Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Pasundan Journal of Mathematics Education (PJME) merupakan jurnal pendidikan matematika yang dikelola oleh Program Studi Magister Pendidikan Matematika Universitas Pasundan dan Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI). Jurnal ini menerbitkan penelitian asli atau makalah teoretis tentang pengajaran dan pembelajaran dalam program studi pendidikan matematika tentang masalah sains saat ini, yaitu: Pendidik matematika di tingkat sekolah dasar, menengah dan tinggi; Pengamat dan peneliti matematika; Pembuat keputusan pendidikan di tingkat regional dan nasional. Jurnal ini pun merekomendasikan penelitian tindakan kelas, kualitatif, deskriptif, atau kuantitatif. Penelitian asli disini meliputi penelitian murni (penelitian tindakan kelas) maupun penelitian eksperimen. Sedangkan makalah teoretis meliputi: ulasan buku, laporan singkat (short report), artikel review (review articles), studi kasus (case studies), metodologi (methodology). Jurnal ini adalah jurnal nasional, yang menerbitkan artikel dari penelitian asli dan makalah teoretis tentang semua aspek pendidikan matematika yang nilainya baru. Sehingga jurnal ini diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional khususnya dalam bidang pendidikan, dapat memberikan informasi tentang perkembangan pendidikan matematika.
Articles
203 Documents
Pembelajaran Kontekstual Untuk Mengembangkan Kemampuan Komunikasi Dan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama
Maryati, Iyam
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2012): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study focuses on revealing comparison of communication skills and mathematical problem solving junior high school students, as a result of the use of contextual learning and conventional learning in mathematics learning. Subjects in the study were students of class VIII junior secondary school class one experimental and one control class. The instrument used in this study consists of two instruments, namely, 1) test communications and mathematical problem solving that aims to measure communication skills and mathematical problem solving of students after learning, and 2) the scale of attitude that serves to express students' applied learning the class eksperimen.Berdasarkan data analysis in this study, it is concluded that 1) the ability of students in mathematical communication in the group of students that uses contextual learning better than students who studied with conventional learning. 2) The ability of students in mathematical problem solving in student groups that use contextual learning better than students who studied with conventional learning. 3) There is a very high correlation between communication skills and mathematical problem solving of students. This means that the rank obtained by the students on communication skills with a rating similar to that obtained in mathematical problem solving ability. There are also associations at anatara enough communication skills to solving mathematical problems. This shows that student achievement in communication skills similar to mathematical problem solving ability and vice versa. Correlations and associations found in both groups. 4) the scale of students' attitudes toward learning context shows that the majority of students expressed agreement the learning activities that took place during the study.
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Kepala Bernomor Terstruktur Untuk Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa Smp
Nurbayanti, Atikah
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2013): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam pembelajaran matematika kemampuan komunikasi matematik merupakan hal yang sangat penting. Bahasa yang digunakan dalam kelas baik itu lisan maupun bahasa tulisan sangat berpengaruh pada apa yang dipelajari siswa . Bahasa lisan maupun bahasa tulisan dalam pembelajaran matematika mempunyai pengaruh yang sangat signifikan untuk mengeksploitasi ide matematika dalam melihat berbagai keterhubungan materi matematika, merefleksikan pemahaman, dan mengkontruksi pengetahuan matematika siswa. Dari 88 orang siswa kelas VII H dan VII I SMP Negeri 2 Subang tahun pelajaran Tahun pelajaran 2012-2013 yang diberi tes, hanya 30 orang atau 34 % yang sudah mampu menuangkan ide-ide matematik mereka menjelaskan penyelesaian masalah pada soal tes yang diberikan dengan lengkap dan benar. Sedangkan sebanyak 58 orang atau 66 % siswa yang mengikuti tes belum mampu memberikan penjelasan yang lengkap dan benar, bahkan masih ada yang belum mampu memberikan penjelasan sama sekali. Dilatar belakangi masalh tersebut maka peneliti mencoba mencari solusi dengan melakukan inovasi pembelajaran yaitu menerapkan pembelajaran Kepala Bernomor Terstruktur agar kemampuan komunikasi matematik siswa meningkat. Siswa SMPN 2 Subang kelas VII H merupakan sampel dari penelitian sebagai kelas eksperimen diberi perlakuan penerapan pembelajaran Kepala Bernomor Terstruktur, sedangkan VII G sebagai kelas kontrol diterapkan pembelajaran Ekspository. Dari hasil penelitian ternyata nilai Sig. (2-tailed) < 0,05, maka ditolak, ; Peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa yang menerapkan pembelajaran kooperatif Kepala Bernomor Terstruktur lebih baik daripada siswa di kelas pembelajaran ekspository diterima, artinya peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa yang menerapkan pembelajaran kooperatif Kepala Bernomor Terstruktur lebih baik daripada siswa di kelas pembelajaran ekspository.
Implementasi Basis Data Spasial Dalam Penyebaran Potensi Desa Di Kabupaten Bandung
Rosadi, Rudi;
Kartiwa, Alit;
Astuti, Dyah Kusuma
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2012): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v2i1.2455
Salah satu implementasi dari sistem basis data spasial digunakan dalam membangun Sistem informasi Geografis (SIG). SIG merupakan sistem berbasis spasial yang dapat digunakan dalam analisis dan pengambilan keputusan. Dengan SIG ini diharapkan dapat membantu dalam pengembangan dan penyebaran potensi di suatu wilayah. Karena berdasarkan data Potensi Desa Kabupaten Bandung tahun 2008 yang di dapat dari Badan Pusat Statistik menunjukan tingkat kepadatan penduduk tiap desa yang tidak merata, rasio kelahiran yang tinggi, fasilitas dan tenaga kesehatan serta fasilitas ekonomi lainnya yang jumlahnya kurang atau tidak sesuai. Penelitian ini menganalisis pengaruh letak geografis suatu desa di Kabupaten Bandung terhadap karakteristik kelompok desa yang terbentuk dengan menggunakan analisis K-Means dan menampilkannya ke dalam bentuk peta digital . Sehingga diharapkan pencarian informasi lebih efektif dan pengembangan potensi suatu wilayah dapat dilakukan lebih optimal.
Efektivitas Teknik Evaluasi Pembelajaran Menggunakan Aplikasi QR Code Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Dan Kemandirian Belajar Siswa
Astrid, Fauziyah;
Indrawan, Rully;
Kariadinata, Rahayu
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2019): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v9i1.2705
Pemanfaatan informasi teknologi khususnya QR code dalam pendidikan masih kurang. Oleh karena itu peneliti ingin menggunakan QR Code sebagai tekik evaluasi pada pelajaran matematika. Selama ini teknik evaluasi yang digunakan guru adalah teknik evaluasi biasa, sementara itu siswa tampak berharap lebih banyak bantuan dari teman sebayanya dalam mengerjakan soal – soal matematika, dikarenakan juga siswa kurang kreatif dan kurang mandiri dalam mengerjakan soal – soal matematika. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan QR Code sebagai teknik evaluasi pada materi program linear. Pernyataan masalah adalah apakah siswa yang teknik evaluasinya menggunakan aplikasi QR Code kemampuan kreatif dan kemandiriannya lebih baik daripada siswa yang teknik evaluasinya tidak menggunakan aplikasi QR Code. Jumlah siswa dikelas X jurusan Adminstrasi Perkantoran di SMK Indonesia Raya Bandung tahun pelajaran 2018/2019 adalah 34 siswa kelas eksperimen dan 34 siswa kelas control. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa yang teknik evaluasi menggunakan aplikasi QR code kemampuan berpikir kreatif dan kemandiriannya lebih baik daripada siswa yang menggunakan teknik evaluasi biasa.
Meningkatkan Kemampuan Koneksi Dan Representasi Matematis Siswa Melalui Pendekatan Pembelajaran Scientific
Kristanelina, Lina
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2014): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v4i2.2511
Penelitian ini didorong karena tuntutan mengimplementasikan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 mempunyai perbedaan dengan kurikulum sebelumnya diantaranya pada proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran scientific. Penelitian ini ingin membuktikan bahwa dengan pendekatan pembelajaran scientific dapat meningkatkan kemampuan koneksi dan kemampuan representasi matematis meningkat. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk eksperimen dengan membandingkan kemampuan koneksi dan kemampuan representasi matematis melalui pendekatan pembelajaran scientific dan pembelajaran Langsung. Desain penelitian menggunakan desaian kelompok kontrol pretest dan postest. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X dari satu sekolah dengan subjek sampel sebanyak 76 siswa yang berasal dari dua kelas. Satu kelas mendapat pembelajaran scientific (kelas eksperimen) dan satu kelas mendapat pembelajaran Langsung (Kelas control). Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes kemampuan koneksi dan kemampuan representasi matematis, serta skala sikap siswa berdasarkan skala Likert. Dari penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pedekatan pembelajaran scientific lebih baik dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran Langsung; 2) Kemampuan representasi matematis siswa yang memperoleh pedekatan pembelajaran scientific tidak lebih baik dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran Langsung; 3) Peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pedekatan pembelajaran scientific lebih baik dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran Langsung; 4) Peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang memperoleh pedekatan pembelajaran scientific tidak lebih baik dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran Langsung; 5) Siswa menunjukkan sikap yang positif terhadap pendekatan pembelajaran scientific.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CRH (Course, Review, Horray) Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP
Auliya, Risma Nurul;
., Darhim;
Nurlaelah, Elah
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2012): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v2i2.2646
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe CRH (Course, Review, Horray) untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa SMP. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Populasinya, yaitu seluruh siswa SMP kelas VIII di salah satu SMP Negeri Jakarta Selatan. Adapun, sampelnya terdiri dari 32 siswa kelas CRH (kelompok eksperimen) dan 34 siswa kelas konvensional (kelompok kontrol) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Masalah yang diteliti, yaitu peningkatan kemampuan pemahaman matematis. Analisis kuantitatif menggunakan independent sample t-test, sedangkan analisis kualitatif dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe CRH lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional.
Peningkatan Kemampuan Representasi Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa melalui Model Pembelajaran PBL Berbantuan Geogebra
Fasa, Iraldy Laendra;
Firmansyah, Eka;
Pratama, Dimas Yanuar
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2020): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v10i2.2741
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang memperoleh model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Geogebra lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh model ekspositori; (2) kemandirian belajar siswa yang memperoleh model PBL Berbantuan Geogebra lebih baik daripada siswa yang memperoleh model ekspositori; (3) terdapat korelasi positif antara kemampuan representasi matematis dan kemandirian belajar siswa yang memperoleh model PBL Berbantuan Geogebra. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian kelompok kontrol pretes-postes. Populasinya adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri di Garut. Untuk sampel penelitiannya terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas eskperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa soal uraian kemampuan representasi matematis dan skala kemandirian belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang memperoleh model PBL Berbantuan Geogebra lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh model ekspositori; (2) peningkatan kemandirian belajar siswa yang memperoleh model PBL Berbantuan Geogebra lebih baik daripada siswa yang memperoleh model ekspositori; (3) tidak terdapat korelasi antara kemampuan representasi matematis dan kemandirian belajar siswa yang memperoleh model PBL Berbantuan Geogebra.
Analisis Terhadap Kemampuan Pemahaman Dan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Yang Belajar Dengan discovery Learning
Lubis, M Zulkifli
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2015): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v5i2.2530
Penelitian ini melaporkan temuan dari sebuah judul Analisis Terhadap Kemampuan Pemahaman dan Berpikir Kreatif Matematis Siswa yang Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning.Penelitian ini bertujuan untuk menelaah/ menganalisis kemampuan pemahaman dan berpikir kreatif matematis siswa SMK dengan metode kuantitatif. Subyek penelitian ini ada 54 siswa dari dua kelas yaitu kelas sebelas SMK program keahlian teknik audio video di Kabupaten Bandung. Instrumen penelitian terdiri dari tes tulis kemampuan pemahaman dan berpikir kreatif matematis. Berdasarkan analisis penelitian menemukan: gambaran kemampuan pemahaman dan berpikir kreatif matematis siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learningtidakterdapat perbedaan peningkatandan pembelajaran langsungterdapat perbedaan peningkatan. Peningkatan kemampuan pemahaman dan berpikir kreatif matematis siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning lebih besar dari pada siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung.
Discovery Learning Versus Traditional Learning: How Effective Discovery Learning Can Improve Mathematical Creative Thinking Skills
Mustafa, Ade Nandang;
Lasmaya, Deni
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2020): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v10i1.2432
The present study aims to understand the effectiveness of discovery learning in increasing mathematical creative skills in comparison to traditional learning methods. This study uses a non-equivalent control group research design. The variables in this study include independent variables, namely Discovery Learning and Traditional Learning, and the dependent variable is the mathematical creative thinking skill, while the control variable is a group of students' initial ability categories (top, middle, and bottom). The research sample consisted of two groups of 39 grade 7 students selected using a random assignment technique from one junior high school in Lembang, Indonesia. The data were obtained through mathematical creative thinking skills tests. Overall, the improvement in mathematical creative thinking skills of students who received Discovery Learning is better than students who received traditional learning. In the top and middle categories, the improvement of mathematical creative thinking skills of students who received Discovery Learning is better than students who received traditional learning. While the groups are in the bottom category, the mathematical creative thinking skills of students who get discovery learning is no better than students who get traditional learning.
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Terhadap Kemampuan Siswa Dalam Mengerjakan Bukti Dalam Matematika Pada Siswa SMA
Noor, Firman Syah
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2011): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v1i1.2368
Abstract This article reports the findings of a pretest post test experimental control group design conducted to analysis students’ mathematical proving ability by using STAD strategy. The subjects of this study were two classess eleventh grade students of a State Senior High School in Bandung. Instruments of this study were a mathematical proving ability test of three mathematics topics and an observation sheet of students’ activities during the lesson. The data was analyzed by using t-test. The study found that according to entirely and each kind of proving strategies and mathematics topics students of STAD class got higher scores and gains on mathematical proving ability than those scores and gains of students’ abilities of conventional class. Likewise, the number of students who reached mastery learning in mathematical proving abilities of STAD class was higher than the number of students of conventional class as well. Moreover, during the lesson, students of STAD strategy performed more active in discussing with each other than students of conventional class. Keywords: mathematical proving ability, direct proving method, indirect proving method, STAD strategy. Abstrak Makalah ini melaporkan temuan suatu eksperimen dengan disain prete-poste dan kelompok kontrol yang bertujuan menganalisis kemampuan menyuausn bukti matematika siswa dengan menggunakan strategi STAD. Subyek penelitian ini adalah siswa dari dua kelas sebelas pada satu SMA Negeri di Bandung. Instrumen penelitian ini adalah tiga perangkat tes pembuktian matematik dan lembar observasi kegiatan siswa selama pembelajaran. Data dianalisis dengan uji-t. Studi menemukan bahwa berdasarkan keseluruhan dan pada tiap jenis pembuktian matematik dan tiap topik matematika, siswa kelas STAD memperoleh skor dan gain kemampuan pembuktian matematik yang lebih besar dari skor dan gain siswa pada kelas konvensional. Selain itu juga ditemukan persentase siswa yang mencapai tuntas belajar dalam pembuktian matematik pada kelas STAD lebih besar dari persentase siswa pada kelas konvensional. Studi juga menemukan siswa pada kelas STAD menunjukkan lebih aktif dalam berdikusi dibandingkan siswa pada kelas konvensional Kata kunci: kemampuan pembuktikan matematik, buktilangsung,bukti tak langsung, strategi STAD