cover
Contact Name
Agus Riyanto
Contact Email
aagusriyanto105@gmail.com
Phone
+6281227115446
Journal Mail Official
stikesbh03@gmail.com
Editorial Address
STIKES Bhakti Husada Bengkulu Jl. Kinibalu 8 RT. 012 RW. 002 Kebun Tebeng, Ratu Agung Bengkulu 38227 Telp./Fax. 0736-23422, Website : stikesbhaktihusada.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Mitra Raflesia (Journal of Health Science)
Core Subject : Health,
MITRA RAFLESSIA Journal of Health Science is an international, open access, peer reviewed and evidence-based scientific journal published by STIKES BAKTI HUSADA BENGKULU. The Journals mission is to promote excellence in nursing and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence-based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication. This journal is indexed or abstracted by Google Scholar
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2024)" : 20 Documents clear
ANALISIS PERILAKU PENCEGAHAN TB PARU PADA PEKERJA TAMBANG EMAS DI KABUPATEN LEBONG Darmawansyah, Darmawansyah; Novega, Novega
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.403

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: TB Paru disebabkan Mycobacterium Tuberculosis. Kasus TB Paru sebesar 10 juta orang di seluruh dunia dan 1,5 juta orang penderita meninggal. Kasus TB Paru di Indonesia hingga berjumlah 842.000 kasus dan kematian akibat TB Paru sebesar 16%. Kasus TB Paru di Provinsi Bengkulu sebanyak 7.188 kasus serta angka kematian TB Paru selama pengobatan 100 kasus.  Kasus TB Paru di Kabupaten Lebong tahun 2020 tercatat 117 kasus TB Paru, tahun 2021 sebanyak 147 kasus dan pada tahun 2022 sebanyak 187 kasus, dimana 33%, terjadi pada pekerja tambang emas tradisional. Kondisi pertambangan emas tradisional yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan berisiko menjadi sumber penularan penyakit TB Paru. Penyakit TB Paru terjadi karena perilaku hidup yang tidak memprioritaskan kesehatan pada saat bekerja, kondisi didalam lubang pertambangan yang sempit. Tujuan penelitian untuk melakukan analisis perilaku pencegahan TB Paru pada pekerja tambang emas di Kabupaten Lebong.Metode: Penelitian Kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi seluruh pekerja tambang emas tradisional Kabupaten Lebong sebanyak 1.257 responden. Teknik Simple Random Sampling. Jumlah sampel sebanyak 108 responden. Analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil: Pengetahuan pekerja tambang emas tradisonal sudah dikategorikan baik sebesar 63,9%. Perilaku pencegahan TB Paru pekerja tambang tradisional hampir seluruh responden berperilaku negatif sebesar 75,9%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan TB Paru pada pekerja tambang emas tradisional Kabupaten Lebong (Pvalue: 0,119).Saran: Pekerja tambang harus berperilaku positif dipertambangan seperti menggunakan alat pelindung diri pada saat berkerja, jaga jarak dengan penderita TB Paru, dan tidak merokok.Kata Kunci: TB Paru, Pekerja Tambang, Pengetahuan, Perilaku.                 ABSTRACTBackground: Pulmonary TB is caused by Mycobacterium Tuberculosis. Pulmonary TB cases amounted to 10 million people worldwide and 1.5 million sufferers died. Pulmonary TB cases in Indonesia have reached 842,000 cases and deaths due to pulmonary TB are 16%. Pulmonary TB cases in Bengkulu Province were 7,188 cases and the death rate for pulmonary TB during treatment was 100 cases.  In 2020 there were 117 cases of pulmonary TB in Lebong Regency, in 2021 there were 147 cases and in 2022 there were 187 cases, of which 33% occurred in traditional gold mining workers. Traditional gold mining conditions that do not meet health requirements will risk becoming a source of transmission of pulmonary TB disease. Pulmonary TB disease occurs due to lifestyle behavior that does not prioritize health when working, conditions in narrow mining pits. The aim of the research was to analyze pulmonary TB prevention behavior among gold mining workers in Lebong Regency.Method: Quantitative Research with a Cross Sectional Study design. The population of all traditional gold mining workers in Lebong Regency was 1,257 respondents. Simple Random Sampling Technique. The total sample was 108 respondents. Univariate analysis and bivariate analysis with Chi-Square test Results: The knowledge of traditional gold mining workers is categorized as good at 63.9%. The pulmonary TB prevention behavior of traditional mining workers, almost all respondents behaved negatively, amounting to 75.9%. There is no significant relationship between knowledge and pulmonary TB prevention behavior among traditional gold mine workers in Lebong Regency ( Pvalue: 0.119). Conclusion: Mining workers must behave positively in mining, such as using personal protective equipment when working, keeping their distance from pulmonary TB sufferers, and not smoking.Keywords: Pulmonary TB, Mining Workers, Knowledge, Behavior. 
PERILAKU KONSUMSI MAKANAN DAN MINUMAN MANIS PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI KOTA BENGKULU Nafratilova, Mercy; Wijaya, Andra Saferi
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.422

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kasus Diabetes Melitus (DM) pada anak mengalami peningkatan 70 kali lipat dalam 13 tahun terakhir. Peningkatan ini dihubungkan dengan peningkatan jumlah anak yang mengalami obesitas dan kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan anak sekolah dasar dalam mengkonsumsi makanan dan minuman manis di Kota Bengkulu. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Populasi adalah anak sekolah dasar di Kota Bengkulu, teknik pengambilan sampel purposive sampling, dengan jumlah sampel 112 orang anak usia 9-12 tahun. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner yang berisi pertanyaan mengenai frekuensi, jenis makanan dan minuman manis yang dikonsumsi anak. Data diolah dengan program computer, disajikan secara univariat dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil : Hasil penelitian diperoleh frekuensi konsumsi makan dan minuman manis anak sekolah dasar yaitu setiap hari (36,6%), 2-3 kali/minggu (48,2%), dan 1 kali/minggu (15,2%). Jenis makanan manis yang sering dikonsumsi yaitu donat, permen, coklat, es krim, biskuit, jelly, roti, pancake, dan pie. Sedangkan jenis minuman manis yang banyak dikonsumsi oleh anak adalah es teh manis kemasan, minuman boba, minuman berenergi, jus kemasan, pop ice, dan es cappuccino. Simpulan : Peran orangtua dan guru disekolah penting dalam memonitor dan menjaga asupan makanan dan minuman manis pada anak tidak melebihi batas yang direkomendasikan. Anak juga perlu dibekali pengetahuan mengenai perilaku konsumsi makanan dan minuman manis yang benar. Kata kunci: anak sekolah dasar, makanan dan minuman manis, DM tipe 2, obesitasABSTRACTBackground : Cases of Diabetes Mellitus (DM) in children have increased 70 times more in the last 13 years. This increase is associated with an increase in the number of children who are obese and the habit of consuming sweet foods and drinks. This study aims to determine the habits of elementary school children in consuming sweet foods and drinks in Bengkulu City. Methods : This type of research is descriptive quantitative with a survey method. The population is elementary school children in Bengkulu City, the sampling technique used is purposive sampling with a sample size of 112 children aged 9-12 years. The research instrument uses a questionnaire containing questions about the frequency, type of sweet foods and drinks consumed by children. Data is processed with a computer program, presented univariately in the form of tables and narratives. Results : The results of the study obtained the frequency of consumption of sweet foods and drinks by elementary school children, namely every day (36.6%), 2-3 times / week (48.2%), and 1 time / week (15.2%). The types of sweet foods that are often consumed are donuts, candy, chocolate, ice cream, biscuits, jelly, bread, pancakes, and pies. Meanwhile, the types of sweet drinks that are widely consumed by children are packaged sweet iced tea, boba drinks, energy drinks, packaged juices, pop ice, and iced cappuccino. Conclusion : The role of parents and teachers at school is important in monitoring and maintaining the intake of sweet foods and drinks in children does not exceed the recommended limits. Children also need to be equipped with knowledge about the correct behavior of consuming sweet foods and drinks. Keywords : elementary school children, sweet foods and drinks, DM type 2, obesity
LITERATURE REVIEW : IMPLEMENTASI SISTEM PASIEN RUJUK BALIK (PRB) PADA PESERTA JKN DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA Amayu, Rizka; Hasyim, Hamzah; Syakurah, Rizma Adlia
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.451

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Puskesmas sebagai fasilitator rujukan pasien, seringkali menerima rujukan balik pasien dari rumah sakit, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan Program Rujuk Balik (PRB) di puskesmas meliputi penilaian beberapa aspek yang berperan dalam kelangsungan program rujuk balik. Tujuan PRB adalah meningkatkan aksesibilitas, kualitas pelayanan, dan efisiensi biaya kesehatan.  Undang-Undang Dasar 1945 memuat bahwa pemerintah harus memberikan rasa sejahtera dan sehat kepada seluruh kalangan masyarakat, hal ini diimplementasikan dalam Jaminan Kesehatan Nasional yang dilaksanakan oleh badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan. FKTP sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan di Indonesia. Tujuan untuk mengetahui implementasi sistem rujukan jaminan kesehatan nasional pada FKTP. Metode : Literature Review menggunakan database Wiley Online Library, PubMed, dan serta google scholar.Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu literature review dengan menggunakan Google scholar dalam mencari artikel terkait terdahulu. Kriteria artikel terkait yang digunakan yaitu yang diterbitkan dari tahun 2017-2022.Hasil : Dari 79 artikel judul dan abstrak didapat 5 artikel dari yang relevan  judul dan abstrak didapat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.terkumpul sebanyak 5 jurnal.Kesimpulan : Berdasarkan keenam jurnal tersebut didapatkan hasil bahwa sistem Rujukan Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sudah berjalan dengan baik di masyarakat walaupun dalam pelaksanaanya masih terdapat kekurangan di FKTP.Kata Kunci : PRB, Jaminan Kesehatan Nasional, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama ABSTRACTBackground: Health centers as patient referral facilitators often receive patient referrals from hospitals. The purpose of this study was to determine the description of the implementation of the Referral Program (PRB) in health centers including an assessment of several aspects that play a role in the sustainability of the referral program. The purpose of PRB is to improve accessibility, quality of service, and efficiency of health costs. The 1945 Constitution states that the government must provide a sense of well-being and health to all levels of society, this is implemented in the National Health Insurance implemented by the health social security administration body (BPJS). FKTP as the front guard in providing health services in Indonesia. Purpose: to determine the implementation of the national health insurance referral system at FKTP. Method: Literature Review using the Wiley Online Library, PubMed, and Google Scholar. Method : The research design used in this study is a literature review using Google Scholar to search for previous related articles. The criteria for related articles used are those published from 2017-2023. Conclusion : From 79 articles with titles and abstracts, 5 articles with relevant titles and abstracts were obtained that met the inclusion and exclusion criteria. A total of 5 journals were collected. Based on the six journals, the results showed that the National Health Insurance Referral System at Primary Health Facilities (FKTP) had been running well in the community, although in its implementation there were still shortcomings at FKTP.Keywords: PRB, National Health Insurance, Primary Health Facilities
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK REMAJA PEREMPUAN DENGAN KONSUMSI TTD BERDASARKAN DATA PBL MAHASISWA DI KECAMATAN KELEKAR, GELUMBANG DAN LEMBAK Jasmine, Annisah Biancika; Lisa, Mona; Ambarwati, Dyah; Novitasari, Prihatini Dini; Muharramah, Disa Hijratul; Pulungan, Rafiah Maharani; Aulia, Fitri; Harwanto, Fatria; Yusri, Yusri; Erman, Ery
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.463

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Angka konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di Indonesia menunjukkan tingkat yang sangat rendah, terutama di kalangan remaja putri. Berdasarkan data Riskesdas 2018, meskipun 76,2% remaja putri mendapatkan akses TTD, hanya 1,4% yang mengonsumsi lebih dari 52 butir selama periode yang dianjurkan. Secara keseluruhan, rendahnya konsumsi TTD di kalangan remaja putri mencerminkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai konsumsi TTD pada remaja putri dan edukasi kesehatan serta dukungan sosial untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap program suplementasi ini.Metode: Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder berupa data PBL mahasiswa fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya tahun 2024 di Kecamatan Kelekar, Gelumbang dan Lembak terhadap 96 remaja Perempuan dengan pendekatan potong lintang yang dipilih menggunakan teknik Total Sampling. Data kemudian dianalisis meng­gunakan analisi univariat dan analisis bivariat menggunakan SPSS versi 27. Analisis univariat bertujuan untuk menganalisis karakteristik variabel. Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yakni variabel karakteristik remaja dengan variabel konsumsi TTD.Hasil: Berdasarkan hasil uji bivariat mengenai korelasi karakteristik responden dan status konsumsi TTD didapatkan bahwa analisis Chi-Square menunjukkan bahwa umur (p=0,344), Pendidikan (p=0,334), status haid (p=0.051) dan usia MENARS (p=0.382) pada remaja Perempuan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan konsumsi TTD. Mayoritas total remaja yang tidak mengkonsumsi TTD dengan frekuensi sebesar 78 orang (81.2%).Pembahasan: Meskipun ada rekomendasi untuk meningkatkan konsumsi TTD pada saat menstruasi, banyak remaja putri yang tidak teratur dalam mengonsumsinya. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, efek samping yang dirasakan, atau ketidaknyamanan saat mengonsumsi tablet. Selain itu, Banyak faktor lain yang mempengaruhi keputusan remaja putri untuk mengonsumsi TTD, termasuk pengetahuan tentang manfaatnya, dukungan dari keluarga dan teman, serta persepsi pribadi terhadap kesehatan mereka.Kesimpulan: Sebagian besar remaja Perempuan (81.2%) tidak mengkonsumsi TTD. Tidak terdapat hubungan antara umur, penddikan, status haid, dan usia MENARS dengan konsumsi TTD. Edukasi yang efektif dan dukungan kontinu dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan konsumsi TTD di kalangan remaja putri.Kata Kunci: Karateristik remaja, remaja Perempuan, konsumsi TTD.  ABSTRACTIntroduction: The consumption rate of Iron Supplement Tablets (ITP) in Indonesia shows a very low level, especially among adolescent girls. Based on the 2018 Riskesdas data, although 76.2% of adolescent girls have access to ITP, only 1.4% consume more than 52 tablets during the recommended period. Overall, the low consumption of  ITP among adolescent girls reflects the need for further research on ITP consumption in adolescent girls, reproductive health education, and social support to increase awareness and compliance with this supplementation program.Method: This study used secondary data sources in the form of PBL data from students of the Faculty of Public Health, Sriwijaya University in 2024 in Kelekar, Gelumbang and Lembak Districts of 96 adolescent girls with a cross-sectional approach selected using the Total Sampling technique. The data were then analyzed using univariate analysis and bivariate analysis using SPSS version 27. Univariate analysis aims to analyze the characteristics of the variables. Bivariate analysis was conducted to determine the relationship between two variables, which were the adolescent characteristic variable and the ITP consumption variable.Results: Based on the results of the bivariate test on the correlation of respondent characteristics and ITP consumption status, it was found that the Chi-Square analysis showed that age (p = 0.344), education (p = 0.334), menstrual status (p = 0.051) and MENARS age (p = 0.382) in female adolescents did not have a significant relationship with ITP consumption. The majority of adolescents did not consume ITP with a frequency of 78 people (81.2%).Discussion: Although there are recommendations to increase ITP consumption during menstruation, a lot of adolescents girls are not consuming ITP regularly. This can be caused by lack of knowledge, perceived side effects, or discomfort when taking the tablets. However, there are many other factors that can influence the decision of adolescent girls to consume ITP, including knowledge of its benefits, support from family and friends, and personal perceptions of their health.Conclusion: Most adolescent girls (81.2%) did not consume ITP regularly. There was no relationship between age, education, menstrual status, and MENARS age with TTD consumption. Effective education and continuous support from various parties are needed to increase awareness and compliance of ITP consumption among adolescent girls.Keywords: Characteristics of adolescents, adolescent girls, ITP consumption.
PENGARUH PEMANFAATAN PERMAINAN ULAR TANGGA SEBAGAI MEDIA EDUTAINMENT UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN IBU HAMIL TENTANG STUNTING Annuril, Kheli Fitria; Karini, Tri Addya
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.392

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan pada ibu dan anak di Indonesia yang sampai saat ini membutuhkan perhatian lebih.  Ibu hamil memerlukan informasi yang adekuat selama masa kehamilannya tentang stunting. (Yikar & Nazik, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk melihat evektifitas Permainan Ular Tangga sebagai Media Edutainment untuk meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan atau Perilaku Ibu Hamil tentang Stunting di Bidan Praktik Mandiri (BPM) Susi Di Kota Bengkulu Tahun 2023.Metode : Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan dengan desain Cross Sectional. Sampel adalah ibu hamil yang datang saat kelas hamil di BPM Susi di Kota Bengkulu yang diambil dengan tehnik accidental sampling berjumlah 49 orang. Pengumpulan data dilakukan pada Bulan Agustus 2023. Hasil pretest dan posttest diukur dengan menggunakan kuisioner. Analisa data menggunakan uji T berpasangan.Hasil : Hasilnya, sebelum diberikan permainan ular tangga pengetahuan responden dalam kategori kurang 71.4%, sikap yang tidak baik 51.0% serta tindakan dalam kategori baik, 51.0%. Sesudah diberikan intervensi menggunakan media edutainment permainan ular tangga pengetahuan responden meningkat menjadi baik 73.5%, sikap kategori baik 95.9% dan tindakan juga kategori 91.8%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya perbedaan pengetahuan, sikap dan tindakan saat sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan media edutainment permainan ular tangga dengan di dapatkan nilai P Value 0,000 < α = 0, 05.Kesimpulan :Media edutainment ular tangga dapat digunakan sebagai salah satu media untuk memberikan pendidikan kesehatan pada ibu hamil untuk mencegah stunting. Selain sebagai pemberi asuhan keperawatan, perawat juga bisa berperan sebagai care provider, educator dan health promotor, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang stunting untuk mencegah stunting.Kata Kunci : Ular Tangga, Ibu Hamil, Stunting  ABSTRACTBackground : Stunting is one of the maternal and child health problems in Indonesia that requires more attention.  Pregnant women need adequate information during their pregnancy about stunting. (Yikar & Nazik, 2019). This study aims to see the effectiveness of the Snakes and Ladders Game as Edutainment Media to Increase Knowledge, Attitudes and Actions or Behavior of Pregnant Women about Stunting at Susi's Independent Practitioner Midwife (BPM) in Bengkulu City in 2023. This type of research is an analytic survey with a Cross Sectional design. Method : The sample was pregnant women who came during pregnancy classes at BPM Susi in Bengkulu City which was taken by accidental sampling technique totaling 49 people. Data collection was conducted in August 2023. Results : The results of the pretest and posttest were measured using a questionnaire. Data analysis using paired T test. As a result, before being given the snakes and ladders game, 71.4% of respondents' knowledge was in the poor category, 51.0% had unfavorable attitudes and 51.0% had good actions. After being given an intervention using edutainment media, the snakes and ladders game, the respondent's knowledge increased to 73.5%, the attitude was in the good category, 95.9% and the action was also in the 91.8% category. The results of this study indicate that there are differences in knowledge, attitudes and actions before and after being given education with snake ladder game edutainment media with a P value of 0.000 < α = 0, 05. Conclusion : Snake ladder edutainment media can be used as one of the media to provide health education to pregnant women to prevent stunting. Apart from being a nursing care giver, nurses can also act as care providers, educators and health promoters, so as to increase the knowledge of pregnant women about stunting to prevent stunting.Keywords: Snakes And Ladders, Pregnant Women, Stunting
EFEKTIFITAS EKSTRAK BATANG BROTOWALI (TINOSPORA KORDIFOLIA) SEBAGAI RACUN KONTAK DALAM MEMBUNUH LALAT RUMAH (MUSCA DOMESTICA) Pratama, David Wahyu; Yusmidiarti, Yusmidiarti; Widada, Agus; Mualim, Mualim
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.448

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Salah satu vektor penular penyakit adalah lalat rumah yang dapat menularkan penyakit Diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya. Penggunaan insektisida alami sebagai alternatif insektisida sintesis memberikan keuntungan yaitu mudah untuk di urai biodegradable sehingga tingkat keamanannya lebih tinggi dan relatif aman terhadap terhadap manusia dan lingkungan.Metode Penelitian : Quasi Eksperimen, eksperimen yang memiliki perlakuan, pengukuran dampak, unit eksperimen namun tidak menggunakan penugasan acak untuk menciptakan perbandingan dalam rangka menyimpulkan perubahan yang di sebabkan perlakuan.Hasil Penelitian : konsentrasi 50% dapat membunuh lalat rumah sebesar 44% (11 ekor), pada konsentrasi 55% dapat membunuh 56% (14 ekor), pada konsentrasi 60% dapat membunuh lalat rumah sebesar 68% (17 ekor).Kesimpulan : Ada perbedaan bermakna jumlah lalat yang mati pada konsentrasi 50%, 55%, dan 60% dengan ρ value 0,000. Kata Kunci   : Lalat Rumah, Batang Brotowali, insektisida alami ABSTRACTBackground: One of the disease transmission vectors is house flies which can transmit diarrhea and other environmental-based diseases. The use of natural insecticides as an alternative to synthetic insecticides provides the advantage that it is easy to break down, biodegradable so that the level of safety is higher and relatively safe for humans and the environment. Research Method: Quasi Experiment, experiments that have treatments, impact measurements, experimental units but do not use random assignment to create comparisons in order to conclude the changes caused by treatment. Research Results : 50% concentration can kill 44% (11 house flies), at 55% concentration can kill 56% (14), at 60% concentration can kill flies home by 68% (17 heads).Conclusion : There is a significant difference in the number of flies that die at concentrations of 50%, 55% and 60% with a ρ value of 0.000. Keywords         : House flies, Brotowali stems, natural insecticide
PENGARUH EDUKASI TATALAKSANA TIDUR DAN PIJAT KAKI TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA BENGKULU Heriyanto, Hendri; Mardiani, Mardiani
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.383

Abstract

Background : Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia or high levels of glucose in the blood due to impaired insulin secretion, decreased insulin action or a result of both. The risk of developing type 2 diabetes will continue to increase with increasing age, obesity, and lack of physical activity (American Diabetes Association, 2018). Objective: To determine the effect of providing sleep management books and foot massage on ankle brachial index (ABI) values in patients with type II diabetes mellitus. Research Methods: The design used in this study was One group pre test - post test design, where in this study the sample was observed first before being given treatment then after being given treatment the sample was re-observed (Hidayat, 2007). Results: The results of statistical tests with the Wilcoxon Sign Rank Test at α 5% obtained a Ankle Brachial Index value (p value 0.000 <0.05). Ha accepted. Conclusion: there is an effect of sleep management books and foot massage on changes in Ankle Brachial Index values.Keywords : Ankle Brachial Index, Foot Massage, Sleep Management Book, Diabetes mellitus type 2
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG TELINGA DAN MASA KERJA DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PEKERJA PENGGILINGAN KOPI DESA KANDANG KECAMATAN SEBERANG MUSI KABUPATEN KEPAHIANG Ayu, Ajeng; Mualim, Mualim; Widada, Agus
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.449

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kebisingaln merupalkaln bunyi yalng tidalk diinginkaln dalri sualtu usalhal altalu kegialtaln dallalm tingkalt daln walktu tertentu yalng dalpalt menimbulkaln galnggualn kesehaltaln malnusial daln kenyalmalnaln lingkungaln.Tujualn Penelitialn untuk mengetalhui hubungaln penggunalaln allalt pelindung telingal daln malsal kerjal dengaln galnggualn pendengalraln paldal pekerjal penggilingaln kopi di Desal Kalndalng Kecalmaltaln Seberalng Musi Kalbupalten Kepalhialng.Metode : Metode penelitialnbersifalt dekriptif alnallitik dengaln pendekaltaln cross sectional, jumlalh salmpel sebalnyalk 60 responden, dan analisis data mengunakan Chi-Squqre.Hasil:Halsil penelitialn berdalsalrkaln penelitialn menunjukaln pengukuraln kebisingaln di penggilingaln kopi di Desal Kalndalng Kecalmaltaln Seberalng Musi Kalbupalten Kepalhialng didalpaltkaln 88,4 dBA yalng telalh melebihi Nilali Ambalng Batals, adalnyal hubungaln alntalral penggunal alat Lpelindung telinga dengaln galnggualn pendengalraln paldal pekerjal penggilingaln kopi (p=0,000<0,05) daln aldalnyal hubungaln alntalra malsal kerjal dengaln galnggualn pendengalraln paldal pekerjal penggilingaln kopi (p=0,010<0,05). Kesimpulan : Penelitialn ini dalpalt memberikaln malsukaln untuk peneliti lebih lalnjut dallalm mengembalngkaln ilmu yalng berhubungaln dengaln keselalmaltaln daln kesehaltaln kerja... Kata Kunci : Pengunalaln APT, Malsal Kerjal, Galnggualn Pendengalraln  ABSTRACT Background : Noise is an unwanted sound from an event or activity at a certain level and time that can cause disturbances to human health and the surrounding environment. Research Proposal to investigate the relationship between the use of ear protection and the hearing ability of coffee grinding workers in Kandang Village, Subdistrict of Seberang Musi, Musi Rawas Regency. Method : The research method used is a descriptive analytical method with a cross-sectional approach, involving a total sample of 60 respondents, and data analysis using Chi-Square. Results : The results of the research indicate that the noise level measured in the coffee grinding facility in Kalindang Village, Subdistrict of Seberang Musi, Regency of Kepahiang reached 88.4 dBA, which exceeds the Ambient Noise Standard. Additionally, there is a significant relationship between the use of hearing protection devices and the hearing ability of workers in the coffee grinding facility (p=0.000<0.05), as well as a significant relationship between work experience and the hearing ability of workers in the coffee grinding facility (p=0.010<0.05). Conclusion : This research provides insights for future researchers in developing knowledge related to health and workplace safety. Keywords : Use of APT, Occupational Health, Hearing DisordersABSTRAK Latar Belakang: Kebisingaln merupalkaln bunyi yalng tidalk diinginkaln dalri sualtu usalhal altalu kegialtaln dallalm tingkalt daln walktu tertentu yalng dalpalt menimbulkaln galnggualn kesehaltaln malnusial daln kenyalmalnaln lingkungaln.Tujualn Penelitialn untuk mengetalhui hubungaln penggunalaln allalt pelindung telingal daln malsal kerjal dengaln galnggualn pendengalraln paldal pekerjal penggilingaln kopi di Desal Kalndalng Kecalmaltaln Seberalng Musi Kalbupalten Kepalhialng.Metode : Metode penelitialnbersifalt dekriptif alnallitik dengaln pendekaltaln cross sectional, jumlalh salmpel sebalnyalk 60 responden, dan analisis data mengunakan Chi-Squqre.Hasil:Halsil penelitialn berdalsalrkaln penelitialn menunjukaln pengukuraln kebisingaln di penggilingaln kopi di Desal Kalndalng Kecalmaltaln Seberalng Musi Kalbupalten Kepalhialng didalpaltkaln 88,4 dBA yalng telalh melebihi Nilali Ambalng Batals, adalnyal hubungaln alntalral penggunal alat Lpelindung telinga dengaln galnggualn pendengalraln paldal pekerjal penggilingaln kopi (p=0,000<0,05) daln aldalnyal hubungaln alntalra malsal kerjal dengaln galnggualn pendengalraln paldal pekerjal penggilingaln kopi (p=0,010<0,05). Kesimpulan : Penelitialn ini dalpalt memberikaln malsukaln untuk peneliti lebih lalnjut dallalm mengembalngkaln ilmu yalng berhubungaln dengaln keselalmaltaln daln kesehaltaln kerja... Kata Kunci : Pengunalaln APT, Malsal Kerjal, Galnggualn Pendengalraln  ABSTRACT Background : Noise is an unwanted sound from an event or activity at a certain level and time that can cause disturbances to human health and the surrounding environment. Research Proposal to investigate the relationship between the use of ear protection and the hearing ability of coffee grinding workers in Kandang Village, Subdistrict of Seberang Musi, Musi Rawas Regency. Method : The research method used is a descriptive analytical method with a cross-sectional approach, involving a total sample of 60 respondents, and data analysis using Chi-Square. Results : The results of the research indicate that the noise level measured in the coffee grinding facility in Kalindang Village, Subdistrict of Seberang Musi, Regency of Kepahiang reached 88.4 dBA, which exceeds the Ambient Noise Standard. Additionally, there is a significant relationship between the use of hearing protection devices and the hearing ability of workers in the coffee grinding facility (p=0.000<0.05), as well as a significant relationship between work experience and the hearing ability of workers in the coffee grinding facility (p=0.010<0.05). Conclusion : This research provides insights for future researchers in developing knowledge related to health and workplace safety. Keywords : Use of APT, Occupational Health, Hearing Disorders
EVALUASI PENERAPAN APLIKASI SISTEM INFORMASI PEMERINTAH DAERAH (SIPD) DALAM PROSES PERENCANAAN DI SKPD DINAS KESEHATAN KABUPATEN BENGKULU TENGAH Mandraguna, Yosa; Febriawati, Henni; Afriyanto, Afriyanto; Yanuarti, Riska; Fatmawati, Tresna; Angraini, Wulan
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.328

Abstract

ABSTRACTLatar Belakang : Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) merupakan pengelolaan data pembangunan wilayah, data keuangan daerah, serta data pemerintahan daerah lainnya yang sama-sama tersambung guna terlaksananya proses penyelenggaraan perencanaan pembangunan daerah. Penerapan aplikasi berbentuk web ini bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah dalam pelaksanaan perencanaan, pengawasan dan evaluasi pelayanan publik pemerintah khususnya di SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah. Walaupun demikian penerapan aplikasi SIPD ini belum bisa dikatakan sempurna dibandingkan dengan penggunaan aplikasi SIMDA Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui perceived ease of use (kemudahan) dan perceived usefulness (kebermanfaatan) dalam Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) pada Proses Perencanaan di SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun 2022. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dimana metode ini digunakan dengan alasan untuk lebih memahami masalah penelitian dengan mengonvergensi (atau mentriangulasi) data kuantitatif yang berupa angka-angka.Hasil : Berdasarkan hasil analisis dengan metode kuantitatif dengan bantuan software SmartPLS 4.0, didapatkan nilai R-Square untuk Kemanfaatan sebesar 0,659 dan nilai R-Square Kemudahan sebesar 0,690. Nilai ini menunjukkan bahwa aplikasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) dapat diterima dengan baik dan memberikan dampak kemudahan (perceived ease of use), dan kemanfaatan/kemudahan (perceived usefulness) kepada petugas operator SIPD.Simpulan : Saran kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah Khususnya dan Pemerintahan Kabupaten Bengkulu Tengah umumnya untuk melaksanakan rencana program yang telah disusun.Kata Kunci : Aplikasi, Pemerintah Daerah, Sistem Informasi, SmartPLS 4.0ABSTRACTBackground: The Regional Government Information System (SIPD) is the management of regional development data, regional financial data, and other local government data that are both connected for the implementation of the regional development planning process. The implementation of this web-based application aims to accelerate and facilitate the implementation of planning, supervision and evaluation of government public services, especially at the SKPD of the Central Bengkulu Regency Health Office. However, the implementation of the SIPD application cannot be said to be perfect compared to the use of the SIMDA application This study aims to find out the perceived ease of use and perceived usefulness in the Application of the Regional Government Information System (SIPD) Application in the Planning Process at the SKPD of the Central Bengkulu Regency Health Office in 2022.  Method: The research method used is a quantitative method where this method is used for the reason of better understanding the research problem by converging (or regulating) quantitative data in the form of numbers. Results: Based on the results of analysis using a quantitative method with the help of SmartPLS 4.0 software, the R-Square value for Benefit was 0.659 and the R-Square value for Convenience was 0.690. This value shows that the application of the Regional Development Information System (SIPD) can be well received and has an impact on perceived ease of use, and perceived usefulness to SIPD operators. Conclusion: Suggestions to the Central Bengkulu Regency Health Office in particular and the Central Bengkulu Regency Government in general to implement the program plan that has been prepared.Keywords: Application, Local Government, System of Information, SmartPLS 4.0
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KESEHATAN TERHADAP PERLINDUNGAN HAK PASIEN DALAM PENANGANAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Suryanti, Reny Reny; Ismiati, Ismiati; Villia, Ade Sissca; Bathari, Rosalia Rina; Mualim, Mualim
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.455

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kesehatan dalam rangka melindungi hak-hak pasien, terkait penyakit tidak menular (PTM). Kebijakan kesehatan yang tepat dalam penanganan PTM sangatlah penting, tidak hanya dalam upaya pencegahan dan pengobatan namun juga dalam melindungi hak-hak dasar pasien. Untuk itu peranan puskesmas menjadi penting dalam memberikan perlindungan hukum terhadap pasien dalam memperoleh haknya dalam penanganan penyakit tidak menular berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan mempunyai kewenangan untuk menangani penyakit tidak menular (PTM), yaitu Puskesmas berperan dalam upaya pencegahan dan pengendalian PTM di Tingkat Masyarakat, pelayanan kesehatan dasar, promosi kesehatan, dan edukasi masyarakat, serta pemantauan dan evaluasi faktor risiko. Metode : Penelitian ini bersifat yuridis-empiris, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan peraturan perundang-undangan, artikel, literatur, dan dokumen mengenai kebijakan kesehatan dalam rangka perlindungan hak pasien dalam penanganan PTM di Puskesmas Betungan. Hasil : hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Kesehatan terhadap perlindungan hak pasien dalam pengobatan penyakit tidak menular telah mendapat pelayanan yang optimal. Namun masih terdapat kurangnya sarana dan prasarana sumber daya manusia di Puskesmas Betungan. Kesimpulan: Dari penelitian ini bahwa penanggulangan PTM di puskesmas betungan sudah mendapatkan penanganan yang optimal dalam mendapatkan akses terhadap pengobatan, informasi medis dan perlindungan privasi pasien, namun masih ditemukan kendala-kendala dalam implementasi kebijakan kesehatan terhadap perlindungan hak pasien dalam penanganan PTM ini, seperti keurangan SDM serta sarana dan prasarana. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Perlindungan Hak Pasien, Penyakit Tidak Menular. ABSTRACK Background: This research aims to analyze the implementation of health policies in order to protect patient rights regarding non-communicable diseases (NCDs). Appropriate health policies in handling NCDs are very important, not only in prevention and treatment efforts but also in protecting patients' basic rights. For this reason, the role of community health centers is important in providing legal protection for patients in obtaining their rights in treating non communicable diseases based on Law Number 17 of 2023 concerning Health. at the Community Level, basic health services, health promotion and community education, as well as monitoring and evaluating risk factors. Method: This research is juridical-empirical in nature, using qualitative research methods. The data analysis used is descriptive analysis collected through in-depth interviews and statutory regulations, articles, literature and documents regarding health policy in the context of protecting patient rights in the treatment of NCDs at the Betungan Health Center. Results: The results of this research indicate that the implementation of Health policy towards protecting patient rights in the treatment of non-communicable diseases has received optimal service. However, there is still a lack of human resource facilities and infrastructure at the Betungan Community Health Center. Conclusion: From this research, it is clear that the handling of NCDs at the Betungan Community Health Center has received optimal treatment in gaining access to treatment, medical information and protection of patient privacy, but there are still obstacles found in the implementation of health policies regarding the protection of patient rights in handling NCDs, such as a shortage of human resources and facilities and infrastructure. Keywords: Policy Implementation, Protection of Patient Rights, Non-Communicable Diseases.

Page 2 of 2 | Total Record : 20