cover
Contact Name
Faisal Faliyandra
Contact Email
jurnal.atturost@gmail.com
Phone
+6281231410335
Journal Mail Official
faisalfaliyandra@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda Kapongan Situbondo Jl. Al-Habib No. 02 RT 01/RW 01 Peleyan Kapongan Situbondo 68362 Jawa Timur, Indonesia.
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
AT-Turost: Journal of Islamic Studies
ISSN : 20863179     EISSN : 25811622     DOI : -
Core Subject : Religion,
At-Turost : Journal of Islamic Studies is a peer-reviewed journal to discuss and spread original and critical analysis on various islamic studies issues. The journal publishes articles of interest to researchers. This journal encompasses research articles, original research report, reviews in islamic studies in any fields including: 1) Education, 2) Economy, 3) Law, 5) Social, 4) Health, 5) Communication, 6) Technology, etc.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
KOMUNIKASI POLITIK TEO-ANTROPOSENTRIS Nur, Ahmad; Taufiq, Muhammad
At-Turost : Journal of Islamic Studies Vol 8 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/at.v8i2.76

Abstract

Tulisan ini akan mengkaji pola kepemimpinan birokrasi di kabupaten situbondo. Fokus kajiannya adalah pola komunikasi politik yang digunakan oleh kepala daerah situbondo selama dua periode. Ketertarikan akademik yang mendasari tulisan ini adalah : pertama, menjadikan ritualitas agama sebagai modal utama dan motivasi awal dalam merealisasikan program kerja. Kedua, menjadikan agama sebagai pusat perhatian birokrasi dan masyarakat daerah. Berdasar pada ketertarikan tersebut, pertanyaan penelitiannya adalah bagaimana kepala daerah situbondo mengkomunikasikan pesan birokrasi melalui media sholawat dan sholat berjamaah. Melalui pertanyaan tersebut, menghasilkan beberapa jawaban atau hasil penelitian: pertama, pola komunikasi politik atau kebijakan yang di gunakan oleh kepala daerah situbondo lebih bersifat teo-antroposentris. Kedua, menjadikan sholawat dan sholat sebagai media sosialisasi pesan pemerintah dan penguat militansi birokrasi. Ketiga, menjadikan sholawat dan sholat berjamaah sebagai media pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi kerakyatan.
Pembelajaran Kitab Kuning Di Pondok Pesantren Sebagai Upaya Pengembangan Kompetensi Santri Rosi, Fathor; Azisi, Azisi
At-Turost : Journal of Islamic Studies Vol 8 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/at.v8i2.81

Abstract

Berbagai penelitian dan karya ilmiah yang berhubungan dengan Konsep, metode, dan proses pelaksanaan pendidikan keagamaan di pesantren memang cukup banyak namun yang ansih membahas tentang pembelajaran kitab kuning melalui tradisi proses pembelajaran di pondok pesantren masih belum banyak, sehingga menjadi penting dan menarik untuk dibahas dan dipahami lebih konprehensif adapun karya tulis ilmiah tentang pesantren telah tersebar luas, baik dalam bentuk buku–buku, makalah, buletien dan majalah. Namun realitasnya masih banyak yang tersisa yang belum terungkap oleh sebagian pemerhati pendidikan tentang pondok pesantren, yang tidak ditemukan di luar pesantren atau pendidikan lain, yang jelas mereka sepakat dan berkesimpulan, bahwa di pesantren terdapat nilai-nilai yang sangat menarik dan spesifik untuk dikaji, salah satunya tentang model pembelajaran kitab kuning. Pembelajaran kitab kuning merupakan salah satu ciri khas tradisional yang masih dilestarikan di lembaga pondok pesantren, maka penulis banyak menemukan karya ilmiah yang mengkaji terhadap system pembelajaran kitab kuning di berbagai pondok pesantren. Jurnal konseptual ini diklasifikasikan menjadi dua hal yaitu sebagai berikut; pertama bagaimana implementasi pembelajaran kitab kuning sebagai upaya pengembangan kemampuan santri serta dampak dan urgensi pembelajaran kitab kuning dalam mengembangkan kompetensi santri
Menelaah Eksistensi Lembaga Pendidikan Islam (MI, Mts, dan MA) di Indonesia sandiko, sandiko
At-Turost : Journal of Islamic Studies Vol 8 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/at.v8i2.82

Abstract

Pada tataran filosofis dan praksis pendidikan Islam di Indonesia tak luput dari bermacam persoalan baik yang bersifat akut maupun faktual. Persoalan akut seperti diskursus yang tak kunjung usai antara ilmu agama dan ilmu umum. Sementara problema faktual lebih terkait pada masalah-masalah teknis implementatif pelaksanaan pendidikan Islam. adapun Peta pendidikan Islam lebih banyak meliputi pada lembaga pendidikaan keagamaan yakni pembahasan problematika pendidikan Islam lebih dititik beratkan pada hambatan terjadi di lembaga yang bercirikan Islam terutama tingkat sekolah dasar hingga menengah yakni Madrasah Ibtidaiyah Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Karena itu pembahasan jurnal ini akan lebih fokus membahas tentang Bagaimana sejarah lembaga pendidikan islam dan perkembangan madrasah di indonesia? Bagaimana Madrasah dan pendidikan agama Islam mengaktualisasikan peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat? Dan Perkembangan Madrasah MI, MTs & MA serta Eksistensinya? Sehingga dapat diketahui bagaimana sesungguhnya eksistensi lembaga pendidikan islam yang berbasis madrasah di Indonesia.
Konsep Scientific Approach Dengan Metode Numbered Heads Together Dalam Pembelajaran fadhurrosi, fadhurrosi
At-Turost : Journal of Islamic Studies Vol 6 No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/at.v6i2.83

Abstract

Pendekatan scientific atau lebih umum dikatakan pendekatan ilmiah menjadi keniscayaan dalam kurikulum 2013. Sebelum membicarakan mengenai pendekatan ilmiah, perlu dipahami lagi mengenai metode ilmiah. Pada umumnya sesorang selalu ingin memperoleh pengetahuan. Pengetahuan dapat merupakan pengetahuan ilmiah dan pengetahuan tidak ilmiah. Suatu pengetahuan ilmiah hanya dapat diperoleh dari metode ilmiah. Metode ilmiah pada dasarnya memandang fenomena khusus (unik) dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan pada simpulan. Dengan demikian diperlukan adanya penalaran dalam rangka pencarian (penemuan). Untuk dapat disebut ilmiah, metode pencarian (method of inquiry) harus berbasis pada bukti- bukti dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan terukurdengan prinsip-prinsip penalaran yang spesifik.
Implementasi Manajemen Pembiayaan Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Di Ma’had Aly Situbondo musarofah, musarofah
At-Turost : Journal of Islamic Studies Vol 7 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/at.v7i2.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen pembiayaan dalam peningkatan mutu pendiidkan Ma’had Aly Situbondo. Ma’had Aly Situbondo merupakan bagian dari pesantren yang mempunyai keunikan atau kekhasan tersendiri dalam memanajemen keuangan atau pembiayaan jika dibandingkan dengan lembaga pendidikan yang lainnya. Termasuk di dalam perencanaan maupun pengelolaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Interpretasi data menggunakan perspektif fenomenologis. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan implementasi manajemen pembiayaan yang dilakukan Ma’had Aly Situbondo menggunakan tahap-tahap perencanaan, pengorganisasian, pengontrolan, evaluasi dan laporan pertanggungjawaban. Sumber dana Ma’had Aly dapat dibagi menjadi dua bentuk yakni budgeter (dana utama yaitu subsidi dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo) dan non budget. Faktor pendukung implementasi manajemen pembiayaan meliputi faktor sentralisasi keuangan, efisiensi dari segala lini dan pengabdian.
Pengembangan Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Dengan Pendekatan Problem Based Learning arifurrahman, arifurrahman
At-Turost : Journal of Islamic Studies Vol 8 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/at.v8i1.85

Abstract

Berbagai perkembangan kehidupan yang pesat dengan tantangan yang semakin kompleks telah menuntut agar guru selalu bersifat profesional.oleh karena dalam penelitian ini fokus pada pengembangan bahan ajar pendidikan agamaislam dengan pendekatan problem based learning. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan (Research and Development). Hasil dari penelitian ini : Berdasarkan proses pengembangan dan hasil validasi terhadap bahan ajar berupa buku ajar Pendidikan Agam Islam kelas XI dapat disimpulkan sebagai berikut: Pelaksanaan pengembangan bahan ajar berupa buku ajar Pendidikan Agam Islam kelas XI SMA dikembangkan dalam empat tahap, yakni : 1) Melakukan penggalian berbagai informasi tentang potensi dan masalah, 2) setelah potensi masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan uptodate selanjutnya mengumpulkan data, 3) merancang dan mengembangkan produk awal dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar dan unsur-unsur bahan ajar, 4) validasi produk oleh tim ahli. Hasil pengembangan ini dapat dijadikan acuan dan rujukan dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam kelas XI SMA semester satu. Desain pengembangan yang dilakukan telah menghasilkan satu produk Buku ajar Pendidikan Agama Islam.
MODERNISASI PONDOK PESANTREN DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI (STUDI KASUS PONDOK PESANTREN JAM'IYATUL ULUM SELOGODIG WETAN PROBOLINGGO) Herwati, Herwati; Ainol, Ainol
At-Turost : Journal of Islamic Studies Vol 9 No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/at.v9i1.79

Abstract

The modernization of Jam’iyatul Ulum Selogodig Wetan Probolinggo Islamic Boarding School is an approach for long-term solutions to various problems of Muslims today and in the future. Therefore, the modernization of Jam’iyatul Ulum Selogodig Wetan Probolinggo Boarding School is an important part of the birth of modern Islamic civilization. However, the results of the modernization of Jam’iyatul Ulum Selogodig Wetan ProbolinggoIslamic Boarding School cannot be felt in just one or two days, but it requires a long process that will at least take about two generations. As a long process, The modernization of Jam’iyatul Ulum Selogodig Wetan ProbolinggoIslamic Boarding School requires a clear and definite conceptual framework, so that it can lead to ideal Islamic Boarding School. In the last decade, there has been a shift experienced by Islamic Boarding School. The Jam’iyatul Ulum Selogodig Wetan Probolinggo Islamic Boarding School, which is more familiarly known as the JMU, places a high priority on the quality of the students. The implementation of modernization of Islamic boarding schools in building civil society at the Jam’iyatul Ulum Selogodig Wetan ProbolinggoIslamic Boarding School , namely Kiai is no longer the only source of learning. The variety of new learning sources is getting higher, the dynamic of communication between the Islamic Boarding School, education system and other systems allows students to learn from many sources. Almost all Islamic Boarding School provide formal education. There is a need for students to have diplomas and mastery of certain skills. There is a tendency for students to study science and technology. Learn with education costs and living costs in each month or quarter. Seeing the historical background and typology of Islamic Boarding School, the characteristics and dynamics of the development of pesantren as a unique Islamic educational institution will directly or indirectly face the challenges of the times. The development of science has become an integral part in the efforts of Islamic boarding schools to respond to the challenges of the times.
Muhammadiyah Masa Orde Lama: Kiprah Pergerakan Politik Muhammadiyah Pada Era Pemerintahan Orde Lama Tahun 1945 – 1966 Mahadika, Alam
At-Turost : Journal of Islamic Studies Vol 9 No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/at.v9i1.87

Abstract

This paper discusses the gait of the Muhammadiyah political movement in the Old Order era of 1945-1966. The research method used is historical research that examines past events, including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, with data reduction analysis: data, presentation, conclusion, and verification. The findings of Muhammadiyah's political progress during the Old Order period, which mainly played a role in the formulation of the actual state, were the representative of Muhammadiyah, Ki Bagus Hadikusumo, an Islamic Nationalist figure who fought for the establishment of Islamic law in the formulation of the primary state. Ki Bagus Hadikusumo did not want the formation of an Indonesian state as an Islamic state, but a form that contains Islamic law, where leaders have good morals as implied in the Al-Quran and Sunnah. After that, Muhammadiyah also took an active role in the Masyumi political party. Masyumi Muhammadiyah Party gave its political aspirations based on Islam because three things marked Muhammadiyah's activities within Masyumi, firstly the number of Muhammadiyah people in the management of PP Masyumi tended to rise and remain above The previous 50% was below 50% (1945) and below 30% (1949). In the management of Masjumi in 1951, 1952, and 1954, Muhammadyah's contributions were 56%, 54%, 53%, respectively. After that, the contestation for the first general election in Indonesia in 1955, siding with Muhammadiyah, remained in the Masyumi Party, the second winner. The number of votes fell by 114,267 compared to the election for members of the House of Representatives.
PERSELISIHAN DAN PERTENGKARAN ANTARA SUAMI DAN ISTRI MENJADI FAKTOR PERCERAIAN Suryantoro, Dwi Dasa; Rofiq, Ainur
At-Turost : Journal of Islamic Studies Vol 9 No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/at.v9i1.88

Abstract

Faktor penyebab perceraian pada pernikahan adalah pertengkaran dan perselisihan terus menerus dalam kehidupan rumah tangga, perselisihan dan pertengkaran dikenal dengan sebutan syiqaq yaitu perselisihan dan pertengkaran yang hebat dan berkelanjutan antara suami-istri yang tidak dapat diketahui siapa yang salah dan siapa yang benar, sehingga sulit untuk mencari jalan keluarnya. Penyebab perselisihan dan pertengkaran dapat dimulai dari pihak suami ataupun istri, apabila perselisihan disebabkan oleh suami yang melakukan kesalahan, tentu istri lebih dominan untuk meredam perselisihan tersebut dengan memaafkan suami dan berjanji bahwa suami tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi. Demikian pula apabila penyebabnya bermula dari pihak istri suami yang akan menetukan berlanjut tidaknya perselisihan tersebut Faktor penyebab perceraian pada pernikahan adalah pertengkaran dan perselisihan terus menerus dalam kehidupan rumah tangga, perselisihan dan pertengkaran dikenal dengan sebutan syiqaq yaitu perselisihan dan pertengkaran yang hebat dan berkelanjutan antara suami-istri yang tidak dapat diketahui siapa yang salah dan siapa yang benar, sehingga sulit untuk mencari jalan keluarnya. Penyebab perselisihan dan pertengkaran dapat dimulai dari pihak suami ataupun istri, apabila perselisihan disebabkan oleh suami yang melakukan kesalahan, tentu istri lebih dominan untuk meredam perselisihan tersebut dengan memaafkan suami dan berjanji bahwa suami tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi. Demikian pula apabila penyebabnya bermula dari pihak istri suami yang akan menetukan berlanjut tidaknya perselisihan tersebut
PENINGKATAN PEMAHAMAN MATERI BANGUN DATAR MELALUI BAHAN AJAR AUDIO VISUAL BERBASIS MACROMEDIA FLASH PADA SISWA KELAS IV MI AMANATUL IZZAH CANGKRING KREMBUNG SIDOARJO Makrifah, Nurul; Latifah, Nur
At-Turost : Journal of Islamic Studies Vol 9 No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/at.v9i1.89

Abstract

The understanding of grade IV students of MI Amanatul Izzah on the material of flat shapes is included in the low category with pre-cycle scores of 10 grade IV students only 30% who complete the student understanding test. The solution to overcome these problems is through macromedia flash-based audio-visual teaching materials. The research objectives: 1) To find out the application of macromedia flash-based audio-visual teaching materials in improving the understanding of flat shape material for fourth grade students of MI Amanatul Izzah, 2) To determine the improvement of understanding of flat-shaped materials through macromedia flash-based audio-visual teaching materials for fourth grade students. MI Amantul Izzah. The research method used is CAR using Kurt Lewin's model in which each cycle consists of four main components, namely: 1) Planning, 2) Action, 3) Observation, and 4) Reflection. The results of the study on the application of macromedia flash-based audio-visual teaching materials to the fourth grade students of MI Amanatul Izzah were very good. This can be seen from the results of the final value of the teacher's activity in the first cycle of 61.71 and the second cycle of 79.68. The final score of student activity in the first cycle is 62 and the second cycle. The average value of the pre-cycle class was 65.64, the first cycle was 70.42 and the second cycle was 90.78. The percentage of pre-cycle learning completeness is 30%, the first cycle is 70%, the second cycle is 90% with a very good category and has met the specified performance indicators.