cover
Contact Name
Hoiruddin Fathurohman
Contact Email
ssyarah077@gmail.com
Phone
+6289618357674
Journal Mail Official
syntaxbandung@gmail.com
Editorial Address
Perum Derwati Mas Jl. Derwati Mas, No.20 Rancasari, Ciwastra - Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Published by Cv.Rifainstitut
Syntax Imperatif. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan adalah jurnal yang diterbitkan dua bulan sekali oleh CV. Syntax Corporation Indonesia. Jurnal Syntax Imperatif akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cangkupan ilmu sosial dan pendidikan. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian, kajian atau telaah ilmiah atas issue penting dan terkini atau resensi buku ilmiah.
Articles 600 Documents
Analisis Nilai-Nilai Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme dalam Buku Paket Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XII Sma Kurikulum Merdeka Tahun 2022 Hidayat, Rahmad; Syarief, Nashruddin; Idrus, Moh
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i6.880

Abstract

Munculnya wacana sekularisme, pluralisme, dan liberalisme dalam dunia pendidikan menimbulkan kekhawatiran akan pengaruhnya terhadap pembentukan karakter peserta didik Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan nilai-nilai sekularisme, pluralisme, dan liberalisme dalam buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XII SMA Kurikulum Merdeka tahun 2022. Pentingnya penelitian ini didasari oleh fatwa Majelis Ulama Indonesia tahun 2005 yang menegaskan bahwa ketiga paham tersebut bertentangan dengan akidah Islam, sementara buku ajar memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data diperoleh melalui telaah mendalam terhadap buku ajar yang diperkuat dengan literatur terkait pemikiran Islam, fatwa MUI, dan teori pendidikan agama. Analisis difokuskan pada tema-tema akidah, syariat, dan moral yang berkaitan dengan isu sekularisme, pluralisme, dan liberalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar PAI dan Budi Pekerti kelas XII SMA Kurikulum Merdeka tidak secara eksplisit memuat gagasan sekularisme, pluralisme, dan liberalisme yang bertentangan dengan ajaran Islam. Buku tersebut menegaskan pentingnya akidah tauhid, penguatan ukhuwah Islamiyah, dan pembinaan akhlak mulia sesuai tuntunan Al-Quran dan Sunnah. Namun ditemukan satu tema terkait ilmu kalam yang memerlukan pengkajian lebih lanjut, serta pembahasan tentang toleransi dan keberagaman yang perlu bimbingan guru agar tidak disalahpahami sebagai legitimasi pluralisme agama. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa buku ajar PAI Kurikulum Merdeka masih berpegang pada nilai-nilai Islam dan sejalan dengan fatwa MUI dalam menolak sekularisme, pluralisme, dan liberalisme. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kurikulum, penulisan buku, dan penguatan pendidikan agama di sekolah
Strategi Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Karimah Peserta Didik Rajaman, Rajaman; Idrus, Moh; Solihah, Ade Irma
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i6.881

Abstract

Pembinaan akhlak karimah di tingkat sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi Islam yang unggul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina akhlak karimah peserta didik, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta memberikan solusi pengembangan di SDIT Persis Koja Jakarta Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, komite sekolah, dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan tiga strategi utama: (1) strategi keteladanan (modelling) melalui contoh perilaku positif dalam keseharian, (2) strategi pembiasaan (habituation) seperti salam, senyum, sapa, shalat berjamaah, dan infaq rutin, dan (3) strategi ceramah dengan metode kisah teladan dan dalil-dalil Al-Quran. Faktor pendukung meliputi keteladanan guru, lingkungan sekolah yang religius, dan sinergitas antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Sedangkan faktor penghambat mencakup minimnya kesadaran siswa, pengaruh lingkungan luar yang kurang kondusif, dan keterbatasan dukungan orang tua. Penelitian menyimpulkan bahwa pembinaan akhlak karimah memerlukan pendekatan holistik dan kolaboratif antara semua stakeholder pendidikan untuk mencapai hasil yang optimal dalam membentuk generasi Muslim yang berakhlak mulia
Model Pendidikan Akhlak dalam Membentuk Karakter Religius Siswa di SMA IT Budjemak Subang Astiani, Resa; Komala, Ela; Rohaeni, Anie
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i6.882

Abstract

Degradasi moral generasi muda yang ditandai dengan melemahnya nilai-nilai akhlak menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan saat ini. Krisis akhlak yang terjadi di tengah masyarakat menunjukkan perlunya penguatan pendidikan akhlak sebagai upaya strategis untuk membentuk karakter religius siswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji model pendidikan akhlak dalam membentuk karakter religius siswa di SMA IT Budjemak Subang, yang mencakup tujuan, materi, metode, dan evaluasi pendidikan akhlak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dilakukan secara bersamaan dengan proses pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan akhlak di SMA IT Budjemak diimplementasikan melalui program pembiasaan yang konsisten dan terstruktur. Program tersebut meliputi budaya 3S yaitu senyum, sapa, dan salam, serta kegiatan keagamaan rutin di pagi hari berupa tadarus Al-Quran, istighosah, pembacaan Asmaul Husna, shalat dhuha, dan shalat dzuhur berjamaah. Pendidikan akhlak di SMA IT Budjemak berhasil membentuk karakter religius siswa menjadi lebih baik. Model pendidikan akhlak berbasis pembiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan terbukti efektif dalam membentuk karakter religius siswa di SMA IT Budjemak Subang
Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak untuk Membentuk Karakter Islami Siswa Kelas VII MTs Persis Banjaran Ependi, Ridwan; Basyari, Ahmad Muharam; Hidayat, Syarif
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i6.883

Abstract

Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki peran penting dalam membentuk karakter Islami peserta didik, khususnya di tingkat Madrasah Tsanawiyah ketika siswa berada pada fase perkembangan moral dan religius yang krusial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam pembelajaran Akidah Akhlak serta menganalisis hasil penerapannya dalam membentuk karakter Islami siswa kelas VII MTs Persis Banjaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, metode, dan pengecekan sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi, antara lain ceramah, diskusi, tanya jawab, bercerita, dan permainan peran. Strategi ini dirancang dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 dan KMA Nomor 347 Tahun 2022. Penerapan strategi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan religiusitas siswa serta penguatan karakter sosial. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, minimnya ketersediaan buku ajar, serta pengaruh negatif media sosial. Guru mengatasinya dengan berperan sebagai teladan, pembimbing personal, dan mediator komunikasi dengan orang tua. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran Akidah Akhlak tidak hanya ditentukan oleh strategi guru, tetapi juga memerlukan dukungan sinergis dari sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Strategi Pedagogis Mengatasi Bias Mazhab dalam Pendidikan Fikih: Bukti dari Madrasah Tsanawiyah Indonesia Tarsyidah, Rita; Nugraha, Roni; Rohaeni, Anie
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i6.884

Abstract

Pembelajaran fikih di madrasah Indonesia menghadapi tantangan bias mazhab dalam buku ajar yang dominan mengacu pada satu perspektif mazhab tertentu, khususnya Syafi'i. Kondisi ini berpotensi membentuk pemahaman eksklusif dan menghambat pengembangan sikap toleran terhadap keberagaman hukum Islam di kalangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pedagogis yang dikembangkan guru fikih dalam mengatasi bias mazhab pada buku ajar serta mengeksplorasi implementasi prinsip keadilan dalam evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di MTs Persis 13 Bojongwaru, Kabupaten Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru fikih, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen buku ajar. Analisis data dilakukan secara tematik dengan triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan validitas temuan. Temuan menunjukkan bahwa guru mengembangkan strategi pendekatan muqaranah untuk menyajikan keberagaman pendapat ulama, orientasi dalil dengan mengedepankan Al-Qur'an dan hadis sebagai rujukan utama, serta metode diskusi dialogis yang mendorong pemikiran kritis siswa. Dalam evaluasi, guru menerapkan penilaian berbasis argumentasi dan pemahaman dalil, bukan kesesuaian dengan mazhab tertentu. Strategi pedagogis yang dikembangkan guru terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran fikih yang inklusif dan berkeadilan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum fikih yang mengintegrasikan pendekatan komparatif dan peningkatan kompetensi guru dalam mengelola keberagaman mazhab
Implementasi Literasi Dini dan Pengaruhnya terhadap Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini Rosidah, Rosidah; Nugraha, Roni; Rohaeni, Anie
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i6.885

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi dini sebagai fondasi dalam pengembangan kecerdasan emosional anak usia dini. Literasi tidak hanya melibatkan kemampuan mengenal huruf dan membaca, tetapi juga mencakup keterampilan berbahasa yang mendukung anak dalam memahami, mengekspresikan, dan mengelola emosinya secara sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi kegiatan literasi dini dan dampaknya terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini di TK Al-Ummah Galih Pawarti Baleendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, serta peserta didik usia 4-6 tahun. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan validitas diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan literasi dini melalui kegiatan membaca nyaring, bercerita, dan diskusi kelompok memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak. Anak-anak yang terlibat aktif dalam aktivitas literasi cenderung lebih mampu menyampaikan perasaan, menunjukkan empati, serta mengelola konflik secara verbal. Sebaliknya, anak yang kurang mendapatkan stimulasi literasi menunjukkan kesulitan dalam mengenali dan mengungkapkan emosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi literasi dini yang konsisten dan kontekstual dapat menjadi sarana efektif dalam mendukung perkembangan emosional anak usia dini secara menyeluruh
Konseptual Model Pendidikan Agama Islam bagi Anak Jalanan di Kota Bandung: Pendekatan Participatory Action Research Mariantini, Santi Safitri
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i6.886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model ideal Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi masyarakat marginal dan mendeskripsikan penerapannya pada anak jalanan di Kota Bandung. Studi dilakukan pada tiga komunitas: Komunitas Musik untuk Langit, Sekolah Anak Sukajadi (SAHAJA), dan Sekolah Anak Rel (SAR). Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan refleksi bersama pendamping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PAI yang ideal bagi masyarakat marginal dibangun di atas paradigma pendidikan transformatif, memadukan gagasan Paulo Freire tentang pendidikan yang membebaskan, pemikiran Hasan Langgulung mengenai integrasi akal, hati, dan keterampilan, serta konsep tazkiyatun nafs dari Al-Ghazali. Model ini bersifat nonformal, relasional, kontekstual, dan transformatif. Penerapan di tiga komunitas berlangsung melalui interaksi sehari-hari, keteladanan, kegiatan seni, diskusi kelompok, serta pendampingan spiritual. Evaluasi tidak berbasis tes, melainkan pada perubahan perilaku, kesadaran spiritual, dan keterampilan sosial anak. Berdasarkan temuan ini, penulis menawarkan model konseptual "Madrasah Inklusif" sebagai pengembangan PAI adaptif bagi kelompok marginal, dengan ciri keterbukaan, fleksibilitas, dan berbasis komunitas
Managemen Inovasi Pembelajaran PAI dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Di SD Al Fatih Latiefah, Tresna Budiyati; Basyari, Ahmad Muharam; Rohaeni, Anie
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i6.887

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya manajemen inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan prestasi akademik dan pembentukan karakter siswa secara holistik di SD Al-Fatih, sebuah sekolah dasar Islam terpadu yang menerapkan Kurikulum Merdeka dan Program Sekolah Penggerak. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perencanaan inovasi pembelajaran PAI, mengevaluasi pengorganisasian dan pelaksanaan inovasi, mengkaji proses evaluasi inovasi, serta mengetahui tindak lanjut keberlanjutan inovasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SD Al-Fatih Katapang Bandung. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala kurikulum, dan guru PAI. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan inovasi dilakukan secara partisipatif melalui analisis kebutuhan dan penyusunan modul ajar; pelaksanaan inovasi menggunakan metode project-based learning, role play, serta pemanfaatan teknologi digital; evaluasi dilakukan secara formatif dan sumatif mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik; tindak lanjut dilakukan melalui revisi program dan pengembangan inovasi baru. Manajemen inovasi pembelajaran PAI terbukti efektif meningkatkan prestasi akademik sekaligus memperkuat karakter Islami siswa, sehingga dapat menjadi praktik baik bagi sekolah dasar Islam terpadu lainnya
Penerapan Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Fikih untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa MTs Persis Katapang Saadah, Tutun; Hidayat, Syarif; Rohaeni, Anie
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i6.888

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya metode hafalan dalam pembelajaran fikih di madrasah yang berorientasi pada guru. Pola tersebut membuat siswa kurang mampu berpikir kritis dan cenderung memahami fikih secara tekstual tanpa mengaitkannya dengan persoalan kehidupan nyata. Padahal, perkembangan zaman menuntut generasi muslim yang mampu menjawab persoalan kontemporer berdasarkan prinsip syariat Islam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran fikih di kelas IX MTs Persis Katapang serta menganalisis hasilnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru fikih dan siswa kelas IX. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta tes berpikir kritis, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan deep learning dilaksanakan melalui perumusan tujuan yang sesuai dengan regulasi pendidikan, penyusunan materi kontekstual, serta penerapan metode interaktif seperti diskusi, studi kasus, discovery learning, dan problem-based learning. Proses tersebut mendorong siswa lebih aktif, kritis, serta mampu mengaitkan fikih dengan fenomena aktual, seperti praktik jual beli daring. Kesimpulannya, penerapan pendekatan deep learning terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Mereka mampu memahami fikih secara lebih kontekstual, menyusun argumen sistematis berbasis dalil, serta menghasilkan solusi kreatif sesuai prinsip syariat Islam
Nilai-Nilai Pendidikan Akidah Melalui Kisah (Studi Terhadap Rubrik Akidah Pada Majalah Iber Tahun 2007-2011) Fauzi, Wildan; Syarief, Nashruddin; Hidayat, Syarif
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i6.889

Abstract

Penelitian ini mengkaji problematika pendidikan akidah dalam konteks modernitas yang memerlukan inovasi metode penyampaian nilai-nilai keimanan untuk meningkatkan efektivitas dan daya tarik. Fokus kajian diarahkan pada rubrik akidah Majalah Iber periode 2007-2011 yang menerapkan pendekatan storytelling sebagai strategi komunikasi pendidikan. Tujuan penelitian adalah menganalisis konsep pendidikan akidah melalui kisah dan mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan akidah yang terkandung dalam rubrik tersebut. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan akidah dalam narasi rubrik akidah. Data primer bersumber dari 16 kisah dalam rubrik akidah Majalah Iber tahun 2007-2011, sedangkan data sekunder meliputi literatur pendidikan akidah dan dokumentasi majalah. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi pustaka, dengan analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kisah-kisah dalam rubrik akidah mengandung nilai-nilai pendidikan akidah yang komprehensif, mencakup enam rukun iman: keimanan kepada Allah, malaikat, kitab suci, rasul, hari akhir, dan qada qadar. Penyampaian nilai-nilai tersebut dilakukan melalui diversifikasi tokoh kontemporer dengan pendekatan naratif yang kontekstual. Penelitian menyimpulkan bahwa penanaman nilai-nilai pendidikan akidah melalui kisah mampu memberikan pemahaman mendalam dan aplikatif, serta berkontribusi dalam pengembangan kecerdasan spiritual pembaca melalui internalisasi nilai-nilai keimanan yang disampaikan secara kontekstual dan inspiratif. Metode storytelling terbukti efektif sebagai alternatif pendidikan akidah yang dapat menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara bersamaan.

Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 3 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 6 (2022): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 5 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 4 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 6 (2021): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 5 (2020): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Syntax Imperatif More Issue