cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jmpengabmas@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi,Universitas Mandala Waluya Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27224902     EISSN : 27453588     DOI : https://doi.org/10.35311/jmpm
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat (JMPM) merupakan jurnal (Open Journal System) untuk hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 519 Documents
Application of Game Techniques to Improve the Quality of Classical Guidance Services for Guidance and Counseling Teachers Budi Astuti; Mitta Kurniasari; Eva Imania Eliasa; Sugiyanto Sugiyanto
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.884

Abstract

Layanan bimbingan klasikal merupakan salah satu layanan preventif dan informatif dalam bimbingan dan konseling di sekolah. Namun, pelaksanaan layanan masih didominasi oleh metode ceramah sehingga siswa kurang antusias mengikuti layanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP di Kabupaten Karanganyar dalam menerapkan teknik game pada layanan bimbingan klasikal. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan berbasis blended learning yang meliputi identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, praktik, dan evaluasi. Subjek kegiatan terdiri dari 30 guru BK SMP di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test berbentuk skala Likert untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta terhadap penerapan teknik game. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menerapkan teknik game pada layanan bimbingan klasikal sebesar 16%, dari rata-rata skor 42% menjadi 58%. Sebagian besar peserta (77%) mengalami peningkatan skor setelah mengikuti pelatihan. Dengan demikian, kegiatan pelatihan dan pendampingan teknik game terbukti membantu meningkatkan kualitas layanan bimbingan klasikal guru BK di sekolah.
Digitalisasi Pembelajaran Adaptif Berbasis Canvas LMS untuk Pendidikan Inklusif di SLB Muhammadiyah Surya Gemilang Nurul Huda; Alfa Yuliana Dewi; Khoerul Sholeh; Muhammad Alif Notonegoro; Rahmat Riansyah; Rahma Suryaningtyas Wibowo; Khansa Aulia Annisa'adah
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.886

Abstract

Proyek DIGINARA yang berjudul “Digitalisasi Pembelajaran Adaptif Berbasis Canvas LMS untuk SLB Surya Gemilang” bertujuan untuk mengatasi tantangan dalam pembelajaran inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus melalui penerapan teknologi digital adaptif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan literasi digital, efektivitas pengajaran, serta aksesibilitas dalam proses pembelajaran bagi guru dan siswa. Metode pelaksanaan meliputi beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan literasi digital, instalasi dan penyesuaian Canvas LMS, pendampingan, serta evaluasi. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan adaptif dengan melibatkan guru, siswa, dan orang tua agar tercipta sistem pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi digital guru, peningkatan partisipasi aktif siswa dalam kelas interaktif, serta perbaikan aksesibilitas materi belajar bagi siswa dengan keterbatasan sensorik dan kognitif. Selain itu, proyek ini berhasil membangun lingkungan pembelajaran digital yang terstruktur dengan dukungan materi ajar berbasis multimedia. Secara keseluruhan, DIGINARA berhasil meningkatkan kesiapan SLB Surya Gemilang dalam menerapkan pendidikan adaptif dan inklusif berbasis teknologi digital, serta berpotensi menjadi model pembelajaran inklusif yang dapat direplikasi di sekolah luar biasa lainnya di Indonesia.
Peningkatan Kesadaran terkait DaGuSiBu Antibiotik dalam Mewujudkan Desa Sadar Obat : Enhancing Awareness of Rational Antibiotic Use through the DAGUSIBU Approach toward a Drug-Aware Village Mira Kemila; Astyamalia S; Luhurningtyas F.P; Putri S.K; Lifani N.A; Pane A
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.887

Abstract

Penyalahgunaan antibiotik masih menjadi permasalahan serius di Indonesia karena tingginya angka penggunaan tanpa resep dan rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Desa Sidorejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, mengenai penggunaan antibiotik yang tepat melalui pendekatan edukatif berbasis konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar). Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan model Participatory Rural Appraisal (PRA), yang melibatkan peserta secara aktif dalam kegiatan sosialisasi, edukasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terhadap penggunaan antibiotik dan pembuangan obat yang benar. Peserta mampu mempraktikkan cara penyimpanan dan pembuangan obat sesuai pedoman DAGUSIBU. Keterlibatan ibu-ibu PKK terbukti efektif sebagai agen perubahan dalam menyebarkan informasi kesehatan kepada keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini berperan penting dalam upaya pencegahan resistensi antibiotik di tingkat masyarakat dan diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan berkelanjutan menuju terwujudnya Desa Sadar Obat.
Pemberdayaan Kader Posyandu Lansia Melalui Literasi Sosial Budaya & Promosi Kesehatan Upaya Peningkatan Kepatuhan Minum Obat Restu Nur Hasanah Haris; Misdayanti Misdayanti; Ashar Hasyim; Deni Deni; Aidil Syafwan; Nur Adha; Ummu Fadhilah
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.895

Abstract

Keberadaan kader posyandu lansia sangat penting, mengingat pelayanan kesehatan terpadu di tiap Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FASKES) turut memprioritaskan kesehatan pada lansia. Permasalahan yang banyak ditemui di lapangan  yakni rendahnya tingkat kepatuhan minum obat pada lansia. Hasil identifikasi mitra yang dilakukan setidaknya terdapat 2 permasalahan utama yang dihadapi oleh kader posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Mokoau, yakni masalah sosial budaya dan kesehatan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan pemberdayaan kepada kader posyandu lansia melalui literasi sosial budaya dan promosi kesehatan sebagai upaya untuk meningkatan kepatuhan minum obat dan mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Metode pelaksanaan pengabdian berupa  edukasi dan sosialisasi, kampanye literasi sosial budaya, kelas lansia sehat bahagia, edukasi kepatuhan minum obat bagi lansia, pelatihan pemeriksaan kesehatan dasar dan edukasi penggunaan pillbox.  Sebanyak 18 kader posyandu lansia dan 30 lansia binaan ikut terlibat dalam kegiatan ini. Setiap kegiatan yang dilakukan dievaluasi menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta penilaian keterampilan dalam praktek dengan indikator skala likert. Hasil dari mengikuti pengabdian kepada masyarakat ini, terjadi peningkatan pengetahuan pada peserta terlihat dari rerata persentase jawaban benar pada  kegiatan sosialisasi dan edukasi sebesar 53,2%, pada kelas lansia sehat-bahagia rerata persentase jawaban benar sebesar 46,43%, edukasi kepatuhan minum obat sebesar 71,08%. Kader posyandu lansia dinilai “terampil” dan mampu menginterpretasikan hasil pengukuran kesehatan yang dilakukan. Kesimpulan dari seluruh kegiatan ini adalah tim pengabdian mampu melakukan pemberdayaan kepada kader posyandu lansia berbasis literasi sosial budaya dan promosi kesehatan, kegiatan ini akan memberi dampak positif keberlangsungan pelayanan kesehatan terutama bagi lansia.
Rekontruksi Bisnis dan Aplikasi Lean Manufacturing Terhadap Pemberdayaan Masyarakat di Desa Mengok Bondowoso Mohammad Ubaidillah; Rachmat Udhi Prabowo; Ika Purnamasari; Ahmad Sauqi; Rio Wahyurizqy Ramadhan; Mochamad Reyges Segara
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.896

Abstract

egiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Mengok, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, dengan tujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan dan manajemen operasional produksi pada dua Kelompok Usaha Bersama (KUB), yaitu KUB Kartika Jaya dan KUB Mengok Jaya. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi belum optimalnya struktur organisasi, belum tersusunnya dokumen kelembagaan formal seperti AD/ART, lemahnya pembagian tugas, serta belum tertatanya alur produksi arang bambu dan briket. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, wawancara informan kunci, Focus Group Discussion, sosialisasi kelembagaan, pelatihan manajemen operasional, serta simulasi penerapan prinsip lean production. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan pengukuran pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan dalam pemahaman yang jumlahnya adalah 50 Peserta. Terdiri dari peningkatan pemahaman peserta pada aspek kelembagaan, legalitas, tata kelola, partisipasi, dan administrasi. Selain itu, peserta mampu menyusun rancangan struktur organisasi, pembagian tugas, jadwal kerja mingguan, sistem rotasi tenaga kerja, serta alur produksi yang lebih efisien.Rekomendasi perbaikan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Mengok, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, dengan tujuan memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan efisiensi manajemen operasional produksi pada KUB Kartika Jaya dan KUB Mengok Jaya. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan kelembagaan ekonomi desa dan pengembangan model usaha arang bambu yang lebih terorganisasi, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan.
MEMBANGUN REMAJA TANGGAP DARURAT: EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA BERBASIS SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Uta Provinsiana Sukmara; Dita Rosalia Arini
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.898

Abstract

Kondisi gawat darurat dapat terjadi kapan saja, termasuk di lingkungan sekolah. Remaja usia SMP memiliki aktivitas fisik tinggi dan sering menghadapi situasi darurat ringan seperti pingsan, mimisan, luka, atau serangan asma. Namun, sebagian besar siswa belum mengetahui cara memberikan pertolongan pertama yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar pertolongan pertama bagi siswa SMP Negeri 13 Pekanbaru melalui penyuluhan interaktif dan simulasi sederhana. Penyuluhan dilakukan pada 16 Oktober 2025 kepada 39 siswa. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, penyuluhan interaktif, demonstrasi, simulasi, dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif untuk menilai peningkatan pengetahuan dan sikap siswa terhadap kondisi emergensi. Nilai rata-rata pre-test siswa adalah 47,3 ± 10,5, sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 85,2 ± 7,8, menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 80,1%. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan 92% merasa lebih percaya diri menghadapi keadaan darurat ringan di sekolah. Edukasi pertolongan pertama terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa SMP dalam menghadapi kondisi emergensi. Kegiatan serupa perlu diintegrasikan dalam program UKS sekolah secara berkelanjutan.
Sosialisasi Pemilihan Dan Penggunaan Kosmetik di Kalangan Siswi MA Mu’alimat Pancor, Lombok Timur Leny Ramadhan; Baiq Risma Fatmayanti; Yuyun Febriani; Arief Rafsanjani; Muhlisun Azim
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.904

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di MA Mu’alimat Pancor, Lombok Timur. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan kesadaran Siswi MA Mu’alimat mengenai pemilihan dan penggunaan kosmetik yang aman. Fenomena meningkatnya penggunaan kosmetik dikalangan remaja putri  seringkali tidak diimbagi dengan pemahamanan terhadap keamanan produk dan tampak pengunaan bahan berbahaya. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan melalui metode penyuluhan interaktif  meliputi, observasi awal, diskusi, penyusunan materi dan kuesioner, koordinasi dan perizinan dengan pihak sekolah serta pelaksanaan kegiatan disertai pretest dan posttest dan selanjutnya data di analisis dengan SPSS (Uji Wilcoxon). Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswi setelah diberikan edukasi. Pada aspek pemilihan kosmetik diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,005 (p<0,05), sedangkan pada aspek penggunaan kosmetik diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,039 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswi terkait pemilihan dan penggunaan kosmetik yang aman. Kesimpulannya, kegiatan sosialisasi memberikan pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan siswi MA Mu’alimat Pancor mengenai kosmetik aman.. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat membantu remaja lebih bijak dalam memilih dan menggunakan produk kosmetik sehingga terhindar dari penggunaan produk yang berisiko bagi kesehatan.
Strategi Circular Economy sebagai Solusi Pemanfaatan Limbah Kopra untuk Produksi Briket Organik dengan Perekat Buah Kawista (Limonia acidissima) Aplonia Bani; Maria F. Darlen; Bria S; Tanaem G; Kouanak S; Piter Y Boimau
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.915

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan tahapan awal yang bertujuan untuk mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah kopra sebagai sumber energi alternatif di Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Mitra kegiatan yaitu kelompok usaha kopra asap yang menghadapi permasalahn berupa alat produksi konvensional, dan belum adanya pemanfaatan limbah pembakaran, serta belum memiliki strategi pengembangan produk turunan. Kegiatan tahap ini difokuskan pada pembuatan oven pengering dengan ruang pembakaran berbahan bakar limbah kopra sebagai langkah awal menuju produksi briket organik dengan perekat alami buah kawista (Limonia acidissima). Proses meliputi survei kebutuhan mitra, perancangan desain oven, dan pembuatan prototipe. Hasil kegiatan menunjukkan terselesaikannya satu unit oven pengering dengan ukuran 1,2 m3 yang siap diuji operasional. Sosialisasi pelatihan pemanfaatan alat direncanakan setelah tahap uji fungsi selesai. Kegiatan ini menjadi fondasi penting bagi penerapan teknologi tepat guna berbasis ekonomi sirkular disektor industri kelompok tani, sekaligus membuka peluang pengembangan energi alternatif ramah lingkungan di wilayah Amarasi Selatan.
Edukasi Perlindungan Hukum Dalam Layanan Telemedicine Untuk Masyarakat Pesisir Kelurahan Nambo Kota Kendari Toto Surianto; Azlimin Azlimin; Ratna Umi Nurlila; Armayani Armayani
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.917

Abstract

Era digital mendorong transformasi layanan kesehatan melalui telemedicine. Namun, pemanfaatan teknologi ini belum diimbangi dengan pemahaman hukum masyarakat, terutama di wilayah pesisir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi hukum kesehatan masyarakat Kelurahan Nambo terkait penggunaan layanan telemedicine. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi penggunaan aplikasi telemedicine yang legal. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Oktober 2025 dengan melibatkan 40 peserta dari masyarakat pesisir. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan hukum sebesar 78% setelah kegiatan. Masyarakat memahami hak pasien, mekanisme persetujuan tindakan medis (informed consent), dan pentingnya perlindungan data pribadi. Kesimpulannya, edukasi hukum telemedicine efektif meningkatkan kesadaran hukum masyarakat pesisir dalam memanfaatkan layanan kesehatan digital secara aman dan bertanggung jawab.
Peningkatan Kapasitas Guru Untuk Mencapai Generasi Emas Melalui Program SEMAI Di TK Islam Al Ishlah Jakarta Putri Ronitawati; Abdul Halim; Trisia Lusiana Amir
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.921

Abstract

Gizi anak masih menjadi perhatian utama di Indonesia dalam upaya penanggulangan stunting. Prevalensi stunting nasional mencapai 21,6%, sementara di Jakarta Selatan sebesar 16,6%. Meskipun anak TK telah menerima makanan bergizi gratis dari Pemerintah, masih terdapat anak dengan perilaku picky eater sehingga makanan sering tidak habis dikonsumsi. Selain itu, aktivitas fisik di sekolah masih terbatas. Oleh karena itu, dilakukan program SEMAI (Sehat, Energik, Mandiri, Aktif, dan Interaktif) sebagai edukasi gizi seimbang dan aktivitas fisik bagi guru, orang tua, dan anak usia dini. Program yang dilaksanakan pada September–November 2025 ini melibatkan 8 guru, 2 orang tua, dan 32 murid TK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan guru dan orang tua sebesar 13% serta peningkatan keterampilan dalam menerapkan pembuatan makanan bergizi seimbang.