cover
Contact Name
Rio Fernandez Tamba
Contact Email
rio.fernandez@wbi.ac.id
Phone
+6282223399944
Journal Mail Official
jurnalsemar@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMAR
ISSN : 27454223     EISSN : 23023937     DOI : https://doi.org/10.59966/semar.v3i4.2114
SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society. Articles published in the SEMAR Journal can be in the form of research-based Community Service activities such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning and Community Development. SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 239 Documents
Training Evaluation For Scientific-Based Electronic Module Development Using Sigil Software In MGMP Physics Teacher Surakarta Shofi Hikmatuz Zahroh; Widha Sunarno; Pujayanto Pujayanto; Elvin Yusliana Ekawati; Ahmad Fauzi
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.98679

Abstract

Professional and skilled teachers in e-learning-based instructions are needed to support the implementation of instructions that corresponds to the dynamics of the development of science and technology. For this reason, training is necessary for sustainability, both at school and outside of school. E-learning-related training requires no small amount of funds. That can be a problem in the professional development of the MGMP Physics teacher in Surakarta. To overcome these problems, the Physics Education Study Program FKIP UNS with the Physics Teacher Association (MGMP) Surakarta held training to develop scientific-based physics electronics modules using sigil software on several topics, that is (1) Elasticity and Hooke's Law (2) Temperature, Heat, and Heat Transfer, (3) Rotational Dynamics, (4) Static Fluids, (5) Dynamic Fluids, and (6) Kinetic Theory Gas. This training has four activities, that is (1) the explanation of the material about the nature of scientific-based electronic modules, (2) the introduction of the sigil and the procedures for its use, (3) training and practice to develop scientific-based electronic modules using Sigil software, and (4) discussion of the results of the electronic module development.
Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Lubuk Unen Kec. Merigi Kab. Bengkulu Tengah melalui Pengolahan Pasca Panen Durian “Puding Lumut Durian” Fiana Podesta; Isnin Kurnia Safitri; Dwi Fitriani
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110550

Abstract

Desa Lubuk Unen, Kecamatan Merigi, Kabupaten Bengkulu Tengah merupakan salah satu wilayah penghasil durian dengan produksi yang melimpah setiap musim panen. Namun, tingginya jumlah panen tidak diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam melakukan pengolahan pascapanen sehingga sebagian besar durian hanya dijual dalam bentuk segar dengan nilai ekonomi yang renda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memanfaatkan potensi lokal berupa durian melimpah melalui inovasi produk olahan, sekaligus meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat desa. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pengolahan durian menjadi puding lumut durian, sebuah produk pangan bernilai tambah yang mudah diproduksi, memiliki daya simpan lebih baik, serta berpotensi menjadi komoditas unggulan desa. Bentuk kegiatan yang akan dilakukan diantaranya berupa pendidikan yaitu memberikan pengetahuan tentang manfaat, nilai tambah dan kandungan durian. Kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan puding lumut durian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah durian menjadi produk pascapanen yang bernilai jual. Masyarakat mampu menghasilkan produk puding lumut durian secara mandiri, dengan kualitas yang memenuhi standar cita rasa dan estetika makanan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil menghasilkan produk olahan durian yang memiliki nilai tambah dan nilai jual, sehingga efektif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat serta memaksimalkan pemanfaatan durian melimpah di Desa Lubuk Unen, Kecamatan Merigi, Kabupaten Bengkulu Tengah. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan usaha berbasis potensi lokal dan penguatan ekonomi masyarakat desa.
Resistensi stigmatisasi perempuan gemuk dalam pertunjukan Exergie Butter Dance karya Melati Suryodarmo Tania Syafitri Dwi Purnama; Wahyu Novianto
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.96267

Abstract

Isu penelitian ini adalah stigmatisasi terhadap tubuh perempuan gemuk di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami representasi tubuh perempuan, mengatasi dampak sosial negatif, dan menghilangkan pembagian kelompok berdasarkan standar kecantikan yang tidak realistis. Dengan fokus pada pertunjukan "Exergie Butter Dance" karya Melati Suryodarmo, penelitian ini mengevaluasi bagaimana seni pertunjukan dapat berfungsi sebagai alat untuk melawan stigmatisasi tersebut. Analisis kritis dilakukan menggunakan metode dramaturgis, mengkaji bagaimana Suryodarmo, melalui pilihan artistik seperti mengenakan dress mini ketat dan high heels merah sambil menari di atas 24 balok mentega, menggugat dan menantang standar kecantikan ideal yang dipegang oleh masyarakat. Penampilan yang penuh keberanian ini tidak hanya menyoroti kekuatan tubuh perempuan gemuk di atas panggung, tetapi juga untuk mempertimbangkan kembali pandangan masyrakat tentang kecantikan dan identitas tubuh. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana seni pertunjukan dapat berperan dalam mengubah persepsi masyarakat dan sikap terhadap tubuh perempuan gemuk, membuka jalan untuk pemahaman yang lebih inklusif dan penerimaan yang lebih luas.
Urban Studies Scholarship in Action dalam ICAS13: Membangun Jejaring Akademisi Muda untuk Kolaborasi Ofita Purwani
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.104266

Abstract

Artikel ini berfokus pada upaya untuk membangun jaringan akademisi atau peneliti muda di Asia Tenggara yang menekuni studi perkotaan (urban studies). Inisiatif tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan mengenai marginalisasi Asia Tenggara di tengah diskusi akademik mengenai masalah perkotaan, sehingga hanya segelintir akademisi dari kawasan ini yang memperoleh fellowship atau dana hibah dari Urban Studies Foundation — sebuah lembaga yang terkait erat dengan Urban Studies Journal, jurnal terkemuka di bidang studi perkotaan. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, sebuah jaringan akademisi studi perkotaan di Asia Tenggara dibentuk melalui serangkaian kegiatan yang diselenggarakan pada ajang International Convention of Asian Scholars (ICAS) di Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia, pada 28 Juli–1 Agustus 2024. Kegiatan tersebut meliputi diskusi, lokakarya, dan pertemuan informal yang memberikan ruang bagi para peneliti untuk saling bertukar gagasan, menjalin kerja sama, dan mencari peluang untuk melaksanakan penelitian bersama. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan visi, dampak, dan representasi akademisi Asia Tenggara di kancah studi perkotaan, sehingga permasalahan perkotaan di kawasan tersebut lebih dapat diberitakan, dianalisis, dan diberi solusi berdasarkan perspektif dan kepentingan masyarakat setempat.
Pendampingan Sertifikasi Halal pada Usaha Mikro Kecil Menengah Rumah Rimpang Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Lokal Desa Suka Maju Melvi Viyona; Fitry Tafzi; Silvi Leila Rahmi; Dian Wulansari; Fauziah Fiardilla; Mursyid Mursyid; Diana Pebriani Daulay; Dewi Fortuna
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110999

Abstract

Rumah Rimpang merupakan brand dari minuman serbuk diproduksi oleh Persekutuan dan Perkumpulan Bersama Suka Maju Mestong. Produk yang dihasilkan berupa Wedjangku dan Kitsaju yang sudah lama di produksi, namun upaya pemasarannya masih terkendala. Berupa rendahnya kepercayaan konsumen terkait jaminan kehalalan dan keamanan produk. Pelaku usaha memiliki keterbatasan pemahaman mengenai prosedur pengurusan sertifikasi halal. Kegiatan pendampingan dilakukan secara komprehensif yang bertujuan memberikan edukasi mengenai program pemerintah Wajib Halal Oktober 2026 serta memberikan fasilitasi teknis dalam proses pengajuan sertifikasi halal. Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari 25 anggota  pelaku usaha di Desa Suka Maju, kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Metode pendampingan yang diterapkan meliputi presentasi dan diskusi interaktif dalam penyampaian materi; pengukuran pemahaman awal dan akhir menggunakan instrumen angket pre-test dan post-test; dan pendampingan praktis dan berkala untuk pengajuan sertifikat halal melalui website SiHalal. Hasil dari kegiatan pendampingan menunjukan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai pentingnya sertifikasi halal, peningkatan pemahman peserta dari 55,6% menjadi 85,2%. Pendampingan ini juga berhasil meningkatkan kapabilitas pelaku usaha untuk mengajukan sertifikasi halal dengan target perolehan sertifikat halal. Keberlanjutan pendampingan ini dapat difokuskan pada implementasi Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standard Operational Procedure (SSOP) untuk memastikan jaminan keamanan produk sehingga akan meningkatkan daya saing produk Rumah Rimpang secara berkelanjutan
Perubahan dan Keberlanjutan Kesenian Cetik dalam Dinamika Budaya Lampung M. Yoga Supeno; Daniel de Fretes; Erlika Firanda
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei (Article in press)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.109854

Abstract

Artikel ini mengkaji perubahan dan keberlanjutan kesenian cetik sebagai alat musik khas masyarakat Lampung dalam konteks sosial budaya yang berkembang. Terdapat perbedaan nama instrumen ini yaitu antara cetik dan gamolan pekhing yang kerap menimbulkan perdebatan di masyarakat. Riset etnografi dilakukan di Bandar Lampung dengan melibatkan budayawan, akademisi, praktisi, dan pembuat instrumen tradisional. Hasil penelitian menunjukkan kompleksitas dari segi makna dan fungsi kesenian cetik yang telah berkembang dari alat komunikasi jarak jauh dan ekspresi personal menjadi sarana pertunjukan, pendidikan, serta simbol identitas budaya. Tantangan yang dihadapi kesenian cetik meliputi perdebatan terminologi yang menunjukkan adanya konflik otoritas budaya, serta rendahnya minat generasi muda untuk mengapresiasi kesenian ini meskipun telah terintegrasi ke dalam kurikulum pendidikan formal. Adapun perubahan yang terjadi seputar kesenian cetik bersifat adaptif yakni dalam inovasi bentuk, sistem penalaan, serta estetika visual agar tetap relevan di era globalisasi. Pelestarian cetik memerlukan harmonisasi antara jalur formal dan jalur informal  guna membangun ruang apresiasi yang berkelanjutan.Kata kunci : cetik, gamolan pekhing, dinamika budaya, Lampung
Pemetaan Plasma Nutfah dan Kualitas Ekspor Buah Vanili pada Koperasi Petani Vanili Karavan Donohudan Boyolali Widya Mudyantini; Suranto Suranto; Solichatun Solichatun; Ari Pitoyo; Suratman Suratman; Purin Candra Purnama
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.94479

Abstract

Membership of the Indonesian Vanilla Spice producer cooperative "KARAVAN" with a Secretariat office in Donohudan-Surakarta, consisting of 18 districts/cities including Semarang, Ungaran, Kudus, Pati, Grobogan, Blora, Salatiga, Temanggung, Magelang, Kendal, Pekalongan, Karanganyar, Wonogiri , Tegal, Surakarta, Purwokerto, Banyumas, Purworejo, Kulonprogo (DIY). The number of members of the 126 farmer cooperative is around 1300 farmers. The production capacity of assisted vanilla farmers for green reaches 7-8.5 tons of green with a distribution on the Muria slope of around 1-1.5 tons. Salatiga, Ambarawa, Temanggung 2 tons. Wonosobo, Pekalongan, Kendal to Tegal around 3-4 tons, Magelang Purworejo, Banyumas around 2.5-3.5 tons per year. Some potential buyer countries include Switzerland, Germany, Malaysia, the Netherlands and Taiwan. One of the requirements for export is proof of vanillin content testing from a laboratory that has been accredited by KAN, including the UNS Integrated Laboratory UPT. Funding assistance for vanillin level testing is very necessary for farmers. This service helps with the costs of testing vanillin levels at different locations and finding optimal post-harvest handling standards for all members so that the results of vanillin levels can be uniform. Activities that have been carried out include holding an FGD between Karavan farmer cooperative partners and the UNS Integrated Laboratory UPT, BSN (National Standardization Agency) and the Plant Biomaterials Research Group on Wednesday, June 12 2024. This activity aims to make the vanilla farmer cooperative a BSN foster partner in assisting with SNI registration. Also making service partners the main clients in testing vanillin levels at the UNS Integrated Laboratory UPT. Various issues regarding germplasm, cultivation and post-harvest are assisted by the Plant Biomaterials Research Group. This service also involved taking part in an exhibition for the 48th Anniversary in front of the Rectorate on Friday – Saturday 21-22 June 2024. To train and apply the technology for drying vanilla fruit in an oven, research was carried out based on existing journals on vanilla fruit. The best treatment for drying and heating treatment is a water temperature of 55 oC and an oven of 40 oC ( on September 19). The vanillin content test was carried out and the levels were measured in 9 samples from 7 regions. From Tegal (Guci area) the vanillin levels were 1.70%, 1.78% and 1.73% with a standard deviation of 0.04%, the three samples were not significantly different. From Kudus (Mount Muria) 1.86%, Grobogan Sukolilo (North Gendeng) 1.54%, Lumajang (Bromo) 1.20%, Ambarawa 1.46%, Pati 1.59%, Magelang (Gunung Kelir-Ngablak) 1, 52%. The highest levels were from Kudus, followed by Tegal, Pati, Grobogan, Magelang, Ambarawa, and the lowest was Lumajang. Kata kunci :  Vanillin levels, germplasm, exports, Karavan vanilla farmers' cooperative 
Pemanfaatan kecerdasan buatan di bidang pendidikan: Pengenalan kepada mahasiswa di Tiga Universitas Kristen di Jawa Ivanna Kristianti Timotius; Maria Enggar Santika
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.94918

Abstract

Teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) menarik minat masyarakat, serta melahirkan berbagai presepsi mengenai AI. Ada masyarakat yang percaya dan bersemangat dalam memanfaatkan teknologi berbasis AI, ada juga yang takut dengan dampak negatif dari teknologi ini. Untuk dapat menggunakan teknologi berbasis AI secara bijaksana dan bertanggung jawab, dibutuhkan pengetahuan dasar mengenai AI. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan cara kerja dasar AI dan teknologi berbasis AI yang dapat bermanfaat di bidang pendidikan. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, peserta diharapkan untuk mengerti perinsip dasar dari AI, dan kemudian dapat menyimpulkan cara bijak dalam memakai teknologi berbasis AI, terutama untuk implementasinya di bidang pendidikan. Berdasarkan hasil survei dan diskusi, tampak bahwa peserta kegiatan pengabdian masyarakat telah memahami keunggulan serta drawback dari AI. Peserta kegiatan ini juga dapat mengambil sikap mengenai penggunaan teknologi berbasis AI dengan bijak.
Sosialisasi dan Kinerja Pemasangan CCTV Berbasis Panel Surya sebagai Pengaman Lingkungan di Desa Triyagan, Jawa Tengah Agus Supriyanto; Risa Suryana; Fahru Nurosyid; Yofentina Iriani; Kusumandari Kusumandari; Hendri Widiyandari; Khairuddin Khairuddin; Dina Siti Nurmala; Galuh Anjani Kirana Dewi; Imevia Her Rekenalita; Karini Kayala Putri; Safitri Amalia Putri
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.109479

Abstract

Kegiatan sosialisasi kinerja Closed Circuit Television (CCTV) berbasis energi surya dilaksanakan di Desa Triyagan, kecamatan Mojolaban kabupaten Sukoharjo.  Kedgiatan ini sebagai upaya peningkatan keamanan lingkungan dengan teknologi yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat, cara kerja, dan keunggulan sistem CCTV yang menggunakan panel surya sebagai sumber energi utama. Teknologi ini memungkinkan sistem pengawasan lingkungan beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan terhadap pasokan listrik PLN.  Metode sosialisasi meliputi penyuluhan, demonstrasi langsung, dan diskusi interaktif bersama masyarakat dan aparat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam menjaga keamanan desa. Program ini diharapkan menjadi model penerapan teknologi hijau untuk sistem keamanan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat desa.
Media Edukatif Berbasis Permainan Interaktif dalam Pembelajaran Manajemen Pemilahan Sampah pada Murid Sekolah Dasar Choirul Anam; Tanaya Nafilya Mumtaz; Yosefina Angie Sekhinah Christy; Danar Praseptiangga; Gani Cahyo Handoyo; Lia Umi Khasanah; Mujiyo Mujiyo; Farouk Heidar Barido; Raka Rayhan Pasha; Rachel Amanda Meilanny Subowo; Saskia Maritza Ramania; Mustapha Abolore Abdulwahab; Ana Rosmiati; Ipung Kurniawan Yunianto
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110335

Abstract

Edukasi pengelolaan sampah sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk perilaku ramah lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemilahan sampah organik dan anorganik untuk siswa kelas 1, 2, dan 3 sekolah dasar. Metode partisipatif yang digunakan adalah permainan edukatif “mencari harta karun” untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan di SDN 1 Turus, Polanharjo, Klaten. Dalam permainan ini, siswa dibagi menjadi kelompok kecil dan diberi peta petunjuk menuju “harta karun” berupa berbagai benda atau sampah. Setelah menemukannya, mereka menempelkan stiker sampah pada tempat sampah sesuai kategori organik atau anorganik. Kegiatan yang dilaksanakan pada 15 Juli 2025 ini mendapat antusias tinggi dari para siswa. Melalui permainan ini, siswa memperoleh pengetahuan teoritis dan pengalaman praktis tentang pentingnya memilah sampah dengan benar. Hal tersebut terlihat dari kemampuan anak-anak memisahkan sampah organik dan anorganik berdasarkan tempat sampah yang tersedia. Secara keseluruhan, metode ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan berbasis permainan efektif diterapkan pada anak usia sekolah dasar, karena 83,34 persen siswa berhasil memisahkan sampah dengan benar. Metode interaktif ini dapat menjadi model alternatif yang menjanjikan untuk sosialisasi lingkungan di sekolah. Di masa yang akan datang, siswa dapat berperan aktif dan berkolaborasi dengan mitra pengelolaan sampah, yaitu bank sampah ”Mrisen Makmur” yang ada di desa tersebut.