cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 747 Documents
Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Broken Home Dalam Menjalani Perkuliahan di Universitas Hasanuddin Desfita, Fipin; Jeanny, Jeanny; Farid, Farid
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024852

Abstract

Komunikasi yang baik menjadi salah satu faktor terpenting yang dapat menghindari adanya permasalahan, kesalahpahaman, maupun konflik dengan oranglain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi interpersonal mahasiswa broken home dalam mengahadapi perkuliahan. Metode penelitian deskriptif menggunakan teori self disclousure dan teori SOR. Teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi dengan pihak yang mengalami broken home di Universitas Hasanuddin, dengan mewawancarai key informan dari mahasiswa broken home dari perceraian dan dosen psikologi Universitas Hasanuddin sebagai penguat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal mahasiswa broken home perceraian berjalan tidak baik bagi anaknya dengan tidak saling memberikan perhatian dan komunikasi yang tidak lancar. Dan dampak dari anak broken home memiliki dampak buruk dan ada juga yang positif, lain halnya dengan keluarga broken home yang bersifat negative komunikasi interpersonal tidak berjalan dengan baik sehingga dampak yang di timbulkan menjadi dampak yang buruk yang menyebabkan sang anak menjadi berperilaku menyimpang. Saran dari penelitian ini adalah dalam kondisi apapun dan se sibuk apapun orang tua harus tetap menyisikan waktu mereka untuk anaknya baik dengan berkomunikasi dan interaksi langsung maupun dengan menggunakan media telepon.
Implementation, Socialization and Empowerment of Teachers at the An-Nur Foundation through learning to make websites to improve school websites in Dili, Timor Leste Rizqi Putri Nourma Budiarti; Niken Savitri Primasari; Ubaidillah Zuhdi; Nur Shabrina Meutia
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024675

Abstract

Kegiatan pengabdian Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan wawasan, peningkatan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya penggunaan website di berbagai bidang terutama di bidang pendidikan kepada para guru di Yayasan An-Nur In Dili, Timor- Leste. Dalam hal, terkait penggunaan website diketahui bahwa sampai saat ini Yayasan tersebut belum memiliki website dan guru di Yayasan An-Nur Dili terkait penguasaan website yang masihlah rendah. Oleh karena itu, tujuan pengabdian Masyarakat ini diharapkan meningkatkan pemahaman dan wawasan para guru di timor leste tentang penggunaan dan penerapan dan pentingnya belajar menggunakan website sebagai salah tau media belajar dan branding terutama untuk mengenalkan Yayasan An-Nur Timor Leste melalui website sehingga lebih mengenalkan pendidikan melalui teknologi serta meningkatkan kepedulian dan mendukung perilaku digital dengan memanfaatkan kolaborasi website untuk Masyarakat di Dili, Timor Leste, khususnya Civitas Yayasan An-Nur Dili, Timor Leste sebagai dampak  dari sisi positif kolaborasi Pendidikan dan media mengamalkan keilmuan melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Tim Pengabdian Masyarakat UNUSA. Adapun pengabdian masyarakat internasional ini dilakukan dengan metode yakni pelaksanaan sosialisasi pengenalan, dan pemberian sosialisasi terkait website dan cara membuat post dan page pada website Yayasan An-Nur Dili, Timor Leste dan pemanfaatan website Yayasan yang mendukung sekolah Pendidikan islam yang memiliki kebermanfaatan di bidang pendidikan dan keilmuan. Dengan kegiatan ini diharapkan pemahaman, pengetahuan dan penggunaan teknologi website setiap individu dapat meningkat dan lebih bermanfaat. Setelah selesai pelaksanaan sosialisasi pengabdian masyarakat, maka langkah akhir adalah melakukan evaluasi dan pelaporan kinerja terkait dampak yang diberikan dari pengabdian masyarakat ini. Adapun, evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner individu yang berupa pretest dan posttest dari peserta pengabdian masyarakat.
Keabsahan Pemeriksaan Saksi secara Bersama-Sama di Persidangan sebagai Perwujudan Asas Cepat Sederhana dan Biaya Ringan Ubaidillah, Lutfian
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024862

Abstract

To implement criminal law, it is necessary to take steps to maintain the legal order of society. This method is known as criminal procedural law. The purpose of the Criminal Procedure Code is to seek and obtain or at least approach the material truth, the complete truth. The Indonesian criminal justice system consists of the police, prosecutors, district courts and correctional institutions as law enforcement officers. The four organs are closely related and limit each other. With the aim of being able to explain an alleged criminal act, evidence is needed to support that a crime has occurred. Evidence is directly or indirectly related to the crime. Direct evidence includes victims who suffered physically or mentally, including witnesses who saw or heard that a crime had occurred. Examination of witnesses has an important role in criminal proceedings by following the principles of unnus tetis nulus tetis (witnesses are not witnesses) and testimonium de auditu (statements of other people are not valid evidence). In the process of examining witnesses, many things go together. This is possible because of the principle of justice which is fast, easy and cheap. Because based on this principle, both the public prosecutor and the judge are obliged to review the defendant's case as soon as possible, especially for defendants who are in detention. That if the witness examination is carried out simultaneously. This can be done because of the principle of a fast, simple and low-cost trial, but how can the validity of witnesses who are examined jointly at trial be known, the implementation of witness examinations between mitigating and aggravating ones is not directly examined together, but separately and what distinguishes it is the time when the examination is carried out because it involves the validity and provision of interrelated information. In this study the authors used a normative method using a statutory approach and the legal materials used were primary legal materials, namely laws and regulations related to the issues to be discussed and secondary legal materials obtained from all publications on law including books and, law dictionaries.
Hubungan riwayat kekurangan energi kronis pada saat kehamilan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas kalimukti kecamatan Pabedilan kabupaten Cirebon Juariah, Siti
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024784

Abstract

The consequences that can occur when toddlers experience stunting include short-term and long-term impacts. Short-term impacts on children experiencing stunting include disrupted brain development that can affect intelligence, growth disorders, and metabolic disturbances. The aim of this research is to determine the relationship between a history of chronic energy deficiency during pregnancy and the occurrence of stunting in toddlers in the Kalimukti Community Health Center area, Pabedilan District, Cirebon Regency. This is quantitative research using a pre-experimental research method with a One Group Pretest Posttest approach. The research population includes all mothers with toddlers aged 0-24 months in the Kalimukti Community Health Center area, Pabedilan District, Cirebon Regency in 2023, totaling 256. The sample selection technique uses purposive sampling. Data analysis involves univariate and bivariate analysis. The chi-square test results show a significant relationship between chronic energy deficiency in pregnant women and the occurrence of stunting in toddlers aged 0-24 months (ρ=0.004). Based on the Odds Ratio (OR) calculation, pregnant women with Chronic Energy Deficiency during pregnancy are 15.4 times more likely to experience stunting in their children in the future.
Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Telekonsultasi Terhadap Ketidaknyamanan Ibu Hamil, Bersalin, dan Nifas di Puskesmas Dolo Kabupaten Sigi Irnawati, Irnawati; Dyastuti, Nur Eka; Amastasya, Sherin
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024902

Abstract

In 2022, maternal mortality (MMR) in Central Sulawesi reached 67 cases, while infant mortality (IMR) stood at 308 cases. In 2023, these numbers increased to 60 cases for MMR and 417 cases for IMR. WhatsApp, with 83% of users in Indonesia, was utilized in this study as a communication medium to educate pregnant, laboring, and postpartum women through teleconsultation, providing information, motivation, and solutions related to discomforts experienced during these periods. This descriptive study employed a case study approach, examining the discomforts experienced by women from pregnancy through postpartum. The study was conducted at Puskesmas Dolo, Sigi Regency, from March 14 to May 30, 2024, with the subject being Mrs. "W," who was 33 weeks pregnant. During pregnancy, the subject experienced complaints such as frequent urination, back pain, and moderate anemia with an Hb level of 8.6 g/dl, which was managed through a diet rich in iron and Fe tablets, resulting in an Hb increase to 11.6 g/dl. During labor, the subject experienced abdominal pain, a strong urge to push, and pain at the perineal suture site. In the postpartum period, the subject reported lower abdominal pain and pain at the suture site. These complaints were physiological in nature. Through WhatsApp, the researcher provided IEC (Information, Education, and Communication) tailored to the subject's complaints and needs during pregnancy, labor, and postpartum. WhatsApp proved effective as a teleconsultation medium for educating women about the discomforts experienced, even when not conducted directly at healthcare facilities.Abstrak. Pada tahun 2022, Angka Kematian Ibu (AKI) di Sulawesi Tengah mencapai 67 kasus, sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 308 kasus. Pada tahun 2023, angka tersebut meningkat menjadi 60 kasus AKI dan 417 kasus AKB. WhatsApp, dengan 83% pengguna di Indonesia, dimanfaatkan dalam penelitian ini sebagai media komunikasi untuk mengedukasi ibu hamil, bersalin, dan nifas melalui telekonsultasi, memberikan informasi, motivasi, dan solusi terkait ketidaknyamanan yang dialami selama masa tersebut. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan studi kasus, yaitu mengkaji ketidaknyamanan yang dialami ibu hamil hingga nifas. Penelitian dilakukan di Puskesmas Dolo, Kabupaten Sigi, pada tanggal 14 Maret sampai dengan 30 Mei 2024, dengan subjek penelitian adalah Ibu “W” yang sedang hamil 33 minggu. Selama masa kehamilan, subjek mengalami keluhan seperti sering buang air kecil, nyeri pinggang, dan anemia sedang dengan kadar Hb 8,6 g/dl yang diatasi dengan diet tinggi zat besi dan tablet Fe sehingga Hb meningkat menjadi 11,6 g/dl. Selama persalinan, subjek mengalami nyeri perut, keinginan mengejan yang kuat, dan nyeri pada tempat jahitan perineum. Pada masa nifas, subjek mengeluh nyeri perut bawah dan nyeri pada tempat jahitan. Keluhan tersebut bersifat fisiologis. Melalui WhatsApp, peneliti memberikan KIE (Informasi, Edukasi, dan Komunikasi) yang disesuaikan dengan keluhan dan kebutuhan subjek selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas. WhatsApp terbukti efektif sebagai media telekonsultasi untuk mengedukasi ibu tentang ketidaknyamanan yang dialami, meskipun tidak dilakukan secara langsung di fasilitas kesehatan.
Peran Kepolisian dalam Mencegah Peredaran Gelap Narkotika dalam Perspektif Kriminologi Soraya, Joice; Refangga, Galih Setyo
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024843

Abstract

Aparat penegak hukum yang mempunyai peranan penting terhadap kejahatan narkotika adalah Kepolisan Resort, yang diharapkan mampu menghentikan kejahatan narkotika yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Kepolisian dalam mencegah peredaran gelap narkotika dan mengkaji hambatan Kepolisian dalam mencegah peredaran gelap narkotika dalam perspektif kriminologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepolisian sebagai penegak hukum mempunyai peranan yang sangat penting dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan peran tersebut khususnya dalam aspek pencegahan adalah melalui upaya preemtif dan preventif. Upaya preemtif ini pada dasarnya adalah upaya yang dilakukan pada tingkat proses pengambilan keputusan dan perencanaan. Sementara upaya preventif yang dapat dilakukan diantaranya adalah melakukan patroli dan operasi lapangan. Namun demikian, upaya-upaya yang dilakukan pihak Kepolisian tidak lepas dari hambatan, yang dalam perspektif kriminologi hambatan tersebut meliputi faktor keluarga (psikogenesis) dan lingkungan (sosiogenis).
Optimalisasi peran keluarga dalam perawatan masa nifas Sasanti, Dewi Ari; Elmiani, Heni; Tiara, Andi; Sarif, Ernika Putri; Febriani. R, Firdha; Kamila, Kamila
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024768

Abstract

Selama periode pasca melahirkan, penting bagi ibu untuk merawat dirinya sendiri dan mendapatkan dukungan yang cukup dari pasangannya, keluarga, dan tim medis. Ini merupakan periode penting dalam perjalanan seorang perempuan menuju pemulihan fisik dan emosional setelah melahirkan. Kurangnya peran orang terdekat yang memberi motivasi, memberikan perhatian, mendorong, dan orang-orang yang selalu bersamanya serta membantu dalam menghadapi perubahan akibat persalinan dapat meningkatkan risiko ibu mengalami depresi pasca melahirkan. Metode yang digunakan untuk memberikan edukasi tentang Optimasi Peran Keluarga dalam Perawatan Pasca Melahirkan adalah metode konseling dengan media buklet. Kegiatan pelayanan masyarakat menunjukkan tanggapan positif dari masyarakat desa Gunung Samarinda dan partisipasi aktif dalam proses diskusi mengenai masalah-masalah yang dihadapi selama periode pasca melahirkan baik itu dari segi pribadi, keluarga, maupun lingkungan sosial. Diharapkan bahwa masyarakat dapat meningkatkan kesadaran keluarga dalam peran aktif membantu, melindungi, dan menemani periode pasca melahirkan istri.Abstract: During the postpartum period, it is important for the mother to take care of herself and get enough support from her partner, family and medical team. This is an important period in a woman's journey towards physical and emotional recovery after childbirth. The lack of the role of the closest people who motivate, pay attention, encourage and people who are always with her and help in dealing with changes due to childbirth can increase the risk of mothers experiencing postpartum depression. The method used to educate about Optimizing the Role of the Family in Postpartum Care is the counseling method with booklet media. Community service activities show a positive response from the community of Gunung Samarinda village and active participation in the discussion process of problems that have been faced in the postpartum period both personal, family and social environment. It is hoped that the community can increase family awareness in the active role of helping, protecting and accompanying the postpartum period of the wife.
Pembinaan dan Pengembangan Tim UKS dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi pada Pelajar di SMPN 14 Palu Ratri Astrid; Kristiani Kristiani; Annisa Nur Rahma; Aprilia Marshanda Djelau; Indri Bulumulawa; Arini Arini
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024717

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja menjadi perhatian utama di perkotaan, di mana sekitar 5,2 juta remaja putri mengalami berbagai masalah setelah menstruasi, termasuk pruritus vulvae yang menyebabkan gatal pada organ intim wanita. Kekurangan kesadaran dan pengetahuan tentang kebersihan area genital dapat berdampak negatif pada kesehatan organ reproduksi wanita, menciptakan masalah seperti peningkatan cairan vagina, iritasi vulva, gatal, bau yang tidak sedap, ketidaknyamanan, dan masalah buang air kecil. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pembinaan dan pengembangan Tim UKS untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi pada pelajar di SMPN 14 Palu. Kegiatan ini melibatkan beberapa tahap, termasuk survei lokasi, pengurusan perijinan, penyusunan jadwal kegiatan, dan pelaksanaan penyuluhan dengan materi seperti pernikahan dini, kebersihan vulva, pergaulan bebas, HIV/AIDS, aborsi, cuci tangan, dan penggunaan alat-alat kesehatan. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi terkait tema Kesehatan Reproduksi Remaja, serta evaluasi melalui kuesioner terbuka kepada TIM UKS SMPN 14 Palu. Hasil evaluasi menunjukkan keberhasilan kegiatan pelatihan ini, dengan pengetahuan kategori baik mencapai 100%, meningkat dari sebelumnya yang memiliki tingkat baik sebesar 46,7%, cukup 33,3%, dan kurang 20%. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan menciptakan perubahan positif sebelum dan sesudah implementasi.
Pendampingan guru BK dalam melaksanakan konseling resolusi konflik untuk meningkatkan solidaritas antar siswa di lingkungan sekolah Ratu, Bau; Puswiartika, Dhevy; Baan, Addriana Bulu; Herlina, Herlina; Elfira, Ninil
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solidaritas antar siswa merupakan hal penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan siswa. Namun, globalisasi dan individualisme menyebabkan menurunnya rasa solidaritas dan meningkatnya konflik di kalangan pelajar, seperti perkelahian, tawuran, bullying, dan tindakan kekerasan lainnya. Konseling resolusi konflik merupakan upaya untuk mengatasi konflik dan meningkatkan solidaritas antar siswa dengan memberikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mengelola konflik secara benar serta mengembangkan budaya perdamaian. Kegiatan pendampingan dilakukan kepada 81 guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kota Palu melalui pelatihan dan praktik langsung tahapan konseling resolusi konflik, meliputi membangun hubungan, memahami masalah, memperkuat persepsi kolaboratif, keterampilan resolusi konflik, dan penerapannya. Setelah pendampingan, kemampuan guru BK dalam melaksanakan konseling resolusi konflik meningkat, terutama pada keterampilan resolusi konflik dan penerapannya. Pendampingan lanjutan secara daring juga dilakukan untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih baik. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali guru BK dengan keterampilan melaksanakan konseling resolusi konflik agar dapat meningkatkan solidaritas antar siswa di lingkungan sekolah.Abstract: Student solidarity is essential to creating an enabling learning environment and supporting student development. However, globalization and individualism lead to a decrease in the sense of solidarity and increased conflict among students, such as fighting, bidding, bullying, and other acts of violence. Conflict resolution counseling is an effort to overcome conflict and enhance student solidarity by providing knowledge, attitudes, and skills to manage conflict properly and develop a culture of peace. The supporting activities were carried out for 81 Teachers of Counseling (BK) in Palu City through training and practical stages of conflict resolution counseling, including building relationships, understanding problems, strengthening collaborative perceptions, conflict-resolution skills, and their application. Advanced online accompaniment is also done to facilitate better understanding. This activity aims to equip BK teachers with the skills to implement conflict resolution counseling in order to enhance solidarity among students in the school environment.
Pencegahan bahaya radikalisme melalui penguatan karakter kebangsaan dan penanaman nilai-nilai luhur Pancasila pada siswa Listyowati, Maria Yosepin Endah; Prihatin, Lilik; Achwan, Muhammad; Nooryanto, Fista Herry; Setyaningrum, Diyah; Sudarsono, Sudarsono
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024734

Abstract

Munculnya kasus dengan ajaran-ajaran yang menyesatkan dan intoleran di masyarakat merupakan penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila terjadi di beberapa wilayah desa di kabupaten Ponorogo hingga masuk di 2 desa kecamatan Mlarak. Sangat dikhawatirkan jika anak-anak yang polos disusupi oleh pandangan sesat dan intoleran, karena kaum perempuan dan anak sangat rentan untuk dipengaruhi dengan dalih pemberian bantuan biaya pendidikan atau bantuan sosial. Ajakan atau bantuan dengan memberikan iming-iming menggiurkan dikuatirkan membuat terlena masyarakat khususnya kaum perempuan dan anak anak. SDN Candi I sebagai Mitra adalah Lembaga Pendidikan Dasar membutuhkan penguatan karakter kebangsaan bagi siswa dengan menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari guna membentengi diri dari ancaman bahaya kerusakan moral dan radikalisme yang muncul dengan memanfaatkan kondisi wilayah di pedesaan. Melalui penguatan karakter di Sekolah Dasar Negeri 1 Candi dapat mewujudkan siswa berkarakter yang bernilai moral baik, mampu bertoleransi dengan sesama, berbudi luhur, dan berakhlak mulia. Penyampaian pembelajaran yang berciri khas identitas bangsa Indonesia mampu menghalau ancaman bahaya yang akan merusak anak sebagai generasi penerus bangsa dan menumbuhkan jiwa nasionalisme siswa mengikuti tata cara upacara bendera, memberi aba-aba barisan pleton dan memperagakan pengibaran bendera yang benar menjadi salah satu kegiatan penguatan karakter selain permainan edukatif yang bermuatan moral.Abstract: The emergence of cases with misleading and intolerant teachings in the community is a deviation from the values of Pancasila occurring in several village areas in Ponorogo district and even in 2 villages in Mlarak sub-district.  It is very worrying if innocent children are infiltrated by heretical and intolerant views, because women and children are very vulnerable to being influenced under the pretext of providing assistance with education costs or social assistance. Invitations or assistance by providing tantalizing lures are feared to make the community complacent, especially women and children. SDN Candi I as a partner is an elementary education institution that needs strengthening of national character for students by instilling the noble values of Pancasila in daily life in order to fortify themselves from the dangers of moral decay and radicalism that arise by utilizing the conditions of rural areas. Through character strengthening at Negeri 1 Candi Elementary School, it can realize students with good moral values, able to tolerate others, virtuous, and noble. The delivery of learning that is characterized by the identity of the Indonesian nation is able to ward off threats that will damage children as the nation's next generation and foster the spirit of nationalism. Students follow the procedures of the flag ceremony, give the signal for the platoon line and demonstrate the correct flag raising to be one of the character strengthening activities in addition to morally charged educational games.