cover
Contact Name
LA ODE ANHUSADAR
Contact Email
murhumjpaud@gmail.com
Phone
+6285241858344
Journal Mail Official
sadar.wanchines@gmail.com
Editorial Address
BTN BARUGA SARANANI LESTARI BLOK D2 NO.15 KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ISSN : -     EISSN : 27236390     DOI : 10.37985/murhum
Core Subject : Education,
Nama Jurnal : Murhum : jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Website : https://murhum.ppjpaud.org/index.php/murhum Publisher : PPJ PAUD Koordinator Sulawesi Terbit : 2 issues per Tahun Juli dan Desember Murhum : jurnal Pendidikan Anak Usia Dini merupakan jurnal yang menerbitkan artikel Hasil penelitian dan Pengabdian tentang Konsep keilmuan PAUD dibangun dari interdisiplin ilmu yang merupakan gabungan dari beberapa disiplin ilmu, diantaranya: 1. Psikologi Anak Usia Dini. 2. Fisiologi Anak Usia Dini. 3. Sosiologi Anak Usia Dini. 4. Ilmu pendidikan Anak Usia Dini. 5. Antropologi Anak Usia Dini. 6. Humaniora 7. Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini. 8. Neuro Sains atau ilmu tentang perkembangan otak Anak Usia Dini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 607 Documents
Pengaruh Peran dan Pola Asuh Guru melalui Pembiasaan Guru terhadap Karakter Disiplin Anak di Taman Kanak-Kanak Mubarakah, Laila; Permata Sari, Nina; Noorhapizah, Noorhapizah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran guru, pola asuh guru dan pembiasaan guru dengan disiplin anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Dengan teknik simple random sampling, sampel penelitian adalah sebanyak 95 orang di Kelompok B Taman Kanak-kanak Kecamatan Banjarmasin Selatan kota Banjarmasin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar angket (kuesioner). Data penelitian dianalisis menggunakan regresi linier dan analisis jalur. Hasil penelitian menemukan bahwa 1) terdapat pengaruh langsung antara peran guru dan disiplin anak, 2) terdapat pengaruh langsung antara pola asuh guru dan disiplin anak, 3) terdapat pengaruh langsung antara pembiasaan guru dan disiplin anak, 4) terdapat pengaruh langsung antara peran guru dan pembiasaan guru, 5) terdapat pengaruh langsung antara pola asuh guru dan pembiasaan guru,  6) terdapat pengaruh tak langsung antara peran guru dengan disiplin anak melalui pembiasaan guru, 7) terdapat pengaruh tak langsung antara pola asuh guru dengan disiplin anak melalui pembiasaan guru. Guru diharapkan dapat meningkatkan peran dan pola asuh yang lebih baik di sekolah serta pembiasaan yang lebih positif dalam mengajar dan mendidik anak sehingga dapat meningkatkan sikap disiplin anak di sekolah.
Strategi Program Outdoor Learning dalam Pengembangan Critical Thinking Anak (Studi Multi Situs) Megawati, Megawati; Suriansyah, Ahmad; Sakerani, Sakerani; Novitawati, Novitawati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi program outdoor learning dalam pengembangan critical thinking anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan multi situs di TK Alam Berbasis Karakter Sayang Ibu dan TK Alam Darunnajah yang bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan strategi program outdoor learning dalam pengembangan critical thinking anak. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumen, dianalisis menggunakan model Miles & Huberman melalui analisis data satu situs dan analisis data lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Program outdoor learning merupakan kebijakan kepala sekolah, akan tetapi tidak secara langsung termuat di visi misi sekolah. (2) Kegiatan pemberdayaan guru meliputi study banding, pelatihan intern, workshop, seminar dan lomba. (3) Lingkungan outdoor dimanfaatkan sebagai sumber belajar anak seperti tumbuhan, bahan alam, serta sarana parasarana wahana bermain. (4) Bentuk kegiatan kemitraan sekolah dan orang tua yaitu pembentukan komite, pembentukan kelompok pertemuan orang tua PAUD, pelibatan orang tua di kelas, pelibatan orang tua dalam acara lembaga PAUD, bakti sosial, peringatan hari besar keagamaan, kunjungan rumah (home visiting), dan bimbingan dan konseling bagi orang tua.
Implementasi Kegiatan Pramuka Prasiaga dalam Mengembangkan Jati Diri Anak Usia Dini Noor Rahmah, Fauziatin; Darmiyati, Darmiyati; Sakerani, Sakerani
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.859

Abstract

Konsep jati diri dapat dikenalkan sejak dini melalui kegiatan pramuka prasiaga. Gerakan kepramukaan secara resmi mengakui adanya jenjang prasiaga untuk anak-anak usia 4-6 tahun yang merupakan langkah pertama dalam membentuk fondasi penting untuk mengembangkan karakter dan mengenalkan nilai-nilai kepramukaan melalui bermain. Daerah Banjarmasin sendiri untuk pelaksanaan prasiaga dilembaga TK masih belum merata dan maksimal, sehingga tujuan penelitian ini untuk memberikan praktik baik mengenai kegiatan prasiaga dalam mengembangkan jati diri anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan rancangan multi situs di TK Inayatul Athfal dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 37 Banjarmasin. Hasil yang diperoleh meliputi (1) Model kegiatan prasiaga yang dilaksanakan di sekolah meliputi kegiatan di tempat latihan, luar ruangan (Outing), perkemahan, model gebyar prasiaga, model kegiatan khusus dan model pelibatan orang tua (POT). (2) Konsep jati diri yang dikembangkan terdiri dari Jati Diri Nasional; Jati Diri Wilayah; jati diri individu (3) Penerapan kegiatan prasiaga melalui tahap perencanaan, pelaksanaan yang terdiri dari upacara pembukaan, kegiatan inti dan penutupan; serta Tahap evaluasi kegiatan prasiaga. (4) Faktor pendukung dan penghambat kegiatan prasiaga pada dua situs meliputi kompetensi guru, pelibatan orang tua, tersedianya sarana prasarana dan cuaca. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya mengenai pelaksanaan pramuka prasiaga di sekolah.
Peran Guru Penggerak : Motivasi Guru Kelas Mengikuti Program Guru Penggerak Elfira Hadi, Adisya; Dafit, Febrina
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.860

Abstract

Salah satu program mengembangkan potensi guru adalah program guru penggerak. Pemerintah membuat program guru penggerak agar menjadi agen perubahan di sekolah. Kedudukan program guru penggerak dilingkungan sekolah tidak sebatas mencerdaskan siswa melainkan membentuk perilaku serta sikap yang baik didalam diri mereka. Penelitian ini tujuannya agar memahami dan mendeskripsikan peranan guru penggerak didalam memotivasi guru kelas agar ikut program guru penggerak. Peneliti ini menerapkan penelitian kualitatif dengan memakai metode fenomenologi. Meskipun jenis penelitian ini bersifat deskriptif dan tujuannya agar peneliti agar mudah untuk mendeskripsikan perang guru penggerak dalam memotivasi guru Kelas untuk mengikuti program guru penggerak di SDN 018 Sorek Satu. Pada penelitian ini, wawancara, observasi, serta dokumentasi yakni teknik pengumpulan data. Instrumen penelitian dipakai yakni lembar angket, lembar pedoman wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan jika ada beberapa peran seorang guru penggerak didalam memotivasi guru kelas agar ikut program guru penggerak yaitu : guru penggerak memberikan motivasi kepada teman sejawat, menjadi teladan dengan memberikan contoh yang baik sebagai agen perubahan pembelajaran, menjadi pelatih, dan pemberi informasi terkait program guru penggerak.
Pemerolehan Bahasa pada Tataran Sintaksis Anak Usia Dini Zahra, Ananda Irfana; Baadillah, Irwan
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.862

Abstract

Pemerolehan bahasa anak menjadi tahap krusial yang harus mendapat perhatian dalam perkembangan anak. Adanya perbedaan kecerdasan serta perbedaan tumbuh kembang anak, dapat menghasilkan perbedaan terkait pemerolehan bahasa setiap anak. Oleh karena itu, tujuan pada penelitian ini ialah untuk mengetahui pemerolehan bahasa anak yang terfokus pada tataran sintaksis mengenai struktur sintaksis dalam kalimat dan kalimat berdasarkan modus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi pastisipasi aktif, dalam kegiatan observasi peneliti juga melakukan beberapa teknik meliputi teknik rekam, simak libat cakap dan teknik catat. Tahapan analisis data dilakukan dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa anak usia dini (3-5 tahun) di TK Harapan I sudah mampu memperoleh bahasa sesuai dengan tingkatan usianya. Seperti, anak mampu membentuk kalimat tunggal dan majemuk. Lalu ditemukan juga bahwa mereka sudah mampu membentuk kalimat bermakna deklaratif, interogatif dan imperatif. Namun terdapat anak yang dalam pemerolehan kalimat berdasarkan makna ia hanya menghasilkan kalimat deklaratif dan imperatif saja. Jadi, bentuk kalimat yang sering dihasilkan anak usia dini di TK Harapan I ialah kalimat tunggal bermakna deklaratif.  
Pengembangan Model Permainan Tradisional Engklek Puzzle untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Anak Usia 5-6 Tahun Yuniwanti, Ririn; Hapidin, Hapidin; Nurjannah, Nurjannah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.869

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah merupakan salah satu perkembangan anak yang penting untuk dikembangkan. Faktanya masih banyak anak yang keterampilan pemecahan masalah belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model permainan tradisional Engzle (Engklek Puzzle) yang diadaptasi untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah pada anak usia 5-6 tahun. Permainan tradisional Engklek, yang dikenal sebagai permainan lompat kotak, dikombinasikan dengan elemen puzzle untuk menciptakan kegiatan yang menantang dan edukatif bagi anak-anak. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model permainan Engzle dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah anak secara signifikan. Uji coba dilakukan di beberapa taman kanak-kanak dengan melibatkan 24 anak sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji t untuk mengukur perbedaan keterampilan pemecahan masalah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan pemecahan masalah anak setelah bermain Engzle. Temuan ini mengindikasikan bahwa Engzle dapat menjadi alternatif permainan edukatif yang efektif untuk mendukung perkembangan kognitif anak usia dini.
Pengembangan Imaginary Permainan Imajinasi Berbasis Aplikasi melalui Scratch Jr untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5 – 6 Tahun Kartika, Kartika; Dwi Utami, Ade; Nurjannah, Nurjannah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.870

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang penting dikembangkan pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi permainan imajinasi berbasis Scratch Jr untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun. Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan elemen-elemen permainan imajinatif yang dapat merangsang kreativitas dan pemecahan masalah pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi permainan imajinasi ini efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak. Uji coba dilakukan di tiga taman kanak-kanak dengan melibatkan 20 anak sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, catatan lapangan, dan penilaian keterampilan berpikir kritis sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji t menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis anak setelah menggunakan aplikasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa aplikasi permainan imajinasi berbasis Scratch Jr dapat menjadi alat yang efektif untuk menstimulasi keterampilan berpikir kritis anak usia dini.
Peningkatan Perkembangan Motorik Halus Anak Melalui Media Bahan Alam di Pulau Untung Jawa Rosita, Rosita; Fitria, Evy; Prima Widhiasih, Angger
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.871

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak di PAUD-SPS Negeri Bale Bermain Nusa Indah dengan menggunakan media yang terbuat dari bahan alam. PTK yaitu pendekatan penelitian dengan dua siklus yang membutuhkan dua sesi dalam setiap siklusnya. Tujuh anak laki-laki serta sembilan anak perempuan, semuanya dalam rentang usia tiga sampai lima tahun, menjadi peserta penelitian di kelompok B. Peneliti menggabungkan teknik kuantitatif serta kualitatif deskriptif untuk memeriksa data yang peneliti kumpulkan dari hasil pengamatan serta pencatatan yang dilakukan dengan cermat. Untuk sebagian besar anak, perkembangan keterampilan motorik halus yang kurang optimal terlihat pada hasil pra-tindakan, dengan sebagian besar berada pada kategori BB (41,67%), MB (39,58%), BSH (16,67%), dan BSB (2,08%). Proporsi yang lebih tinggi dari BB (12,50%), MB (27,08%), BSH (50%), dan BSB (10,42%) terdapat pada siklus I. Dengan BB sebesar 0%, MB sebesar 12,50%, BSH sebesar 58,33%, dan BSB sebesar 29,17% pada siklus II, temuan ini menunjukkan peningkatan yang lebih besar, yang menunjukkan bahwa lebih dari separuh kelas telah menunjukkan perkembangan yang cukup besar dalam kemampuan motorik halus. Kemampuan motorik halus murid dan kemampuan mereka untuk mengkonseptualisasikan gagasan-gagasan ditingkatkan melalui paparan skenario dunia nyata yang disajikan melalui media alami.
Pelaksanaan Tahapan Pembiasaan Gerakan Literasi Sekolah untuk Menumbuhkan Minat Baca Nasution, Nanda Aulia; Mustika, Dea
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.873

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  untuk  mendeskripsikan  pelaksanaan tahap  pembiasaan  gerakan literasi sekolah untuk menumbuhkan minat baca siswa pada siswa. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subyek pada penelitian ini adalah siswa, guru, dan kepala sekolah. Teknik dan instrumen pengumpulan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Metode analisis data yang digunakan adalah sesuai dengan teori Miles and Huberman yang memiliki tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan kegiatan GLS tahap pembiasaan yang dilaksanakan di Kelas terlihat dengan 1) menyediakan sarana dan prasarana literasi yang berupa perpustakaan, pojok literasi sekolah, dan area baca, (2) melakukan pemilihan buku bacaan untuk literasi berupa buku fiksi dan non fiksi, (3) melakukan literasi dasar 15 menit yang dilakukan sebelum pembelajaran (4) menciptakan lingkungan sekolah kaya akan teks dengan hasil karya siswa turut menghiasi dinding-dinding setiap kelas, dan (5) melibatkan publik dalam implementasi literasi mulai dari warga sekolah dengan kegiatan literasi bersama. Berdasarkan uapaya tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pada tahap pembiasaan pada SD 0105 Sibuhuan Padang Lawas yang diteliti telah malakukan atau menjalankan setiap tahapan-tahapan dalam pembiasaan Gerakan Literasi Sekolah.
Peran Kepala Sekolah dalam Impelementasi Kurikulum Merdeka Andriani, Detia; Dafit, Febrina
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.876

Abstract

Kepala Sekolah memiliki peran dan tanggungjawab dalam keberlangsungan pendidikan yang berada disekolah. Dalam dunia pendidikan pasti memiliki zaman serta kurikulum yang berbeda dan terus menerus berkembang. Seorang pemimpin tentunya juga wajib beradaptasi dalam sistem pembelajaran dan kurikulum yang baru. Kurikulum Merdeka sendiri merupakan perubahan wujud dari adaptasi era sebelumnya. Penelitian ini tujuannya adalah untuk memahami dan mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian naratif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian naratif, peserta dan peneliti memiliki hubungan kerja yang kuat. Ini adalah hasil dari penelitian berdasarkan informasi komprehensif dan observasi lapangan yang dilakukan. Pada penelitian ini, wawancara, observasi, serta dokumentasi merupakan metode yang digunakan dalam mengumpulkan data. Data dikumpulkan dengan cara mewawancarai kepala sekolah, wakil kurikulum, dan guru pelaksana kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka membuat guru lebih professional melalui berbagai macam pembinaan dan pelatihan. Kepala sekolah melaksanakan peranannya tersebut meliputi kepala sekolah sebagai perencana, kepala sekolah sebagai pelaksana, kepala sekolah sebagai supervisor, dan kepala sekolah sebagai leader (pemimpin).