cover
Contact Name
-
Contact Email
network@dharmawangsa.ac.id
Phone
+628126580095
Journal Mail Official
network@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Jl. Kl. Yos Sudarso No.224 Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi Network Media
ISSN : 26866552     EISSN : 27229319     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal ini berisi artikel ilmiah tentang Ilmu Komunikasi. Jurnal Network Media diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa Medan dengan ISSN : 2569-6446 dan E-ISSN : 2722-9319. Semoga Jurnal ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Articles 301 Documents
PERUBAHAN KONSUMSI INFORMASI GENERASI MILENIAL DARI MEDIA KORAN KE FACEBOOK DI KABUPATEN MAJALENGKA Ono Cahyono; Syamsul Arif Billah; Ajeng Ayu Wulandari
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9671

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya generasi milenial yang mulai beralih dari media koran ke media sosial Facebook. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan konsumsi informasi generasi milenial di Kabupaten Majalengka serta faktor-faktor yang memengaruhi peralihan tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian terdiri atas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Majalengka, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Kabupaten Majalengka, serta perwakilan generasi milenial sebagai pengguna Facebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Facebook menjadi media informasi yang lebih diminati karena mampu menyajikan informasi secara cepat, mudah diakses, interaktif, serta menyediakan ruang diskusi dan berbagai konten hiburan dalam satu platform. Di sisi lain, peralihan tersebut berdampak pada perubahan perilaku literasi, di mana generasi milenial cenderung lebih banyak melakukan scrolling dibandingkan membaca secara mendalam. Berdasarkan perspektif Uses and Gratifications, Facebook dipilih karena mampu memenuhi kebutuhan informasi, interaksi sosial, hiburan, dan kemudahan akses pengguna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi sumber informasi utama bagi generasi milenial sekaligus memberikan implikasi penting bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi komunikasi publik yang lebih adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan literasi digital masyarakat.
Makna Virtual Youtuber (Vtuber) Aruka Hmeragi Pada Komunitas Karawang Raihan Angga; Fardiah Lubis; Tri Widya
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8530

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan fenomena Virtual YouTuber (VTuber) sebagai bentuk baru kreator konten berbasis avatar animasi. Penelitian ini mengkaji makna, motif, dan pengalaman kehadiran VTuber Aruka Himeragi pada komunitas Anime Lovers Karawang (ALKA) dalam membangun identitas digital di platform YouTube. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka fenomenologi Alfred Schutz, yang memungkinkan penggalian makna secara mendalam dari perspektif subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi digital. Hasil penelitian menunjukkan dua dimensi motif kehadiran Aruka Himeragi, yakni because motive berupa keterbatasan representasi karakter dua dimensi yang bersifat statis, serta in-order-to motive berupa tujuan membangun identitas dan diferensiasi komunitas di ruang digital. Pengalaman anggota komunitas mencerminkan proses internalisasi bertahap, mulai dari ketertarikan awal hingga integrasi karakter dalam aktivitas komunitas secara menyeluruh. Secara makna, Aruka Himeragi telah bertransformasi dari objek visual menjadi simbol identitas kolektif, simbol modernisasi, serta jembatan komunikasi yang mempererat kebersamaan anggota. Penelitian ini menegaskan bahwa karakter virtual berpotensi menjadi medium komunikasi sekaligus representasi sosial yang memperkuat eksistensi komunitas dalam budaya populer digital.
PRAKTIK KOMUNIKASI DIGITAL KOLEKTOR DIECAST HOT WHEELS SEBAGAI PEMENUHAN INNER CHILD PRIA DEWASA Natanael Vincent Timothy; Silvia Nevane Paramasari; Chontina Siahaan
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9408

Abstract

Perkembangan komunikasi digital mendorong munculnya fenomena pria dewasa yang aktif memproduksi konten koleksi diecast Hot Wheels di media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana praktik komunikasi digital melalui hunting vlog, unboxing, dan review menjadi bentuk pemenuhan inner child pada pria dewasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dalam paradigma interpretatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima kolektor pria dewasa yang aktif membuat konten digital, observasi non-partisipatif pada International Diecast Show 2026 (IDS 2026), serta dokumentasi konten di YouTube, Instagram, dan TikTok. Analisis dilakukan secara tematik dengan menggunakan konsep komunikasi digital, brand engagement, user-generated content (UGC), dan inner child. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang utama bagi kolektor untuk mengekspresikan hobi dan identitas diri. Produksi konten digital tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi koleksi, tetapi juga sebagai sarana menghadirkan kembali pengalaman emosional masa kecil yang belum terpenuhi. Para informan memaknai aktivitas tersebut sebagai bentuk pemenuhan inner child yang kini dapat diwujudkan secara mandiri di usia dewasa. UGC yang dihasilkan memiliki dimensi informatif, emosional, dan eksperiensial serta memperkuat keterlibatan mereka terhadap merek Hot Wheels. Penelitian menyimpulkan bahwa praktik komunikasi digital kolektor Hot Wheels merupakan bentuk nyata pemenuhan inner child yang dimediasi oleh ruang publik digital dan diterima dalam komunitas kolektor.
KOMUNIKASI INTERPESONAL GURU DAN SISWA DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL SISWA MTsS KRUENG MANE Ristia Putri; Dwi Fitri; Cut Andyna; Muhammad Fazil; Subhani Subhani
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8350

Abstract

Komunikasi interpersonal memainkan peran strategis dalam pendidikan, karena tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian materi pembelajaran tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk sikap, perilaku, dan keterampilan sosial siswa melalui interaksi berkelanjutan. Observasi lapangan menunjukkan beberapa tanda perkembangan sosial yang kurang optimal di kalangan siswa, termasuk bolos sekolah, meninggalkan kelas selama pelajaran, tidur di kelas, dan mengejek teman sebaya. Perilaku-perilaku ini menunjukkan perlunya perhatian yang lebih besar terhadap pola komunikasi yang terjalin antara guru dan siswa dalam lingkungan madrasah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memberikan gambaran mendalam tentang praktik komunikasi interpersonal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa sebagai partisipan penelitian. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang temuan penelitian. Kerangka teoritis didasarkan pada teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead, yang menekankan makna dalam interaksi sosial, serta konsep komunikasi interpersonal Joseph A. Devito, yang meliputi keterbukaan, empati, dukungan, dan sikap positif. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif antara guru dan siswa memainkan peran penting dalam mendorong perkembangan sosial anak. Guru yang menunjukkan komunikasi yang terbuka, empatik, dan suportif cenderung membangun hubungan yang harmonis dengan siswa, sehingga mendorong kepercayaan diri, keterampilan interaksi, dan saling menghormati. Sebaliknya, komunikasi yang tidak efektif dapat menghambat perkembangan sosial siswa. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal antara guru dan siswa sangat penting untuk mendukung perkembangan sosial anak secara optimal.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMBANGUNAN SEBAGAI IMPLEMENTASI PROGRAM BSPS PADA MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI DESA KARANG SARI. Indah Talabyah; Cut Alma Nuraflah; Muya Syaroh Iwanda Lubis
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9666

Abstract

Mengetahui strategi komunikasi pembangunan yang digunakan dalam pemberdayaan kesejahteraan masyarakat dalam meningkatkan kualitas rumah layak huni sebagai impelmentasi program BSPS di Desa Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun (2) untuk mengetahui faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan program BSPS di Desa Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Berlokasi di Desa Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun. Informan dalam penelitian berjumlah tiga belas orang, terdiri dari tiga orang fasilitator, PPK BSPS, Kordinator Kabuapten dan Ketua Tim Verifikasi Wilayah I sebagai perwakilan dari tim BSPS, empat orang masyarakat penerima bantuan yang menjalankan program BSPS dan tiga orang dari masyarakat yang tidak mendapat bantuan. Teknik pengambilan data melalui proses wawancara menggunakan panduan wawancara (semi terstruktur), observasi dan penelusuran dokumen. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman, dimulai dengan reduksi data, penyajian data hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pembangunan sebagai implementasi program BSPS berhasil terlaksana dengan adanya kebijakan yang dijalankan bersama dengan komunikasi dalam pemberdayaan masyarakat, sehingga implementasi program BSPS berjalan dengan baik dengan adanya sumber daya manusia yang lebih berkompenten. Faktor penghambat pelaksanaan program ini adalah pembangunan yang belum selesai pada waktunya karena penerima bantuan tidak menyadari pentingnya kerja sama dan komunikasi dalam pembangunan.
ANALISIS WACANA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM DRAMA KOREA FAMILY BY CHOICE Miftahul Jannah; Subhani Subhani; Awaluddin Arifin; Muhammad Fazil; Cut Andyna
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana komunikasi keluarga dalam drama Korea Family By Choice. Latar belakang penelitian ini didasari komunikasi keluarga dapat tetap efektif dalam keluarga alternatif yang dibentuk bukan dari ikatan darah, melainkan karena keinginan membentuk keluarga, solidaritas, dan komunikasi. Representasi ini membuka ruang baru untuk memahami wacana komunikasi keluarga dibentuk, dinegosiasikan, dan dipertahankan dalam hubungan yang tidak konvensional. Keluarga dalam drama ini diwacanakan sebagai suatu kesatuan atau sekelompok orang yang dibentuk berdasarkan keinginan, bukan berdasarkan ikatan darah dan pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data yang diperoleh dengan observasi tanpa partisipan dan dokumentasi. Penelitian dilakukan berdasarkan teori analisis wacana Van Dijk yang terdiri dari struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga sejati diwacanakan terbentuk melalui komunikasi dan kepedulian. Penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga dalam wacana ini terlihat dengan rendahnya tekanan terhadap kesetaraan antara orang tua dan anak. Kesimpulan penelitian ini keluarga diwacanakan sebagai sebuah ikatan yang terbentuk tidak berdasarkan ikatan biologis dan pernikahan, komunikasi keluarga terjadi secara dua arah dan terbuka antara orang tua dan anak angkat. Adapun saran dari penelitian ini ialah bagi peneliti selanjutnya agar meningkatkan pemahaman komunikasi keluarga modern dengan menganalisis lebih banyak drama bertema keluarga alternatif.
PENGGUNAAN TIKTOK SEBAGAI SALURAN PEMASARAN KULINER LOKAL OLEH GENERASI Z Checilia Regitha; Melati Mediana Tobing
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9104

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara pelaku usaha memasarkan produknya, termasuk dalam sektor kuliner lokal. TikTok menjadi salah satu platform digital yang banyak dimanfaatkan karena memiliki kemampuan menjangkau audiens secara luas melalui konten video pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan TikTok sebagai saluran pemasaran kuliner lokal oleh Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap tiga informan yang merupakan pelaku usaha kuliner lokal cireng, cilung dan basi aci dari Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok dipilih karena memiliki algoritma yang mendukung penyebaran konten secara cepat, peluang viral yang tinggi, penggunaan hashtag yang efektif serta banyaknya fitur Tiktok. Faktor-faktor tersebut memudahkan pelaku usaha menjangkau target audiens dan meningkatkan kesadaran merek. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa TikTok memenuhi prinsip penggunaan saluran komunikasi yang tepat dalam strategi komunikasi pemasaran karena sesuai dengan karakteristik audiens digital saat ini. Oleh karena itu, TikTok dapat menjadi media pemasaran yang efektif bagi Generasi Z dalam memperkenalkan dan mengembangkan usaha kuliner lokal di era digital.
PERAN STRATEGI KEPEMIMPINAN KRISIS DALAM MENANGGULANGI BENCANA ALAM DI KOTA MEDAN Tonna Balya; Fitri Yani
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9481

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi akibat kondisi geografis, geologis, dan iklimnya. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi kepemimpinan krisis yang efektif untuk mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga stabilitas nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi kepemimpinan krisis dalam menanggulangi bencana alam guna memastikan ketahanan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui analisis berbagai literatur ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta dokumen yang berkaitan dengan kepemimpinan krisis dan penanggulangan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemimpin dalam mengambil keputusan secara cepat, melakukan koordinasi lintas sektor, membangun komunikasi yang efektif, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan sistem peringatan dini. Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan respons yang terintegrasi. Penguatan kapasitas kepemimpinan melalui pendidikan, pelatihan, simulasi kebencanaan, dan penyusunan kebijakan berbasis mitigasi risiko merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional. Dengan demikian, strategi kepemimpinan krisis tidak hanya berperan dalam meminimalkan dampak bencana alam, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan nasional melalui peningkatan kemampuan bangsa dalam mengantisipasi, merespons, dan memulihkan kondisi pascabencana secara efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
ANALISIS KREDIBILITAS INFORMASI JURNALISME WARGA PADA AKUN INSTAGRAM @WOWBEKASI DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN FOLLOWERS Muhamad Alfito Ramadhan; Emilianshah Banowo
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8451

Abstract

Perkembangan media baru mendorong hadirnya jurnalisme warga di media sosial sebagai sumber informasi alternatif, namun derasnya arus konten menimbulkan tantangan terhadap kredibilitas informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana akun Instagram @wowbekasi menjaga kredibilitas informasi dalam membangun kepercayaan pengikutnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta analisis menggunakan teori Kredibilitas Sumber dan lima dimensi kredibilitas dari Flanagin dan Metzger, yaitu believability, accuracy, trustworthiness, bias, dan completeness. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa @wowbekasi menjaga kredibilitas dengan menerapkan proses verifikasi berlapis, konsisten menggunakan prinsip 5W+1H, serta menyertakan bukti visual sebagai penguat validitas informasi. Strategi tersebut efektif meningkatkan kepercayaan audiens, meskipun masih menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan kecepatan publikasi dengan akurasi serta potensi bias konten. Secara keseluruhan, akun ini dipandang sebagai media lokal yang kredibel, relevan, dan berpengaruh dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat Bekasi.
INTERPRETASI LIRIK SEBAGAI PESAN KOMUNIKASI PADA LAGU POP LAWAS BARAT OLEH GENERASI Z (STUDI TERHADAP PENONTON FESTIVAL BAND DI JAKARTA) Pierre Ronald Tumurang
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9708

Abstract

Penelitian ini membahas interpretasi lirik sebagai pesan komunikasi pada lagu pop lawas Barat oleh Generasi Z, khususnya penonton festival band lokal di Jakarta. Fenomena ini penting dikaji karena lagu pop lawas Barat masih dikonsumsi, dibawakan ulang, dan dimaknai oleh generasi muda di tengah dominasi platform digital dan musik populer modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam narasumber Generasi Z berusia 18 sampai 28 tahun yang memiliki pengalaman menonton festival band lokal di Jakarta, serta didukung dokumentasi pertunjukan dan materi digital. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan interpretasi menggunakan teori resepsi audiens Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z berperan sebagai audiens aktif dalam memaknai lirik lagu pop lawas Barat. Interpretasi mereka tidak bersifat tunggal, melainkan dipengaruhi oleh pengalaman hidup, suasana hati, keluarga, media sosial, kemampuan memahami bahasa Inggris, dan pengalaman kolektif dalam festival. Posisi pemaknaan yang paling dominan adalah negotiated reading, yaitu ketika audiens menerima pesan utama lagu, tetapi menyesuaikannya dengan konteks kehidupan mereka sebagai anak muda masa kini. Lagu pop lawas Barat tidak hanya dipahami sebagai hiburan atau nostalgia, tetapi juga sebagai ruang refleksi emosional, pengalaman sosial, pencarian identitas, dan negosiasi makna antara budaya musik Barat dan konteks Generasi Z di Indonesia.