cover
Contact Name
Andhy Surya Hapsara
Contact Email
jurnalideguru@gmail.com
Phone
+628984400401
Journal Mail Official
jurnalideguru@gmail.com
Editorial Address
SMA Negeri 7 Yogyakarta, Jl. M.T. Haryono 47 Yogyakarta 55141
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru
ISSN : 25275712     EISSN : 27222195     DOI : https://doi.org/10.51169/ideguru
Core Subject : Education,
"Ideguru" means the overall thought conducted by teachers, in the form of classroom action research as well as scientific papers. The vision of Ideguru is to be one of the main references for teachers in planning, implementing and evaluating learning inovation in Yogyakarta Special Province (DIY), Indonesia. The mission of Ideguru is becoming a media for actualization and dissemination of scientific works for teachers in the region of DIY in particular and Indonesia in general.
Articles 964 Documents
Analisis Keterampilan Komunikasi Peserta Didik Kelas V pada Model Pembelajaran Inkuiri dan Radec Tatang Suryadi; Wahyu Sopandi; Atep Sujana
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i2.925

Abstract

Keterampilan komunikasi adalah salah satu keterampilan fundamental yang wajib dimiliki oleh semua peserta didik. Peran guru sangat berpengaruh terhadap keterampilan komunikasi para peserta didik. Salah satu yang dapat mendukung perkembangan keterampilan komunikasi mereka adalah model pembelajaran yang diimplemantsikan oleh guru. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menggunakan model pembelajaran yang tepat guna melatih keterampilan komunikasi para peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan berkomunikasi peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri dan RADEC pada materi tentang sifat-sifat cahaya. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian melibatkan peserta didik kelas V salah satu sekolah dasar negeri di Kota Bandung. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta pengambilan kesimpulan atau verifikasi. Validitas data diuji melalui pendekatan triangulasi. Hasil penelitian menyatakan persentase keterampilan komunikasi peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri mencapai 77,12%, sementara persentase keterampilam komunikasi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran RADEC mencapai 80,34%. Dapat disimpulkan model pembelajaran RADEC memiliki dampak yang lebih efektif dalam melatih keterampilan komunikasi peserta didik dibandingkan model pembelajaran Inkuiri. Meskipun demikian, kedua model pembelajaran tetap memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif serta melatih keterampilan komunikasi mereka.
Peran Perpustakaan Keliling Daerah dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar Negeri Demangan Aini Hidayah; Erna Zumrotun
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i2.926

Abstract

Perpustakaan keliling daerah adalah perpustakaan berjalan yang melayani masyarakat atau lembaga pendidikan yang jauh dari perpustakaan daerah kota atau sekolah yang belum memiliki perpustakaan. Perpustakaan keliling daerah mempunyai peran yang signifikan dalam menanamkan budaya membaca di kalangan siswa. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada peran perpustakaan keliling daerah dalam meningkatkan minat baca siswa SD Negeri Demangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran perpustakaan keliling daerah dalam meningkatkan minat baca siswa, strategi yang digunakan perpustakaan keliling untuk meningkatkan minat baca siswa, serta hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan keliling. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Teknik reduksi data, penyajian, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perpustakaan keliling daerah memiliki peran yang sangat signifikan dalam meningkatkan minat baca siswa SD Negeri Demangan. Ini ditunjukkan oleh presentasi angket minat baca siswa kelas 5 SD Negeri Demangan yang menunjukkan bahwa minat baca siswa kelas 5 SD Negeri Demangan termasuk dalam kategori yang sangat kuat, dengan presentasi 55,55%.
Prototype Model Pembelajaran A.S.A.P Berbasis Aplikasi Capcut untuk Siswa Kelas 5 Eka Puspawati; Sutrisna Wibawa
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 3 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i3.927

Abstract

Ciri paling utama pada abad 21 adalah tidak dapat dipisahkannya teknologi dan informasi dari berbagai bidang kehidupan. Keterampilan abad 21 yaitu keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi dapat dikuatkan pada siswa melalui variasi bentuk atau model pembelajaran di kelas. Penelitian bertujuan untuk pengembangan berdasarkan dua model pembelajaran yang sudah ada yaitu model pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning (PBL) dan Pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) serta dengan penyesuaian kemajuan teknologi dan informasi pada abad 21. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode penelitian Research and Development (RnD) dengan model penelitian ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti melakukan proses Analyze untuk mengidentifikasi kebutuhan, kemudian hasil tahap Analyze digunakan untuk merancang model pembelajaran pada tahap Design. Sehingga rancangan yang sudah jadi dikembangkan pada tahap Develop kemudian diimplementasikan pada tahap Implement dan dievaluasi pada tahap Evaluation. Penelitian yang dilakukan di SDN Bohol Rongkop mendapatkan respon positif dari peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 siswa kelas V, seluruhnya tampak aktif dalam kegiatan belajar. Motivasi belajar siswa meningkat sehingga berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajarnya. Hal ini dibuktikan dari adanya peningkatan jumlah siswa yang mampu mencapai batas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang awalnya hanya sebanyak 3 siswa menjadi 8 siswa dari jumlah seluruhnya 10 siswa, selain itu kreativitas siswa juga semakin terasah dengan penggunaan model pembelajaran A.S.A.P berbasis aplikasi Capcut ini.
Pengembangan Bahan Ajar Non Cetak pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Nurdiyanto Nurdiyanto; Reksahati Wulandari; Jamal Jamal; Karman Karman; Maslani Maslani
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 3 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i3.930

Abstract

Sumber belajar bagi peserta didik dan pendidik perlu dikembangkan sesuai dengan perubahan zaman Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bahan ajar non cetak yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan agama Islam. Serta bagaimana faktor penghambat dan pendukung dalam mengembangkan bahan ajar non cetak di dalam pembelajaran PAI. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi Pustaka (library research). Sumber data dalam penelitian ini memuat dua sumber yakni primer dan sekunder. Primer meliputi: artikel jurnal, E-Book, website, dan media internet lainnya. Sedangkan sekunder meliputi: proseding online, majalah, koran dan media internet yang berkaitan dengan tema dan pembahasan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni mengumpulkan dari sumber-sumber yang telah disebutkan kemudian diklasifikasi dan selanjutnya ditarik kesimpulan. Sedangkan Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yakni mengnitegrasikan pengetahuan secara umum ditarik kekhusus (induktif). yakni dari hasil pengumpulan melalui sumber primer dan sekunder kemudian diklasifikasi data, menampilkan data, kemudian diinterpretasikan hingga menghasilkan pengetahaun untuk ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa analisis data pengembangan bahan ajar non cetak sangat diperlukan kemudian di desain dan dikembangkan serta diimplementasikan ke dalam pembelajaran Pendidikan agama Islam sehingga hasilnya bisa dievaluasi dari rangkaian proses pengembangan tersebut. Kesimpulan dalam penelitian bahwa ada berbagai jenis bahan ajar non cetak seperti audio visual, audio, multimedia interaktif dan media pajangan (display).
Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Pelajaran Seni Budaya Untuk Meningkatkan nilai-nilai Multikultural Hingrida Margarita Anastasia Hendrik; Saparso Saparso; Elika Dwi Murwani
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 3 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i3.932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan nilai-nilai multikultural siswa. Peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan subyek penelitian siswa kelas 1 SD Kristen ABC Sentani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah siswa yang mencapai indikator keberhasilan aspek nilai-nilai multikultural dari sebelum dan setelah dilaksanakannya metode Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Pelajaran Seni Budaya Dan Prakarya. Data awal hasil observasi menunjukkan sebanyak 55% atau 13 dari 24 siswa mulai menerima anggota kelompoknya, 38% mulai menerima dan menghargai pendapat anggota kelompoknya dan 35% mulai berbaur dengan anggota kelompoknya, namun belum mencapai kriteria ketuntasan indikator yang diharapkan yaitu 75%. Pada siklus pertama persentase rata-rata ketercapaian indikator menunjukkan peningkatan pada setiap indikator yaitu, 83%, 78% dan 81, persentase rata-rata ketercapaian indikator konsisten meningkat di siklus kedua yaitu menjadi 100%, 93%, dan 89%. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek pada pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) meningkatkan nilai-nilai multikultural siswa.
Transformasi Pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan: Analisis Mendalam Fleksibilitas M-learning Bella Ananda; Suranto Suranto
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i2.936

Abstract

Perkembangan teknologi, khususnya dalam m-learning, telah memberikan inovasi baru dalam pembelajaran dan membuka potensi untuk transformasi pendidikan di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menekankan makna, persepsi, dan pengalaman subjek penelitian. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis fleksibilitas pembelajaran dengan pendekatan m-learning. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Informan penelitian ini diantaranya pengelola platform m-learning, 2 orang guru, dan 5 peserta didik di SMK Negeri 6 Surakarta. Teknik analisis data mencakup tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa SMKN 6 Surakarta menghadirkan inovasi melalui integrasi m-learning menggunakan platform Viska Learning. Penerapan m-learning secara positif meningkatkan fleksibilitas pembelajaran, memungkinkan akses materi kapan saja dan di mana saja. Guru dan peserta didik mengakui manfaat signifikan dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dan pemahaman materi. Dibutuhkan peningkatan pemahaman guru agar dapat memaksimalkan pemanfaatan m-learning, dan peningkatan kelancaran akses internet untuk mendukung penggunaan m-learning untuk pembelajaran di sekolah.
Analisis Penerapan Program BERSATU dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Dasar Negeri Gunungsari Aliyya Putri Riadi; Nurdinah Hanifah; Rana Gustian Nugraha
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i2.940

Abstract

This study was conducted with the aim of describing the implementation of the BERSATU program in instilling environmental character education at Gunungsari State Elementary School, describing the obstacles during the implementation of the BERSATU program and finally, to find out the students' responses to the activities carried out in the BERSATU program to form environmental care characters. This research is a descriptive qualitative research with a case study approach. The participants or subjects in this study were teachers and students at SDN Gunungsari. The method of data collection is through direct observation to the field, through interviews with school residents and documentation. The data analysis technique uses the data analysis model according to Miles and Huberman, namely data collection, data reduction, data display, and conclusion. The results of research related to the implementation of the united program obtained good results through the implementation of daily picket habituation, SABSIH (Sabtu Bersih), and SILISA (Siapa Lihat Sampah Ambil), conditioning and class hygiene competitions. The obstacles found in the process of implementing the BERSATU program are the low awareness of students towards environmental awareness, inadequate facilities, lack of support from parents of students. The response of students is quite good because most of them have been equipped with awareness from their parents to protect the environment, so they are active and enthusiastic when there is this program. In the future, this program is expected to continue so that environmental care character education can grow well in students, implementing character education by bringing students to a place where they can explore and know the importance of caring for the environment.
Bimbingan Kelompok Bermuatan Nilai Kakawin Sutasoma untuk Mengelola Sikap Kebinekaan Global Thadeus Ega Fausta; Muslihati Muslihati; Henny Indreswari
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 3 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i3.941

Abstract

The global diversity is one dimension of the Pancasila student profile. Upon further examination, the dimension of global diversity is closely related to the attitude of tolerance. However, tolerance cannot be ingrained in students on its own without assistance from others. Therefore, assistance from others is needed in managing the global diversity of students. The aim of this research is to examine guidance and counseling services that integrate Indonesian cultural values. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method. The results obtained include 14 articles that meet the study's objectives, with 5 articles relevant to global diversity, 5 articles relevant to guidance strategies in the era of independent learning, and 4 articles relevant to the values of Kakawin Sutasoma. The findings from this literature review suggest the possibility of guidance services infused with the values of Kakawin Sutasoma, as there is similarity between the aspects of global diversity and the verses in the Kakawin Sutasoma text. Further research is needed to design group guidance activities infused with the values of Kakawin Sutasoma to manage the global diversity attitudes of students.
Analysis of Micro Teaching Course Implementation to Improve 8 Basic Teaching Skills for Accounting Education Students Bunga Amanda; Dhany Efita Sari; Tarahilta Tarahilta
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i2.946

Abstract

The aim of this study is to describe the implementation of micro teaching in improving 8 basic teaching skills for future students in the accounting education course and to describe the constraints that accounting students experience during the implementation of the practice of micro teaching. The data processing technique in this study using the interactive analysis miles and huberman, which was afterward analyzed using the NVivo 12 applications. These findings include the following: (1) accounting education students are able to perform the practice of micro teaching with 8 teaching skills, (2) micro teaching was able to raise public speaking accounting education (3) micro teaching was able to provide teaching pictures to accounting education students before going directly into the field, (4) micro teaching was able to enhance communication skills for accounting students, And (5) through practice micro teaching can enhance students' creativity in choosing both learning and media strategies. The study was carried out to see if performing micro teaching in accounting education could improve student teaching skills to prepare students as prospective teachers.
Computer Knowledge and Anxiety in Student Learning Outcome: The Role of Learning Motivation as Mediator Nafra Mutya Weti; Muhammad Fahmi Johan Syah
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i2.950

Abstract

The research is being carried out among the students of the SMK Accounting and Finance Institute who are still not mastered in computer knowledge, have anxiety about the use of computers, and lack motivation towards learning outcomes. This study aims to examine the role of learning motivation as a mediator between computer knowledge and computer anxiety in student learning outcomes. This type of research is quantitative with a path analysis correlation design. The number of respondents in this study was 90 students of SMK Negeri 1 Boyolali. The results showed that the learning motivation variable is a mediator variable between computer knowledge and learning outcomes. However, the results of the analysis also show that the learning motivation variable is a mediator variable between computer anxiety and learning outcomes, while computer knowledge and computer anxiety have an effect but are not significant on learning outcomes. Therefore, to improve learning outcomes through increasing students' computer knowledge, learning motivation is needed. Meanwhile, increasing computer anxiety decreases motivation and learning outcomes, but not significantly. Therefore, learning motivation has an important role in mediating computer knowledge and computer anxiety on student learning outcomes in spreadsheet subjects for accounting. Further research is expected to find out what other factors affect student learning outcomes in accounting spreadsheet subjects.