cover
Contact Name
Muhammad Alfan Sidik
Contact Email
rusydiah@stainkepri.ac.id
Phone
+6282221297011
Journal Mail Official
rusydiah@stainkepri.ac.id
Editorial Address
P3M (Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau- Indonesia Jl. Lintas Barat KM 19 Ceruk Ijuk, Toapaya Kab. Bintan, Kepulauan Riau Phone +62 85274649662 Email: mahfuzah@stainkepri.ac.id
Location
Kab. bintan,
Kepulauan riau
INDONESIA
Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 27234894     EISSN : 27234886     DOI : https://doi.org/10.35961/rsd.v1i1.128
Jurnal Rusydiah fokus mempublikasikan artikel berdasarkan penelitian yang berkaitan dengan pemikiran Islam
Articles 63 Documents
DHIFDA’ DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN MANFAAT SERTA MUDHARATNYA PERSPEKTIF ILMU KESEHATAN Syamruddin Nasution; Muhammad Askolani; Fatmah Taufik Hidayat; Laila Sari Masyhur
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i1.479

Abstract

Penelitian ini membahas tentang dhifda’ (katak) dalam perspektif Al-Qur`an dan kesehatan. Kajian tentang dhifda’ disebutkan di dalam Al-Qur’an yang terdapat pada surah al-A’raf ayat 133. Di dalam ayat tersebut dhifda’ digambarkan sebagai salah satu perumpamaan azab yang diturunkan kepada Fir’aun dan kaumnya ketika mereka ingkar kepada Nabi Musa AS dan akan di hubungkan dengan kesehatan. Penelitian ini akan membahas mengenai, pandangan Islam serta penafsiran terhadap ayat tentang dhifda dan bagaimana manfaat dhifda’ ditinjau dari ilmu kesehatan. Penelitian ini berupa library research atau kepustakaan oleh karena itu data yang digunakan adalah data kualitatif dengan pendekatan tafsir ilmi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah, Pertama, mufasir menafsirkan surah Al-A`raf ayat 133 ini merupakan salah satu perumpamaan azab yang diturunkan kepada Fir’aun dan kaumnya ketika mereka ingkar kepada Nabi Musa AS. Kedua, manfaat dhifda’ dalam ilmu kesehatan yaitu berdasarkan kandungan gizinya yang bermanfaat pada kesehatan manusia dalam sistem peredaran darah sistes integumen (kulit, rambut, kuku), reproduksi dan bayi, saraf dan otak, tulang (sistem rangka), sistem ekskresi dan urinaria, kelenjar, hormon, enzim, mulut dan gigi, kekebalan tubuh, sistem otot, sistem pencernaan, sistem pernafasan.
SISTEM DAN PILAR-PILAR NEGARA DALAM PEMIKIRAN IBN ABI RABI’ (218-272 H): SEBUAH KAJIAN LITERATUR Mohamad Latief; Adib Fattah Suntoro
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i2.569

Abstract

Artikel ini adalah studi literatur terhadap karya fenomenal Ibn Abi Rabi’ tentang politik berjudul Suluk al-Malik fî Tadbir al-Mamalik. Pemikiran Ibnu Abi Rabi’ di bidang politik menarik untuk dikaji sebab argumentasinya tidak hanya bersandar pada dalil-dalil normatif al-Qur’an atau hadis semata namun juga pada argumentasi logis-filosofis, sehingga konstruksi pemikirannya merupakan harmonisasi antara akal dan wahyu. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research) yang prosesnya dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai literatur. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik content analysis, yaitu menganalisis data sesuai dengan kandungan isinya. Hasil penelitian menunjukkan sistem negara yang dipilih Ibn Abi Rabi’ adalah kerajaan. Selain itu dalam pandangannya, terdapat empat pilar yang harus ada dan dioptimalkan fungsinya untuk menunjang eksistensi suatu negara. Masing-masing dari empat pilar tersebut adalah raja, rakyat, keadilan dan pengelolaan negara. Konsep kenegaraan Ibn Abi Rabi’ ini digunakan sebagai buku petunjuk dalam mengelola pemerintahan di era Dinasti Abbasiyyah oleh Khalifah al-Mu’tashim.
PEMBENTUKAN REPUBLIK INDONESIA SERIKAT (RIS) DALAM PERSPEKTIF IBNU KHALDUN Muhammad Zulfikar Nur Falah; Barda Royyan Hanafi
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i2.575

Abstract

Penelitian ini menganalisa paradigma sistem kenegaraan di Indonesia dalam bentuk Rebuplik Indonesia Serikat (RIS) dari perspektif Ibnu Khaldun. Negara Indonesia beserta rakyatnya secara hakiki tidak menginginkan prolematika di wilayah setempat semakin kejam. Pembentukan RIS sendiri terurai sebagai kerja rekayasa Belanda. Pembahasan mengenai pembentukan negara Indonesia tidak terlepas dari adanya sistem kenegaraan berlatarbelakang proses yang berkesinambungan. Teori pembentukan negara Ibnu Khaldun berangkat dari hasil rekonstruksi situasi historis yang mendukung terbentuknya sebuah negara. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembentukan RIS dalam perspektif Ibnu Khaldun. Penelitian ini menggunakan metode library research, dengan sumber yang relevan dan realibel, seperti buku, jurnal, skripsi, tesis, disertasi, dan sebagainya. Menjawab rumusan masalah, penelitian ini memberikan hasil bahwa dalam perspektif Ibnu Khaldun, secara keseluruhan, pembentukan negara Indonesia bukan dikemukakan dengan cara pemberontakan, melainkan atas dasar internalisasi pengembangan wilayah. Hal ini kemudian berimplikasi pada kepuasan terhadap kepemilikan sendiri. Dalam pembentukan RIS yang berangkat dari gejolak peperangan ketika terjadi Agresi Militer Belanda II, sebenarnya Indonesia beserta rakyatnya sudah mengimplementasikan internalisasi gerakan pengembangan wilayah.
NAMA DAN SIFAT (ASMA’ WA SIFAT) SERTA PERSONIFIKASI TUHAN DALAM KITAB SUCI: ANALISIS STUDI KOMPARASI Safira Malia Hayati; Nur Afra Afifah Amani Amatullah; Fanani Fikri; Rinaldo Rinaldo
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i2.483

Abstract

Artikel ini mengkaji wacana-wacana tentang asma wa sifat serta personifikasi Tuhan dalam tiga kitab suci yaitu; Al-Qur’an, Taurat, dan Injil. Penulis mengangkat kajian dengan tiga agama ini karena dilihat dari sisi sejarahnya agama ini sama-sama agama Abrahamik/ agama samawi. Artikel ini merupakan kajian kepustakaan dengan menggunakan metode tematik dan pendekatan analisis komparatif dalam beberapa tema yang diambil. Artikel ini berusaha untuk melihat dua masalah pokok; 1) Bagaimana matrikulasi dan partikulasi asma’ wa sifat serta personifikasi Tuhan dalam tiga kitab suci? 2). Bagaimana komparasinya antar kita suci serta implikasinya terhadap wacana dalam beberapa perspektif. Alhasil, dalam artikel ini ditemukan bahwa martilukasi asma wa sifat Tuhan dalam tiga suci ini ditemukan beberapa persamaan, seperti; Maha Kuasa, Maha Pencipta, Maha Besar, Maha Suci, Yang Awal dan Akhir. Sedangkan, dalam partikulasinya terdapat beberapa perbedaan dengan sifat khusus Tuhan yang ada dalam beberapa Kitab Suci namun tidak disebutkan dalam Kitab Suci lainnya. Selain itu, implikasi dari wacana komparatif ini masuk dalam berbagai perspektif seperti perspektif teologis, historis, intertekstulitas, psikologis, dan sebagainya
MERETAS KETEGANGAN RELASI AGAMA DAN NEGARA DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF NURCHOLISH MADJID Hajam Hajam; Theguh Saumantri
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i2.534

Abstract

Persoalan hubungan agama (Islam) dan negara di masa modern ini merupakan salah satu subjek penting, meski telah diperdebatkan oleh banyak pemikir Islam sejak hampir seabad lalu. Dalam konteks politik di Indonesia, seperti halnya negara-negara lain yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti Turki, Palestina, dan Libiya, mengalami kesulitan serius, terutama berkaitan dengan membangun hubungan politik antar agama (Islam) dengan negara. Oleh karenanya, Nurcholish Madjid seorang intelektual muslim Indonesia yang sering disapa Cak Nur merumuskan pemikiran-pemikirannya dalam menjawab persoalan politik Islam yang terjadi di Indonesia. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan analisis gagasan maupun konsep tentang relasi agama dan negara di Indonesia berdasarkan pemikiran Nurcholish Madjid. Penelitian ini merupakan studi pustaka (library research) yang sepenuhnya bersumber pada buku maupun tulisan yang berkaitan dengan pemikiran keislaman dan keindonesiaan Nurcholish Madjid. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Nurcholish Madjid mencoba menetralisasi ketegangan hubungan Islam dan negara dengan menyerukan deislamisasi dan program sekularisasi serta desakralisasi. Menurut Nurcholish Madjid sekularisasi pada hakikatnya adalah rasionalisasi dan desakralisasi. Sebab substansi sekularisasi adalah memecahkan dan memahami masalah-masalah duniawi dengan menyerahkan kecerdasan antara rasio.
PEMBAHARUAN ISLAM DI MINANGKABAU PADA AWAL ABAD XX Faras Puji Azizah; Syahrul Rahmat; Lidia Maijar; A’zhami Alim Usman; Zainal Zainal
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i2.756

Abstract

Artikel ini membahas tentang pembaharuan Islam di Minangkabau pada awal abad ke-20. Pembaharuan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan murid-murid Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, yakni Syeikh Muhammad Jamil Jambek, Haji Abdullah Ahmad, dan Haji Abdul Karim Amrullah. Ketiga sosok ini dapat dikatakan sebagai pelopor pembaharuan Islam di Minangkabau abad ke-20. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode penelitian sejarah, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka (library research) terhadap sumber berupa artikel, buku-buku, maupun laporan yang berkaitan dengan penelitian ini. Pembaharuan Islam pada awal abad ke-20 di Minangkabau membawa dampak terhadap sejumlah bidang, seperti bidang pers atau jurnalistik, pendidikan dan keorganisasian. Dalam bidang pers, pada masa ini lahir Majalah Al-Munir, sementara dalam bidang pendidikan, berdiri sejumlah lembaga pendidikan Islam yang sudah menerapkan metode pendidikan modern, serta lahirnya organisasi sebagai wadah bagi lulusan sekolah pada masa tersebut.
MANUSIA, SAINS DAN TEKNOLOGI MENURUT PERSPEKTIF AL-QURAN Zamzami Zamzami; Muhammad Nurman; Maisarotil Husna
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i2.762

Abstract

Tulisan ini adalah Kajian bersifat kepustakaan, tema yang diangkat adalah Kajian manusia, sains dan teknologi dalam Al-Quran. Dalam tema ini dengan menggunakan pendekatan studi Pustaka, dan metode kualitatif dengan alat bantu analisis dengan metode konten analisis. Ada dua pertanyaan penting, pertama; Bagaimana manusia, sains dan teknologi menurut perpektif al-Quran? Kedua; Apa relevansinya dengan perkembangan manusia, sains dan teknologi di zaman modern ini? Dengan menggunakan konten analisis untuk menjelaskan Kajian manusia, sains dan teknologi dalam perpektif al-Quran dan menjelaskan relevansinya dengan kemajuan abad ini. Hasil penelitian ini adalah mengetahui pandangan al-Quran terkait dengan manusia, sains dan teknologi menurut perspektif al-Quran dan adanya relevansi dengan perkembangan di abad modern ini.
INTERACTION BETWEEN JAVA AND AMERICAN CULTURE THROUGH MUSIC GROUP JOGJA HIPHOP FOUNDATION IN YOGYAKARTA Ali Ridho; Thibburruhany Thibburruhany; Sutan Kumala Pontas; Muhammad Anshori
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v4i1.824

Abstract

Interaction between cultures can basically be translated into various cultural policies that emphasise the reality of religion, plurality, and other cultures in society. Interaction of various cultures does not mean that people are forced to accept something new that does not exist in the context of their lives. However, the interaction process is expected to give birth to awareness of the two different groups to provide space for mutual understanding without radical (read: violent) rejection. The research uses a qualitative method - an exploration of scientific journals and online media that discuss Jogja Hip-Hop Foundation with a scientific approach to intercultural communication. The aim is to identify in depth how Jogja HipHop Foundation can bring acculturation values between Javanese and American cultures, and examine the interaction between Javanese and American cultures through the Hip-Hop music tradition represented by Jogja HipHop Foundation. The result is that the use of Javanese language by JHF aims to instil the principle of respect and the American cultural model, which is known to be identical with the worldly, is able to combine with the distinctive Javanese culture, and can be enjoyed by young people.
METODE PENAFSIRAN DR. HALO-N DALAM AL-FATHUN NAWA Ilham Mustafa
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v4i1.834

Abstract

Many methods have been developed by commentators in interpreting the Quran, resulting in diverse methods of interpreting the Quran. One of them is Dr. Halo-N, who created the concept of Quran interpretation in his book Al-Fathun Nawa. This research aims to examine the method of interpretation in the book Al-Fathun Nawa authored by Dr. Halo-N. The research uses a qualitative-descriptive method, while the type of research used is a study of figures. The results of the research show that Dr. Halo-N's method of interpretation is based on the concept of the Quran interpreting the Quran. It is a method and concept of interpreting and translating the verses of the Quran that he believes can explain the meaning of the verses and their logic without including other evidence and sources to avoid doubt. Meanwhile, the characteristic of his interpretation is scientific, as Dr. Halo-N discovered theories through correlation points he referred to as the 2D HMBC spectrum. The characteristic of Dr. Halo-N's interpretation is that the book Al-Fathun Nawa is a work that combines aspects of religion and science.
RELASI SYEKH NURUDDIN AR RANIRY DENGAN SULTAN ISKANDAR TSANI PADA ABAD KE-17 Mastori Mastori; Zenal Arifin; Karmuji Abu Safar
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v4i1.846

Abstract

This study discusses the relationship between ulama and umara' in the 17th century, namely sheikh Nuruddin Ar Raniry and Sultan Iskandar Tsani. This study was compiled using historical research methods with library sources in the form of books, research reports, articles and journals related to this research. The results of this study are: first, conceptually theologically, ulama and umara' are not separate. Ideally, umara has the characteristics of a clergyman. Second, the relation of ulama and umara' in the case of Sultan Iskandar Tsani and Syekh Nuruddin Ar Raniri is an integralistic-symbiotic relationship so that it has implications for strengthening da'wah and society.