cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 246 Documents
KUALITAS FISIK HASIL PENGERINGAN JAGUNG SEBAGAI BAHAN PAKAN MENGGUNAKAN MESIN VERTICAL DRYER Survidia Nur; M Fadhlirrahman Latief; Abdul Alim Yamin; Jasmal Ahmari Syamsu
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2280

Abstract

Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air sampai batas tertentu sehingga dapat menghambat laju kerusakan biji jagung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas jagung pipil serta standar sebagai bahan pakan yang terdapat di pabrik pengering pakan. Tahapan penelitian yaitu pengambilan sampel awal, penimbangan sampel, pemeriksaan kadar air dan karakteristik fisik (biji berjamur, biji rusak, biji pecah, biji berlubang dan benda asing) dan proses pengeringan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, Uji T dua sampel berpasangan dan Analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik jagung pipil dengan waktu pengeringan sampai dengan 330 menit menghasilkan rata-rata persentase biji berjamur sebesar 1,5% biji rusak 1,94%, biji pecah 1,67%, biji lubang 0,08% dan benda asing 0,39%. Hasil Uji T menunjukkan bahwa terdapat pengaruh waktu pengeringan terhadapat karakteristik fisik jagung pipil yang dikeringkan. Proses pengeringan memiliki pengaruh yang yang tidak signifikan terhadap biji berjamur, biji rusak, biji pecah, biji lubang dan benda asing, tetapi berpengaruh terhadap kadar air.
PEMILIHAN SUPPLIER APEL BERBASIS GREEN PROCUREMENT DENGAN METODE AHP (Studi Kasus: Toko Malang Strudel) Abdul Rahim; Armey Marsusvita; Sesmita Sari
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2873

Abstract

Industrial development and consumer concern for the environment are increasing as well as the issue of environmentally sound industrial concepts. Thus forcing the industry to make adjustments to the green industry concept in each of its businesses, including procurement, which is better known as green procurement. The purpose of this study was to select apple suppliers for strudel shops in Malang using decision making, in order to find suppliers who can increase the company's competitiveness by determining the criteria and sub criteria weights based on the concept of green procurement. This research was conducted at the cake shop Strudel Malang to evaluate and select suppliers of apples based on green procurement using the AHP method. There are six criteria used, namely quality, technological capability, pollution control, environmental management, green products, and green competence. Each criterion has sub-criteria between 3 or 4 sub-criteria. The number of sub-criteria is used to determine the RI value. The RI value is used to calculate the CR value for each criterion. The results of data processing show that the highest CR value is in the technological capability criteria and the lowest CR value is in environmental management.
ANALISIS INPUT ENERGI MINIMAL UNTUK MENGHIDUPKAN MESIN TRAKTOR TANGAN Geraldo Adinugra Rimartin; Bayu Wijaya; Budi Wijayanto; Shyntia Atica Putri
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2785

Abstract

Proses yang ingin dihindari ketika akan mengoperasikan traktor tangan adalah pada saat melakukan starting menggunakan engkol tangan untuk menghidupkan mesinnya karena dianggap melelahkan bagi operator, apalagi ketika tidak langsung berhasil dan harus diluang berkali-kali. Penelitian analisis input energi minimal untuk menghidupkan mesin traktor tangan bertujuan membantu menganalisis besaran nilai energi yang dibutuhkan pada setiap kali proses starting melalui penggunaan rumus energi kinetik (EK) pada komponen roda gila (flywheel). Hasil analisis nilai input energi minimal untuk menghidupkan mesin traktor tangan dengan mesin diesel yang memiliki daya maksimal 8,5 hp diperoleh sebesar 353,82 joule (≈ 0,098 watt-jam). Nilai tersebut diperoleh berdasarkan dari nilai kecepatan putar dan berat/massa pada komponen roda gila (flywheel) melalui pengukuran lapangan. Nilai kecepatan putar roda gila (flywheel) yang digunakan adalah nilai yang paling rendah (nmin) dari beberapa percobaan, yaitu sebesar 359,61 rpm yang diukur menggunakan tachometer, sedangkan berat/massa roda gila (flywheel) yang digunakan sebesar 30 kg.
KAJIAN SOSIAL EKONOMI PETANI LOKAL DI DISTRIK BINTUNI KABUPATEN TELUK BINTUNI Yunita Palinggi; Ardha Puspita Sari
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2184

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Teluk Bintuni, merupakan kabupaten di Provinsi Papua Barat yang memiliki potensi dalam pengembangan sektor pertanian. Berbagai potensi sektor pertanian mendorong pemerintah daerah berupaya meningatkan peran sektor pertanian sebagai leading sektor dalam pembangunan daerah melalui berbagai program pengembangan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi pertanian masyarakat kampung di Distrik Bintuni Kabupaten Teluk Bintuni. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan pada bulan Juni – Juli 2021 dengan subjek penelitian yaitu pada masyarakat petani di kampung Missin dan Teluher sebanyak 30 responden .Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan Teknik Tabulasi,. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa komoditi utama yang paling banyak dihasilkan adalah kacang tanah dengan rata-rata produksi adalah 156.5 Kg per tahun tanam dan komoditi yang paling sedikit adalah Cabai sebesar 37.5 Kg per tahun dengan tanaman lokal lain seperti ubi jalar, singkong dan keladi. Tingkat pendapatan masyarakat kedua kampung termasuk dalam katergori rendah yaitu 1,490,020 per bulan. Sistem kelembaagaan pada kedua kampung ini belum terbentuk, baik lembaga yang dibentuk dari pemerintah maupun lembaga yang terbentuk dari swadaya masyarakat, tetapi masayarakat pada kedua kampung memiliki tingkat interaksi sosial yang tinggi, hal ini dapat dilihat dari kerjasama dan gotong royong yang dibentuk masyarakat ketika ada kegiatan-kegiatan besar di kampung. Kata Kunci:Sosial Ekonomi, Usahatani, Kelembagaan, Umur, Pendapatan .
INTENSITAS SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (Hypothenemus hampei Ferr ) DAN UPAYA PENGENDALIANNYA Sasmita Sari
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2896

Abstract

Arabica coffee (Coffea arabica L.) is a type of coffee that has been widely developed in Indonesia because of its relatively better quality and price compared to other types of coffee. Currently, the increase in coffee production in Indonesia is hampered by the low productivity and quality of coffee produced. One of the reasons for the low productivity and quality of coffee in Indonesia is the disturbance of various pest attacks by Hypothenemus hampei Ferr. PBKo pest control is quite difficult because the insects are found in the coffee cherries. The H. hampei insect is known to only attack and reproduce on coffee cherries. Therefore, observations of PBKo pests must be carried out to determine populations, attack levels and control efforts, namely using antractant compounds. The method used is direct observation method. The study used a factor randomized block design. Based on the results of the discussion it is known that the number of pests trapped in traps containing antractant compounds fluctuates or decreases. So when the test was carried out using the BNT level of 5% it was not significantly different. The use of attractant as a pest trap on coffee plantations aged 9 years was able to reduce the intensity of attack by the pest Hypothenemus hampei Ferr from the heavy attack intensity category to the light attack intensity category. Keywords : Arabica Coffee, Hypothenemus hampei Ferr. and antractan
PENGARUH PELAPISAN BENIH SEED COATING JAGUNG (Zea mays) TERHADAP VIGOR BENIH Erick Yuhardi; Fahmi Arief Rahman; Slamet Supriyadi; Lailatin Nisfiyah
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas bahan pelapis benih jagung dari bentonit, biochar, batubara muda dan kompos biochar terhadap vigor benih pada kondisi cekaman kekeringan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu dan rumah kaca, dari bulan September sampai Januari 2022. Penelitian menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama ialah perlakuan bahan coating dan faktor kedua ialah cekaman kekeringan. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pelapisan benih dengan pengujian dikertas merang metode Ukddp tidak berpengaruh nyata pada ketiga parameter yaitu daya berkecambah, indeks vigor, dan potensi tumbuh maksimum. Namun berpengaruh nyata pada pengujian dimedia tanah. Sedangkan pada parameter panjang tunas dengan pengujian dikertas merang metode Ukddp tidak berpengaruh nyata pada parameter panjang tunas. Sama halnya dengan pengujian dimedia tanah hasil analisis ragam menunjukkan tidak berpengaruh nyata pada parameter panjang tunas. Perlu adanya pengamatan lebih lanjut sehingga dapat diketahui adanya pengaruh pada perlakuan bahan pelapis benih dan cekaman kekeringan.
RANCANG BANGUN SMART MINI PLANT FACTORY BERBASIS BERBASIS IoT UNTUK BUDIDAYA PERSEMAIAN SAYUR SELADA HIJAU (Lactuca sativa L.) Choirul Umam; Estu Saputro; Nurholis Nurholis; Suhartono Suhartono
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2523

Abstract

Abstrak Perkembangan penerapan pertanian presisi sangat pesat di seluruh penjuru dunia, ciri utama sistem pertanian ini adalah bertani dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Indonesia adalah negara tropis, hampir seluruh proses bertani yang dilakukan bergantung pada iklim, akibatnya ketika kondisi iklim tidak sesuai maka akan terjadi kelangkaan komoditi dipasaran dan bisa dipastikan harga komoditi tersebut akan sangat mahal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat mini plant factory sebagai langkah awal pengembangan pertanian presisi di indonesia. Hasil uji performa alat yang dilakukan antara lain: uji akurasi sensor, uji performa sebaran cahaya LED dan uji running IoT alat, hasilnya didapat akurasi di atas 95%. Pengamatan dilakukan terhadap 60 tanaman selama 14 hari, hasil pertumbuhan tanaman persemaian pada mini plant factory lebih baik secara umum jika dibandingkan dengan tanaman pada persemaian konvensional dengan selisih sangat sedikit dengan perbedaan 0,84 cm pada data panjang akar, untuk detail data didapat data secara berurutan: tinggi tanaman kontrol 2,565 cm dan tanaman semai di dalam mini plant factory rata-rata tingginya adalah 2,1 cm, Jumlah daun persemaian 4,43 cm pada budidaya di dalam mini plant factory dan 4,44 cm pada tanaman kontrol dan panjang daun tanaman kontrol 1,08 cm sedang pada budidaya di dalam mini plant factory 1,39 cm. Kata kunci: Komoditi Sayuran, Media Tanam, Pertanian Presisi, Rockwool, Uji Performa.
UJI DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI GRAM POSITIF DAN NEGATIF DARI PRODUK BIOTEKNOLOGI FARMASI DALAM BENTUK FORMULASI DAN SEDIAAN SABUN CUCI PIRING GEL KOMBUCHA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) Firman Rezaldi; Rustini Rustini; Ayu Safitri; Siska Dwi Anggraeni; Aris Ma'ruf; Eman Eman; Maya Puspitasari
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2843

Abstract

Dishwashing gel soap made from telang flower kombucha fermented solution has the potential to inhibit the growth of gram-positive and negative bacteria. Gram-positive and negative bacteria that have been successfully inhibited by gel dish soap made from an active ingredient of telang flower kombucha fermented solution include Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa, and Escherichia coli. This research is an experimental laboratory, namely by providing dishwashing soap that has been circulating in the market as a positive control. Making a gel hand washing soap base with an active ingredient of telang flower kombucha fermented solution at a sugar concentration of 20%, 30%, and 40% which was tested against the four test bacteria consisting of two gram-positive bacteria and 2 gram-negative bacteria using disc diffusion. The data analysis used was one-way ANOVA where the resulting P value was less than 0.05 and it can be concluded that the telang flower kombucha gel dish soap at a concentration of 40% based on further analysis in the form of a post hoc test, which is significantly different from the kombucha gel dish soap butterfly pea flower at concentrations of 20% and 30% inhibited the growth of the four test bacteria but was not significantly different from the dishwashing soap on the market as a positive control. The formulation and preparation of telang flower kombucha gel dish soap at a concentration of 40% was the best concentration in inhibiting the growth of the four test bacteria compared to concentrations of 20% and 30% and even the two comparison dish soaps.
TINJAUAN DISTORSI PUPUK BERSUBSIDI TERHADAP PERILAKU PETANI DI KABUPATEN JEMBER (Studi Kasus di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan) Rachmat Udhi Prabowo; Dimas Bastara Zahrosa; Risqi Nurhidayati; Muhammad Rohib; Aldi Kurniawan; Firman Alimusaffa; Zulfa Nur Khalimah
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2972

Abstract

Pupuk bersubsidi merupakan suatu barang dalam pengawasan pemerintah dalam proses pengadaan, hingga penyaluran nya pada petani. Ketersediaan pupuk bersubsidi menjadi suatu hal yang sangat riskan di tingkat petani, kelangkaan pupuk yang terjadi akan menyebabkan kegiatan usahatani yang akan dan sedang dijalankan menjadi terhambat. Tujuan dari penelitian yaitu untuk (1) mengetahui adanya dampak akibat kelangkaan pupuk bersubdisi yang dirasakan oleh petani padi dan (2) mengetahui perilaku petani padi terhadap kelangkaan pupuk. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jika kelangkaan pupuk berdampak pada proses usahatani berdampak pada tanaman padi yang mudah terserang hama dan produksi menurun akibat terlambat pemupukan. Selain itu kelangkaan pupuk bersubsidi menimbulkan dampak negatif pada usahatani padi pada indikator penyediaan input, waktu dan pola tanam, pertumbuhan dan perkembanagan tanaman, dan penggunaan tenaga kerja. Sementara pada aspek pola dan sistem irigasi serta jenis pemasaran tidak mengalami dampak akibat kelangkaan pupuk bersubdidi. Sejumlah permasalahan pada sektor usahatani padi harus tanggap dalam merespon kelangkaan pupuk bersubsidi agar hasil produksi usahatani tetap terjaga atau tidak mengalami penurunan. Jenis pupuk yang digunakan petani padi yaitu Pupuk SP36, Urea, NPK, PHONSKA, dan ZA. Perilaku petani ketika terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi yaitu dengan beralih ke pupuk yang lain seperti pupuk organik.
ANALISIS DAYA SAING KOPI INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL Abdullah Muhlis; Sulistyaningsih Sulistyaningsih
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2807

Abstract

Coffee is a strategic plantation commodity for the Indonesian economy. The strategic value of coffee lies in the large contribution that coffee makes to state revenues, especially in the form of foreign exchange. This research is a type of quantitative research using secondary data. The purpose of this study was to determine the comparative advantages of coffee commodities, coffee export performance and international coffee trade conditions. The results of the study show that: 1) Indonesia has a comparative advantage over coffee. This is shown by the average RCA value in the 2017–2021 period which is above 1 (one) of 1.86. 2) Indonesia can seize the export market for coffee commodities or Indonesia's position will get stronger in the export market in 2017 and 2019. 3) In the 2017-2021 period, Indonesia has strong competitiveness or Indonesia tends to be an exporting country of coffee commodities because the average -the average positive ISP score is 0.879 and Indonesia is in the export stage.