cover
Contact Name
Prof. Dr. Suwarto, M.Pd
Contact Email
suwartowarto@yahoo.com
Phone
+6281329275915
Journal Mail Official
suwartowarto@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Letjend Sujono Humardani No. 1 Jombor Sukoharjo 57521
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan
ISSN : 2715095X     EISSN : 26865041     DOI : https://doi.org/10.32585/jp.v29i2.647
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan merupakan jurnal ilmiah yang memuat dan menyebarluaskan hasil penelitian, kajian mendalam, dan gagasan atau karya inovatif di bidang pendidikan. Karya inovatif para guru dan dosen pembangunan sektor pendidikan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi sekolah dan institusi pendidikan menjadi fokus jurnal ini. 1. Media pembelajaran 2. Model Pembelajaran 3. Pendekatan Pembelajaran 4. Strategi Instruksional 5. Metode Intruksional 6. Teknik Pengajaran 7. Taktik Pengajaran
Articles 443 Documents
Analisis Kesulitan Membaca pada Siswa Kelas V dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Rahma Rahmawati; A. Awaliya Zahra; Muhammad Akhir
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesulitan membaca yang dialami oleh siswa kelas V UPT SDN 75 Bentang dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak 25 siswa kelas V yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes membaca, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca siswa mencakup tiga aspek utama, yaitu kelancaran membaca, pengenalan kata, dan pemahaman isi bacaan. Sebagian besar siswa masih membaca dengan cara mengeja, melakukan kesalahan dalam pengucapan kata, serta mengalami kesulitan memahami gagasan utama teks. Faktor penyebab utama meliputi rendahnya motivasi membaca, keterbatasan dukungan literasi keluarga, dan kurangnya variasi metode pembelajaran yang digunakan guru. Kesulitan membaca juga berdampak pada rendahnya kepercayaan diri siswa serta hasil belajar di berbagai mata pelajaran. Pembahasan memperlihatkan bahwa penerapan metode pembelajaran interaktif seperti SAS dan PQ4R dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa dalam kegiatan membaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesulitan membaca merupakan permasalahan multidimensional yang memerlukan kolaborasi antara guru, sekolah, dan keluarga dalam menciptakan ekosistem literasi yang kondusif. Diperlukan inovasi strategi pembelajaran membaca yang menyenangkan dan berorientasi pada kebutuhan siswa untuk meningkatkan kemampuan literasi secara berkelanjutan.
Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Classroom Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI SMK PGRI 2 Belitang Fila Fianti fianti; Miftakhur Rohmah; Mursilah Mursilah
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7622

Abstract

Dalam proses mengajar dan belajar, model pembelajaran merupakan komponen penting. Motivasi dan minat siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran. Karena model pembelajaran memungkinkan siswa untuk merancang lingkungan belajar yang kreatif, penerapannya di bidang pendidikan merupakan komponen yang penting. Selain meningkatkan keterlibatan, kemandirian, dan pemahaman siswa, model pembelajaran Flipped Classroom memfasilitasi pemanfaatan teknologi sebaik mungkin dan membantu guru meningkatkan presentasi siswa. Penelitian ini berupaya untuk: 1) mengkaji bagaimana model pembelajaran flipped classroom diterapkan dalam mata pelajaran akuntansi untuk siswa kelas XI di SMK PGRI 2 Belitang; 2) meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI di SMK PGRI 2 Belitang; dan 3) menentukan bagaimana model pembelajaran flipped classroom memengaruhi hasil belajar siswa kelas XI di SMK PGRI 2 Belitang. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif. Tes dan angket digunakan sebagai metode pengumpulan data. Berdasarkan temuan analisis,kategori tinggi mencapai 40%, sedang 46,66%, dan rendah 13%, sehingga nilai dikategorikan sedang. Dari tingkat signifikansi yang di atas 0,000, maka dapat dikatakan signifikan.
Desain Pembelajaran Pemrograman Terpadu Berbasis Project Based Learning dengan Bantuan Lembar Kerja Siswa Elektronik (e-LKS) Wigi Nuriyah Musyafa; Izzatur Raihani
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7633

Abstract

Kecepatan perkembangan teknologi menuntut guru untuk berinovasi mengenai desain pembelajaran yang interaktif, mendalam, dan canggih. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk merancang dan meningkatkan desain pembelajaran sebelumnya dengan mengembangkan desain pembelajaran yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas desain pembelajaran pemrograman terpadu melalui metode PjBL dengan bantuan e-LKS. Selain itu, tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil kompetensi siswa, baik secara nilai pemahaman serta praktek pada kehidupan nyata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas berdasarkan model spiral Kemmis dan McTaggart meliputi proses perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang berlangsung secara berulang. Penggunaan metode penelitian tindakan kelas ini menghasilkan berbagai temuan yang menunjukkan dinamika perubahan pembelajaran pemrograman di kelas. Berdasarkan dua siklus tindakan, terlihat adanya pola peningkatan pada keterlibatan siswa, penguasaan konsep, serta ketuntasan belajar.
Humanisme Islami dalam Pendidikan Agama Islam: Fondasi, Prinsip, dan Implementasi Pembelajaran Ahmad Robieth; Syaiful Hadi
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7669

Abstract

Fenomena kekerasan di lingkungan sekolah menjadi tantangan serius bagi pendidikan Indonesia. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki potensi strategis untuk membentuk literasi anti-kekerasan melalui penanaman nilai moral, etika, dan sosial yang berbasis ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana PAI dapat memperkuat literasi anti-kekerasan pada peserta didik, termasuk pemahaman nilai-nilai anti-kekerasan, model pembelajaran, dan strategi implementasi dalam kurikulum. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan (library research), dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi literatur primer dan sekunder terkait pendidikan agama, kekerasan di sekolah, dan literasi moral. Analisis dilakukan dengan metode content analysis, dilengkapi triangulasi teori untuk memastikan validitas konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti rahmah, ’adl, ihsan, dan silm menjadi fondasi anti-kekerasan, namun praktik pembelajaran PAI masih dominan kognitif dan kurang kontekstual. Model pembelajaran yang efektif meliputi metode kooperatif, diskusi kasus, simulasi, role playing, dan proyek sosial, dengan guru sebagai teladan moral. Strategi implementasi kurikulum harus menekankan penguatan konten nilai perdamaian, metode humanistik, pembinaan budaya sekolah, pelatihan guru, evaluasi berkelanjutan, dan literasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa literasi anti-kekerasan melalui PAI dapat membentuk peserta didik yang kritis, empatik, toleran, dan siap menghadapi tantangan sosial secara konstruktif.
Paradigma Konseptual Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Etika Global Peserta Didik Miftahul Faoz; Syaiful Hadi
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7670

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk etika global peserta didik, termasuk nilai keadilan, toleransi, kasih sayang, perdamaian, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma konseptual pembelajaran PAI dalam membangun etika global peserta didik, menekankan prinsip moral Islam, model pembelajaran, dan strategi implementasi kurikulum. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan (library research) dengan pengumpulan data melalui dokumentasi literatur primer dan sekunder terkait pendidikan agama, etika, karakter, dan literasi sosial. Analisis dilakukan dengan content analysis dan triangulasi teori untuk memastikan validitas konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai etika global menjadi fondasi moral PAI, namun praktik pembelajaran masih dominan kognitif. Model pembelajaran yang efektif meliputi pembelajaran kooperatif, diskusi kasus, simulasi, role-playing, dan proyek sosial, dengan guru sebagai teladan moral. Strategi implementasi kurikulum menekankan penguatan konten nilai etika global, metode humanistik, budaya sekolah yang mendukung, pelatihan guru, evaluasi berkelanjutan, dan literasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa PAI berbasis etika global mampu membentuk peserta didik yang kritis, etis, peduli sosial, dan siap menghadapi tantangan global.
Paradigma Konseptual Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Nilai Kemanusiaan Khasanah, Miftachul; Hadi, Syaiful
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7671

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kemanusiaan, termasuk kasih sayang, keadilan, kebaikan, dan perdamaian pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma konseptual pembelajaran PAI berbasis nilai kemanusiaan dengan menekankan prinsip moral Islam, model pembelajaran, serta strategi implementasi kurikulum yang relevan dengan tantangan pendidikan kontemporer. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan atau library research, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi literatur primer dan sekunder yang berkaitan dengan pendidikan agama, pendidikan karakter, dan penguatan nilai moral dalam proses pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis yang dipadukan dengan triangulasi teori untuk memastikan validitas dan konsistensi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan menjadi fondasi moral dalam pembelajaran PAI, namun praktik pembelajaran di sekolah masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif. Model pembelajaran yang dinilai efektif meliputi metode kooperatif, diskusi kasus, simulasi, role-playing, proyek sosial, dan refleksi moral dengan guru berperan sebagai teladan nilai dan fasilitator pembelajaran. Strategi implementasi kurikulum menekankan penguatan konten nilai kemanusiaan, pendekatan humanistik, pengembangan budaya sekolah yang inklusif, pelatihan guru, evaluasi berkelanjutan, serta pemanfaatan literasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI berbasis nilai kemanusiaan mampu membentuk peserta didik yang kritis, etis, peduli sosial, toleran, dan bertanggung jawab serta memiliki kesiapan menghadapi dinamika kehidupan masyarakat global yang kompleks sekaligus memperkuat karakter kebangsaan dan spiritualitas peserta didik dalam kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan serta mendorong praktik pendidikan yang lebih humanis dan transformatif.
Pelaksanaan Program Pembelajaran Calistung Dalam Meningkatkan Kesiapan Belajar Siswa Kelas Awal Fajriani, Nur; Nasrah, Nasrah; Nurmuzdalifah, Nurmuzdalifah
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7778

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program pembelajaran calistung (membaca, menulis, dan berhitung) dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa kelas awal. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain one group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas 15 siswa kelas awal di SDN 75 Bentang, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Program pembelajaran calistung dilaksanakan selama lima hari melalui kegiatan membaca permulaan, latihan menulis bertahap, dan pembelajaran berhitung menggunakan benda konkret. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi sebelum dan sesudah pelaksanaan pembelajaran calistung. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kesiapan belajar siswa pada seluruh aspek yang diamati. Sebelum perlakuan, sebagian besar siswa menunjukkan kesiapan belajar yang rendah, ditandai dengan keterbatasan dalam mengenal huruf, menulis, dan berhitung. Setelah pelaksanaan program, terjadi peningkatan kemampuan membaca suku kata sederhana, keterampilan menulis yang lebih rapi, serta kemampuan mengenal dan menggunakan angka dengan benar. Selain itu, siswa juga menunjukkan sikap belajar yang lebih positif dan rasa percaya diri yang meningkat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program pembelajaran calistung secara terstruktur, bertahap, dan menyenangkan berpengaruh positif dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa kelas awal.
Hubungan Keaktifan Bertanya, Menanggapi, dan Menyanggah Dalam Proses Perkualiahan Terhadap Hasil Tes Pendidikan Kesehatan Sekolah Di STKIP Kartyas Argya Pradana
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i2.8115

Abstract

Keaktifan bertanya, menanggapi, dan menyanggah atau lebih singkatnya disebut diskusi dalam perkuliahan seringkali dianggap sebagai suatu yang mengganggu, baik oleh sesama mahasiswa atau bahka dosennya. Aktivitas ini tidak jarang dianggap sebagai kegiatan mencari perhatian dan mematikan penampilan teman saat presentasi atau pengajaran dosen. Padahal, asumsi peneliti menyatakan bahwa kegiatan diskusi seperti ini adalah hal yang krusial untuk dilakukan dalam dunia pendidikan mengingat pendidikan adalah ajang untuk melatih pikiran yang kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada korelasi yang signifikan antara keaktifan dalam kelas dengan nilai tes. Hal ini dilakukan agar dapat menjadi landasan berpikir dan bantahan terhadap stigma yang telah ada bahwa sesungguhnya mahasiswa yang aktif adalah tenda konsentrasi yang tinggi dalam belajar, sehingga nilainya lebih tinggi daripada yang pasif. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional yang menghubungkan data keaktifan dengan nilai 4 buah kuis yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali. Hasilnya adalah dari keempat kuis tersebut menghasilkan rhitung > rtabel dengan taraf signifikansi 5% dan 1% (0,477, 0,353, 0,336, 0,329) sehingga dapat disimpulkan bahwa keaktifan memang memberi dampak signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran SB2 Berbasis Permainan Tradisional Naga Tangga Pada Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Soviany, Afrischa Novia; Putri, Kharisma Eka; Sulistiono, Sulistiono
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i2.8119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran SB2 (Smart Box dan Scrapbook) berbasis permainan tradisional naga tangga pada pembelajaran IPAS materi sumber daya alam di sekolah dasar. Penelitian memanfaatkan metode deskriptif kualitatif dengan subjek guru dan 37 siswa kelas IV SD Negeri 3 Klodan. Pengumpulan data dilangsungkan dengan kegiatan observasi, wawancara, dan penyebaran angket. Lalu, data yang didapati dianalisis dengan memanfaatkan model Miles dan Huberman, yang melingkupi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keakuratan data didapati dengan cara membandingkan berbagai sumber dan memanfaatkan teknik. Temuan penelitian memperlihatkan bahwasanya kegiatan pembelajaran senantiasa banyak berpusat pada penjelasan guru serta penggunaan buku sebagai sumber utama, sehingga berdampak pada rendahnya konsentrasi, minat, dan pemahaman siswa. Sebanyak 86% siswa menghadapi kesusahan memahami materi, 94% menyukai media berbasis permainan, dan 100% siswa mengungkap membutuhkan media pembelajaran inovatif. Hasil tersebut menunjukkan bahwasanya situasi pembelajaran yang berlangsung kini belum selaras dengan kebutuhan yang dimiliki siswa. karena itu, pengembangan media pembelajaran SB2 berbasis permainan tradisional naga tangga diperlukan sebagai solusi untuk mengoptimalkan keaktifan, minat, dan pemahaman siswa pada IPAS.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran “DOSIS” (Domino Sistem Pencernaan) Berbantuan AR Pada Materi Sistem Pencernaan Manusia di Sekolah Dasar Kusuma, Gharryn Rangga; Putri, Kharisma Eka; Sulistiono, Sulistiono
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i2.8260

Abstract

Pembelajaran IPAS di materi sistem pencernaan manusia masih menghadapi kendala sebab kurangnya penggunaan media belajar yang menarik, sehingga murid cenderung bosan, kurang tertarik, serta sulit mengerti materi. Tujuan dari riset ini guna menganalisis kebutuhan pengembangan media belajar DOSIS (Domino Sistem Pencernaan) berbantuan augmented reality (AR) di kelas V sekolah dasar. Metode yang diterapkan yakni kualitatif melalui pengumupulan data dengan observasi, wawancara, dan angket kepada 1 pendidik serta 30 murid SD Negeri 3 Ngetos. Analisis data melalui beberapa tahapan seperti reduksi data, menyajikan data, serta menarik simpulan. Temuan studi menunjukkan jika pembelajaran masih didominasi metode ceramah, menyebabkan rendahnya keterlibatan siswa dan hasil belajar yang belum optimal. Sebanyak 70% siswa belum memahami materi, 65% kurang tertarik, dan 83,3% merasa bosan. Di sisi lain, 100% siswa lebih semangat belajar jika disertai permainan dan 93,3% tertarik menggunakan media domino. Dengan demikian media DOSIS berbantuan augmented reality dibutuhkan sebagai inovasi belajar yang mampu menaikkan motivasi, keaktifan, dan pemahaman murid. Oleh karena itu, perlu dikembangkan media DOSIS berbantuan augmented reality yang dibuat dengan menarik, interaktif, serta sesuai dengan karakter murid agar dapat mendukung tahap belajar yang lebih efektif serta bermakna.