cover
Contact Name
Iwan M Ramdan
Contact Email
iwan.m.ramdan@fkm.unmul.ac.id
Phone
+6289656680408
Journal Mail Official
journal.jkmm@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) e-ISSN: 2686-3601 (ONLINE) Ruang Jurnal Lantai 1 Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Jl. Sambaliung, Kampus Gn. Kelua Samarinda, Kalimantan Timur (75123) Website : http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/MJPH Email : journal.JKMM@gmail.com
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 2686360X     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/
Core Subject : Health, Social,
Mulawarman Journal of Public Health is a scientific journal which published original articles of public health. The editors welcome scientific articles relevant to national and international health issues, as well as in areas of Occupational Health and Safety; Biostatistic and Population; Health Education and Promotion Environmental Health Health Policy and Administration Public Health Nutrition Reproductive Health.
Articles 85 Documents
Pendidikan Sebaya: Strategi Efektif Penguatan Manajemen Kesehatan Remaja dalam Pencegahan Stunting di Polteknik Negeri Madura Rosanti, Nadia Dian; Amien, Ach. Fahrizal; Fa’ni, Renidya Asyura Muttabi’ Deya; Syakura, Abdan; Nur, Mohamad; Hidayat, Mukhlish; Sari, Agoesta Pralita; Suraying, Suraying; Suhendro, Prastomo; Ferdiyanto, Riza
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.7 No.2 (2025) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v7i2.24240

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, sehingga upaya pencegahan perlu dimulai sejak masa remaja sebagai kelompok calon orang tua yang berperan penting dalam menentukan kualitas generasi mendatang. Posyandu Remaja memiliki potensi strategis dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai gizi dan kesehatan melalui pendekatan partisipatif. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah peer education, yaitu metode pendidikan kesehatan yang melibatkan remaja sebagai fasilitator dan agen perubahan bagi teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peer education dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan stunting sejak dini serta kontribusinya dalam memperkuat manajemen kesehatan masyarakat melalui kegiatan Posyandu Remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Sebanyak 100 mahasiswa Politeknik Negeri Madura di Kabupaten Sampang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menilai perubahan skor pengetahuan dalam masing-masing kelompok dan uji Mann–Whitney U untuk membandingkan perubahan skor antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan peer education (p < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang bermakna. Selain itu, perbandingan antar kelompok menunjukkan bahwa peningkatan skor pengetahuan pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa peer education efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan stunting serta berperan dalam memperkuat fungsi Posyandu Remaja sebagai sarana pengelolaan kesehatan masyarakat berbasis komunitas
Analisis Determinan Pengetahuan Ibu, Pola Asuh, dan Pola Makan terhadap Status Gizi Anak Usia 6-59 Bulan Sudarsono, I Made Rai; Faridi, Ahmad; Furqan, Mohammad; Octavia, Alfonsa Reni; Barokah, Falah Indriawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.7 No.2 (2025) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v7i2.24109

Abstract

Masalah gizi pada anak usia dini di Indonesia masih menjadi isu kesehatan utama yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia. Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) hingga usia prasekolah merupakan masa kritis pertumbuhan, di mana pengetahuan ibu, pola asuh, dan pola makan anak berperan penting dalam menentukan status gizi.  Tujuan penelitian ini adalah menganalisis determinan pengetahuan ibu tentang 1000 HPK, pola asuh, dan pola makan terhadap status gizi anak usia 6–59 bulan di Kabupaten Lebak, Banten. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 103 anak usia 6–59 bulan (bayi n=47; prasekolah n=56). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan FFQ, dianalisis dengan uji Chi-square (p<0,05).  Sebagian besar anak mengalami gizi kurang (59,2%), dengan 78,2% ibu berpengetahuan rendah tentang 1000 HPK. Ditemukan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,022; PR=1,94), pola asuh (p=0,001; PR=2,11), dan pola makan (p=0,001; PR=2,37) dengan status gizi anak.  Kesimpulan: Pengetahuan ibu, pola asuh, dan pola makan merupakan determinan penting status gizi anak usia 6–59 bulan. Penguatan edukasi gizi keluarga dan promosi pola asuh responsif penting untuk percepatan penurunan stunting di tingkat rumah tangga.
Faktor-faktor yang Berkontribusi pada Status Hidrasi Pekerja Sektor Manufaktur di Surabaya Provinsi Jawa Timur Ratih Damayanti; Indah Lutfiya; Fadilatus Sukma Ika Noviarmi; Putri Ayuni Alayyanur; Mohd Khairul Izamil Zolkefley; Nur Anisah Rahmawati; Yoriza Mirsa Afina
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.8 No.1 (2026) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) - IN PRESS
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v8i1.26251

Abstract

Status hidrasi yang buruk dipengaruhi oleh beban kerja berat di lingkungan kerja yang panas. Setidaknya sekitar 85,71% pekerja mengalami dehidrasi minimal dan 14,29% mengalami dehidrasi signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status hidrasi pada pekerja sektor manufaktur di Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross sectional, sampel penelitian pekerja di sektor manufaktur adalah 257 dari 504 pekerja. Variabel independen yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, status gizi, dan kebiasaan minum (air dan minuman berkafein). Variabel dependen yang diteliti adalah status hidrasi, dengan indikator berat jenis urin. Mayoritas pekerja mengalami status hidrasi normal, yaitu 60,3%, dehidrasi minimal (16%), dehidrasi signifikan (14,8%) dan dehidrasi berat (16,2%). Terdapat hubungan signifikan antara konsumsi air dan kebiasaan mengonsumsi minuman berkafein dengan status hidrasi pada pekerja manufaktur. Faktor lain seperti unit kerja, usia, jenis kelamin, status gizi, dan suhu ruangan tidak berhubungan signifikan dengan status hidrasi pekerja. Kebiasaan minum air dan konsumsi minuman berkafein memiliki hubungan yang signifikan dengan status hidrasi, sedangkan faktor lain seperti unit kerja, usia, jenis kelamin, status gizi, dan suhu ruangan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status hidrasi pekerja manufaktur
Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru pada Lansia di RS Paru Jember Periode Januari 2024-April 2025 Imelda Ferliana Sukirman; Yunus Ariyanto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.8 No.1 (2026) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) - IN PRESS
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v8i1.24078

Abstract

Latar belakang dan tujuan : Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional karena tingginya angka kasus dan kematian. Prevalensi tuberkulosis paru lansia di Indonesia mencapai 25,5%. Tuberkulosis paru lansia dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis kelamin, status gizi, status ekonomi, riwayat kontak, dan penyakit komorbid. Di RS Paru Kabupaten Jember terdapat 587 lansia terdiagnosis tuberkulosis paru pada Januari 2024-April 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko kejadian tuberkulosis paru pada lansia di RS Paru Kabupaten Jember. Metode : Studi ini menggunakan desain case control dengan sampel 66 lansia TB paru dan 66 lansia non TB paru yang diambil melalui random sampling pada case dan accidental sampling pada control. Data dikumpulkan dari data sekunder dan wawancara. Analisis menggunakan crosstab untuk menghitung OR. Hasil : Variabel jenis kelamin (OR 3,946; 95% CI 1,841-8,459), status gizi (OR 6,357; 95% CI 2,953-13,683), status ekonomi (OR 3,527; 95% CI 1,597-7,788), riwayat kontak (OR 21,350; 95% CI 7,542-60,438), penyakit komorbid (OR 2,258; 95% CI 1,117-4,565), jenis penyakit komorbid DM (OR 9,800; 95% CI 2,576-34,853) menjadi faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian tuberkulosis paru lansia. Kesimpulan : Variabel jenis kelamin, status gizi, status ekonomi, riwayat kontak, penyakit komorbid, dan jenis penyakit komorbid DM menjadi faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian tuberkulosis paru lansia.
Pengaruh Media Video Animasi dan Leaflets Terhadap Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Tentang Pemeliharaan Kesehatan Saat Banjir di Kelurahan Rawamakmur Yeni Efrilia Indrianti Tanjung; Frida Lina Tarigan; Mindo Tua Siagian; Kesaktian Manurung; Janno Sinaga
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.8 No.1 (2026) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) - IN PRESS
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v8i1.22999

Abstract

Latar belakang: Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kota Bengkulu mengatakan bahwa terdapat 24 lokasi terendam banjir akibat curah hujan yang deras. Salah satu daerah yang terjadi banjir yaitu kelurahan Rawamakmur yang mana daerah ini memang berdampingan dengan tanggul yang sering meluap ketika terjadi hujan. Saat kejadian banjir masyarakat belum menerapkan perilaku pemeliharaan. Maka dari itulah, peneliti ingin memberikan edukasi kepada masyarakat kelurahan Rawamakmur mengenai pemeliharaan kesehatan saat banjir. Peningkatan perilaku kesehatan pasca banjir ini dapat dilakukan dengan cara pemberian edukasi melalui video audiovisual maupun media cetak. Dalam hal ini peneliti menggunakan media video animasi dan leaflet sebagai media edukasi. Tujuan: Menganalisis pengaruh media video animasi dan leaflets terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan pasca banjir di kelurahan Rawamakmur  Kota Bengkulu. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini merupakan peneltian kuantitatif dengan metode eksperimen kuasi (quasy experiment). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah two group pretest-postest.Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 186 orang berdasarkan perhitungan puposive sampling. Hasil:  Hasil uji ini menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan sebelum diberikan media video animasi yaitu 4,9 dan sesudah 8,7 dengan kategori baik. Rata-rata pengetahuan kelompok yang diberikan media leaflet sebelum yaitu 5,2 dan sesudah 8,08 dengan kategori baik. Sedangkan rata-rata nilai sikap masyarakat sebelum dan sesudah diberikan media video animasi adalah 23,37 dan sesudahnya 35,2 dengan kategori baik. Rata-rata nilai sikap masyarakat sebelum dan sesudah diberikan media leaflet adalah 23,31 dan sesudahnya 34,44 dengan kategori baik. Hasil uji wilxocon menunjukkan 0,001 unruk media video animasi dan 0,001 unruk media leafle menunjukkan bahwa nilai lebih kecil dari p-value yaitu 0,005 yang berarti adanya pengaruh media video animasi dan leaflets terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat menganai pemeliharaaan kesehatan saat banjir.