cover
Contact Name
Andreliano Yosua Rompis
Contact Email
andrelianoyosua@gmail.com
Phone
+6281382719085
Journal Mail Official
essentialredaksi@gmail.com
Editorial Address
Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Essential: Essence of Scientific Medical Journal
Published by Universitas Udayana
ISSN : 19790147     EISSN : 26556472     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Essence of Scientific Medical Journal (ESSENTIAL) merupakan salah satu media publikasi ilmiah yang dimiliki oleh Kelompok Ilmiah Hippocrates FK Unud. Jurnal Essential menerima karya ilmiah berupa penelitian dan tinjauan pustaka dari seluruh mahasiswa kesehatan di Indonesia. Essential (Essence scientific Medical Journal) menerima dan mempublikasikan artikel penelitian dan tinjauan pustaka dalam ruang lingkup ilmu kesehatan atau bidang kedokteran meliputi ilmu dasar kedokteran, ilmu klinis dan kesehatan komunitas, ataupun penelitian eksperimental hewan atau manusia.
Articles 103 Documents
NEUTROPHIL GELATINASE-ASSOCIATED LIPOCALIN (NGAL): BIOMARKER URIN POTENSIAL DALAM DIAGNOSIS PENYAKIT GINJAL KRONIS Ahmad Razi Maulana Alnaz; Rasyid Ridha; Aqyl Hanif Abdillah
Essence of Scientific Medical Journal Vol 19 No 2 (2021): Volume 19 No. 2 (Juli - Desember 2021) Essential: Essence of Scientific Medical
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2021.v19.i02.p06

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah penyakit yang sering menjadi masalah kesehatan pada masyarakat, terutama pada lansia, sebagai akibat dari masalah kardiovaskular seperti obesitas dan hipertensi yang menjadi penyebab utama kematian lansia pada negara-negara berkembang. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan diagnostik dari NGAL urine dalam diagnosis PGK. Tinjauan pustaka ini dibuat dengan cara melakukan literature searching pada search engine seperti Google Scholar, PubMed, dan Sciencedirect, dengan menggunakan kata kunci NGAL, uNGAL, biomarker, CKD, dan elderly. Dari hasil pencarian, didapatkan sebanyak 37 jurnal sebagai bahan referensi. Pembahasan: Dengan menganalisis literatur-literatur tersebut, didapatkan bahwa NGAL merupakan suatu polipeptida yang tergolong ke dalam kelompok lipocalin yang ekspresinya akan dijumpai meningkat pada keadaan inflamasi, termasuk pada ginjal. Dalam mendiagnosis PGK, kemampuan diagnostik NGAL urine yang dinyatakan dalam nilai AUC lebih tinggi dibandingkan dengan biomarker-biomarker lainnya. Selain itu, NGAL urine juga berkorelasi lebih kuat dengan penurunan faal ginjal dibandingkan dengan NGAL plasma. Kesimpulan: Sebagai kesimpulan, NGAL urine merupakan suatu biomarker urin potensial dalam mendiagnosis PGK pada lansia. Kata kunci: Biomarker, NGAL, PGK, Urin
TERAPI MESENCHYMAL STEM CELL SEBAGAI MODALITAS TATALAKSANA OSTEOARTRITIS Emeraldha Theodorus; Debby Cinthya D Valentina; Theodora Agverianti; Renti Kusumaningrum Samosir
Essence of Scientific Medical Journal Vol 19 No 2 (2021): Volume 19 No. 2 (Juli - Desember 2021) Essential: Essence of Scientific Medical
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2021.v19.i02.p01

Abstract

ABSTRAK TERAPI MESENCHYMAL STEM CELL SEBAGAI MODALITAS TATALAKSANA OSTEOARTRITIS Pendahuluan: Osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif dan progresif dengan adanya degradasi kartilago artikular, pembentukan osteofit, kerusakan tulang subkondral, dan inflamasi membran sinovial. Angka kejadian penyakit sendi usia di atas 15 tahun di Indonesia sebanyak 15%, dengan 60% merupakan OA pada lutut. Penelitian terbaru menyebutkan adanya potensi mesechymal stem cell (MSC) sebagai tatalaksana OA. Pembahasan: Patogenesis OA melibatkan aktivasi sistem imun yang menyebabkan penurunan sistesis kartilago dan kerusakan kartilago. Sistem imun juga memicu aktivasi c-Jun NH 2-terminal Kinase (JNK) signalling pathway yang menyebabkan degenerasi kartilago. Penatalaksanaan OA telah berkembang menjadi terapi intra-artikular, salah satunya dengan mesenchymal stem cell (MSC). Mekanisme MSC dalam terapi OA yaitu dengan menstimulasi kolagen tipe dua untuk regenerasi kartilago, mempercepat diferensiasi kartilago, dan memiliki efek anti-inflamasi. Penggunaan MSC secara autotransplantasi dapat diambil melalui adipose tissue liposuction dan aspirasi sumsum tulang. Penggunaan MSC allotransplantasi yang terbaik berasal dari sel Wharthon’s Jelly dari human umbilical cord tissue (HUCT). Simpulan: Potensi sel punca mesenkimal dalam proses regenerasi jaringan kartilago dan anti-inflamasi setelah paparan stres oksidatif dapat dijadikan sebagai modalitas terapi baru untuk mencegah perburukan pada pasien OA. Kata kunci: Osteoartritis, Stem cell, Terapi
POTENSI miRNA SEBAGAI ALAT DIAGNOSTIK POLIP KOLON: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA Louis Fabio Jonathan Jusni; Jason Adiwardhana; Maxmillion Budiman Kadharmestan
Essence of Scientific Medical Journal Vol 19 No 2 (2021): Volume 19 No. 2 (Juli - Desember 2021) Essential: Essence of Scientific Medical
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2021.v19.i02.p07

Abstract

Introduction: Colonic polyps are distinct tissue growth inside the lumen of the colon and an expected precursor for the development of colorectal cancer. Prospective diagnostic modalities such as miRNA might be ideal to evaluate the progression. There are evidence from multiple studies that implied certain dysregulation of miRNA indicates pathologic changes regarding colonic polyps Aim: This review aims to provide overview of the diagnostic capabilities of miRNA in colon polyp and identify gaps of knowledge for further studies Method: A review based on Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses (PRISMA) was conducted with the database from Pubmed, Science Direct, and Proquest Result: A total of five studies has reported diagnostic accuracies of miRNA in distinguishing adenoma polyp and normal, adenoma polyp and hyperplastic polyp, sessile serrated adenoma/polyps and hyperplastic polyp, colon polyp and colorectal cancer. Conclusion: miRNAs could be a potential biomarker for colon polyp. Further diagnostics studies, in particular those with clinical values, need to be conducted.
Kombinasi Nanopartikel Quercetin-Kaempferol Berpolimer Kitosan sebagai Penatalaksanaan Kanker Kolorektal Anak Agung Bagus Putra Indrakusuma; Aizar Vesa Prasetyo; Nareswara Pawestri; Ketut Adhi Pramana Sinardja
Essence of Scientific Medical Journal Vol 19 No 2 (2021): Volume 19 No. 2 (Juli - Desember 2021) Essential: Essence of Scientific Medical
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2021.v19.i02.p02

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang berasal dari jaringan usus besar. Kanker kolorektal telah mengakibatkan 2 juta kasus baru dan 1 juta kematian secara global. Di Indonesia, prevalensi kanker kolorektal adalah 12,8% per 100.000 penduduk usia dewasa dengan mortalitas sebesar 9,5%. Penanganan kanker kolorektal saat ini seperti pembedahan, radioterapi, dan pemberian obat anti-kanker dinilai kurang efektif karena mahal dan memicu efek samping. Pembahasan: Quercetin dan kaempferol merupakan zat flavonoid yang dapat mengobati kanker kolorektal melalui serangkaian mekanisme pada tahapan proses karsinogenesis, yaitu menghalangi proliferasi dengan menghambat NF-kB, meningkatkan proses apoptosis dengan memengaruhi gen CASP2, CLEC4M, dan NTR3K, serta menimbulkan efek antiangiogenesis dengan menurunkan ekspresi MMP-2 dan MMP-9. Keterbatasan modalitas ini ialah rendahnya bioavailabilitasnya sehingga dikemas dalam bentuk nanopartikel berpolimer kitosan. Quercetin terbanyak diperoleh dari kulit bawang sedangkan kaempferol diperoleh dari daun bawang. Pembuatan nanopartikel kitosan quercetin-kaempferol menggunakan metode top down (maserasi). Modalitas ini diadministrasikan secara oral. Kitosan sebagai polimer akan larut saat memasuki asam lambung. Farmakokinetik dari modalitas akan dimulai dengan absorpsi oleh usus halus dan diakhiri oleh ekskresi oleh ginjal serta eliminasi oleh usus besar. Quercetin 15 ?M-30 ?M mampu menurunkan cell viability menjadi 63 ± 1,3% hingga 41 ± 0,3%. Sedangkan, kaempferol 30 ?M-60 ?M mampu menurunkan cell viability menjadi 62 ± 0,83% hingga 26 ± 0,91%. Simpulan: Kombinasi quercetin dan kaempferol dapat meningkatkan proses apoptosis secara eksternal maupun internal serta menghambat proliferasi dan angiogenesis sel kanker kolorektal. Kata kunci: Kanker kolorektal, Quercetin, Kaempferol
Pemberdayaan Desa Adat dan Dokter Keluarga pada Aplikasi Telemedicine untuk Mengurangi Kejadian Covid-19 di Bali Vingky Winda Astiti; Ni Ketut Ristiani; I Gusti Ayu Gita Widyaswari; Agung Wiwiek Indrayani
Essence of Scientific Medical Journal Vol 19 No 2 (2021): Volume 19 No. 2 (Juli - Desember 2021) Essential: Essence of Scientific Medical
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2021.v19.i02.p08

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Prevalensi COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan terutama pada bulan Maret hingga September 2020. Salah satu provinsi yang terdampak COVID-19 adalah Bali. Pandemi COVID-19 ini membuat pemerintah daerah Bali menerbitkan berbagai kebijakan untuk menurunkan prevalensi COVID-19. Tokoh adat dan agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan seluruh elemen masyarakat di Bali telah bersatu dan lebih disiplin untuk mengimplementasikan protokol pencegahan COVID-19. Untuk menurunkan prevalensi COVID-19 di Bali juga perlu adanya edukasi dan pemberian informasi yang akurat kepada masyarakat Bali. Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan konsep dokter keluarga, namun jika melihat situasi pandemi, seluruh lapisan masyarakat harus menerapkan jarak secara fisik untuk pencegahan COVID-19. Oleh karena itu, aplikasi kesehatan online dapat menjadi solusi efektif untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan, salah satunya telemedicine. Pembahasan: Penggunaan telemedicine menjadi salah satu solusi bagi para dokter dan masyarakat Bali untuk menurunkan prevalensi COVID-19 dengan menjaga jarak dan menyediakan layanan personal care secara online. Konsep dari program ini adalah membuat aplikasi edukasi dan konsultasi online, serta bekerjasama dengan desa adat Bali untuk menanyakan jumlah keluarga yang dapat mengakses internet, serta membantu optimalisasi pemerataan pelayanan. Untuk efektifitas penyampaian informasi tentang COVID-19 di Bali, dokter keluarga dapat bekerjasama dengan desa adat Bali. Simpulan: Menurut penelitian, dokter keluarga memegang peranan yang sangat penting dalam kelangsungan hubungan pasien dengan dokter. Dengan menggunakan telemedicine, kita bisa melakukan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat tentang pandemi COVID-19. Kata Kunci: COVID-19, dokter keluarga, desa adat Bali, telemedicine, aplikasi
Pengaruh Probiotik Terhadap Aktivitas Penyembuhan Luka Pada Pasien Dengan Ulkus Kaki Diabetes Muhammad Luthfi Adnan
Essence of Scientific Medical Journal Vol 19 No 2 (2021): Volume 19 No. 2 (Juli - Desember 2021) Essential: Essence of Scientific Medical
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2021.v19.i02.p04

Abstract

Pendahuluan: Insidensi penyakit diabetes semakin meningkat setiap tahunnya. Salah satu komplikasi terkait pneyakit diabetes adalah ulkus kaki diabetes (UKD). Kejadian ulserasi pada UKD dapat diakibatkan oleh timbulnya infeksi bakteri pada luka. Probiotik merupakan mikroorganisme yang telah lama dimanfaatkan dalam produk makanan karena efek menyehatkannya. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk membahas peran probiotik dalam perbaikan kondisi pasien diabetes mellitus tipe 2 dan pengaruh probiotik dalam proses penyembuhan luka pada luka ulkus kaki diabetes. Pembahasan: UKD dipengaruhi dari penyakit arteri perifer (PAP) dan neuropati pasien diabetes dengan infeksi bakteri yang terjadi pada luka pasien. Probiotik memiliki efek perbaikan kondisi metabolik pasien diabetes dan meningkatkan kemampuan penyembuhan pasien dengan UKD melalui modulasi pada sistem imun untuk meningkatka kemampuan penyembuhan luka pasien. Simpulan: Probiotik dapat meningkatkan kemampuan penyembuhan pasien UKD. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan keefektifitas probiotik sebagai terapi penyembuhan pada pasien UKD di masa depan.
Efek Skopoletin dari Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia) sebagai Modalitas Herbal dalam Penanganan Preeklamsia Michael Christopher; Stevina Debora; Eunike Louisa
Essence of Scientific Medical Journal Vol 19 No 2 (2021): Volume 19 No. 2 (Juli - Desember 2021) Essential: Essence of Scientific Medical
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2021.v19.i02.p03

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Preeklamsia adalah gangguan yang biasa terjadi pada wanita normotensif, yang ditandai dengan adanya hipertensi. Preeklamsia seringkali menyebabkan terjadinya morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janin. Tidak sedikit kematian yang disebabkan oleh preeklamsia setiap tahunnya, karena itu perlu dilakukan pengobatan yang baik dan tepat. Penulisan ini dilakukan dengan tujuan mencari tahu dan membuat kajian literatur mengenai penanganan preeklamsia berbasis herbal, yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Pembahasan: Banyak faktor dapat menyebabkan terbentuknya preeklamsia, beberapa di antaranya peningkatan stres oksidatif dan penurunan nitrogen monoksida (NO). Peningkatan stres oksidatif dapat menyebabkan disfungsi plasenta yang pada akhirnya akan menimbulkan manifestasi klinis dari preeklamsia. Menurunnya NO juga dapat menimbulkan manifestasi klinis dari preeklamsia. Skopoletin berasal dari ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia), antioksidannya mampu mencegah kerusakan sel akibat stres oksidatif dan mencegah inaktivasi NO akibat radikal bebas. Skopoletin terbukti dapat menimbulkan penurunan tekanan darah yang signifikan pada tikus dengan hipertensi terkait stres oksidatif (PNL). Selain itu, juga terbukti dapat meningkatkan NO secara signifikan, pada kelompok PNL dan kelompok hipertensi umum (PN). Kesimpulan: Preeklamsia dapat ditangani dengan antioksidan skopoletin. Hasil yang ditimbulkan adalah pengaruh terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik, serta mean arterial pressure. Skopoletin berpengaruh pada peningkatan NO yang menghasilkan efek vasodilatasi. Dengan penulisan ini, diharapkan dapat memajukan pengobatan preeklamsia ke depannya. Kata Kunci: Morinda citrifolia, preeklamsia, skopoletin
Potensi Kuersetin Terenkapsulasi PLGA sebagai Terapi dalam Penatalaksanaan Kanker Payudara Putu Risya Sadhu Putra; Aizar Vesa Prasetyo; Putu Sinta Elix Wahyuni
Essence of Scientific Medical Journal Vol 20 No 1 (2022): Volume 20 No. 1 (Januari - Juli 2022) Essential: Essence of Scientific Medical J
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2022.v20.i01.p03

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara adalah jenis kanker utama yang terlibat dalam kematian wanita di dunia. Kanker ini merupakan salah satu kanker yang paling umum diderita di seluruh dunia dengan angka kejadian sekitar dua juta kasus per tahun. Kuersetin merupakan jenis senyawa aktif flavonoid. Senyawa aktif ini menginduksi apoptosis sel dan mempengaruhi siklus sel sehingga berpotensi dalam pengobatan kanker payudara. Akan tetapi efek kuersetin memilik keterbatasan pada sifatnya yang larut dalam air, tidak stabil pada struktur kimianya, serta sukar diserap pada jalur gastrointestinal sehingga bioavaibilitasnya buruk. Formulasi nano dari kuersetin dengan memanfaatkan Poly (lactic-co-glycolic acid) PLGA dapat menjadi pilihan dalam meningkatkan efek anti-kanker dari kuersetin. Pembahasan: Hasil tinjauan pustaka pada berbagai studi literatur menunjukkan bahwa kuersetin terenkapsulasi PLGA menunjukkan peningkatan aktivitas apoptosis (dini, terlambat) secara dignifikan sebesar 53,37% dan 6,78% dibandingkan dengan kontrol dan PLGA. Dibandingkan dengan PLGA tanpa kuersetin, kuersetin yang dienkapsulasi PLGA mampu memiliki aktivitas anti kanker yang sangat baik dengan menurunkan viabilitas sel hingga 40% dalam kisaran konsentrasi 0-2 µg. / mL. Simpulan: Oleh karena itu terapi kuersetin terenkapsulasi PLGA dalam penatalaksanaan kanker payudara memiliki potensi yang menjanjikan sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
POTENSI FOTODINAMIK SEBAGAI MODALITAS TERAPI ALTERNATIF NON INVASIF PADA ORAL CANCER Timotius William Yusuf; Jason Chen; Vincentius Mario Yusuf
Essence of Scientific Medical Journal Vol 20 No 1 (2022): Volume 20 No. 1 (Januari - Juli 2022) Essential: Essence of Scientific Medical J
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2022.v20.i01.p04

Abstract

Introduction: Oral cancer is defined as a type of malignancy that occurs in the oral cavity and occupies the top 10 leading causes of cancer worldwide. Oral cancer mortality rate is high with a five-year survival rate of only 50-60%. The current treatment is invasive, risky, with severe complications that can reduce therapy efficacy and patients’ quality of life. Based on previous studies, photodynamics is a promising alternative therapy for oral cancer because of its selective non-invasive traits and good clinical results. Methods: This literature review was done based on PICO and determined inclusion criterias. Studies were extracted from “PubMed”, “ScienceDirect”, and “SpringerLink” databases using “boolean operator” search method. Results & Discussion: There were a total of 11 clinical studies that met the inclusion criteria and stated that photodynamic therapy was effective in the treatment of oral cancer. Clinical efficacy is seen from high complete response rates and survival rates accompanied by low recurrence rates. The mechanism underlying its efficacy is photosensitizer excitation triggers the production of reactive oxygen species that lead to the destruction of cancer cells. It was also found that photodynamic exposure can cause shut-down of tumor tissue blood vessels and activation of immune system. The most common side effects are pain, swelling, and photosensitivity. In general, side effects found are not fatal, can be controlled and do not cause lasting functional or aesthetic impacts. Conclusion: Photodynamic is effective as a non-invasive therapy modality in oral cancer with good clinical efficacy and safety profile.
GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG ISOLASI MANDIRI CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAUH TAHUN 2021 Devin Mahendika; Multazam Fahreza Chandra; Astri Dwi Andini; Mai Ismil Husni Tasyriqiyyah; Naila Widanti; Sylfia Mustika; Ida Rahmah Burhan; Ema Julita
Essence of Scientific Medical Journal Vol 20 No 1 (2022): Volume 20 No. 1 (Januari - Juli 2022) Essential: Essence of Scientific Medical J
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2022.v20.i01.p06

Abstract

Introduction: Coronavirus Disease-19 (COVID-19) was a disease caused by SARS-CoV-2. The positivity rate for COVID-19 at the Pauh Health Center until August 2021 reached 34.95%. Most of the people lived in Pauh who have been confirmed COVID-19 were self-isolating. Method: This study used a political and logical approach with descriptive and cross-sectional design. The research was conducted from August – September 2021 in Cupak Tangah, South Limau Manis, and Koto Luar. The research data was obtained by filling out the respondent's questionnaire and guided interview. Result: The problem found using the Hanlon method was the high positivity rate of COVID-19 at the Pauh Health Center. This was due to several factors, such as the lack of public knowledge about COVID-19 and self-isolation, lack of awareness in implementing health protocols, lack of concern and negative stigma towards people who are confirmed to have COVID-19, lack of strict supervision of health protocols by cross-sectors, and obstacles in purchasing. Standard Personal Protective Equipment (PPE). Discussion: Health promotion with modules was chosen based on the demographic and geographical conditions of the Pauh with the aim of providing an understanding of self-isolation. Other activities carried out are socialization and evaluation in the form of pre and post tests targeting the community, health workers, and officials in the Pauh. Conclusion: The solution to the high COVID-19 positivity rate in the Pauh Health Center work area was to form an independent isolation module using the Plan, Do, Check, and Action (PDCA) flow, making this module can be an outcome in helping to improve people's behavior and educating the public to behave well according to the rules. Keywords: COVID-19, module, primary health care, self-isolation

Page 6 of 11 | Total Record : 103