cover
Contact Name
Ramses
Contact Email
ramses.firdaus@gmail.com
Phone
+628117553507
Journal Mail Official
jurnal.simbiosa@gmail.com
Editorial Address
Kampus Universitas Riau Kepulauan Batam Jln. Batuaji Baru No,99 Batuaji Kota Batam - Kepulauan Riau-Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
SIMBIOSA
ehadiran jurnal SIMBIOSA sangat diharapkan untuk meningkatkan publikasi ilmiah pada bidang pembelajaran Biologi dan Sains. Fokus dan cakupan SIMBIOSA secara deteil sebagai berikur: Pendidikan Biologi, mencakup : pembelajaran Biologi untuk sekolah menengah, dan perguruan tinggi; teknologi pembelajaran Biologi; pengembangan profesionalisme guru bidang studi Pendidikan Biologi; pembelajaran Biologi inovatif dengan menerapkan berbagai pendekatan seperti pendekatan realistik, pendekatan CTL, dan sebagainya. Sain Biologi mencakup Biologi molekuler; Bio-Ekologi; Biodiversiti; Konservasi dan bidang kajian lain yang relevan dengan Biologi dalam arti luas. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juli dan Desember). Artikel yang sudah diterima dan siap dipublikasikan melalui online (early view) secara bertahap serta versi cetaknya akan diedarkan pada akhir periode penerbitan online.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA" : 7 Documents clear
Pengaruh Pupuk KCL dan Pupuk Ps200 pada Fase Generatif Tanaman Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Hasibuan, Syafrizal; Lubis, Ade Fipriani; Ningsih, Sri Susanti; Sabina, Sahnia; Br Torus Pane, Hilda Yanti
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i2.8657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk KCl dan pupuk organik cair PS200 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buah naga (Hylocereus polyrhizus) pada fase generatif. Perlakuan yang diuji berupa beberapa dosis pupuk KCl dan pupuk PS200, dengan parameter pengamatan meliputi jumlah bunga, jumlah buah, diameter buah, dan bobot buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap komponen hasil tanaman buah naga, di mana dosis 70 g/tanaman menghasilkan jumlah bunga tertinggi, sedangkan dosis 140 g/tanaman menghasilkan jumlah buah terbanyak, diameter buah terbesar, dan bobot buah tertinggi. Pupuk PS200 juga berpengaruh nyata, dengan dosis 30 ml/liter air menghasilkan jumlah bunga dan bobot buah tertinggi, serta dosis 20 ml/liter air menghasilkan jumlah buah terbanyak. Interaksi pupuk KCl dan pupuk PS200 tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi pupuk KCl dan pupuk PS200 secara tunggal efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buah naga pada fase generatif. Secara praktis, penggunaan pupuk KCl dosis 140 g/tanaman dan pupuk PS200 dosis 20–30 ml/liter air dapat direkomendasikan dalam budidaya buah naga untuk meningkatkan produksi dan kualitas buah secara berkelanjutan
Analisis Kekerabatan Populasi Drosophila di Besuki, Bangil, dan Lumajang Berdasarkan Karakter Morfologi Savitri, Lisa; Ihsan, Kharisul; Krissanjaya, Rochmad
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i2.8415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kekerabatan populasi Drosophila dari tiga lokasi di Jawa Timur, yaitu Besuki, Bangil, dan Lumajang, berdasarkan karakter morfologi. Sampel diperoleh melalui penangkapan langsung dan diamati menggunakan parameter panjang tubuh, lebar sayap, dan intensitas pigmen. Analisis deskriptif, Principal Component Analysis (PCA), dan analisis klaster digunakan untuk menentukan pola variasi dan kedekatan morfologi antar populasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi signifikan pada ketiga parameter, di mana populasi Besuki dan Bangil menunjukkan ukuran tubuh lebih besar dibandingkan Lumajang. Pigmentasi tubuh populasi Bangil lebih gelap dibandingkan dua lokasi lainnya. Analisis PCA dan klaster menunjukkan kedekatan kekerabatan Besuki–Bangil, sedangkan Lumajang membentuk kelompok tersendiri. Variasi ini diduga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan lokal, faktor genetik, dan aspek biotik. Hasil penelitian ini menegaskan potensi penggunaan morfologi Drosophila sebagai indikator awal hubungan kekerabatan dan adaptasi lokal.
Studi Dinamika Populasi Udang Putih (Penaeus merguiensis, deMan 1888) di Perairan Sungai Bela, Kabupaten Indragiri Hilir: Pendugaan Beberapa Parameter Kunci Harahap, Syaiful Ramadhan; Yusapri, Andi; Rachman B, Arief; Nurhasan, Nurhasan; Fahlifi SF, M Riza; Ihwan, Khairul; Yulianti, Yulianti
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i2.8695

Abstract

This study examined the population dynamics of Banana Prawns (Penaeus merguiensis) in the waters of Sungai Bela, focusing on sex ratio, length-weight relationship, and natural recruitment patterns. The results show a dominance of female individuals in the population with a sex ratio of 1:1.19 (male : female), which may affect reproduction processes and population sustainability. The length-weight relationship demonstrated a negative allometric growth pattern, in which body mass grew faster than body length. Shrimp recruitment patterns show seasonal fluctuations, with recruitment peaks in July and October, which are influenced by temperature, salinity, and food availability. This study highlights the importance of continuous monitoring of the sex ratio and recruitment patterns, as well as management based on environmental factors, to support the sustainability of P. merguiensis populations. Sustainable management, including habitat conservation and catch control, is essential for maintaining ecosystem balance and ensuring the sustainability of shrimp stocks in the future.
Diversifikasi Limbah Cair Hidrosol Minyak Atsiri Pala menjadi Produk Samping Cairan Deinfektan Mendukung Agroindustri Ramah Lingkungan Azalia, Ailsa; Subandi, Subandi; Harahap, M Perdiansyah Mulia; Pratiwi, Nurma; Putri, Vera Chania
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i2.8651

Abstract

Senyawa terpenoid memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salah satu jenis cairan desinfektan yaitu berupa pembersih lantai. Lantai menjadi salah satu permukaan sebagai media pembentukan dan pertumbuhan mikroba karena keberadaan area dan celah yang tidak rata yang dapat menahan kelembapan, sehigga penting sekali untuk menjaga kebersihan lantai untuk mencegah tubuh terifeksi oleh kuman, virus, bakteri ataupun mikroorganisme penyebab penyakit. Senyawa aktif yang terkandung dalam hidrosol pala sangat berpotensi untuk dimanfaatkan bagi pembuatan cairan desinfektan alami. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode ekperimental. Melalui proses ekperimental diperoleh data kuantitatif dibutuhkan untuk analisis kualitias produk cairan desinfektan pembersih lantai dari hidrosol minyak pala sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 1842:2019. Penelitian ini akan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor dengan 3 jenis formulasi Berdasarkan hasil penelitian cairan desinfektan pembersih lantai yang dihasilkan sudah memenuhi 4 parameter standar SNI 1842-2019 yaitu pH, bobot jenis, angka lempeng total (ALT) dan koefisien fenol. Namun pada parameter total bahan aktif belum memenuhi standar SNI 1842-2019.
Pengaruh Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Anugrah, Devi; Rahmi, Rahmi; Sunarya, Dewinta Sari
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i1.7785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan konsentrasi ekstrak (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, panjang akar, berat segar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi 25% (P5) memberikan hasil tertinggi secara signifikan pada semua parameter pertumbuhan vegetatif. Kandungan senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, dan quercetin dalam ekstrak kulit bawang merah diduga berperan dalam merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini menunjukkan potensi limbah organik kulit bawang merah sebagai biofertilizer ramah lingkungan untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Hubungan Antara Interval Pemberian Air dan Bahan Organik Terhadap Peningkatan Produksi Edamame (Glycine max L. Merril) Zulia, Cik; Hermawan, Ricky; Lubis, Ade Fipriani; Ansoruddin, Ansoruddin; Br Torus Pane, Hilda Yanti
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i2.8669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil dari perlakuan interval pemberian air dan bahan organik terhadap peningkatan produksi basah edamame (Glycine max L. Merril). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) yang terdiri atas dua faktor perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi persentase tumbuh, umur mulai berbunga, jumlah polong berisi per tanaman, jumlah polong berisi per plot, bobot segar polong berisi per tanaman, dan bobot segar polong berisi per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval pemberian air tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Sebaliknya, pemberian kompos TKKS berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan kompos TKKS dosis 6 ton/ha (1,2 kg/plot) memberikan hasil terbaik dengan umur mulai berbunga tercepat yaitu 34,33 hari, jumlah polong berisi per tanaman terbanyak sebesar 27,78 buah, jumlah polong berisi per plot sebesar 203,78 buah, bobot segar polong berisi per tanaman tertinggi sebesar 57,00 g, bobot segar polong berisi per plot sebesar 0,52 kg, serta persentase tumbuh mencapai 100%. Interaksi antara interval pemberian air dan pemberian kompos TKKS tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Pemanfaatan limbah TKKS sebagai pupuk organik tidak hanya mendukung peningkatan hasil tanaman, tetapi juga berkontribusi terhadap pengelolaan limbah perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan dan efisien.
Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi Pekarangan di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur Nurchayati, Nunuk; Ardiyansyah, Fuad; Zulfiya, Irdhayana
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i2.8687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi dan struktur vegetasi pada lahan pekarangan di Desa Dadapan Kecamatan Kabat, Kebupaten Banyuwangi. Lokasi pengambilan sampel adalah lima titik yang terletak pada area pekarangan di pusat desa, pinggiran desa, dan dekat lahan pertanian). Penelitian dilakukan dengan metode Purposive Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan komposisi vegetasi memiliki keanekaragaman taksonomi yang cukup baik, yaitu terdiri dari 425 individu, 30 spesies, 29 genus, dan 24 famili. Analisis INP menunjukkan setiap strata vegetasi didominasi oleh tanaman produktif untuk rumah tangga, yaitu tanaman pangan dan obat. Indeks keanekaragaman kategori tinggi (3,08) sehingga terlihat adanya variasi jenis yang besar. Indeks kesamaan jenis tinggi (0,91) sehingga menandakan distribusi individu antar spesies seimbang. Indeks kekayaan jenis sedang (4,79) sehingga menandakan masih memungkinkan untuk dilakukan peningkatan jumlah spesies. Kondisi vegetasi di lahan pekarangan Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi masih cukup stabil, seimbang dan mendukung fungsi ekologis, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan pada skala rumah tangga.

Page 1 of 1 | Total Record : 7