cover
Contact Name
Ahmad Farham Majid
Contact Email
ahmad.farham@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285242628528
Journal Mail Official
ajme@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan H. M. Yasin Limpo No. 36 Samata-Gowa, Kampus 2 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Alauddin Journal of Mathematics Education (AJME)
ISSN : 27164497     EISSN : 27211738     DOI : https://doi.org/10.24252/ajme
Core Subject : Education,
The aim of this journal is to publish high quality research in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER" : 10 Documents clear
Pengaruh Metode Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Menggunakan Bahan Ajar Gamifikasi Terhadap Pemecahan Masalah Matematis Rina Widya Ningrum; Mujib Mujib; Rizki Wahyu Yunian Putra
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v2i2.17651

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis pada peserta didik MTs. Al-Ishlah Sukadamai Natar disebabkan adanya peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal serta hanya beberapa dari peserta didik yang mengajukan pertanyaan atau mengemukakan ide dalam pengerjaan soal. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui peningkatan pemecahan masalah matematis antara murid yang menggunakan teknik pembelajaran thinking aloud pair problem solving (TAPPS). Teknik pembelajaran thinking aloud pair problem solving (TAPPS) menggunakan bahan ajar gamifikasi, dan metode ceramah. Jenis eksperimen yang digunakan pada penelitian ini ialah eksperimen semu (quasi experimental). Cara yang diterapkan peneliti dengan metode acak kelas. Intsrumen yang akan diuji coba yaitu soal tes essai dengan menghitung uji validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran dan uji daya beda. Teknik analisis data dengan uji-t. Adapun hasil perhitungan, setelah dilakukan uji hipotesis menggunakan uji anava diperoleh ????ℎ???????????????????? sebesar 17,844. Jika nilai ???????????????????????? sebesar 2,709 maka dapat disimpulkan bahwa ????ℎ???????????????????? ≥ ???????????????????????? . Sehingga dalam perhitungan  H0   ditolak  dan   H1   diterima,  yang  artinya  terdapat  pengaruh  pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) menggunakan bahan ajar gamifikasi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.
Tingkat Kesiapan Penerapan E-Learning Jurusan Pendidikan Matematika Nur Yuliany; Andi Kusumayanti
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v2i2.17240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan penerapan e-learning dan mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang masih lemah dalam penerapan e-learning di Jurusan Pendidikan Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Dosen Pendidikan Matematika, sampelnya sebanyak 25 dosen Pendidikan Matematika. Instrumen yang digunakan dalam mengukur kesiapan e-learning yaitu angket dengan model ELR Aydin dan Tasci. Beberapa faktor tingkat kesiapan penerapan e-learning yaitu: (1) teknologi; (2) inovasi; (3) manusia; (4) pengembangan diri. Analisis data menggunakan model ELR Aydin dan Tasci. Hasil yang diperoleh, tingkat kesiapan penerapan e-learning di Jurusan Pendidikan Matematika diperoleh skor rata-rata 4,29 yang berarti siap dalam menerapkan e-learning namun memerlukan sedikit peningkatan. Faktor teknologi memperoleh skor rata-rata 4,3 yang berarti sudah siap dalam menerapkan e-learning. Faktor inovasi memperoleh skor rata-rata 4,24, faktor manusia dengan skor 4,29, dan faktor pengembangan diri 4,27 yang artinya sudah siap dalam menerapkan e- learning namun membutuhkan sedikit peningkatan. Peningkatan keberhasilan implementasi e-learning di masa mendatang dapat dilakukan perbaikan oleh pihak institusi.
Pengembangan C-Math Berbasis Macromedia Flash Pada Pokok Bahasan Lingkaran Siswa Kelas VIII MTsN Andi Dian Angriani; Nur Aminah; Ihamsyah Ilhamsyah
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v2i2.17669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran C-Math berbasis macromedia flash pada pokok bahasan lingkaran serta untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari media pembelajaran matematika yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan atau research & development (R&D) dengan model pengembangan 4-D (Four D Models). Adapun tahapannya meliputi: 1) pendefinisian (define), 2) perancangan (design), 3) pengembangan (development), 4) diseminasi (disseminate). Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN Gowa yang berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar validasi oleh validator, tes hasil belajar dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis kevalidan diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,96 yang berada pada kategori “sangat baik”. Berdasarkan analisis kepraktisan diperoleh persentase angket sebesar 90,01% yang berada pada kategori “sangat layak”. Kemudian hasil analisis kepraktisan diperoleh persentase ketuntasan hasil belajar sebesar 85%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran C-Math berbasis macromedia flash pada pokok bahasan lingkaran dapat dikatakan layak menjadi salah satu media pembelajaran pada proses pembelajaran matematika.
Analisis Butir Soal Ujian Akhir Sekolah (UAS) Mata Pelajaran Matematika Karmila Amiruddin; Sitti Mania; Nidya Nina Ichiana; Ahmad Farham Majid
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v2i2.17364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal ujian akhir sekolah mata pelajaran matematika ditinjau dari tiga karakteristik yaitu tingkat kesukaran, daya pembeda, dan keefektifan pengecoh. Subjek penelitian ini adalah siswa MTs.S Guppi Bontolangkasa Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa dokumentasi dan analisis data menggunakan program ANATES 4.0.9. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 40 butir soal pilihan ganda ujian akhir sekolah mata pelajaran matematika dari segi tingkat kesukaran termasuk dalam kategori mudah yaitu terdapat 28 butir (70%) mudah, 7 butir (17,5%) sedang, dan 5 butir (12,5%) sukar. Dari segi daya pembedanya termasuk dalam kategori kurang baik dengan rincian 2 butir (5%) diterima, 10 butir (25%) diperbaiki, dan 28 butir (70%) ditolak. Begitu pun dari segi efektivitas opsinya yang berada pada kategori kurang baik yaitu 7 butir (17,5%) tidak baik, 12 butir (30%) kurang baik, 9 butir (22,5%) baik, dan 12 butir (30%) sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa soal yang digunakan pada ujian akhir sekolah mata pelajaran matematika termasuk soal yang memiliki kualitas yang tidak baik karena butir-butir soal tersebut tidak memenuhi dua atau lebih dari ketiga karakteristik soal berkualitas baik. Implikasi dari penelitian ini adalah soal yang kurang baik sebaiknya diganti dengan soal yang baru, soal yang kurang baik perlu direvisi untuk dapat digunakan kembali dan soal yang baik dapat dimasukkan ke bank soal.
Perbandingan Penerapan Model Discovery Learning dan Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Mar Athul Wazithah T.; Thamrin Tayeb; Fitriani Nur; Lisnasari Andi Mattoliang; Suharti Suharti
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v2i2.17370

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman matematis antara penerapan model discovery learning dan penerapan model problem based learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan non equivalent control group design. Adapun populasi yang diteliti yaitu semua siswa kelas VIII di MTs Madani Alauddin, Kabupaten Gowa. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah soal pretest dan posttest kemampuan pemahaman matematis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan pemahaman matematis dengan penerapan model discovery learning adalah 63,97 dengan standar deviasi 12,783. Sedangkan rata-rata kemampuan pemahaman matematis dengan penerapan model problem based learning yaitu 72,31 dengan standar deviasi 16,175. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemahaman matematis antara yang menerapkan discovery learning dan problem based learning dengan nilai sig. 0,014 < 0,05 yang berarti H0 ditolak. Dengan demikian, kemampuan pemahaman matematis siswa kelas VIII di MTs Madani Alauddin yang diajar dengan model problem based learning lebih tinggi dibandingkan dengan model discovery learning.
Pengembangan Modul Matematika Materi Perbandingan Berbasis Contextual Teaching Learning (CTL) SMP Baharuddin Abbas; Abdul Jabbar; Andi Halimah; A. Sriyanti
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v2i2.16346

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengembangan modul pembelajaran matematika pada materi perbandingan berbasis contextual teaching learning (CTL) kelas VII. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis contextual teaching learning (CTL) yang valid di kelas VII SMP Negeri 1 Bontonompo Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau research & development dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE yaitu meliputi tahap analiysis (analisis), design (perancangan), development (pengembangan), implementation (penerapan), evaluation (evaluasi). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil validasi modul adalah 4,3 yang berarti modul berada pada ketegori sangat valid, sehingga dapat disimpulkan bahwa modul matematika materi perbandingan berbasis contextual teaching learning (CTL) untuk kelas VII SMP Negeri 1 Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa telah memenuhi kriteria kevalidan.
Implementasi Geogebra untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Geometri Ruang Megita Dwi Pamungkas; Fadhilah Rahmawati; Erik Santoso
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v2i2.15882

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran peningkatan kemampuan pemahaman konsep mahasiswa calon guru matematika dengan mengimplementasikan geogebra pada perkuliahan geometri ruang. Penelitian akan dilaksanakan di Universitas Tidar pada mahasiswa semester II perkuliahan geometri ruang program studi Pendidikan Matematika. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, dengan desain penelitian nonequivalent control group pretest-posttest, satu kelompok sebagai kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan perkuliahan geometri ruang berbasis geogebra dan satu kelompok lainnya sebagai kelompok kontrol yang mendapat perlakuan perkuliahan geometri ruang secara konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan angket tanggapan siswa yang telah divalidasi oleh ahli dan diuji reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan geogebra dapat meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa pada mata kuliah geometri ruang. Hasil lain yang didapatkan adalah adanya peningkatan kemampuan pemahaman konsep geometri ruang pada mahasiswa kedua kelompok setelah diberikan perlakuan. Peningkatan pemahaman konsep kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sama-sama berada dalam kategori tinggi. Hasil penelitian ini dapat memperkaya hasil penelitian terkait dengan inovasi pembelajaran dengan menggunakan geogebra dalam pengembangan pembelajaran matematika yang inovatif.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel pada Siswa Kelas VIII SMP Ayu Lestari; Nursalam Nursalam; Sri Sulasteri; Andi Ika Prasasti Abrar
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v2i2.17365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar metematika siswa dalam bentuk soal cerita sistem persamaan linear dua variabel. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Duampanua Kabupaten Pinrang kelas VIII₁. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, pedoman wawancara, dan tes dalam bentuk soal cerita. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan masih banyak siswa yang kesulitan dalam mengerjakan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel, yaitu (1) kesulitan tipe I dengan persentase 23% yakni kesulitan dalam menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal, (2) kesulitan tipe II dengan persentase 30% yakni kesulitan dalam mengubah kalimat soal cerita menjadi kalimat matematika, dan (3) kesulitan tipe III dengan persentase 47% yakni kesulitan dalam melakukan operasi aljabar dan memberi kesimpulan. Data yang diperoleh menunjukkan penyebab siswa mengalami kesulitan diantaranya kurangnya pemahaman konsep, kurangnya konsep pemahaman operasi aljabar karena kurang latihan dan tidak mengulangi pelajaran di rumah, serta tergesa-gesa dan tidak teliti dalam menyelesaikan soal.
Teori Beban Kognitif dalam Pengembangan Multimedia Pembelajaran Matematika Muji Suwarno
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v2i2.16924

Abstract

Multimedia berbantuan komputer dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. Penggunaan banyak media dalam pembelajaran memiliki banyak keunggulan. Namun, semakin banyak media yang terdapat dalam multimedia dapat membuat siswa mengalami overload kognitive. Untuk itu, dalam pengembangan multimedia berbantuan komputer perlu diperhatikan tentang teori beban kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan multimedia pembelajaran matematika berdasarkan teori beban kognitif dengan pengelolaan beban kognitif intrinsic, penguatan beban kognitif germane, dan meminmalisir beban kognitif extraneous. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan membahas teori beban kognitif pada multimedia pembelajaran matematika berbasis video lectures dengan materi trigonometri II untuk siswa kelas XI SMK sederajat. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa multimedia yang dikembangkan sudah sesuai dengan teori beban kognitif yaitu sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan beban kognitif intrinsic, penguatan beban kognitif germane, dan meminimalisir beban kognitif extraneous.
Perbandingan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Metode Accelerated Learning dengan Metode Konvensional dalam Pembelajaran Matematika Nur Asrawati; Ummi Kalsum Sulaiman
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v2i2.17576

Abstract

Dalam pembelajaran matematika, terdapat permasalahan yang menyebabkan hasil belajar siswa tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika yang diajar melalui metode accelerated learning lebih tinggi dari hasil belajar matematika yang diajar melalui metode konvensional, dengan menggunakan jenis penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Makassar dengan sampel yang berjumlah 60. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis statistik diperoleh rata-rata hasil belajar yang diajar dengan menggunakan metode accelerated learning adalah 79,6 dengan standar deviasi 9,05 sedangkan rata-rata hasil belajar yang diajar dengan metode konvensional adalah 65,06 dengan standar deviasi 10,99. Hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Makassar yang diajar dengan menggunakan metode accelerated learning lebih tinggi dari hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan metode konvensional.

Page 1 of 1 | Total Record : 10