cover
Contact Name
Hafizh Al Fikri
Contact Email
hafizalfikri@ikj.ac.id
Phone
+6281380151716
Journal Mail Official
jurnal@senirupaikj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta Kompleks Taman Ismail Marzuki Jalan Cikini Raya No. 73, Cikini Kec. Menteng Kota Jakarta Pusat, 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Senirupa Warna (JSRW)
ISSN : 23551682     EISSN : 26857618     DOI : https://doi.org/10.36806
JSRW supports the vision and mission of FSR-IKJ to publish works of a scientific nature within FSR-IKJ and beyond. Works published must discuss discourses of arts (either fine or applied) in the fields related to visual aspects, such as fine arts, design, craft, visual narratives, and forms of art that utilize the new media.
Articles 147 Documents
SAMSON + DELILAH: PEMBACAAN ULANG KARYA RUBENS DALAM KONTEKS LIMINALITAS MELALUI PENDEKATAN FENOMENOLOGIS Anna Sungkar; Citra Smara Dewi; Moh. Rusnoto Susanto
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 1 (2022): Liminalitas Dalam Seni
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v10i1.141

Abstract

Dalam dunia senirupa kita sering tak dapat membedakan antara zaman Renaisans dengan zaman Barok. Banyak pecinta seni yang terlalu berfokus hanya pada Michelangelo dan Leonardo da Vinci. Padahal di ujung dari periode Renaisans, yaitu di abad 17, telah muncul suatu angkatan pelukis yang mengembangkan gaya lukisnya sendiri dengan didasarkan pada pencapaian seniman di awal abad Renaisans. Salah satunya adalah pelukis Johannes Vermeer (1632-1675) dan Peter Paul Rubens (1577-1640). Karya-karya Rubens merepresentasikan kondisi transendensi antara realitas dan mitos dalam konteks liminalitas dalam seni. Artikel ini bertujuan membahas tentang karya-karya Paul Rubens dan pada bagian akhir akan membahas secara detail lukisan “Samson dan Delilah” dari Rubens dalam konteks liminalitas seni melalui pendekatan fenomenologi. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kwalitatif dengan perspektif historiografi dan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian ini menunjukan penggalan-pengalan penting kesejarahan karya Rubens yang berjudul Samson da Delilah menegaskan kembali berbagai kisah tersembunyi yang hidup dalam konteks waktu dan sejumlah kisah cinta yang dihayati. Munculnya penegasan mitos kesearahan lukisan Rubens ini diungkap dengan pendekatan fenomenologis sehingga terurai dengan detail melalui pembacaan tanda visual dan ekspresi visual yang hidup dalam medan kreatif yang menggambarkan fase liminalitas.
REPRESENTASI BURUNG RUAI DALAM KONTEKS LIMINALITAS TRADISI KALIMANTAN SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI KRIYA KAYU Fajar Kurniawan; Insanul Qisti Barriyah; Dwi Susanto; Shafa Selimanorita
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 1 (2022): Liminalitas Dalam Seni
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v10i1.142

Abstract

Burung Ruai dalam konteks liminalitas tradisi Kalimantan sebagai ide penciotaan seni kriya kayu merupakan sebuah ide yang muncul dan bersumber dari fakta-fakta di lapangan kemudian menjadi salah satu faktor yang kuat bagi penulis untuk mengangkat permasalahan dan keindahan burung Ruai pada habitat alaminya sampai kerusakan ekosistem yang berpengaruh juga terhadap makhluk hidup lainnya seperti manusia itu sendiri. Kalimantan merupakan pulau yang termasuk dalam wilayah Indonesia yang dimana pada pulau Kalimantan berbatasan langsung dengan Negara lain seperti Malaysia. Kalimantan mempunyai kondisi tanah yang gambut. Burung ruai dengan nama Latin Argusianus Argus memiliki bulu yang indah dan sangat panjang, keindahan bulu terletak pada warna bulu yang mempunyai bentuk seperti mata oleh karena itu burung Ruai disebut dengan burung seratus mata. Selain dari keindahan bulu burung ruai memiliki keindahan gerak pada saat menarik perhatian lawan jenis, dari keindahan gerak burung ruai membuat masyarakat Dayak mengimplementasikannya kedalam bentuk tari tradisional yang ada di Kalimantan Barat dan juga memiliki nilai filosofis dari masyarakat dayak yaitu sebagai kelincahan nenek moyang dalam menjaga dan melestarikan alam di Kalimantan.  Metode yang digunakan dalam proses penciptaan seni ini dengan menggunakan pendekatan Based Practice Method. Jenis penelitian deskriptif kwalitatif dengan pendekatan metode Based Practice Method yang digunakan sebagai basis proses penciptaan seni ini.  Dalam proses perwujudan karya dengan tema “Visualisasi Burung Ruai Sebagai Ide Penciptaan Seni Kriya Kayu”. Hasil transformasi gagasan burung Ruai merepresentasikan kondisi transendensi antara realitas dan mitos dalam konteks liminalitas dalam seni. Artikel ini bertujuan membahas tentang dasar filosofis Burung Ruai yang ditransformasikan melalui proses penciptaan seni ukir kayu yang lebih kontekstual dalam konstelasi estetika Timur. Berbagai elemen yang ada di dalam lingkungan hidup membuat stimulant dalam memilih burung ruai sebagai objek dalam penciptaan karya seni kriya kayu. Pemilihan subject matter tak sekadar sebagai sumber inspirasi melainkan ada kesadaran liminalitas terhadap akar tradisi yang begitu menghormati symbol Ruai dalam narasi budaya Kalimantan.  Subjectmatter dicermati dan dianalisis melalui pengamatan dan pemahaman dan mengolah data yang divisualisasikan dalam bentuk karya seni kriya kayu
STRATEGI KAMPANYE KOMERSIAL MCDONALD’S DALAM KEMASAN BTS MEAL Nicholas Wila Adi Pratama
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 1 (2022): Liminalitas Dalam Seni
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v10i1.143

Abstract

Korean wave atau gelombang Korea dimulai dari munculnya penggemar K-Pop yang tersebar di seluruh dunia, termasuk di negara Indonesia. Pertunjukkan boy band maupun girl band dari negara gingseng dengan mudah diakses pada platform digital maupun tv Indonesia. Diantara group ande yang berasal dari Korea Selatan adalah BTS (Bangtan Sonyeodan) atau Bangtan Boys yang tengah andemi di dunia pertunjukan ande dunia, termasuk Indonesia. Perusahaan waralaba McDonald’s melihat peluang untuk meluncurkan produk BTS meal yaitu kolaborasi McDonald’s bersama BTS. Strategi kampanye Komersial produk McDonald’s – BTS Meal hadir pada 9 Juni 2021 lalu. Melalui penggemar setia BTS, kesempatan ini digunakan oleh McDonalds untuk menaikkan omzet penjualan. Army merupakan target market yang disasar oleh McDonald melalui BTS meal. BTS meal adalah makanan cepat saji yang dihadirkan dengan sentuhan khusus baik secara rasa maupun kemasannya. McDonald’s – BTS bekerjasama melalui desain kemasan yang bersifat terbatas (limited editions) menampilkan para personil BTS dan menjadi barang koleksi bagi Army (fans BTS) di Indonesia. Perkembangan strategi pemasaran semakin beragam, sehingga menghadirkan ide-ide yang menarik minat konsumen. Strategi pemasaran menjadi fokus penelitian dengan pendekatan desain kemasan dan komunikasi visual. Desain grafis, sebagai strategi komunikasi atau rangkaian pesan visual yang disusun secara terencana dan bersifat komersil. Produk makanan cepat saji BTS meal adalah salah satu cara McDonald’s memanfaatkan pesan visual melalui kemasan untuk mempengaruhi konsumen dalam membeli produk makanannya dimasa andemic ini.
PENCIPTAAN MAKE UP TOKOH KARAKTER: PERTUNJUKAN “JJ SAMPAH-SAMPAH KOTA” TEATER KOMA Subarkah Hadisarjana; Mangesti Rahayu; Retno Andri Pramudyarini; Novi Yuniarti
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 1 (2022): Liminalitas Dalam Seni
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v10i1.144

Abstract

Make up karakter dalam sebuah produksi pertunjukan teater sangat penting. Tulisan ini merupakan hasil dari penelitian yang membahas tentang penciptaan make up karakter dalam pertunjukan teater “JJ Sampah-sampah Kota” yang diproduksi oleh Teater Koma tahun 2019. Teater Koma merupakan kelompok Seni Teater legendaris sejak era 1970-an dan bahkan ditengah Pandemi Covid 19, Teater Koma tetap konsisten menampilkan pertunjukan. Salah satu kekuatan Teater Koma adalah kreasi make up karakter dalam setiap pertunjukan. Bahasan dalam tulisan ini meliputi aspek-aspek gagasan dan proses penciptaan make up karakter setiap tokoh, komponen pembuatan make up, serta hasil make up yang diaplikasikan. Metode yang digunakan dalam proses penelitian ialah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan juga studi literasi dalam pengumpulan sumber data. Sebagai hasil analisis, keberhasilan make up karakter tidak dapat berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh unsur naratif naskah, latar budaya, sosial, psikologis, ekonomi dan faktor pendukung tata panggung, kostum, dan artistik.
KONSEP COFFEE TABLE BOOK BERTEMA LANDMARK DI KOTA JAKARTA Annisa Sekarani YS; Arryadianta Arryadianta; Rangga S. Rinjani; Ika Yuni Purnama
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 1 (2022): Liminalitas Dalam Seni
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v10i1.145

Abstract

Coffee table book merupakan buku berukuran besar yang dihiasi sampul tebal dengan konten yang ringan untuk dibaca. Fungsinya untuk menginspirasi, menghabiskan waktu, dan menjamu tamu. Karena ditujukan untuk segmentasi yang universal, penggunaan bahasa dan materi yang disajikan cenderung mendasar dan informasi di dalamnya mudah dipahami. Kota Jakarta sebagai ibukota negara memiliki penduduk dengan budaya, sejarah, dan etnis yang beragaman. Sebagai ibukota, Jakarta banyak memiliki landmark, yakni objek fisik yang jika didefinisikan secara sederhana merupakan bangunan, tanda, patung, monumen dengan karakteristik fisik yang unik sehingga mudah diingat. Sebuah landmark tentu memiliki arti, sejarah, dan latar belakang cerita yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tercipta keberagaman ciri satu sama lain. Fenomena ini tentu menarik sebagai dasar bagi ide pembuatan sebuah coffee table book bertema landmark di Kota Jakarta yang dikemas secara ekslusif dengan menggunakan keilmuan akademis dan estetika desain yang menarik.
APLIKASI TEKNIK ECOPRINT PADA MEDIA KULIT DALAM PEMBUATAN TAS FASHION WANITA DALAM KONTEKS LIMINALITAS Fajar Lestari; Moh. Rusnoto Susanto; Dwi Susanto; Sugiyamin Sugiyamin; Insanul Qisti Barriah
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 1 (2022): Liminalitas Dalam Seni
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v10i1.146

Abstract

Perkembangan desain dan teknik aplikasi ecoprint, khususnya pada proses pembuatan tas fashion wanita dewasa ini sangat berkembang dengan berbagai eksplorasi material maupun desain. Melalui analisis SWOT desaian dan eksplorasi media serta teknik artistik dilakukan untuk memenuhi kebutuhan cita rasa pasar saat ini. Pada paparan artikel ini, khusus akan detail membahas mengenai bagaimana aplikasi teknik Ecoprint pada media kulit dalam pembuatan tas fashion wanita. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah kreasi inovasi produk handbag wanita pada segmen usia 18-50 tahun dengan bahan dasar kulit dengan model kombinasi kulit ecoprint yang berasal dari kulit wet blue domba, sehingga lebih memahami proses pembuatan ecoprint dan penerapannya dalam pembuatan handbag wanita dengan corak bunga kamboja melalui proses kreatif Ini dipicu dari konteks liminalitas. Penciptaan karya ini dilakukan dengan metode penciptaan seni berbasis pengalaman praktis melalui beragai eksplorasi yang berupa eksplorasi ide dan konsep, eksplorasi bahan dan eksplorasi desain dengan inspirasi bunga kamboja. Dalam memvisualisasikan ide dan konsep diperoleh dari pengamatan yang divisualisasikan dalam sketsa untuk mewujudkan berbagai desain yang menjadi ciri khas dari setiap karya. Dan tahap akhir adalah perwujudan karya produk handbag. Hasil penciptaan seni kriya yang dihasilkan, diantaranya (1) Proses aplikasi teknik Ecoprint pada media kulit samak dalam proses pembuatan tas fashio wanita melalui berbagai bentuk dan desain berupa handbag. (2) Aplikasi eksplorasi teknik dan kombinasi material kulit samat dengan teknik ecoprint dengan berbagai ukuran sesuai dengan desain terpilih yang menarik dan fungsi penggunaannya. Pemilihan subject matter ecoprint dan tas fashion wanita tak sekadar sebagai sumber inspirasi melainkan ada kesadaran liminalitas terhadap akar tradisi
METAMORFOSIS MITOS GAYA JEPANG PADA ELEMEN VISUAL Aulia Rahman Alhaq; Wegig Murwonugroho
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 2 (2022): Metamorfosis
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v10i2.135

Abstract

Keripik Chuba merupakan produk makanan ringan olahan berbahan baku singkong. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keripik tradisional ini dikemas dengan nama merek dan ilustrasi bergaya Jepang. Pada desain kemasan didominasi dengan warna putih. Selain itu terdapat ikon Penguin. Gaya pengemasan ini kontradiktif dengan makanan tradisioanl Indonesia dimana pada umumnya menggunakan nama tradisi dan ilustrasi budaya Indonesia. Pemanfaatan mitos Jepang memengaruhi daya tarik orang untuk memilih produk dan mengingat kemasan produk. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemanfaatan elemen visual bergaya Jepang yang membangun citra merek. Metode menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Teori mendefinisikan makna denotatif adalah tatanan penanda tahap pertama ini menjelaskan hubungan antara penanda dan petanda di dalam sebuah tanda terhadap realitas, dan merupakan makna paling nyata dari tanda; makna konotatif adalah tatanan penanda tahap kedua yang berhubungan dengan isi, menjelaskan interaksi yang terjadi ketika tanda bertemu dengan perasaan emosi penggunanya dan nilai kulturalnya; makna mitos adalah tanda yang bersifat arbiter namun telah disepakati oleh masyarakat. Hasil penilitian menunjukkan bahwa identitas visual telah berhasil membangun mitos Jepang yang disukai target pasar. Makanan terasa lebih modern dan tidak bergaya tradisi. Kesimpulan penelitian dalam penelitian ini diketahui bahwa terjadi pergeseran gaya desain yang tidak lagi bergaya tradis untuk menaikkan citra merek makanan tradisional.
PENGARUH LATAR BELAKANG BUDAYA DAN PENDIDIKAN SENI KONTEMPORER BARAT TERHADAP PRAKTIK KESENIAN MELATI SURYODARMO Asep Topan Mulyono
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 2 (2022): Metamorfosis
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v10i2.147

Abstract

Seni performans atau performance art merupakan salah satu medium ekspresi dalam seni rupa kontemporer yang masih sangat minim dibahas dalam narasi sejarah seni rupa Indonesia. Kehadirannya sebagai medium seni berbasis waktu juga memberikan tantangan tersendiri bagi karya-karya ini untuk diapresiasi dan disajikan ke hadapan publik. Namun terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, seni performans di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang sejak tahun 1970-an, terutama berkaitan dengan gagasan mengenai aktivisme dan ekspresi sosial politik. Di sisi lainnya, Melati Suryodarmo muncul pada awal 2000 dengan karakteristik yang lain dari para perupa performans lainnya di Indonesia. Berlatarbelakang dari keluarga yang dekat dengan praktik seni pertunjukan tradisional di Surakarta, dan pendidikan formalnya di Jerman yang khusus mendalami seni performans, telah membentuk cara berpikir dan bekerja Melati Suryodarmo sebagai seniman performans. Kedua pengaruh ini akan menjadi topik utama dalam penelitian ini untuk melihat sejauh mana keduanya berpengaruh kepada Melati Suryodarmo. Sebagai perupa yang tengah sering diperbincangkan namanya di ranah seni rupa internasional, penelitian ini menjadi sangat penting dan relevan untuk mempelajari secara mendalam bagaimana proses belajar dan lingkungan dapat memberikan pengaruh kuat bagi seorang perupa.
TRANSFORMASI PRAKTIK KRIYA TEKSTIL RUMAHAN PADA PEREMPUAN MASYARAKAT URBAN Lusiana Limono
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 2 (2022): Metamorfosis
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v10i2.149

Abstract

Praktik kriya seperti menyulam, merajut, dan menjahit merupakan beberapa kegiatan kriya tekstil yang biasa dilakukan oleh perempuan di rumah atau ruang domestik. Tulisan ini menelusuri perubahan praktik kriya tekstil rumahan yang dilakukan perempuan urban di masa kini, terutama terkait disrupsi digital dan pandemi. Metode penelitian kualitatif dilakukan melalui penyebaran angket dan wawancara. Penelitian dilakukan di Kota Malang pada sekelompok pelajar SD hingga mahasiswa, serta komunitas perca di kota Malang dengan rentang usia 10 tahun hingga 75 tahun. Selain itu, penelitian melalui lokakarya daring melibatkan peserta dari beberapa kota besar, seperti Jabodetabek dan Surabaya. Penelitian seni berbasis praktik memungkinkan peneliti untuk berjarak sekaligus berada di dalam proses penelitian.. Hasil penelusuran memperlihatkan adanya transformasi pada praktik kriya tekstil rumahan yang dilakukan masyarakat urban, khususnya perempuan pelaku kriya tekstil rumahan. Transformasi terkait dengan metode dan kualitas atau nilai yang dianggap penting bagi pelaku kriya tekstil rumahan. Transformasi secara bertahap bisa dikatakan sebagai metamorfosis, sebuah proses perubahan bentuk dalam rangkaian perkembangan atau pertumbuhan. Dalam pengertian tersebut, maka transformasi dalam praktik kriya tekstil bisa diartikan sebagai semangat metamorfosis. Dari hasil tersebut, ditemukan bahwa praktik kriya tekstil rumahan mempunyai kemampuan adaptasi berkaitan dengan kualitas hidup yang lebih baik bagi perempuan urban.   
METAMORFOSIS VISUAL: KAJIAN TRANSFORMATIF BLANGKON GAYA YOGYAKARTA BERBASIS APLIKASI MOTIF BATIK PADA KARYA NARDI DI BUGISAN YOGYAKARTA Sugiyamin; Moh. Rusnoto Susanto; Nugroho Heri Cahyono; Andrik Musfalri
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 2 (2022): Metamorfosis
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v10i2.151

Abstract

Bagi orang Jawa, salah satu kelengkapan berbusana adalah tutup kepala atau blangkon. Bentuk blangkon sangat sederhana.  Akan tetapi,  blangkon memiliki makna yang cukup tinggi. Makna estetika (keindahan, seni) tercermin dari bentuk blangkon yang dibuat sedemikian rupa sehingga memancarkan keindahan. Makna martabat tercermin dari kegunaan blangkon sebagai alat pembeda antara kaum ningrat Kraton dan rakyat jelata. Makna etika tercermin dari kehidupan dan kepribadian orang Jawa. Oleh karena itu, masalah ini menarik untuk diteliti dengan tujuan sebagai berikut. Pertama,  menjabarkan proses metamorfosis visual yang memengaruhi konsep dan hasil penciptaan blangkon gaya Yogyakarta dan ciri khasnya. Kedua, menjabarkan metamorfosis visual melalui eksplorasi aplikasi motif-motif batik sebagai elemen pokok dalam penciptaan blangkon gaya Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara mendeskripsikan karakteristik kerajinan batik secara jelas dan mendalam masalah blangkon yang diproduksi oleh Nardi di Bugisan Yogyakarta. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah menggambarkan hasil metamorfosis visual blangkon gaya Yogyakarta berciri khas dalam bentuk maupun nilai filosofis dan menggambarkan hasil metamorfosis visual melalui transformatif visual pengolahan dan ekplorasi motif-motif batik yang diterapkan pada blangkon khas dari keraton Yogyakarta.

Page 10 of 15 | Total Record : 147