cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 246 Documents
IDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA GULA MERAH KELAPA DI KABUPATEN BANYUWANGI Aryo Fajar S; Kacung Hariyono
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2360

Abstract

Sektor perkebunan kelapa telah menjadi kontibutor terbesar bagi kegiatan ekonomi yang banyak dimanfaatkan hasilnya dalam pengembangan industri pengolahan, dimana salah satu pemanfaatan kelapa adalah pemanfaatan melalui penyadapan nira untuk dibuat gula merah kelapa. Potensi wilayah di Kabupaten Banyuwangi juga menghasilkan produk kelapa dan agroindustrinya yang tersebar di beberapa wilayah. Dari kondisi tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah potensi wilayah dalam mendukung produksi gula merah kelapa serta strategi pengembangan agroindustri gula kelapa di Kabupaten Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Pesanggaran memiliki persentase terbesar dari seluruh agroindustri yang ada di Kabupaten Banyuwangi yakni sebesar 22,31 %dari total sebanyak 1067 agorindustri yang ada. Untuk rata – rata luas panen kelapa deres tertinggi berada di Kecamatan Kabat dengan rata – rata luas panen pada periode Tahun 2018 – 2019 sebesar 298 Ha. Produktifitas tertinggi berada di kecamatan Pesanggaran dengan nilai produktifitas nya sebesar 0,59 Ton/Ha. Untuk nilai jual tertinggi produk gula merah kelapa berada di Kecamatan Pesanggaran dengan rata – rata nilai jual tertinggi sebesar Rp 84,788,655 Strategi pengembangan agroindustri gula kelapa di Kabupaten Banyuwangi yakni Meningkatkan mutu gula merah kelapa, Menjalin kemitraan dan kerjasama dan Meningkatkan kualitas SDM.
PERILAKU PETANI DALAM BUDIDAYA SAYUR: SUATU TINJAUAN DARI PERSPEKTIF TEORI GEORGE HOMANS Diah Puspaningrum; Sri Subekti; Aryo Fajar Sunartomo; Lenny Luthfiyah
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2426

Abstract

Budidaya tanaman sayur masih memiliki peluang pasar sehingga berpotensi untuk terus dikembangkan. Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar dalam produksi sayur-sayuran di Kabupaten Jember. Budidaya adalah sub sektor hulu yang harus diperhatikan karena menentukan keberhasilan keseluruhan sistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku petani dalam berusahatani sayur dengan menggunakan perspektif Teori George Homans. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penentuan daerah penelitian secara purposif, pengumpulan data dengan Teknik indepth interview, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data secara interaktif dari Miles dan Huberman. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat dua macam jaringan yang dimiliki oleh petani sayur yaitu jaringan individu dan jaringan kelompok; (2) Petani sayur tidak bertindak secara rasional sepenuhnya tetapi senantiasa berfikir untung rugi yang berkaitan dengan alasan berbudidaya tanaman sayur, membuat benih sendiri, menggunakan pupuk kimia, menyewa lahan; memasarkan sayurnya ke tengkulak atau langsung ke Pasar Tanjung; (3) Informasi yang dimiliki petani berasal dari petani lain, media massa dan tengkulak untuk mengembangkan alternatif guna memperhitungkan untung rugi yang meliputi, pemilihan komoditas, membuat pupuk dan pestisida organik dan melakukan pemasaran hasil; (4) Keterbatasan petani dalam budidaya sayur adalah keterbatasan pemilikan lahan, lahan yang relatif sempit, keterbatasan pupuk bersubsidi, keterbatasan relasi dengan tengkulak dan keterbatasan sarpras dalam berusahatani sayur; (5) Menjadi petani sayur menjadi pilihan, sebagian petani yang melakukan pemasaran kepada tengkulak atau pedagang tidak hanya masalah keuntungan tetapi etika.
PEMURNIAN DAN UJI AKTIVITAS PROTEASE SULFIHIDRIL BATANG KAMBOJA (Plumeria obusta) Trias Ayu Laksanawati; M Habbib Khirzin; Kiky Mey Shinta
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2232

Abstract

Batang kamboja (Plumeria obtusa) merupakan bagian terbesar dari tanaman kamboja yang mengandung protease sulfihidril, namun masih belum banyak dimanfaatkan. Pemanfaatan protease sulfihidril dari batang kamboja dilakukan karena memiliki aktivitas proteolisis yang baik. Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas protease sulfihidril batang kamboja agar dapat mengetahui efektivitasnya dalam menghidrolisis protein. Uji aktivitas enzim protease sulfihidril dapat ditentukan dengan metode caseein assay menggunakan kasein sebagai substrat. Selain itu juga dilakukan pemurnian enzim untuk memisahkan protein enzim tertentu dari ekstrak kasar batang kamboja yang mengandung banyak unsur lainnya. Pemurnian protease sulfihidril dilakukan dengan pengendapan menggunakan ammonium sulfat konsentrasi 20% sampai 80%. Hasil aktivitas tertinggi enzim protease sulfhidril terdapat pada pengendapan 60% ammonium sulfat dengan nilai protein 132,5485 µg, aktivitas total sebesar 0,4389 U/ml, purification factor sebesar 1,0066 dan yield 40,9790%.
KESESUAIAN LOKASI KERAMBA JARING APUNG DILIHAT DARI KONDISI HIDROGRAFI DI DESA GELUNG KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO Creani Handayani; Aditya Kusuma Wardhana
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2375

Abstract

Dari sekian komoditas perikanan yang bernilai tinggi dan selalu diminati pasar perikanan seluruh duina yaitu Lobster Pasir (Panulirus homarus). Setiap tahun permintaan akan lobster di dunia meningkat. Keramba jaring apung di laut merupakan wadah yang tepat dalam budidaya Lobster Pasir. Faktor yang harus diperhatikan pada budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) yaitu kualitas perairan serta lokasi yang cocok untuk pertumbuhan lobster. Budidaya di keramba jaring apung harus memenuhi persyaratan tertentu yaitu harus memiliki kondisi hidrografi yang sesuai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat kondisi hidrografi keramba jaring apung sebagai tempat budidaya Lobster Pasir di Desa Gelung Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Adapun metode yang dipakai di dalam penelitian ini adalah analisis kesesuaian berdasarkan nilai pembobotan scoring. Didapatkan bahwa berdasarkan hasil dari tabel kesesuaian scoring, kondisi hidrografi keramba jaring apung sebagai tempat budidaya Lobster Pasir di perairan Gelung dengan nilai keseluruhan 67,18% termasuk dalam kategori layak bersyarat.
AMPLIFIKASI SISTEM AGRIBISNIS KOMODITAS SAWI KABUPATEN MALANG (Studi Kasus Di Desa Pujon Kidul Kabupaten Malang) Rachmat Udhi Prabowo; Laily Nur Azizah; Puput Regita Agadinansyah; Dimas Bastara Zahrosa; Deddy Kurniawan; Sasmita Sari
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2361

Abstract

Sawi merupakan komoditas hortikultura banyak dibudidayakan oleh petani khsusnya petani di daerah dataran tinggi termasuk petani di Desa Pujon Kidul Kabupaten Malang. Lokasi penelitian yakni di Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang yang merupakan desa berbasis pertanian dan agrowisata. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tujuan penelitian yaitu mengetahui konsep sistem agribisnis pada komoditas sawi di Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang dari subsistem hulu hingga hilir mulai dari teknologi budidaya usahatani, agroindustri, pemasaran, dan aspek kelembagaan komoditas sawi. Hasil dari penelitian yakni diketahui bahwa sistem agribisnis sudah berjalan baik pada budidaya sawi dengan bantuan agroinput dan keterampilan SDM dari adanya lembaga Kelompok Tani Sari Agung. Namun pemanfaatan teknologi budidaya masih belum menyeluruh, serta pemasaran yang dengan keterlibatan tengkulak yang merugikan petani dari segi harga, sedangkan belum ada agroindustri pengolahan hasil panen.
PERAN ASOSIASI PETANI KELAPA INDONESIA (APKI) DALAM PENGEMBANGAN KELAPA KOPYOR DI KABUPATEN PATI (STUDI KASUS DESA NGAGEL, KECAMATAN DUKUHSETI) Mitha Nur Jayanti; Eny Lestari; Dwiningtyas Padmaningrum
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2121

Abstract

Kelapa kopyor merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Pati yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Masalah yang muncul terkait kelapa kopyor di Desa Ngagel adalah produksi kelapa kopyor masih terbatas, sehingga tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Petani memerlukan adanya lembaga pertanian untuk membantu dan membimbing petani dalam melaksanakan usahataninya agar menghasilkan produksi tinggi. Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI) adalah asosiasi yang menaungi petani dan penangkar kelapa kopyor di Kabupaten Pati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran APKI dalam pengembangan kelapa kopyor dan menganalisis kendala yang dihadapi APKI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati dengan penentuan informan purposive sampling dan teknik snowball sampling. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peran yang dijalankan APKI untuk mengembangkan kelapa kopyor diantaranya sebagai produsen bibit, motivator, edukator, penghubung petani dengan pemerintah, dan pemasaran. Hasil berikutnya adalah kendala yang dihadapi APKI diantaranya gen kelapa kopyor yang berproduksi terbatas, kurangnya motivasi petani untuk mengembangkan kelapa kopyor, dan serangan hama.
EVALUASI KEMAJUAN SELEKSI MASSA SIKLUS KEEMPAT JAGUNG HITAM PADA KARAKTER KUALITATIF DAN KUANTITATIF Ahmad Hadi
AGRIBIOS Vol 19 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v19i2.2050

Abstract

Jagung hitam merupakan jagung yang memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan manusia. Seleksi massa merupakan metode seleksi yang bertujuan untuk memperoleh populasi yang seragam. Seleksi didasarkan pada warna biji jagung sangat tepat dengan menggunakan metode seleksi massa. Dalam perakitan varietas jagung hitam seleksi massa sangat penting untuk memperoleh keseragaman fenotip yang dapat dicapai dengan melakukan seleksi berulang-ulang. Pengulangan ini disebut siklus, setiap akan membentuk populasi siklus. Jagung hitam pada penelitian ini memiliki empat siklus seleksi massa sehingga diperlukan pengujian terhadap kemajuan pada setiap siklusnya. Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan setiap siklus dengan menggunakan rancangan percobaan RAK dengan 4 ulangan kemudian mengambil data terkait karakter kualitatif dan karakter kuantitatif yang merupakan fenotipe dari populasi siklus seleksi massa. Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam menggunakan aplikasi Statistic 8. Hasil menunjukkan karakter kuantitatif tinggi tanaman, berat tongkol, panjang tongkol, diameter tongkol dan produksi per hektar tidak berbeda nyata pada setiap siklus. Hanya karakter berat 1000 biji menunjukan hasil berbeda sangat nyata. Sedangkan karaker kualitatif warna biji dan warna batang menunjukan hasil yang signifikan. Kemajuan seleksi massa pada karakter kualitatif warna batang dan warna biji menunjukan tingkat kemajuan yang tinggi pada siklus keempat dengan karakter warna biji memiliki nilai heritabilitas yang paling tinggi dibanding karakter lain yang diamati.
EFEKTIVITAS CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays) DALAM MEDIA TANAH TERCEMAR HIDROKARBON Nurul Avidhah Elhany; Rini Hapsari; Uni Baroroh Husnudin; Desy Ratnasari
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2347

Abstract

Jagung (Zea mays) adalah salah satu tanaman yang mudah berkolonisasi dengan Cendawan Mikoriza Arbuskular (CMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi CMA, konsentrasi minyak dan kombinasi antara konsentrasi CMA dan konsentrasi minyak dalam melakukan pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays). Pada penelitian ini digunakan uji statististik dengan rancangan penelitian faktorial terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah 5 konsentrasi CMA yaitu 0 g, 5 g, 20 g, 35 g, 50 g dan faktor kedua adalah 4 konsentrasi minyak yaitu 0 mg, 2500 mg, 5000 mg, 10000 mg. Masing-masing polybag yang diberi perlakuan penambahan CMA dan minyak juga diberi tanah dan kompos dengan perbandingan (1:1). Crude oil diambil dari lokasi pengeboran minyak di Kec.Wonocolo, Kab.Bojonegoro, Jawa Timur. Parameter pertumbuhan tanaman jagung di ukur 35 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi CMA, konsentrasi minyak, kombinasi antara konsentrasi CMA dan konsentrasi minyak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays). Konsentrasi CMA terbaik dalam pertumbuhan tanaman jagung adalah konsentrasi CMA 50 g dengan parameter tinggi tanaman sebesar 145 cm dan panjang akar sebesar 22 cm.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP PEMBERIAN JENIS MULSA DAN PUPUK KOTORAN SAPI Nurholis Nurholis; Mohammad Roid Sulaiman
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2245

Abstract

Mentimun merupakan salah satu komoditas sayuran yang cukup digemari. Banyak jenis mentimun yang ditanam oleh petani salah satunya mentimun lokal Sumenep. Rendahnya produksi mentimun di Bangkalan harus terus ditingkatkan guna menunjang perekonomian petani mentimun dan memenuhi kebutuhan mentimun masyarakat khususnya serta menukung target nasional pada umumnya. Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan produktivitas mentimun dapat dilakukan dengan perbaikan teknik budidaya tanaman mentimun yaitu dengan pemupukan dan penggunaan mulsa. Penelitian ini mengkombinasikan pupuk kotoran sapi. Penelitian ini dilakukan di kebun Hortikultura Socah, Desa Socah, Kabupaten Bangkalan. Waktu penelitian bulan Maret 2021 sampai Mei 2021. Rancangan yang digunakan adalah RAK-F (Rancangan Acak Kelompok Faktorial) yang diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan terdiri dari 2 faktor, masing – masing faktor terdapat 3 taraf perlakuan yaitu M0 (tanpa mulsa), M1 (mulsa jerami), M2 (mulsa plastik hitam perak), K0 (tanpa pupuk), K1 (pupuk 20 ton ha-1), K2 (pupuk 40 ton ha-1) sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variant (ANOVA) 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Respon perlakuan jenis mulsa dengan perlakuan M2 memberikan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan panjang tanaman begitupula respon perlakuan pupuk kotoran sapi dengan perlakuan K2, sedangkan respon kombinasi perlakuan jenis mulsa dan pupuk kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan bobot buah.
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR PEMBENTUK MOTIVASI DENGAN MOTIVASI PETANI MELAKUKAN ALIH KOMODITI TANAMAN PADI KE BAWANG MERAH DI KECAMATAN KLAMBU KABUPATEN GROBOGAN Nifa Inti Pratiwi; Eny Lestari; Eksa Rusdiyana
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2089

Abstract

Produksi padi yang semakin menurun berdampak pada pendapatan petani yang menurun sehingga petani beralih komoditi ke komoditas lain yaitu bawang merah. Permintaan bawang merah yang tinggi serta harga yang tinggi mendorong petani untuk beralih komoditi dari padi ke bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat motivasi petani dengan faktor internal dan eksternal pembentuk motivasi melakukan alih komoditi padi menjadi bawang merah. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive (sengaja) yaitu di Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Pengambilan sampel dengan teknik proportional random sampling, sebanyak 92 responden. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman dengan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara faktor umur, pendidikan formal, dan kebijakan pemerintah dengan motivasi petani melakukan alih komoditi padi menjadi bawang merah. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pendidikan nonformal, luas lahan, pendapatan, lingkungan sosial, dan lingkungan ekonomi dengan motivasi petani melakukan alih komoditi padi menjadi bawang merah.