cover
Contact Name
Prof. Dr. Rajab Ritonga, M.Si.
Contact Email
redaksi@pewarta.org
Phone
+62811133471
Journal Mail Official
redaksi@pewarta.org
Editorial Address
Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia Gedung Dewan Pers lt. 4 Jl. Kebon Sirih No. 34 Telp. 3453131; 3862041 Faks. 3453175
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pewarta Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26566893     DOI : https://doi.org/10.25008/jpi
Core Subject : Education, Social,
JURNAL PEWARTA INDONESIA adalah Open Journal berkala ilmiah, diterbitkan oleh Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setiap bulan April dan Oktober tahun berjalan. Jurnal ini dikelola dengan prinsip peer-reviewed dan merupakan wadah bagi para wartawan, peneliti, dosen, serta para pemerhati media, ataupun jurnalisme untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian ataupun kajian teortis terkait media dan jurnalisme, ataupun ilmu komunikasi secara umum. Fokus terbitan Pewarta Indonesia adalah segala sesuatu yang terkait dengan media, baik media cetak, elektronik maupun siber, media sosial, termasuk juga media luar ruang. Penelitian yang terkait bidang ilmu komunikasi juga dimungkinkan sepanjang berisisan dengan media massa dalam arti luas (radio, televisi, suratkabar, film, ataupun buku).
Articles 169 Documents
Identity and Struggle of Women Micro, Small and Medium Enterprises in Digital Social Media Communication Subekti, Priyo; Perbawasari, Susie
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.205

Abstract

This study explores how female micro-entrepreneurs in Pangandaran construct their identities and narrate their economic struggles through digital communication on social media. Drawing on a qualitative case study approach, the research identifies that social media functions not merely as a marketing tool but also as a symbolic space for self-representation, emotional engagement, and collective empowerment. The findings reveal that identity construction among women entrepreneurs is shaped by a combination of domestic roles, cultural values, religious expressions, and community affiliation. Through platforms such as WhatsApp, Facebook, and Instagram, these women employ simple but consistent communication strategies to promote their businesses, connect with customers, and share personal narratives. Many include culturally embedded elements in their posts, such as local dialects, traditional products, and expressions of gratitude, reflecting their rootedness in local traditions and values. Community networks like Baraya and PPUMI serve as key enablers of cooperative branding and digital literacy, strengthening the social capital among members. This research confirms that digital communication is an essential tool for empowerment, particularly when it aligns with local contexts and gendered experiences. It also highlights the importance of narrative-based digital training and participatory approaches in fostering inclusive digital entrepreneurship. The study contributes to a deeper understanding of how digital media intersects with gender, culture, and economic resilience in tourism-based regions in Indonesia.
Representasi Resistensi Perlawanan Perempuan dalam Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa Cantika, Elvera Tiarra; Junaedi, Fajar
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.207

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya representasi stereotip perempuan dalam media, khususnya film, yang mengukuhkan budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana film Tuhan Izinkan Aku Berdosa merepresentasikan perlawanan terhadap stereotip perempuan dalam konteks sosial budaya Indonesia. Teori semiotika Roland Barthes digunakan sebagai landasan teoritik untuk mengkaji tanda-tanda berupa denotasi, konotasi, dan mitos yang muncul dalam film serta bagaimana makna tersebut dikonstruksi dalam narasi visual. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika, observasi non-partisipan terhadap adegan-adegan terpilih, dan studi pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa film tersebut secara kuat menghadirkan simbol perlawanan terhadap kekerasan berbasis gender, otoritas patriarki, serta normalisasi pelecehan seksual. Melalui karakter Kiran, film menampilkan agen perempuan yang kritis, berani, dan mampu menantang sistem opresif. Hasil ini menunjukkan hubungan antara struktur kekuasaan patriarki dan representasi perempuan dalam media. Film ini tidak hanya mencerminkan ketimpangan gender, namun juga mendekonstruksi mitos sosial melalui pesan feminisme radikal dan feminisme gelombang ketiga, yang menjadi strategi komunikasi efektif dalam mendorong kesetaraan gender.
Struktur Tiga Babak Sebagai Pendekatan Naratif dalam Penulisan Dokumenter "Sehelai Kain Harapan" Salsabila, Mayfa; Wirakusumah, Teddy. K; Prahatmaja, Nurmaya
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.209

Abstract

Film dokumenter di Indonesia berkembang pesat sebagai medium penceritaan yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional yang mendalam. Dalam produksi dokumenter, penulisan naskah menjadi elemen penting karena berperan dalam merancang alur narasi yang terstruktur, komunikatif, dan mampu menggugah penonton. Dokumenter “Sehelai Kain Harapan” mengangkat kisah para pengrajin batik difabel di Batik Griya Harapan Difabel, yang merepresentasikan proses berkarya sekaligus perjuangan dan harapan hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses kreatif scriptwriter dalam memetakan alur cerita dari pre-shoot script hingga post-shoot script dengan menggunakan metode kualitatif dan strategi analisis naratif. Teori struktur tiga babak  The Syd Field Paradigm, yaitu babak I (set-up), babak II (confrontation), dan babak III (resolution), digunakan sebagai pendekatan untuk menelaah keteraturan narasi dokumenter ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan struktur tiga babak berperan penting dalam membantu scriptwriter membangun alur yang jelas, runtut, dan dramatis. Setiap adegan dapat terhubung secara berkesinambungan sehingga pesan sosial yang diangkat mampu tersampaikan lebih kuat kepada penonton. Pendekatan ini tidak hanya mempertegas aspek kronologis, tetapi juga memperkaya dimensi emosional dokumenter, sehingga penonton dapat lebih terlibat dalam kisah para pengrajin batik difabel. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik penulisan naskah dokumenter, khususnya dalam memanfaatkan pendekatan naratif untuk menciptakan struktur cerita yang efektif dan menyentuh.
Wewenang KPI Pasca Terbitnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Muhammad Zen Al-Faqih; Hidayat, Dadang Rahmat; Nurzaman, R. Adi; Hudi, Nurul
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.218

Abstract

Penelitian ini membahas kedudukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai lembaga negara independen serta perubahan kewenangannya pasca terbitnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU Cipta Kerja). Regulasi tersebut membawa dampak signifikan terhadap reposisi peran KPI dalam sistem penyiaran nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implikasi hukum dari berlakunya UU Cipta Kerja terhadap kewenangan KPI, khususnya dalam ranah perizinan dan pengawasan penyiaran. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan yurisprudensi, serta berlandaskan pada teori wewenang dan teori lembaga negara. Data dianalisis melalui studi literatur terhadap peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, serta dokumen relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah UU Cipta Kerja berlaku, KPI mengalami pengurangan kewenangan strategis. KPI tidak lagi berwenang mengusulkan alokasi frekuensi penyiaran dan memproses izin penyelenggaraan penyiaran, padahal kewenangan tersebut sebelumnya merupakan instrumen penting dalam menjaga independensi serta kualitas penyiaran di Indonesia. Pengurangan ini menimbulkan kekhawatiran atas melemahnya fungsi KPI sebagai lembaga pengawas independen. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan adanya perubahan dalam UU Cipta Kerja untuk mengembalikan kewenangan KPI di bidang perizinan penyiaran. Hal ini penting agar KPI tetap mampu menjalankan fungsi pengawasan dan menjaga prinsip demokratisasi informasi sesuai amanat reformasi penyiaran.
Efektivitas Saluran Komunikasi Vertikal dan Horizontal Lembaga Filantropi Islam Ulva Lathifah
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.221

Abstract

Komunikasi internal yang optimal merupakan faktor esensial dalam mempertahankan kinerja organisasi, khususnya di sektor sosial keagamaan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis dokumen pada salah satu lembaga filantropi Islam yang memiliki reputasi nasional Laznas PPPA Daarul Qur’an. Tujuan kajian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas saluran komunikasi vertikal dan horizontal dalam konteks lembaga filantropi Islam. Hasil kajian mengungkapkan bahwa komunikasi vertikal—antara pimpinan dan bawahan—bersifat formal dan mengikuti struktur organisasi, namun sering kali belum mampu merespons perubahan yang terjadi di lapangan secara cepat. Sebaliknya, komunikasi horizontal antarpegawai atau antarbagian menunjukkan karakteristik yang lebih fleksibel dan adaptif, meskipun berisiko memunculkan tumpang tindih informasi jika tidak ditata dengan sistem koordinasi yang baik. Temuan tersebut menekankan pentingnya pengembangan sistem komunikasi dua arah yang efektif, serta integrasi teknologi informasi guna memperlancar arus komunikasi dalam organisasi.
Framing Pemberitaan Kasus Korupsi PT Timah 2024 di Kompas.com dan Tempo.co Aditya Angga Yulianto; Afdal Makkuraga Putra; Ponco Budi Sulistyo
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.222

Abstract

Korupsi di Indonesia masih menjadi persoalan struktural yang melemahkan tata kelola pemerintahan dan menggerus kepercayaan publik. Salah satu kasus besar pada tahun 2024 adalah skandal korupsi PT Timah yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp271 triliun. Penelitian ini bertujuan membandingkan konstruksi pemberitaan kasus tersebut dalam dua portal berita nasional, Kompas.com dan Tempo.co, dengan menggunakan model analisis framing Gamson dan Modigliani. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, paradigma konstruktivisme, dan teknik analisis teks. Data terdiri dari 10 berita hasil seleksi purposif yang diterbitkan antara Maret hingga Desember 2024, masing-masing lima dari Kompas.com dan Tempo.co. Analisis menemukan bahwa framing dominan dalam kedua media adalah korupsi sebagai persoalan hukum dan keadilan. Kompas.com menekankan aspek proses hukum seperti penyitaan aset, penahanan tersangka, dan jalannya persidangan. Tempo.co lebih menyoroti dimensi sistemik, seperti skala kerugian negara dan lemahnya vonis pengadilan. Dalam framing korupsi sebagai dampak terhadap lingkungan dan masyarakat, Kompas.com lebih fokus pada dampak sosial-ekonomi, sementara Tempo.co menggarisbawahi kehancuran ekologis dan korban jiwa akibat tambang ilegal. Perbedaan penekanan ini menunjukkan adanya orientasi redaksional yang khas dari masing-masing media. Temuan penelitian ini mengonfirmasi bahwa media berperan aktif dalam membentuk persepsi publik atas isu korupsi, tidak hanya melalui fakta, tetapi melalui konstruksi makna. Studi ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi politik dan media, khususnya dalam memahami dinamika framing atas isu-isu strategis dalam tata kelola sumber daya alam.
Pengaruh Pengaruh Brand Ambassador dan Social MediaMarketing Terhadap Keputusan Penggunaan Aplikasi MYBCA Dengan Brand Awareness Sebagai Variabel Intervening (Survey Pada Followers Instagram @goodlifebca) Muhammad Diky Darmawan; Achmad Jamil
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.227

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong industri perbankan untuk menghadirkan layanan berbasis aplikasi guna meningkatkan kenyamanan dan kemudahan transaksi bagi nasabah. Namun demikian, rendahnya kesadaran merek dan kurang optimalnya strategi pemasaran digital masih menjadi tantangan dalam mendorong keputusan penggunaan aplikasi perbankan digital seperti MYBCA. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dirumuskan untuk menjawab bagaimana pengaruh Brand Ambassador dan Social Media Marketing terhadap Pengambilan Keputusan Penggunaan Aplikasi MYBCA, serta bagaimana peran Brand Awareness sebagai variabel intervening. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung dari Brand Ambassador dan Social Media Marketing terhadap Keputusan Penggunaan Aplikasi MYBCA dengan Brand Awareness sebagai mediasi. Penelitian ini didasarkan pada teori komunikasi pemasaran dan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) yang menjelaskan alur perilaku konsumen dalam ekosistem digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sampel penelitian sebanyak 200 responden dipilih melalui teknik purposive sampling terhadap followers akun Instagram @goodlifebca yang telah menggunakan aplikasi MYBCA. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand Ambassador berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Awareness dan Keputusan Penggunaan Aplikasi MYBCA. Social Media Marketing berpengaruh sangat kuat terhadap Keputusan Penggunaan Aplikasi MYBCA, namun pengaruhnya terhadap Brand Awareness tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan perlunya optimalisasi strategi pemasaran digital melalui pemanfaatan media sosial dan figur Brand Ambassador guna meningkatkan kesadaran merek dan mendorong keputusan penggunaan aplikasi perbankan digital secara lebih efektif.
Visual Da‘wah in the Mediatized Era: A Virtual Ethnographic Analysis of Illustrative Content on the Instagram Account @sholahayub Sirajuddin, Muhammad; Aniq Nahdia Lulu Annawawie; Hermansah, Tantan; Fanshoby, Muhammad
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.229

Abstract

This study examines digital Islamic preaching content on the Instagram account @sholahayub using the media space theory (Nasrullah, 2017) to revisit communication theory within the context of contemporary da’wah. The study assumes posits that visual content and user interactions on social media not only convey religious messages but also collectively shape religious identity and solidarity, particularly in humanitarian issues such as Palestine. The method employed is qualitative analysis based on cyber media analysis across four levels: media space, media document, media object, and user experience, with data consisting of illustrative posts, reflective narratives, and user responses. The findings reveal that semi-realistic illustrations and contemplative captions create a communicative and affective preaching space, where user interactions demonstrate deep emotional and spiritual engagement. These results expand communication theory by showing that social media functions as a dynamic, inclusive, and socially relevant space for the production of religious meaning. In conclusion, digital da’wah through Instagram serves as an effective medium of communication for fostering spiritual awareness, humanitarian solidarity, and strengthened devotion to Allah through transformative visual and emotional experiences.
Representasi Dukun Wanita sebagai Medium Komunikasi dalam Film Dokumenter "Shaman: Whisper from the Dead" Ni Luh Putu Agustin Kanya Dewi; I Dewa Ayu Sugiarica Joni; Ade Devia Pradipta
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.237

Abstract

Shamanisme Korea merupakan sistem kepercayaan tradisional yang menempatkan dukun, khususnya wanita, sebagai perantara spiritual yang memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat dan tetap bertahan melalui berbagai transformasi hingga era digital, salah satunya melalui medium film dokumenter. Dokumenter Shaman: Whisper from the Dead merepresentasikan praktik tersebut secara autentik dan menyajikan pembacaan ulang terhadap citra dukun dalam wacana visual kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi dukun wanita digambarkan dalam film dengan berfokus pada adegan, dialog, dan simbol visual yang mewakili dukun sebagai media komunikasi antara manusia, roh, dan dewa. Dengan menggunakan paradigma post-positivisme dan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis satu episode secara mendalam melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Data disajikan dalam narasi deskriptif, tabel, dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan dukun wanita sebagai tokoh sentral dalam praktik spiritual Korea Selatan sebagai pendeteksi gangguan spiritual, fasilitator, dan wadah fisik bagi entitas supernatural. Film dokumenter ini menunjukkan bahwa spiritualitas memberikan ruang bagi wanita untuk membangun otoritas dalam budaya patriarki, sekaligus menggeser stigma negatif terhadap dukun yang sering dikaitkan dengan praktik gelap dalam genre horor atau thriller.
STRATEGI MEDIA INSTAGRAM @HANDSFOUNDATION SEBAGAI RUANG ADVOKASI DALAM INTERVENSI PERDAMAIAN DI WILAYAH KONFLIK PALESTINA Fitriyah, Ratu Maulidah; Bakti, Andi Faisal
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.241

Abstract

kemanusiaan di media sosial, khususnya terkait konflik Palestina, cenderung reaktif dan kurang terencana, sehingga dampaknya tidak optimal. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi akun Instagram @handsfoundation.idn sebagai ruang advokasi perdamaian, dengan tujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Kami menggunakan teori Jan Servaes tentang media di wilayah konflik. Studi ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung, didukung oleh data sekunder dari literatur. Hasilnya, meskipun akun tersebut berhasil menciptakan konten yang relevan dan edukatif, ia kurang transparan mengenai peran mitra strategisnya. Kurangnya transparansi ini mengurangi akurasi, kredibilitas, dan kepercayaan publik. Kami menyimpulkan bahwa kampanye digital harus melampaui fokus emosional dan didukung oleh perencanaan matang, transparansi mitra, serta pelatihan staf yang memadai. Pesan harus disesuaikan dengan konteks lokal dan nilai-nilai kemanusiaan untuk mencapai tujuan perdamaian jangka panjang.