cover
Contact Name
Hoiruddin Fathurohman
Contact Email
ssyarah077@gmail.com
Phone
+6289618357674
Journal Mail Official
syntaxbandung@gmail.com
Editorial Address
Perum Derwati Mas Jl. Derwati Mas, No.20 Rancasari, Ciwastra - Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Published by Cv.Rifainstitut
Syntax Imperatif. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan adalah jurnal yang diterbitkan dua bulan sekali oleh CV. Syntax Corporation Indonesia. Jurnal Syntax Imperatif akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cangkupan ilmu sosial dan pendidikan. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian, kajian atau telaah ilmiah atas issue penting dan terkini atau resensi buku ilmiah.
Articles 712 Documents
Perubahan Sosial dan Respons Keagamaan Pengemudi Ojek Daring Muslim di Kota Bandung Raden Fitri Kania Dewi; Ahmad Sarbini; Rohmanur Aziz
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i4.1185

Abstract

Pekerjaan berbasis platform mengubah pengaturan kerja, komunikasi, dan praktik keagamaan pengemudi ojek daring. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan sosial dan respons keagamaan pengemudi Muslim di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan delapan informan yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan memperlihatkan ketergantungan pekerjaan pada aplikasi, pemanfaatan grup komunikasi untuk pertukaran informasi dan bantuan, serta upaya menyesuaikan ibadah dengan aktivitas kerja. Kutipan wawancara menggambarkan ketidakpastian pesanan, solidaritas antarpengemudi, dan penggunaan waktu menunggu untuk mendengarkan kajian agama. Respons keagamaan dipahami sebagai penyesuaian praktik dalam kondisi kerja yang berubah. Temuan tidak digunakan untuk mengukur peningkatan atau penurunan religiusitas maupun mewakili seluruh pengemudi. Penelitian ini menghubungkan pengaturan kerja digital, komunikasi komunitas, dan adaptasi keagamaan sebagai kontribusi bagi kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam. Kesimpulannya, teknologi menjadi sarana pekerjaan dan sumber daya bagi pemeliharaan hubungan sosial dan praktik keagamaan.
Pengaruh Terpaan Konten Review Kontroversial Brush Aeris x Bubah Alvian 2.0 di TikTok dan Sales Promotion Terhadap Brand Trust Aeris Beaute Caroline Fransisca; Virgitta Septyana
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i4.1187

Abstract

Perkembangan teknologi informasi, khususnya platform media sosial seperti TikTok, telah mengubah cara merek berinteraksi dengan konsumen, termasuk dalam industri kecantikan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan konten ulasan kontroversial tentang produk Brush Aeris x Bubah Alvian 2.0 di TikTok (X1) dan promosi penjualan (X2) terhadap kepercayaan merek terhadap Aeris Beaute (Y). Aeris Beaute memanfaatkan TikTok untuk mempromosikan produknya, namun mengalami fenomena viral yang melibatkan konten ulasan negatif mengenai kualitas produk selama periode diskon, yang memicu reaksi beragam di kalangan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda pada 100 responden yang merupakan pengguna TikTok aktif dan telah terpapar konten yang dimaksud. Keandalan instrumen penelitian diuji menggunakan Alpha Cronbach dan validitasnya menggunakan korelasi Pearson, sedangkan uji asumsi klasik normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas dilakukan menggunakan SPSS 24. Hasil regresi menunjukkan bahwa, baik secara parsial maupun simultan, paparan konten ulasan kontroversial dan promosi penjualan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepercayaan merek, dengan koefisien determinasi (R²) hanya 2,8%. Temuan ini menunjukkan bahwa kepercayaan merek adalah konstruksi kompleks yang lebih kuat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar paparan konten dan promosi penjualan, seperti pengalaman konsumen dan kualitas produk. Studi ini menawarkan wawasan tentang dinamika komunikasi pemasaran digital dan pentingnya strategi merek yang berlandaskan pengalaman konsumen yang autentik.
Instagram Sebagai Ruang Kritik Sosial: Studi Resepsi Khalayak Atas Pesan Diaspora Indonesia Pada Instagram Reels @kekekania Virgitta Septyana; Chelsea Ariella Suhardjo
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i4.1189

Abstract

Media sosial, khususnya Instagram, telah berkembang dari ruang berbagi personal menjadi ruang publik digital yang memungkinkan penyampaian opini, kritik, dan wacana sosial secara luas. Fenomena tersebut terlihat pada konten Instagram Reels @kekekania, seorang diaspora Indonesia di Singapura, yang menyampaikan kritik terhadap peran perempuan di lingkar kekuasaan, khususnya terkait gaya hidup, sikap diam, dan minimnya suara kritis terhadap kondisi bangsa. Konten tersebut menarik perhatian publik dan berdasarkan dokumentasi berupa tangkapan layar pada Mei 2026 telah ditonton sebanyak 9,3 juta kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana khalayak memaknai pesan kritik sosial diaspora Indonesia pada Instagram Reels @kekekania serta memahami posisi resepsi khalayak berdasarkan model Encoding-Decoding Stuart Hall. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi resepsi. Data diperoleh melalui wawancara terhadap delapan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan penelitian. Data dianalisis berdasarkan tahapan produksi, sirkulasi, penggunaan/pemaknaan, serta posisi pembacaan khalayak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan memahami pesan sebagai kritik terhadap minimnya keterlibatan perempuan dalam ruang publik dan politik serta pentingnya perempuan menggunakan pengaruh sosial untuk kepentingan masyarakat. Ditemukan tiga posisi resepsi, yaitu dominant-hegemonic reading, negotiated reading, dan oppositional reading, dengan negotiated reading sebagai posisi yang paling dominan. Khalayak menerima gagasan utama, tetapi tetap mengkritisi cara penyampaian, generalisasi terhadap keluarga pejabat, serta legitimasi diaspora dalam mengkritik kondisi Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram dapat menjadi ruang kritik sosial dan negosiasi makna yang mendorong kesadaran serta diskusi publik.
Hubungan Elemen Kesedihan dalam Jatuh Cinta Seperti di Film-Film dengan Motif Menonton Film Indonesia pada Komunitas Motion Ime Muhammad Rifqi Syafiq; Erman Anom
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i4.1195

Abstract

Film dengan muatan emosional yang kuat dapat menjadi sumber hiburan sekaligus ruang refleksi bagi audiens. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan elemen kesedihan dalam film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023) dengan motif menonton film Indonesia pada anggota Komunitas Motion Ime. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, metode survei korelasional, dan sifat eksplanatif. Instrumen berupa kuesioner skala Likert lima poin disebarkan kepada 130 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Variabel elemen kesedihan dioperasionalkan melalui lima tahap duka, yaitu penyangkalan, kemarahan, negosiasi, depresi, dan penerimaan, sedangkan motif menonton mencakup informasi, hiburan, identitas pribadi, dan integrasi sosial. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear sederhana, uji t, dan korelasi Pearson. Hasil menunjukkan seluruh butir instrumen valid dan kedua variabel sangat reliabel. Hubungan antara elemen kesedihan dan motif menonton bersifat positif dan kuat (r = 0,670; p < 0,001), dengan koefisien regresi sebesar 0,757 dan t hitung 10,219. Temuan ini menunjukkan bahwa representasi kesedihan yang semakin kuat dan terstruktur berkaitan dengan meningkatnya motif audiens muda untuk menonton film Indonesia.
Pengaruh Representasi Emosional terhadap Keterlibatan Penonton dan Kepuasan Menonton dalam Drama Korea The Frog Episode 3 di Netflix Dhesvia Sagita Permadi; Euis Nurul Bahriyah; Amar Nugraha; Helmi Geisfarad
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i4.1196

Abstract

Pertumbuhan pesat platform Over-the-Top (OTT) telah mengubah pola konsumsi konten audiovisual di Indonesia, terutama melalui popularitas drama Korea di Netflix. Episode 3 dari serial The Frog dipilih karena menandai titik balik dalam alur cerita serta menyajikan representasi emosional melalui rasa takut, ketegangan, empati emosional, dan dilema moral. Penelitian ini mengkaji pengaruh representasi emosional terhadap keterlibatan penonton dan kepuasan menonton, serta pengaruh keterlibatan penonton terhadap kepuasan menonton, dengan menggunakan teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Paradigma positivistik dengan pendekatan kuantitatif eksplanatori dan metode survei diterapkan terhadap 100 penonton Netflix di Indonesia yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin yang telah lolos uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana pada perangkat lunak SPSS setelah memenuhi asumsi normalitas, linearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan penonton (R=0,863; R²=0,746; p=0,000) dan kepuasan menonton (R=0,790; R²=0,624; p=0,000), sementara keterlibatan penonton juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan menonton (R=0,840; R²=0,705; p=0,000). Seluruh hipotesis diterima. Temuan ini mendukung kerangka kerja S-O-R, yang menunjukkan bahwa representasi emosional berfungsi sebagai stimulus yang diproses melalui keterlibatan penonton sebelum menghasilkan kepuasan menonton. Penelitian ini merekomendasikan penguatan elemen emosional dalam konten streaming serta perluasan penelitian di masa mendatang yang mencakup berbagai variabel, genre, dan platform.
Pengaruh Intensitas Terpaan Film Agak Laen terhadap Persepsi Komedi Lokal dan Minat Menonton Kembali Alicia Azahra Umboh; Erman Anom
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i4.1197

Abstract

Film Agak Laen menjadi fenomena perfilman Indonesia setelah meraih lebih dari sembilan juta penonton dan bertahan tiga belas minggu di Top 10 Netflix Indonesia. Penelitian ini menganalisis pengaruh intensitas terpaan menonton film Agak Laen terhadap persepsi komedi lokal dan minat menonton kembali pada anggota Komunitas Motion Ime. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei eksplanatori dan kuesioner Likert. Populasi target berjumlah 84.000 anggota aktif. Rumus Slovin menghasilkan sampel minimum 100 responden, sedangkan data akhir yang dianalisis berjumlah 110 responden. Data diuji melalui validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, heteroskedastisitas, dan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan intensitas terpaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi komedi lokal (B = 0,697; t = 11,170; R² = 0,536) serta minat menonton kembali (B = 0,794; t = 10,953; R² = 0,526). Temuan menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas dan keterlibatan penonton terhadap film, semakin positif persepsi terhadap komedi lokal dan semakin kuat minat untuk menonton kembali di masa mendatang.
Strategi Komunikasi Duta Pelayanan Paspor dalam Mewujudkan Pelayanan Prima di Kantor Imigrasi Kota Tangerang Nanda Dwi Hendartatiningsih; Juandanilsyah Juandanilsyah
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i4.1198

Abstract

Pelayanan publik menjadi salah satu indikator kualitas kinerja instansi pemerintah karena tidak hanya ditentukan oleh ketepatan penyelesaian administrasi, tetapi juga oleh kualitas komunikasi antara petugas dan masyarakat. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Kota Tangerang menghadirkan Duta Pelayanan Paspor sebagai petugas layanan terdepan untuk membantu pemohon sejak awal hingga akhir proses pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi Duta Pelayanan Paspor dalam mewujudkan pelayanan prima, dampaknya terhadap pengalaman dan kepuasan pemohon, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal holistik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap satu Duta Pelayanan dan tiga pemohon paspor, observasi, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, pengkodean, kategorisasi, penyajian, dan interpretasi data dengan pengujian keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan empat strategi utama, yaitu penerapan senyum, sapa, salam, sopan, dan santun; pemberian informasi dan pendampingan; komunikasi yang efektif dan humanis; serta pelayanan yang responsif. Strategi tersebut meningkatkan kenyamanan, kepercayaan, dan kepuasan pemohon. Keberhasilannya didukung kompetensi petugas, koordinasi, fasilitas, dan komitmen organisasi, sedangkan hambatan utama meliputi tingginya jumlah pemohon, keterbatasan sumber daya manusia, kendala teknis, dan perbedaan pemahaman masyarakat terhadap prosedur. Dengan demikian, strategi komunikasi Duta Pelayanan Paspor berkontribusi pada pelayanan prima sekaligus memperkuat citra positif kantor imigrasi.
Strategi Komunikasi Politik Digital Partai Gerindra dalam Memulihkan Citra Prabowo Subianto melalui TikTok Lutfia Insani; Syurya Muhammad Nur; Juandanilsyah Juandanilsyah; Nurmala Nurmala
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i4.1199

Abstract

Sosok Prabowo Subianto sebagai figur militer yang keras dan kontroversial, terutama akibat tuduhan pelanggaran hak asasi manusia pada peristiwa 1997–1998, menjadi beban citra yang perlu dipulihkan menjelang Pemilihan Presiden 2024. Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi digital Partai Gerindra dalam memulihkan citra Prabowo melalui akun TikTok @partaigerindra, serta pola pesan, visual, dan narasi yang digunakan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berparadigma konstruktivis dengan desain studi kasus, data primer dihimpun dari delapan video TikTok @partaigerindra yang diunggah September 2023–Desember 2024, ditunjang data sekunder dari jurnal, buku, dan pemberitaan. Analisis difokuskan pada Image Restoration Theory William Benoit sebagai kerangka utama, dengan The Eight Laws of Personal Branding Peter Montoya dan Image Theory sebagai penunjang, serta semiotika Roland Barthes sebagai alat baca tanda. Hasil menunjukkan pemulihan citra dijalankan lewat tiga strategi, yaitu reducing offensiveness melalui bolstering, denial lewat pembingkaian ulang identitas, dan evading responsibility lewat kontekstualisasi peran sebagai pemimpin masa depan. Sebaliknya, mortification, corrective action, attacking the accuser, dan compensation sama sekali tidak digunakan, sehingga tuduhan masa lalu tidak pernah dijawab secara langsung, melainkan ditimpa dengan bahan ingatan baru. Seluruh tanda bermuara pada satu mitos dominan, yaitu “pemimpin rakyat yang dicintai”. Citra gemoy Prabowo terbukti merupakan hasil konstruksi komunikasi sistematis, bukan fenomena viral kebetulan.
Pengaruh Terpaan Film Home Sweet Loan terhadap Sikap dan Persepsi Mahasiswa tentang Tantangan Generasi Sandwich Areta Rahmania Ahnaf; Euis Nurul Bahriyah; Sumartono Sumartono; Amar Nugraha
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i4.1200

Abstract

Fenomena generasi sandwich menempatkan kelompok usia produktif pada tekanan tanggung jawab ekonomi antargenerasi. Film Home Sweet Loan merepresentasikan dilema tersebut melalui pengalaman tokoh yang harus menyeimbangkan kebutuhan pribadi dan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terpaan film Home Sweet Loan terhadap sikap dan persepsi mahasiswa Universitas Mercu Buana mengenai tantangan generasi sandwich. Penelitian menggunakan paradigma positivistik, pendekatan kuantitatif eksplanatif, dan metode survei. Sampel berjumlah 100 mahasiswa aktif yang telah menonton film, dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan regresi linear sederhana menggunakan SPSS setelah pengujian validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil menunjukkan bahwa terpaan film berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap mahasiswa (B = 0,500; t = 7,281; p < 0,001; R² = 0,351) serta terhadap persepsi mahasiswa (B = 0,279; t = 3,968; p < 0,001; R² = 0,138). Pengaruh terhadap sikap lebih kuat dibandingkan pengaruh terhadap persepsi. Temuan ini menunjukkan bahwa film dapat menjadi stimulus komunikasi massa yang berkontribusi pada evaluasi, empati, dan pemaknaan mahasiswa terhadap isu ekonomi keluarga, meskipun persepsi juga dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian.
Konstruksi Karakter People Pleaser Tokoh Tari dalam Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis: Analisis Naratif Tzvetan Todorov Naura Putri Salsabila; Helmi Geisfarad
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i4.1201

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi karakter people pleaser atau Sindrom “Yes Man” pada tokoh Tari dalam film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis melalui struktur naratif. Fokus penelitian diarahkan pada cara trauma keluarga disfungsional dan tekanan di lingkungan profesional dimaknai melalui perkembangan alur tokoh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma konstruktivisme, dan analisis naratif Tzvetan Todorov yang diperluas menjadi lima tahap: equilibrium, disruption, recognition, attempt to repair, dan new equilibrium. Data primer berupa adegan, dialog, ekspresi, gestur, serta penanda waktu film yang dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada equilibrium, Tari hidup dalam keseimbangan semu yang ditandai penekanan emosi dan penghindaran konflik. Tahap disruption memperlihatkan eskalasi kekerasan domestik yang berkelindan dengan kepatuhan pasif di ruang kerja. Pada recognition, Tari mulai melepaskan emosi, memprotes kontrol, dan membangun batasan diri. Tahap attempt to repair ditandai keputusan keluar dari rumah dengan dukungan jaringan sosial. Pada new equilibrium, Tari mampu menolak beban kerja yang bukan tanggung jawabnya, menetapkan batasan interpersonal, dan membangun kehidupan domestik yang lebih aman. Temuan menegaskan bahwa struktur lima tahap tersebut mampu memetakan transformasi people pleasing dari mekanisme bertahan hidup menuju pemulihan dan kemandirian emosional.

Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 3 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 6 (2022): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 5 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 4 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 6 (2021): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 5 (2020): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Syntax Imperatif More Issue