cover
Contact Name
Prima Nanda Fauziah
Contact Email
ojslppmumht@gmail.com
Phone
+6281295820542
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No 23-25 Kramatjati, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
ISSN : 20885687     EISSN : 27456099     DOI : 10.37012/anakes
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan merupakan jurnal yang berisi tentang artikel ilmiah dalam bidang ilmu analis kesehatan yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa serta para peneliti.
Articles 311 Documents
Pengaruh Pemberian Alkohol Tradisional Ciu Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hilando, Ogik; Widhiyastuti, Endang
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i1.896

Abstract

Minuman beralkohol menyebabkan prevalensi gangguan kesehatan 0,8% dan ketergantungan alkohol 0,7% dari total 260.581.100 penduduk Indonesia dan menyebabkan kasus keracunan minuman beralkohol sebanyak 768 kasus pada tahun 2019. Minuman beralkohol yang sering dikonsumsi adalah hasil dari fermentasi buah-buahan dengan kandungan etanol didalamnya seperti minuman beralkohol “CIU” yang berasal dari fermentasi tetes tebu. Kandungan etanol dalam Ciu akan memberikan efek intosikasi akut dan kronik akibat kadar BAC(Blood Alcohol Concetration) melebihi batas normal(0,08%) dimulai dengan tubuh lemas dan pusing, intoksikasi kronik akan mulai merusak mukosa lambung dan usus halus sehingga menganggu penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk hematopoesis sehingga sel darah yang terbentuk matur diikuti turunnya kadar hemoglobin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diberi perlakuan minuman beralkohol jenis Ciu. Penelitian ini adalah penelitian quasy experiment/post-test dengan kelompok kontrol dan eksperimen dengan menggunakan teknik sampling simple random sampling, terdapat 4 kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok perlakuan 5 ml Ciu/200 g BB, 10 ml Ciu/200 g BB, dan 15 ml Ciu/200 g BB dengan enam ekor tikus setiap kelompok perlakuan. Pemberian perlakuan dilakukan selama tujuh hari lalu dilakukan pengukuran kadar hemoglobin. Data penelitian dianalisa menggunakan uji ANOVA dengan SPSS statistic 25. Didapatkan hasil uji One-Way ANOVA dengan nilai sig<0,05dan uji Post Hoc Tukey pada perlakuan 10 ml dan 15 ml memberikan nilai sig<0,05. Simpulan, terdapat pengaruh terhadap kadar hemoglobin tikus putih (Rattus norvegicus) setelah dilakukan pemberian minuman beralkohol Ciu dosis 10 ml dan 15 ml Ciu/200 g BB.Kata kunci : Hemoglobin, Minuman beralkohol Ciu, Tikus putih (Rattus norvegicus).
Pemeriksaan Jamur Candida albicans pada Urine Penderita Diabetes Melitus di Rumah Sakit Umum Islam Klaten Purwitaningsih, Ani; Setya, Adhi Kumoro
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i1.898

Abstract

Diabetes melitus saat ini telah menjadi menjadi ancaman serius kesehatan global. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia berstatus waspada diabetes karena menempati urutan ke tujuh dari sepuluh negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi. Diabetes melitus dapat menyebabkan komplikasi penyakit baik akut maupun kronis dan menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga pasien mudah terserang infeksi. Indonesia beriklim tropis dengan kelembaban tinggi, daerah genetalia pada pasien diabetes melitus banyak mengandung glukosa yang merupakan nutrisi pertumbuhan jamur, sehingga pasien diabetes melitus mudah terserang infeksi jamur. Jamur yang paling banyak menyebabkan infeksi adalah Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa pertumbuhan jamur Candida albicans pada urine penderita diabetes mellitus di Rumah Sakit Umum Islam Klaten dengan menggunakan media CHROM agar Candida (CAC) dan menghitung jumlah koloninya. Hasil penelitian didapatkan dari 30 sampel urine penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Islam Klaten ada 6 sampel yang positif tumbuh Candida albicans (20%) dengan jumlah koloni paling banyak 1470 koloni dan paling sedikit 60 koloni. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada pertumbuhan Candida albicans pada urine penderita diabetes melitus.Kata kunci : Diabetes melitus, Candida albicans, CHROM agar Candida (CAC)Kata kunci : Diabetes melitus, Candida albicans, CHROM  agar Candida  (CAC)
Perbandingan Gambaran Makroskopis dan Mikroskopis Jaringan Ginjal Rattus norvegicus Yang Diproses Menggunakan Minyak Cengkeh (Syzigium aromaticum) Dan Xylol Sebagai Larutan Clearing Tutik, Khofifah Indah Widyas; Sayekti, Fitria Diniah Janah
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i1.904

Abstract

Cengkeh (Syzigium aromaticum) merupakan salah satu bahan alami yang mempunyai komposisi eugenol dalam jumlah besar (70%-80%). Senyawa eugenol yang terkandung dalam minyak cengkeh dapat digunakan sebagai pelarut alkohol dan digunakan untuk menjernihkan jaringan preparat. Xylol merupakan salah satu larutan standart untuk clearing yang digunakan pada pembuatan preparat histologi. Xylol merupakan cairan yang tidak berwarna, bersifat mudah terbakar, mudah menguap dan toksik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan hasil pada gambaran makroskopis dan mikroskopis antara perlakuan proses clearing minyak cengkeh dan xylol pada sediaan jaringan ginjal. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan organ ginjal yang dibagi menjadi dua kelompok pada prosedur clearingnya yaitu dengan perlakuan minyak cengkeh dan xilol. Pengamatan dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa secara makroskopis, parameter meliputi transparasi, tekstur, dan kemudahan potongan jaringan antara xylol dan minyak cengkeh tidak ada perbedaan signifikan yaitu cukup transparan, tekstur kenyal dan baik dalam hal pemotongan jaringan. Berdasarkan hasil uji T-Test dapat diketahui bahwa pengamatan mikroskopis jaringan ginjal dengan perlakuan clearing menggunakan xilol dan minyak cengkeng mendapatkan nilai P>0,05 yang artinya dapat dikatakan tidak ada perbedaan antara kelompok xylol dan minyakcengkeh. Hal tersebut menandakan bahwa minyak cengkeh dapat berpotensi sebagai alternatif untuk larutan clearing pada prosedur pembuatan preparate histologiKata kunci : Preparat histologi, clearing, minyak cengkeh
Uji Sensitivitas Klebsiella pneumonia Terhadap Antibiotik Amikacin dan Meropenem Pada Sputum Penderita ISPA Di Rumah Sakit Umum Islam Klaten muliyati, Ristya; Nirwana, Ardy Prian
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i2.926

Abstract

Infesksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang mengenai hidung, sinus paranasal, faring, trachea, bronchus, paru dan epiglottis. ISPA kebanyakan disebabkan oleh virus dan bakteri dan mikroorganisme. Uji sensitivits antibiotik akan berperan penting dalam pemberian obat antibiotik yang berpengaruh besar dalam keberhasilan pengopatan ISPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran resistensi bakteri Klebsiella pneumoniae terhadap antibiotik amikacin dan meropenenem dalam rentang waktu Januari 2020 sampai dengan Februari 2022 di Rumah sakit Umum Islam Klaten. Metode penelitian ini adalah deskriptif retrospektif teknik sampling dalam penelitian ini adalah purpose sampling. rentang waktu  2020-2022. Subyek penelitian ini pada infeksi saluran pernapasan akut dengan objek sputum diperiksa kultur sensitivitas. Penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Rumah sakit Islam Klaten Januari 2020 sampai dengan Februari 2022. Analisis hasil dilakukan secara kualitatif dengan cara membandingkan diameter zona hambatan antibiotik uji terhadap tabel standart interprestasi uji kepekaan dilusi dan difusi disk. Hasilnya dilaporkan sebagai sensitif, intermediat, atau resisiten. Interprestasi hasil dengan membandingkan nilai range sensitivitas disk antibiotik dengan standar Clinical and Laboratory Standart Institute (CLSI). Hasil penelitian salah satu bakteri penyebab Infeksi Saluran Pernapasn Akut .kultur sensitivitas didapatkan gambaran hasil presentase bakteri Klebsiella pneumoniae terhadap antibiotik amikacin dan  meropenem. Uji sensitivitasbakteri Klebsiella pneumoniae terhadap antibiotik meropenem dan amikacin pada sampel sputum penderita ISPA di Rumah Sakit Umum Islam Klatenperiode 2020 – Februari 2022 yang menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan hasil uji kultur sensitivitas didapatkan gambaran angka sensitivitas dan resistensi dengan hasil data 76.8% jumlah sampel yang sensitif terhadap antibiotik amikacin dan 77.2% sensitif terhadap antibiotik merepenem pada rentang waktu januari 2020 sampai dengan februari 2022. Kata kunci : Bakteri, infeksi saluran pernapasan akut, uji sensitivitas.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Tepung Sukun (Artocarpus altilis) Sebagai Media Alternatif Terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 Kusumawati, Desy; Dewangga, Vector Stephen
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i2.936

Abstract

Sukun adalah buah yang dihasilkan oleh tanaman Artocarpus altilis. Bentuknya bulat hingga cenderung lonjong. Warnanya hijau terang dan akan berubah menjadi kuning kecoklatan saat matang. Habitat tanaman sukun adalah  paling cocok di dataran rendah beriklim tropis.  Tepung sukun merupakan tepung bebas gluten yang dihasilkan dari tepung sukun yang dibudidaya secara alami. Tepung sukun pada 100 g. mengandung kadar air antara 2-6%, protein 3,6 g, lemak 0,8  g, dan karbohidrat  78,9 g, vitamin B20,17 mg, vitamin B10,34 mg, vitamin C 47,6 mg, kalsium 58,8 mg, fosfor 165,2 mg dan zat besi 1,1 mg. Staphylococcus aureus adalah bakteri berbentuk kokus dan bersifat gram positif. Staphylococcus aureus bersifat aerob atau anaerob fakultatif dan bertahan hidup dalam lingkungan kosentrasi yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi sukun sebagai media alternatif pertumbuhan  Staphylococcus aureus, mengetahui jumlah angka lempeng total bakteri pada Staphylococcus aureus. Penelitian ini adalah Quota Sampling dengan 5 kelompok perlakuan diantaranya 3 kelompok media alternatif sukun (Artocapus altilis) variasi kosentrasi 5%, 7,5%, dan 10%, dan 2 kontrol untuk kontrol positif media Nutrient agar dan kontrol negatif media agar base. Hasil penelitain di lakukan uji normalitas, uji homogentios, dn uji ANOVA dengan nilai sig <0,005. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan jumlah koloni pada pertumbuhan Staphylococcus aureus pada media alternatif sukun dengan variasi konsentarsi 5%, 7,5%, dan 10%.Variasi konsentrasi tertinggi (10%) tepung sukun (Artocapus altilis) setara dengan media Nutrient Agar (NA) dalam menumbuhkan Staphylococcus aureus. Kata kunci : Sukun, Tepung Sukun, Staphylococcus aureus 
Uji Presisi Pengukuran Kalsium Pada Air Susu Ibu (ASI) Menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) Aryani, Titin; Ernawati, Dwi
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.949

Abstract

AbstrakKalsium merupakan mikronutrien penting dalam ASI. Jumlahnya yang sedikit dan dapat berkurang karena preparasi sampel menjadi sebab perlunya dilakukan uji presisi agar diketahui ketelitian hasil uji laboratorium. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui presisi dalam pengukuran kalsium pada Air Susu Ibu (ASI). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Penelitian dimulai dengan pengumpulan, kategorisasi, preparasi, pengukuran dan pengolahan data hasil penelitian. Perhitungan presisi dilakukan dalam tiga kali pengujian dengan 20 data pada setiap pengujian. Presisi akan dihitung berdasarkan nilai Koefisien Variasi (KV). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rerata hasil pengukuran kalsium ASI pada kelompok uji A, B, dan C adalah 105,408, 104,795 dan 110,032 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengujian kalsium pada kelompok uji A, B dan C diperoleh nilai %KV berturut-turut 0,582, 0,464 dan 0,444% dan nilai 0,67*KV Horwitz berturut-turut 3197, 5,3185 dan 5,3149. Simpulan, pengukuran kadar kalsium dalam ASI menunjukkan nilai presisi yang baik dengan hasil uji yang memenuhi syarat keberterimaan presisi karena menunjukkan nilai %KV lebih kecil dari nilai 0,6*KV Horwitz.Kata kunci: air susu ibu, kalsium, uji presisi
Hubungan HbA1c dengan C-Reactive Protein Pada Pasien Penderita Diabetes Melitus Tipe II yang Tidak Terkontrol Khairinisa, Gina; Alamanda, CNC; Herawati, Iis; Ali, Chaidir
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1122

Abstract

Abstrak Diabetes mellitus tipe 2 berkaitan dengan adanya kondisi inflamasi ringan vaskuler. Kadar tumor necrosis factor-α (TNF-α) yang meningkat berhubungan dengan sitokin dan resiko komplikasi dari diabetes melitus tipe 2. Kadar TNF-α, metabolit dari nitric oxide (NO) yang meningkat menandakan adanya disfungsi endotel pada diabetes Melitus tipe 2. Hal ini akan mengakibatkan kadar CRP pada penderita diabetes melitus tipe 2 juga meningkat. CRP merupakan indikator adanya inflamasi yang berkaitan dengan kerusakan jaringan pada tubuh.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif pada 30 orang pasien dengan kadar hemoglobin A1c (HbA1c) >6,5%. Alat yang digunakan adalah penganalisa Afinion 2 dengan metode imunoturbidimetri untuk melihat kadar CRP. Berdasarkan penelitian dilakukan menggunakan uji statistik yaitu dengan menggunakan uji Chi-square didapatkan untuk nilai p = 0,026 dan r = 0,406. Uji Chi-square digunakan untuk melihat hubungan dari dua variabel, untuk melihat ada hubungan atau tidak dari penelitian yang dilakukan.  Didapatkan hasil p < 0,05 (0,026) maka artinya penelitian yang dilakukan terjadi hubungan kolerasi, dengan kekuatan hubungan nilai r =0,406 (moderat). Terdapat hubungan hemoglobin A1c (HbA1c) yang tinggi dengan peningkatan kadar CRP pada penderita diabetes melitus tipe 2 sebagai indikator adanya proses inflamasi yang terjadi akibat komplikasi kronik penyakit diabetes melitus.Disarankan penderita DM tipe 2 melakukan pemeriksaan laboratorium yaitu kadar CRP kuantitatif sebagai penunjang diagnosis untuk pemeriksaan diabetes melitus tipe 2 bersama dengan pemeriksaan HbA1c. Kata Kunci : Diabetes Melitus  tipe 2, CRP, HbA1c
Studi Pembuatan Carik Celup Alami Bagi Analisis pH Urin dengan Pemanfaatan Antosianin Kol Ungu (Brassica oleracea) Permana, Ellsie Viendra
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1146

Abstract

Abstrak Sejauh ini pemeriksaan urin dengan metode carik-celup yang dijalankan di berbagai Laboratorium Kesehatan Indonesia masih bergantung pada produk dipstik import. Selain berbiaya tinggi, dipstik import juga memiliki kandungan reagen yang bersifat toksik, sulit didegradasi dan tidak ramah lingkungan. Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengkaji Anosianin sebagai senyawa flavonoid dari berbagai buah dan sayuran berpigmen untuk keperluan pewarnaan, kolorimetri, dye fluoresensi, ataupun sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemungkinan pemanfaatan Antosianin sebagai reagen dipstik carik celup pada pemeriksaan pH urin. Antosianin dari kol ungu diekstraksi kemudian dievaporasi hingga dihasilkan larutan indikator yang lebih pekat, dengan konsentrasi 646,6 mg/mL, berwarna awal ungu kemerahan, dan memiliki pH 6. Indikator hasil ekstraksi telah teruji dalam pengujian dengan berbagai buffer pH 1 sd 12, dan menghasilkan range warna yang luas, yaitu dimulai dari 523nm hingga 625 nm. Senyawa Antosianin kemudian diimobilisasi dalam kertas selulosa Whatman no.2 dengan optimasi rasio imobilisasi ialah sebanyak 0,1mL larutan dalam 0,04 gr kertas, dan pengeringan pada suhu kamar selama 4 jam. Pengujian Antosianin pada urin memberikan warna jingga kekuningan cerah pada urin pH 5, jingga pada urin pH 6, jingga kemerahan pada urin pH 7, dan biru tua pada urin pH 10. Simpulan, dipstick carik-celup antosianin dapat dipertimbangkan untuk digunakan dalam penentuan pH sampel urin.  Kata kunci : Antosianin, Carik Celup, Kol Ungu (Brassica Oleracea), pH, Urin
Optimasi Isolasi DNA Genom Candida albicans dengan Metode Litium Karbonat Wasdili, Fini Ainun Qolbi; Putri, Aghes Silfia; Romlah, Sitti
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1156

Abstract

Abstrak Candida albicans sebagai salah satu spesies jamur yang patogen, berperan terhadap 50% dari seluruh infeksi jamur akibat genus Candida. Isolasi DNA genom merupakan langkah awal dan sangat menentukan dalam studi genetika dan molekuler suatu spesies. Dinding sel Candida albicans terdiri dari dua lapis yang memungkinkan keberhasilan isolasi DNA genom rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi isolasi DNA genom Candida albicans dengan metode litium karbonat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan variasi konsentrasi litium karbonat. Hasil isolasi metode litium karbonat tidak ditemukan pita pada hasil elektroforesis, sedangkan hasil kemurnian isolat kurang dari 1.8 sebanyak 9 sampel dan 3 sampel memiliki kemurniaan yang baik yaitu 1.8-2. Konsentrasi DNA terendah yaitu 0.95mg/ml dan tertinggi yaitu 57.5mg/ml. Simpulan, litium karbonat dengan metode optimasi yang digunakan tidak dapat mengisolasi DNA genom Candida albicans, namun bisa dicoba dengan litium klorida sebagai alternatif untuk isolasi DNA.Kata Kunci : Litium karbonat, Optimasi, Isolasi, Candida albicans
Perbandingan Penggunaan Pelarut Organik Xilene Dengan Toluena Pada Tahapan Clearing Terhadap Kualitas Preparat Aetan Aedes Albopictus (Stegomyia albopictus) Aisyah, Siti; Mahtuti, Erni Yohani; Masyhur, Muhammad; Faisal, Faisal
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i1.1167

Abstract

Pembuatan preparat awetan permanen meliputi proses fiksasi menggunakaan KOH 10%, dehidrasi, clearing dan mounting. Clearing bertujuan untuk menjadikan struktur morfologi sampel atau objek menjadi lebih jernih, transparan dan jelas.. Pada penelitian ini larutan yang digunakan yaitu larutan Xilene dan Toluena. Xilene merupakan larutan yang tidak ramah lingkungan, harga lebih mahal dan mudah terbakar,. Sedangkan Toluena merupakan larutan yang terbuat dari pohon tolu yang ramah lingkungan, digunakan sebagai minyak bumi mentah, harga terjangkau, Xilene dan Toluena bersifat menjernihkan karena memiliki kandungan karbon yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kualitas hasil preparat awetan permanen Aedes albopictus (Stegomyia albopictus) pada proses clearing dengan menggunakan larutan Xilene dan Toluena. Sampel penelitian ini adalah 32 nyamuk Aedes albopictus (Stegomyia albopictus) dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preparat awetan menggunakan Toluena didapatkan hasil 12 preparat baik, 4 preparat cukup baik. Sedangkan hasil preparat awetan menggunakan Xilene didapatkan hasil 5 preparat baik, 8 preparat cukup baik, 3 preparat buruk. Pada penelitian ini peneliti menggunakan uji statistik Mann-Whitney dan diperoleh hasil yang signifikan yaitu nilai 0,000 < 0,05. Simpulan, pembuatan preparat awetan permanen Aaedes albopictus (Steggomyia albopictus) lebih baik menggunakan Toluena dibandingkan dengan menggunakanXilene.Kata Kunci: Aaedes Albopictus, Clearing, Toluena, Xilene