cover
Contact Name
Iromi Ilham
Contact Email
ajj.antro@unimal.ac.id
Phone
+6282349345557
Journal Mail Official
ajj.antro@unimal.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia.
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Aceh Anthropological Journal
ISSN : 26145561     EISSN : 27460436     DOI : 10.29103
Aceh Anthropological Journal (AAJ) accepts the results of empirical research as well as a scientific view of theoretical conceptual using the Anthropological perspective of researchers, academics, and anyone interested in Anthropology studies. These journals apply peer-reviewed process in selecting high quality article. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The main scope of the submitted article is ethnographic research / qualitative research on topics related to certain ethnic / community communities, arts and cultures of specific communities, cultures and belief systems, ecological studies and their relationships with cultures, belief systems and humanity in Indonesia, in Aceh. The critical review should be concerned with the literature relating to anthropological studies
Articles 198 Documents
Pengaruh Penggunaan Smartphone terhadap Perubahan Perilaku Remaja di Nagari Aia Manggih Khairunnisa Khairunnisa
Aceh Anthropological Journal Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v7i1.9294

Abstract

The use of smartphones in the current era has become a necessity, due to the availability of features that facilitate human daily work. One of user is teens. Teenagers are the age that is in transition to adulthood. As one of the smartphone users, of course it also has an impact on teenagers, both positive and negative impacts and causes changes in the behavior. From this, the problems discussed in this article are how the pattern of smartphone use in adolescents and how the impact of smartphone use by adolescents. The purpose of this study is to describe the use of smartphones by adolescents and to describe the impact of smartphone use on adolescents in Nagari Aia Manggih, Lubuk Attitudeing District. The method used in this study is descriptive qualitative method, data collection techniques using in-depth interviews, and document study. The results of the study show the teenagers use smartphones as a learning media, communication tools and as a means of entertainment. While the impact of using a smartphone, the first positive impact is that it adds insight, the second makes it easier to learn, and the third makes it easier to communicate. While the negative impacts of smartphone use are addiction, lazy to work, reduce interest in learning, and affect social relations.Abstrak Penggunaan smartphone di era globalisasi saat ini sudah menjadi kebutuhan di dalam kehidupan masyarakat, karena ketersediaan fitur-fitur yang memudahkan pekerjaan manusia sehari-hari, salah satunya digunakan oleh masyarakat pada usia remaja. Remaja dikatakan tahap usia yang berada pada peralihan menuju dewasa. Sebagai salah satu pengguna smartphone tentu juga menimbulkan dampak bagi para remaja baik itu dampak yang bersifat positif maupun negatif dan menyebabkan terjadinya perubahan perilaku dari remaja tersebut. Dari hal tersebut, maka permasalahan yang dibahas dalam artikel ini adalah bagaimana pola penggunaan smartphone pada remaja dan bagaimana dampak penggunaan smartphone oleh remaja. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penggunaan smartphone oleh remaja dan mendeskripsikan dampak penggunaan smartphone pada remaja di Nagari Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan smartphone oleh remaja dimana remaja menggunakan smartphone sebagai media belajar, alat komunikasi dan sebagai sarana hiburan. Sedangkan dampak dari penggunaan smartphone pertama dampak positifnya pertama menambah wawasan, kedua memudahkan untuk belajar, dan ketiga memudahkan komunikasi. Sedangkan dampak negatif penggunaan smartphone adalah kecanduan, malas bekerja, menurunkan minat belajar, dan mempengaruhi hubungan sosial.
Perilaku Ibu Rumah Tangga dalam Memenuhi Kebutuhan Melalui Belanja Online di Kota Bukittinggi Nadhifa Putri Amelia; Afrida Afrida; Sri Meiyenti
Aceh Anthropological Journal Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v7i1.10287

Abstract

The objective of this study is to describe the purchasing behavior of household mothers in online stores to meet their needs, explain their understanding of information, perceptions, and decision-making processes in utilizing technology, and describe the factors that influence consumer decisions in online shopping. This study utilizes qualitative research methods with data collection techniques of observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that there are four factors that influence the behavior of household mothers as consumers in online shopping, namely price, quality, convenience, and time. From these online shopping activities, the information and understanding obtained by household mothers in utilizing technology include knowledge about products, purchasing procedures, and satisfaction. The perceptions of household mothers in utilizing technology include ease, practicality, security, and comfort in shopping. The factors that influence the decision-making of household mothers as online consumers include health and psychological factors, influences from family members, neighbors, and relatives, as well as advertising.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku konsumen ibu rumah tangga terhadap keputusan pembelian di toko online dalam memenuhi kebutuhannya; menjelaskan pemahaman informasi, persepsi, dan proses pengambilan keputusan oleh konsumen dalam memanfaatkan teknologi; dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam berbelanja online. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat hal yang mempengaruhi perilaku ibu rumah tangga sebagai konsumen dalam berbelanja online yaitu harga, kualitas, kenyamanan, dan waktu. Dari kegiatan belanja online tersebut pemahaman informasi yang diperoleh ibu rumah tangga dalam memanfaatkan teknologi adalah pengetahuan tentang produk, cara membeli, dan kepuasan. Persepsi ibu rumah tangga dalam memanfaatkan teknologi kemudahan, praktis, keamanan dan kenyamanan dalam berbelanja. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen ibu rumah tangga dalam berbelanja online adalah faktor kesehatan, psikologis; dorongan dari anggota keluarga, tetangga dan kerabat, serta iklan. 
Anak Putus Sekolah: Kajian Antropologi Pendidikan pada Keluarga Nelayan di Aceh Utara Wilda Aminah; Ibrahim Chalid
Aceh Anthropological Journal Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v7i1.9334

Abstract

This study examines school dropouts from fishing families based on anthropological perspective in Bangka Jaya Village, Dewantara District, North Aceh. The purpose of this study is to describe the children of fishermen who drop out of school and explain the factors that influence the occurrence of school dropouts among fishermen's children in Bangka Jaya, Dewantara District. The research method used in this study is a qualitative research method with three data collection techniques, namely participatory observation, in-depth interviews and document study. The data analysis used is on-going analysis by means of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study describe the phenomenon of school dropouts that occur in Bangka Jaya that in this village there are many children who drop out of school, especially fishermen's children in hamlets 3, 4 and 5. Daily activities of children who drop out of school apart from helping their parents, the boys themselves work as boat cleaners or commonly called “Aneuk Itiek”. Meanwhile, for those women who have dropped out of school, they help their parents or work in a brick factory. The cause of the many fishermen's children dropping out of school is influenced by several factors including: Environmental influences, the family economy is weak, children are good at making money, and parents' perspective on education is low.Abstrak: Penelitian ini mengkaji anak putus sekolah dari keluarga nelayan yang dilihat dari perspektif antropologi pendidikan di Gampong Bangka Jaya Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan Anak nelayan yang putus sekolah serta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anak putus sekolah pada anak nelayan di Gampong Bangka Jaya Kecamatan Dewantara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah on-going analysis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan fenomena anak putus sekolah yang terjadi di Gampong Bangka Jaya bahwa di gampong ini banyak dijumpai anak yang mengalami putus sekolah terutama pada anak nelayan di dusun 3, 4, dan 5. Kegiatan sehari-hari anak yang putus sekolah di Gampong Bangka Jaya selain dari pada membantu orang tua, anak laki-laki sendiri bekerja sebagai pembersih perahu bot atau yang biasa disebut Aneuk Itiek. Sedangkan, untuk mereka perempuan yang mengalami putus sekolah ikut membantu orang tua atau bekerja di pabrik batu bata. Adapun penyebab banyaknya anak nelayan mengalami putus sekolah adalah dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: Pengaruh lingkungan, ekonomi keluarga lemah, anak sudah pandai mencari uang, dan perspektif orang tua terhadap pendidikan rendah.
Strategi Keluarga dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup pada Era New Normal Pasca Covid-19 Annisya Aprilia Iwani; Yevita Nurti; Sidarta Pujiraharjo
Aceh Anthropological Journal Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v7i1.10531

Abstract

The problem of this research is the impact of Covid-19 on meeting the main needs of the family and strategies to meet the needs of daily life in the Post-Covid-19 New Normal era, to be precise in RW 11, Perumnas Belimbing. The method used is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out by observation, in-depth interviews, and literature studies. Selection of informants by means of purposive sampling, namely families who are members of RW 11 Kelurahan Kuranji, families affected by the Covid-19 pandemic, families who have daily income, families who have jobs that interact with many people, and families that carry out strategies to fulfill their needs. necessities of life in the post-Covid-19 New Normal era. The results of the study describe the impact of Covid-19 on meeting the main needs of the family and strategies for meeting the needs of daily life in the New Normal/Post Covid-19 era. The impact of Covid-19 on meeting family needs is reduced income and increased expenditure. Meanwhile, the strategy adopted by the family so that their living needs can still be met is to add jobs, family members go to work, rely on assistance, and lastly, by saving money. Apart from relying on his own income, the informant also relied on assistance from his extended family and relatives in the village. In fact, the informants and their neighbors helped each other, such as lending each other groceries and money when they were available. This was the family's strategy so that they could still meet their family's needs.Abstrak: Permasalahan dari penelitian ini adalah dampak Covid-19 terhadap pemenuhan kebutuhan utama keluarga dan strategi dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pada era New Normal Pasca Covid-19, tepatnya di RW 11, Perumnas Belimbing. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, serta studi literatur. Pemilihan informan dengan cara purposive sampling, yaitu keluarga yang merupakan masyarakat RW 11 Kelurahan Kuranji, keluarga yang terkena dampak dari pandemi Covid-19, keluarga yang memiliki pendapatan harian, keluarga yang memiliki pekerjaan yang berinteraksi dengan banyak orang, dan keluarga yang melakukan strategi dalam memenuhi kebutuhan hidup pada era New Normal Pasca Covid-19. Hasil penelitian menggambarkan dampak Covid-19 terhadap pemenuhan kebutuhan utama keluarga dan strategi dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pada era New Normal/Pasca Covid-19. Dampak dari Covid-19 ini terhadap pemenuhan kebutuhan keluarga yaitu berkurangnya pendapatan dan bertambahnya pengeluaran. Sedangkan strategi yang dilakukan keluarga agar kebutuhan hidupnya tetap dapat terpenuhi adalah menambah pekerjaan, anggota keluarga ikut bekerja, mengandalkan bantuan, dan terakhir dengan berhemat. Selain mengandalkan pendapatannya sendiri, informan juga mengandalkan bantuan dari keluarga luas dan kerabatnya yang berada di kampung. Bahkan informan dan juga tetangganya saling membantu seperti saling meminjamkan bahan sembako dan uang ketika ada, hal inilah yang menjadi strategi keluarga agar tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Peran Penyiar dalam Menjadikan ‘Numpang Nampang’ sebagai Program Unggulan PRO2 LPP RRI Meulaboh Yunita Yunita; Muzakkir Muzakkir; Samwil Samwil
Aceh Anthropological Journal Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v7i1.10057

Abstract

Unlike most media that feature audiovisuals, radio relies solely on audio to connect with its listeners. Therefore, the role of a broadcaster becomes crucial, as only the broadcaster's voice is present in the listener's ear. This article aims to describe the role of the broadcaster in presenting the Numpang Nampang program, making it one of the flagship programs on RRI Meulaboh. The article uses a qualitative method with a descriptive approach. The data were obtained from observations and interviews with the broadcasters of the Numpang Nampang program on RRI Meulaboh. The results of this study indicate that the broadcaster plays a vital role in presenting the Numpang Nampang program, making it a popular and attractive program. This is evidenced by the broadcaster's awareness and various preparations made before presenting the program, such as searching for information and selecting sources. Additionally, broadcasters possess good skills or professionalism, enabling them to present the Numpang Nampang program in a relaxed manner and use word choices that are compatible with the listeners.Abstrak: Berbeda dengan kebanyakan media yang menampilkan audiovisual, Radio hanya mengandalkan audio untuk menyapa para pendengarnya. Oleh karena itu, peran seorang penyiar menjadi sangat penting karena hanya suara penyiarlah yang hadir pada telinga pendengar. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peran penyiar dalam membawakan program Numpang Nampang hingga menjadi salah satu program unggulan di RRI Meulaboh. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari hasil observasi dan wawancara kepada penyiar program Numpang Nampang di RRI Meulaboh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyiar berperan penting dalam membawakan program Numpang Nampang hingga menjadi program yang populer dan menarik. Hal ini dibuktikan dari kesadaran yang dimiliki sang penyiar serta berbagai persiapan yang dilakukan sebelum membawakan program seperti mencari informasi dan pemilihan narasumber. Di samping itu penyiar juga memiliki kemampuan atau profesionalitas yang baik sehingga dapat membawakan program Numpang Nampang dengan santai dan menggunakan pilihan kata yang kompatibel dengan para pendengarnya. 
Makna Simbolik pada Budaya Gegunungan dalam Tradisi Pesta Masyarakat Singkil Ramiah Ramin; Anismar Anismar; Harinawati Harinawati; Masriadi Masriadi
Aceh Anthropological Journal Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v7i1.10965

Abstract

This article aims to describe the symbolic meaning of the mountain culture at the Singkil Tribe traditional party. The theory used is the theory of symbolic interaction. This type of research uses descriptive qualitative research methods. Data collection techniques using observation, interviews and document studies. The results of the study show that the whole mountain is a symbol in the Singkil Tribe's traditional feast. Gegunungan is the vehicle of the kings in ancient times, people who use the mountain at a traditional party means glorifying guests. Based on the theory of symbolic interaction, gegunungan culture is run by people who come from certain individuals, namely people who are able to slaughter buffalo or oxen at their traditional parties, interactions are carried out using symbols, namely on the way to the bride's house from the mountains music is played which means that the child has the party already married or circumcised, rifles are fired and fire is spit out through the mouth which means that the groom's entourage has almost arrived at the bride's house, and the confusion surrounds the mountains which means that the bride's entourage determines whether what is coming is indeed the person expected or not. In addition, there is also a meaning that lies in the colorful decoration, and so on which can then be interpreted by the community.Abstrak: Artikel ini bertujuan mendeskripsikan makna simbolik budaya gegunungan pada pesta adat Suku Singkil. Teori yang digunakan adalah teori interaksi simbolik. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil kajian ini  menunjukkan bahwa keseluruhan gegunungan merupakan simbol dalam pesta adat Suku Singkil. Gegunungan merupakan kendaraan raja-raja pada zaman dahulu, masyarakat yang menggunakan gegunungan pada pesta adat berarti memuliakan tamu. Berdasarkan teori interaksi simbolik, budaya gegunungan dijalankan oleh masyarakat yang berasal dari individu tertentu yakni orang yang mampu memotong kerbau atau lembu pada pesta adatnya, interaksi yang dilakukan menggunakan simbol yaitu dalam perjalanan ke rumah mempelai wanita dari gegunungan musik dimainkan yang bermakna bahwa anak yang punya pesta sudah dinikahkan atau dikhitan, bedil dibunyikan dan api disemburkan lewat mulut yang bermakna bahwa rombongan mempelai pria sudah hampir tiba ke rumah mempelai wanita, dan kekajangan mengelilingi gegunungan yang bermakna bahwa rombongan mempelai wanita memastikan apakah yang datang memang orang yang dinanti atau bukan. Selain itu, ada juga makna yang terletak pada hiasan warna-warninya, dan lain sebagainya yang kemudian dapat diinterpretasikan oleh masyarakat. 
Tradisi Upacara Peutren Aneuk pada Masyarakat Aceh Barat: Proses, Makna dan Nilai Reva Riana; Iromi Ilham; Teuku Kemal Fasya; Rizki Yunanda
Aceh Anthropological Journal Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v7i1.10984

Abstract

This article aims to discuss how the process of carrying out the peutren aneuk ritual (getting off the ground ceremony) in the people of West Aceh and analyze the meaning and values contained in this traditional ceremony. This discussion is important as an effort to transmit knowledge and educational facilities to the younger generation so that local ritual traditions and local wisdom can be maintained and continue to be passed down. The research method used is qualitative with three data collection techniques, namely participatory observation, interviews and document study. The process of data analysis includes the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study show that the tradition of the peutren aneuk ceremony in the people of West Aceh is carried out as a form of respect and gratitude to Allah SWT for the birth of a baby. The peutren aneuk ritual tradition is carried out when the baby is 7 to 44 days old. The process of the peutren aneuk ritual ceremony includes peusijuk, peucicap, turning chicken hearts, cuko 'ok, splitting a coconut, peugideung tanoh, bringing it to the mosque, silat (if you have a vow), reciting the Koran, samadiah, and reciting the barzanji. While the meaning and value of the whole process of carrying out the ceremony can be interpreted from three symbolic dimensions, namely speech, behavior, and the objects used. For example, speech symbols are present in the form of narrative poems that contain good advice and prayers.Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk membahas bagaimana proses pelaksanaan ritual peutren aneuk (upacara turun tanah) pada masyarakat Aceh Barat serta menganalisis makna dan nilai yang terkandung dalam upacara adat tersebut. Pembahasan ini penting dilakukan sebagai salah satu upaya transmisi pengetahuan dan sarana edukasi kepada generasi muda agar tradisi ritual dan kearifan lokal setempat dapat terjaga dan terus diwariskan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi partisipatif, wawancara dan studi dokumen. Proses analisis data mencakup tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi upacara ritual peutren aneuk dalam masyarakat Aceh Barat dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran bayi. Tradisi upacara ritual peutren aneuk dilakukan dalam rentan waktu bayi berumur 7 sampai 44 hari. Proses upacara ritual peutren aneuk meliputi peusijuk, peucicap, membolak-balik hati ayam, cuko ’ok, membelah kelapa, peugideng tanoh, membawa ke masjid, silat (jika memiliki nazar), mengaji, samadiah, dan membaca berzanji. Sementara makna dan nilai dari segenap proses pelaksanaan upacara dapat ditafsirkan dari tiga dimensi simbolik, yaitu ucapan, perilaku, dan benda-benda yang digunakan. Misalnya, simbol ucapan hadir dalam bentuk penuturan syair-syair yang berisi nasehat dan doa kebaikan.
Keterlibatan Masyarakat Desa dalam Pengelolaan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Wringin Putih Yunita, Irma; Kutanegara, Pande Made
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i1.15712

Abstract

This research aims to find out the involvement of local communities in Balkondes management, as well as to find out how important local community involvement is in the sustainability of Balkondes management in Wringin Putih Village, Borobudur District, Magelang Regency, Central Java Province. The method used in the research is qualitative research with descriptive approach through interviews and participant observation, which aims to obtain collect data in clear and in-depth understanding of the focus in this study researched. There are two sources of data in this research, namely primary data from interviews with informants, and secondary data sources from literature study. The results of this research show that (1) The Wringin Putih Community has involvement in various important roles in Balkondes management with different duties depending on the involvement that occurs. Start from involvement as actors in Balkondes, community involvement in arts and culture programs, and involvement of the general public society and youth in several additional activities at Balkondes Wringin Putih in certain big events. (2) Involvement of the local community is important for the sustainability of the management of the Wringin Putih Balkondes because the main aim of establishing the Balkondes is to empower and improve the economy of the village community. And the people of Wringin Putih village are the ones who were focused on getting direct benefits from the existence of Balkondes. This thing can strengthen the community's sense of ownership and responsibility for village development and progress.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji terkait keterlibatan masyarakat setempat dalam pengelolaan Balkondes, sekaligus untuk mengetahui seberapa penting keterlibatan masyarakat setempat dalam keberlanjutan pengelolaan Balkondes di Desa Wringin Putih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu dengan metode penelitian akualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui kegiatan wawancara dan observasi partisipatif dari peneliti tersendiri, yang bertujuan untuk memperoleh data dan pemahaman yang luas, jelas dan mendalam mengenai fokus kajian yang sedang diteliti. Sumber data pada penelitian ada dua, yaitu dari data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan informan, dan sumber data sekunder yang berakar pada studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Masyarakat Desa Wringin Putih memiliki keterlibatan di berbagai peranan penting dalam pengelolaan Balkondes dengan tupoksi yang berbeda-beda tergantung dari keterlibatan yang terjadi. Dimulai dari keterlibatan masyarakat sebagai aktor/pemeran utama balkondes, keterlibatan masyarakat dalam program seni budaya, dan keterlibatan masyarakat umum dan pemuda di beberapa kegiatan dadakan tambahan di Balkondes Wringin Putih ketika ada event besar tertentu. (2) Keterlibatan masyarakat setempat, penting untuk ada keberlanjutannya dalam pengelolaan Balkondes Wringin Putih, dikarenakan tujuan utama didirikannya Balkondes sejak awal yaitu untuk memberdayakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Pada riset ini, masyarakat desa Wringin Putih menjadi pihak yang difokuskan untuk ditelusuri manfaat langsung yang mereka rasakan dari keberadaan Balkondes. Hal ini dapat memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap pembangunan dan kemajuan desa.
Ethnography of Child Labor in Paotere City of Makassar Jafar N, Muhammad Kamil
Aceh Anthropological Journal Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v7i2.11387

Abstract

This article uses ethnographic research method to analyze the phenomenon of child labor in Paotere. It discusses history and culture of children working in Paotere. The family environment of child laborers also influenced them to work to have secondary income earners for the family. Data collection was conducted for one year from January to December 2021. This research uses four stages: firstly identification, data collection, data reduction and directional discussion. Data collection includes observation, in-depth interviews, and group discussions. Dialogue between exploitation and culture retained by child laborers is discoursed specifically in this article.Abstrak: Artikel ini menggunakan metode penelitian etnografi untuk menganalisis fenomena pekerja anak di Paotere. Ini membahas sejarah dan budaya anak-anak yang bekerja di Paotere. Lingkungan keluarga pekerja anak juga mempengaruhi mereka untuk bekerja mencari nafkah sampingan bagi keluarga. Pengumpulan data dilakukan selama satu tahun dari Januari hingga Desember 2021. Penelitian ini menggunakan empat tahapan yaitu identifikasi, pengumpulan data, reduksi data dan pembahasan terarah. Pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok. Dialog antara eksploitasi dan budaya yang dipertahankan oleh pekerja anak diwacanakan secara khusus dalam artikel ini.
Eksistensi Permainan Tradisional Tamtam Buku dalam Membentuk Keterampilan Sosial Ratnawati, Dewi; Karsiwan, Karsiwan
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i1.15874

Abstract

Social skills can be explained as a person's ability to adapt to society and get along with other people (socializing). Social skills include the ability to communicate, build relationships with other people, respect individuals and other people, give or receive input, give or receive criticism, act according to existing norms and rules, and so on. Social skills are not a person's innate ability but rather are acquired through a learning process from parents, peers and the environment. Therefore, every child must be trained and accustomed to interacting with other people from an early age so that the child will grow into a person who has maturity in thinking and acting. This research study aims to improve and develop children's social skills through book tamtam games and to preserve traditional games by making them a learning medium in schools. The method used in this research is qualitative, data collection through interviews, observation and documentation notes. Research findings show that book tamtam games are still quite popular among elementary school students. This game is used as a learning medium in scout activities as a place for interaction and socialization between peers, teachers and those at the place where they study. In this paper, it is revealed that the book tamtam game is able to improve children's social skills in various aspects such as children's interpersonal behavior, behavior related to themselves, behavior related to academic success, peer acceptance, and communication skills.Abstrak: Keterampilan sosial dapat dijelaskan sebagai kemampuan seseorang dalam beradaptasi dengan masyarakat dan bergaul dengan orang lain (bersosialisasi). Keterampilan sosial meliputi kemampuan berkomunikasi, membina hubungan dengan orang lain, menghargai individu dan orang lain, memberi atau menerima masukan, memberi atau menerima kritik, bertindak sesuai norma dan aturan yang ada, dan lain-lain. Keterampilan sosial bukanlah kemampuan bawaan seseorang melainkan diperoleh melalui proses belajar dari orang tua, teman sebaya, dan lingkungan. Oleh karena itu setiap anak harus dilatih dan dibiasakan untuk bergaul dengan orang lain sejak dini sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mempunyai kematangan dalam berpikir dan bertindak. Kajian ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan keterampilan sosial anak melalui permainan tamtam buku serta untuk melestarikan permainan tradisional dengan cara menjadikannya sebagai media pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan catatan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa permainan tamtam buku masih cukup eksis di kalangan siswa sekolah dasar. Permainan ini dijadikan sebagai media pembelajaran dalam kegiatan pramuka sebagai ajang berinteraksi dan bersosialisasi antara teman sebaya, guru, dan pihak yang ada di tempat mereka belajar. Di dalam tulisan ini mengungkapkan bahwa permainan tamtam buku mampu meningkatkan keterampilan sosial anak dalam berbagai aspek seperti perilaku interpersonal anak, perilaku berhubungan dengan diri sendiri, perilaku berhubungan dengan keberhasilan akademis, penerimaan teman sebaya, dan keterampilan komunikasi.