cover
Contact Name
Rio Fernandez Tamba
Contact Email
rio.fernandez@wbi.ac.id
Phone
+6282223399944
Journal Mail Official
jurnalsemar@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMAR
ISSN : 27454223     EISSN : 23023937     DOI : https://doi.org/10.59966/semar.v3i4.2114
SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society. Articles published in the SEMAR Journal can be in the form of research-based Community Service activities such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning and Community Development. SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
Pendampingan Regulasi Emosi dalam Mengatasi Stress Akademik sebagai Usaha Peningkatan Kesehatan Mental Mahasiswa Setyowati, Rini; Fitriani, Afia; Anggarani, Fadjri Kirana; Priyatama, Aditya Nanda; Karyanta, Nugraha Arif; Setyanto, Arif Tri
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.68952

Abstract

Perubahan pola pembelajaran konvensional tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (dalam jaringan) dan hybrid dapat berpotensi menjadi sumber stress akademik bagi mahasiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pendampingan regulasi emosi dalam mengatasi stres akademik pada mahasiswa.Kegiatan pendampingan regulasi emosi ini dilakukan berpedoman pada modul pendampingan regulasi emosi dengan metode aktivitas komunikasi, konferensi, studi kasus, simulasi dan games, sharing, tayangan video, dan berlatih relaksasi yang kepada 16 peserta yang yang mengalami stres akademik.Acara berjalan selama 240 menit dengan lancar dan penuh dengan partisipasi aktif dari para peserta yang hadir. Pengabdian ini mengimplementasikannya disesuaikan dengan permasalahan yang sedang dialami mahasiswa saat ini, yaitu stres akademik yang diakibatkan oleh perubahan pola pembelajaran.Pendampingan regulasi emosi ini dapat dikatakan telah membantu peserta dalam mengembangkan kemampuan regulasi emosi sehingga bermanfaat dalam menangani stres akademik dan meningkatkan kesehatan mental dengan didasarkan dari data pengalaman, worksheet, simulasi yang didapatkan dari peserta dan hasil evaluasi yang telah diisi oleh peserta.
Sosialisasi Platform Kolaborasi Online dalam Lingkungan Kerja sebagai upaya meningkatkan transformasi teknologi Dhimas Dwi Aprian; Tracy Fransiska Panggabean; Hudan Azkiya Rachman; Yeremia Sepdwinta Putra; Jeremia Simatupang; Pratista Arya Satwika
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.83302

Abstract

Penggunaan teknologi kini penting untuk meningkatkan kualitas, keterampilan, dan kompetensi SDM dalam menghadapi perubahan dan tantangan di masa depan. Generasi kerja Z sebagai 'digital native' dan generasi X sebagai 'digital immigrants' menciptakan kesenjangan teknologi di tempat kerja, menuntut pelatihan untuk meminimalisir ketidaksetaraan dan meningkatkan kinerja. Program KKN MBKM Riset 2023 melibatkan dua tahap, yakni analisis permasalahan adaptasi teknologi di lingkungan kerja, khususnya antara generasi X dan Z, pada tahap persiapan, dan pelaksanaan kegiatan sosialisasi serta pembelajaran praktek. Kegiatan ini dilakukan di Solo Technopark (STP) pada tanggal 25 Oktober 2023 yang bertujuan mengatasi isu ketidakpercayaan diri karyawan terhadap teknologi dan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan teknologi. Hasilnya, kegiatan sosialisasi Platform Kolaborasi Online di Solo Technopark (STP) berhasil terlaksana dengan baik. Pengetahuan mengenai Platform Kolaborasi Online seperti Gmeet, Zoom, Chat GPT, Outlook, dan Trello dapat disampaikan dengan lancar. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa Platform Kolaborasi Online yang dapat berguna dalam meningkatkan keterampilan karyawan serta mendukung penciptaan lingkungan kerja yang inklusif dan adaptif. The use of technology is now essential to improve the quality, skills, and competencies of human resources to face future changes and challenges. Working Generation Z as 'digital natives' and Generation X as 'digital immigrants' creates a technology gap in the workplace, demanding training to minimize inequality and improve performance. The KKN MBKM Riset 2023 program involves two phases: analysis of technological adaptation problems in the work environment, especially between generations X and Z, in the preparation phase, and implementation of socialization activities and practical learning. This activity was conducted at Solo Technopark (STP) on October 25, 2023, to address the issue of employees' lack of confidence in technology and create a work environment that is inclusive and adaptive to technological change. As a result, the socialization of the Online Collaboration Platform at Solo Technopark (STP) was successfully carried out. Knowledge about Online Collaboration Platforms such as Gmeet, Zoom, Chat GPT, Outlook, and Trello can be delivered smoothly. This activity aims to introduce several Online Collaboration Platforms that can be useful in improving employee skills and supporting the creation of an inclusive and adaptive work environment.
Penggunaan Sumber Belajar dalam SPADA Fakultas Teknik Universitas Veteran Bangun Nusantara Surakarta Daru Wahyuningsih; Basori Basori; Endang Widiyastuti; Hardian Ningsih; Hendramawat Aski Safarizki
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.79106

Abstract

Sumber belajar menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Penyampaian sumber belajar dari dosen pengampu kepada mahasiswa dapat dilakukan dengan penyampaian informasi sumber pustaka, file pustaka, atau tautan (link) pustaka. Penyampaian informasi sumber pustaka yang digunakan dalam kuliah dapat disampaikan dalam pertemuan luring dan penyampaian sumber pustaka berupa file dan tautan pustaka disampaikan dalam laman SPADA Universitas Veteran Bangun Nusantara, yaitu https://spada.univetbantara.ac.id. Pada akses laman tanggal 6 Juni 2023 diperoleh informasi jumlah kelas (course) sebanyak 147, yaitu 81 course pada Program Studi Teknik Sipil, 62 course pada Program Studi Teknik Industri, dan 4 course dalam menu Fakultas Teknik dan ujian akhir semeter 2020-2021. Kata kunci: SPADA, sumber belajar, UNS, Univet
Workshop “Sahabat Sejatiku”: Promosi Kesehatan Mental Berbasis Sekolah Melalui Penguatan Dukungan Sosial Teman Sebaya Idei Khurnia Swasti
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.82606

Abstract

Masa remaja meliputi masa storm and stress, yaitu masa pencarian jati diri untuk menyesuaikan diri dengan dunia, serta penguatan peran dalam pergaulan sosial. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) X yang berada di salah satu kecamatan di kabupaten Sleman, DI. Yogyakarta. Analisis kebutuhan dilakukan dengan mewawancarai psikolog Puskesmas di wilayah tersebut dan penyebaran survey pada siswa. Tujuan utama kegiatan adalah penguatan kesadaran dari para siswa mengenai pentingnya dukungan sosial dan mempraktekkannya di lingkungan sekolah dalam bentuk kegiatan konseling sebaya. Konseling sebaya dapat menguatkan efek buffering sebagai tameng yang memproteksi siswa dari pengaruh negatif lingkungan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini dapat membantu peserta menghadapi situasi sehari-hari yang menekan. Pengenalan keterampilan konseling dan penguatan dukungan sosial pada sesama remaja sangat penting dan dibutuhkan. Kegiatan serupa perlu diselenggarakan secara komprehensif dan berkelanjutan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam upaya promosi kesehatan mental di sekolah di masa mendatang. Kata kunci : efek buffering, dukungan sosial, konselor sebaya
Upaya Peningkatan Kualitas Produk Jamu melalui Identifikasi Bahan Baku berbasis Curcuma: Studi kasus di PT. Rachma Sari Group, Sukoharjo Saptono Hadi; Rita Rakhmawati; Laura Anastacia; Syaiful Choiri; Ahmad Ainurofiq; Dinar Sari C Wahyuni; Estu Retnaningtyas Nugraheni; Tiara Dewi Salindri Pratama; Sri Hartati Sapto Rini
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.79819

Abstract

Meningkatnya jumlah industri obat tradisional sejalan dengan peningkatan kebutuhan bahan baku simplisia. Industri skala kecil dan menengah umumnya menggunakan pemasok dari luar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi. Akan tetapi, tidak jarang ditemukan adulterasi maupun kesalahan identifikasi bahan baku yang merugikan industri dan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan metode identifikasi bahan baku akurat dan efisien yang dapat diterapkan di Industri skala kecil dan menengah. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam dua tahap utama. Tahap perencanaan awal melibatkan observasi kebutuhan mitra industri sehingga diketahui permasalahan yang dihadapi dan pendekatan solutif untuk mengatasi hal tersebut. Tahap pelaksanaan program dimulai dengan pengumpulan sampel kemudian dianalisis dengan metode KLT untuk mengidentifikasi komponen aktif. Hasil analisis dievaluasi dan data yang diperoleh disampaikan kepada mitra sebagai rekomendasi permasalahan mitra. Analisis yang dilakukan menggunakan KLT menunjukkan bahwa baik bahan baku dan produk tidak ada indikasi adulterasi. KLT dapat memberikan hasil yang cepat, akurat, simultan, dan terjangkau. Ini menegaskan bahwa KLT adalah metode efektif dan efisien yang dapat diadopsi oleh industri jamu sebagai metode yang praktis dan terjangkau, dalam upaya menjaga mutu dan kualitas produk.  The increasing number of traditional medicine industries is in line with the growing demand for raw herbal materials. Small and medium-scale industries commonly rely on external suppliers to meet their raw material requirements for production. However, it is common to encounter issues such as adulteration and misidentification of raw materials, which can be detrimental to the industry and the public. Therefore, there is a need for an accurate and efficient method of identifying raw materials that can be applied within the industry. The program is carried out in two main stages. The initial planning stage involves observing the needs of industrial partners to identify the issues they are facing and develop solution-oriented approaches. The program's implementation stage begins with the collection of samples, which are then analyzed using Thin-Layer Chromatography (TLC) to identify active components. The analysis results are evaluated, and the data obtained are presented to the partners as recommendations for their issues. The analysis conducted using TLC indicates that there is no indication of adulteration in both the raw materials and the products. TLC provides quick, accurate, simultaneous, and cost-effective results. This reaffirms that TLC is an effective and efficient method that can be adopted by the herbal medicine industry, enabling the industry to maintain the quality of its products.