cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
gtm_jd@yahoo.co.id
Phone
+6287861886493
Journal Mail Official
adetantri87@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Filsafat Indonesia
ISSN : 26207990     EISSN : 26207982     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v3i3
Core Subject : Education,
Jurnal Filsafat Indonesia is a scientific journal published by LPPM Ganesha Educational University, which publishes scientific articles on the development and research in philosophy. Journal of Philosophy is published three times a year, in April, June, and September. Editorial Team Journal of Philosophy accepts manuscripts in the field of philosophy which have never been published in other media. The Editorial Team has the right to edit the text to the extent that it does not change the substance of its contents.
Articles 290 Documents
Populisme Berwajah Politik Identitas Keagamaan di Indonesia Hubertus Herianto; Robertus Wijanarko
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i1.39581

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan populisme berwajah politik identitas keagamaan di Indonesia. Adapun metode yang digunakan dalam tulisan ini ialah pembacaan kritis atas fenomena politik identitas keagamaan di Indonesia dalam kaca mata populisme. Penggunaan metode ini mengantar pada suatu temuan penting mengenai adanya kesamaan antara populisme dengan politik identitas berwajah agama yang terjadi di Indonesia. Kesamaan ini membuat politik identitas keagamaan lolos kategori populisme. Artinya politik identitas keagamaan menjadi salah satu wajah populisme. Ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab munculnya populisme di Indonesia, yakni tingginya angka korupsi, ada dua berakarnya keinginan membentuk negara berasas agama, dan menguatnya peran agama dalam penyelenggaraan negara, dalam keseluruhan corak hidup berbangsa dan bernegara. Upaya mengatasi populisme berwajah politik identitas keagamaan ini dapat dituangkan dengan melakukan beberapa langkah berikut, yaitu menerapkan suatu penyelenggaraan negara yang transparan dan responsif, memaksimalkan pendidikan kewarganegaraan, dan mengoptimalkan peranan media.
Analisis Perkembangan Teori-Teori Psikologi dengan Epistemologi Problem-Solving Menurut Karl Popper Kurniawan Madyo Utomo
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i1.39725

Abstract

Artikel ini memaparkan epistemologi Karl R. Popper mengenai teori problem-solving yang berusaha mensistematisasi cara pertumbuhan ilmu pengetahuan melalui koreksi atas kesalahan. Epistemologi problem-solving dari Karl Popper yang realistis dan rasional, sangat relevan dan bermanfaat untuk menelaah perkembangan teori-teori psikologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji pergeseran filsafat ilmu dari positivisme logis ke epistemologi problem-solving menurut Karl Popper, menelaah perkembangan teori-teori psikologi, dan merefleksikan secara kritis sumbangan epistemologi problem-solving tersebut bagi ilmu psikologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan studi pustaka (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kritik atas teori itu adalah suatu keniscayaan dan setiap teori harus bersikap terbuka terhadap kritik. Kritik juga merupakan perwujudan prinsip penyangkalan terhadap suatu teori. Suatu kritik akan menghasilkan eror elimination, yaitu eliminasi terhadap kemungkinan kesalahan yang ada dalam teori. Terjadinya eror elimination melahirkan teori baru. Oleh karena itu, ilmu psikologi akan terus mengalami perkembangan kalau ada kritik terhadap ilmu tersebut.
Studi Komparatif Pendekatan Matematika dan Filsafat dalam Menganalisis Permasalahan Konsep “Segala Sesuatu” Rilliandi Arindra Putawa
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i1.39727

Abstract

Kata semua atau semesta sebagai konsep paling universal menjadi kajian dari berbagai keilmuan, tidak terkecuali keilmuan matematika dan filsafat. Permasalahan konsep segala sesuatu tidak hanya sekedar bagaimana memenuhi kelengkapan, melainkan apa yang akan terjadi apabila konsep tersebut berada pada kondisi lengkap. Pada bidang matematika, suatu himpunan yang dikatakan lengkap bertentangan dengan beberapa paradox. Adapun pada bidang filsafat masih jarang adanya penelitian berkaitan dengan Being sebagai konsep, sehingga perlu adanya penelitian lanjut untuk mengenalisis konsep ini menggunakan sudut pandang yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode komparatif untuk melakukan analisis dua arah, sehingga kedua keilmuan dapat berperan sebagai objek material, maupun objek formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem rekursivitas pada konsep segala sesuatu menjadi inti pokok dari himpunan universal. Pemisahan antara Pure Being dan Determinate Being merupakan salah satu bentuk penyelesaian solusi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Di sisi lain, analisis matematis atas konsep Being menemukan adanya celah dari pembagian Being menjadi tiga bagian, sehingga memungkinkan adanya himpunan yang berada di luar konsep Being. Adapun permasalahan kemudian dapat diselesaikan dengan metode simbolisasi yang memungkinkan adanya kelompok Being baru yang hanya akan berada ketika dilakukan simbolisasi. Penelitian ini juga memiliki relevansi dengan beberapa produk pemikiran dan kebudayaan modern yang telah ada, terutama berkaitan dengan konsep hyperreality.
Tradisi Med-Medan di Banjar Kaja Desa Adat Sesetan Kota Denpasar Bali dalam Perspektif Filsafat Nilai Max Scheler Gede Agus Siswadi; Septiana Dwiputri Maharani
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i1.40067

Abstract

The culture or tradition in Bali is full of philosophical values, especially the Med-Medan tradition in Banjar Kaja, Sesetan Traditional Village, Denpasar City. However, due to the lack of literacy, people's knowledge and understanding of the tradition is only limited to euphoria. This article seeks to explore and analyze in depth the values contained in the Med-Medan tradition by using the perspective of Max Scheler's philosophy of values and using descriptive analytical methods. Based on the results of this study, it can be concluded that the philosophical values contained in the Med-Medan tradition are the value of enjoyment, vital or life values, psychological values and religious values. Based on the perspective of Max Scheler's hierarchy of values, religious values are priority values that residents want to achieve as a form of respect for their ancestors and devotion to God Almighty.
Makna Filosofis Ketiadaan dan Relevansinya dengan Tipe Data Undefined pada Javascript Rilliandi Arindra Putawa
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i1.41775

Abstract

Artikel ini merupakan artikel bidang kefilsafatan yang berusaha menelusuri makna dari salah satu konsep penting dalam bidang metafisika, yakni konsep Ketiadaan. Konsep ini sendiri pada dasarnya tidak mudah untuk didefinisikan bahkan cenderung mustahil untuk didefinisikan, seperti halnya konsep Ada, sehingga perlu ada penelusuran lebih lanjur dari berbagai pemikiran filsuf yang turut membahas konsep ini mulai dari Parmenides, hingga filsuf eksistensialisme, seperti Sartre. Konsep ini juga turut berkembang pada bidang keilmuan lain, hingga turut menjadi bagian dari perkembangan teknologi, melalui bahasa pemrograman pada ilmu komputer. Pada bahasa pemrograman JavaScript terdapat dua tipe data set yang identik dengan konsep ketiadaan, yakni tipe data Null dan tipe data Undefined. Penelitian ini merupakan penelitian bidang filsafat yang akan mencoba menelusuri pemikiran-pemikiran filosofis mengenai konsep Ketiadaan menggunakan kajian pustaka dari beberapa karya-karya bidang kefilsafatan. Adapun setelah itu akan dianalisis dan dicari relevansinya dengan tipe data Null dan tipe data Undefined. Ada dua hasil yang diperoleh dari riset kualitatif pada penelitian ini. Pertama, pada filsafat barat, konsep Ketiadaan memiliki perubahan makna yang awalnya identik dengan kondisi murni tiada, hingga berubah menjadi identik dengan manusia, selaku pengada. Di sisi lain pada filsafat timur, ketiadaan sedari awal telah identik dengan suatu kondisi positif yang dicapai manusia melalui spontanitas. Kedua, penelitian ini juga menunjukkan bahwa kedua tipe data tersebut di satu sisi dapat menggambarkan Ketiadaan layaknya himpunan kosong, namun di sisi lain adanya kontrol dari manusia dan fakta bahwa kedua konsep tersebut telah dideklarasikan dan diketahui oleh sript sebelumnya menjadikan keduanya juga tidak identik dengan Ketiadaan.
Dilema Penggunaan Plastik: Kebutuhan dan Keberlanjutan Lingkungan (Tinjauan Aspek Etika dalam Perspektif Aksiologi) Fitriah Khoirunnisa; Asep Kadarohman
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i1.41855

Abstract

Topik tentang plastik tampak sederhana karena sudah sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari namun seringkali diabaikan. Plastik telah membawa banyak manfaat bagi manusia, namun tidak sedikit juga memberikan dampak negatif bagi keberlangsungan lingkungan. Baru-baru ini plastik telah mendapatkan perhatian karena alasan negatif, seperti keberadaannya yang berlangsung lama baik di lingkungan maupun tubuh manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu konsep berkelanjutan yang mampu menjadi dasar untuk menanggulangi dampak negatif yang terjadi akibat isu penggunaan plastik tersebut. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menganalisis sumber atau data dari buku teks, jurnal ilmiah, dokumen, media massa, dan bahan ajar yang berhubungan dengan Filsafat Ilmu. Metode analisis yang digunakan ialah interpretasi dan analisis wacana kritis. Artikel ini mengkaji mendeskripsikan dilema penggunaan plastik ditinjau dari aspek etika dalam perspektif aksiologi. serta peran sustainable development dalam menanggulangi dampak penggunaan plastik bagi keberlangsungan masa depan.
Studi Aksiologi Etika Konselor dalam Memperbaiki Pemberian Layanan Konseling Individu di Sekolah Ach. Sudrajad Nurismawan; Findivia Egga Fahruni; Najlatun Naqiyah
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i1.42036

Abstract

Hingga saat ini, masih banyak guru BK atau konselor yang cenderung abai terhadap kode etik profesi konselor khususnya dalam pelaksanaan layanan konseling individu, di mana hal ini berdampak pada meningkatnya stigma negatif dan anggapan guru BK sebagai polisi sekolah. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kode etik bimbingan dan konseling dan etika konselor dalam memperbaiki pelaksanaan layanan konseling individu di sekolah. Dengan menggunakan metode kajian literatur pada sumber-sumber mutakhir dari jurnal ilmiah dan buku kode etik terbaru yang diterbitkan oleh ABKIN. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu bahwasanya etika konselor dalam pelaksanaan layanan konseling individu siswa di sekolah berupa tidak menggunakan pendekatan kekerasan (fisik/psikis) dan hukuman sebagai bentuk bantuan serta menjaga data konseli (gambar/video) selama konseling dan meminta persetujuan konseli jika data tersebut akan digunakan di luar konteks konseling dengan tetap menyamarkan video/gambar konseli. Kesimpulan dari penelitian ini ialah penerapan etika konselor dalam layanan konseling individu wajib dilakukan, sebab jika konselor abai akan menyebabkan siswa ragu dan takut untuk meminta bantuan pada konselor serta yang paling parah adalah anggapan guru BK sebagai polisi sekolah semakin sulit untuk direduksi. Penelitian ini bisa digunakan untuk mendeskripsikan dan memberi arahan tentang nilai profesionalisme seorang konselor terutama pada etika dalam melakukan layanan konseling individu pada siswa. 
Kontribusi Filsafat Moral dalam Meningkatkan Karakter Kinerja pada Masyarakat Produktif Indra Gunawan; Mustopa Mustopa; Fuad Nawawi; Hanung Sito Rohmawati
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i1.42290

Abstract

Dengan befikir filsafat, kita dapat mengatasi kerumitan hidup. Hal ini dapat terjadi karena dengan memahami apa itu filsafat, maka kita dapat menggunakannya atau menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak mengarah kepada jalur yang tidak pernah diharapkan sebelumnya. Beragam permasalahan bisa selesai dengan sendirinya, jika setiap orang Indonesia mau berfilsafat, yakni menjadikan filsafat sebagai jalan hidup, terlepas dari profesi sehari-hari mereka. Pengetahuan itu digunakan untuk menyempurnakan kehidupannya, termasuk dalam hal ini karakter kinerjanya. Sebab konsekuensi dari pandangan filsafat itu sangat penting dan menentukan sikap orang terhadap dirinya sendiri, terhadap orang lain, dunia, dan Tuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana filsafat moral dapat diaplikasikan dalam membentuk karakter kinerja di masyarakat usia produktif. Hasil dari penelitian adalah gejala-gejala kelemahkarsaan seorang individu dapat diminimalisir bahkan dihilangkan apabila seorang individu dapat memposisikan diri sebagai filsuf moral yang mampu menemukan jawaban-jawaban atas nilai keyakinan bagi karakter diri maupun kehidupannya. Pola semacam ini akan sangat berguna bagi kualitas kehidupan seorang individu di masa yang sedang dijalani maupun di masa depan, hal tersebut dikarenakan konstruksi berpikir filsafat dapat meredam gejolak-gejolak negatif di tengah-tengah kehidupan yang selalu bergerak dinamis dan fluktuatif.
Eksplorasi Pemikiran M. Nasroen, Soenoto, dan R. Parmono dalam Perkembangan Filsafat Nusantara Fitri Alfariz; Rr Yudiswara Ayu Permatasari
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i2.40458

Abstract

Nusantara philosophy is still looking for the most ideal form. M. Nasroen, R. Parmono, and Soenoto as ‘pioneers’ of Indonesian philosophy have provided good thought for the developmentof nusantara philosophy in Indonesia. Although in the development of Indonesian philosophy and nusantara philosophy is considered the same, but the two discourses still cannot be agreed upon. The development of nusantara philosophy involves various thoughts. Therefore, this study attempts to provide a description of the thoughts of the ‘pioneers’ of Indonesian philosophy inhopes of seeing how far the development of nusantara philosophy. The method used is qualitative research with comparative methods. Comparisons from the three figures found that M. Nasroen, R. Parono, and Soenoto have their own thoughts on Indonesian philosophy that have not answered the boundaries and embrace of thinking that develops beyond the geographical linesof Indonesia. It is also found that their thoughts are related to philosophy as a process or product of a culture. Through the research it was found that the thought of the three figures had manyinfluences on the current concepts of nusantara philosophy that led closer to the ideal form of nusantara philosophy
Penguatan Ideologi Pancasila Sebagai Penangkal Radikalisme Agama Yakobus Adi Saingo
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i2.40994

Abstract

This study will discuss the strengthening of Pancasila ideology as an antidote to religious radicalism that is able to threaten the unity dan integrity of the Indonesian nation. This study aims to describe that Pancasila is the fundamental ideological foundation of every Indonesian society against the problems of religious radicalism that disturbs the beauty of diversity that has existed in the midst of the Indonesian nation so far. As the basis of the state philosophy, the ideology of Pancasila is contrary to the notion of religious radicalism because it can undermine the unity dan integrity of the nation. The literature study method used in this research is to describe the general picture of the problems experienced by the Indonesian people regarding religious radicalism, which also systematically proposes efforts to counteract the dangers of religious radicalism through strengthening the ideology of Pancasila. Sources of data will be taken from the majority of scientific journals published in the last 7 (seven) years as well as supporting books related to the discussion theme. How to obtain these data is by researchers conducting research dan literacy approaches that are relevant to the research theme. The data will be analyzed in depth by the researchers so that they are able to describe the general picture regarding the problems of religious radicalism experienced by the Indonesian people, as well as the solution through strengthening the ideology of Pancasila. Thus, strengthening the Pancasila ideology as an antidote to religious radicalism is expected to be a solution in establishing the unity dan integrity of the Indonesian nation.

Page 10 of 29 | Total Record : 290