cover
Contact Name
M. Abi Mahrus Ubaidillah
Contact Email
mahrusabi@gmail.com
Phone
+6285731650471
Journal Mail Official
minhaj@iaibafa.ac.id
Editorial Address
KH. A. Wahab Hasbulloh Street Gg. II No. 120 A Tambakberas Jombang Jawa Timur, Phone. (0321) 855530, Fax. (0321)855530, Email: minhaj@iaibafa.ac.id
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah
ISSN : 27454282     EISSN : 27455246     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Is published on cooperation faculty of sharia and Islamic economics and Journal Publishing Agencies (Lembaga Penerbitan dan Jurnal Ilmiah or LPJI) of Islamic Institute of Bani Fattah Jombang. This journal specializes in sharia studies covering law, economics and other sharia thought
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 130 Documents
Fish Trader Behavior of Fish Market Mentaya Kota Sampit Based on The Principles of Islamic Business Ethics Satriya Maulana; Faqih El Wafa; Faridah Faridah
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.2004

Abstract

This research is motivated by behavior that does not follow Islamic business ethics principles based on initial observations made by the author through interviews with two fish merchants. The purpose of this study is to find out how the behavior of fish traders and the application of Islamic business ethics to the conduct of fish merchants at Mentaya fish market, Sampit City. This research is field research, with the subject being fish merchants who sell on fishing boats in the Mentaya Fish Market, Sampit City, totaling ten informants. The analysis used in presenting and compiling the data is descriptive qualitative analysis. Based on the results of this study: First, the Islamic business ethics behavior of 10 fish traders at the Mentaya fish market in Sampit City can be seen from several behaviors such as Free Will, Responsibility/Trust, Honesty, and Delivering. All traders apply these behaviors. Meanwhile, according to the conduct of Tauhid/Unity, only 4 out of 10 fish merchants have implemented this behavior, and for Fair behavior, 8 out of 10 traders have implemented this behavior. Second, judging from the application of Islamic business ethics to the conduct of fish merchants at the Mentaya fish market, Sampit City, who has implemented Islamic business ethics behavior as a whole, from 10 informants, only two people, or about 20%.
TINJAUAN EKONOMI ISLAM TERHADAP PENERAPAN JUAL BELI IKAN SISTEM JIZĀF DI PASAR IKAN GUDANG LELANG Azka Nuriah; Ulil Albab; Nina Ramadhani Wulandari; LM Ikbal Patoni
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.2052

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya beberapa para pedagang Ikan di Pasar Ikan Gudang Lelang yang menumpuk ikannya pada sore-sore hari dengan melihat kondisi ikan yang masih banyak tersisa, sehingga para pedagang menjual ikannya dengan tumpukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan jual beli ikan secara jizāf di Pasar Ikan Gudang Lelang dan bagaimana Ekonomi Islam memandang sistem jual beli ikan secara jizāf di Pasar Ikan Gudang Lelang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dikumpulkan dari deskripsi atau narasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik aksidental sampling. Dalam teknis analisis data peneliti menggunakan teknik Miles & Huberman. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa penerapan jula beli Jizaf di Pasar Ikan Gudang Lelang dilakukan penjual saat waktu sore atau di saat ikan masih banyak tapi belum ada pembeli, dan bisa juga dikarenakan ikan yang sudah lama, dan memang harus dihabiskan saat itu juga. Tinjauan Ekonomi Islam memandang sistem jual beli ikan secara jizāf yang dilakukan di Pasar Ikan Gudang Lelang terdapat beberapa kesalahan dalam menerapakan sistem jual belinya. Disebabkan ada beberapa syarat yang belum dipenuhi penjual dalam menerapkan sistem jual beli Jizaf.
Peran Manajer Keuangan dalam Menangani Konflik Keuangan dan Nilai-Nilai Syariah Reni Rahmawati; Shalsabila Azzahra; Iwan Setiawan
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.2130

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran manajer keuangan dalam menyelesaikan konflik antara keuangan konvensional dan prinsip-prinsip syariah dalam praktik keuangan perusahaan. Melalui analisis konten, dan studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi strategi dan tindakan yang digunakan manajer keuangan untuk mempertahankan keseimbangan antara tuntutan finansial dan komitmen etis terhadap nilai-nilai syariah, serta menyoroti pentingnya komunikasi efektif dan konsultasi dengan ahli syariah dalam menghadapi dilema ini. Implikasi hasil penelitian ini dapat membantu organisasi keuangan syariah dalam mengembangkan praktik keuangan yang lebih konsisten dengan prinsip-prinsip syariah.
Maṣlahaḥ Mursalah Dan Penerapannya Dalam Hukum Keluarga Muh. Adistira Maulidi Hidayat; Usep Saepullah
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.2233

Abstract

Maṣlahaḥ mursalah is a legal basis used to regulate new issues that are not explicitly mentioned in the Quran and Sunnah. Every regulation established by naṣh or ijma’ is based on the principle of achieving benefits and preventing harm. Therefore, every legal foundation used stems from the interests and benefits of humanity (al-maṣlahah). Maṣlahah relates to the needs of human life, including aspects such as religion, soul, reason, lineage, dignity, and wealth. Therefore, when clear legal rulings are not found in the Quran or Sunah, Islamic law or fiqh can be established by considering maṣlahaḥ. This writing aims to further elaborate on the concept of maṣlahah mursalah, its legal basis, classification, maṣlahah mursalah as a basis for legal legislation, and its application in family law.
Aplikasi Taklid dan Talfîq dalam Implementasi Hukum Keluarga di Indonesia Dzurriyyatus Sa'adah, Isqi; Saepullah, Usep
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i2.2234

Abstract

Tulisan bertujuan memaparkan bagaimana konsepsi ijthad dalam kurun waktu yang berkelanjutkan dimulai dari periode Imam Mujtahid sampai dengan ulama kontemporer dan terkodifikasi menjadi hukum Nasional mampu mempengaruhi setiap aspek hukum yang berkaitan langsung baik dalam segi ibadah ataupun muamalat. Kompilasi Hukum Islam dalam hal ini memiliki pertalian erat sebagai sebuah aktualisasi hukum taklid dan talfîq dalam sistem hukum keluarga Islam yang lebih konkret. Hasil penelitian menunjukan bahwa keadaan zaman yang terus mengalami perkembangan seolah memaksa hukum fikih untuk terus berjalan elastis beriringan dan realistis untuk dipergunakan semua elemen masyarakat. Polemik yang muncul berkaitan dengan keberadaan taklid dan talfîq tidak serta merta dapat dipisahkan berkenaan hukum menyangkut banyak aspek melahirkan dikotomi antara fikih klasik dan modern yang tidak bisa dielakan menyangkut kemampuan penalaran dalam menafsirkan suatu permasalahan dengan menggali hukum syariat yang sama-sama mengejar pada satu tujuan kemaslahatan yang secara aplikatif tertuang dalam setiap butir KHI sebagai pedoman bagi terlaksananya hukum keluarga di Indonesia baik secara personal ataupun rujukan di Pengadilan Agama.
Implementasi Pengembangan Wakaf Produktif Untuk Pemberdayaan Pendidikan Pesantren Tebuireng Jombang Amin Awal Amarudin; Rika Annisa Febia; Bekti Widyaningsih
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.2318

Abstract

Wakaf memiliki peran penting dan kontribusi positif dalam berbagai bidang khususnya dalam pengembangan pendidikan pesantren. Berdasar urgensi tema tersebut, penelitian ini berfokus pada pengimplementasian pengembangan wakaf produktif untuk pemberdayaan pendidikan Pesantren Tebuireng, terutama dari segi strategi pengembangan wakaf, mekanismenya, dan peran pengambangan wakaf produktif. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini dilakukan pada bulan Juni 2023, dimana data-datanya diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan pengecekan data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil riset menunjukkan: Pertama, strategi pengembangan wakaf produktif dalam pemberdayaan pendidikan Pesantren Tebuireng Jombang bertujuan memandirikan pesantren dan mengembangkan sumberdaya manusia sebagai pelaku usaha dengan berbagai aset dan program yang dijalankan dibawah manajemen Badan Wakaf Pesantren Tebuireng. Kedua, mekanisme wakaf produktif dilakukan dengan tahapan yang sistematis, legal dan terstruktur. Ketiga, pengembangan wakaf produktif berperan penting dalam pengembangan dan pensejahteraan pendidikan santri Pesantren Tebuireng. Bentuknya adalah alokasi pemanfaatan wakaf produktif yang diperioritaskan pada pemberdayaan pesantren dan support pendidikan baik pengadaan logistik, penyediaan gedung, sarana prasarana, dan operasional pesantren yang sebagian berasal dari hasil surplus aset-aset wakaf produktif.
Tradisi Larangan Melangsungkan Perkawinan Di Bulan-Bulan Tertentu Perspektif Tokoh Masyarakat: Studi Kasus di Desa Cangaan, Ujungpangkah, Gresik siti aminah; Nur Aulia; Abd. Basit Misbachul Fitri
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.2363

Abstract

Karya ini ditulis untuk menjawab dua pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah, yaitu: Bagaimana tradisi larangan melangsungkan perkawinan di bulan- bulan tertentu di Desa Cangaan Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik? Dan bagaimana pandangan tokoh masyarakat Desa Cangaan Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik terkait tradisi larangan melangsungkan perkawinan di bulan- bulan tertentu? Melalui teknik wawancara dan dokumentasi, informasi dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metode deskriptif, hasil penelitian menyatakan bahwa tradisi larangan melangsungkan perkawinan di bulan-bulan tertentu adalah untuk menghindari akibat yang ditimbulkan dari melanggar pantangan tersebut yaitu kerusakan dalam rumah tangga. Menurut pandangan beberapa tokoh masyarakat bahwa tradisi larangan melangsungkan perkawinan di bulan-bulan tertentu merupakan ajaran kejawen yang masih dipertahankan dan dianut oleh masyarakat.
Konsep Pemikiran Ekonomi Al-Ghazali: Relevansinya Dengan Perekonomian Di Era Modernisasi Lisa Anggryani; Ulfah Luthfiyah Buhari; Hukmiah Husain; Kamiruddin Kamiruddin
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.2364

Abstract

This research aims to determine and analyze the concept of al-Gazali's economic thought and its relevance to the economy in the current era of modernization. The analytical method used is library research, which involves collecting data from various sources of information, such as previous scientific journals, books, and websites that discuss and present information regarding the concept of economic thought, according to Al-Ghazali. The results of this research show that in the context of modernization, al-Ghazali's principles extend to financial planning, a moderate lifestyle, voluntary trade, and market evolution. Additionally, his teachings influenced the development of the global halal industry, emphasizing the importance of halal production in accordance with Islamic principles. Al-Ghazali's views on the evolution of money and the role of the state in protecting basic needs remain relevant, encouraging countries like Indonesia to adapt and implement practices such as zakat and waqf for the welfare of society, despite facing challenges of aligning financial structures with Islamic principles.
Ihktilaf Mujtahid: Analisis Faktor, Filosofis dan Cara Menyikapi Mahdum Kholit Al-Asror
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.2368

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi realitas keberadaan ikhtilaf dalam fikih, sehingga memunculkan mazhab empat dan mazhab lain di luar itu. Bahkan keberadaan ikhtilaf sendiri didukung oleh legitimasi hadis sekaligus kenyataan sejarah Islam sejak zaman Rasulullah. Ikhtilaf tersebut berakar dari perbedaan cara pandang terhadap teks dan konteks sebuah nash. Ikhtilaf adalah sebuah keniscayaan yang pada akhirnya menjadi warisan khazanah intelektual muslim. Peneliti kemudian tertarik untuk mengkaji apa saja aspek yang melatarbelakangi ikhtilaf tersebut, apa saja sisi filosofis dan bagaimana cara menyikapinya. Penelitin ini adalah penelitian pustaka (library reseach) dengan data primer, sekunder dan pendukung. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam faktor yang melatarbelakangi terjadinya ikhtilaf para mujtahid, yaitu: faktor semantik, riwayat, epistemologi, kaidah ushuliyah, qiyas dan tarjih. Selanjutnya, dari perspektif filosofis keberadaan ikhtilaf memberikan kemudahan bagi para muqallid untuk mengikuti pendapat yang paling maslahat dan relevan, mengajarkan untuk berpikir independen dan menghargai pendapat orang lain, sekaligus menjadi motor terhadap kajian-kajian fikih komparatif. Kemudian cara menyikapi perbedaan setidaknya ada tiga, yaitu: tidak memaksakan mazhab kepada orang lain, bersikap toleran dan bersikap ilmiah yang membuka peluang dialog bagi antar pihak untuk menghasilkan formulasi fikih yang solutif.
Pemilihan Umum Serentak, Pemilih Muda dan Fikih Good Governance: Kontestasi dan Dinamika Pemilihan Umum dalam Negara Demokratis Solikhudin, Muhammad; Aziz, A. Fauzi; Rifqi, Muhammad Jazil; Rohman, Moh. Faizur
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i2.2506

Abstract

Pemilu serentak merupakan gabungan antara pemilu legislatif dan pemilu Presiden yang dilaksanakan secara serentak, hal ini merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 14/PUU-XI/2013. Dalam kenyataannya, pemilih pada Pemilu 2024 berasal dari Generasi Z dan Milenial, sekitar 55%. Untuk itu, generasi muda penting tidak hanya mengenali, menganalisis, memeriksa visi dan misi serta program yang ditawarkan peserta pemilu, termasuk partai politik, caleg, calon presiden dan wakil presiden, namun juga ikut membantu Komisi Pemilihan Umum dalam proses pelaksanaan Pemilu 2024. Pemilih muda dalam pemilu diharapkan menjadi pemilih yang cerdas, hal ini memiliki korelasi dengan fikih good governance. Fikih good governance merupakan bagian dari fiqh siyāsah, karena semua kebijakan yang diambil oleh pemerintah bersumber dari hasil pemikiran manusia untuk merealisasikan kesejahteraan rakyat, penegakan hukum dan agar dijauhkan dari kerusakan. Cara pandang pemilih muda dalam memilih pemimpin yang jujur, anti korupsi dan memperjuangkan negara utama atau bahagia seperti disampaikan oleh Abū Naṣr al-Farābi. Negara utama merupakan negara yang pelembagaannya membutuhkan kerjasama dari semua warganya dan kepemimpinan yang kuat dari seorang penguasa berbudi luhur yang pengetahuannya telah membimbingnya dan penduduknya tolong menolong untuk memperoleh kebahagiaan yang diibaratkan seperti badan yang sehat. Negara utama tersusun dari bagian-bagian yang berbeda yang saling memenuhi. Adapun kontestasi dan dinamika pemilu 2024 dapat dipahami adanya persaingan dan perebutan suara, baik dari calon Presiden maupun legislatif. Kontestasi ini harus dilakukan dengan sportif. Dalam hal dinamika, ada pembaruan pemilu yang dulu secara terpisah sekarang secara langsung dan serentak. Adanya kebaruan ini merupakan keniscayaan dalam negara demokratis. Simultaneous elections is a combination of legislative and presidential election held simultaneously, This is a follow-up to the Constitutional Court Decision Number 14/PUU-XI/2013. In reality, voters in the 2024 Election come from Generation Z and Millennials, around 55%. For this reason, it is important for the younger generation not only to recognize, analyze, examine the vision and mission and programs offered by election participants, including political parties, legislative candidates, presidential and vice presidential candidates, but also to help the General Election Commission in the process of implementing the 2024 elections. Young voters in elections are expected to be intelligent voters, this has a correlation with good governance fiqh. Good governance fiqh is part of siyāsah fiqh, because all policies taken by the government originate from the results of human thought to realize people's welfare, enforce the law and prevent damage. The perspective of young voters in choosing leaders who are honest, anti-corruption and strive for a premier or happy country as conveyed by Abū Naṣr al-Farābi. The main country is a country whose institution requires the cooperation of all its citizens and the strong leadership of a virtuous ruler whose knowledge has guided him and his people to help them achieve happiness which is likened to a healthy body. The main state is composed of different parts that fulfill each other. As for the contestation and dynamics of the 2024 election, it can be understood that there will be competition and competition for votes, both from presidential and legislative candidates. This contest must be carried out with sportsmanship. In terms of dynamics, there is a renewal of elections which used to be separate now directly and simultaneously. This newness is a necessity in a democratic country.

Page 7 of 13 | Total Record : 130