cover
Contact Name
Partini
Contact Email
partiniprasetia2@gmail.com
Phone
+6281378522370
Journal Mail Official
unisiagribisnis@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri Jl. Provinsi Parit 1, Tembilahan Hulu Indragiri Hilir, Riau
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Agribisnis
ISSN : 23015330     EISSN : 2598733x     DOI : https://doi.org/10.32520/agribisnis
Jurnal Agribisnis fokus mempublikasikan artikel artikel dalam bidang ilmu sosial ekonomi pertanian yang meliputi agribisnis mulai dari pengadaan sarana produksi, usahatani, agroindustri, pemasaran dan sarana penunjang termasuk sektor kelembagaan Agribisnis, serta penyuluhan pertanian, perencanaan pembangunan wilayah pertanian, pemberdayaan masyarakat petani dan kebijakan pembangunan pertanian . Scope/Ruang lingkup kajian jurnal Agribisnis mencakup hasil penelitian atau artikel review yang berkaitan dengan pertanian mulai dari hulu sampai hilir serta seluruh sektor pendukungnya.
Articles 138 Documents
MITIGASI RISIKO MANAJEMEN RANTAI PASOKAN ONCOM DI PABRIK ONCOM BU NANA CIBINONG, KABUPATEN BOGOR Angelica Elizabeth Sinaga; Alifa Ilmalana Al Ghifari; Athahilda Salsabila Hidayat; Hanni Rizky Osseani Setiawan; Nayla Hasnah Khalisha; Khoirul Aziz Husyairi
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Agribisnis Volume 13 No 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v13i2.3752

Abstract

Manajemen risiko dalam rantai pasok produk pangan memainkan peran penting dalam menjaga kualitas dan kontinuitas produk, terutama pada produksi oncom. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang dihadapi dalam rantai pasok oncom serta mengusulkan strategi mitigasi yang efektif untuk mengatasi risiko tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling, yang melibatkan partisipan kunci dari berbagai tahapan rantai pasok, mulai dari pemasok bahan baku hingga konsumen akhir. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa risiko utama dalam rantai pasok oncom meliputi ketidakstabilan pasokan bahan baku, gangguan produksi, serta fluktuasi permintaan pasar. Untuk mengatasi risiko ini, strategi mitigasi yang diusulkan mencakup diversifikasi sumber bahan baku, peningkatan efisiensi proses produksi, serta penerapan teknologi informasi untuk memantau permintaan pasar secara real-time. Implementasi strategi ini diharapkan dapat menciptakan rantai pasok yang lebih stabil dan efisien, serta meningkatkan daya saing produk oncom di pasar. Risk management in the food product supply chain plays an important role in maintaining product quality and continuity, especially in oncom production. This study aims to identify the risks faced in the oncom supply chain and propose effective mitigation strategies to overcome these risks. The method used in this study is a qualitative approach with a purposive sampling technique, involving key participants from various stages of the supply chain, from raw material suppliers to end consumers. The results of the study revealed that the main risks in the oncom supply chain include instability of raw material supply, production disruptions, and fluctuations in market demand. To overcome these risks, the proposed mitigation strategies include diversifying raw material sources, increasing production process efficiency, and implementing information technology to monitor market demand in real time. The implementation of this strategy is expected to create a more stable and efficient supply chain, as well as increase the competitiveness of oncom products in the market.
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Penggilingan Padi Berjalan di Desa Sidobinangun Kecamatan Tanalili Kabupaten Luwu Utara Rusman, Nur Aisyah; Muh. Arifin Fattah; Rasdiana Mudatsir
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.3269

Abstract

Usaha penggilingan padi berjalan memberikan kemudahan bagi petani karena tidak perlu membawa padi ke lokasi penggilingan yang jauh, sehingga menghemat waktu dan biaya transportasi. Akan tetapi, terdapat beberapa permasalahan dalam usaha penggilingan padi yaitu memerlukan investasi besar untuk membeli mesin penggilingan dan kendaraan, memerlukan perawatan rutin dan dapat menghadapi kerusakan yang mempengaruhi operasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan financial usaha penggilingan padi berjalan di Desa Sidobinangun Kecamatan Tanah Lili Kabupaten Luwu Utara. Hasil penelitian diperoleh total rata-rata biaya variabel dan tetap yang dikeluarkan oleh setiap pemiliik usaha penggilingan padi berjalan adalah sebesar Rp.61.166.611/Tahun. Total penerimaan beras dan bekatul rata-rata adalah sebesar Rp.94.069.111/Tahun. Penerimaan tersebut terdiri dari hasil penjualan beras sebesar Rp.86.974.444/Tahun dengan rata-rata produksi sebesar Rp.8.697. Kemudian rata-rata hasil penjualan bekatul adalah sebesar Rp.7.094.667/Tahun dengan rata-rata produksi bekatul sebesar Rp.1.182/Tahun. Total ratarata pendapatan yang diperoleh oleh setiap pemilik usaha penggilingan padi adalah sebesar Rp.32.902.500. Hasil analisis kelayakan adalah pada usaha penggilingan padi diperoleh bahwa nilai R/C ratio adalah 1.54. Berdasarkan kriteria kelayakan usaha penggilingan padi keliling dengan perhitungan R/C > 1 maka usaha penggilingan padi layak untuk semua di usahakan. Running a rice mill provides convenience for farmers as there is no need to carry paddy to distant milling locations, thus saving time and transportation costs. However, there are several problems in the rice milling business, namely requiring large investments to buy milling machines and vehicles, requiring regular maintenance and can face damage that affects operations. The purpose of the study was to analyze the income and financial feasibility of the rice milling business in Sidobinangun Village, Tanah Lili District, North Luwu Regency. The results obtained the average total variable and fixed costs incurred by each owner of the rice milling business running is Rp.61,166,611 / year. The total revenue of rice and rice bran on average is Rp.94,069,111/year. The revenue consists of rice sales of Rp.86,974,444/year with an average production of Rp.8,697. Then the average sales of rice bran is Rp.7,094,667/year with an average production of rice bran of Rp.1,182/year. The total average income earned by each rice milling business owner is Rp.32,902,500. The results of the feasibility analysis are on the rice milling business obtained that the R / C ratio value is 1.54. Based on the criteria for the feasibility of a mobile rice milling business with the calculation of R / C> 1 then the rice milling business is feasible for all in business.
Analisis Kelayakan Usahatani Bawang Merah (Studi Kasus Petani Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk) Krismiratsih, Fitri; Fibriani, Suwinda
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.3667

Abstract

Kegiatan budidaya tanaman bawang merah merupakan salah satu usaha yang banyak dilakukan oleh petani di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Hal ini dikarenakan bawang merah merupakan salah satukomoditas yang secara ekonomis memberikan keuntungan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui kelayakan usaha di tingkat petani dengan melihat nilai R/C. Penelitian dilakukan di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk dalam waktu 2 bulan, yakni Oktober sampai dengan November 2022 dengan jumlah responden sebanyak 30 petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan dekriptif dan pengambilan data dilakukan menggunakan purposive sampling. Alat analisis menggunakan perhitungan penerimaan, keuntungan, dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya petani bawang merah sebesar Rp23.568.610,33; rata-rata penerimaan petani dengan produksi mencapai 2.770 Kg sebesar Rp33.240.000,00; dan keuntungan petani sebesar Rp9.671.389,33. Hasil perhitungan rata-rata R/C petani bawang merah ialah 1,4. Usaha budidaya bawang merah dinilai layak dan menguntungkan untuk dijalankan dalam usaha tani di Kabupaten Nganjuk Shallot cultivation is one of the many business carried out by Farmers in Rejoso District, Nganjuk Regency. Because shallots is one of the commodities that economical profitable. The purpose of this research was to know R/C analysis in onion farmer’s onion. It was in Rejoso Nganjuk Regency. It done among 2 month, October until November 2022. It needed 30 farmers. Method used descriptive and It used purposive sampling. Analysis that was used to counting of appropriateness was income, profit and R/C ratio. The result showed average of production Rp23.568.610,33; production onion 2.770 Kg, average total income Rp33.240.000,00; and the profit as Rp9.671.389,33. R/C of this research was 1,4. Business of onion has a good value of R/C
Ketahanan Pangan Pada Masyarakat Petani Padi di Desa Karya Sakti Kecamatan Abung Surakarta Kabupaten Lampung Utara Dewi Ayu Hidayati; Ifaty Fadliana Sari; Yuni Ratnasari; Anita Damayantie
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4119

Abstract

Tanaman pangan padi merupakan salah satu potensi paling besar di Desa Karya Sakti Kecamatan Abung Surakarta Kabupaten Lampung Utara dimana desa ini hampir surplus hasil panen padi setiap tahunnya Namun faktanya, walaupun potensi padi berlimpah namun ketahanan pangannya masih rendah. Ada beberapa aspek permasalahan strategis dalam membangun ketahanan pangan yaitu produksi yang berkaitan dengan ketersediaan pangan, distribusi yang berkaitan dengan keterjangkauan pangan serta konsumsi yang berkaitan dengan pemanfaatan pangan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimanakah ketahanan pangan masyarakat petani padi di Desa Karya Sakti Kecamatan Abung Surakarta Kabupaten Lampung Utara dilihat dari produksi, distribusi dan konsumsi. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Analisis Data dengan melakukan reduksi, penyajian data dan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data dengan melakukan triangulasi sumber, teknik/metode dan waktu.Jumlah informan sebanyak 6 orang petani padi yang penentuannya dilakukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun produksi padi besar tetapi ketahanan pangan baik produksi (ketersediaan pangan), distribusi (keterjangkauan pangan) dan konsumsi (pemanfaatan pangan) rendah. Hal tersebut disebabkan karena ada beberapa kendala yang dialami yaitu fasilitas pengolahan hasil panen yang belum memadai, ketergantungan pada tengkulak, pinjaman modal ke bank dan kemiskinan. Rice food crops are one of the greatest potentials in Karya Sakti Village, Abung District, Surakarta, North Lampung Regency, where this village almost has a surplus of rice harvests every year. However, in fact, even though the potential for rice is abundant, food security is still low. There are several aspects of strategic problems in building food security, namely production related to food availability, distribution related to food affordability, and consumption related to food utilization. Therefore, this study aims to analyze in depth how the food security of rice farming communities in Karya Sakti Village, Agung District, Surakarta, North Lampung Regency is seen from production, distribution and consumption. The method used is qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, observation and documentation. Data analysis by reducing, presenting data, and concluding. While the data validity technique is by triangulating sources, techniques/methods and time. The number of informants is 5 rice farmers whose determination is done purposively. The results of the study indicate that although rice production is large, food security, both production (food availability), distribution (food affordability) and consumption (food utilization) is low. This is due to several obstacles experienced, namely limited subsidized fertilizer, inadequate harvest processing facilities, dependence on middlemen, capital loans to banks and poverty.
Karakteristik Demografi Konsumen Kafe Kopi di Kota Padang Sillia, Nova; Raeza Firsta Wisra; Indria Ukrita; Mukhlis; John Nefri; Siska Fitrianti
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4139

Abstract

Pertumbuhan industri kafe kopi di Kota Padang mengalami peningkatan seiring dengan tren konsumsi kopi yang semakin populer, khususnya di kalangan generasi muda. Kondisi ini menuntut pelaku usaha kafe untuk memahami karakteristikkonsumennya untuk meningkatkan daya saing dan memepertahankan eksistensi usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik demografi konsumen kafe kopi di Kota Padang serta merumuskan strategi pemasaran yang sesuai untuk pengembangan usaha kafe kopi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 109 responden yang aktif mengunjungi kafe minimal satu kali dalam sebulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konsumen adalah perempuan, berusia 26–35 tahun, berstatus pelajar/mahasiswa, memiliki pendidikan tinggi, dan berpendapatan di bawah Rp3.000.000. Temuan ini menunjukkan bahwa kafe kopi tidak hanya menjadi tempat konsumsi, tetapi juga ruang sosial dan gaya hidup. Oleh karena itu, strategi pemasaran yang disarankan mencakup penyesuaian harga, penyediaan fasilitas yang mendukung produktivitas, serta pendekatan digital yang komunikatif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan layanan dan strategi pemasaran yang lebih efektif bagi pelaku usaha kafe di Kota Padang. The growth of the coffee shop industry in Padang City has increased in line with the rising trend of coffee consumption, particularly among younger generations. This condition requires cafe business actors to understand the characteristics of their consumers to increase competitiveness and maintain the existence of their business. This study aims to analyze the demographic characteristics of coffee shop consumers in Padang City and to formulate appropriate marketing strategies for coffee shop business development. A quantitative approach was employed through a survey method involving 109 respondents who actively visited coffee shops at least once a month. Data were collected via questionnaires and analyzed descriptively using statistical software. The results show that most consumers are female, aged 26–35, students, with higher education backgrounds, and earn less than IDR 3,000,000 per month. These findings indicate that coffee shops serve not only as places for coffee consumption but also as social and lifestyle spaces. Therefore, the recommended marketing strategies include competitive pricing, providing facilities that support productivity, and adopting a communicative digital marketing approach. This study is expected to serve as a reference for developing more effective services and marketing strategies for coffee shop entrepreneurs in Padang City
Disparitas Pola Konsumsi Rumah Tangga Petani: Analisis Komparatif Stabilitas Pendapatan dan Prioritas Pengeluaran pada Petani Kelapa Sawit di Riau dan Karet di Jambi Rasihen, Yogy; Dini Amalia Putri; Agung Pramono; Tirta Anugerah
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4645

Abstract

Komoditas kelapa sawit dan karet merupakan pilar ekonomi rumah tangga pedesaan Indonesia, namun dengan karakteristik pendapatan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pola konsumsi rumah tangga petani kedua komoditas tersebut dengan fokus pada stabilitas pendapatan dan prioritas pengeluaran. Metode mixed-methods diterapkan dengan survei kuantitatif pada 140 rumah tangga petani (52 sawit di Kampar, 88 karet di Tebo) dan wawancara mendalam. Stabilitas pendapatan diukur dengan Koefisien Variasi (CV), sedangkan perbedaan pola konsumsi dianalisis menggunakan Independent T-test dan faktor penentunya diidentifikasi melalui regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan disparitas yang signifikan. Petani sawit menikmati pendapatan lebih tinggi (Rp 7,6 juta/bulan) dan stabil (CV <20%), sehingga dapat mengalokasikan 25-30% pendapatan untuk pendidikan/kesehatan dan 20-25% untuk investasi. Sebaliknya, petani karet menghadapi volatilitas pendapatan ekstrem (CV >40%) dengan pendapatan rendah (Rp 983 rb/bulan), menyebabkan alokasi dominan untuk kebutuhan pokok (55-60%) dan tabungan darurat (20-25%) sebagai strategi bertahan hidup. Penelitian menyimpulkan bahwa stabilitas pendapatan yang bersumber dari karakteristik komoditas adalah determinan utama perbedaan pola konsumsi. Implikasi kebijakan dari temuan ini adalah perlunya intervensi yang berbeda, di mana petani karet memerlukan program stabilisasi pendapatan dan jaminan sosial, sementara petani sawit dapat difasilitasi untuk pengembangan kapasitas investasi dan kewirausahaan. Oil palm and rubber are pillars of Indonesia's rural economy, yet they are characterized by different income profiles. This study aims to analyze the differences in consumption patterns between farmer households of these two commodities, focusing on income stability and expenditure priorities. A mixed-methods approach was employed, combining a quantitative survey of 140 farmer households (52 oil palm in Kampar, 88 rubber in Tebo) with in-depth interviews. Income stability was measured using the Coefficient of Variation (CV), while differences in consumption patterns were analyzed using an Independent T-test, and their determining factors were identified through multiple linear regression. The results reveal significant disparities. Oil palm farmers earn a higher (Rp 7.6 million/month) and more stable income (CV <20%), enabling them to allocate 25-30% of their income to education and health, and 20-25% to investment. Conversely, rubber farmers face extreme income volatility (CV >40%) with a low income (Rp 983 thousand/month), leading to a dominant allocation of funds to basic needs (55-60%) and emergency savings (20-25%) as a survival strategy. The study concludes that income stability is the primary determinant of the differences in consumption patterns. The policy implication of these findings is the need for differentiated interventions, where rubber farmers require income stabilization programs and social safety nets, while oil palm farmers can be facilitated in investment capacity development and entrepreneurship.
Analisis Usahatani Padi Sawah Dengan Teknologi Jajar Legowo di Desa Tanjung Sari Sunento, Sunento; Sawitri, Nina; Yuslizar
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem tanam jajar legowo merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan produktivitas pada budidaya tanaman padi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan tingkat efisiensi usahatani pdi sawah dengan teknologi jajar legowo. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, analisis R/C ratio, biaya penyusutan, dan pendapatan kerja keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil produksi usahatani padi sistem jajar legowo yaitu 4.698,43 Kg/Ha/MT, dengan pendapatan kotor sebesar Rp28.190.597,01/Ha/MT dan pendapatan bersih petani padi sawah di Desa Tanjung Sari sebesar Rp18.315.970,15/Ha/MT. Sedangkan rata-rata pendapatan kerja keluarga sebesar Rp19.020.373,13/Ha/MT. Adapun hasil analisis R/C pada usahatani padi sawah di Desa Tanjung Sari sebesar 2,85 yang artinya setiap biaya yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp1 maka petani akan memperoleh penerimaan sebesar Rp2,85 Dari hasil analisis ini menunjukkan bahwa biaya lebih kecil dari rata-rata penerimaan sehingga usahatani layak untuk dilanjutkan. The Jajar Legowo planting system is an agricultural innovation aimed at enhancing productivity in rice cultivation. The objective of this study is to analyze the income and efficiency level of lowland rice farming utilizing the Jajar Legowo system. The analytical methods employed in this research include cost analysis, revenue analysis, income analysis, R/C (Revenue-Cost) ratio analysis, depreciation cost calculation, and analysis of family labor income. The findings indicate that the average production yield under the Jajar Legowo system is 4,698.43 kg per hectare per planting season, with a gross income of IDR 28,190,597.01 per hectare per season and a net income of Rp18,315,970.15 per hectare per season for rice farmers in Tanjung Sari Village. Additionally, the average family labor income is recorded at Rp19,020,373.13 per hectare per season. The R/C ratio analysis yielded a value of 2.85, which implies that for every Rp1 of cost incurred, farmers receive a return of Rp2.85. This result suggests that the total costs are significantly lower than the revenues generated, indicating that rice farming using the Jajar Legowo system is economically viable and worth continuing. Keywords: jajar legowo, rice, income, efficiency, farming
Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran 4P Terhadap Keputusan Pembelian Benih Padi Pada Instalasi Kebun Benih Padi Bernalia Manapa; Idawati; Haruna, Naima
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 1 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i1.3635

Abstract

Peningkatan produktivitas dan produksi tanaman pangan, benih mempunyai peranan yang sangat strategis. Ketersediaan dan penggunaan benih varietas unggul bersertifikat yang memenuhi aspek kualitas dan kuantitas dibarengi dengan aplikasi teknologi budidaya lainnya seperti pupuk berimbang mempunyai pengaruh yang nyata terhadap produktivitas, produksi dan mutu hasil produk tanaman pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui system penerapan bauran pemasaran pada IKB Teromu Kecematan Mangkutana Kabupaten Luwu Timur. Metode penelitiannya adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana penerapan bauran harga, promosi, tempat, produk, proses, orang dan bukti fisik sedangkan kuatitatif menjelasakan hubungan antar variabel dan melakaukan generalisasi fenomena sosial yang di teliti yaitu hubungan bauran pemasaran dengan pengaruhnya terhadap pemebelian benih. Hasilnya menunjukkan bahwa uji partial variabel Kualitas Produk, harga, tempat dan promosi bahwa secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian benih padi. Secara simultan juga berpengaruh signifikan Bauran Pemasaran 4P (Produk, Harga, Tempat dan Promosi) Terhadap Keputusan Pembelian benih padi. Bauran Pemasaran 4P (Produk, Harga, Tempat dan Promosi) secara bersamaan mempengaruhi Keputusan benih padi di IKB Teromu Kecamatan Mangkutana sebesar 12% dan sisanya 88% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Increasing productivity and production of food crops, seeds have a very strategic role. The availability and use of certified superior variety seeds that meet the aspects of quality and quantity along with the application of other cultivation technologies such as balanced fertilizers have a significant effect on productivity, production and quality of food crop products. The purpose of this study was to determine the marketing mix application system at IKB Teromu, Mangkutana District, East Luwu Regency. The research method is to determine and describe how the application of the price, promotion, place, product, process, people and physical evidence mix is ​​​​while quantitatively explaining the relationship between variables and generalizing the social phenomena studied, namely the relationship between the marketing mix and its influence on seed purchases. The results show that the partial test of the variables Product Quality, price, place and promotion that partially influence the decision to purchase rice seeds. Simultaneously also significantly influence the Marketing Mix 4P (Product, Price, Place and Promotion) on the Decision to Purchase Rice Seeds. The 4P Marketing Mix (Product, Price, Place and Promotion) simultaneously influences the rice seed decision at IKB Teromu, Mangkutana District by 12% and the remaining 88% is influenced by other variables not examined in this study.
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Petani Dalam Memilih Usahatani Jagung Di Kabupaten Luwu Timur Normaliasi Layuk; Idawati; Sappareng, Sukriming
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 1 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i1.3661

Abstract

Lokasi penelitian bertempat di Kecamatan Angkona, Kecamatan Wotu dan Kecamatan Malili Kabupaten Luwu timur. Populasi berdasarkan kriteria sampel yang telah ditetapkan adalah sebanyak 470 orang yaitu di Kecamatan Malili 120 orang, Kecamatan Angkona 150 orang dan Kecamatan Wotu 200 orang. Jumlah sampel yang ditentukan adalah 10% dari jumlah populasi yang memenuhi kriteria sampel yaitu 47 orang. Hasi penelitian menunjukkan bahwa Alasan petani memilih mengusahakan tanaman Jagung kerena (a) adanya ketersediaan lahan, (b) memberikan nilai keuntungan yang tinggi (c) Harga sudah mulai naik (d) Nilai efisiensinya sangat baik di lihat dari tingkat keuntungan yang di peroleh Petani. Pada penelitian ini faktor-faktor yang mempengaruhi produksi Jagung di Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur , yang berpengaruh signifikan yaitu, pendidikan ,pendapatan, umur, pemasaran, ketersediaan sarana produksi dan penggunaan tehnologi sedangkan yang tidak berpengaruh signifikan yaitu pengalaman, Luas lahan dan Modal. Untuk secara simultan mempunyai pengaruh nyata secara bersama-sama variabel independen mempengaruhi secara signifikan variabel devenden terhadap menanam Jagung. di Kecamatan Malili Angkona dan Wotu Kabupaten Luwu Timur.
Analisis Pemasaran Tepung Tapioka di ITTARA SENTOSA Lampung Timur Ivans, Eny; Ambar Sari, Novia; Oktaviana Kamto Putri, Lycha
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 1 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i1.3757

Abstract

Persoalan pemasaran tepung tapioka diantaranya karena saluran pemasaran dan nilai margin yang tinggi. Perusahaan tepung tapioka memiliki beberapa saluran pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer's share dan efisiensi pemasaran tepung tapioka. Lokasi penelitian berada di perusahaan ITTARA Rukun Santosa Desa Muara Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2024 dengan metode kualitatif. Jumlah responden 11 orang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa saluran pemasaran tepung tapioka yang ada di Desa Muara Jaya terdiri dari tiga saluran pemasaran yaitu saluran I (Produsen - Konsumen), saluran II (Produsen-Tengkulak-Konsumen), saluran III (Produsen - Tengkulak - Pengecer - Konsumen). Marjin permasalahan saluran 1 sebesar Rp. 0/Kg, farmer's share sebesar 100% dan efisiensi pemasaran sebesar 0%, sedangkan saluran II diperoleh margin sebesar Rp. 1000/Kg, farmer's share sebesar 88,23% dan efisiensi pemasaran sebesar 4,7%, dan saluran III diperoleh margin pemasaran sebesar Rp. 2.500/Kg farmer's share sebesar 77,27% dan efisiensi pemasaran sebesar 8,7%. Marketing problems for tapioca flour include marketing channels and high margins. Tapioca flour companies have several marketing channels. The aim of this research is to determine marketing channels, marketing margins, farmer's share and marketing efficiency of tapioca flour. The research location is at the ITTARA Rukun Santosa company, Muara Jaya Village, Sukadana District, East Lampung Regency. The research was carried out from March to May 2024 using qualitative methods. The number of respondents was 11 people. Based on research results, the marketing channel for tapioca flour in Muara Jaya Village consists of three marketing channels, namely channel I (Producer - Consumer), channel II (Producer - Middleman - Consumer), channel III (Producer - Middleman - Retailer - Consumer). The problem margin for channel 1 is IDR. 0/Kg, farmer's share is 100% and marketing efficiency is 0%, while channel II obtains a margin of Rp. 1000/Kg, farmer's share is 88.23% and marketing efficiency is 4.7%, and channel III obtains a marketing margin of Rp. 2,500/Kg farmer's share is 77.27% and marketing efficiency is 8.7%.