cover
Contact Name
Manggala Wiriya Tantra
Contact Email
manggalawiriyatantra@gmail.com
Phone
+6285735845285
Journal Mail Official
jurnalnivedana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kantil, Bulusulur, Wonogiri, Jawa Tengah, Kode Pos 57615
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Nivedana : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
ISSN : -     EISSN : 27237664     DOI : -
Jurnal komunikasi dan bahasa (nivedana) menerbitkan artikel berbasis penelitian dari berbagai topik dalam ilmu komunikasi dan bahasa. Jurnal ini memberikan ruang untuk mengakomodasi terkait dengan cakupan utama, yaitu: 1). Komunikasi dengan cakupan media, jurnalisme, komunikasi interpersonal, komunikasi massa, iklan dan studi media. 2). Bahasa dengan cakupan pembelajaran asing, bahasa Indonesia, bahasa daerah, linguistik, linguistik terapan dan sastra.
Articles 287 Documents
INTERAKSI PUBLIK DAN NARASI OLIGARKI: STUDI SOCIAL NETWORK ANALYSIS PADA KOMENTAR VIDEO WATCHDOC DOKUMENTARY Jumariani; Muhammad Qadaruddin; Nurhakki; Nining Artianasari; Reynaldi
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 2 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i2.2642

Abstract

Bagian komentar YouTube semakin berfungsi sebagai forum publik untuk membahas isu-isu politik dan sosial yang diangkat oleh media dokumenter. Video dokumenter Pesta Oligarki (Oligarchy Party) yang diproduksi oleh Watchdoc Documentary menyoroti hubungan antara oligarki dan demokrasi di Indonesia dan telah memicu respons publik yang intens di ruang digital. Namun, studi sebelumnya didominasi oleh analisis teks dokumenter dan belum mengeksplorasi pola interaksi publik yang terbentuk dari komentar netizen. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi publik dan dinamika interpretasi narasi oligarki melalui bagian komentar YouTube menggunakan pendekatan Analisis Jaringan Sosial (SNA). Studi ini menggunakan desain kuantitatif dengan data komentar yang dikumpulkan melalui platform Communalytic.org. Analisis mencakup intensitas interaksi, sentimen, kualitas komunikasi, dan topik utama. Hasil menunjukkan bahwa interaksi paling aktif terjadi pada awal rilis video, dengan dominasi percakapan antar pengguna, dan topik diskusi berfokus pada demokrasi dan isu-isu politik.
Studi Analisis Etika Komunikasi dalam Kebebasan Berekspresi Pada Penulisan Smut Fan Fiction Jasmine Alya Pramesthi
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 3 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i3.924

Abstract

Freedom of opinion is a form of channeling the expression of each individual in cyberspace or the internet. One form of self-expression and creativity is writing. There are various social media that support each individual in expressing creativity in terms of writing, including blogging or writing fiction. Various types of stories are presented in fan fiction writing, one of which is the type of love story that leads to the context of sexuality. The Korean Wave is one factor in the growing popularity of fan fiction writing. There are more than hundreds of thousands of fan fiction that have been produced about BTS, 570 thousand of which are fan fiction with mature material. This research was conducted using a qualitative approach and descriptive method. The following study uses primary data collected based on fanfiction content uploaded on the Wattpad website which is then analyzed using various literature and previous studies on communication ethics, freedom of opinion, and fanfiction writing. In the following study, researchers attempted to criticize cases that occurred in the fandom, which could give their idol a loss. This study explains that there are still violations of communication ethics committed by some fans to their idols through writing fan fiction. This is considered to violate communication ethics because of the uncomfortable feelings expressed by the object, namely his idol. Researchers formulate suggestions for future researchers to conduct a more in-depth analysis of both those who are contra and those who agree with the practice of writing fanfiction that leads to sexual behavior to provide broader insight into the following two perspectives.
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INOVASI MANAJEMEN KONTEN MEDIA SOSIAL DI KAMPUNG WISATA Leonard Dharmawan; Hudi Santoso; Wahyu Budi Priatna; Ika Sartika; Bayu Suriaatmaja Suwanda
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 3 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i3.2168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pelatihan manajemen konten media sosial di desa wisata dalam meningkatkan kemampuan digital peserta. Pelatihan ini dilaksanakan di Kampung Wisata Mulyaharja, Kota Bogor, dan melibatkan 36 peserta yang terdiri dari pengelola desa wisata, pelaku UMKM, dan pemuda kreatif lokal. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui pre-test dan post-test serta penyebaran kuesioner berskala Likert untuk menilai dimensi inovasi komunikasi, manajemen konten, dan efektivitas komunikasi digital. Hasil uji menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test, sehingga pelatihan terbukti efektif meningkatkan kemampuan peserta. Nilai validitas menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara hasil sebelum dan sesudah pelatihan, sementara reliabilitas menunjukkan tingkat konsistensi yang sangat tinggi. Secara substantif, pelatihan berhasil meningkatkan kompetensi peserta dalam strategi perencanaan konten, storytelling, copywriting, serta pengelolaan media sosial berbasis digital branding. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi inovasi berkontribusi nyata terhadap pemberdayaan masyarakat dan dapat menjadi model pengembangan kapasitas digital desa wisata di era transformasi pariwisata berkelanjutan.
ANALISIS STRATEGI BRAND COMMUNICATION ASURANSI ASTRA DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PRODUK GARDA OTO M Fadli; Abung Supama Wijaya; Herries Marithasari
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 2 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i2.2187

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Brand Communication Asuransi Astra dalam meningkatkan brand awareness produk Garda Oto dengan menggunakan pendekatan Integrated Marketing Communication (IMC). Penelitian dilakukan melalui metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, serta data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asuransi Astra mengimplementasikan lima elemen utama IMC secara terintegrasi, yaitu advertising, public relations and publicity, personal selling, digital marketing, serta event and experience. Advertising melalui media top tier memperkuat eksposur merek, sementara aktivitas public relations menghasilkan hubungan positif dengan media serta berbagai pencapaian penghargaan. Personal selling melalui Mitra Garda Oto memungkinkan interaksi langsung dengan calon pelanggan pada berbagai event strategis. Digital marketing yang dikelola secara konsisten meningkatkan engagement dan jangkauan pesan melalui media sosial. Selain itu, event dan pengalaman yang dikemas sesuai target audiens memperkuat kedekatan merek dengan komunitas pengguna kendaraan. Secara keseluruhan, strategi Brand Communication yang terintegrasi mampu meningkatkan brand awareness Garda Oto dan memperkuat posisinya di pasar asuransi kendaraan.
PENGARUH PENGGUNAAN INSTAGRAM REELS TERHADAP BRAND AWARENESS: (Analisis Kuantitatif pada Generasi Z di Yogyakarta) Muhammad Dzikry Candra N; Vera Wijayanti Sutjipto; Marisa Puspita Sary
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 1 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i1.2252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Instagram Reels terhadap tingkat brand awareness pada Generasi Z di Yogyakarta. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dan metode survei, penelitian ini melibatkan 30 responden berusia 18-25 tahun yang merupakan pengguna aktif Instagram Reels. Variabel independen dalam penelitian ini adalah intensitas penggunaan Instagram Reels, sedangkan variabel dependen adalah brand awareness yang diukur melalui brand recognition, brand recall, dan brand preference. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara penggunaan Reels dan brand awareness dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,628. Temuan ini menunjukkan bahwa konten visual pendek yang bersifat interaktif seperti Reels efektif dalam menarik perhatian dan membentuk persepsi merek pada Generasi Z. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pemasar digital dalam merancang strategi konten yang lebih efektif dan relevan untuk audiens muda.
PERAN KOL SPECIALIST DALAM PEMASARAN DIGITAL PRODUK REGLOW SKINCARE MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK Maylani Cahya
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 2 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i2.2255

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah strategi pemasaran, menjadikan media sosial seperti TikTok sebagai alat penting untuk promosi brand. Reglow Skincare sebagai brand lokal memanfaatkan TikTok untuk memperkuat pemasaran digital melalui kolaborasi dengan influencer. Dalam proses ini, KOL Specialist memiliki peran penting dalam memilih Key Opinion Leader (KOL) yang sesuai, mengelola kerja sama, serta memastikan konten selaras dengan strategi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran KOL Specialist dalam mempromosikan Reglow Skincare di TikTok serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pengelolaan kerja sama dengan KOL. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan partisipasi aktif selama kegiatan magang di PT Sinergi Ayu Semesta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KOL Specialist berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan kampanye dengan menerapkan teori Two-Step Flow of Communication, di mana pesan disampaikan secara efektif dari brand kepada audiens melalui KOL. Hambatan yang ditemukan meliputi kendala teknis seperti bug sistem dan kebijakan platform TikTok, serta hambatan non-teknis seperti komunikasi dan manajemen waktu. Hambatan tersebut dapat diatasi melalui koordinasi yang terstruktur dan komunikasi yang efektif.
PERAN DIVISI DESAIN DALAM PENGEMBANGAN KONTEN VISUAL INSTAGRAM @KOMINFOBOGOR DAN @TAKISKOTABOGOR SEBAGAI SARANA INFORMASI PUBLIK Wina Athifah Zahrah; Suparman
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 2 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i2.2258

Abstract

Abstract Social media now serves as one of the main channels for distributing public information, including by local government agencies. The Bogor City Communication and Information Agency (Diskominfo) uses Instagram @kominfobogor and @takiskotabogor to convey information to the public through visual content. However, the success of message delivery does not only depend on the existence of the platform, but also on the quality of visual design, which includes the stages of the process and the application of design principles. This study aims to describe the role of the Design Division in developing visual content on the Instagram accounts @kominfobogor and @takiskotabogor as public information media, as well as to identify the challenges and solutions encountered in developing visual content on Instagram @kominfobogor and @takiskotabogor as public information tools. The method used is qualitative descriptive by conducting in-depth interviews with the design division and conducting direct observations of the content production workflow. The analysis in this study refers to the theory of Millerson & Owens (2009), which highlights three stages of production (pre-production, production, and post-production), as well as Sitepu (2004), which describes five main principles: simplicity, balance, emphasis, rhythm, and unity. The research findings show that the Design Division plays an important role in ensuring the effectiveness of public communication through visual content that is well-planned, consistent, and in line with the institution's identity. The obstacles identified include limitations in work tools, differences in views between teams, and a lack of visual referencessample, dependent and independent variables, how to measure the variables, and techniques on data analysis. Result: it contains the main result of the research.
Implementation of Diarium as a Digital Internal Communication Medium at PT Nutech Integrasi Mayva Eka Wulandary; Ika Sartika; Renny Soelistiyowati
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 2 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i2.2263

Abstract

The development of digital technology has driven the transformation of communication in the workplace, including at PT Nutech Integrasi, which is part of TelkomGroup. This study aims to analyze the implementation of the Diarium application as a digital internal communication medium using the SMCR communication model and the Uses and Gratifications Theory (UGT). This study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques such as interviews, observation, and documentation. The results show that the implementation of Diarium reflects the SMCR model as a whole, starting from the process of sending, delivering, and receiving messages among employees. Diarium also fulfills the four main categories of needs in UGT: the need for information, personal identity, social integration, and entertainment. This application not only functions as a channel for disseminating information, but also creates a digital space for interaction and collaboration among employees. Thus, Diarium plays a strategic role in strengthening transparent, efficient, and adaptive internal communication in the era of digital transformation.
STRATEGI PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @brmpveteriner SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PUBLIK Alya Az Zahra Iriana Putri; Amiruddin Saleh
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 2 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i2.2277

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam pola komunikasi publik, Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Veteriner sebagai instansi pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjalankan fungsi komunikasi publik yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi untuk memberikan layanan kepada masyarakat terkait dengan penyediaan informasi dan edukasi melalui pemanfaatan instagram. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi peneglolaan instagram @brmpveteriner sebagai media komunikasi publik dan menganalisis tantangan yang dihadapi dalam proses pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim pengelolaan media sosial BRMP Veteriner mampu membangun sistem pengelolaan media sosial yang terstruktur, komunikatif, dan berorientasi pada partisipasi publik. Melalui penerapan teori The Circular Model of SoMe yang mencakup empat tahapan. Pada tahap share instansi fokus menyebarkan konten informatif dan edukatif. Tahap optimize difokuskan dengan mengikuti perkembangan tren dan konsistensi identitas visual. Tahap manage diterapkan melalui monitoring dan respon cepat terhadap pesan dari audiens. Serta, tahap engage dilakukan dengan pemanfaatan fitur postingan kolaborasi. Tantangan dalam pelaksanaan pengelolaan ini adalah keterbatasan sumber daya manusiadalam segi personel, serta kurangnya fasilitas pendukung produksi konten. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia melalui penambahan jumlah tim pengelola media sosial, dan pembaharuan alat produksi konten agar pemanfaatan instagram sebagai media komunikasi publik dapat berlangsung lebih optimal. Kata Kunci: Instagram, Komunikasi Publik, Pengelolaan Media Sosial, Strategi, The Circular Model of SoMe
STRATEGI COPYWRITING LINKEDIN INDONUSA TELEMEDIA (TRANSVISION) DENGAN MODEL AIDA UNTUK MENINGKATKAN ENGAGEMENT KONSUMEN Fauzul Adhim; Alfi Rahmawati
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 2 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i2.2301

Abstract

Perkembangan media sosial profesional seperti LinkedIn telah mengubah cara perusahaan membangun komunikasi dan interaksi dengan audiensnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) dalam strategi copywriting akun LinkedIn Indonusa Telemedia (Transvision) serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan keterlibatan audiens. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, analisis konten, dan studi pustaka untuk memahami pola komunikasi serta performa konten yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model AIDA mampu menciptakan pesan yang lebih menarik, persuasif, dan relevan bagi audiens profesional di LinkedIn. Strategi ini terbukti berkontribusi dalam meningkatkan engagement dan memperkuat citra merek perusahaan di ranah digital. Temuan ini menunjukkan bahwa model AIDA dapat menjadi rujukan efektif dalam merancang komunikasi digital yang berkelanjutan pada platform profesional.