cover
Contact Name
Prof. Dr. Rajab Ritonga, M.Si.
Contact Email
redaksi@pewarta.org
Phone
+62811133471
Journal Mail Official
redaksi@pewarta.org
Editorial Address
Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia Gedung Dewan Pers lt. 4 Jl. Kebon Sirih No. 34 Telp. 3453131; 3862041 Faks. 3453175
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pewarta Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26566893     DOI : https://doi.org/10.25008/jpi
Core Subject : Education, Social,
JURNAL PEWARTA INDONESIA adalah Open Journal berkala ilmiah, diterbitkan oleh Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setiap bulan April dan Oktober tahun berjalan. Jurnal ini dikelola dengan prinsip peer-reviewed dan merupakan wadah bagi para wartawan, peneliti, dosen, serta para pemerhati media, ataupun jurnalisme untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian ataupun kajian teortis terkait media dan jurnalisme, ataupun ilmu komunikasi secara umum. Fokus terbitan Pewarta Indonesia adalah segala sesuatu yang terkait dengan media, baik media cetak, elektronik maupun siber, media sosial, termasuk juga media luar ruang. Penelitian yang terkait bidang ilmu komunikasi juga dimungkinkan sepanjang berisisan dengan media massa dalam arti luas (radio, televisi, suratkabar, film, ataupun buku).
Articles 169 Documents
Transformasi Gaya Komunikasi dan Strategi Kreatif dalam Bincang Online Inspiratif Transformasi Gaya Komunikasi dan Strategi Kreatif dalam Bincang Online Inspiratif (Kajian Longitudinal 2021–2025) Limarandani, Ni Putu; Tuty Mutiah; AA Ketut Patera; Made Saisan; Rajab Ritonga
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.246

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial secara signifikan memengaruhi pola komunikasi di berbagai platform, termasuk program bincang online inspiratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi gaya komunikasi dan strategi kreatif yang diterapkan dalam produksi konten bincang online selama periode 2021 hingga 2025. Dengan menggunakan metode studi longitudinal dan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkombinasikan analisis konten terhadap episode-episode bincang online serta wawancara mendalam dengan para produser dan host. Teori komunikasi interpersonal dan teori inovasi media dijadikan kerangka untuk memahami perubahan gaya penyampaian dan kreativitas yang berkembang. Hasil penelitian mengungkapkan adanya evolusi signifikan dalam gaya komunikasi, dari pola penyampaian yang formal dan satu arah menjadi lebih interaktif, personal, dan responsif terhadap kebutuhan audiens digital. Strategi kreatif juga mengalami peningkatan dengan pemanfaatan teknologi multimedia, storytelling yang lebih autentik, serta integrasi feedback dari audiens untuk meningkatkan engagement. Studi ini menegaskan pentingnya adaptasi komunikasi yang dinamis dan inovatif dalam menghadapi perubahan digital agar program bincang online tetap relevan dan mampu menarik perhatian serta memberikan inspirasi secara efektif.
Queer Coding dalam Squid Game: Analisis Teori Semiotika dan Queer terhadap Subteks LGBTQ+ yang Tersembunyi Arfiani, Anindya; Kertamukti, Rama; Ahmad Dio Putra Fatikha Rizky; Muhammad Kamal Kharrazi; Syefira Maharani Tasynim
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.230

Abstract

This research analyzes how the Squid Game series utilizes queer coding as a semiotic strategy to insert LGBTQ+ representations in the context of South Korean culture which is still dominated by heteronormative norms. Using a qualitative approach and visual semiotic analysis based on the theories of gender performativity (Butler), cultural myth (Barthes), and the concept of representation (Stuart Hall), this study identifies four forms of queer coding: predatory aesthetics, ambivalent queer heroism, gender ambiguous bodies, and symbolic resistance. The findings show that queer coding in Squid Game is ambivalent and can challenge patriarchal norms, while simultaneously reproducing stereotypes and deviance. The analysis also reveals that queer coding operates in a tug-of-war between political resistance, global market demands, and local cultural censorship. This research contributes to the global discourse on LGBTQ+ representations in non-Western popular media, and opens up space for critical reflection on how queer aesthetics are commodified in contemporary entertainment capitalism.
Brand Awareness dan Electronic Word of Mouth (E-WOM) Sebagai Faktor yang mempengaruhi Keputusan Pembelian (Studi Kuasi Kuantitatif Komunikasi Pemasaran) Puti Arsyi Nurunnisa
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.194

Abstract

Blibli sebagai salah satu platform e-commerce berupaya memperkuat keputusan pembelian pelanggan melalui strategi brand awareness dan electronic word of mouth (e-WOM). Namun demikian, jumlah kunjungan Blibli masih berada di bawah pesaing utamanya seperti Shopee dan Tokopedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand awareness dan e-WOM terhadap keputusan pembelian konsumen di e-commerce Blibli. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuasi kuantitatif dengan basis komunikasi pemasaran. Data diperoleh melalui survei online terhadap 400 responden pengguna Blibli di wilayah Jabodetabek serta wawancara mendalam dengan tim digital marketing Blibli. Teknik analisis yang digunakan meliputi regresi linear berganda, uji t, dan uji f untuk mengukur hubungan serta pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand awareness dan e-WOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan brand awareness sebagai variabel yang paling dominan. Temuan ini menegaskan bahwa citra merek yang kuat mampu meningkatkan keyakinan konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Sementara itu, analisis SWOT mengindikasikan bahwa Blibli unggul dalam layanan pelanggan, tetapi masih perlu mengoptimalkan strategi pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing di pasar. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengelola e-commerce, khususnya dalam memperkuat strategi komunikasi pemasaran berbasis digital, membangun brand awareness, serta mengoptimalkan e-WOM sebagai alat promosi yang efektif.
Dampak Pornografi Digital Ditinjau dari Perspektif Pierre Bourdieu Ratih Utami Dewi; Eli Jamilah Mihardja
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.212

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat membawa dampak signifikan bagi masyarakat, baik secara positif maupun negatif. Salah satu dampak negatif yang semakin menjadi perhatian adalah mudahnya akses terhadap konten pornografi digital, yang kini dapat ditemukan hanya dengan mengetikkan kata kunci sederhana di berbagai platform seperti Google, YouTube, maupun televisi berbayar. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran khususnya bagi konsumen muda yang rentan terpapar tanpa pengawasan. Di sisi lain, kemajuan teknologi juga menghadirkan peluang positif berupa kemudahan dalam memperoleh informasi, komunikasi, dan hiburan. Namun, konsumsi pornografi digital dapat menimbulkan konsekuensi serius terhadap pembentukan karakter, perilaku, serta norma sosial dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana dampak konsumsi pornografi digital pada konsumen muda dengan menggunakan kerangka teori Pierre Bourdieu, terutama melalui konsep Habitus dan modal. Habitus digunakan untuk memahami kebiasaan, pola pikir, serta perilaku yang terbentuk dari interaksi berulang dengan konten digital pornografi, sedangkan konsep modal digunakan untuk melihat bagaimana modal budaya, sosial, maupun ekonomi memengaruhi akses serta cara individu mengonsumsi konten tersebut. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis literatur, penelitian ini berusaha menjelaskan keterkaitan antara kemudahan akses pornografi digital dengan perubahan perilaku konsumsi generasi muda serta implikasinya terhadap norma sosial dan moral yang berlaku di masyarakat. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai dampak sosial dari digital pornografi sekaligus mendorong pentingnya penggunaan teknologi yang bijak di era digital.
Pembentukan Citra Kepemimpinan Digital: Analisis Retorika William Tanuwijaya di Podcast Deddy Corbuzier Aptalitha, Thenatha Lintang
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.224

Abstract

Kepemimpinan merupakan bentuk pengaruh sosial yang kompleks dan menuntut kajian multidisipliner untuk memahaminya secara utuh. Dalam konteks ini, retorika menjadi aspek penting dalam membentuk citra kepemimpinan, terutama di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi retorika yang digunakan oleh William Tanuwijaya, pendiri dan CEO Tokopedia, dalam membangun citra sebagai pemimpin digital Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah metode analisis isi kualitatif dengan mengacu pada teori retorika Aristoteles, khususnya tiga elemen utama: ethos, logos, dan pathos. Data diperoleh dari transkrip percakapan dalam video podcast yang diunggah di YouTube melalui teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, William Tanuwijaya memanfaatkan ketiga aspek retorika tersebut secara seimbang, sehingga mampu membangun kredibilitas, menyampaikan pesan secara logis, dan menyentuh sisi emosional audiens. Strategi retorika ini tidak hanya memperkuat citra pribadinya sebagai pemimpin, tetapi juga menjadi model inspiratif dalam kepemimpinan digital di Indonesia.
Pola Komunikasi Interpersonal Keluarga dalam Pembentukan Konsep Diri Anak Muhammad Nurdin; Junaedi, Fajar
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.231

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana pola komunikasi interpersonal orang tua berperan dalam membentuk konsep diri anak di era digital, dengan fokus pada konteks sosial di Desa Manang, Sukoharjo. Latar belakang penelitian ini berangkat dari perubahan pola komunikasi keluarga akibat kemajuan teknologi digital yang memengaruhi proses interaksi, kedekatan emosional, serta pembentukan identitas diri anak. Kerangka teori yang digunakan adalah Teori Penetrasi Sosial, yang menjelaskan kedekatan dalam hubungan interpersonal berkembang melalui tahapan pengungkapan diri yang semakin dalam. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian melibatkan lima keluarga yang dipilih secara purposive, mempertimbangkan variasi tingkat pendidikan, kemampuan penggunaan teknologi orang tua, serta rentang usia anak antara 16–23 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk memperoleh gambaran utuh mengenai dinamika komunikasi dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi autoritatif, ditandai keterbukaan, dukungan emosional, serta interaksi dua arah, berkontribusi terhadap terbentuknya konsep diri anak yang positif, stabil, dan percaya diri. Sebaliknya, pola otoriter maupun permisif cenderung melahirkan konsep diri yang lemah, terfragmentasi, atau tidak konsisten. Temuan ini menegaskan relevansi teori penetrasi sosial dalam konteks keluarga digital, sekaligus menyoroti pentingnya komunikasi reflektif dan empatik. Kesimpulannya, pola komunikasi yang hangat, terbuka, dan penuh dukungan menjadi fondasi utama dalam memperkuat konsep diri anak di tengah tantangan sosial dan teknologi era digital.
Framing Pemberitaan Detik.com tentang Pinjaman Online Mahasiswa untuk Pembayaran Uang Kuliah Tunggal Ar-Rozi, Ahmad Nafis Nizam; Purworini, Dian; Nurul Aisyah, Vinisa
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembingkaian yang dilakukan media online Detik.com terkait isu kerja sama antara Danacita dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Metode yang digunakan adalah metode analisis framing model Pan dan Kosicki. Pemilihan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 15 berita yang dianalisis menggunakan empat struktur utama teknik Analisis Framing Zhongdan Pan dan Gerald M. Kosicki: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil dari penelitian ini adalah adanya penggunaan idiom hiperbola oleh Detik.com untuk menunujukkan bagaimana isu mendapatkan perhatian dari masyarakat. Selain itu, penekanan pada reaksi dan persepsi masyarakat yang ditunjukkan pada teras berita, dan kutipan dari narasumber ITB yang ditempatkan di akhir berita.
Membangun Citra Global: Kasus Artisan Pro sebagai Produk Lokal Berkelas Dunia Riska Afrianti; Wattimena, Grace Heidy Jane Amanda; Sihombing, Ezra Lidang Noviantina; Widodo, Safina Rizkiani
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.251

Abstract

Dalam lanskap pasar kosmetik yang semakin kompetitif, Indonesia menghadapi tantangan dengan masuknya berbagai produk asing. Pasar kosmetik Indonesia merupakan sektor yang sangat dinamis dalam industri kecantikan dan perawatan kulit. Dengan preferensi konsumen yang beragam, baik merek lokal maupun internasional memainkan peran penting dalam memenuhi selera konsumen Indonesia serta mendorong inovasi di sektor kosmetik. Sementara itu, produk kosmetik lokal Indonesia mulai menembus pasar internasional. Diferensiasi menjadi kunci bagi setiap merek untuk bertahan dan berkembang. Artisan Professionnel (Artisan Pro) menjadi studi kasus yang menarik karena keberhasilannya menembus pasar internasional melalui diferensiasi pada satu produk kecantikan, yaitu bulu mata, sementara merek lain menawarkan beragam produk. Meskipun demikian, Artisan Professionnel berhasil membangun posisinya sebagai produsen bulu mata di pasar targetnya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pendekatan public relations inovatif yang dilakukan Artisan Professionnel untuk memperkuat citra profesional sekaligus mendukung ekspansi internasionalnya. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui desain penelitian studi kasus dan kerangka perencanaan strategis public relations oleh Ronald Smith, penelitian ini mengungkap strategi dan taktik yang diterapkan Artisan Professionnel dalam memperkuat posisinya di pasar yang kompetitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan PR dan komunikasi yang terintegrasi serta inovatif, khususnya dalam membangun komunitas autentik dan melakukan diplomasi merek yang komprehensif, merupakan kunci bagi merek lokal untuk memperkuat posisi dan mencapai standar kelas dunia. Hal ini dicapai dengan menonjolkan pesan inti merek, memberdayakan komunitas Make Up Artist (MUA) profesional sebagai mitra strategis, proaktif dalam diplomasi merek melalui partisipasi dan sponsorship di berbagai acara nasional maupun internasional bergengsi, serta pemanfaatan media secara strategis.
Strategi Komunikasi Orang Tua Tunggal Dalam Menjaga Kesehatan Mental Anak Pasca Perceraian Sartika, Dewi; Intan Leliana; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i1.258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh orang tua tunggal dalam menjaga kesehatan mental anak pasca perceraian. Perceraian seringkali menimbulkan dampak psikologis yang signifikan bagi anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dalam memberikan dukungan emosional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam kepada orang tua tunggal yang memiliki anak usia sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi utama yang digunakan, yaitu keterbukaan komunikasi, pemberian dukungan emosional, dan penanaman rasa aman melalui pola asuh konsisten. Keterbukaan komunikasi dilakukan dengan memberikan ruang dialog dua arah agar anak dapat mengekspresikan perasaannya. Dukungan emosional diberikan melalui empati, perhatian, dan validasi perasaan anak. Sementara itu, penanaman rasa aman diwujudkan dengan konsistensi dalam aturan serta rutinitas keluarga. Keseluruhan strategi ini berkontribusi dalam mengurangi kecemasan, meningkatkan kepercayaan diri, serta menjaga keseimbangan emosional anak pasca perceraian.