cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Fitopatologi Indonesia
ISSN : 02157950     EISSN : 23392479     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Fitopatologi Indonesia (JFI) is an official publication owned by the Indonesian Phytopathology Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia). In 2010, JFI management was given to PFI Komda Bogor. Since then, JFI has been published 6 times (January, March, May, July, September, and November).
Arjuna Subject : -
Articles 412 Documents
Penurunan Risiko Perkembangan Cendawan Terbawa Benih Hotong asal Pulau Buru melalui Perlakuan Air Panas PARLINDO, FITRA; Khairani, Hagia Sophia; Ardie, Sintho Wahyuning
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 18 No. 6 (2022): November 2022
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.18.6.264-268

Abstract

Penurunan Risiko Perkembangan Cendawan Terbawa Benih Hotong (Setaria italica) Asal Pulau Buru Melalui Perlakuan Air Panas Penggunaan benih sehat yang bebas cendawan terbawa benih merupakan faktor penting untuk meningkatkan produksi hotong (Setaria italica). Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya teknik eliminasi cendawan terbawa benih melalui perlakuan air panas terhadap benih hotong asal Pulau Buru. Identifikasi cendawan terbawa benih menunjukkan bahwa Boeremia merupakan cendawan dominan pada benih hotong asal Pulau Buru. Perlakuan air panas dengan kombinasi suhu (50 ℃, 52 ℃, 54 ℃) dan lama perlakuan (15, 20, 25 menit) diujikan untuk mencari perlakuan yang paling efektif menekan pertumbuhan cendawan tetapi tidak mengganggu perkecambahan benih. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan air panas pada suhu 50 ℃ selama 25 menit mampu menurunkan infestasi cendawan pada perlakuan in vitro dan ad planta berturut-turut sebesar 57% dan 55%. Hal ini mengindikasikan bahwa metode ini dapat diandalkan untuk menyelamatkan kerugian produksi benih hotong akibat perkembangan cendawan patogen.
Cover Jurnal Fitopatologi Vol. 19 No. 2, Maret 2023 Editors Jurnal Fitopatologi Indonesia; ju, Editors Jurnal Fitopatologi Indonesia
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 19 No. 2 (2023): Maret 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.2.i

Abstract

This editorial contains the front cover, editorial page, and back cover of the Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 19 No. 2, March 2023
Cover Jurnal Fitopatologi Vol. 19 No. 3, Mei 2023 Editors Jurnal Fitopatologi Indonesia
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 3 (2023): Mei 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.3.i

Abstract

This editorial contains the front cover, editorial page, and back cover of the Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 19 No. 3, May 2023
Cover Jurnal Fitopatologi Vol. 18 No. 6, November 2022 Editors Jurnal Fitopatologi Indonesia
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 18 No. 6 (2022): November 2022
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.18.6.i

Abstract

This editorial contains the front cover, editorial page, and back cover of the Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 18 No. 6, November 2022
Hot Water Treatment and Plant Growth Promoting Rhizobacteria to Suppress Seed-Borne Fungi on Rice Variety IPB-3SPerlakuan Air Panas dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria untuk Menekan Cendawan Terbawa Benih pada Padi Varietas IPB-3S Efi Toding Tondok; Desi Andini
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 16 No 6 (2020)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.16.6.235-242

Abstract

IPB-3S merupakan padi varietas baru di Indonesia yang dikembangkan untuk meningkatkan produksi beras nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cendawan yang terbawa benih padi varietas IPB-3S dan menguji potensi perlakuan air panas dan PGPR untuk menekan infeksi cendawan tersebut. Penelitian terdiri atas lima percobaan, yaitu uji kesehatan benih dengan pengamatan biji kering, uji kesehatan benih dengan blotter test, uji patogenisitas, perlakuan benih dengan metode perendaman air panas, serta perlakuan benih dengan plant growth promoting rhizobacteria (PGPR). Diperoleh tujuh genus cendawan yang ditemukan pada benih padi varietas IPB-3S, yaitu Aspergillus, Penicillium, Rhizopus, Rhizoctonia, Curvularia, Fusarium, dan Colletotrichum. Berdasarkan uji patogenisitas menunjukkan bahwa cendawan-cendawan tersebut merupakan patogen. Perlakuan benih dengan air panas pada suhu 54 ℃ dan PGPR dapat mengurangi infeksi cendawan dan meningkatkan perkecambahan benih padi varietas IPB-3S.
Resistance of Six Lines from Farmers against Bacterial Leaf Blight (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) Suryaningsih, Andika Septiana; Triwidodo, Hermanu; Wiyono, Suryo
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 4 (2023): Juli 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.4.176-181

Abstract

Resistance of Six Lines from Farmers against Bacterial Leaf Blight (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) Bacterial leaf blight (BLB) caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae is a disease that detrimental to rice production in Indonesia. One effort to control the disease is to use BLB resistant varieties. This study aims to evaluate the development of bacterial leaf blight on six lines (TCIPB202101, TCIPB202102, TCIPB202103, TCIPB202104, TCIPB202105, and TCIPB202106) and two control varieties (Ciherang and Inpari 30). Green house experiment was conducted in Cikabayan Dramaga using artificial inoculation. The study was conducted by observing the incubation period, lesion length and disease intensity at 7 and 14 days after inoculation (DAI). The results showed that all the lines tested were resistant to BLB and had better resistance compared to the control varieties. The TCIPB202105 and TCIPB202106 lines had the best resistance response with an average disease intensity below 1%. Meanwhile, the TCIPB202101 and TCIPB202102 lines had the highest percentage of disease intensity although they are still considered as moderately resistant category.
Deteksi dan Pembedaan Praktis Fitoplasma dari Beberapa Tanaman Inang Menggunakan PCR-RFLP Mutaqin, Kikin; Hidayat, Purnama; Tjahjono, Budi; Kusumah, Yayi Munara; Suseno, Rusmilah
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 5 (2023): September 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.5.188-195

Abstract

Deteksi dan Pembedaan Praktis Fitoplasma dari Beberapa Tanaman Inang Menggunakan PCR-RFLP Fitoplasma adalah prokariota fitopatogenik dengan kisaran inang yang luas dan merupakan patogen yang perlu mendapatkan perhatian lebih banyak di Indonesia. Patogen ini relatif sulit untuk dideteksi dan diidentifikasi mengingat sifat biologinya yang rumit. Penelitian ini meliputi deteksi fitoplasma menggunakan teknik polymerase chain reaction (PCR) dengan primer P1/P7 dari tujuh tanaman bergejala, yaitu daun putih rumput Bermuda, kuning bambu, sapu kacang tanah, kedelai, kacang panjang dan kaktus, serta daun kecil ubi jalar. DNA gen 16S rRNA fitoplasma hasil amplifikasi PCR selanjutnya direaksikan dengan masing-masing enzim endonuklease restriksi AluI, RSaI dan MSeI untuk menghasilkan pola restriction fragment length polymorphism (RFLP). Tujuh tanaman sakit tersebut terkonfirmasi berasosiasi dengan fitoplasma yang ditunjukkan oleh produk PCR sebesar 1800 pb. Berdasarkan profil RFLP tiga enzim, fitoplasma dibedakan ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok I (rumput Bermuda dan bambu) dan kelompok II (kacang tanah, kedelai, kacang panjang, kaktus dan ubi jalar). Fitoplasma kaktus merupakan sub-kelompok (galur) karena memiliki sedikit perbedaan fragmen dari profil RFLP dengan enzim MSeI.
Etiology of Anthracnose Disease on Shallots Caused by Colletotrichum gloeosporioides Amrullah, Rizki Abi; Wiyono, Suryo; Maharijaya, Awang; Purwito, Agus
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 5 (2023): September 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.5.206-214

Abstract

Penyakit antraknosa dapat terjadi pada seluruh fase pertumbuhan tanaman bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) dan belum diketahui proses perkembangannya serta karakteristik penyebabnya. Penelitian dilakukan untuk mempelajari etiologi penyakit antraknosa yang meliputi perkembangan gejala, periode inkubasi dan karakteristik patogen melalui pengujian secara in vivo dan in planta. Awal gejala ialah munculnya bercak putih yang kemudian membesar hingga menyebabkan jaringan mati. Gejala khas yang ditimbulkan ialah adanya pola konsentris berwarna jingga kecokelatan pada bercak dan memiliki periode inkubasi 2-4 hari. Karakteristik morfologi koloni patogen berwarna putih, konidium berbentuk silindris, hifa bersekat. Karakter lain ditandai dengan keberadaan aservulus dan setae. Patogen yang diidentifikasi secara molekuler menunjukkan 99.51% homologi dengan Colletotrichum gloeosporioides aksesi KT390192.1 dari China yang berasal dari tanaman tembakau.
Application of Low Temperature and Antiviral for Elimination of Chrysanthemum stunt viroid and Its Effect on the Growth of Shoot Tip Culture of Chrysanthemum Diningsih, Erniawati; Aryantika, Safani; Rahardjo, Indijarto Budi; Nuryani, Wakiah; Hanudin; Manzila, Ifa
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 5 (2023): September 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.5.196-205

Abstract

Application of Low Temperature and Antiviral for Elimination of Chrysanthemum stunt viroid and Its Effect on the Growth of Shoot Tip Culture of Chrysanthemum Chrysanthemum stunt viroid has been widely reported to be a limiting factor in the production of chrysanthemum cut flowers. The aim of this study was to determine the effect of low temperature treatment (5 ℃) and antiviral ribavirin on the growth and elimination of Chrysanthemum stunt viroid (CSVd) in chrysanthemum plantlets cultured from shoot tips. CSVd infected plants were obtained from a government experimental garden in Cianjur, West Java. The research was carried out in several stages, namely 1) plant sampling, 2) viroid detection using RT-PCR method, 3) initiation of explants and propagation of plant material in vitro, 4) low temperature treatment 5 ℃ with three levels of incubation time at 1, 3, and 5 months, 5) ribavirin antiviral treatment with three levels of concentration (25, 100, and 125 ppm), and 6) confirmation of viroid-free plant materials by RT-PCR. The results showed that low temperature storage and ribavirin treatment reduced the rate of growth of shoot height and number of leaves. Ribavirin did not cause phytotoxity up to concentration level of 125 ppm, although it caused inhibition on shoot growth and leaf number. However, the combination of low temperature treatment (1, 3, and 5 months) with ribavirin (25, 100, and 125 ppm) was not able to eliminate CSVd from tissues at all treatment levels.
The First Occurrence of Zucchini yellow mosaic virus Infecting Cucumber in Padang, West Sumatra Ridho, Muhammad Arif; Martinius; Fadli; Liswarni, Yenny; Najmi, Lailatul; Trisno, Jumsu
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 5 (2023): September 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.5.183-187

Abstract

Tanaman mentimun varietas lokal Padang merupakan tanaman sayuran unggulan bagi petani perkotaan karena umur panen yang pendek. Hasil survei menemukan adanya gejala bercak kuning dan klorosis dengan tulang daun hijau. Gejala ini mirip dengan infeksi Papaya ring spot virus (PRSV) yang menginfeksi mentimun di Jawa dan Zucchini yellow mosaic virus (ZYMV) yang menginfeksi mentimun pada umumnya. Deteksi virus dilakukan dengan teknik reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) menggunakan primer spesifik PRSV dan primer universal Potyvirus, perunutan dan analisis DNA. RT-PCR menggunakan primer spesifik PRSV DNA target tidak menghasilkan pita DNA, namun pita DNA dengan ukuran ±320 pb berhasil teramplifikasi dengan primer universal Potyvirus. Analisis sikuen nukleotida menunjukkan bahwa similaritas virus tertinggi sebesar 93.8% dan 93.5%, berturut-turut dengan ZYMV isolat Singapura dan India. Infeksi ZYMV merupakan kejadian pertama pada tanaman mentimun di Padang, Sumatera Barat.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2025): Maret 2025 - IN PROGRESS Vol. 20 No. 6 (2024): November 2024 - IN PROGRESS Vol. 20 No. 5 (2024): September 2024 Vol. 20 No. 4 (2024): Juli 2024 Vol. 20 No. 3 (2024): Mei 2024 Vol. 20 No. 2 (2024): Maret 2024 Vol. 20 No. 1 (2024): Januari 2024 Vol 19 No 6 (2023): November 2023 Vol 19 No 5 (2023): September 2023 Vol. 19 No. 4 (2023): Juli 2023 Vol 19 No 4 (2023): Juli 2023 Vol 19 No 3 (2023): Mei 2023 Vol 19 No 2 (2023): Maret 2023 Vol. 19 No. 2 (2023): Maret 2023 Vol 19 No 1 (2023): Januari 2023 Vol. 18 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 18 No. 5 (2022): September 2022 Vol. 18 No. 4 (2022): Juli 2022 Vol. 18 No. 3 (2022): Mei 2022 Vol. 18 No. 2 (2022): Maret 2022 Vol. 18 No. 1 (2022): Januari 2022 Vol 17 No 6 (2021) Vol 17 No 5 (2021) Vol 17 No 4 (2021) Vol 17 No 3 (2021) Vol 17 No 2 (2021) Vol 17 No 1 (2021) Vol 16 No 6 (2020) Vol. 16 No. 5 (2020) Vol 16 No 4 (2020) Vol. 16 No. 3 (2020) Vol 16 No 2 (2020) Vol 16 No 1 (2020) Vol 15 No 6 (2019) Vol 15 No 2 (2019) Vol 15 No 1 (2019) Vol 14 No 6 (2018) Vol 14 No 5 (2018) Vol 14 No 4 (2018) Vol. 14 No. 3 (2018) Vol. 14 No. 2 (2018) Vol 14 No 1 (2018) Vol. 14 No. 1 (2018) Vol. 13 No. 6 (2017) Vol 13 No 5 (2017) Vol. 13 No. 5 (2017) Vol 13 No 4 (2017) Vol. 13 No. 3 (2017) Vol. 13 No. 2 (2017) Vol. 13 No. 1 (2017) Vol 12 No 6 (2016) Vol 12 No 5 (2016) Vol 12 No 4 (2016) Vol 12 No 3 (2016) Vol 12 No 2 (2016) Vol 12 No 1 (2016) Vol 11 No 6 (2015) Vol 11 No 5 (2015) Vol 11 No 4 (2015) Vol 11 No 3 (2015) Vol 11 No 2 (2015) Vol 11 No 1 (2015) Vol 10 No 6 (2014) Vol 10 No 5 (2014) Vol 10 No 4 (2014) Vol 10 No 3 (2014) Vol 10 No 2 (2014) Vol 10 No 1 (2014) Vol 9 No 6 (2013) Vol 9 No 5 (2013) Vol 9 No 4 (2013) Vol 9 No 3 (2013) Vol 9 No 2 (2013) Vol 9 No 1 (2013) Vol 8 No 6 (2012) Vol 8 No 5 (2012) Vol 8 No 4 (2012) Vol. 8 No. 3 (2012) Vol. 8 No. 2 (2012) Vol. 8 No. 1 (2012) More Issue