. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa campuran yang menggunakan 12.5% fly ash sebagai bahan substitusi semen dan serat sabut kelapa 0,1% dari berat isi beton sebagai bahan tambah mencapai nilai kuat tekan tertinggi sebesar 28,23 MPa pada umur 28 hari, dan nilai kuat lentur sebesar 6,88 MPa pada umur 28 hari. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa komposisi RCC yang dibuat memiliki potensi untuk digunakan sebagai perkerasan kaku dan komponen konstruksi jalan, dalam hal ini sebagai bagian trotoar dan bahu jalan. Kata Kunci : fly ash, kuat lentur, kuat tekan, RCC, serabut kelapa
Pengaruh Penambahan Steel Fibre Pada Komposisi Campuran Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Beton Marselino Hosea Slat; Fery Sondakh; Vicky Assa
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 4 No 2 (2022): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v4i3.456

Abstract

Beton adalah bahan konstruksi yang digunakan untuk pembuatan bangunan. Beton kuat terhadap gaya tekan tetapi tidak dengan gaya tarik, penambahan bahan tambah seperti steel fibre pada campuran beton dapat mengurangi retak-retak yang terjadi pada beton khususnya pada kekuatan lentur. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bahan tambah steel fibre terhadap kuat tekan dan kuat lentur yang dihasilkan beton pada umur 7 dan 28 hari. Penelitian ini menggunakan benda uji silinder ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm sebanyak 24 buah untuk pengujian kuat tekan berdasarkan SNI 1974-2011 dan benda uji balok dengan ukuran 150 mm x 150 mm x 600 mm sebanyak 24 buah untuk pengujian kuat lentur berdasarkan SNI 4431-2011. Variasi steel fibre yang digunakan adalah 10%, 20%, dan 30% yang diambil dari berat semen. Hasil pengujian yang didapat, pada pengujian kuat tekan dengan bahan tambah steel fibre sebanyak 10% mendapatkan nilai kuat tekan rata-rata tertinggi yaitu 33,40 MPa dimana terjadi peningkatan nilai persentase optimum sebesar 11,33% terhadap mutu rencana kuat tekan beton, untuk pengujian kuat lentur, penggunaan steel fibre variasi 30% mendapatkan nilai tegangan lentur rata-rata tertinggi yaitu 5,09 MPa dimana terjadi peningkatan nilai persentase optimum sebesar 32,85% terhadap mutu rencana kuat lentur beton.
Pemetaan Kondisi Sarana dan Prasarana Infrastruktur Berkelanjutan Berbasis Foto Udara pada Kelurahan Kairagi Dua Kecamatan Mapanget Kota Manado Estrellita V. Y. Waney; Sherley Runtunuwu; Deyke Mandang; Donny Taju; Pendekar Lonan
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 4 No 3 (2022): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v4i3.446

Abstract

Abstrak Sarana prasarana infrastruktur diantaranya: jalan dan sistem drainase, merupakan suatu kerangka dasar pada suatu permukiman yang bermanfaat sebagai komponen pelayan masyarakat yang berfungsi mendukung segala aktifitas yang ada di permukiman tersebut melalui fasilitas-fasilitas yang disiapkan. Penelitian dengan skema Penelitian Dasar Produk Vokasi ini bertujuan untuk melakukan pemetaan berbasis foto udara dengan memanfaatkan citra satelit maupun wahana unmanned aerial vehicle (UAV) terhadap kondisi eksisting prasarana transportasi jalan dan jaringan drainase yang terdapat pada Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado. Lokasi penelitian dilakukan di wilayah Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini diawali dengan pengambilan data sekunder di kantor Kelurahan dan dilanjutkan dengan survey lokasi untuk mendapatkan sebagian data primer. Data primer dan sekunder yang didapatkan kemudian diolah dan digunakan pada kegiatan pengambilan foto udara dengan Drone yang sudah dipasang kamera khusus untuk foto udara, yang dioperasikan dengan software-nya. Hasil foto udara diolah dengan aplikasi untuk kemudian dibuat pemetaan. Dari hasil penelitian didapat bahwa daerah Kelurahan Kairagi Dua menempati area seluas 382,63 Ha. Panjang jalan yang ada sejauh 62.164m, termasuk jalan kota dan lingkungan dengan material aspal sepanjang 45.707m dan material paving sepanjang 5.046m. Panjang jaringan drainase sejauh 47,499m, termasuk saluran drainase terbuka dan tertutup. Kata kunci: infrastruktur jalan, drainase, drone. Abstract Infrastructure facilities including: roads and drainage systems, are a basic framework in a residence that is useful as a component of community service that functions to support all activities in the residence through the facilities provided. This research with the scheme of Penelitian Dasar Produk Vokasi aims to carry out aerial photography-based mapping by utilizing satellite images and unmanned aerial vehicle (UAV) vehicles on the existing conditions of road transportation infrastructure and drainage networks in Kairagi Dua Village, Mapanget District, Manado City. The research location was conducted in the Kairagi Dua Village, Mapanget District, Manado City. The methodology used in this study begins with collecting secondary data at the Kelurahan office and continues with a site survey to obtain some primary data. The primary and secondary data obtained are then processed and used in aerial photography activities with drones that have been installed with special cameras for aerial photography, which are operated with the software. The results of aerial photos are processed with applications for later mapping. From the results of the study, it was found that the Kairagi Dua Village area occupies an area of ​​382.63 Ha. The length of the existing road is 62,164m, including city and environmental roads with 45,707m of asphalt material and 5,046m of paving material. The length of the drainage network is 47,499m, including open and closed drainage channels. Keyword: road infrastructure, drainage, drones
Pengaruh Fraksi Volume dan Panjang Serat pada Sifat Mekanik Plafon Sandwich Panel Serat Kelapa Rilya Rumbayan; Imran Musanif; Beldie Aryona Tombeg; M.Y. Noorwahyu Budhyowati
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 4 No 3 (2022): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v4i3.577

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi fraksi volume dan panjang serat sabut kelapa terhadap sifat mekanik: kuat tarik dan kuat lentur sandwich panel plafon. Sandwich panel plafon dibuat dari lapisan serat kelapa dan triplek yang disusun secara bergantian dan diikat dengan bahan resin poliester. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium yang dilakukan pada Lab. Uji Bahan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Manado dengan mengacu pada standar pengujian kuat tarik ASTM D 638-02 dan pengujian kuat lentur ASTM D 790-02. Variasi serat sabut kelapa yang digunakan adalah variasi fraksi volume yaitu 30%, 40%, dan 50%, dan dua variasi panjang serat yaitu 10 mm – 20 mm dan 30 mm – 40 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tarik dan kuat tekan sandwich panel plafon meningkat dengan meningkatnya fraksi volume serat dan panjang serat. Diperoleh hasil bahwa fraksi volume serat sabut kelapa 50% dan panjang serat 30-40 mm memberikan nilai tertinggi untuk kuat tarik mencapai nilai 19.97 MPa dan fraksi volume serat sabut kelapa 50% dan panjang serat 10-20 mm dan memberikan nilai tertinggi untuk kuat lentur mencapai nilai 25.7 MPa. Dalam keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan serat sabut kelapa pada sandwich panel plafon dapat meningkatkan kekuatan mekanik panel tersebut.
Efektifitas Penggunaan Plafon sebagai Pendingin Ruang Dalam M.Y. Noorwahyu Budhyowati; Rilya Rumbayan; Imran Musanif; Beldie Tombeg; Febriane Makalew
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 4 No 3 (2022): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v4i3.578

Abstract

Plafon adalah bagian dari konstruksi atap yang berpengaruh terhadap kesejukan ruang dalam. Penggunaan plafon dapat mengurangi beban panas ruang dalam karena panas yang masuk dari atap, ditahan dari antara penutup atap dan plafon saja. Bahan plafon sangat berperan dalam proses penghambatan pengaliran panas ke dalam ruang sehingga proses pendinginan sendiri (self cooling) dalam ruang dapat terjadi. Masalahnya, bagaimana cara memilih bahan plafon sehingga penggunaannya bisa efektif menahan panas masuk dalam bangunan sedangkan referensi yang bisa digunakan masih sangat sedikit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui cara memilih bahan plafon sehingga penggunaannya bisa efektif untuk menahan panas. Merupakan penelitian kuantitatif dengan analisa nilai transmitan menggunakan perhitungan matematis, fokus penelitian adalah plafon sebagai penahan panas pada konstruksi atap seng gelombang BJLS 0.2mm. Hasil Penelitian menunjukkan bahan plafon yang paling efektif sebagai pendingin ruang dalam adalah bahan yang memiliki nilai konduktivitas yang kecil dan memiliki nilai resistan yang besar, yaitu bahan plafon jenis PVC memiliki nilai konduktivitas k= 0.090 W/mK, nilai resistan bahan dengan ketebalan 6mm, R = 0.067 m2K/W. Penambahan insulasi panas juga sangat berpengaruh pada pengurangan panas, sebagai alternatif dapat digunakan insulasi panas jenis Aluminium bubble yang dipasang diatas plafon.
Analisa waste material besi dalam upaya pengendalian sisa material konstruksi Ni Kadek Sri Ebtha Yuni; Ni Putu Indah Yuliana; I Komang Sudiarta
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 5 No 1 (2023): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v5i1.561

Abstract

Setiap proyek konstruksi akan selalu memunculkan dampak yang positif dan negatif, satu dampak negatif yang muncul akibat pembangunan adalah munculnya sisa material konstruksi atau yang disebut dengan construction Waste yang dapat memicu permasalahan baru. Terjadinya Waste ini tidak dapat dibiarkan begitu saja karena dapat mengganggu proses pelaksanaan pembangunan secara keseluruhan dan merugikan bagi pemilik atau kontraktor sendiri. Hal ini akan memakan banyak tempat di dalam area proyek yang terbatas, sehingga perlu dilakukan penanganan yang serius, yang sudah tentu hal ini akan semakin menambah biaya proyek secara keseluruhan. Penelitian dilakukan pada salah satu pembangunan gedung Hotel di Bali, pada tahap pekerjaan struktur. Adapun skup pekerjaan yang dikerjakan adalah Basement 1 dan 2, lantai ground, Mezanine, Lantai 2 dan 3. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif yaitu menghitung volume material besi berdasarkan gambar shop drawing dan berdasarkan kebutuhan lapangan. Secara singkat penelitian ini diawali dengan mengumpulkan data sekunder, melakukan perhitungan kebutuhan material besi berdasarkan shop drawing, menghitung kebutuhan material besi di lapangan, kemudian menentukan waste besi berdasarkan selisih antara kebutuhan gambar dengan yang terpasang di lapangan. Pada penelitian ini diameter besi yang digunakan adalah D25, D22, D19, D16, D13, D10, dan f8. Total kebutuhan besi yang dihitung sesuai gambar shop drawing adalah 1.621.214 kg, dan kebutuhan besi sesuai yang terpasang di lapangan adalah 1.714.052 kg. Adapun rincian waste besi berdasarkan jenis pekerjaanya adalah pile cap waste 7,0%, Sloof waste 6,5%, kolom waste 5,0%, balok waste 7,0%, plat lantai waste 6,0%. Sehingga rata-rata waste besi adalah 6,3%.