cover
Contact Name
-
Contact Email
network@dharmawangsa.ac.id
Phone
+628126580095
Journal Mail Official
network@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Jl. Kl. Yos Sudarso No.224 Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi Network Media
ISSN : 26866552     EISSN : 27229319     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal ini berisi artikel ilmiah tentang Ilmu Komunikasi. Jurnal Network Media diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa Medan dengan ISSN : 2569-6446 dan E-ISSN : 2722-9319. Semoga Jurnal ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Articles 301 Documents
EFEKTIVITAS PENERAPAN AKUNTANSI SYARIAH DALAM SISTEM PERBANKAN DIGITAL (STUDI KASUS BSI PALEMBANG) Nia Permata Sari; Siti Nurhayati Nafsiah
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8175

Abstract

The development of digital technology has led to significant changes in the banking sector, including Islamic banking in Indonesia. The digitalization process requires the use of sharia accounting that is not only accurate and efficient, but also adheres to sharia principles. This study aims to assess the effectiveness of Sharia accounting in the digital banking system at Bank Syariah Indonesia (BSI) Palembang and to identify the factors that support and hinder its implementation. This study employs a descriptive qualitative approach and gathers data thru interviews, observations, and documentation. The participants in this study are the management and employes of BSI Palembang who are directly involved in the bank's digital operations. Data analysis was conducted using the steps of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while data validity was tested using the triangulation method. The study results indicate that the implementation of Islamic accounting in digital banking at BSI Palembang has been carried out well. This is evident in compliance with Sharia Financial Accounting Standards (SFAS), the application of the principles of trust and transparency, and the avoidance of usury, uncertainty, and gambling. The digitalization process can improve timeliness, accuracy, operational efficiency, and information transparency for customers. Nevertheless, the quality of human resources and the security of digital systems still remain issues that need to be improved.
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DEWAN PIMPINAN WILAYAH (DPW) PARTAI ACEH PADA PEMILU LEGISLATIF ACEH UTARA TAHUN 2024 Hidayatul Husna; M Akmal; Kamaruddin Kamaruddin; Dwi Fitri; Subhani Subhani
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8550

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Politik Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh pada Pemilu Legislatif Aceh Utara Tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik yang digunakan DPW Partai Aceh dalam menghadapi Pemilu Legislatif 2024 di Kabupaten Aceh Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPW Partai Aceh menerapkan strategi komunikasi yang disesuaikan dengan segmentasi pemilih. Untuk kalangan pemuda, pendekatan dilakukan melalui kegiatan sosial, olahraga, budaya, dan keagamaan yang bersifat partisipatif guna membangun kedekatan emosional. Sementara itu, untuk kalangan orang tua, strategi difokuskan pada komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat, ulama, serta lembaga keagamaan yang memiliki pengaruh sosial kuat. Selain itu, partai juga memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, seperti struktur sosial tradisional, kerja sama dengan Komite Peralihan Aceh (KPA), serta penggunaan media massa. Strategi ini terbukti efektif, terlihat dari peningkatan suara yang signifikan, dari 91.554 suara (14 kursi) menjadi 121.742 suara (17 kursi) pada Pemilu 2024, sehingga memperkuat posisi partai dalam politik lokal
KONSTRUKSI KARAKTER PROTAGONIS DAN ANTAGONIS DALAM NARASI KEMARITIMAN FILM SPONGEBOB SQUAREPANTS Kurniawan Syahputra; Zulkifli Zulkifli; Budiman Purba
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9668

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi karakter protagonis dan antagonis dalam narasi kemaritiman film SpongeBob SquarePants The Movie (2004) menggunakan pendekatan analisis naratif dan semiotika. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengidentifikasi lima karakter protagonis (SpongeBob, Patrick, Mr. Krabs, Mindy, Squidward) dan empat karakter antagonis (Plankton, Dennis, Cyclops, King Neptune sebagai antagonis bertentangan). Temuan menunjukkan bahwa karakterisasi protagonis dikonstruksi melalui dimensi fisik (warna cerah, bentuk sempurna), pikiran (optimisme, loyal, empati tinggi), dan sosial (terintegrasi dalam kelompok). Sedangkan karakter antagonis dikonstruksi secara kontras dengan warna gelap, bentuk bersudut, ambisi berlebihan, dan iri sosial. Elemen naratif yang digunakan meliputi struktur plot perjalanan pahlawan, dialog kontras, serta semiotika visual. Setting kemaritiman berfungsi sebagai kerangka moral: harmoni dengan laut menandakan kebaikan, kerusakan menandakan kejahatan. Film memvalidasi kualitas kekanak-kanakan sebagai kebajikan dan mempromosikan karakter kepahlawanan kolektif relevan dengan sikap gotong royong Indonesia. Penelitian berkontribusi pada literasi media anak dan pendidikan maritim dengan implikasi praktis bagi pembuat konten, pendidik, dan lembaga konservasi laut.
GAYA KOMUNIKASI MASTER OF CEREMONY (MC) DALAM MEMANDU ACARA PERNIKAHAN DI KOTA LHOKSEUMAWE Muliya Arsy; Ade Muana Husniati; Anismar Anismar; Subhani Subhani; Muhammad Ali
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8384

Abstract

This study examines the communication styles used by Masters of Ceremony (MCs) in guiding wedding ceremonies in Lhokseumawe City. The background of this research is based on the increasing use of professional wedding MC services and the fact that each MC has a different communication style. These differences influence the atmosphere of the event, the comfort of the bride and groom and the guests, as well as the overall impression left after the ceremony. Therefore, this study aims to identify and describe the communication styles of Masters of Ceremony in leading wedding events in Lhokseumawe and to explore how these styles help create a warm, harmonious atmosphere and effective communication during the ceremony. This research employs a descriptive qualitative approach using interviews, observations, and documentation, and is based on Robert Norton’s communication style theory (Dominant Style, Dramatic Style, Argumentative/Contentious Style, Animated Expressive Style, Relaxed Style, Attentive Style, Open Style, and Friendly Style). The findings show that not all of Norton’s communication styles are applied by the MCs studied. Of the nine communication styles proposed by Robert Norton, only eight were found in the communication practices of MCs when hosting wedding ceremonies. This indicates that the MCs tend to adapt their communication styles to the context of the event, the audience, and their role as hosts, so that one communication style is not used because it is considered less relevant or unsuitable for the sacred and formal atmosphere of a wedding ceremony.
KAJIAN SEMIOTIKA TERHADAP KONSTRUKSI MAKNA EMOSI DALAM LAGU “SELALU ADA DI NADIMU” PADA FILM JUMBO (2025) Cut Dara Nabila; Anismar Anismar; Muhammad Fazil; Ainol Mardhiah; Asmaul Husna
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna emosional dalam lagu “Selalu Ada di Nadimu” yang menjadi bagian dari film Jumbo (2025). Lagu tersebut memiliki peran penting dalam membangun kedalaman emosional sebuah narasi film serta menciptakan keterikatan antara film dan penonton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes yang memiliki tiga tahapan pemaknaan yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh teori emosi Robert Plutchik untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan indikator emosi yang muncul. Objek penelitian difokuskan pada lirik lagu “Selalu Ada di Nadimu” yang dianalisis sebagai sistem tanda dalam konteks visual dan naratif film Jumbo (2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, lirik lagu menunjukkan pesan dukungan, doa, dan kehadiran emosional dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Pada tingkat konotasi, lagu ini mengonstruksi makna emosional berupa ketulusan cinta, keikhlasan, harapan, serta keteguhan dalam menghadapi kehilangan dan kesedihan. Sementara itu pada tingkat mitos, lagu ini membentuk ideologi budaya tentang figur orang tua dan kasih tanpa syarat yang diberikan kepada anak mereka. Berdasarkan teori Plutchik, lagu ini memunculkan kombinasi emosi dasar seperti kesedihan, kepercayaan, kebahagiaan dan harapan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu “Selalu Ada di Nadimu” berfungsi sebagai sarana komunikasi yang efektif dalam membangun emosional yang mendalam pada penonton.
ANALISIS SENSE OF PRESENCE DALAM HUBUNGAN BERPACARAN JARAK JAUH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ONLINE Yesica Evi Lianfina
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9033

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi digital telah memungkinkan individu untuk mempertahankan hubungan interpersonal meskipun terpisah oleh jarak fisik, termasuk dalam konteks long distance relationship (LDR). Namun, keterpisahan fisik menghadirkan tantangan tersendiri dalam membangun dan mempertahankan rasa kehadiran pasangan (sense of presence). Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pasangan LDR memaknai, membangun, dan mempertahankan sense of presence melalui komunikasi digital, serta bagaimana peran pemilihan dan penggunaan media komunikasi digital dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap lima narasumber yang sedang menjalani hubungan LDR. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan Social Presence Theory sebagai kerangka teoretis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sense of presence tidak ditentukan oleh intensitas komunikasi semata, melainkan oleh kualitas keterlibatan emosional yang dirasakan, seperti perhatian, empati, dan responsivitas pasangan. Media komunikasi digital berperan sebagai fasilitator kehadiran sosial, di mana media yang lebih kaya seperti panggilan suara dan video call dinilai lebih efektif dalam menghadirkan kehadiran emosional dibandingkan pesan teks. Meskipun demikian, komunikasi berbasis teks tetap berperan penting dalam menjaga kontinuitas hubungan melalui rutinitas sehari-hari. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa keterlambatan respons, miskomunikasi, dan keterbatasan isyarat nonverbal dapat mengurangi sense of presence. Pasangan LDR mengatasi keterbatasan tersebut melalui strategi adaptif, seperti peralihan media dan negosiasi pola komunikasi. Dengan demikian, sense of presence dalam hubungan LDR dapat dipahami sebagai proses relasional yang dinamis, di mana teknologi, emosi, dan makna interpersonal saling berinteraksi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian komunikasi interpersonal bermediasi serta pemahaman praktis bagi pasangan LDR dalam memanfaatkan media komunikasi digital secara lebih bermakna.
KONSTRUKSI MAKNA CAREGIVER PADA ANAK TUNGGAL GEN Z DARI BERBAGAI PERSPEKTIF NILAI BUDAYA Maria Alexandra; Prof. Dr. Chontina Siahaan S.H., M.Si
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9382

Abstract

Fenomena mengenai perawatan orang tua lanjut usia semakin menjadi perhatian yang penting untuk dipahami, melihat kondisi sosial yang menunjukan banyak orang tua terlantar dan tidak mendapat perhatian yang seharusnya khususnya dari keluarga inti yaitu anak. Isu tersebut semakin menarik dari sudut anak tunggal sebagai status dalam keluarga yang tidak memiliki saudara untuk berbagi tugas dalam memberikan perawatan kepada orang tua. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana anak tunggal khususnya Generasi Z memandang peran caregiver dan membentuk makna dalam diri mereka yang dari berbagai nilai budaya. Hasil penelitian pertama menunjukan caregiver dimaknai sebagai wujud kasih sayang, timbal balik dan bakti yang besar dan tidak perlu dipertanyakan kembali untuk merawat orang tua atas pengorbanan yang telah diberikan kepada diri mereka. Temuan kedua menunjukan bahwa nilai budaya dalam keluarga menjadi faktor yang mempengaruhi proses komunikasi mengenai tanggung jawab merawat orang tua, melalui perbedaan latar belakang budaya tidak menghasilkan makna yang saling bertentangan melainkan memperkaya cara Generasi Z memahami dan menjalankan tanggung jawab merawat orang tua. Hasil penelitian ini penting karena menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya memiliki peran besar dalam membentuk cara pandang Generasi Z terhadap tanggung jawab merawat orang tua. Meskipun berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, para informan memiliki makna yang serupa mengenai pentingnya merawat orang tua, sehingga penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penguatan pendidikan karakter, nilai kekeluargaan, dan penyusunan kebijakan yang mendorong keterlibatan keluarga dalam perawatan lansia.
STRATEGI DIGITAL PUBLIC RELATIONS MELALUI INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS KAFE TRIPLE A COFFEE M. Aqil Hanif; Eraskaita Ginting; Gita Astrid
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9412

Abstract

Pemanfaatan media sosial telah mengubah praktik komunikasi organisasi, termasuk dalam aktivitas Digital Public Relations untuk membangun kesadaran merek. Instagram menjadi salah satu platform yang banyak digunakan oleh pelaku usaha karena mampu mendukung penyampaian informasi secara visual sekaligus menciptakan interaksi yang lebih dekat dengan audiens. Penelitian ini mengkaji penerapan strategi Digital Public Relations melalui Instagram pada Kafe Triple A Coffee dalam upaya meningkatkan brand awareness. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pengelolaan akun Instagram dilakukan melalui penyusunan konten yang konsisten, pemanfaatan berbagai fitur interaktif, pembentukan identitas visual merek, serta komunikasi dua arah dengan pelanggan. Strategi tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya keterlibatan audiens dan memperkuat pengenalan masyarakat terhadap merek Triple A Coffee. Penelitian juga mengidentifikasi beberapa hambatan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, persaingan yang semakin ketat di industri kafe, serta perubahan algoritma media sosial yang memengaruhi distribusi konten. Meskipun demikian, berbagai fitur Instagram dan peluang kolaborasi dengan komunitas maupun micro-influencer masih memberikan ruang yang luas untuk mengoptimalkan strategi komunikasi digital dalam memperkuat brand awareness.
AFFILIATOR GENERASI Z DAN STRATEGI KONTEN PROMOSI PRODUK FASHION DI TIKTOK SHOP Rula Aprilia Sitanggang
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam strategi konten yang dirancang dan diimplementasikan oleh Generasi Z sebagai affiliator TikTok Shop dalam mempromosikan produk fashion. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif dan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan enam informan yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, dan telah tergabung dalam program TikTok Shop Affiliate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi konten yang diterapkan oleh affiliator Generasi Z tidak hanya berfokus pada aktivitas promosi produk fashion semata, tetapi juga pada penyampaian pesan yang informatif, menarik, dan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik audiens di media sosial. Strategi tersebut dilakukan melalui penyesuaian konten terhadap karakteristik audiens, penggunaan visual dan estetika pada konten, penerapan gaya komunikasi serta storytelling, penggunaan hook dan teks, soft selling dan kejujuran, adaptasi terhadap tren, konsistensi unggahan, serta upaya mempertahankan perhatian audiens. Dengan demikian, penelitian ini menjelaskan bahwa strategi konten tidak hanya digunakan sebagai sarana promosi produk fashion, tetapi juga sebagai bentuk komunikasi digital yang memadukan strategi, kreativitas, dan membangun kedekatan dengan audiens.
KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM PROSES PENYESUAIAN DIRI (CULTURE SHOCK) STUDI KASUS PADA MAHASISWA ASING DI LINGKUNGAN UIN RADEN FATAH PALEMBANG Pianda Hermawan; Sepriadi Saputra; Muslimin Ritonga
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8320

Abstract

Mobilitas mahasiswa asing ke Indonesia membawa tantangan dalam proses penyesuaian diri akibat perbedaan bahasa, norma sosial, dan budaya lokal. Mahasiswa asing di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang kerap mengalami Culture Shock yang berdampak pada interaksi sosial dan aktivitas akademik. Dalam konteks ini, komunikasi antarbudaya menjadi faktor penting dalam membantu mahasiswa asing beradaptasi dengan lingkungan kampus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk komunikasi antarbudaya yang dilakukan mahasiswa asing dalam proses penyesuaian diri (Culture Shock) di UIN Raden Fatah Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh mahasiswa asing asal Malaysia, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Data diuraikan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa asing mengalami Culture Shock berupa kesulitan berkomunikasi, penyesuaian terhadap norma sosial dan budaya kampus, hambatan hubungan sosial, serta tekanan psikologis. Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa asing menerapkan strategi komunikasi seperti menyesuaikan penggunaan bahasa, membangun interaksi dengan mahasiswa lokal, serta mengikuti kegiatan akademik dan sosial. Lingkungan kampus berperan dalam mendukung adaptasi, meskipun masih diperlukan penguatan program pendampingan dan komunikasi lintas budaya.Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarbudaya berperan penting dalam membantu mahasiswa asing menghadapi Culture Shock dan mencapai penyesuaian diri di lingkungan kampus.