cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 246 Documents
PENGARUH LEVEL KONSENTRASI PENAMBAHAN MIKROORGANISME LOKAL AIR CUCIAN BERAS TERHADAP KUALITAS PUPUK ORGANIK Dyah Triasih; Nurliani Erni
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang pengaruh penambahan mikroorgasnisme lokal air cucian beras terhadap kadar karbon pupuk kotoran sapi. Penelitian ini dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji beda rataan menurut Duncan (DMRT). Diperoleh hasil penelitian bahwa penambahan mikroorgasnisme lokal air cucian beras berpengaruh nyata terhadap kadar kualitas karbon (C), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K) dan pH pupuk organik kotoran sapi. Sementara itu, faktor warna dan bau pada pupuk organik kotoran sapi tidak mempengaruhi penambahan mikroorgasnisme lokal air cucian beras. Di sisi lain, pemberian mikroorgasnisme lokal (MOL) pada air cucian beras dengan kadar 20% memberikan kadar kualitas fisik kimia pada pupuk organik yang optimal apabila dibandingkan dengan pemberian MOL dengan kadar 0%, 5%, 10%, dan 15%.
KINERJA PENYULUH PADA TIPOLOGI KOMUNITAS PETANI DI KABUPATEN JEMBER Aryo Fajar S; Diah Puspaningrum; Nurul Dwi
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2974

Abstract

Penyuluh pertanian turut memegang peranan penting dalam upayanya untuk mendukung tercapainya keberhasilan pembangunan pertanian, yaitu melalui transfer inovasi teknologi pertanian kepada petani. Pada aktifitasnya dimana penyuluh menjadi bagian dalam kegiatan di masyarakat maka penyuluhan menjadi bagian dalam upayanya untuk membuat masyarakat petani bisa menjadi mandiri/berdaya. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus dengan Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive methods (metode secara sengaja) yang mewakili tipologi masyarakat pedesaan ataupun tradisional yaitu di Kecamatan Ambulu dan Jelbuk. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kinerja penyuluh yang berada di Kecamatan Ambulu dan Kecamatan Jelbuk secara kesuluruhan berada pada ketegori sedang dan upaya untuk menumbuhkan kemandirian petani sudah dilakukan oleh para penyuluh pertanian di dua kecamatan tersebut melalui, baik melalui berbagai pola kegiatan pertemuan dengan petani, baik yang terwadahi pada kegiatan kelompok tani ataupun kunjungan secara personal. Evaluasi dan pelaporan yang seharusnya menjadi kewajiban penyuluh pertanian masih belum dilakukan secara maksimal.
ANALISIS DESAIN METRIK PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK TEBU (Kasus Di Pabrik Gula Wringin Anom Kabupaten Situbondo) Andina Mayangsari; Farit Al Fauzi
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi rantai pasok tebu, dan desain metrik pengukuran kinerja rantai pasok. Penelitian ini dilaksanakan di Pabrik Gula Wringin Anom, Situbondo. Metode penentuan lokasi dilakukan secara purposive. Metode penentuan sampel menggunakan metode simple random sampling untuk petani mitra tebu sebesar 40 responden, metode purposive sampling untuk penentuan para pakar rantai pasok tebu di Pabrik Gula Wringin Anom sebesar 3 responden dan metode sensus untuk penentuan ritel sebesar 33 responden. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan opini pakar. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan desain metrik pengukuran kinerja rantai pasok tebu menggunakan metode Analytic Network Process (ANP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi rantai pasok tebu di Pabrik Gula Wringin Anom memiliki performa yang belum optimal. Hasil dari desain metrik pengukuran kinerja rantai pasok diketahui faktor penentu kinerja rantai pasok pada Sustainable Supply Chain Management menurut para pakar pada klaster dimensi yaitu ekonomi (0,383), klaster aktor yaitu perusahaan (0,384) dan klaster indikator kinerja adalah kualitas (0,201). Hal ini disebabkan karena kualitas mampu menentukan harga lelang gula dan memenuhi kepuasan konsumen yang menjadi tanggungjawab perusahaan untuk memproduksi gula dengan kualitas baik sehingga mendapatkan keuntungan ekonomi.
POLA INTERELASI DAN PENGEMBANGAN HIMPUNAN PETANI PEMAKAI AIR (HIPPA) DI WILAYAH PEDESAAN JAWA TIMUR Djoko Soejono; Dimas Bastara Zahrosa; Ariq Dewi Maharani; Sasmita Sari
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2846

Abstract

Kebijaksanaan pengelolaan irigasi tersebut adalah peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan irigasi dengan meningkatkan peran serta lembaga pengelola irigasi yang tergabung dalam wadah Himpunan Petani Pengelola Air (HIPPA). Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pola interelasi lembaga HIPPA dengan lembaga lain di wilayah pedesaan; dan (2) strategi pengembangan lembaga HIPPA di wilayah pedesaan. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitis dengan Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive methods di Jawa Timur. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa (1) Interelasi HIPPA dengan Kelompok Tani, Interelasi HIPPA dengan Dinas PU, Kelompok Tani dan Dinas Pertanian, Interelasi HIPPA dengan Kelompok Tani dan BPD, Interelasi HIPPA dengan Pemerintah Desa, BPD dan Dinas PU, Interelasi HIPPA dengan Pemerintahan Desa dan Lembaga Tradisional, serta Interelasi antara HIPPA dengan Dinas PU dan Dinas PU Prov. Jatim. (2) Pemerintah Propinsi Jawa Timur memberi kewenangan pengelolaan jaringan irigasi tersier dan kuarter kepada HIPPA yang berbadan hukum merupakan langkah awal bagi lembaga tersebut untuk mulai bebenah diri dari sisi organisasi maupun finansial.
IDENTIFIKASI KEBERLANJUTAN USAHATANI SEREH WANGI DI KELURAHAN ANAIWOI KECAMATAN TANGGETADA KABUPATEN KOLAKA Erni Erni; Helviani Helviani; Muhtar Amin; Aan Wilhan Juliatmaja; Yuli Purbaningsih
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2385

Abstract

Usahatani sereh wangi menjadi salah satu usahatani yang menjadi peranan penting dalam perekonomian masyarakat dan sumber penghasilan utama khususnya bagi Sebagian besar masyarakat di Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberlanjutan usahatani sereh wangi. Metode analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa keberlanjutan usahatani sereh wangi di Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka, termasuk kegiatan usahatani yang continue atau usahatani yang keberlanjutannya sangat baik. Hal tersebut dilihat berdasarkan hasil rata-rata produksi dan pendapatan petani usahatani sereh wangi dalam setiap kali panen, yaitu rata-rata produksi sebesar 84 kg dengan pendapatan sebesar Rp 10.361.000.
PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP KUALITAS FISIK DAN KADAR ANTIOKSIDAN NATA DE DRAGON Anis Usfah Prastujati; Mustofa Hilmi; Asmaul Khusna; Ninik Sri Rahayu Wilujeng
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2912

Abstract

The harvest of dragon fruit in Banyuwangi Regency often makes the availability of dragon fruit very abundant so that the selling price is so low that dragon fruit farmers throw it away and make dragon fruit as animal feed, compost, and even throw it into the river as a form of their disappointment with this condition. In terms of nutritional components, dragon fruit has a high antioxidant content, which is useful for counteracting free radicals in the body. The benefits of the dragon fruit become useless when the main harvest arrives and the amount of dragon fruit is very large. Through this research, researchers want to make dragon fruit into processed food that has added value, namely nutritional value and high economic value, one of which is by making dragon fruit into nata de dragon as an alternative to functional food because it is made using starter culture from acetic acid bacteria. Namely, Acetobacter xylinum which can form glucose bonds to become extracellular cellulose (fiber) which is beneficial for the health of the body through the digestive tract. This research was conducted at the Food Processing Laboratory, Study Program D-IV Livestock Product Processing Technology, Banyuwangi State Polytechnic with 3 treatments of sucrose concentrations, namely 4, 6, and 8%. The results of ANOVA showed that the sucrose concentration significantly affected on the antioxidant levels of nata de dragon.
KESADARAN MASYARAKAT PESISIR DALAM MENGELOLA SAMPAH Sri Subekti; Sutrisno Sutrisno; Edy Supriyanto; Aryo Fajar Sunartomo; Dina Dyah Kusumayanti; Edy Wihardjo; Muhammad Iqbal; Elyda Akhya Afida Misrohmasari; Mochamad Edoward Ramadhan
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2442

Abstract

Sampah masih menjadi permasalahan yang belum teratasi dengan maksimal hingga saat ini. Permasalahan sampah di Indonesia tidak hanya terjadi di kawasan pemukiman dan industri namun juga menjadi permasalahan serius di kawasan pesisir. Banyaknya sampah dikawasan pesisir disebabkan oleh pembuangan sampah secara sembarangan di kawasan pantai serta aliran sungai dan aktivitas pariwisata. Tujuan penelitian untuk mengetahui kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Penelitian dilakukan secara sengaja di pantai Payangan Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu dan pantai Puger Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data dianalisis dengan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan jenis sampah yang banyak ditemui adalah sampah organik dan anorganik. Sumber sampah berasal dari rumah tangga, sungai, pedagang ikan, nelayan serta home industri pembuatan kapal nelayan dari kayu. Cara membuang sampah yang dilakukan masyarakat adalah dengan dibuang ke pekarangan, sungai, laut. Kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam mengelola sampah masih rendah. Belum ada sosialisasi mengenai pengelolaan sampah yang baik dan benar.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADI ORGANIK DAN KONVENSIONAL DI KECAMATAN MOJOGEDANG KABUPATEN KARANGANYAR Sholihah, Efi Nikmatu; Saputro, Avisema Sigit; Nisa', Hanifah Uswatun
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4569

Abstract

Rice farming is the dominant farming business in Java, one of which is Central Java. Rice is still the primadonna commodity because the staple food of most Indonesian people is rice. Currently, there is starting to be a shift from previously conventional farming techniques to organic farming to maintain soil fertility and environmental safety. This research aims to analyze the income and feasibility of organic rice farming and conventional rice farming in Mojogedang District, Karanganyar Regency and was carried out in June-August 2023. This research was carried out using a quantitative approach and descriptive analysis. The research location was determined purposively in the Tani Mulyo 1 Group, Mojogedang District, Karanganyar Regency, involving 25 organic rice farmers and 25 conventional rice farmers. This research uses cost, revenue, income analysis, and also feasibility analysis using the R/C ratio and Break Event Point (BEP). The results of the analysis show that the total cost of organic rice farming is IDR. 9,960,600,- and costs for conventional rice farming are IDR. 10,117,375,-. Average revenue from organic farming is Rp. 47,094,000,- and the average revenue from conventional rice farming is Rp. 40,414,400. Based on these results, the difference between revenues and costs is known so that the income obtained in organic rice farming is Rp. 37,133,400,- and conventional rice farming income is Rp. 30,297,025,-. The R/C ratio value for organic rice farming is 4.73 and for conventional rice farming is 3.99. Based on this analysis, it can be concluded that organic rice farming and conventional rice farming are both feasible to run, but organic rice farming will provide a higher level of profit.
STRATEGI PENGEMASAN BERBASIS SMART PACKAGING (VACUUM SEALER) SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN BRAND BERAS ORGANIK DI KABUPATEN KOLAKA Reskiati Wiradhika Anwar; Doddy Ismunandar Bahari; Hasbiadi Hasbiadi; Abdul Rahim; Fitrah Adelina
AGRIBIOS Vol 21 No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i2.3828

Abstract

Beras organik disahkan oleh badan independen, dibudidayakan dengan standar pangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini wajib dilaksanakan untuk memberikan solusi kepada produsen (petani) beras organik terkait metode pengemasan berbasis smart packaging yang paling tepat diterapkan sehingga volume penjualan beras organik dapat meningkat secara signifikan. Pengemasan beras organik wajib diperhatikan karena dengan kemasan yang baik dan sesuai standar akan menentukan kualitas produk. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi pengemasan beras organik yang sesuai standar. Hasil penlitian ini yakni strategi pengemasan yang digunakan adalah pengemasan beras organik menggunakan metode vacuum sealer, pengemasan beras dengan vacuum sealer dapat meminimalisasi kerusakan beras akibat serangan hama selama penyimpanan, selain itu jumlah oksigen dalam kemasan dapat ditekan, serta dapat menghambat perkembangbiakan hama. Keunggulan pengemasan vakum sealer yaitu meningkatkan waktu simpan, mengurangi kerusakan produk, dan mempertahankan rasa pada produk.
KERAGAAN TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) VARIETAS NAULI F1 MELALUI OPTIMALISASI NUTRISI AB MIX PADA HIDROPONIK SISTEM WICK Rahmalya Yayah Reno; Vega Kartika Sari; Widya Kristiyanti Putri
AGRIBIOS Vol 21 No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i2.3080

Abstract

Hidroponik sistem wick merupakan alternatif hidroponik bagi pemula yang dapat diterapkan pada area yang sempit. Keberhasilan dalam budidaya hidroponik bergantung pada media dan larutan nutrisi yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen. Salah satu jenis tanaman sayuran yang dapat dibudidayakan dengan sistem ini yaitu sawi pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sempu, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Perlakuan yang dilakukan yaitu konsentrasi AB mix yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1100 ppm, 1200 ppm, dan 1300 ppm. Varietas Pakcoy yang digunakan ialah Nauli F1. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 1300 ppm memberikan pertumbuhan dan hasil pakcoy yang lebih baik dibandingkan konsentrasi lainnya pada hidroponik sistem wick.