cover
Contact Name
M. Syaifuddin S.
Contact Email
syaifuddin@stkipjb.ac.id
Phone
+6281456060279
Journal Mail Official
corcysseminar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pattimura III/20 Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Conference on Research and Community Services
Published by STKIP PGRI Jombang
ISSN : -     EISSN : 26861259     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
CORCYS merupakan konferensi tahunan bersifat nasional yang diadakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STKIP PGRI Jombang yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk prosiding. Fokus artikel hasil penelitian dan pengabdian yang akan diterbitkan adalah artikel penelitian dan pengabdian kepada masyarakakt bersifat umum yang mencakup; 1) Pendidikan 2) Ekonomi dan Bisnis, 3) Sosial Humaniora, 4) Saintek, 5) Kesehatan, dan 6) Hukum
Articles 544 Documents
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS TEORI MULTIPLE INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI PRINSIP EKOLOGI Aldila Wanda Nugraha
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasisteori Multiple Intelligences ini penting untuk dikembangkan  karena  mampu  menjadi  sarana  bagi  mahasiswa    untuk mengembangkandiriselama  perkuliahansesuaidenganjeniskecerdasanmasing- masing.  Penelitian  ini  bertujuan  mengembangkan  dan  menghasilkan  LKS berbasis Multiple Intelligence yang valid, layak,  dan meningkatkan kemampuan berpikir  kritis  pada  materi  prinsip  ekologi.  Metode  penelitian  yang  digunakan adalah  Research  and  Development  (R&D)  dengan  model  pengembangan  4-D (Define,  Design,  Develop,  and  Disseminate).  Penelitian  ini  dilakukan  di  STKIP PGRI  Tulungagung.  Subjek  penelitian  adalah  mahasiswa  semester  4  pada matakuliah  Pendidikan  Sains  2, dan objek  penelitian adalah  LKS  berbasis Teori Kecerdasan Multiple Intelligence. Instrumen pengumpulan data adalah instrumen angket  meliputi  uji  validitas,  uji  kelayakan,  dan  uji  berpikir  kritis.  Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa hasil uji validitas pada LKS berbasis Multiple Intelligence pada mahasiswa semester 4 matakuliah pendidikan sains 2 untuk    materi  prinsip  ekologi  berada  pada  kategori  valid  (80%).  Hal  ini membuktikan  bahwa  pengembangan  Lembar  Kerja  Siswa  (LKS)  diakui  oleh validator karena memenuhi semua  kriteria dan telah melalui proses revisi produk. Hasil  uji  kelayakan  yang  dilakukan  pada  mahasiswa  berada  pada  kategori  sangat layak (90%). Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis teori Multiple Intelligence telah berhasil  meningkatkan  kemampuan  berpikir  kritis  dengan  persentase  keberhasilan sebesar  85%.  Hasil  ini  menunjukkan  bahwa  Lembar  Kerja  Siswa  (LKS)  berbasis teori  Multiple  Intelligence  terbukti  valid,  layak,  dan  meningkatkan  kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada materi prinsip ekologi.
ANALISIS IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA Lia Jauhariyah
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pendidikan di Indonesia tak lepas dari penggunaan kurikulum di dalamnya. Sejak tahun 2013 hingga saat ini pelaksaan pembelajaran di Indonesia telah menggunakan dan mengacu pada sistem kurikulum 2013 (lebih dikenal dengan sebutan kurikulum 13). Pada pelaksanaannya, kurikulum 13 dikenal dengan beberapa metode pembelajaran antara lain pendekatan saintifik. Metode ini dapat dikembangkan oleh guru dengan penggunaan beberapa model pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penyusunan RPP oleh guru dan implementasi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik model pembelajaran discovery learning. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru pengajar mata pelajaran matematika yang mempunyai masa kerja sekitar 15-20 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Peneliti menggunakan triangulasi waktu untuk keabsahan data. Data yang diperoleh kemudian dianalisis sesuai sintaks model pembelajaran discovery learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru dengan pendekatan saintifik model discovery learning pada pembelajaran matematika kelas VIII di SMP Ma’arif NU Miftahul Ulum sudah sesuai dan urut. Guru telah menyusun RPP sesuai dengan sintaks model discovery learning yakni pemberian rangsangan (stimulation), pernyataan/ identifikasi masalah (problem statement), pengumpulan data (data collection), pengolahan data (data processing), pembuktian (verification) dan menarik simpulan (generalization). Guru tidak mengimplementasikan pendekatan saintifik model discovery learning pada pembelajaran matematika kelas VIII di SMP Ma’arif NU Miftahul Ulum dengan benar, karena melalui video dikarenakan pembelajaran di Indonesia masih memberlakukan daring/ online. Namun guru masih menjelaskan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan di awal kegiatan pembelajaran.
APLIKASI MODEL ENAM BINA PADA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN NELAYAN DESA TASIKMADU, TRENGGALEK Budi Prabowo; Didiek Tranggono; Praja Firdaus Nuryananda
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesisir merupakan kawasanyang identik dengan kondisi kumuh dan masyarakat yang masih sangat tergantung dengan sistem kerja patriarki. Sehingga standar kehidupan banyak petani laut/nelayan berada di skala menengah ke bawah.Oleh karena itu, karya tulis ini memberikan deskripsi konseptual maupun praktikal untuk sebuah model pemberdayaan perempuan nelayan berbasiskan potensi lokal, yakni model enam bina. Pemberdayaan model enam bina merupakan hasil dari penelitian selama dua tahun dengan obyek penelitian masyarakat pesisir di Kabupaten Sidoarjo (daerah pantai utara/pantura) dan Kabupaten Trenggalek (daerah pantai selatan/pansela). Model ini memiliki tiga tahapan, yakni look-think-act. Dengan tahapan tersebut, pelaksanaan pemberdayaan kemudian berfokus pada enam aspek, yakni bina sumber daya alam, bina sumber daya manusia, bina lembaga, bina program, bina usaha, dan bina lingkungan. Karya tulis ini akan memaparkan aplikasi dari model enam bina pada masyarakat pesisir desa Tasikmadu, Kabupaten Trenggalek, sekaligus menjadi pemutakhiran dari penelitian yang dilaksanakan sebelumnya. Kegiatan pemberdayaan melalui model enam bina di Desa Tasikmadu dilaksanakan dengan pemberian penyuluhan dan pelatihan produksi bakso ikan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian satu buah alat cetak bakso ikan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sumber Rejeki dan Sumber Barokah dengan harapan akan mempermudah perputaran ekonomi masyarakat. Dengan rangkaian kegiatan tersebut, maka sudah terlaksanakan bina sumber daya alam, bina sumber daya manusia, dan bina lembaga. Adapun bina usaha, bina program, dan bina lingkungan masih akan menjadi agenda pengabdian kepada masyarakat pada pendampingan selanjutnya. Hasil dari pemberdayaan model enam bina ini menjadi krusial bagi para perempuan nelayan, karena pemberdayaan ini dapat melepaskan ketergantungan pada sistem kehidupan ekonomi yang patriarki.
UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR BANGUN RUANG MELALUI MEDIA KARTON BEKAS SNACK Mambaul Ulum
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Matematika umumnya didominasi oleh pengenalan rumus serta konsep secara verbal, tanpa ada perhatian yang cukup terhadap pemahaman siswa. Kondisi ini tampak lebih parah pada pembelajaran geometri. Siswa hanya mengenal objek-objek geometri dari apa yang digambar oleh guru di depan papan tulis atau dalam buku paket matematika, dan hampir tidak pernah mendapat kesempatan untuk memanipulasi objek tersebut. Akibatnya banyak siswa yang berpendapat bahwa konsep geometri sangat sukar dipelajari. Untuk mengatasi masalah di atas, perlu diadakan penelitian tindakan tentang penggunaan media atau alat peraga dalam pembelajaran materi jaring-jaring bangun ruang. Dengan serangkaian tindakan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami materi jaring-jaring bangun ruang. Sementara itu di masyarakat, terdapat banyak media yang bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran secara langsung untuk materi bangun ruang. Misalnya karton bekas snack, bekas bungkus rokok, atau karton yang lain banyak tidak dimanfaatkan bahkan di buang saja. Karton bekas inilah yang peneliti akan manfaatkan sebagai media pembelajaran materi bangun ruang sub materi jaring-jaring bangun ruang. Dengan subyek penelitian ini adalah kelas 7A MTsN 2 Kota Kediri tahun ajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan secara kualitatif. Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Sesuai dengan jenis data yang dikumpulkan, ada dua teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas siswa kelas 7 kesulitan menggambar dan memahami bentuk jaring-jaring bangun ruang, terutama jika ada variasi bentuk soal jaring-jaring. Penggunaan media karton bekas snack sangat membantu siswa kelas 7 dalam mengatasi kesulitan menggambar dan memahami bentuk jaring-jaring bangun ruang, terutama jika ada variasi bentuk soal jaring-jaring.
JUMLAH PASANGAN SEKSUAL DAN KONSISTENSI PENGGUNAAN KONDOM PADA KOMUNITAS HOMOSEKSUAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO PENULARAN HIV AIDS Mellia Fransiska
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pemetaan oleh KPA Kota Bukittinggi terdapat 67 titik hospot homoseksual dengan populasi kunci sebanyak 456 orang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan jumlah pasangan seksual dan pemakaian kondom pada komunitas homoseksual dengan kejadian HIV AIDS. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case control. Populasi kasus adalah semua homoseksual di Kota Bukittinggi tahun 2017 sebanyak 465 orang dan jumlah sampel kasus 19 orang (homoseksual dengan HIV +) dan sampel kontrol 19 orang (homoseksual HIV -). Teknik pengambilan sampel kasus dengan simple random sampling dan kontrol dengan purposive sampling (berdasarkan kelompok kasus). Data kuantitatif dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Data kuantitatif dianalisis dengan uji chi-square (CI 95%)  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pasangan seksual (OR=11,688; CI 95%), dan pemakaian kodom (OR = 16,200; CI 95%) merupakan faktor risiko penularan HIV AIDS pada komunitas homoseksual, dan secara statistik terdapat hubungan jumlah pasangan seksual (p= 0,002) dan pemakaian kondom (p= 0,003) dengan penularan HIV AIDS pada komunitas homoseksual. Dapat disimpulkan bahwa responden yang mempunyai > 1 pasangan seksual, 11,688 kali berisiko untuk tertular HIV dibandingkan dengan responden yang hanya mempunyai 1 pasangan seksual. Dan responden yang tidak konsisten menggunakan kondom, 16,200 kali berisiko untuk tertular HIV dibandingkan dengan responden yang konsisten menggunakan. Diharapkan kepada pihak terkait dalam pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS untuk dapat membuat sebuah program pecegahan dan penanggulangan HIV AIDS pada komunitas homoseksual mengenai hubugan seks yang aman pada komunitas homoseksual. Diperlukan program spesifik tentang pencegahan penularan HIV AIDS khususnya pada komunitas homoseksual yang dapat dimotoring dan dievaluasi secara berkala.
ANALISIS GERAK DASAR MOTORIK PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI BAKALAN KEC. GONDANG KAB. MOJOKERTO Arsika Yunarta
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan peranan yang sangat penting dalam perkembangan siswa sejak usia dini hingga pada usia dewasa, karena pada pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan mampu mengembangkan dari berbagai aspek kognitif, afektif  serta psikomotor dalam diri siswa. Perkembangan dari masing-masing aspek pendidikan tidak lepas dari suatu kegiatan belajar mengajar.Pada penelitian ini tujuannya adalah menganalisis gerak dasar motorik kelas IV SDN Bakalan Kec. Gondang Kab. Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif kuantitatif, dengan pengambilan data survey menggunakan tes dan wawancara. Adapun intrumen penelitian ini menggunakan tes motor ability dan wawancara terstruktur.  Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Bakalan Kec. Gondang Kab. Mojokerto terdiri atas 19 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pada hasil penelitian ini rata-rata gerak dasar motorik adalah 196,86, sedangkan nilai rata-rata wawancara terstruktur adalah 99,63. Kemudian diinterprestasikan bahwa gerak dasar motorik peserta didik kelas IV SDN Bakalan Kec. Gondang Kab. Mojokerto adalah 1 peserta didik (5%) kategori baik sekali, sebesar 8 peserta didik (42%) kategori baik, 5 peserta didik (26 %) kategori sedang , 2 peserta didik (11%) kategori kurang, 3 peserta didik (16%) kurang sekali. Jadi dapat disimpulkan bahwa gerak dasar motorik peserta didik kelas IV SDN Bakalan Kec. Gondang Kab. Mojokerto termasuk dalam kategori “baik”.
RANCANG BANGUN MEDIA TRAINER PENGENDALI MOTOR 3 PHASA BERBASIS PORTABEL TERHADAP PSIKOMOTOR MAHASISWA Hisbulloh Ahlis Munawi; Elsanda Merita Indrawati; Agus Suwardono
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, yaitu: (1) mengetahui rancang bangun dan sistem kerja media pembelajaran trainer pengendali motor 3 phasa berbasis portabel; (2) mengetahui kualitas media trainer pengendali motor 3 phasa berbasis portabel; (3) mengetahui keefektifan media pembelajaran trainer pengendali motor 3 phasa berbasis portabel terhadap hasil belajar ranah psikomotor mahasiswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Postest desain. Pengujian dilakukan melalui 2 jenis pengujian, yaitu pengujian teknik, pengujian fungsi dan unjuk kerja. Validasi media pembelajaran dilakukan oleh 3 validator yang merupakan dosen teknik elektro Universitas Nusantara PGRI Kediri. Hasil belajar ranah psikomotor didapatkan melalui tes kinerja yang terdiri dari 10 butir tes kinerja yang dianalisis menggunakan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rancang bangun dan sistem kerja media pembelajaran trainer pengendali motor 3 phasa berbasis portabel menunjukkan hasil yang baik; (2) kualitas media pembelajaran trainer pengendali motor listrik 3 phasa berbasis portabel menunjukkan kualitas media yang sangat baik; dan (3)  media pembelajaran trainer pengendali motor listrik 3 phasa berbasis portabel efektif untuk meningkatkan hasil belajar ranah psikomotor, dimana hasil belajar ranah psikomotor meningkat dengan kategori tinggi setelah mengikuti pembelajaran menggunakan media pembelajaran trainer pengendali motor listrik 3 phasa berbasis portabel
SURVEY PERILAKU (ASPEK KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR) WANITA PUSDALAM MENGGUNAKAN MKJP DI KELURAHAN NGAMPEL Widya Kusumawati; Lely Khulafa’ur Rosidah
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah kependudukan. Profil kesehatan Indonesia(2016) menunjukkan bahwa sebagian besar peserta KB baru maupun peserta KB aktif memilih suntikan dan pil (non-MKJP) sebagai alat kontrasepsi dibandingkan dengan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Penggunaan kontrasepsi non-MKJP menyebabkan angka kelangsungan pemakaian kontrasepsi cenderung menurun yang berdampak pada peningkatan fertility rate.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku (aspek kognitif, afektif dan psikomotor) wanita PUS dalam menggunaan MKJP. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sejumlah 30 responden dengan teknik purposive sampling dan menggunakan instrumen berupa kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, 6 responden (20%) memiliki aspek kognitif baik, .... dan hanya 5 responden (16,67%) yang memiliki aspek psikomotor bersedia dalam menggunakan MKJP. Dari ketiga aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku wanita PUS di Kelurahan Ngampel termasuk dalam kategori cukup yaitu sebanyak 17 responden (56,67%).Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kontrasepsi MKJP masih belum mendapatkan perhatian dari para penggunakontrasepsi. Dibutuhkan upaya kreatif dari tenaga kesehatan untuk mampu menjadikan MKJP sebagai salah satu pilihan kontrasepsi yang diminati, sehingga mampu mengatasi masalah fertility rate di Indonesia.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN Dewi Pramita; Shanti Nugroho Sulistyowati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan saat ini perlu mendapat perhatian baik dari pemerintah maupun masyarakat, agar mutu pendidikan di Indonesia dapat bersaing dengan negara lain. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan, perlunya memperbaiki aktivitas belajar siswa dengan harapan dapat berdampak baik pada hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK), dengan tahapan pada tiap siklusnya meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi. Penelitian ini dimulai dengan tahapan pra siklus, selanjutya dilaksanakan siklus I dan siklus II. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas XI IPA 1 MAN 7 Jombang sebanyak 32 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan lembar observasi aktivitas belajar siswa dan guru, yang dilakukan dengan cara mengamati guru dan siswa selama pelaksanaan metode pembelajaran demonstrasi pada saat mengajar mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan. Berdasarkan hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran demonstrasi dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, dengan melihat perbandingan data siklus I dan siklus II
PENDAMPINGAN BALITA GIZI KURANG DENGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHANBERBAHAN DASAR BISKUIT PMT Tutut Pujianto; Frenky Arif Budiman; Wahyu Wibisono
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnourished toddler can be caused by inappropriate supplementary feeding, ignorance of the good way of feeding, and habits that are harmful to health. Malnourished toddlers will grow small, thin, and short which have an impact to their cognitive abilities, low intelligence, and the decrease of productivity. In order to overcome the malnourished on the group of toddler, Supplementary Food Feeding (PMT) is a way to solve the problem. The PMT biscuit programs tends to be unsuccessful because the toddler boredom to the biscuit approximately in a week. Therefore it is necessary to modify the biscuits into toddlers’ favorite food, so that it can improve the nutritional status of the toddlers. The assistance of malnourished toddler was done to 8 toddlers of Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. The determination of malnourished toddler status was done by doing 24-hour recall. From the recall results, it also obtained data of energy consumption level of toddlers. The making of supplementary food by PMT biscuit as the basis material was done by paying attention to the energy, protein, fat and carbohydrate content, which was given in 14 days. The evaluation of the assistance was done by comparing the weight of a toddler before and after the giving of PMT as well as changes in the level of energy consumption, protein, fat and carbohydrates. The results showed that 62.5% experienced an increase in body weight, 25% did not experience a change in body weight, and 12.5% experienced a decrease in body weight. Toddlers who experienced weight loss was occurred because at the time of the assistance, they suffered from dengue hemorrhagic fever (DHF). While toddlers who did not experience changes in body weight was occurred because of coughs and colds. The increase of weight that occurred in 62.5% of children under five was in the range of 0.1 kg to 0.5 kg, while the level of the consumption of energy, protein, fat and carbohydrates has also increased. Based on the results of the assistance, PMT is necessary to be continued. In order to be more successful in the assistance program, parents of the toddler need to be given additional knowledge of the menu variations