cover
Contact Name
-
Contact Email
network@dharmawangsa.ac.id
Phone
+628126580095
Journal Mail Official
network@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Jl. Kl. Yos Sudarso No.224 Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi Network Media
ISSN : 26866552     EISSN : 27229319     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal ini berisi artikel ilmiah tentang Ilmu Komunikasi. Jurnal Network Media diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa Medan dengan ISSN : 2569-6446 dan E-ISSN : 2722-9319. Semoga Jurnal ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Articles 301 Documents
Komunikasi Interpersonal Barista kepada Pelanggan dalam Membangun Personal Branding (Studi pada Barista Memory Coffee Palembang) Ima Novita Sari; Eraskaita Ginting; Muslimin Ritonga
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8166

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal barista di Memory Coffee Palembang memainkan peran penting dalam membangun personal branding yang kuat dan berkesan. Komunikasi verbal yang ramah, jelas, dan informatif, serta komunikasi nonverbal seperti senyuman, kontak mata, dan gestur sopan, secara konsisten membentuk persepsi pelanggan mengenai profesionalitas, keramahan, dan kredibilitas barista. Melalui interaksi berulang, pelanggan menginterpretasikan simbol-simbol komunikasi tersebut sebagai bagian dari identitas barista, sehingga menghasilkan citra diri yang positif di mata pengunjung. Kemampuan barista dalam menyesuaikan gaya komunikasi dengan karakter dan kebutuhan pelanggan memperkuat hubungan interpersonal yang terbangun. Kehadiran barista tidak hanya sebagai penyaji kopi, tetapi juga sebagai figur yang mampu menciptakan suasana nyaman, hangat, dan bersahabat, menjadikan pengalaman pelanggan lebih personal dan bermakna. Konsistensi perilaku ini kemudian tidak hanya membentuk personal branding individu, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap citra Memory Coffee sebagai kedai yang profesional, ramah, dan berorientasi pada kualitas layanan. Kemampuan komunikasi interpersonal barista dapat dipandang sebagai modal sosial yang sangat penting dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang berkualitas, mempertahankan loyalitas pengunjung, serta memperkuat reputasi Memory Coffee Palembang di tengah persaingan industri coffee shop.
Efektivitas Komunikasi Publik Pemerintah dalam Penanganan Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Sumatera Utara Maria Ulfa Batoebara
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9669

Abstract

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) merupakan isu strategis yang berdampak terhadap stabilitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dalam situasi tersebut, komunikasi publik menjadi elemen penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, transparan, dan tepat waktu sehingga dapat mengurangi ketidakpastian dan mencegah kepanikan. Artikel ini bertujuan menganalisis efektivitas komunikasi publik pemerintah dalam penanganan kelangkaan BBM di Provinsi Sumatera Utara melalui pendekatan literature review. Kajian dilakukan dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, dokumen kebijakan, dan publikasi yang membahas komunikasi publik, komunikasi krisis, serta implementasi kebijakan di sektor energi. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi publik dipengaruhi oleh kecepatan penyampaian informasi, konsistensi pesan, transparansi data, koordinasi antarlembaga, dan pemanfaatan media digital. Sebaliknya, informasi yang tidak konsisten atau terlambat dapat memicu ketidakpercayaan masyarakat dan panic buying, yang justru memperburuk gangguan distribusi. Artikel ini menawarkan model komunikasi publik berbasis kolaborasi pemerintah, badan usaha energi, media massa, dan masyarakat sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas penanganan krisis energi di tingkat daerah. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah dalam memperkuat tata kelola komunikasi publik pada situasi krisis.
EKSPLORASI CUSTOMER JOURNEY BERBASIS STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN KEY OPINION LEADER TASYA FARASYA : STUDI PADA PRODUK UNBOTHERED DEMI-MATTE CUSHION Mutiara Alifa anhar Anhar; Sunengsih d Simatupang
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9339

Abstract

Penelitian ini beralih pada pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi fenomena secara lebih mendalam. Fokus utama analisis penulis terletak pada perjalanan konsumen (customer Journey) yang terbentuk melalui strategi komunikasi pemasaran KOL Tasya Farasya di platform Instagram Reels, sebuah dimensi yang belum tereksplorasi secara menyeluruh dalam studi terdahulu. Perbedaan ini juga mencakup objek kajian yang lebih spesifik, yakni peran kredibilitas Tasya Farasya dalam mempromosikan produk Mother of Pearl (MOP), khususnya produk Unbothered Demi-Matte Cushion. Dengan metode wawancara mendalam, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi, konsistensi konten, dan label “Tasya Farasya Approved” bukan sekadar pemicu transaksi instan, melainkan sebuah proses pembentukan kepercayaan dan loyalitas yang melibatkan diskusi aktif komunitas di kolom komentar. Hal ini memberikan pemahaman baru mengenai mekanisme KOL Tasya Farasya marketing dalam mengelola pengalaman konsumen dari tahap kesadaran awal, evaluasi, hingga loyalitas. Kata Kunci: Perilaku Konsumen, Perjalanan Pelanggan, Key Opinion Leader, Komunikasi Pemasaran, Tasya Farasya.
STRATEGI KOMUNIKASI PT PERTAMINA HULU ENERGI NORTH SUMATERA OFFSHORE (PHE NSO) DALAM MENINGKATKAN KESADARAN KARYAWAN TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Fadhilah Fadhilah; Muhammad Fazil; Harinawati Harinawati; Kamaruddin Kamaruddin; Masriadi Masriadi
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8382

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri minyak dan gas bumi yang memiliki tingkat risiko kerja tinggi. PT Pertamina Hulu Energi North Sumatera Offshore (PHE NSO) sebagai perusahaan yang bergerak di sektor hulu migas dituntut untuk menerapkan strategi komunikasi yang efektif guna meningkatkan kesadaran karyawan terhadap penerapan K3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang diterapkan oleh PT PHE NSO serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam meningkatkan kesadaran K3 pada karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap pihak HSSE dan pekerja lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT PHE NSO telah melaksanakan strategi komunikasi K3 melalui berbagai saluran, seperti safety briefing, media visual, dan keterlibatan aktif fungsi HSE. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah hambatan, yaitu hambatan semantik akibat perbedaan pemahaman istilah teknis K3, hambatan psikologis yang berkaitan dengan kesadaran dan sikap karyawan, hambatan sosiologis akibat perbedaan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja, serta hambatan mekanis terkait penggunaan media komunikasi. Hambatan-hambatan tersebut memengaruhi efektivitas penyampaian pesan K3, sehingga diperlukan penyesuaian strategi komunikasi agar kesadaran dan kepatuhan karyawan terhadap K3 dapat meningkat secara optimal.
TANGGAPAN KHALAYAK PENGGUNA TRANSJAKARTA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INFORMASI PEMPROV DKI JAKARTA PASCA KERUSUHAN AGUSTUS 2025 Yosephine Simanjuntak; Marshelia Gloria Narida
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9486

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gangguan layanan massal moda transportasi Transjakarta akibat kerusakan fisik dua puluh dua halte pascakerusuhan sosial Agustus 2025 di Jakarta. Di tengah kondisi darurat tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoptimalkan sirkulasi pesan melalui strategi komunikasi publik digital multi kanal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam tanggapan khalayak pengguna Transjakarta terhadap kualitas komunikasi pelayanan informasi krisis tersebut ditinjau dari aspek ketersediaan, kecepatan, keakuratan, dan kemudahan akses informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif dengan metode fenomenologi. Data primer diperoleh melalui teknik wawancara mendalam terhadap enam orang informan pengguna aktif Transjakarta yang dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria tingkat dampak operasional yang beragam. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya polarisasi tanggapan khalayak yang dipengaruhi oleh skala dampak fisik dan tingkat urgensi waktu perjalanan informan. Dimensi kemudahan akses informasi menempati penilaian terbaik karena efisiensi arsitektur pesan di media sosial Instagram, meskipun ditemukan hambatan teknis berupa server error pada aplikasi resmi akibat lonjakan trafik pengakses darurat. Dari segi ketersediaan dan kecepatan, informasi makro dinilai mencukupi dan responsif, namun ketersediaan informasi mikro operasional taktis rute alternatif dinilai kurang lengkap dan mengalami kendala waktu tunggu darurat di siang hari. Pada dimensi keakuratan, dijumpai inkonsistensi data antar kanal resmi yang memaksa khalayak melakukan verifikasi mandiri dan memicu lahirnya pola kepercayaan selektif publik. Kesimpulan penelitian menggarisbawahi bahwa mutu komunikasi publik dalam situasi gangguan tidak hanya bergantung pada keaktifan akun siber pemerintah, melainkan ditentukan oleh interaksi dinamis ketahanan infrastruktur aplikasi, sinkronisasi data satu pintu, serta optimalisasi sentuhan manusia melalui petugas lapangan
Analisis Pola Komunikasi Keluarga dalam Film How to Make Millions Before Grandma Dies Marsha Aulia; Zahari Zahari; Ainol Mardhiah; Cut Andyna; Asmaul Husna
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8256

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh popularitas film How to Make Millions Before Grandma Dies yang merepresentasikan dinamika hubungan antargenerasi dalam keluarga etnis Tionghoa, sarat dengan pesan komunikasi dan konflik kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pola komunikasi keluarga yang tergambar dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup makna denotasi, konotasi, dan mitos. Analisis dilakukan terhadap 30 adegan yang merepresentasikan interaksi utama antar tokoh. Kerangka teori yang digunakan adalah teori pola komunikasi keluarga Fitzpatrick yang meliputi pola konsensual, pluralistik, protektif, dan laissez-faire. Data primer diperoleh melalui observasi mendalam terhadap aspek audio-visual film, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 adegan, terdapat 10 adegan berpola konsensual, 8 adegan berpola protektif, 7 adegan berpola pluralistik, dan 5 adegan berpola laissez-faire. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola komunikasi konsensual paling dominan, yang mencerminkan adanya keseimbangan antara penghormatan terhadap nilai tradisional dan keterbukaan diskusi dalam keluarga. Hasil penelitian ini penting untuk memahami representasi komunikasi keluarga dalam media film sebagai refleksi nilai sosial dan budaya.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN TIKTOK TEHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA ILMU POLITIK UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Asnul Fitri Yana; Anismar Anismar; Dahlan A. Rahman; Deddy Satria M; Dwi Fitri
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8390

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah membawa perubahan dalam pola konsumsi mahasiswa. TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan dan informasi, tetapi juga mendorong munculnya perilaku konsumtif melalui konten promosi, influencer, dan TikTok Shop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan TikTok terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 69 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 5,977 dan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,348, yang berarti intensitas penggunaan TikTok memberikan kontribusi sebesar 34,8% terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, sedangkan 65,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan TikTok, maka semakin tinggi pula kecenderungan perilaku konsumtif mahasiswa.
MASKULINITAS DI LUAR NORMA: VISUALISASI PERFORMATIVITAS GENDER DALAM FILM “BEBAS” KARYA RIRI RIZA Sekar Arum Pramudita; Formas Juitan Lase
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9308

Abstract

Representasi laki-laki feminin masih berada dalam pertentangan antara penerimaan dan penolakan sosial. Feminitas pada laki-laki kerap dianggap “menyimpang” dari norma maskulinitas dominan sehingga memunculkan stigma, stereotip, dan diskriminasi. Karakter Jojo dalam film “Bebas” menjadi menarik untuk dikaji karena menampilkan ekspresi feminitas yang menonjol dalam berbagai interaksi sosial. Menggunakan teori performativitas gender dan teknik analisis mutimodalitas, artikel ini menganalisis bagaimana feminitas pada laki-laki ditampilkan dalam film serta bagaimana ekspresi tersebut ditempatkan dalam tatanan sosial yang berlaku di masyarakat. Analisis dilakukan terhadap unsur visual dan verbal pada adegan-adegan terpilih untuk mengidentifikasi praktik, makna, dan relasi sosial yang membentuk representasi gender karakter Jojo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performativitas gender Jojo direpresentasikan melalui berbagai ekspresi yang secara kultural diasosiasikan dengan feminitas dan dimaknai melalui respons, penilaian, serta pelabelan yang diterimanya dari karakter lain. Temuan juga menunjukkan bahwa feminitas Jojo tidak diposisikan sebagai sifat bawaan, melainkan sebagai hasil dari pengulangan tindakan dan pemaknaan sosial yang terus berlangsung. Film juga menampilkan berbagai regulasi sosial yang mengarahkan ekspresi gender non-konvensional agar sesuai dengan standar maskulinitas yang dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa film “Bebas” menghadirkan pandangan yang penuh ketidakpastian terhadap gender non-konvensional: ruang bagi ekspresi gender alternatif dibuka, tetapi tetap dibatasi oleh kuatnya pengaruh matriks heteroseksual dan norma maskulinitas dominan. Hasil penelitian ini memperkaya kajian representasi gender dalam film Indonesia dengan menunjukkan bagaimana penerimaan dan penolakan terhadap laki-laki feminin dinegosiasikan melalui representasi media.
RESILIENSI SOSIAL DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MINORITAS SEKSUAL DALAM MENGELOLA DISONANSI KOGNITIF / SOCIAL RESILIENCE AND INTERPERSONAL COMMUNICATION AMONG SEXUAL MINORITIES IN MANAGING COGNITIVE DISSONANCE Muhammad Iqbal Manshur; Ida Ri’aeni; Sabiq Imron
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kelompok minoritas seksual, khususnya gay senior di wilayah kultural religious Cirebon, mengelola disonansi kognitif dan membangun resiliensi sosial melalui dinamika komunikasi interpersonal. Pendekatan kualitatif dengan tradisi fenomenologi digunakan untuk menggali pengalaman hidup dari tiga informan utama (gay berusia di atas 40 tahun) dan satu informan triangulasi dari lembaga advokasi PKBI Cirebon. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif dengan mematuhi protokol etika privasi secara ketat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disonansi kognitif akibat benturan dogma agama (Islam) dan hasrat orientasi seksual dikelola melalui kompartementalisasi psikologis, di mana informan memilih melepaskan atribut ritual ibadah sebagai mekanisme pertahanan diri. Analisis Dramaturgi dan Communication Privacy Management (CPM) mengungkapkan bahwa aplikasi kencan digital bertransformasi menjadi panggung belakang (back stage) yang memfasilitasi pergeseran kebutuhan dari pemuasan biologis menuju afeksi intimasi (cuddle) dan validasi emosional. Negosiasi identitas ini membuahkan resiliensi sosial yang tangguh, dibuktikan dengan kemampuan informan mengonversi kerentanan sosialnya menjadi empati intragrup saat bertugas sebagai agen edukasi kesehatan di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan disonansi batin dan optimalisasi ruang interaksi digital secara otonom mampu meredefinisi eksistensi minoritas seksual menjadi komunikator kesehatan masyarakat yang humanis dan memberdayakan.
PANTUN BUHUN DALAM KOMUNIKASI BUDAYA MILENIAL Rifka Noor Hasanah; Putra Jalu Waluya Alfiadi
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9302

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, struktur, dan karakteristik pantun sebagai media komunikasi budaya, serta mengidentifikasi proses transmisi nilai budaya Sunda melalui interaksi lisan antara pamenter dan audiens. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan etnografi komunikasi, melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara mendalam, serta analisis semiotik untuk memahami makna simbolik dalam struktur naratif pantun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun memiliki struktur naratif berlapis yang menyampaikan pesan spiritual, etika sosial, penghormatan terhadap alam, dan nilai kebersamaan. Namun, ditemukan adanya hambatan komunikasi dengan generasi milenial serta kesenjangan interpretasi budaya akibat keterbatasan literasi simbolik. Makna penelitian ini menekankan perlunya strategi revitalisasi berbasis teknologi, seperti pengarsipan digital, pengembangan konten audiovisual, kolaborasi lintas generasi, dan integrasi dalam pendidikan budaya lokal. Penelitian ini penting karena menunjukkan bahwa Pantun Buhun Ayi Basajan tetap relevan sebagai media komunikasi budaya, tetapi memerlukan adaptasi agar keinginannya terjamin di masa depan.