cover
Contact Name
-
Contact Email
network@dharmawangsa.ac.id
Phone
+628126580095
Journal Mail Official
network@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Jl. Kl. Yos Sudarso No.224 Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi Network Media
ISSN : 26866552     EISSN : 27229319     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal ini berisi artikel ilmiah tentang Ilmu Komunikasi. Jurnal Network Media diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa Medan dengan ISSN : 2569-6446 dan E-ISSN : 2722-9319. Semoga Jurnal ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Articles 301 Documents
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL CUT PONSEL MELALUI TIKTOK DALAM PENINGKATAN PENJUALAN SMARTPHONE Raudhatul Jannah; Ainol Mardhiah; Ade Muana Husniati; Anismar Anismar; Muhammad Fazil
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8383

Abstract

Cut Ponsel Store is a business engaged in the sale of smartphones and mobile phone accessories located in Krueng Mane, Muara Batu District, North Aceh Regency. The background of this study is based on technological developments and the increasing use of social media as a means of marketing communication, which has encouraged businesses to adapt in the face of business competition. This study aims to determine the marketing communication strategies used by Cut Ponsel Store through TikTok social media to increase smartphone sales. This study uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, direct observation, and documentation. Informants in this study consisted of the owner of Cut Ponsel Store, store promoters, and several consumers who had made purchases. Data analysis was conducted based on the marketing mix concept, which includes product, price, place, and promotion. The results of the study show that Cut Ponselstore implements a direct marketing communication strategy and utilizes the social media platform TikTok as its main promotional tool. In terms of products, Cut Ponsel store offers a variety of smartphone brands with guaranteed quality. In terms of price, information is conveyed transparently and competitively. The store's strategic location makes it easy for consumers to visit in person. Meanwhile, sales promotions in the form of discounts, cashback, and additional bonuses are the main factors in increasing consumer interest in purchasing. The obstacle faced is the limited variety of promotional content. The conclusion of this study shows that the implementation of a marketing mix supported by sales promotions can increase smartphone sales at Cut Ponsel store.
PERANAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ATASAN DIVISI PROCUREMENT TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN PT PERTA ARUN GAS Nazra Safaniera Afghiazka; Harinawati Harinawati; Kamaruddin Kamaruddin; Muhammad Fazil; Muchlis Muchlis
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8367

Abstract

Penelitian ini berjudul “Komunikasi Interpersonal Atasan Divisi Procurement PT Perta Arun Gas dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk komunikasi interpersonal yang diterapkan oleh atasan dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan serta mengidentifikasi hambatan yang terjadi dalam proses komunikasi di Divisi Procurement PT Perta Arun Gas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas atasan dan karyawan Divisi Procurement. Penelitian ini menggunakan Teori Dua Faktor Herzberg (Motivasi–Higiene) sebagai landasan teoritis untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi motivasi kerja, baik intrinsik maupun ekstrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara atasan dan karyawan di Divisi Procurement berjalan secara efektif, terbuka, dan bersifat dua arah. Bentuk komunikasi yang dilakukan, baik secara verbal maupun nonverbal, mampu menumbuhkan motivasi intrinsik karyawan berupa rasa tanggung jawab, kepuasan, dan kenyamanan dalam bekerja, serta motivasi ekstrinsik berupa penghargaan, perhatian, dan dukungan dari atasan. Komunikasi yang dibangun atas dasar empati, keterbukaan, dan kepercayaan juga menciptakan hubungan kerja yang harmonis dan produktif. Penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan komunikasi, seperti gangguan teknis, perbedaan persepsi, dan tekanan psikologis akibat beban kerja. Meskipun demikian, hambatan tersebut dapat diminimalisir melalui komunikasi yang terbuka dan pendekatan personal dari atasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa komunikasi interpersonal yang efektif dan berlandaskan empati berperan penting dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan, sebagaimana dijelaskan dalam Teori Dua Faktor Herzberg. Komunikasi yang baik bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan semangat, kepuasan, dan loyalitas kerja.
HAMBATAN KOMUNIKASI DALAM PERCAKAPAN LINTAS BUDAYA DI DESA TANJUNG KUKUH, KECAMATAN SEMENDAWAI BARAT, KABUPATEN OKU TIMUR Hermawan Hermawan; Sepriadi Saputra; Rina Febriana
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8176

Abstract

Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari individu kepada individu lainnya dengan tujuan membangun pemahaman dan memengaruhi perilaku. Dalam konteks masyarakat multikultural, komunikasi memiliki peran penting sebagai jembatan interaksi sosial yang dipengaruhi oleh nilai, norma, serta kebiasaan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan komunikasi lintas budaya antara Suku Jawa dan Suku Komering di Desa Tanjung Kukuh, Kecamatan Semendawai Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Desa ini merupakan wilayah heterogen dengan jumlah penduduk 3.147 jiwa pada tahun 2024 yang terdiri dari beragam latar belakang etnis dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan teori Anxiety/Uncertainty Management (Gudykunst, 1998) dan konsep High Context–Low Context Communication (Hall, 2021). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi di Desa Tanjung Kukuh meliputi perbedaan bahasa dan dialek, gaya komunikasi, serta persepsi terhadap sopan santun dan ekspresi emosional. Selain itu, faktor psikologis seperti prasangka dan stereotip turut memperlemah efektivitas interaksi antarwarga. Fenomena sosial seperti sistem budaya yang tertutup, ritual tradisional, serta kuatnya identitas kultural masyarakat turut memperkuat jarak komunikasi antara kelompok penduduk asli dan pendatang. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi lintas budaya memerlukan pemahaman terhadap dimensi budaya lokal, kesadaran interkultural, dan adaptasi simbolik dalam proses interaksi sosial. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah desa dan pihak terkait dalam merancang strategi komunikasi yang lebih inklusif guna memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat pedesaan.
REPRESENTASI KEDAULATAN LAUT PADA FILM FIKSI “LIFE OF PI” ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Bunga Elvia Marva Hade; M. Luthfi; Rafiqah Yusna Siregar
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9667

Abstract

Film sebagai media komunikasi massa memiliki kemampuan merepresentasikan realitas sosial dan simbolik melalui tanda-tanda visual dan naratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kedaulatan laut dalam film fiksi Life of Pi karya sutradara Ang Lee dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Landasan teoretis penelitian ini meliputi teori representasi, komunikasi massa, film sebagai media budaya, konsep kedaulatan laut, serta semiotika Roland Barthes yang menekankan analisis makna denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek kajian berupa scene, narasi, dan simbol visual dalam film Life of Pi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap film, dokumentasi visual, serta penelusuran data pendukung dari media digital. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tanda-tanda visual dan naratif, kemudian menginterpretasikannya pada level denotatif, konotatif, dan mitologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laut dalam film Life of Pi direpresentasikan sebagai entitas yang memiliki kedaulatan absolut, melampaui kendali manusia. Laut dimaknai sebagai symbol kekuatan alam, ruang spiritual, serta otoritas ideologis yang menegaskan keterbatasan manusia di hadapan alam semesta. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa film Life of Pi tidak hanya menyajikan kisah petualangan, tetapijuga membangun mitos tentang kedaulatan alam melalui simbolisme laut yang kuat dan berlapis makna.
STRATEGI PUBLIC RELATIONS DALAM MENJAGA CITRA POSITIF PELINDO REGIONAL 1 LHOKSEUMAWE Misbahul Ummi; Subhani Subhani; Dwi Fitri; Anismar Anismar; Deddy Satria M
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8574

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Komunikasi Public Relations Dalam Menjaga Citra Positif Perusahaan (Studi Pada PT.Pelabuhan Indonesia (Pelindo Regional 1 ) Lhokseumawe di mata masyarakat dan untuk mengetahui citra positif PT Pelindo Regional 1 dan hambatan dalam melaksanakan strategi public relations di PT Pelindo Regional 1 Lhokseumawe. Hasil penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komunikasi public relations dalam menjaga citra positif perusahaan, dengan studi kasus pada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo Regional 1) Lhokseumawe. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang melibatkan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Pelindo Regional 1 Lhokseumawe menerapkan berbagai strategi komunikasi public relations yang efektif, seperti program Corporate Social Responsibility (CSR), manajemen media, dan komunikasi persuasif melalui media sosial. Hambatan utama yang dihadapi dalam menjaga citra positif perusahaan meliputi keterbatasan infrastruktur pelabuhan dan isu lingkungan. Perusahaan berupaya mengatasi hambatan ini dengan melakukan investasi dalam pengembangan infrastruktur dan penerapan teknologi ramah lingkungan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori komunikasi dan praktik public relations, serta menjadi referensi bagi perusahaan lain dalam mengelola citra positif di mata publik.
ANALISIS PEMAKNAAN PEREMPUAN GENERASI Z TERHADAP KEKERASAN DALAM BERPACARAN: PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK Cindy Sinurat; Sunengsih D Simatupang
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perempuan Generasi Z memaknai kekerasan dalam hubungan berpacaran. Fenomena kekerasan dalam pacaran masih menjadi permasalahan yang sering terjadi pada perempuan muda, namun tidak semua bentuk kekerasan disadari sebagai perilaku yang berbahaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi transendental. Informan penelitian terdiri dari tujuh perempuan Generasi Z yang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik coding Corbin dan Strauss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Generasi Z memaknai pacaran sebagai hubungan yang didasarkan pada cinta, komitmen, komunikasi, dan rasa aman. Namun, sebagian informan masih memaknai perilaku posesif, kontrol, dan kecemburuan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang. Penelitian menemukan enam tema utama, yaitu pemaknaan tentang hubungan berpacaran, pembatasan dalam pacaran, pengalaman kekerasan dalam pacaran, alasan bertahan dalam hubungan yang mengandung kekerasan, kekerasan tidak selalu dimaknai sebagai kekerasan, serta kekerasan dimaknai sebagai kontrol, manipulasi, dan kepemilikan. Selain itu, korban cenderung bertahan karena cinta, harapan pasangan akan berubah, ketergantungan emosional, dan ketakutan kehilangan pasangan. Berdasarkan perspektif Interaksionisme Simbolik, pemaknaan terhadap kekerasan dalam pacaran terbentuk melalui proses interaksi sosial dan interpretasi simbol-simbol yang muncul dalam hubungan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa normalisasi terhadap perilaku posesif dan kontrol berpotensi membuat korban sulit mengenali kekerasan sejak tahap awal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi mengenai hubungan sehat dan kesadaran terhadap berbagai bentuk kekerasan dalam pacaran pada perempuan Generasi Z 
PERAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIUM JURNALISTIK ALTERNATIF DI KOTA MEDAN Topan Bilardo
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8879

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah praktik jurnalistik secara signifikan. Instagram tidak lagi sekadar platform berbagi foto, melainkan telah berkembang menjadi medium jurnalistik alternatif yang memungkinkan distribusi informasi secara cepat dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Instagram sebagai medium jurnalistik alternatif di Kota Medan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus terhadap akun Instagram berbasis informasi lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berfungsi sebagai ruang produksi berita berbasis visual, memperkuat praktik citizen journalism, serta meningkatkan partisipasi audiens. Namun demikian, tantangan berupa validitas informasi dan etika jurnalistik masih menjadi persoalan utama.
HUBUNGAN MOTION GRAPHIC SEBAGAI MEDIA PROMOSI @AGRISYMPHONY TERHADAP MINAT INTERAKSI FOLLOWERS INSTAGRAM Raffi Andhika; Wahyu Budi Priatna; Rici Tri Harpin Pranata; Sutisna Riyanto
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8103

Abstract

Penelitian ini berfokus pada hubungan antara penggunaan motion graphic sebagai media promosi dan minat interaksi dari followers Instagram di acara Agrisymphony. Dengan fokus pada integrasi media sosial sebagai promosi yang lebih efektif serta peran komunikator sosial yang lebih efektif bagi mahasiswa dan lembaga pendidikan, penelitian ini berangkat dari permasalahan yang ada. Motion graphic dengan gabungan visual, teks serta audio, serta pesan promosi yang ditata, menjadi lebih menarik. Penelitian ini berfokus pada pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan eksplanatif. Penelitian ini dibagi pada 121 responden secara online yang merupakan followers aktif dari akun @agrisymphony, dan dianalisis dengan program SPSS berbasiskan korelasi, interval validitas dan reliabilitas, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara penggunaan motion graphic dan minat interaksi followers dengan nilai korelasi 0,963 dan signifikansi < 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa kadar keterlibatan audiens pada media sosial berbanding lurus dengan efektivitas dan kreativitas motion graphic yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi visual yang ditawarkan dengan motion graphic mampu untuk meningkatkan promosi digital serta komunikasi antara penyelenggara acara dengan audiens.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP CITY BRANDING PALEMBANG MELALUI PEMANFAATAN IKON LOKAL (Studi pada Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah yang berasal dari luar Sumatera Selatan) Adi Dwi Putra; Eraskaita Ginting; M. Arif Setiawan
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang yang berasal dari luar Sumatera Selatan terhadap city branding Kota Palembang melalui pemanfaatan ikon lokal. Ikon seperti Jembatan Ampera, Sungai Musi, kuliner khas, dan warisan sejarah Palembang dipandang sebagai simbol penting dalam membentuk citra kota di mata mahasiswa pendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data utama. Analisis data mengacu pada teori City Branding Hexagon yang meliputi dimensi presence, place, potential, pulse, people, dan prerequisites. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap Palembang, terutama pada aspek presence dan place yang kuat melalui ikon-ikon lokal yang mudah dikenali. Namun, beberapa dimensi seperti potential dan prerequisites masih dianggap perlu ditingkatkan, khususnya terkait fasilitas dan peluang pengembangan diri bagi mahasiswa pendatang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ikon lokal berperan penting dalam membentuk persepsi mahasiswa terhadap city branding Palembang, meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek pelayanan dan pengelolaan kota agar citra yang terbentuk lebih menyeluruh.
PERAN KELURAHAN DALAM MENGATASI FENOMENA PORNOGRAFI ANAK MELALUI PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN RAJEG KABUPATEN TANGERANG Muhammad Zaki Andiva Kifli; Silfa Auliya Sintara; Dhea Anggun Aprilliana; Ghina Suci Nuramalia; Reva Helma Fitriana; Rendy Septian6
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8100

Abstract

Meningkatnya paparan konten pornografi pada anak-anak sekolah dasar melalui media digital telah menjadi isu kritis yang membutuhkan intervensi berbasis komunitas secara segera. Penelitian ini mengeksplorasi peran Perpustakaan Umum Rajeg, yang berlokasi di Kabupaten Tangerang, Indonesia, sebagai ruang edukatif yang aman untuk membantu memitigasi risiko paparan pornografi pada anak usia 6 hingga 12 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana perpustakaan komunitas dapat berfungsi sebagai agen perlindungan dan literasi di era digital. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala desa, kepala perpustakaan, dan anak-anak yang menjadi pengunjung rutin perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan berfungsi tidak hanya sebagai pusat membaca, tetapi juga sebagai tempat aman untuk literasi digital dan pengembangan karakter. Anak-anak menunjukkan peningkatan kebiasaan membaca, penurunan waktu layar, serta kesadaran yang lebih tinggi terhadap keamanan konten berani. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, relawan, pendidik, dan orang tua dalam membangun ekosistem literasi digital yang berkelanjutan dan ramah anak. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan komunitas perpustakaan sebagai pusat literasi digital dapat menjadi strategi praktis untuk melindungi anak dari paparan konten berani yang berbahaya. Model ini berpotensi direplikasi di daerah lain sebagai bagian dari kerangka kebijakan perlindungan anak dan pendidikan yang lebih luas.