cover
Contact Name
Iwan M Ramdan
Contact Email
iwan.m.ramdan@fkm.unmul.ac.id
Phone
+6289656680408
Journal Mail Official
journal.jkmm@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) e-ISSN: 2686-3601 (ONLINE) Ruang Jurnal Lantai 1 Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Jl. Sambaliung, Kampus Gn. Kelua Samarinda, Kalimantan Timur (75123) Website : http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/MJPH Email : journal.JKMM@gmail.com
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 2686360X     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/
Core Subject : Health, Social,
Mulawarman Journal of Public Health is a scientific journal which published original articles of public health. The editors welcome scientific articles relevant to national and international health issues, as well as in areas of Occupational Health and Safety; Biostatistic and Population; Health Education and Promotion Environmental Health Health Policy and Administration Public Health Nutrition Reproductive Health.
Articles 77 Documents
Determinan Perilaku Merokok Remaja SMA Sederajat di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Muslim, Nadzifa Azhar; Adi, Sapto; Ratih, Suci Puspita; Ulfa, Nurnaningsih Herya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.5 No.1 Juli (2023) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v5i1.10504

Abstract

Hampir 9 dari 10 orang dewasa yang merokok pertama kali pada usia 18 tahun. 1600 remaja merokok pertama kalinya setiap hari di U.S (CDC, 2022) Perilaku merokok yang tidak dicegah tentunya akan berdampak pada kesehatan, ekonomi, kejadian stunting, bahkan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi determinan perilaku merokok di kecamatan Lowokwaru kota Malang. Metode penelitian adalah metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Januari 2023. Data dikumpulkan melalui website Tobacco Retailer Assessment and Questionnaire dengan sampel berjumlah 330 siswa yang diperoleh acak dari 3 sekolah berbeda. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengetahuan dan sikap, akses ketersediaan rokok, serta paparan rokok orang tua di rumah berhubungan signifikan terhadap perilaku merokok remaja. Sedangkan, hasil multivariat membuktikan bahwa akses ketersediaan rokok ialah faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku merokok. Diharapkan pemerintah melalui Kementrian Keuangan dapat menaikkan harga rokok dengan konsisten dan segera membuat kebijakan larangan menjual rokok eceran. Di samping itu, instansi kesehatan dapat membuat upaya promosi kesehatan untuk remaja dan melakukan pengawasan kawasan tanpa rokok yang komprehensif di sekolah
Hubungan Merokok dengan Kejadian Stomatitis Aftosa Rekuren pada Mahasiswa di Fakultas Kesehatan Universitas Mulawarman Rakhmah, Selvia; Asfirizal, Verry; Kende, Silfra `Yunus
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.5 No.1 Juli (2023) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v5i1.10695

Abstract

Stomatitis aftosa rekuren (SAR) adalah penyakit yang ditandai dengan adanya ulser di mukosa rongga mulut yang rekuren (berulang) terbatas pada mukosa mulut pasien tanpa adanya gangguan sistemik lain. SAR biasanya bermanifestasi untuk pertama kali di masa kanak-kanak atau remaja. Etiologi yang tepat dari SAR masih tidak jelas tetapi diyakini bahwa ada beberapa faktor yang mungkin terlibat dalam perkembangannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan merokok dengan kejadian stomatitis aftosa rekuren (SAR) pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Mulawarman. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan total sampel sebanyak 96 mahasiswa di Fakultas Kesehatan Universitas Mulawarman. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan pengujian statistik chi-square. Hasil penelitian uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dengan kejadian SAR. Mahasiswa yang merokok cenderung mengalami SAR 2,056 atau 2 kali lipat dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak merokok.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara merokok dengan kejadian stomatitis aftosa rekuren pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Mulawarman.
Kondisi Kesehatan Masyarakat Berdasarkan Survei dan Observasi di Kelurahan Bukuan, Kota Samarinda Adrianto, Ratno; Susanti, Rahmi; Danu Putra, Muhammad Rangga; Eka Dewi Sitepu, Abira Ivanca; Fajri, Audya Nada; Wahyudi, Ayu Huwaidah; Hutauruk, Hutauruk; Nauli, Ruth Sekar; Jumliana, Jumliana; Ulfah, Meilida; Nur, Syalmitha Auralia; Khotimah, Vika Khusnul
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.5 No.1 Juli (2023) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v5i1.9692

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang tidak sesuai dengan umur atau panjang lebih dari -2 SD median standar pertumbuhan anak dari WHO. Persentase balita stunting di Kalimantan Timur sebesar 27.6% atau telah berada di bawah rerata persentase nasional 37,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan masyarakat dinilai dari survei dan observasi yang dapat mempengaruhi kejadian stunting.  Penelitian ini dilaksanakan di RT 01 dan RT 02 Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimatan Timur menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data secara sekunder dan primer melalui wawancara langsung yang dipandu kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang memberikan gambaran umum mengenai pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Hasil penelitian menunjukkan secara epidemiologi terdapat 64% responden menderita ISPA dan 34% menderita Hipertensi. Dalam dunia kesehatan, ditemukan terdapat 14% responden sering mengonsumsi mie instan, secara kesehatan lingkungan terdapat 31% responden mengolah sampah dengan dibakar, berdasarkan tingkat pengetahuan dan sikap perilaku merokok terdapat 44.9% responden merokok di dalam rumah dan berdasarkan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja terdapat 56.5% remaja tidak menerima informasi tentang kesehatan reproduksi remaja dari orang tua. Dapat disimpulkan bahwa terdapat 6 masalah yang berkaitan dengan penegtahuan dan perilaku hidup sehat sebagai faktor risiko yang mempengaruhi kejadian stunting. Sehingga diharapkan peran tenaga kesehatan dan kader dapat lebih menyebarluaskan informasi pencegahan stunting dengan pengembangan inovasi program pencegahan stunting terbaru.
Masa Kerja dan Shift Kerja Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Perawat Instalasi Rawat Inap Di Rsud Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Maluku Utara Tahun 2022 Salsabila, Nurul Qalbi; Situngkir, Decy; Millah, Izzatu; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Sangadji, Namira Wadjir; Rusdy, Mirta Dwi Rahmah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.5 No.1 Juli (2023) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v5i1.10433

Abstract

Background and objectives: According to a survey by the American Nurses Association (ANA), more than 34% of nurses assess their emotional health as not, or not at all, emotionally healthy. The results of a survey conducted by PPNI in 2018 stated that 50.9% of nurses in Indonesia experienced work stress. The causes of work stress are workload, such as targets, interpersonal relationships, with superiors or other co-workers. This study aims to analyze the factors associated with stress in the inpatient nurse at RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate North Maluku in 2022. Methods: This type of research uses a quantitative method with a cross sectional study design. The population in this study were 179 nurses at the inpatient installation of RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, North Maluku. With a sample size of 81 nurses at the inpatient installation of RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, North Maluku. Data analysis using the Chi Square Test. This research was conducted in September 2022 – February 2023. Research Results: The univariate results found that the highest prevalence was nurses who experienced high work stress (77.8%), high workload (54.3%), years of service at risk category ( 76.5%), shift work at risk category (74.1%), and age category at risk (51.9%). Conclusion: There is a relationship between work period and work shifts with work stress in nurses at the inpatient installation of RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, North Maluku.Keywords: Work Stress; Nurse; Workload; Years of service; Shift work; Age. 
Hubungan Konsumsi Kopi dan Garam Terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda Annisa, Yulvia Septi; Afiah, Nurul; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.6 No.1 (2024) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v6i1.11100

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit meningkatnya tekanan darah yang menjadi problematika dunia dan berdampak pada peningkatan angka kesakitan serta kematian. Hipertensi memiliki faktor pemicu yang dapat diubah dan tidak dapat diubah, faktor pemicu yang tidak dapat diubah adalah usia, jenis kelamin, riwayat keturunan, sedangkan pada faktor pemicu yang dapat diubah diantaranya adalah konsumsi kopi dan garam.World Health Organization secara global mengatakan bahwa dengan presentase sebesar 22% dari total penduduk dunia menderita hipertensi (WHO, 2021). Riset Kesehatan Dasar Riskesdas (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa usia 55-75 tahun keatas menjadi peringkat I pertama dengan prevalensi hipertensi dengan catatan diagnosis oleh dokter.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dan garam terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bengkuring. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan case control, penentuan sampel penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan SQ-FFQ secara langsung dengan jumlah sampel sebanyak 52 sampel yang  terdiri dari 26 kontrol dan 26 kasus. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Berdasarkan uji statistik ditemukan hasil dengan nilai P Value  konsumsi garam dengan hipertensi (P Value = 0,017 dan OR = 6.353 ) dan P Value konsumsi kopi dengan hipertensi (P Value = 0,082). Kesimpulannya bahwa terdapat hubungan konsumsi garam dengan kejadian hipertensi dan tidak terdapat hubungan konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi. Hasil penelitian ini disarankan bagi penderita hipertensi maupun bukan penderita hipertensi untuk selalu melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur dan membatasi konsumsi kopi serta mengurangi konsumsi garam sehingga dapat mengurangi potensi terjadinya komplikasi dan timbulnya penyakit lainnya.
Korelasi Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Siswi Madrsah Aliyah Al Khoiriyah Kabupaten Malang Sugihantoro, Hajar; Atmaja, Ria Ramadhani Dwi; Faizah, Nadia Nur
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.5 No.2 Desember (2023) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v5i2.9442

Abstract

Prevalensi anemia pada remaja di Indonesia mencapai 32%. Upaya penanganan dan pencegahan penyakit anemia salah satunya pemerintah mengeluarkan program tablet penambah darah yang dikonsumsi setiap seminggu sekali. Pengetahuan tentang anemia dapat mempengaruhi kepatuhan konsumsi tablet penambah darah pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet darah pada remaja putri. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode total sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah siswa MA AL Khoiriyah Kabupaten Malang yang berjumlah 73 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel pengetahuan tentang anemia adalah kuesioner, sedangkan untuk mengukur tingkat kepatuhan konsumsi tablet penambah darah menggunakan Morinsky Medication Adherence Scale 8 (MMAS-8). Analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman. Tingkat pengetahuan tentang anemia pada remaja putri diperoleh sebesar 45,2% dengan kategori sedang dan kepatuhan konsumsi tablet penambah darah pada remaja putri sebesar 74% dengan kategori rendah. Terdapat hubungan antara pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet penambah darah dengan nilai p value 0,001 dan nilai koefisien korelasi 0,387 dengan arah positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan tentang anemia mempunyai hubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet penambah darah pada remaja putri MA AL Khoiriyah Kabupaten Malang.
Analisis Faktor Penyebab Higiene Sanitasi Kantin Sekolah untuk Meningkatkan Kesehatan Komunitas Sekolah Ningsih, Riyan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.6 No.1 (2024) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v6i1.14326

Abstract

Sebanyak 90% siswa mengkonsumsi jajanan di sekolah, keamanan pangan kantin merupakan faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  fakor penyebab  hygiene sanitasi kantin sekolah dasar  di Semarang  . Disain cross sectional  dengan metode stratified random sampling dengan sampel sebanyak 225 kantin sekolah dasar  . Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner terstruktur, dan observasi langsung menggunakan checklist kantin sekolah. Checklist tersebut meliputi sanitasi makanan dan minuman, Fasilitas sanitasi  dan penjamah makanan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Chi Square and regresi logistic   Secara keseleluruhan  72,4% sekolah memperoleh skor hygiene sanitasi kantin  tidak memenuh persyaratan kesehatan. Penjamah makanan, 57,8% memiliki pengetahuan baik, 80,4% memiliki sikap positif, sedangkan 96% memiliki praktik kurang baik. Sanitasi makanan, fasilitas sanitasi signifikan. Hasil pemeriksaan sampel makanan jajanan terdapat 54.2% kantin sekolah tidak Memenuhi syarat karena cemaran fisik (0.2%), kimia (8.9%), dan mikrobiologi(17.4%). Faktor dominan penentu Higiene sanitasi kantin Sekolah Dasar  kota Semarang adalah fasilitas sanitasi, sanitasi makanan  
Analisis Ketahanan Hidup 5 Tahun Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Berdasarkan Faktor Demografi dan Klinis di Kabupaten Blitar Sidjabat, Forman Novrindo; Ernawati, Albida Rifa; Ningrum, Bintang Purba; Istiqomah, Inti Ilmatul; Dhana, Moch. Damarjati Widya; Pamintarso, Nataly Valerina
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.5 No.2 Desember (2023) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v5i2.13695

Abstract

Mengakhiri kematian akibat AIDS merupakan salah satu tujuan dari penanganan epidemi HIV/AIDS, hal ini tertulis pada target SDGs ke tiga dan target getting to zero kedua yaitu zero death related cause by AIDS pada tahun 2030. Namun, UNAIDS memproyeksikan kematian akibat AIDS akan mengalami peningkatan hingga tahun 2022 dari tahun 2010. Jawa Timur selalu menempati 5 besar provinsi dengan kasus kematian akibat AIDS terbanyak di Indonesia. Sementara, Kabupaten Blitar merupakan salah satu kabupaten dengan kasus infeksi HIV terbanyak di Jawa Timur. Penelitian ini akan menganalisis ketahanan hidup 5 tahun orang dengan HIV/AIDS (ODHA) berdasarkan faktor demografi dan klinis di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Penelitian ini dilakukan selama bulan Desember-Februari 2022 menggunakan rancangan studi kohort retrospektif dengan 156 pasien baru tahun 2016. Data dianalisis menggunakan Regresion Cox Proportional Hazard dan disajikan dalam bentuk grafik ketahanan hidup dan tabel. Median waktu ketahanan hidup ODHA di Kabupaten Blitar adalah 59 bulan. Faktor yang mempengaruhi kematian HIV adalah tingkat pendidikan rendah (HR: 2,03, p: 0,009, CI95%: 1,6-3,7) dan jenis rejimen ARV lini kedua (HR: 2,6, p: 0,04, CI95%: 2,01-7,19). Tingkat pendidikan yang baik menunjukkan kemampuan menyerap informasi dengan baik dan jenis rejimen ARV lini pertama menunjukkan tingkat kepatuhan yang optimal atau penanganan efek samping yang optimal sehingga ODHA tidak berganti ke rejimen lini kedua. Maka diperlukan upaya edukasi pentingnya kepatuhan pengobatan, pemantauan kepatuhan pengobatan dan pemantauan serta penanganan efek samping yang cepat.
Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Konsumsi Makanan Beragam dalam Upaya Penerapan 4 Pilar Gizi Seimbang Lawrence, Lawrence; Harianti, Rini; Putri, Afifah Miranda; Ramadhani, Nayla; Anggraini, Winda Nur; Luthfianti, Salma
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.6 No.1 (2024) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v6i1.13950

Abstract

Permasalahan gizi yang saat ini terjadi akibat dari penerapan pola makan yang salah dimana banyak orang tidak mengamati keragaman konsumsi makanan yang berkaitan dengan kebutuhan tubuh terhadap energi dan proporsi makanan yang seimbang. Masalah lain yang sering terjadi pada remaja adalah mengonsumsi makanan dalam porsi besar dengan tinggi lemak dan karbohidrat tanpa memedulikan kandungan gizi didalamnya. Perilaku makan tersebut dapat berakibat buruk pada kesehatan remaja dengan timbulnya masalah gizi seperti kekurangan gizi serta kelebihan gizi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan remaja di SMPN 2 Karawang Barat tentang konsumsi makanan beragam dalam upaya penerapan 4 pilar gizi seimbang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Non-Equivalent Group Control (Quasi Experiment) atau eksperimen semu yang dilaksanakan pada bulan November 2023. Analsisi data menggunakan uji paired-samples T-test. Hasil menyatakan bahwa tidak terdapat adanya hubungan yang signifikan antara pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang konsumsi makanan beragam. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan responden terhadap konsumsi makanan beragam berada pada tingkat pengetahuan yang tinggi bahkan sebelum dilakukannya edukasi.
Determinan Faktor Lingkungan Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Klaten Sunardi, Sunardi; Mirasa, Yudied Agung; Alimansur, Moh
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.5 No.2 Desember (2023) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v5i2.13257

Abstract

Penyakit leptospirosis merupakan Penyakit yang banyak terjadi di daerah rawan banjir karena kejadian Penyakit ini paling tinggi setelah banjir tersebut surut. Kondisi pemukiman yang padat penduduk, kumuh dan terdapat selokan menggenang serta sampah menumpuk. Kondisi tersebut dapat menjadi tempat berkembangbiak tikus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian leptospirosis di Kabupaten Klaten. Desain penelitian menggunakan rancangan case control study. Populasi adalah 80 penderita leptospirosis di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Klaten, dengan sampel 35 kasus dan 35 kontrol. Teknik sampling dengan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Metode analisa data menggunakan uji chi square dan OR. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara keberadaan genangan air dengan kejadian leptospirosis (p-value = 0,001). Genangan air di lingkungan rumah memiliki resiko terkena leptospirosis 7,667 kali lebih besar dibandingkan dengan rumah yang tidak ada genangan air di lingkunganya. Ada hubungan antara kondisi selokan dengan kejadian leptospirosis ( p-value = 0,002). Kondisi selokan buruk memiliki resiko terkena leptospirosis 4,889 kali lebih besar dibandingkan dengan kondisi selokannya baik. Ada hubungan antara keberadaan tikus dengan kejadian leptospirosis (p-value = 0,001). Keberadaan tikus memiliki resiko terkena leptospirosis 5.537 kali lebih besar dibandingkan dengan kondisi selokannya baik. Tidak ada hubungan antara kepemilikan hewan peliharaan dengan kejadian leptospirosis (p-value = 0,771). Kepemilikan hewan peliharaan memiliki resiko terkena leptospirosis 0,844 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki hewan peliharaan. Disarankan kepada masyarakat sebaiknya menggunakan alat pelindung diri ketika beraktivitas, menutup luka dengan perban steril dan selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.