cover
Contact Name
Aldila Wanda Nugraha
Contact Email
aldilanugraha89@gmail.com
Phone
+6281249651421
Journal Mail Official
aldilanugraha89@gmail.com
Editorial Address
Universitas Bhinneka PGRI Jl. Mayor Sujadi Timur. No.24, Plosokandang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kode pos 66221
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Eduproxima : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA
ISSN : -     EISSN : 27209458     DOI : doi.org/10.29100
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Eduproxima: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA menyajikan hasil penelitian yang berkenaan dengan bidang kajian fisika, kimia, biologi, dan penerapan IPA atau sains dalam pendidikan. Jurnal diterbitkan 2 kali setahun (Januari dan Juli).
Articles 617 Documents
PROFIL PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP PADA MATERI EKOLOGI DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI MENGGUNAKAN METODE CRI Layyinatus Sifah; Endah Rita Sulistya Dewi; Fenny Roshayanti
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i2.9151

Abstract

Pendidikan sains berperan penting dalam emmbentuk pandangan siswa terhadap alam semesta, terutama pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Namun, pemahaman siswa sering kali bervariasi dan cenderung terjadi miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil pemahaman konsep siswa SMP kelas VII di Jawa Tengah menggunakan metode Certainly of Response Indeks (CRI) melalui tes tiga tingkat (three – tier test). Metode ini mengevaluasi jawaban benar – salah dan tingkat keyakinan siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari 25 siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (54%) mengalami miskonsepsi pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Persentase miskonsepsi tertinggi (80%) ditemukan pada soal tentang pengertian populasi, yang kemungkinan disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang efektif seperti ceramah. Tingkat miskonsepsi yang tinggi juga ditemukan pada soal- soal lain yang membutuhkan analisis gambar dan pemahaman konsep yang mendalam. Sebaliknya, pemahaman konsep tertinggi tercatat pada soal-soal tertentu dengan persentase hingga 75%. Hasil ini menyoroti pentingnya diversifikasi metode pembelajaran, seperti kegiatan di luar ruangan, untuk mengatasi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman konseptual siswa secara keseluruhan.  
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IVA SDN 3 PALU Suryani Suryani; Andi Imrah Dewi; Nurul Fitriah Aras; Zulnuraini Zulnuraini; Kasmawati Kasmawati
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i2.8916

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna menggambarkan bagaimana peran guru dalam mendorong peningkatan motivasi belajar siswa kelas IVa di SDN 3 Palu. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, serta studi dokumentasi.dengan subjek guru kelas dan siswa kelas IVa. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa guru memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan motivasi siswa.khususnya dalam pembelajaran IPAS. Peran tersebut meliputi: 1.) Demonstrator, guru menunjukkan fenomena secara langsung agar siswa lebih memahami, 2.) Pengelola kelas, Membangun lingkungan belajar yang mendukung dan menyenangkan. 3.) Mediator, Hubungkan bahan pembelajaran dengan pengalaman dan situasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari., 4.) Fasilitator, menyediakan sumber dan strategi belajar yang menumbuhkan kemandirian, 5.) Evaluator, memberi umpan balik menyeluruh melalui penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik; serta, 6.) Motivator, membangkitkan semangat belajar melalui pendekatan personal dan humanis. Peran guru yang optimal terbukti mendorong motivasi intrinsik siswa, meningkatkan keterlibatan aktif, serta menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam dan hasil belajar yang lebih baik dalam mata pelajaran IPAS.
ANALYSIS OF 7TH GRADE SCIENCE TEXTBOOKS ON THE MATERIALS "ECOSYSTEMS AND THEIR CONSERVATION" AND "SOLAR SYSTEM" FROM A SCIENTIFIC LITERACY PERSPECTIVE Puteri Alysia Dwi Sundari; Ahmad Muhlisin; Siswanto Siswanto
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v8i3.9984

Abstract

This study investigates how scientific literacy components are embedded in seventh-grade science textbooks based on PISA indicators. This study employed a qualitative descriptive design with content analysis techniques. The study analyzed three textbooks published by the Ministry of Education and Culture (2021), Erlangga (2023), and Yrama Widya (2024), selected through purposive sampling. Data collection focused on the chapters “Ecosystems and Their Conservation” and “Solar System,” which were examined using instruments measuring four aspects of literacy: context, competence, knowledge, and attitudes. The analysis showed that all textbooks addressed these aspects with varying degrees of integration. Yrama Widya’s textbook achieved the highest level of inclusion (81–100%, in the excellent category), while the books from the Ministry and Erlangga were in the adequate range (41–61%). Across textbooks, competencies were most prominent (33%, 41%, 37%), context was moderately integrated (34.5%, 38.8%, 29.4%), knowledge was unevenly distributed (9.1%, 10.2%, 21.6%), and attitudes were least emphasized (21.8%, 10.2%, 11.8%). Overall, scientific competencies dominated, while aspects of epistemic knowledge remained absent. These findings highlight the need for more contextual and exploratory textbooks that can strengthen students' scientific reasoning in the 21st century.
PENETAPAN KANDUNGAN TOTAL FENOLIK DAN FLAVONOID SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI FORMULA SEDIAAN CAIR SPIRULINA Sudarman Rahman; Yahya Febrianto; Thathit Suprayogi; Rokiy Alfanaar; Awalul Fatiqin
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v8i3.9998

Abstract

Spirulina platensis merupakan mikroalga dari kelompok Cyanobacteria yang dikenal sebagai sumber biomolekul aktif yang bermanfaat dalam bidang farmasi. Mikroalga ini mengandung senyawa fitokimia seperti fenolik dan flavonoid. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan total fenolik dan flavonoid ekstrak Spirulina, pembuatan formula, serta penentuan aktivitas antioksidan [AN2.1][U2.2]formula sediaan cair Spirulina. Metode ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol absolut dan pemekatan ekstrak menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kental yang diperoleh diuji kandungan total fenolik dan flavonoid, kemudian dibuat lima formula sediaan cair (F1–F5) dengan komposisi ekstrak Spirulina, etanol, propilen glikol, sorbitol, gliserin, nipagin, dan akuades. Penentuan aktivitas antioksidan tiap formula dilakukan menggunakan metode DPPH pada variasi konsentrasi 5, 10, 20, 40, dan 80 mg/L dilakukan replikasi triplo dengan persamaan regresi linier untuk menentukan nilai IC50 . Hasil penelitian diperoleh ekstrak kental sebanyak 15,027 g dengan rendemen 30,0054%. Kandungan total fenolik sebesar 74,088 mg GAE/g dan flavonoid 52,115 mg QE/g. Perbedaan komposisi sorbitol dan propilen glikol memengaruhi aktivitas antioksidan sediaan cair Spirulina. Nilai IC50 menunjukkan Formula 5 (39,0915 mg/L) memiliki aktivitas sangat kuat, Formula 1, 2, dan 4 tergolong kuat, sedangkan Formula 3 sedang. Nilai IC50 asam askorbat pembanding adalah 2,77387 mg/L. Formulasi cair Spirulina berpotensi dikembangkan sebagai kandidat produk nutraseutikal antioksidan alami.
DIGITAL LITERACY COMPETENCE: ANALYSIS OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS’ FAMILY RESOURCE MANAGEMENT IN LEARNING (QUANTITATIVE METHOD IN NGAWI) Tri Wahyuni Maduretno; Wiwik Angelita Sari; Siti Ulfatur Rosidah; Fatma Anggraini
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i2.9383

Abstract

Digital literacy is the ability to read and write digitally. The need for parents become a facilitator learning at home with technological support to their children. Initial data from several schools in Ngawi, Indonesia, showed that the school provided socialization to parents for the provision of technological facilities for learning at home. Purpose of research was to analysis the management of family resources for digital literacy of elementary school students in learning. This research used a quantitative approach. The population was 374 students (SDN Jambangan I and IV, SD IT Al Kiram Jambangan). Sampling technique was simple random sampling. This sample was 193 students. Data collection technique was a questionnaire with indicators, namely planning, organizing, implementing, controlling families regarding students' digital literacy. Data analysis technique used quantitative descriptive. The results were the role of the family in the scope of family resource management towards digital literacy of elementary school students with a planning percentage of 69.5%, organizing 76.4%, implementing 88.4%, controlling 94.5%. Therefore, managing the abilities of family members is important in helping students develop digital literacy skill in learning.
PENGEMBANGAN BUKU SISWA DISCOVERY DEEP LEARNING BERBASIS POTENSI LOKAL POHON MAYANG UNTUK LITERASI SAINS DAN KOMUNIKASI ILMIAH SISWA SMPN 1 HUAMUAL BELAKANG Ester Maria Christia Tomasoa; Winarto Winarto; Asri Widowati
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v8i3.9834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku siswa berbasis Pembelajaran Dalam yang Terintegrasi dengan potensi lokal pohon Mayang, dan untuk mengevaluasi kelayakannya, praktiknya, dan efektivitasnya dalam meningkatkan literasi sains dan komunikasi ilmiah siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (RD) dengan model ADDIE yang terdiri dari analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Uji coba produk dilakukan pada siswa kelas tujuh sekolah menengah pertama (SMP) dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen pretest–posttest. Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi ahli, kuesioner keterbacaan siswa, kuesioner praktik guru, tes literasi sains, dan lembar observasi komunikasi ilmiah. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensial, termasuk perhitungan N-Gain, uji t sampel independen, dan ukuran efek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku siswa yang dikembangkan sangat layak digunakan berdasarkan validasi ahli untuk subjek (97,73%) dan media (93,10%). Uji keterbacaan siswa (91,17%) dan praktik guru (95,80%) berada di kategori sangat baik. Uji efektivitas menunjukkan bahwa peningkatan literasi sains dan komunikasi ilmiah siswa di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan di kelas kontrol, dengan ukuran efek yang besar. Oleh karena itu, buku siswa berbasis pembelajaran-dalam dengan potensi lokal pohon Mayang terbukti layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan literasi sains dan komunikasi ilmiah siswa melalui pembelajaran yang bermakna dan kontekstual.
PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN IPA BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN SCIENTIFIC CREATIVITY SISWA SMP KELAS VII Amanda Putri Elysia; Iwan Wicaksono
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i2.9559

Abstract

Pembelajaran IPA menuntut siswa untuk memiliki kompetensi diantaranya Critical Thinking, Collaboration, Communication, dan Scientific Creativity. Namun, masih banyak siswa yang menunjukkan keterbatasan dalamm keterampilan Scientific Creativity karena metode pembelajaran yang tidak mendukung secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-modul pembelajaran IPA berbasis lingkungan untuk meningkatkan Scientific Creativity siswa SMP. Penelitian ini mengembangkan metode pengebangan dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yakni analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. E-modul yang dikembangkan divalidasi oleh para ahli dan diujicobaakan pada siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Arjasa. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, observasi keterlaksanaan, portofolio Scientific Creativity, dan angket respon siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik persentase dan nilai N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-modul pembelajaran IPA berbasis lingkungan yang dikembangkan dengan persentase kevalidan sebesar 91% dikategorikan sangat valid. Kepraktisan E-modul pembelajaran IPA berbasis lingkungan berdasarkan observasi keterlaksanaan pembelajaran mencapai skor 91,4% dengan kategori sangat praktis. Keefektifan E-modul pembelajaran IPA berbasis lingkungan adanya peningkatan keterampilan Scientific Creativity siswa dengan perolehan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,63 dengan kategori baik dan respon siswa sebesar 87% dengan kategori sangat baik. Kesimpulannya, E-modul pembelajaran IPA berbasis lingkungan ini dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan sebagai bahan ajar penunjang kegiatan pembelajaran IPA di SMP
DEVELOPMENT OF VARK LEARNING STYLE-BASED BIOTECHNOLOGY E-LKPD USING THE PJBL-STEAM MODEL TO ENHANCE GRADE IX STUDENTS' SCIENCE LITERACY Zuraida Anissa Azfa; Ellianawati Ellianawati
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v8i3.10107

Abstract

Scientific literacy is an essential competence that must be mastered by students in science education. However, the achievement of students’ scientific literacy in Indonesia remains relatively low. One strategy to address this issue is the development of contextual learning media that are aligned with students’ diverse learning styles. This study aims to develop a biotechnology e-LKPD oriented to Visual–Auditory–Read/Write–Kinesthetic learning styles using the PjBL-STEAM model and to examine its effectiveness in fostering junior high school students’ scientific literacy. This research employed a RD approach using the 4D model. The participants were Grade IX students of SMP Negeri 1 Tahunan, divided into an experimental class and a control class. Data were collected through expert validation sheets, media readability questionnaires, and scientific literacy tests administered as pretests-posttests. The results showed that the developed e-LKPD achieved a high level of validity and met established validity criteria, while media readability was categorized as very good. Implementation of the e-LKPD significantly increased students’ scientific literacy in the experimental class, as indicated by a high N-gain value compared to the control class. The integration of the PjBL-STEAM model with the VARK learning style approach promoted active student engagement and strengthened the linkage.
DESIGN AND DEVELOPMENT OF PBL-BASED PHYSICS E-BOOK INTEGRATING LAMPUNG'S CLASSICAL GUITAR LOCAL WISDOM FOR SOUND WAVES CONTENT IN GRADE 11 Rizqi Marya Ulfah; Insih Wilujeng
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v8i3.11024

Abstract

This project generated a physics e-book integrating Lampung classical guitar heritage into the Grade 11 sound-wave topic. Such development corresponds with the Merdeka Curriculum emphasis on contextual instruction while responding to the limited availability of culturally embedded learning resources across West Tulang Bawang Regency. An R&D pathway employing the ADDIE framework guided the project. Information gathering relied on Harwell and Gatti’s four-level scale, while interpretation utilized ideal mean (Mi) together with ideal standard deviation (SBi) calculations. Assessment contributors consisted of two expert validator, six physics teachers, and 36 Grade 11 students from SMAN 2 Tumijajar. Content specialists awarded an average validation value of 94.85, categorized as valid, whereas media specialists produced a score of 66.00, classified as valid. Practicality appraisal involving three physics teachers generated a practical category with an average total of 34.17, while student readability attained 114.08, falling within the good category and satisfying the criterion X̅i < X ≤ X̅i + 1.5 SBi. These outcomes confirm that the e-book satisfies validity and usability requirements for classroom application, with the Lampung classical guitar functioning as a connector between physics principles and students’ cultural experiences.
DEVELOPMENT OF SCIENCE LITERACY TEST AND STUDENT CULTURAL AWARENESS QUESTIONNAIRE INSTRUMENTS USING RASCH MODEL FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN MAGELANG Achmad Nur Rochim; Tien Aminatun
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i2.10300

Abstract

Measuring scientific literacy and cultural awareness is important in science education because both are fundamental competencies for the 21st century. The objective of this research was to create a multiple-choice test instrument to measure scientific literacy and a questionnaire to assess cultural awareness. In addition, this study was oriented towards evaluating the instrument through reliability and validity tests based on expert assessments and empirical trials. The research method used the stages of instrument development according to Oriondo Dallo-Antonio, which included: (1) planning the test, (2) trialing the test, (3) determining validity, and (4) determining reliability. A random sampling technique was used involving 142 students. Data were analyzed using Aiken V and Item Response Theory (IRT) in the QUEST program. Validity results showed a high Aiken V index of 0.99 on the scientific literacy test and 1 on the cultural awareness questionnaire. Reliability results showed high levels of 0.86 and 0.81 for the scientific literacy and cultural awareness instruments, respectively. Most items from both instruments were moderately difficult. These findings demonstrate that the proposed instrument is valid and reliable, making it suitable for measuring scientific literacy and cultural awareness. These findings have an impact by providing an instrument that can serve as a basis for teachers and policymakers to measure students’ scientific literacy and cultural awareness.