cover
Contact Name
Rio Fernandez Tamba
Contact Email
rio.fernandez@wbi.ac.id
Phone
+6282223399944
Journal Mail Official
jurnalsemar@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMAR
ISSN : 27454223     EISSN : 23023937     DOI : https://doi.org/10.59966/semar.v3i4.2114
SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society. Articles published in the SEMAR Journal can be in the form of research-based Community Service activities such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning and Community Development. SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 239 Documents
Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk Meningkatkan Kapasitas Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Ngargoyoso Pipit wijayanti; Setya Nugraha; Gentur Adi Tjahjono; Rahning Utomowati; Moh Gamal Rindarjono; Lintang Ronggowulan; Sofyan Sholeh; Sekar Ayu Sukmawati
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.92916

Abstract

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana atau SPAB merupakan usaha preventif dan pengurangan dampak bencana yang berlandaskan hukum pada peraturan Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana. Kecamatan Ngargoyoso merupakan wilayah rawan bencana. Data terbaru menunjukkan sebanyak 72 bencana longsor di Kabupaten Karanganyar per tahun 2023 didominasi oleh Kecamatan Ngargoyoso. Bencana longsor ini turut menimpa SDN 01 Berjo hingga menimbulkan kerusakan dua bangunan ruang kelas pada tahun 2021. Tentunya hal ini menjadikan program SPAB sangat penting untuk diterapkan utamanya kepada siswa Sekolah Dasar yang merupakan kelompok masyarakat yang masih sangat memerlukan bimbingan dari gurunya. Berdasarkan permasalahan yang ada Grup Riset Geografi Terapan Pendidikan Geografi FKIP UNS bekerjasama dengan UPT Pendidikan Kecamatan Ngargoyoso untuk melakukan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Simulasi Mitigasi Bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru Sekolah Dasar mengenai SPAB. Metode yang digunakan adalah ceramah, simulasi mitigasi bencana dan melakukan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan signifikan pemahaman guru SD terkait SPAB.
Inovasi Payet pada Dompet Guna Mengoptimalkan Produk Sebagai Potensi Desa Sidowarno Annisa' Zahronita Utami; Sania Mutia Zaharani; Andira Virna Ayundita; Ryan Fauzy; Alga Amolu Subarno; ⁠Dinda Astri Utami; Hasna Tsalits Tammy; Khairunnisa Latifa; Oktavia Yunita Citra; Reisya Rahmania Andari; Rizky Suci Novriyanti; Rizky Tzara Mufidah; Anan Tasya Indah Budianto; Syarif Anwar; Zaizafun Faiha; Asri Laksmi Riani
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.93996

Abstract

Desa Sidowarno berpotensi sebagai pusat kerajinan tangan yang sukses. Pengembangan berkelanjutan dalam sektor ini dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat desa, memperkuat kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Metode penerapan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan inovasi payet pada dompet di Desa Sidowarno dirancang dengan pendekatan yang sistematis untuk mencapai tujuan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini melibatkan tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, dan evaluasi hasil. Kegiatan sosialisasi inovasi payet pada dompet memberikan pengetahuan dan sosialisasi dalam bentuk ceramah dan diskusi kepada ibu-ibu peserta sekolah perempuan di Dusun Butuh, Desa Sidowarno. Kegiatan pembuatan hiasan payet pada dompet kain dapat meningkatkan kreatifitas ibu-ibu peserta sekolah perempuan dalam menginovasikan payet dan dapat menjadi peluang usaha. Program kegiatan ini berhasil memberdayakan masyarakat dengan menciptakan produk kerajinan dompet berpayet yang inovatif, sekaligus memberikan keterampilan baru kepada para peserta melalui tahapan identifikasi dan analisis kebutuhan. pelatihan dan pembimbingan, serta pengembangan produk dan prototipe. Kata kunci: Payet, Pelatihan, Sekolah Perempuan
Identifikasi gap dalam perencanaan klaster wisata berkelanjutan di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri Ofita Purwani; Tri Yuni Iswati; Bambang Triratma; Yosafat Winarto; Wiwik Setyaningsih
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.104221

Abstract

Artikel ini berfokus pada identifikasi gap dalam perumusan klaster wisata pada perencanaan wisata keberlanjutan di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh isu kurang optimalnya pemanfaatan potensi sumber daya alam dan manusia dalam usaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat, sementara pada saat yang sama, adanya status Global Geopark dari UNESCO yang diberikan pada Gunung Sewu memberikan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan untuk kemakmuran masyarakat setempat dalam bentuk pariwisata. Pembentukan klaster-klaster ini dilakukan dengan melihat potensi-potensi setempat yang ada, lalu digolongkan berdasarkan letak geografis dan tema yang bisa dipakai untuk wisata. Selain itu juga harus mempertimbangkan adanya infrastruktur dan jasa transportasi, produksi, dan keuangan yang ada. Untuk melakukan klasterisasi, kami melakukan inventarisasi dan identifikasi gap terhadap sektor-sektor yang ada di Pracimantoro. Hasil dari identifikasi ini menunjukkan bahwa masih terdapat gap pada sektor transportasi dan akomodasi, yang mana ini harus diperhitungkan dalam merencanakan klaster.
Pelatihan Uji Sertifikasi Kompetensi Teknis BNSP Sebagai Sarana Pengetahuan dan Peningkatan Kompetensi Keahlian Calon Tenaga Kerja dan Siswa SMK di Kabupaten Madiun Diastian Vinaya Wijanarko; Vivi Ervina Dewi; Lusia Rakhmawati; Ricky Eka Putra; Sri Usodoningtyas; Yohana Wuri Satwika; Retno Wulan Dari; Rida Suci Rahayu
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.105566

Abstract

Kegiatan PKM yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unesa dengan membuat pelatihan uji sertifikasi kompetensi teknis BNSP sebagai sarana peningkatan pengetahuan dan kompetensi keahlian calon tenaga kerja dan siswa SMK masyarakat Kabupaten Madiun. Metode pelaksanaan melalui 5 tahapan, yaitu studi pendahuluan, penyusunan materi, penentuan jadwal pelaksanaan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi program.Antusias peserta PKM ditinjau dari hasil kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah pelaksanaan PKM. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan, diketahui terdapat peningkatan wawasan dan kompetensi keahlian dari sebelum pelatihan dan setelah pelatihan ditinjau dari butir pertanyaan mengenai wawasan uji kompetensi, skema uji kompetensi, lembaga sertifikasi profesi penyelenggara uji kompetensi, durasi masa aktif sertifikat kompetensi, materi uji kompetensi, asesor uji kompetensi, badan nasional sertifikasi profesi, relevansi sertifikat uji kompetensi dengan kualifikasi pekerjaan yang dilamar, kelengkapan persyaratan dan prosedur uji kompetensi, dan tempat uji kompetensi. Hal tersebut dapat dilihat dari prosentase pernyataan peserta PKM yang menyatakan setuju/memahami/mengetahui setelah diberikan pelatihan pada butir kuesioner 1 sampai dengan 10 sebesar 100%, 97%, 96%, 100%, 94%, 97%, 100%, 95%, 100%, 98%. Setelah kegiatan ini selesai dilakukan, harapannya masyarakat Pemerintah Kabupaten Madiun semakin menyadari akan pentingnya menambah kompetensi guna meningkatkan daya saing melalui uji kompetensi sehingga dapat memperbesar peluang di dunia kerja sehingga menyejahterakan Ekonomi.
Pendampingan Instrumentasi SROI kepada LAZ Yatim Mandiri untuk Mengukur Dampak Sosial-Ekonomi-Spiritual Program Breeding dan Fattening Domba Sulistya Rusgianto; Tika Widiastuti; Noven Suprayogi; Eko Fajar Cahyono; Al Marifatul A'la; Nisful Laila; Puji Sucia Sukmaningrum; Eka Puspa Dewi; Nikmatul Atiya; Shafana Putri Sambas; Chorista Fitriani
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.96450

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Yatim Mandiri dalam meningkatkan kemampuan mengevaluasi dampak sosial-ekonomi-spiritual program breeding dan fattening domba menggunakan metode Social Return on Investment (SROI). Tahapan kegiatan meliputi: (1) koordinasi awal untuk menyusun instrumen SROI; (2) Focus Group Discussion (FGD) dengan LAZNAS Yatim Mandiri guna menggali informasi terkait program; (3) pendampingan penyusunan instrumen SROI; (4) pendampingan evaluasi lapangan untuk pengumpulan data; dan (5) pendampingan penghitungan dampak sosial-ekonomi menggunakan metode SROI. Melalui program ini, Yatim Mandiri berhasil mengembangkan instrumen evaluasi SROI yang relevan dan efektif dalam mengukur dampak program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rasio SROI program ini mencapai 5,42, yang berarti setiap Rp1 yang diinvestasikan menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial senilai Rp5,42. Kegiatan ini tidak hanya memberikan gambaran nyata dampak sosial-ekonomi yang dihasilkan oleh program, tetapi juga memperkuat kapasitas LAZ Yatim Mandiri dalam menyusun dan mengevaluasi program secara mandiri di masa depan. Pendampingan ini diharapkan menjadi model strategis dalam pengelolaan program zakat berbasis pemberdayaan masyarakat yang terukur dan berkelanjutan.
Usaha Peningkatan Standar Mutu UMKM Jamu Herbal Ratu Botani Solo di Surakarta Fauziyah Azhari; Rita Rakhmawati; Widya Mudyantini; Soerya Dewi Marliyana; Nestri Handayani; Titi Wahyuni; Esti Suryani; Desi Suci Handayani; Siti Baroroh Zakiyatul Islah; Fahrul Zikri; Yeni Ermaningsih; Witri Wahyu Lestari
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.105220

Abstract

 Industri jamu Indonesia memiliki potensi ekonomi besar dengan pasar domestik Rp 20 triliun, ekspor Rp 16 triliun. Namun, UMKM jamu masih menghadapi tantangan signifikan terkait standarisasi mutu, keamanan produk, dan kepatuhan terhadap regulasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM Jamu Ratu Botani Solo (RBS), Surakarta melalui penguatan standar mutu produk, khususnya dalam aspek uji mutu produk dan pengemasan. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) Pra-kegiatan dilakukan dengan FGD untuk identifikasi kebutuhan dan tantangan mitra; (2) Pelatihan penyuluhan empat materi yaitu pemilihan bahan herbal, metode ekstraksi, implementasi teknik ekstraksi skala industri, penandaan obat bahan alam. Kegiatan ini disertai pemberian bantuan alat pengemasan dan analisis mutu produk di laboratorium (3) Evaluasi keberlanjutan untuk mengukur dampak dan keberlanjutan implementasi oleh mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta (80–100%) pada seluruh materi pelatihan, terutama terkait penandaan produk sesuai ketentuan BPOM. Mitra kini mampu mengimplementasikan teknik ekstraksi yang sesuai standar, seperti remaserasi dan digesti, dalam proses produksi jamu. Mitra juga telah memiliki akses terhadap layanan uji mutu (logam berat, kadar air, dan mikrobiologi) di laboratorium UPT UNS. Kegiatan ini berhasil memberdayakan RBS dalam memproduksi jamu berstandar nasional, meningkatkan daya saing, dan mendukung keberlanjutan usaha berbasis herbal. 
Edukasi Penerapan Pemupukan dan Pengairan Tanaman Cabai di Pekarangan Perkotaan untuk Meningkatkan Efisiensi Dwi Susilowati; Abdul Basit
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110544

Abstract

Tingginya kebutuhan masyarakat akan cabai serta keterbatasan lahan di wilayah perkotaan menjadi dasar penting pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Budidaya cabai di pekarangan rumah dipandang sebagai solusi potensial dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Namun, rendahnya efisiensi penggunaan pupuk dan air akibat keterbatasan pengetahuan teknis masih menjadi hambatan utama. Urgensi pengabdian ini memberikan edukasi mengenai pemupukan dan pengairan cabai yang efisien dan aplikatif pada rumah tangga perkotaan. Metode pengabdian dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan interaktif kepada kelompok tani Kenanga Merjosari Kota Malang, yang melibatkan 20 anggota. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, penyuluhan interaktif, praktik langsung, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test dengan kuesioner, observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil pengabdian yaitu respon peserta positif dengan tingkat kehadiran 95%. Pengetahuan dan pemahaman anggota kelompok meningkat signifikan, ditunjukkan oleh: (1) pengetahuan tentang jenis pupuk yang sesuai meningkat dari 21% menjadi 89%, (2) pemahaman tentang dosis dan waktu aplikasi pupuk meningkat dari 11% menjadi 89%, (3) pengetahuan tentang gejala kekurangan/kelebihan pupuk dan air meningkat dari 11% menjadi 84%, (4) kemampuan mencampur dan mengaplikasikan pupuk dengan benar meningkat dari 16% menjadi 89%, (5) kemampuan melakukan pemupukan sesuai fase pertumbuhan meningkat dari 11% menjadi 84%, dan (6) pemahaman tentang teknik serta jadwal pengairan yang efisien meningkat dari 16% menjadi 84%. Mayoritas peserta merasa terbantu dan termotivasi untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri. Dengan demikian, program ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan air pada budidaya cabai di pekarangan serta relevan untuk direplikasi pada wilayah perkotaan lainnya.
Pengembangan Potensi Umbul Nangsri sebagai Kawasan Wisata Berbasis Budaya dan Alam di Desa Lebak, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri Tri Yuni Iswati
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei (Article in press)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.110467

Abstract

Artikel ini berfokus pada upaya perintisan kawasan wisata berbasis budaya dan alam di Umbul Nangsri, Desa Lebak, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Umbul Nangsri merupakan sumber mata air alami yang memiliki nilai ekologis tinggi dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat. Lokasinya berada tidak jauh dari kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark, serta berdekatan dengan destinasi wisata lain seperti Museum Karst Indonesia dan Goa Tembus, yang menjadikannya strategis untuk dikembangkan sebagai bagian dari jaringan wisata terpadu di Wonogiri bagian selatan. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada tahun 2024–2025, kawasan Umbul Nangsri dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengelolaan wisata.  Kegiatan dimulai dengan melakukan identifikasi potensi lingkungan dan sosial-budaya, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan konsep desain kawasan yang menekankan pada penggunaan material lokal serta harmoni dengan alam sekitar. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah rancangan awal kawasan wisata Umbul Nangsri yang meliputi area publik seperti kolam umbul, gazebo, area kuliner, pendhapa, dan area sakral, serta kegiatan pelatihan pembuatan produk oleh-oleh khas desa. Seluruh program tersebut diarahkan untuk memperkuat identitas Desa Lebak sebagai desa wisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Kata kunci : Umbul Nangsri; Pracimantoro;  wisata budaya; ekowisata
Budidaya Magot Black Soldier Fly di Desa Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah: Solusi Inovatif Permasalahan Sampah Siti Lusi Arum Sari; Amanda Lestania Diva Anjani; Anggra Puspita Astuti; Anissa Fitri; Candrastami Kirana; Diva Calista Arifin; Farida Mira Nuraini; Ferlyana Putri Maharani; Gita Tri Wijayanti; Gregorious Tirta Dewata; Jaitun Putri Eka Wulandari; Lutfi Febriliana; Muhammad Kunto Dwi Yulyanto; Priskila Natasya Rambe Purba; Qurrota A’yunin Qorina; Rindiani Fitriyanti; Zakiyyatun Nisa’ Althoofun Nabiila; Amirza Fahma Addiniyyah; Ellisabeth Praptiningtyas; Nilam Cahyawati; Ibnu Tryansar Purba
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.90916

Abstract

Desa Donohudan,kecamatan Ngemplak, Boyolali secara langsung  berbatasan dengan kota Surakarta sehingga menjadi salah satu area pengembangan perekonomian kota Surakarta ke arah barat. Perkembangan ekonomi berkorelasi dengan peningkatan jumlah penduduk dan berdampak pada peningkatan produksi sampah organik. Sampah organik   jika tidak dikelola dengan baik akan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan dan kesehatan Masyarakat.   Teknologi MBSF Black Soldier Fly (MBSF) merupakan solusi inovatif untuk pengolahan sampah organik.  Selain dapat mengatasi permasalahan sampah, MBSF yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi. Berdasarkan hal tersebut kelompok 12 KKN Universitas Sebelas Maret periode Januari-Februari 2024 melakukan kegiatan pelatihan budidaya dan pengolahan pasca panen MBSF sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah sekaligus memberikan peluang pemberdayaan Masyarakat.Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh warga desa Donohudan yang tergabung dalam kelompok tani Karya Maju. Setelah penyampaian materi dan praktek bersama dalam pelatihan, warga juga melakukan praktek mandiri dengan didampingi tim KKN klp 12. Kegiatan ini berhasil mentransfer pengetahuan dan ketrampilan tentang budidaya dan pengolahan pasca panen MBSF kepada masyarakat desa Donohudan. Produk yang dihasilkan berupa tepung MBSF dalam kemasan yang diberi label merek PATEN. Tepung MBSF ini dapat dimanfaatkan sendiri sebagai bahan tambahan pakan ternak atau  dijual untuk meningkatkan pendapatan.
Penguatan Ekonomi Lokal melalui Pendirian Koperasi Petani Arinta Kusumawardhani; Chairul Huda Atma Dirgatama; Herlina Mega Puspitasari; Rio Dian Permana
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.98005

Abstract

Mayoritas penduduk Desa Jrahi, Kabupaten Pati, bekerja sebagai petani dengan potensi hasil pertanian yang beragam, seperti kopi, jahe, dan sayuran. Namun, ketergantungan pada tengkulak sering kali menyebabkan harga jual yang rendah, sehingga merugikan petani. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan membentuk koperasi pemasaran bagi Kelompok Tani Desa Jrahi. Metode yang digunakan adalah ABCD (Asset-Based Community Development), meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan monitoring. Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan oktober hingga desember tahun 2024 melibatkan 30 peserta dari petani dan perwakilan pemerintah desa, bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret dan PT. Mekar Saluyu Grup dalam program Matching Fund Kemdikbudristek 2024. Hasilnya, koperasi pemasaran Insan Agro Jrahi berhasil dibentuk dengan struktur organisasi, akta pendirian, dan legalitas resmi berupa Surat Keputusan (SK). Koperasi ini diharapkan menjadi wadah pemasaran produk pertanian yang lebih kompetitif dan memperluas akses pasar, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani. Tahap monitoring menunjukkan pertumbuhan anggota koperasi dan keberlanjutan program kerja koperasi. Kesimpulannya, pembentukan koperasi ini membuktikan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan yang sistematis untuk penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.Kata kunci : Pendampingan, Ekonomi Lokal, Koperasi