cover
Contact Name
Nurul Khairani
Contact Email
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Phone
+6282175066648
Journal Mail Official
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Stikes Tri Mandiri Sakti Mail : Jalan Raya Hibrida No. 3, Sido Mulyo, Gading Cempaka, Sido Mulyo, Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38229 Telp :(0736) 25091 Fax (0736) 23703 email: jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sains Kesehatan
ISSN : 27236757     EISSN : 18298842     DOI : https://doi.org/10.37638/jsk.27.1.1-7
Core Subject : Health,
Jurnal Sains Kesehatan di terbitkan oleh STIKES TRI MANDIRI SAKTI. Terbitan Jurnal Sains Kesehatan Tiga (3) dalam setahun. Jurnal Sains Kesehatan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 32, No 3 (2025)" : 9 Documents clear
Gambaran Jenis Online Food Dan Status Gizi Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu Cahyani, Debby; Jumiyati, Jumiyati; Rizal, Ahmad
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.303-310

Abstract

Status gizi dipengaruhi oleh keseimbangan antara asupan dan kebutuhan nutrisi yang bervariasi pada setiap individu tergantung pada usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan metode sederhana yang digunakan untuk memantau status gizi orang dewasa, terutama dalam kaitannya dengan berat badan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis makanan online dan status gizi di kalangan mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kota Bengkulu pada Tahun 2024. Sampel yang digunakan  dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat 2 Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu, jumlah sample 61 responden dengan Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data primer mencakup identitas responden dan jenis makanan online yang sering dikonsumsi, dikumpulkan menggunakan FFQ. Status gizi diukur melalui tinggi badan menggunakan mikrotois dan berat badan dengan timbangan injak. Hasil analisis univariat menunjukkan dari 61 responden, mie ayam adalah makanan online yang paling sering dikonsumsi (20,50%), dan jus buah adalah minuman yang paling sering dikonsumsi (20,57%). Status gizi responden: 13,1% berat badan kurang, 57,4% normal, 18% berisiko obesitas, 8,8% obesitas tingkat I, dan 1,6% obesitas tingkat II. Saran mahasiwa memperhatikan frekuensi, porsi, dan jenis makanan agar tidak menimbulkan dampak negatif pada status gizi.Kata Kunci: jenis online food, mahasiswa, status gizi 
Gambaran Kebiasaan Membaca Label Gizi pada Makanan Kemasan pada Mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Bengkulu Balqis, Anisa; Jumiyati, Jumiyati; Wahyu W, Tetes
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.311-318

Abstract

Kurangnya kebiasaan dalam membaca label informasi nilai gizi dapat menyebabkan ketidakseimbangan  asupan  gizi  seperti  lemak,  gula,  dan  garam  apabila  terjadi  dalam  jangka  panjang  akan  menimbulkan dampak negatif kesehatan seperti penyakit diabetes, hipertensi, dan penyakit.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan membaca label gizi di kemasan makanan pada mahasiswa tingkat 1 di poltekkes kemenkes bengkulu. Desain cross sectional, teknik pengambilan sampel secara simple  random sampling. Penelitian dilaksanakan bulan Mei-Juni 2025, sampel 63 responden, instrumen pengumpulan kuesioner. Data dianalisis secara unnivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 63 responden, sebagian besar dari responden dikategorikaan dengaan kebiasaan membaca label gizi dalam kategori rendah yaitu sebanyak 40 orang (63,5%), hampir sebagian dari responden berusia 19 tahun (46%), hampir seluruh responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 58 orang (92,1%), sebagian besar dari responden berjenis kelamin perempuan (92,1%). Kebiasaan membaca label gizi pada kemasan makanan pada mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Bengkulu menunjukan sebagian besar dari responden dikategorikan rendah. Diharapkan kepada mahasiswa untuk dapat meningkatkan kebiasaan membaca label gizi sebelum membeli makanan kemasan, terutama informasi penting seperti kalori, gula, lemak jenuh, natrium dan komposisi bahan dan pihak kampus menyediakan program edukasi gizi berkala, seperti kuliah umum Kata Kunci: kebiasaan membaca label gizi, makanan kemasan, remaja
Evaluasi Penerapan GMP serta Identifikasi Cemaran Mikrobiologi pada Jajanan di Sekolah Wilayah Jakarta Timur Dwiyana, Parlin; Salsabila, Dhea Marliana; Athennia, Armita
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.319-328

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh kontaminasi makanan oleh bakteri patogen. Jajanan menjadi makanan yang mudah ditemui di sekolah tetapi kebersihan dan keamanannya belum terstandar karena tidak memperhatikan penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan GMP dan mengidentifikasi cemaran mikrobiologi pada jajanan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan melakukan evaluasi penerapan GMP pada pedagang terpilih di Sekolah Wilayah Jakarta Timur yang dilanjutkan dengan identifikasi cemaran mikrobiologi. Hasil penerapan GMP menunjukan tidak terpenuhinya persyaratan dengan skor total inspeksi sebesar 48,9 hingga 71,8. Hasil identifikasi cemaran Salmonella pada semua jajanan menunjukkan hasil negatif/25 g sesuai dengan standar BPOM, sedangkan hasil identifikasi cemaran E. coli pada beberapa pedagang menunjukkan adanya bakteri dengan hasil sebesar 0,36 koloni/g dan 0,30 koloni/g. Penerapan GMP yang tidak memenuhi persyaratan dan teridentifikasinya cemaran mikrobiologi pada jajanan dapat berkaitan dengan kejadian penyakit infeksi. Jenis cemaran bakteri aerobik dapat diidentifikasi pada penelitian selanjutnya.Kata Kunci: cemaran, gmp, jajanan, mikrobiologi, penyakit infeksi
Pengaruh Penyuluhan Menggunakan Media Leaflet terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kesiapsiagaan Bencana Banjir Mutiara, Violita Siska; Anggraini, Heni; Mamora, Iing; Rahmawati, Ida; Meirika, Viola; Nurpitriani, Maya
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.348-356

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di Indonesia dan berdampak besar pada kelompok masyarakat yang rentan, terutama ibu hamil. Kurangnya pemahaman terkait kesiapsiagaan bencana berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir di wilayah kerja Puskesmas Benakat Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain one group pretest–posttest, melibatkan 32 ibu hamil yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan media leaflet, sedangkan pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 7,53 sebelum penyuluhan menjadi 8,22 setelah penyuluhan dengan p-value=0,017, yang menandakan adanya pengaruh signifikan penyuluhan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan kepada pihak Puskesmas agar dapat memberikan sosialisasi dan edukasi secara rutin kepada ibu hamil tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir.Kata Kunci: kesiapsiagaan, media leaflet, pengetahuan, penyuluhan
Inovasi Media Ludo Cedera Muskuloskeletal (LUCAS): Strategi Edukatif untuk Meningkatkan Keterampilan Pertolongan Pertama Putri, Tasya Dwi Aulia; Nastiti, Eky Madyaning
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.357-363

Abstract

Cedera muskuloskeletal sering dialami anak usia sekolah dan dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas belajar. Di Indonesia banyak kasus terjadi di lingkungan sekolah. Anak di area sekolah pedesaan seringkali kurang mendapatkan pengawasan dan fasilitas yang minim mengakibatkan rentan untuk mengalami cedera seperti terkilir. SMPN 1 Kalisat merupakan salah satu sekokah yang berada di daerah pedesaan yang memiliki kelompok penanagan cedera  yang disebut Kelompok Sigap Cedera, namun kemampuannya perlu terus dioptimalkan. Maka dari itu diperlukan inovasi dalam pemberian edukasi pertolongan pertama cedera muskuloskeletal bagi mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh LUCAS yaitu permainan ludo yang memuat skenario penanganan cedera muskuloskeletal dengan metode R.I.C.E untuk meningkatkan pemahaman secara praktis dibandingkan dengan  metode simulasi. Penelitian ini merupakan jenis quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik total sampling, melibatkan 32 siswa dari kelompok sigap yang terbagi merata menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Uji statisik menggunakan independent t – test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata keterampilan antara kelompok simulasi dan LUCAS (p = 0,029) dengan selisih rata-rata keterampilan yang pada kelompok LUCAS lebih tinggi (16,250). Kesimpulan: terdapat perbedaan keterampilan siswa dalam pertolongan pertama cedera muskuloskeletal dengan menggunakan metode simulasi dan metode permainan LUCAS. LUCAS menjadi inovasi edukasi dalam bentuk permainan sebab memberikan pengalaman belajar yang konkret sehingga mampu meningkatkan perhatian, mendukung berbagai gaya belajar, baik visual maupun auditori untuk perbaikan keterampilan pertolongan pertama cedera muskuloskeletal.Kata Kunci: cedera muskuloskeletal, keterampilan, permainan ludo, simulasi
Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi di Indonesia : Literature Review Yusniawati, Yustina Ni Putu; Lewar, Emanuel Ileatan; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Parwati, Putu Atika; Devi, Ni Luh Putu Lusiana; Maharyawan, I Wayan Agus; Dewi, Ni Nyoman Ari Kundari; Tripayana, I Nyoman; Suyasa, Agus Baratha; Sukmawati, Ni Wayan Eni; Putri, I Gusti Ayu Nandita Arta; Karisma, Putu Ayu; Juniawan, Putu Denny
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.364-373

Abstract

Kesiapsiagaan merupakan suatu proses menyiapkan masyarakat untuk siap baik secara pengetahuan, sikap, dan sarana prasarana terutama pada daerah daerah yang memiliki resiko jiwa terhadap bencana gempa bumi. Saat ini pemahaman masyarakat terkait kesiapsiagaan tergolong masih kurang dan sarana prasaranan dalam melakukan tatalaksana gempa bumi juga masih belum maksimal. Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut dalam melihat bagaimana kesiapsiagaan masyarakat Indonesia terhadap kejadian gempa bumi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana literatur tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghdapi bencana gempa bumi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur (literature review) yaitu google scolar. Artikel yang diperoleh dipilih berdasarkan publikasi yang diterbitkan antara tahun 2020–2025. Berdasarkan hasil tinjauan sistematis terhadap 9 artikel penelitian, diketahui bahwa kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi secara umum berada pada tingkat cukup hingga tinggi, khususnya pada daerah-daerah yang sudah mendapatkan sosialisasi, edukasi, dan simulasi bencana. Pelatihan, penyuluhan, dan pendekatan berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat. Namun, masih terdapat wilayah tertentu yang memiliki tingkat kesiapsiagaan rendah akibat kurangnya pemahaman terhadap risiko dan ketergantungan terhadap mitos lokal yang tidak ilmiah. Faktor lain seperti resiliensi komunitas juga berpengaruh signifikan terhadap kesiapsiagaan masyarakat. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana gempa bumi bervariasi, dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sosialisasi, sarana prasarana, kearifan lokal, dan resiliensi komunitas. Upaya edukasi dan simulasi secara berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat secara merata di seluruh wilayah.Kata Kunci: bencana, gempa bumi, kesiapsiagaan, masyarakat, mitigasi
Dukungan Perawat untuk Gejala Pasien Kanker dan Beban Pengasuh: Sebuah Scoping Review Platini, Hesti; Pebrianti, Sandra; Nugraha, Bambang Aditya; Purnama, Martia Dewi; Budhiaji, Purbayanty
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.329-336

Abstract

Pasien kanker umumnya mengalami gejala multidimensi termasuk nyeri, kelelahan, mual, dispnea, kecemasan, dan depresi. Pada saat yang sama, pengasuh informal menghadapi beban fisik, emosional, sosial, dan ekonomi akibat tanggung jawab pengasuhan.. Perawat memainkan peran penting dalam manajemen gejala dan dalam mendukung pengasuh di sepanjang perjalanan perawatan kanker. Tujuan Scoping review ini untuk memetakan bukti yang ada mengenai dukungan keperawatan untuk manajemen gejala pada pasien kanker dan menjelaskan bagaimana intervensi tersebut memengaruhi beban pengasuh. Desain penelitian ini yaitu scoping review. dilakukan menggunakan kerangka kerja Arksey dan O’Malley. Studi diidentifikasi dari basis data utama dan disintesis menggunakan analisis tematik. Pencarian artikel menggunakan empat basis data yaitu EBSCO, science direct, Scopus dan mesin pencari Google Scholar. Hasil: Lima tema utama muncul: (1) asesmen gejala yang dipimpin perawat dan intervensi klinis; (2) dukungan psikososial dan emosional; (3) edukasi pasien dan pengasuh untuk manajemen diri; (4) intervensi keperawatan khusus pengasuh; dan (5) dukungan keperawatan berbasis digital dan telehealth. Bukti menunjukkan bahwa intervensi keperawatan dapat secara efektif mengurangi keparahan gejala pada pasien kanker dan secara substansial meringankan beban pengasuh.Kata Kunci: beban, kanker, dukungan, pengasuh, perawat
Pengaruh Pemberian Edukasi Melalui Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja tentang Merokok Suryani, Suryani; Fahira, Rara; Khairani, Nurul
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.374-380

Abstract

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun  2023 juga mencatat kelompok usia 15-19 tahun merupakan kelompok perokok terbanyak (56,5%). Rokok merupakan penyebab prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) yang tinggi. Merokok pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat, sehingga diperlukan upaya pencegahan dengan menggunakan media edukasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi melalui media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang merokok di SMKN 2 Kota Bengkulu. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan metode one group pre-test post-test design. Sampel penelitian terdiri dari 50 siswa kelas X, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi edukasi media leaflet. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan remaja tentang merokok setelah diberikan edukasi melalui media leaflet. Nilai rata-rata pengetahuan pada pre-test adalah 5,41, sedangkan pada post-test meningkat menjadi 7,30. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,00, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Edukasi melalui media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang merokok. Berdasarkan hasil ini, diharapkan penggunaan leaflet dapat terus diterapkan sebagai media edukasi kesehatan yang efektif di lingkungan sekolah untuk menurunkan prevalensi merokok di kalangan remaja. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar dalam mengembangkan program pencegahan merokok di kalangan pelajar.Kata Kunci:  media leaflet, merokok, pengetahuan, remaja
Analisis Pengetahuan dan Sikap Sebagai Determinan Kepatuhan Personal Protective Equipment (PPE) pada Pekerja Industri Semen Aprianti, Rina; Rusadi, Pramita; S. Effendi, S. Effendi; Sanisahhuri, Sanisahhuri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.337-347

Abstract

Kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan upaya preventif krusial dalam menekan angka kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK), terutama pada industri semen yang memiliki risiko paparan debu silika dan bahaya fisik tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap pekerja dengan kepatuhan penggunaan APD di PT. Semen Indogreen Sentosa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh tenaga kerja bagian produksi di PT. Semen Indogreen Sentosa, dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitasnya serta lembar observasi langsung untuk menilai kepatuhan di lapangan. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square untuk menguji signifikansi hubungan antar variabel. Hasil penelitian secara univariat menunjukkan bahwa dari 53 responden, sebanyak 35 orang (66,0%) masuk dalam kategori tidak patuh dalam penggunaan APD lengkap. Hasil analisis juga menunjukkan 41,5% responden memiliki pengetahuan kategori kurang dan 58,5% responden memiliki sikap tidak mendukung (unfavorable). Hasil uji bivariat membuktikan bahwa pengetahuan dan sikap memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan penggunaan APD pada pekerja. Secara statistik, pengetahuan menunjukkan pengaruh yang lebih kuat (p=0,001; C=0,450) dibandingkan faktor sikap (p=0,012; C=0,327). Sebagai langkah strategis, perusahaan perlu meningkatkan literasi keselamatan melalui sosialisasi dan pelatihan K3 secara berkala. Selain itu, optimalisasi fasilitas APD yang ergonomis, penguatan pengawasan, serta pemberian reward menjadi kunci utama untuk menginternalisasi perilaku patuh demi mewujudkan budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.Kata kunci: APD, kepatuhan, pekerja, pengetahuan, sikap

Page 1 of 1 | Total Record : 9