cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 747 Documents
Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Berbasis Android Sebagai Media Pembelajaran di SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong Edi Pujo Basuki; Djuwari Djuwari; Tiyas Saputri; Sunanto Sunanto
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024646

Abstract

Terdapat berbagai faktor yang meyebabkan terjadinya penurunan kualitas pendidikan Bahasa inggris disekolah.Salah satu faktor ialah kurikulum yang kurang efektif. Kurikulum yang digunakan di SMA di Indonesia sering kali tidak cukup efektif dalam mengajarkan bahasa Inggris kepada siswa. Beberapa sekolah masih menggunakan buku-buku pelajaran lama yang tidak terlalu relevan dengan kebutuhan saat ini. Kemudian, Kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan bahasa Inggris di SMA di Indonesia adalah kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas. Banyak guru bahasa Inggris di SMA yang tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai, sehingga sulit untuk memberikan pengajaran yang efektif. Selain itu, rendahnya minat siswa. Siswa seringkali kurang tertarik untuk belajar bahasa Inggris karena tidak melihat kepentingan dan manfaatnya dalam kehidupan seharihari. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar, kurangnya motivasi, dan tidak adanya tujuan yang jelas. Dan yang utama ialah kurangnya fasilitas dan teknologi pendukung. SMA di Indonesia seringkali tidak memiliki fasilitas dan teknologi yang memadai untuk membantu siswa belajar bahasa Inggris dengan efektifPermasalahan yang ada pada mitra adalah diperlukannya pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan media pembelajaran berbasis digital yang bersifat seru dan dapat dipahami dengan mudah. Pada dasarnya di SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong pembelajaran hanya berfokus pada buku paket saja, implementasi pembelajaran Bahasa inggris belum dapat dilaksanakan dengan baik.. Setelah dilakukan analisis situsi, dapat diketahui bahwa kurangnya minat siswa disebabkan kurangnya variasi guru dalam melakukan pembelajaran dikelas. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini Melalui kegiatan sosialisasi dan penerapan teknologi informasi, diharapkan dapat memberikan solusi bagi permasalahan penurunan minat dan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong, serta meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa. Abstract: There are several factors contributing to the decline in the quality of English education in schools. One of the factors is the ineffective curriculum. The curriculum used in Indonesian high schools often fails to effectively teach English to students. Some schools still use outdated textbooks that are not relevant to current needs. Additionally, there is a lack of qualified teachers. This is another factor affecting the quality of English education in Indonesian high schools. Many English teachers in high schools do not have adequate English language skills, making it difficult to provide effective instruction. Furthermore, there is a lack of student interest. Students often lack interest in learning English because they fail to see its importance and benefits in daily life. This can be attributed to a lack of support from the environment, a lack of motivation, and a lack of clear goals. Lastly, there is a lack of facilities and supporting technology. Indonesian high schools often lack the necessary facilities and technology to help students learn English effectively. The main issue at SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong is the need for English language learning using fun and easily understandable digital learning media. The school's English learning only focuses on textbooks, and the implementation of English language learning has not been well-executed. After conducting a situational analysis, it was found that the lack of student interest is due to a lack of teaching variation in the classroom. The results of this community service activity, through socialization and the application of information technology, are expected to provide solutions to the problems of declining interest and quality in English language learning at SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong, as well as to increase student motivation and enthusiasm for learning.
Analisis pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Karangrejo Ngasem Kediri Putra, Riyan Sisiawan; Safitri, Oki; Ma'ruf, Moch
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Upaya pengembangan Sumber Daya Manusia dalam meningkatkan Pengembangan Badan Usaha Milik Desa Karangrejo Ngasem Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Dalam pengabdian masyarakat ini dapat kita simpulkan bahwa pemilik UMKM kurang memahami tentang kewirausahaan dan tidak seberapa tau bagaimana cara pengembangannya agar produk-produk dari UMKM tersebut bisa menjadi produk unggulan. dan juga kurangnya wawasan bagaimana menciptakan lingkungan atau situasi kerja yang efektif. Oleh karena itu, pendampingan yang berupa dua macam pelatihan yaitu Pendampingan rutin dan Pendampingan incidental.
Sosialisasi Pengembangan Sistem Manajemen Strategi dengan Pelatihan Simulasi Estimasi Profitabilitas Perusahaan di PT Abisakti Surya Megakon Katias, Puspandam; Herlambang, Teguh; Adinugroho, Mukhtar; Yudianto, Firman; Anshori, Mohamad Yusak
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023609

Abstract

Perkembangan dunia bisnis saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat serta persaingan yang begitu ketat. Saat perusahaan semakin berkembang, maka tingkat kesenjangan sosial dan kerusakan lingkungan pun semakin tinggi karena adanya aktivitas perusahaan yang tidak terkendali terhadap berbagai sumber daya untuk meningkatkan laba perusahaan. Dalam literatur, profitabilitas bank, diukur dengan laba atas aset (ROA), biasanya dinyatakan sebagai fungsi determinan internal dan eksternal. Faktor penentu internal terutama dipengaruhi oleh keputusan manajemen bank dan tujuan kebijakan, faktor penentu profitabilitas tersebut tingkat likuiditas, provisi, kecukupan modal, biaya manajemen dan ukuran bank. Profitabilitas merupakan faktor penting di dalam perusahaan, sehingga pada penelitian ini dilakukan estimasi profitabilitas untuk mengetahui laba rugi perusahaan. Oleh karena itu, membuat model perkiraan (Forecast) dan estimasi yang tepat akan sangat membantu pengelola perusahaan secara efektif dan efisien, sehingga diperlukan pengembangan perangkat lunak untuk sistem forecasting dan estimasi. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini kami mensinergikan ilmu manajemen dengan ilmu komputasi sehingga dapat digunakan dengan lebih mudah, akurat, efektif dan efisien didalam pengelolaan hotel. Di dalam kegiatan ini dilakukan Sosialisasi simulasi atau perhitungan numerik terkait estimasi profit perusahaan.
Penyelesaian Sengketa Gadai Syariah Atas Jaminan Barang Gadai Syariah Sohibi, M.
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023588

Abstract

Ekonomi dan dunia bisnis juga selalu diikuti oleh perkembangan kebutuhan akan kredit, dan pemberian fasilitas kredit yang selalu memerlukan jaminan, hal ini demi keamanan pemberian kredit tersebut dalam arti piutang yang meminjamkan akan terjamin dengan adanya jaminan. Dalam konteks inilah letak pentingnya lembaga jaminan itu. Lembaga keuangan merupakan lembaga yang menjadi perantara keuangan dan jasa ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lembaga keuangan di Indonesia dapat dibagi menjadi lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non-bank. Gadai merupakan salah satu kategori dari perjanjian utang-piutang yang mana untuk kepercayaan dari orang yang berpiutang. orang yang berhutang menggadaikan barangnya sebagai jaminan terhadap utangnya itu. Barang sebagai jaminan tetap milik orang yang menggadaikan tetapi dikuasai oleh penerima gadai. Lembaga pegadaian melaksanakan kegiatan usaha penyaluran uang   pinjaman atas dasar hukum gadai. Debitur/Nasabah ada kalanya tidak memenuhi kewajibannya sesuai waktu yang disepakati. Setelah melalui peringatan terlebih dahulu, dan tidak melakukan perpanjangan, maka lembaga pegadaian mempunyai hak untuk mengambil pelunasan piutangnya dengan cara melelang barang jaminan gadai yang dibawah kekuasaannya.  Pegadaian Syariah menerapkan pelelangan dengan sistem penjualan marhun. pelaksanaanya dengan Fatwa DSN No: 25/DSN-MUI/III/2002 bagian kedua butir 5 b yang mengatur tentang penjualan marhun. Apabila jatuh tempo, murtahin harus memperingatkan rahn untuk segera melunasi utangnya. Apabila rahn tetap tidak melunasi utangnya, maka marhun dijual paksa/dieksekusi.Hasil Penjualan Marhun digunakan untuk melunasi utang, biaya    pemeliharaan dan penyimpanan yang belum dibayar serta biaya penjualan. Kelebihan hasil penjualan menjadi milik rahn dan kekurangannya menjadi kewajiban rahin. Berdasarkan pasal tersebut dapat dijelaskan bahwa sebelum lelang dilakukan, pegadaian harus memberikan somasi atau peringatan terlebih dahulu kepada pemberi gadai, pelelangan yang akan dilakukan pegadaian juga harus memenuhi syarat-syarat yang dilakukan. Barang gadai tersebut dilelang pada waktu yang telah ditentukan oleh pegadaian syariah. Meskipun pegadaian syariah mempunyai hak untuk mengambil pelunasan piutangnya dengan cara menjual barang gadai yang dikuasainya melalui pelelangan umum, di dalam implementasi operasi pegadaian syariah hampir mirip dengan pegadaian konvensional. Menurut istilah syara‟, yang dimaksud dengan rahn ialah menjadikan suatu benda bernilai menurut pandangan syara‟ sebagai tanggungan utang, dengan adanya benda yang menjadi tanggungan itu seluruh atau sebagian uang dapat diterima. Apabila debitur tidak dapat melunasi pinjamannya, maka kreditur dalam hal ini pegadaian syariah berhak melelang barang jaminan (marhun) dari debitur. Lelang merupakan salah satu jenis jual beli dimana pembeli menawarkan barang ditengah keramaian lalu para pembeli saling menawar dengan harga tinggi sampai pada batas harga tertinggi dari satu pembeli, lalu terjadi akad dan pembeli tersebut mengambil barang dari penjual. Pegadaian dalam memberikan pinjaman harus ada barang jaminan (marhun) dari debitur.
Gerakan Masyarakat Melalui Senam Sehat Pencegahan Diabetes Melitus Saida, Saida; Haryati, Haryati; Rangki, La; Mubarak, Mubarak; Sukmadi, Arfiyan
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023570

Abstract

Diabetes Melitus (DM) ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin. Peningkatan DM didasarkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, banyak mengkonsumsi makanan berlemak, kurangnya aktivitas fisik sehingga tidak terkontrolnya kadar glukosa darah. Senam diabetes merupakan aerobic low impact dan ritmic, bermanfaat menurunkan kadar glukosa darah dan mencegah kegemukan serta menekan terjadinya komplikasi. Untuk menggerakan masyarakat untuk hidup sehat dan aktif melakukan pencegahan DM melalui aktivitas senam. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober tahun 2022 dengan total peserta 63 orang, uasia dewasa muda sebanyak 4 orang (18%), usia dewasa tua sebanyak 43 orang (57%), lansia sebanyak 10 orang (25%). Jenis kelamin peserta terdapat 22 orang (36%) laki-laki, 41 orang perempua (74%). Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik sesuai dengan target. Kegiatan senam sehat bersama sangat disupport oleh Puskesmas Mokoau dan masyarakat yang berada diwilayah kerja Puskesmas Mokoau.
Pembinaan Karakter Sopan Santun Anak Usia Sekolah Dasar Melalui Kegiatan Dzikir Sukron Djazilan; Nafiah Nafiah; Pance Mariati
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024649

Abstract

The objectives of community service through the character development program for elementary school aged children are: 1) To improve the polite character of elementary school aged children at the Nafisa Foundation, 2) to develop elementary school aged children at the Nafisa Foundation through regular dhikr activities. routinely, 3) Provide assistance in developing the polite character of elementary school age children at the Nafisa Foundation. The method that will be carried out in community service is to develop the religious character of elementary school age children through dhikr activities. The partner in this community service is the Nafisa Foundation, which is one of the elementary schools used as a place for the campus teaching program. The steps taken to overcome partners' problems regarding literacy and numeracy are four activities, namely pre-PKM activities, implementation of PKM activities, evaluation of PKM implementation and follow-up and improvement of community service activities.The results of the training are as follows: 1) improving the polite character of elementary school age children in terms of respecting their elders after participating in dhikr activities is clear evidence of the positive impact that religious activities such as dhikr can produce in shaping children's character. This shows the importance of integrating character education in the education system and utilizing religious activities as a tool for building strong character. 2) increasing the polite character of elementary school age children in terms of saying hello when meeting older people after participating in dhikr activities is clear evidence of the positive impact that religious activities such as dhikr can produce in shaping children's character. Several suggestions for community service results based on the conclusions that have been expressed: 1) For elementary school age children, Introduction to Values: Start with an introduction to values such as politeness, respect for elders, unselfishness, and others. Use stories or concrete examples that suit children's understanding. 2) For parents, they can be active in supporting children's dhikr activities at home. This could involve doing dhikr together, reading stories about character values, or talking about related personal experiences.Abstrak: Tujuan dari program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pembinaan karakter anak sekolah dasar di Yayasan Nafisa adalah tiga lipat: 1) untuk meningkatkan sopan santun mereka, 2) untuk membina perkembangan melalui kegiatan dzikir (mengingat Tuhan) secara rutin, dan 3) untuk memberikan bantuan dalam menumbuhkan karakter sopan santun mereka. Metode yang digunakan dalam layanan ini melibatkan kegiatan dzikir untuk mengembangkan karakter religius anak-anak. Yayasan Nafisa, sebuah sekolah dasar dan mitra dalam layanan ini, berfungsi sebagai tempat untuk program pengajaran kampus. Program ini terdiri dari empat tahap: kegiatan pra-layanan, implementasi, evaluasi, dan tindak lanjut untuk perbaikan. Hasil dari pelatihan ini tampak dalam peningkatan sopan santun anak-anak. Rasa hormat mereka terhadap orang yang lebih tua dan kebiasaan mereka menyapa orang yang lebih tua saat bertemu telah meningkat secara signifikan setelah berpartisipasi dalam kegiatan dzikir. Perbaikan ini menunjukkan pengaruh positif dari kegiatan religius seperti dzikir dalam membentuk karakter anak-anak, sehingga menyoroti pentingnya integrasi pendidikan karakter ke dalam sistem pendidikan. Rekomendasi berdasarkan kesimpulan ini meliputi: 1) memperkenalkan nilai-nilai seperti kesopanan, hormat kepada orang yang lebih tua, dan ketidak-egoisan kepada anak-anak menggunakan cerita atau contoh yang dapat mereka mengerti; dan 2) mendorong orang tua untuk secara aktif mendukung kegiatan dzikir anak-anak mereka di rumah, yang bisa mencakup melakukan dzikir bersama, membaca cerita tentang nilai-nilai karakter, atau berbagi pengalaman pribadi yang relevan.
Pemberdayaan Kelompok Tani Nanas Queens Kediri Melalui Pembuatan Bioetanol “Pina Queens” dari Limbah Kulit Nanas Mulyati, Tri Ana; Pujiono, Fery Eko; Farida, Umul
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023600

Abstract

Kelompok tani nanas Queens merupakan perkumpulan petani nanas daerah Ngancar Kediri yang memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan produk olahan nanas varietas Queens. Pada kegiatan ini dilakukan pembuatan bioetanol dari limbah kulit nanas. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mitra terkait cara pembuatan dan manfaat bioetanol serta meningkatkan keterampilan mitra dalam membuat bioetanol dari limbah kulit nanas. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah sosialisasi cara pembuatan dan manfaat bioetanol serta pelatihan pembuatan dan pengemasan produk bioetanol. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini antara lain 100% mitra telah mengetahui potensi limbah kulit nanas sebagai bahan baku pembuatan bioetanol; 93% mitra telah mengetahui alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat bioetanol dan 88% mitra faham cara pembuatan bioetanol dari limbah kulit nanas. Adapun produk yang dihasilkan dalam kegiatan ini adalah bioetanol “Pina Queens” dari limbah kulit nanas.
Pendampingan Guru Dalam Pengelolaan Kelas Untuk Proses Pembelajaran pada Anak Usia Dini Destita Shari; Jauharotur Rihlah; Andini Hardiningrum; Mujad Didien Afandi; Djuwari Djuwari; Afib Rulyansyah
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024641

Abstract

Pendampingan guru dalam pengelolaan kelas diperlukan untuk menciptakan kondiri belajar yang optimal khususnya untuk anak usia dini.  Guru perlu terampil dalam mengelola dalam proses belajar mengajar seperti tujuan pembelajaran yang jelas, menguasai materi, metode pembelajaran yang digunakan tepat, penggunaan sarana, evaluasi dalam pembelajaran. Pendampingan ini untuk mendukung guru untuk memperbaiki proses pengelolaan kelas yang dilaksanakan. Fasilitator memberikan pendampingan pada guru dengan bertahap dengan memberikan wawasan, evaluasi dan tindak lanjut agar proses pembelajaran pada anak usia dini dapat diterapkan secara efektif di kelas. Abstract: Teacher assistance in classroom management is needed to create optimal learning conditions, especially for young children. Teachers need to be skilled in managing the teaching and learning process, such as clear learning objectives, mastering the material, appropriate learning methods used, use of facilities, evaluation in learning. This assistance is to support teachers to improve the classroom management processes implemented. The facilitator provides assistance to teachers in stages by providing insight, evaluation and follow-up so that the learning process in early childhood can be implemented effectively in the classroom.
Relationship between Gadget Use and Learning Concentration Kedai Damar Village, Tebing Tinggi Subdistrict, Serdang Bedagai Regency Haryani, Mutiara Hafidzah Tri; Anggesti, Indi; Situmeang, Monica; Apriliya, Deswita; A’yuni, Nur; Eliska, Eliska
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023626

Abstract

Changing times emerge along with advances in technology created by humans, the more sophisticated technology is, the greater its influence on individuals throughout the world and the more individuals who want to have and want to be able to master sophisticated technology. Learning concentration is the main asset for students in receiving material and is an indicator of successful implementation of learning. Theoretically, if student concentration is low, it will result in low quality activities and can lead to a lack of seriousness in learning. The method used to obtain the research results contained in this article is qualitative with a case study approach. Peliti has carried out direct observations in Kedai Damar Village, Tebing Tinggi District, Serdang Bedagai Regency, this process took place from 18 July to 18 August 2023. The results show that more than half have knowledge about gadgets, but do not know how to use gadgets properly. correct, thus disturbing the student's concentration.
Strategi Pengembangan Desa Wisata Sebagai Pembangkit Ekonomi Kerakyatan (Studi di Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri) Adinugroho, Mukhtar; Hakiki, Moh. Saiful; Zhulqurnain, Mohamad Rijal Iskandar; Herlambang, Teguh; Yudianto, Firman
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023596

Abstract

Sumber Mata air Dlopo telah menjadi sumber pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat sekitar selama bertahun–tahun. Menurut DLHKP Kabupaten Kediri ada kemungkinan terjadinya krisis air bersih di sekitar sumber mata air Dlopo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Debit air di sumber mata air desa Karangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. 2) Kualitas air pada sumber mata air Dlopo Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. 3) Potensi sumber mata air Dlopo untuk memenuhi Kebutuhan domestik masyarakat Desa Karangrejo. Adapun permasalahan mitra diantaranya: 1) Rendahnya SDM masyarakat dalam pengembangan desa wisata 2) Tata kelola kelembagaan desa wisata yang tidak baik 3) Rendahnya optimalisasi produk lokal (makanan, kerajinan, kesenian) 4) Tidak adanya perencanaan partisipatif dalam pengembangan desa wisata. Adapun solusi yang ditawarkan diantaranya: pertama, peserta pendampingan pengembangan desa wisata Dlopo akan ditingkatkan kapasitas sumber daya manusia-nya melalui pelatihan pemasaran, motivasi berwirausaha, dan kemampuan dalam membuat perencanaan untuk skala pendek, menengah, dan panjang. Kedua, kelembagaan desa wisata harus dibentuk melalui perbaikan kelembagaan dan terbentuknya inisiasi pembentukan BUMDES sebagai payung hukum pengembangan desa wisata. Masyarakat Desa Dusun Dlopo harus diberikan semangat dalam pengembangan desa wisata yang tinggi sehingga dengan adanya perencaaan pengembangan desa wisata tersebut dapat terwujud seperti yang diharapkan oleh masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah pengelola desa wisata Dlopo, perangkat desa Karangrejo dan masyarakat di Dlopo, dalam mengatasi permasalahan tersebut maka metode yang digunakan supaya program dapat berkelanjutan adalah dengan melakukan pelatihan, implementasi, pendampingan, dan jejaringan.