cover
Contact Name
Nurul Khairani
Contact Email
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Phone
+6282175066648
Journal Mail Official
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Stikes Tri Mandiri Sakti Mail : Jalan Raya Hibrida No. 3, Sido Mulyo, Gading Cempaka, Sido Mulyo, Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38229 Telp :(0736) 25091 Fax (0736) 23703 email: jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sains Kesehatan
ISSN : 27236757     EISSN : 18298842     DOI : https://doi.org/10.37638/jsk.27.1.1-7
Core Subject : Health,
Jurnal Sains Kesehatan di terbitkan oleh STIKES TRI MANDIRI SAKTI. Terbitan Jurnal Sains Kesehatan Tiga (3) dalam setahun. Jurnal Sains Kesehatan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 31, No 3 (2024)" : 17 Documents clear
Manajemen Keperawatan pada Pasien dengan Kanker Paru Dextra: Sebuah Studi Kasus Menggunakan Adaptasi Model Roy Platini, Hesti; Rahmayani, Melly; Pratiwi, Sri Hartati
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.218-225

Abstract

Kanker paru primer adalah tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus. Kanker paru merupakan ancaman bagi penduduk di dunia. Kanker paru seringkali terlambat ditangani karena gejala dirasakan muncul setelah stadium lanjut.hingga muncul gejala yang menyerupai penyakit lain. Gejala yang dapat muncul dapat berupa batuk, nyeri, sesak, sesak semakin berat karena dapat muncul komplikasi efusi pleura. Kasus kanker paru ini menjadikannya penyakit yang menarik untuk disajikan sebagai kasus klinis dengan rencana model asuhan keperawatan. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mendeskripsikan dan intervensi berdasarkan model adaptasi Roy. Kasus: pasien laki-laki berusia 59 tahun dengan kanker paru dextra disertai komplikasi dan mengalami batuk berdarah, sesak dan nyeri. Rencana perawatan menerapkan model adaptasi Roy. Kebutuhan utama berdasarkan pendekatan adaptasi Roy yang ditemukan adalah oksigenasi (pola napas tidak efektif), sensasi (nyeri), kebutuhan akitivitas dan istirahat (intoleransi aktivitas) perlindungan (resiko infeksi), dan konsep diri (kecemasan). Metode penelitian yaitu studi kasus dengan asuhan keperawatan secara komprehensif melalui pendekatan adaptasi teori model Callista Roy. Pendekatan model adaptasi Roy berguna dalam kasus ini karena berfokus pada kemampuan adaptasi pasien yang sesuai untuk digunakan dalam manajemen pasien kanker paru disertai perawatan kolaboratif. Kata Kunci: callista roy, kanker paru, manajemen keperawatan, model adptasi
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita 24-59 Bulan Rozalina, Indah; Mardiyah, Sarah; Wandini, Kartika; Dwiyana, Parlin
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.122-134

Abstract

Stunting adalah masalah gizi kronis yang memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang mulai dari kesakitan hingga kematian, dan berdampak pada kerugian perekonomian negara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak 24-59 bulan di wilayah Kelurahan Sawangan Baru Kecamatan Sawangan Kota Depok tahun 2023. Rancangan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu cluster sampling dan consecutive sampling. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 128 balita. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian MP-ASI dan asupan protein dengan kejadian stunting (p-value 0,05). Namun tidak ada hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi, dan usia ibu saat hamil dengan stunting. Diharapkan kepada ibu hamil dan ibu balita dapat aktif datang ke posyandu dan mengikuti kegiatan-kegiatan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan mampu melakukan perubahan perilaku untuk mengoptimalkan status gizi balitanyaKata Kunci: ASI eksklusif, balita, MP-ASI, Stunting
Optimalisasi Penggunaan Tepung Kepala Ikan Lele (Clarias sp.) pada Pembuatan Crackers Sebagai Alternatif Kudapan Sehat Tinggi Kalsium Salsa, Kharisma; Dwiyana, Parlin; Salsabila, Dhea Marliana
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.174-184

Abstract

Tepung kepala ikan lele saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan pangan, padahal kandungan gizinya sangat baik yaitu protein, lemak, garam kalsium,dan fosfat. Tepung kepala ikan lele (TKIL) dalam berat yang sama memiliki kandungan kalsium yang lebih tinggi dibandingkan tepung badan ikan lele, bahkan empat kali lipat dari susu skim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi TKIL pada pembuatan produk crackers terhadap kandungan  kalsium, sifat organoleptik serta daya terimanya. Metode pada penelitian ini bersifat eksperimental dengan mengaplikasikan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan dua kali pengulangan. P1 (0% TKIL), P2 (20% TKIL), P3 (30% TKIL), P4 (40% TKIL). Hasil penelitian dengan produk terpilih yaitu P3 (70%:30%) didapatkan kenaikan kandungan kalsium dari 3801,74 mg/kg untuk crackers tanpa substitusi menjadi 3939,19 mg/kg pada crackers dengan substitusi. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin banyak penggunaan TKIL warna crackers menjadi semakin coklat, aroma yang dihasilkan semakin terasa amis dan tekstur menjadi agak renyah. Daya terima maksimal dari panelis pada penelitian ini adalah 30% TKIL. Takaran saji crackers sebanyak tiga keping dengan berat saji 20 gram dengan sumbangan kalsium terhadap AKG sebesar 65,99%. Disarankan untuk penelitian lanjutan adalah menganalisis kemasan dan daya simpan produk, menguji kandungan zat gizi mikro lainnya pada crackers terpilih, dan pengembangan produk untuk skala produksi.Kata Kunci: crackers, organoleptik, tepung kepala ikan lele
Manajemen Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis: Literature Review Pratiwi, Sri Hartati; Platini, Hesti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.226-235

Abstract

Fatigue merupakan salah satu gejala yang paling banyak dirasakan pasien hemodialisis. Fatigue dapat memperberat kondisi pasien, dan menurunkan kualitas hidup. Fatigue pada pasien hemodialisis harus dikurangi melalui berbagai intervensi. Tujuan studi literature  ini adalah untuk mengidentifikasi intervensi komplementer yang terbukti dapat menurunkan fatigue pada pasien hemodialisis. Literatur review ini menggunakan metoda scoping review dengan mencari literatur dari beberapa databased seperti Ebsco Host, Scopus, Science Direct, Sage Journals, Springer, dan Pubmed. Selain itu, pencarian literatur juga dilakukan dalam mesin pencari yaitu Google Scholar dengan menggunakan beberapa kata kunci pencarian yaitu “hemodialysis” OR “haemodialysis” OR “dialysis” AND “Complementary Intervention” AND “fatigue management” OR “energy concervation” OR “energy management” OR “managing fatigue”. Kriteria inklusi yang digunakan dalam literature review ini yaitu artikel terbit antara 2014-2024 (10 tahun terakhir), menggunakan metoda Randomized Controlled Trials (RCT), berbahasa Inggris. Untuk artikel dengan hasil tidak terbukti dapat menurunkan fatigue dieksklusi dari  review ini. Berdasarkan hasil pencarian  didapatkan 13 artikel yang membuktikan bahwa terapi akupresure, terapi pijat dengan menggunakan minyak zaitun, terapi recreasional, dan beberapa latihan fisik dapat menurunkan fatigue.  Kata Kunci: fatigue, hemodialisis, penyakit  ginjal  kronik, terapi komplementer
Reaksi Psikologis dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Rosdiana, Yanti; Hastutiningtyas, Wahidyanti Rahayu; Trishinta, Sirli Mardianna
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.135-143

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia dan 90-95% kasus disebabkan oleh hipertensi esensia. Angka kejadian hipertensi tertinggi terutama terjadi pada kelompok umur di atas 60 tahun, Adanya hipertensi ini menyebabkan lansia mengalami penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian mengetahui adanya hubungan reaksi psikologis lansia hipertensi dengan kualitas hidup  Metode desain penelitian dalam penelitian ini yaiti observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya dalam penelitian ini seluruh lansia yang ada di desa sumbersuko kecamatan sumberpang kidul dengan sampel  sebanyak 56 lansia. Pengumpulan data menggunakan kuesionare WHOQOL-BREF untuk Quality Of life dan DASS untuk mengukur reaksi psikologis. Analisis dalam penelitian ini menggunakan univarian dan bivariant menggunakan uji spearman Rank Hasil Analisis univariat menunjukkan respon psikososial responden terhadap kecemasan termasuk kategori sedang, depresi termasuk kategori berat, dan stres termasuk kategori sedang. Dari hasil analisis bivariat diperoleh nilai p pada uji spearman rank sebesar 0,000 sehingga terdapat hubungan. Diharapkan adanya jadwal untuk mengontrol tekanan darah lansia agar dapat mencegah adanya reaksi psikologis pada lansia.Kata Kunci: hipertensi, kualitas hidup, lansia, reaksi psikososial 
Persepsi Masyarakat Awam Terhadap Pencegahan dan Penanganan Penyakit Kronis di Daerah Cipete Selatan Farhanida, Farhanida; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.185-196

Abstract

Penyakit kronis merupakan penyakit tidak menular  yang menurunkan kondisi penderitanya secara bertahap dalam jangka waktu yang lama atau menahun dan umumnya mengindikasikan para pengidapnya menderita penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami persepsi masyarakat awam di Cipete Selatan terhadap pencegahan dan penanganan penyakit kronis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan 5 informan utama, 2 informan kunci, dan 1 informan pendukung yang merupakan perwakilan dari 7 RW di daerah Cipete Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan  wawancara mendalam dan observasi. Data dianalisis  menggunakan teori Health Belief Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap penyakit kronis terbentuk dari pengalaman diri sendiri, riwayat penyakit keluarga serta informasi dari lingkungan sekitar. Pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang atau masyarakat didasarkan atau didorong oleh adanya persepsi kerentanan, keparahan, dan manfaat yang dirasakan. Hal tersebut memotivasi masyarakat dalam pengambilan keputusan untuk merubah hidup menjadi lebih sehat lagi. Masyarakat masih merasakan terdapat hambatan karena masih kurangnya sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan penyakit kronis. Rekomendasi untuk pemegang kepentingan dan tenaga kesehatan di daerah Cipete Selatan yaitu mengadakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat lebih peduli dengan kesehatannya sendiri dan dapat melakukan pencegaham dan penanganan penyakir kronis sedini mungkin.Kata Kunci: penyakit kronis, pencegahan penyakit, persepsi 
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Bayi Usia 1-12 Bulan Mutiara, Violita Siska; Ratnasari, Dewi; Kristianingsih, Ani; Sukarni, Sukarni; Rahmawati, Ida; Dewi, Vivian Nanny Lia
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.144-152

Abstract

Masa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi adalah tidur dan istirahat. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tidur adalah dengan pijat bayi. Pijat pada bayi akan memberikan rangsangan pada tubuh secara berkelanjutan, memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur di Wilayah Kerja Puskesmas Dwikora Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian pre experiment designs (pra esksperimen) dengan pendekatan one group pretest posttest.  Populasi dalam penelitian ini adalah bayi 1-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Dwikora Jaya Tulang Bawang Barat sebanyak 51 responden dengan sampel yang digunakan sebanyak 15 responden menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis secara univariat dan bivariat (uji wilcoxon). Hasil penelitian menunjukan rata-rata kualitas tidur bayi sebelum diberikan pijat adalah 40,9 dan sesudah diberikan pijat adalah 77,1. Terdapat pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan kualias tidur di Wilayah kerja Puskesmas Dwikora Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat. Saran bagi tenaga kesehatan perlu mengembangkan promosi dan edukasi tentang pijat bayi kepada masyarakat khususnya orangtua yang memiliki bayi agar kualitas tidur bayi dapat terjaga dengan baik.Kata Kunci: bayi, kualitas tidur, pijat bayi 
Konsep Analisis Home-Based Palliative Care di Kawasan Asia Tenggara: Scoping Review Sutrisna, Marlin; Utama, Tuti Anggriani; Hasymi, Yusran; Husni, Husni; Novitasari, Lia; Asmariyah, Asmariyah; Auranissa, Dhea
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.197-207

Abstract

Layanan paliatif merupakan pendekatan holistik dalam peningkatan kualitas hidup pasien dan keluarga. Pemahaman yang baik dari tenaga kesehatan sangat penting dalam implementasi layanan paliatif pada pasien yang dirawat dirumah sakit maupun dirumah. Meskipun layanan paliatif berdampak positif bagi kualitas hidup pasien, namun situasi saat ini layanan paliatif belum dapat dirasakan oleh pasien yang membutuhkan layanan paliatif. Akibatnya sebagian besar pasien menjalani hidup tanpa layanan paliatif dirumah.. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan konsep analysis perawatan paliatif dirumah. Tinjauan Pustaka, menetapkan peneliti. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu, artikel ilmiah berbahasa Inggris yang dipublikasikan pada basis data terpilih dalam rentang waktu publikasi 2015 hingga 2024, dapat diakses secara penuh, dengan populasi target adalah pasien Palliative Care. Kriteria eksklusinya adalah artikel ilmiah dalam bentuk buku, hasil seminar, tesis, maupun abstrak konferensi. Pencarian artikel dilakukan pada Januari 2024 menggunakan enam basis data elektronik yaitu BioMed Central, Clinical Key, EBSCOhost, Google Scholar, PubMed, dan Sage Journals dengan memasukkan kata kunci (Palliative Patient OR Outpatient) AND (Home-Based AND Palliative Care OR Palliative Treatment OR Palliative Therapy OR Hospice Care) AND (Concept OR Concept Analysis) AND (Nursing) AND (Asia OR Asian). Hasil penelusuran pada basis data tahun 2015-2024, didapatkan sebanyak sebanyak 3.215 artikel dan hasil akhir skrining isi didapatkan 7 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian.  Selain itu peneliti mendeskripsikan anteseden, atribut, konsekuensi dalam layanan perawatan paliatif dirumah. Konsep Home-Based Palliative Care (HBPC) dikaitkan dengan kriteria pasien yang menerima pelayanan, tim pemberi pelayanan, dan layanan-layanan yang diberikan.Kata Kunci: Asia, analisis konseptual, perawatan di rumah, perawatan paliatif  
Progressive Muscle Relaxation (PMR) dan Range Of Motion (ROM) untuk Meningkatkan Nilai Lower Extremity Functional Scale (LEFS) pada Pasien Post Operasi Fraktur Ekstremitas Bawah di RSUD Jombang Prawito, Prawito; Nur A, Aditiya; Zihni Z, Eliza
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.153-161

Abstract

Pasien post operasi fraktur sering kali mengalami ketakutan akan bergerak. Hal ini mengakibatkan penurunan kondisi dan penurunan fungsi. Fase rehabilitasi pada fraktur ekstremitas bawah harus diikuti dengan proggram latihan yang efektif agar pasien dapat kembali pulih seperti sediakala. Tujuan dari penelitian mengetahui pengaruh penerapan teknik Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap peningkatan nilai Lower Extremity Functional Scale  (LEFS) pada penderita fraktur ekstremitas bawah paska operasi di Poli bedah RSUD Jombang. Design penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan di Poli Bedah ortopedi RSUD Jombang. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita fraktur ekstremitas bawah paska operasi yang melakukan pengobatan di Poli Ortopedi RSUD Jombang yaitu 46 Pasien (laki-laki 23 dan Perempuan 11 orang) di bulan Juli 2024. Teknik sampling yang digunakan adalah Consecutive sampling sesuai dengan kriteria insklusi dan eksklusi. Jumlah sampel penelitian sejumlah 34 Pasien. Respondent dilakukan pengukuran LEFS Pretest. Intervensi penelitian yaitu terapi menggunakan terapi relaksasi otot progresive dan ROM pada pertemuan yang berbeda. Peningkatan nilai LEFS akan diamati diawal dan akhir penelitian. Hasil pengukuran LEFS kategori rendah sebanyak 47% sebelum dan menjadi 26% Setelah Intervensi penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon signed rank test dengan nilai p=0,002. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh penerapan teknik progresive musclce relaxation (PMR) terhadap peningkatan LEFS. Penerapan teknik otot progressive dan ROM dapat meningkatkan skala fungsional ekstremitas bawah yang menunjukkan semakin mandiri pasien beraktifitas.Penderita fraktur ekstremitas harus terhindar dari kinesphobia (takut Bergerak) kondisi rileks dan siap melakukan Latihan menjadi kunci keberhasilan fase rehabilitasi.  Kata Kunci: ekstremitas bawah., latihan rentang gerak, relaksasi otot progresive, skala fungsional
Pengaruh Distraksi Musik pada Orang dengan Halusinasi: Literature Review Maulana, Indra; Platini, Hesti; Shalahuddin, Iwan
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.208-217

Abstract

Halusinasi merupakan gangguan persepsi sensorik yang terjadi tanpa adanya stimulus nyata dari kelima indra, sering kali membuat penderitanya sulit membedakan antara realitas dan halusinasi. Jika tidak ditangani, halusinasi dapat berdampak buruk pada kualitas hidup individu. Selain terapi farmakologi, terapi non-farmakologi seperti terapi musik telah digunakan untuk membantu mengontrol halusinasi. Terapi musik diketahui dapat merangsang kinerja otak dan mengalihkan perhatian dari stimulus halusinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi musik dalam mengurangi gejala halusinasi, khususnya halusinasi auditorik, Tinjauan literatur dilakukan dengan pendekatan sistematik menggunakan kriteria inklusi berdasarkan format PICO. Artikel dicari melalui database Google Scholar, PubMed, dan EBSCO, dengan tahun terbit 2013-2023 dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Jenis musik yang digunakan dalam intervensi meliputi musik relaksasi dan instrumental tanpa lirik. Dari enam artikel yang dianalisis, hasil menunjukkan bahwa terapi musik dengan intervensi berkelanjutan secara signifikan efektif dalam mengurangi intensitas dan frekuensi halusinasi auditorik. Musik bekerja dengan mengalihkan perhatian pasien dari stimulus halusinasi serta merangsang area otak yang berkaitan dengan pengaturan emosi. Terapi musik memiliki potensi sebagai intervensi tambahan non-farmakologi untuk mengontrol gejala halusinasi, khususnya halusinasi auditorik. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi efektivitas terapi ini pada populasi yang lebih beragam dan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja yang lebih rinci.Kata Kunci: distraksi, musik, halusinasi

Page 1 of 2 | Total Record : 17