cover
Contact Name
Steve W.M Supit
Contact Email
stevewmsupit@gmail.com
Phone
+6281343989014
Journal Mail Official
jtst.polimdo@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Politeknik Kel. Buha Kec. Mapanget, Manado 95252
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Terapan
ISSN : -     EISSN : 27147843     DOI : https://doi.org/10.47600/jtst
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Terapan (JTST) is peer-reviewed journal published by Civil Engineering Department, Manado State Polytechnic, Indonesia, with aims to promote knowledges and to publish high-quality articles in the field of Civil Engineering focusing on Structural on Building Construction, Road and Bridge Construction Engineering, Construction Material Technology, Construction Management Engineering, Geothechnical Engineering, Hydrology Engineering, Environmental Engineering and other topics related to the application on Applied Civil Engineering.
Articles 86 Documents
Manajemen Risiko Pada Pembangunan Pengembangan Rumah Sakit Umum Tabanan Yang Sedang Beroperasi ( Studi Kasus Pada Pembangunan Gedung Nicu – Ponek BRSU Tabanan Bali ) Anak Agung Diah Parami Dewi; I Dewa Ketut Sudarsana; Putu Yudi Jayantika
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 5 No 1 (2023): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v5i1.581

Abstract

Gedung NICU-PONEK merupakan sarana yang dibutuhkan untuk melakukan perawatan terhadap ibu bersalin beserta bayi yang memerlukan perawatan intensif. Pembangunan pengembangan gedung ini dilakukan tanpa adanya penutupan operasional rumah sakit sehingga memiliki dampak langsung terhadap pelayanan rumah sakit. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai dan menentukan penerimaan risiko, menentukan risiko dominan dan memberikan mitigasi serta kepemilikan risiko untuk risiko dominan yang akan diperoleh. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan brainstorming dan penyebaran kuesioner kepada responden. Jumlah responden sebanyak 24 orang dan dipilih secara purposive sampling. Hasil menunjukkan terdapat 38 identifikasi risiko yang valid, dengan 9 risiko dari hasil penelitian terdahulu dan 29 risiko dari hasil brainstorming dengan pihak-pihak yang terlibat. Hasil penilaian dan penerimaan risiko terdiri dari 12 risiko unacceptable dengan 1 jenis tindakan mitigasi yang dilakukan yaitu dengan cara mengurangi dampak, dan 26 risiko undesirable dengan 3 jenis tindakan mitigasi yang dilakukan yaitu dengan cara mengurangi dampak dan menghindari risiko tersebut. Risiko dominan unacceptable adalah pembongkaran gedung lama menyebabkan kebisingan di lokasi proyek dengan risk reduction yaitu. Mitigasi dilakukan pada risiko dominan tersebut dengan melakukan penambahan pengedap suara pada ruang rawat pasien dan ruang khusus penanganan pasien. Pengalokasian kepemilikan risiko terbanyak menjadi tanggungjawab kontraktor sebanyak 28 risiko.
Evaluasi Jalur Pedestrian Ramah Gender dengan Menggunakan Indikator Gender Impact Assestment (GIA) Stefani Switly Peginusa; Sylviana Pelealu; Arnetha S Raintung; Dian Puspita Sari
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 5 No 1 (2023): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v5i1.579

Abstract

Abstract It is a must that any infrastructure built must pay attention to the aspirations, needs and problems associated with all user groups with the aim of creating a sense of security and comfort. A gender-responsive infrastructure will be considered successful if it is able to accommodate all the needs of men, women, children, the elderly, vulnerable groups equally and fairly. The existence of pedestrian paths, in addition to facilitating pedestrian access, can also be a means of city promotion which has a positive impact on improving the urban economy and reducing pollution levels due to motor vehicle exhaust emissions for better air quality. The Piere Tendean pedestrian street along the Boulevard on Business area is one of the PUPR infrastructure built by the Manado City Government. By looking at the pedestrian principle as a public space that is used for all groups, this infrastructure should have been built based on gender responsive infrastructure criteria. The evaluation was carried out using the Gender Impact Assessment (GIA) as a guide to measure the level of gender responsiveness of public works infrastructure and settlements by involving respondents from direct users of the pedestrian path. Afterwards, it was found that, in general, the pedestrian paths built did not meet the 5 (five) criteria used, so there is still a need for improvement and further development to meet gender responsive infrastructure standards. Keywords: gender responsive infrastructure, pedestrian paths, gender friendly,
Analisis Kelayakan Arsitektur pada Bangunan Gedung President Shopping Center di Kota Manado Merci Freki Hosang; Micle Wala; Denny Pinasang; Cyntha Tenden; Novriana Pangemanan
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 5 No 1 (2023): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v5i1.518

Abstract

Gedung President Shopping Center Manado digunakan sebagai tempat pusat perbelanjaan dan aktivitas ekonomi di pusat kota Manado dimana intensitas kegiatan penggunanya cukup tinggi. Gedung President Shopping center kini sudah tidak seperti dulu terjadinya sejumlah kerusakan pada bangunan tersebut menyebabkan fungsi bangunan tidak maksimal. Selain itu juga bermunculan tempat-tempat perbelanjaan yang baru, secara arsitektural bangunan ini sudah tidak representative lagi. Walaupun begitu, Gedung President Shopping Center ini merupakan salah satu tempat yang memiliki nilai historis terhadap perkembangan kota Manado.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerusakan dan mengetahui estimasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan perawatan pada bangunan gedung President Shopping Center Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pendekatan quantitatif. Penelitian ini dimulai dengan menentukan objek penelitian, pengumpulan data, menentukan tingkat kerusakan bangunan, serta menghitung estimasi biaya perawatan gedung. Dari hasil perhitungan diperoleh rata rata prosentase kerusakan: Pekerjaan Lantai 16,92% ; Pekerjaan Dinding 28,68% ; Pekerjaan Langit-langit 23,74% dan Pekerjaan atap 34,98%. Sedangkan untuk total biaya perbaikan untuk komponen Arsitektural adalah Rp.7.600.983.000,00 Kunci: Arsitektur, Kerusakan, Biaya, Perawatant
Percepatan Waktu Proyek Rekonstruksi Jalan dengan Biaya Optimal Daisy Debora Grace Pangemanan; Debby Willar; Novatus Senduk; Jeanet Tahulending
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 5 No 1 (2023): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v5i1.580

Abstract

Proyek rekonstruksi Jalan Sumalangka – Sp. Rerewokan yang berlokasi di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara telah mengalami keterlambatan waktu pelaksanaan pekerjaan, dari waktu rencana 120 hari kerja menjadi 135 hari kerja. Tujuan penelitian adalah menganalisis kembali waktu kegiatan proyek jika dapat dipercepat dan dampaknya pada total biaya proyek. Dengan menggunakan teknik penambahan jam kerja lembur tiga jam pada pekerjaan-pekerjaan yang kritis, yaitu pekerjaan galian biasa, pekerjaan timbunan pilihan dari sumber galian, dan pekerjaan beton, waktu proyek dapat dipersingkat manjadi 123 hari dari total waktu proyek normal 135 hari, dengan jumlah biaya proyek yang optimal, yaitu Rp. 2.576.650.197,99,- lebih kurang dari total biaya proyek normal Rp. 2.588.377.028,10,-. Proyek rekonstruksi jalan tersebut dapat pula dipersingkat menjadi 127 hari dengan jumlah biaya proyek yang ekonomis sejumlah Rp. 2.574.877.436,93,-. Data lapangan dikumpulkan melalui observasi langsung di proyek rekonstruksi jalan tersebut, dan analisis data percepatan waktu proyek menggunakan metode crash program. Percepatan waktu proyek dengan metode crash program menghasilkan penambahan biaya langsung proyek, namun dapat mengakibatkan penurunan biaya tidak langsung yang diperhitungkan sebagai beban biaya harian. Dari data proyek awal, total biaya proyek setelah dipercepat menjadi lebih tinggi, namun total biaya proyek dapat pula dikurangi dengan mengkaji kembali penggunaan biaya tidak langsung. Kata kunci: percepatan waktu, biaya optimal, proyek jalan.
Analisis Pengaruh Backwater Di Muara Sungai Wawesen Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara Indah Ribka Lempoy; Tommy Jansen; Cindy Supit
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 5 No 2 (2023): JTST, e-ISSN 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v5i2.686

Abstract

Abstrak Terjadinya luapan air di muara Sungai Wawesen disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta pengaruh pasang surut. Oleh karena itu dibutuhkan analisis pengaruh pasang surut dan backwater yang terjadi di sungai Wawesen untuk mengantisipasi banjir yang kemungkinan akan terjadi kelak. Simulasi dibuat dengan dan tanpa pengaruh pasang surut.. Metode Tahapan Langsung dan Metode Tahapan Standart akan digunakan untuk melihat profil muka air banjir. Penelitian menunjukkan besarnya debit puncak pada kala ulang 5,10,25,50, dan 100tahun adalah 52.8m3/det, 72.1m3/det, 97.9m3/det, 120.2m3/det, dan 145.2m3/det, serta debit baseflow sebesar 0.5m³/det. Hasil model HEC-RAS, sungai meluap ke tepi kanan saat terjadi banjir dari titik 25m ke hulu. Kondisi dengan pengaruh pasang surut untuk semua kala ulang mengakibatkan muka air lebih tinggi dari tinggi penampang sungai. Pengaruh backwater dengan kondisi pasang terendah dan tertinggi dengan selisih 0m-0.85m untuk debit terkecil dan selisih 0m-6.07m pada debit terbesar, sebagaimana ditentukan oleh analisis menggunakan metode tahapan langsung. Analisis yang sama dilakukan dengan menggunakan metode tahapan standar, menghasilkan selisih kisaran untuk perbedaan ketinggian air banjir antara 0m-0.23m untuk debit terkecil dan selisih sekitar 0.16m-2.95m pada debit terbesar. Jika dibandingkan dengan HEC-RAS, metode tahapan standar untuk menganalisis profil permukaan air menunjukkan sedikit perbedaan, menjadikannya alternatif yang layak. Kata kunci : Backwater, HEC-HMS, HEC-RAS, Langsung, Standar
Pengaruh perubahan pola ruang terhadap luas area banjir di kawasan industri dan dampaknya pada aktivitas supply chain Fatma Nurkhaerani; Fransisca Debora
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 5 No 2 (2023): JTST, e-ISSN 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v5i2.596

Abstract

Abstrak Kawasan industri merupakan area yang pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi prasarana, sarana dan fasilitas penunjang lainnya. Pengembangan area kawasan industri menjadi hal penting yang diamati pada penelitian ini terkhusus pada area kawasan industri di Karawang. Terdapat alih fungsi pada pola ruang yang berdampak pada lingkungan salah satunya keterserapan air sehingga membuat bencana banjir di industri. Penelitian ini mengkaji perubahan tutupan lahan dan pengaruh perubahannya pada pola ruang terhadap luas area banjir dengan membandingkan hasil pengolahan tahun 2022 dan tahun 2031 dengan memanfaatkan teknologi sistem informasi geografis (SIG). Hasil yang didapatkan menginformasikan kenaikan sebesar 1.081% yang berpusat di bagian timur, timur tenggara hingga selatan Kabupaten Karawang. Hal ini memberikan pengaruh pada nilai koefisien C (koefisien limpasan) yang menghasilkan nilai 0.91 (mendekati 1) yang artinya kondisi lahan semakin jenuh atau sudah sedikit memiliki daya serap terhadap air yang dapat mengakibatkan banjir di lingkungan kawasan tertinggi pada kelas tinggi (> 1.5m). Jika dikaji pengaruhnya terhadap sektor industri berdasarkan studi literatur didapatkan pengaruh aktivitas rantai pasok (supply chain) diantaranya pembatasan kegiatan, naiknya biaya distribusi, rusaknya fasilitas, pasokan utilitas terhambat, efek kesehatan, degradasi tanah, dan dibutuhkannya waktu serta biaya dalam penanganan pascabanjir. Kata kunci: Banjir; Tata Ruang; Tutupan Lahan; Sistem Informasi Geografis, Rantai Pasok Abstract Industrial estates are areas where industrial activities are concentrated, equipped with infrastructure, facilities and other supporting facilities. The development of industrial area areas is an important thing to observe in this study, especially in industrial sectors in Karawang. There is a transfer of functions in spatial patterns that have an impact on the environment, one of which is the absorption of water, which causes flooding in the industry. This study examines changes in land cover and the effect of changes in spatial patterns on the flood area by comparing the results of processing in 2022 and 2031 by utilizing geographic information system (GIS) technology. The results obtained indicated an increase of 1,081% centered in the eastern, southeastern to southern parts of Karawang Regency. This has an effect on the value of the coefficient C (runoff coefficient) which results in a value of 0.91 (close to 1), which means that the condition of the land is getting saturated or has little absorption of water which can cause flooding in the highest area environment in the high class (> 1.5m). If the impact on the industrial sector is studied based on literature studies, it is found that the influence of supply chain activities includes activity restrictions, increased distribution costs, damage to facilities, hampered utility supply, health effects, soil degradation, and the time and cost required for post-flood handling. Keywords: flooding; spatial layout; land cover; Geographic Information System, Supply Chain
Model Estimasi Biaya Signifikan pada Bangunan Rumah Tinggal dengan Metode Path Analysis menggunakan Aplikasi Amos versi 20 Hence Sandi David Roring; Ramon Charles Rumambi
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 5 No 2 (2023): JTST, e-ISSN 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v5i2.700

Abstract

Di dalam pembangunan konstruksi rumah tinggal, estimasi biaya memainkan peranan penting, dimana dalam pelaksanaan konstruksi dibutuhkan metode estimasi yang baik untuk dapat memperkirakan biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan. Pada tahap awal perencanaan proyek pembangunan rumah tinggal perlu dilakukan perkiraan besarnya biaya yang diperlukan dalam hal ini estimasi tidak mungkin didasarkan pada perhitungan kuantitas (volume) pekerjaan karena uraian dan spesifikasi pekerjaan belum tersusun sehingga dibutuhkan suatu model estimasi biaya yang dapat digunakan untuk memperkirakan total biaya pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk membuat suatu model estimasi biaya perkiraan konstruksi rumah tinggal berdasarkan atas dasar pengetahuan akan biaya proyek yang telah terlaksana (12 proyek historis), dengan prinsip cost significant model. Analisis dilakukan dengan metode path analysis menggunakan aplikasi Amos versi 20. Dari hasil analisis diperoleh persamaan y=1.354X1 + 1.287X2 + 3.454X4 + 0.582X5 + 2.055X6 – 2.868X7 dengan nilai cost model factor (CMF)= 0.936. Nilai akurasi model antara -8.48% sampai 4.61%, berdasarkan klasifikasi AACE International, model merupakan kategori estimasi kelas 1 yang dapat digunakan untuk check estimate or bit/tender dalam semi detail estimasi.
Analisis Kinerja Proyek dengan Metode Earned Value: Studi Kasus Proyek Pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN Kec. Serpong Kota Tangerang Selatan Andri Arthono; Bayu Pratama Andrew Saputra
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 5 No 2 (2023): JTST, e-ISSN 2714-7843
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v5i2.608

Abstract

Kurva S merupakan sebuah kurva yang menggambarkan hubungan akumulasi nilai pelaksanaan proyek pembangunan dengan pelaksanaan proyek. Hasil pembuatan kurva S dapat menunjukkan apakah proyek tersebut mengalami keterlambatan atau tidak. Dalam Proyek Pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN Kec. Serpong Kota Tangerang Selatan, peneliti mengikuti kegiatan observasi selama kurang lebih tiga (3) bulan kemudian menganalisis kurva S. Selama analisis kurva S pada Proyek Pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN Kec. Serpong Kota Tangerang Selatan, ditemukan bahwa terdapat keterlambatan dalam proyek yang dikerjakan. Keterlambatan tersebut diakibatkan karena cuaca yang tidak mendukung, kinerja pekerja yang kurang dan terjadinya penyegelan proyek oleh beberapa pihak. Dengan adanya penelitian ini, kontraktor pelaksana terbantu untuk menyelesaikan kendala yang terjadi di lapangan selama pengerjaan proyek. Penelitian ini menggunakan metode Earned Value.
Penentuan Biaya Preservasi Berdasarkan Analisa Nilai Pemicu IRI PCI dan Lendutan Perkerasan pada Jalan Nasional di Sulawesi Utara Eucharis Daud Mongisidi; Joice Waani; Lucia Lefrandt
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 5 No 2 (2023): JTST, e-ISSN 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v5i2.644

Abstract

Samratulangi Street, R.W. Monginsidi Street, Bethesda Street and Pierre Tendean Street are national roads in North Sulawesi. At first glance, these four roads are in good, moderate and slightly damaged condition. Based on their status, these road sections were examined to see the relationship between IRI, PCI and Deflection and calculate the cost of preservation measures. Functional conditions on four national roads from 3.81 to 8.53 for IRI and 69 to 100 for PCI, while Structural Conditions range from 91.4 µm to 542.5 µm for maximum deflection, 120.55 µm to 4602.99 µm for the surface layer, 14.7 µm to 447.4 µm for the base layer, 20.1 µm to 259.9 µm for subbase layer, and 22.4 µm µm to 66.7 µm for subgrade layer. While the elastic modulus of the surface layer ranges from 536.06 Mpa to 270302.05 Mpa, the elastic modulus of the top layer is 40.53 MPa to 3111.77 Mpa, the elastic modulus of the subgrade layer is 80.54 MPa to 2428.48 MPa, and the elastic modulus of the subgrade layer is 86.89 MPa to 868.84 MPa. Project version preservation cost Rp.33,951,452,569. The functional condition analysis version is Rp.37,164,723,427 difference (Rp.-3,213,270,858), and the structural condition analysis version is Rp.76,977,602,855 difference (Rp.-43,026,150,286). The results are expected to provide information to the road management authority regarding the relationship between the level of damage and the amount of costs. Kata kunci - preservation cost, fwd, iri, pci
Identifikasi Jalur Evakuasi Bencana Alam Dan Non Alam Di Gedung Biro Pusat Administrasi Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara Muhammad Ridha Syafii Damanik; Muhammad Farouq Ghazali Matondang; Amrita M Situmorang; Anggi Violin Sinabutar; Rayhan Fadilah
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 5 No 2 (2023): JTST, e-ISSN 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v5i2.655

Abstract

Bencana alam dapat mengancam keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah. Pada khususnya, gedung-gedung perkantoran dan institusi pendidikan perlu memiliki jalur evakuasi yang tepat untuk mengurangi risiko dan memberikan perlindungan bagi penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jalur evakuasi bencana alam dan non alam di Gedung Biro Pusat Administrasi Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara. Metode yang digunakan meliputi pendekatan kualitatif, survei lapangan, analisis perencanaan kebencanaan, dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gedung ini tidak memiliki beberapa jalur evakuasi yang telah ditentukan sesuai dengan peraturan kebencanaan yang berlaku. Jalur-jalur evakuasi ini melibatkan tangga,pintu keluar, dan jalur keluar alternatif yang dapat digunakan dalam berbagai skenario bencana. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa area yang memerlukan perbaikan atau peningkatan dalam hal keamanan dan aksesibilitas evakuasi. Temuan penelitian ini dapat menjadi dasar untuk perbaikan dan peningkatan rencana kebencanaan di Gedung Biro Pusat Administrasi Universitas Negeri Medan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bagi pihak terkait dalam mengoptimalkan jalur evakuasi, meningkatkan kesadaran bencana, serta memperkuat kapasitas respon dalam menghadapi bencana alam dan non alam di lingkungan kampus.