cover
Contact Name
Priyo Sambodo
Contact Email
igkojei@unipa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
igkojei@unipa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan, Universitas Papua Jalan Gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat - 98314
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Papua
ISSN : 27468656     EISSN : 27468666     DOI : https://doi.org/10.46549/igkojei
Articles cover the results of community service and empowerment activities related to the application of science and technology (IPTEK) from various fields of sciences and have relevance to the fields of human development, management of rural and coastal areas with local wisdom, economic development, entrepreneurship, cooperatives, creative industries, micro small and medium enterprises (UMKM) including agriculture and veterinary, engineering, education, social humanities, socio-economics, computers, and health. This journal was first published in 2020. This journal was published 3 times a year, in February, June and October.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 159 Documents
Introduksi mesin pengolahan sagu untuk meningkatkan produksi pati di Kampung Sidey Makmur: Introduction of sago processing machines to enhance starch production in Sidey Makmur Village, Sidey District, Manokwari Regency Situngkir, Risma U.; Darma, Darma; Reniana, Reniana
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i2.635

Abstract

ABSTRACT  Small-scale community-based sago processing in West Papua has high potential, but production at the household level remains limited due to manual processing practices. This community service program aimed to strengthen household sago processing capacity in Sidey Makmur Village, Sidey District, Manokwari Regency through the introduction of a semi-mechanical processing system using a cylinder-type rasping machine (variant-02), training, and on-site technical mentoring. Program performance was evaluated through direct observation of partner operation and production outcomes. The intervention reduced processing time to about 15.5 hours per tree (1 tree per 2 days), achieved rasping capacity of 490 kg/hour, and increased fresh sago starch production from 180 kg/week to 524 kg/week. The results indicate that appropriate technology transfer improves production efficiency, supports operational skill development among partners, and opens greater opportunities for local income improvement. Keywords: community service; Manokwari Regency; sago starch; semi-mechanical processing; technology transfer   ABSTRAK Pengolahan sagu skala rumah tangga berbasis masyarakat di Papua Barat memiliki potensi besar, namun produktivitasnya masih terbatas karena proses yang dominan manual. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan sagu di Kampung Sidey Makmur, Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari melalui introduksi sistem pengolahan semi-mekanis menggunakan mesin pemarut tipe silinder varian-02, pelatihan, dan pendampingan teknis di lapangan. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap pengoperasian mesin dan capaian produksi mitra. Hasil kegiatan menunjukkan waktu pengolahan sekitar 15,5 jam per pohon (1 pohon per 2 hari), kapasitas pemarutan 490 kg/jam, serta peningkatan produksi pati sagu segar dari 180 kg/minggu menjadi 524 kg/minggu. Kegiatan ini menunjukkan bahwa alih teknologi tepat guna dapat meningkatkan efisiensi proses, memperkuat keterampilan operasional mitra, dan membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat. Kata kunci: Alih Teknologi; Kabupaten Manokwari; Pati Sagu; Pengabdian Masyarakat; Pengolahan Semi-Mekanis
Meningkatkan keterampilan dengan pelatihan desain poster digital menggunakan canva: Improving digital poster design skills through canva training Nurlaila, Diah; Pakiding , Fitryanti
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i2.648

Abstract

ABSTRACT  The increasing need for visual communication skills in higher education requires students to be able to produce informative and attractive digital posters, yet many students still have limited design competence. This community service program aimed to improve the digital poster design skills of students at the Faculty of Agricultural Technology, University of Papua, through Canva-based training. The activity was conducted in three stages, namely conceptual briefing, guided tutorial, and independent practice with direct mentoring. Program evaluation used a descriptive approach through observation sheets and a poster assessment rubric covering visual composition, text readability, color suitability, layout, and design export ability. The program was implemented effectively with the active participation of 25 students, and the results showed qualitative improvement in participants' poster outputs based on the observed indicators. This training model demonstrates potential for strengthening students' applied design competence and can be continued as a follow-up digital skills development program.  Keywords: Canva Training; Digital Poster Design; Practical Training; Student Design Skills; Visual Communication   ABSTRAK  Peningkatan kebutuhan komunikasi visual di perguruan tinggi menuntut mahasiswa mampu menghasilkan poster digital yang informatif dan menarik, namun sebagian mahasiswa masih memiliki keterampilan desain yang terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan desain poster digital mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua melalui pelatihan berbasis Canva. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu penyampaian konsep, tutorial terstruktur, dan praktik mandiri dengan pendampingan langsung. Evaluasi program menggunakan pendekatan deskriptif melalui lembar observasi dan rubrik penilaian poster yang mencakup komposisi visual, keterbacaan teks, kesesuaian warna, tata letak, serta kemampuan ekspor desain. Kegiatan terlaksana dengan baik dengan partisipasi aktif 25 mahasiswa, dan hasil menunjukkan peningkatan kualitas luaran poster peserta secara kualitatif berdasarkan indikator yang diamati. Model pelatihan ini berpotensi memperkuat kompetensi desain aplikatif mahasiswa serta dapat dikembangkan sebagai program lanjutan peningkatan keterampilan digital. Kata kunci: Desain Grafis; Desain Poster Digital; Keterampilan Desain; Komunikasi Visual; Pelatihan Canva
Pemberdayaan remaja putri melalui program holistik yoga modifikasi untuk peningkatan kesejahteraan biopsikososial: Empowering adolescent girls through a modified holistic yoga program to improve biopsychosocial well-being Prafitri, Lia D.; Ersila, Wahyu; Chabibah, Nur; Nashiroh, Lailatun; Nada, Sabrina S.
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i2.667

Abstract

ABSTRACT  Adolescence is recognized as a critical developmental phase characterized by rapid biological, psychological, and social changes. Adolescent girls living in orphanages are identified as experiencing multiple vulnerabilities, including limited access to reproductive health services, low nutritional knowledge, elevated levels of stress and anxiety, and restricted social skills. These conditions are considered to require holistic and participatory empowerment interventions. The program was developed as a science- and technology-based empowerment model in which nutrition and reproductive health education, modified yoga practice, peer group strengthening through role-play, and life skills training were integrated. This Community Service Program was conducted over eight months at Aisyiyah Putri Orphanage in Pekajangan, Pekalongan Regency, and involved 20 adolescent girls aged 13–18 years. The intervention was implemented through Focus Group Discussions (FGDs), educational sessions, demonstrations, yoga practice delivered by a certified instructor, mentoring activities, and pre–post evaluations using a validated and reliable questionnaire (α = 0.72). Significant improvements in knowledge were observed, with mean scores increasing from 62.5 to 78.4. Reductions in stress levels (20.1 to 14.8) and anxiety (from 18.2 to 12.7), were also recorded, while psychosocial scores were found to improve from 65.7 to 75.2. These findings indicate that a participatory communication approach integrating health education, modified yoga, and peer group activities is effective in strengthening adolescents’ holistic capacities. The program is considered a relevant biopsychosocial empowerment model for orphanage settings and is regarded as having strong potential for sustainability through institutional support and digital-based monitoring systems.  Keywords: Adolescent girls; Biopsychosocial well-being; Health education; Modified yoga; Peer group   ABSTRAK  Masa remaja merupakan fase perkembangan kritis yang ditandai perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang cepat. Remaja putri di panti asuhan menghadapi kerentanan ganda, meliputi keterbatasan akses kesehatan reproduksi, rendahnya pengetahuan gizi, masalah psikologis seperti stres dan kecemasan, serta keterbatasan keterampilan sosial. Kondisi tersebut menuntut intervensi pemberdayaan yang holistik dan partisipatif. Program dikembangkan sebagai model pemberdayaan berbasis IPTEKS yang mengintegrasikan edukasi gizi dan kesehatan reproduksi, praktik yoga modifikasi, penguatan peer group melalui role play, serta pelatihan life skills. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan selama delapan bulan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Pekajangan Kabupaten Pekalongan dengan melibatkan 20 remaja putri usia 13–18 tahun. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD), edukasi, demonstrasi, praktik yoga oleh instruktur bersertifikat, pendampingan, serta evaluasi pre–post menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (α = 0,72). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan (mean pre-test 62,5 menjadi 78,4), penurunan tingkat stres (20,1 menjadi 14,8) dan kecemasan (18,2 menjadi 12,7), serta peningkatan aspek psikososial (65,7 menjadi 75,2). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi partisipatif melalui integrasi edukasi kesehatan, yoga modifikasi, dan peer group efektif meningkatkan kapasitas remaja putri secara holistik. Program terbukti relevan sebagai model komunikasi pemberdayaan remaja berbasis pendekatan biopsikososial di lingkungan panti asuhan. Program ini berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperkuat peran pengelola panti dan integrasi media digital untuk mendukung monitoring serta dampak jangka panjang. Kata kunci: Biopsikososial; Edukasi Kesehatan; Peer Group; Remaja Putri; Yoga Modifikasi
Sosialisasi minuman probiotik berbasis nanas sebagai pangan fungsional dalam mendukung edukasi kesehatan masyarakat: Community Outreach on Pineapple-Based Probiotic Beverage as a Functional Food to Support Public Health Education Idola D. Y. Nebore; Iwan Iwan; Nuryanti Rumalolas; Egi Purnama; Johanis P. Kilmaskossu; Jan H. Nunaki; Silvia H. K. Sirait; Jeni Jeni; Helena T. Tuririday; Aksamina M. Yohanita; Semuel S. Erari; Hengky L. Wambrauw; Suzan Hehamahwa; Naomi A. Awawata; Nirmanda Nirmanda; Stevia B. H. G. Wayoi; Enggi Palimbong; Andhika H. Abdilah; Aulia P. Rahayu
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i3.658

Abstract

ABSTRACT  The utilization of functional foods based on local resources is an important strategy to support community health improvement. Pineapple has strong potential to be developed into a probiotic beverage through a simple fermentation process. This community service activity aimed to enhance public knowledge and awareness of pineapple-based probiotic beverages as functional foods supporting health education. The program was conducted through socialization and health education during the Universitas Papua Education Exhibition on 27 October–2 November 2025, involving 100 participants consisting of students, lecturers, teachers, and the general public. Activities included material presentation, introduction to fermented pineapple beverage (tepache), demonstration of the production process, and distribution of educational leaflets, followed by evaluation using participant response questionnaires. The results showed a very high level of perceived usefulness (89.50%), indicating increased knowledge, interest, and awareness regarding the use of pineapple as a probiotic beverage. It can be concluded that this activity was effective in improving community health literacy and has potential to support the sustainable development of local functional foods. Keywords: Functional food; Health education; Pineapple; Probiotics; Tepache ABSTRAK   Pemanfaatan pangan fungsional berbasis sumber daya lokal merupakan salah satu strategi untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Nanas berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku minuman probiotik melalui proses fermentasi sederhana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai minuman probiotik berbasis nanas sebagai pangan fungsional pendukung edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan edukasi kesehatan yang dilaksanakan pada Pameran Pendidikan Universitas Papua tanggal 27 Oktober–2 November 2025 dengan melibatkan 100 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, guru, dan masyarakat umum. Kegiatan meliputi penyampaian materi, pengenalan minuman fermentasi nanas (tepache), demonstrasi pembuatan, serta pembagian leaflet, yang dievaluasi melalui angket respon peserta. Hasil menunjukkan tingkat kebermanfaatan yang sangat tinggi (89,50%), mencerminkan peningkatan pengetahuan, minat, dan kesadaran peserta terhadap pemanfaatan nanas sebagai minuman probiotik. Kegiatan ini disimpulkan efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta berpotensi mendukung pengembangan pangan fungsional lokal secara berkelanjutan. Kata kunci: Edukasi kesehatan; Nanas; Pangan fungsional, Probiotik; Tepache
Don’t let sugar rule you! Psikoedukasi kenali bahaya dan pencegahan diabetes sejak muda pada remaja Komunitas Linaaw Student Center Salatiga: Don’t let sugar rule you! Psychoeducation on recognizing the dangers and prevention of diabetes from an early age among adolescents at Linnaaw Student Center Community, Salatiga Arthur Huwae; Thessalonica V. Pode; Reisha L. F. C. Hitalessy; Florensia Rantesau; Gloria E. G. Priambodo; Malvin Himawan; Michelle F. Amanda; Gesry S. Surenayu
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i3.665

Abstract

ABSTRACT  Diabetes is a chronic disease whose prevalence continues to increase among adolescents and university students due to unhealthy lifestyles, high sugar intake, lack of physical activity, and academic stress. To address this issue, the psychoeducation program “Don’t Let Sugar Rule You: Recognize the Dangers and Prevention of Diabetes from a Young Age!” was implemented at the Linnaaw Student Center to enhance health literacy and awareness of diabetes risks among youth. The program included educational sessions, interactive discussions, and Cognitive Behaviour Therapy (CBT)-based worksheets designed to help participants identify risky behaviors and develop plans for healthier lifestyle changes. Program effectiveness was assessed through a post-test, which showed that 66.7% of participants answered all questions correctly, indicating a significant increase in understanding. Observational data and participant reflections also demonstrated active engagement in recognizing personal habits and strengthening preventive behaviors. Overall, the program successfully improved participants’ knowledge, awareness, and motivation to adopt healthier lifestyle practices to prevent diabetes early in life.  Keywords: Diabetes; Adolescents; Psychoeducation; Healthy Lifestyle; CBT.   ABSTRAK  Diabetes merupakan kelompok penyakit metabolisme kronis yang menyebabkan kadar gula darah tinggi dalam waktu lama, sehingga dapat merusak pembuluh darah, jantung, ginjal, saraf, dan mata jika tidak ditangani dengan tepat Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di kalangan remaja dan mahasiswa akibat gaya hidup tidak sehat, pola makan tinggi gula, kurangnya aktivitas fisik, serta stres akademik. Untuk itu, program psikoedukasi “Don’t Let Sugar Rule You: Yuk Kenali Bahaya dan Pencegahan Diabetes Sejak Muda!” dilaksanakan di Lninaaw Student Center sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran remaja terhadap risiko diabetes. Kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta lembar kerja berbasis Cognitive Behaviour Therapy (CBT) untuk membantu peserta mengidentifikasi kebiasaan berisiko dan merencanakan perubahan perilaku yang lebih sehat. Pengukuran efektivitas dilakukan melalui post-test yang menunjukkan bahwa 66,7% peserta mampu menjawab seluruh soal dengan benar, menandakan peningkatan pemahaman yang signifikan. Hasil observasi dan partisipasi peserta juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam proses refleksi diri dan penguatan perilaku pencegahan. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan motivasi remaja dalam menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah diabetes sejak dini. Kata kunci: Diabetes; Remaja; Psikoedukasi; Gaya Hidup Sehat; CBT.
Pengenalan website kampung sebagai media digitalisasi dan promosi potensi lokal Kampung Kwau, Kabupaten Manokwari: Introducing the village website as a digital platform for digitalization and promotion of local potential in Kwau Village, Manokwari Regency Andreas Sumendap; Dedi I. Inan; Josua J. A. Limbong; Ratna Juita; Christian D. Suhendra; Lion F. Marini; Lorna Y. Baisa; Lilis Indrayani; Julius P. P. Naibaho; Marlinda Sanglise; Alex De Kweldju
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i3.679

Abstract

ABSTRACT Digitalization of rural communities is a strategic approach to promoting local potential and empowering communities through the utilization of information technology. Kwau Village, located in Mokwam District, Manokwari Regency, possesses considerable tourism, cultural, and local resource potential that has not been optimally promoted through digital media. This community service program aimed to introduce a village website as a platform for digitalization and promotion of local potential while enhancing community capacity in website management. A participatory approach was employed through observation, interviews, socialization, training, mentoring, and qualitative evaluation. The socialization activities were attended by 37 participants, while 25 participants actively took part in website development and management training. Four village youths were trained as website administrators to support the sustainability of website management. The results showed that participants were able to understand the functions and utilization of the website as a medium for information dissemination and local promotion. Furthermore, a village website was successfully developed containing 13 articles, 11 photographs, and 3 videos presenting village profiles, tourism attractions, cultural heritage, and local products. Although challenges related to limited technological infrastructure and internet access remain, the program demonstrates that a participatory approach combined with simple technological solutions can effectively support village digitalization and expand the promotion of local potential in a sustainable manner. Keywords: Digitalization; Kwau Village; Local Potential; Promotion; Website ABSTRAK Digitalisasi kampung merupakan salah satu upaya strategis untuk mendukung promosi potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi. Kampung Kwau, Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari, memiliki potensi wisata, budaya, dan sumber daya lokal yang belum dipromosikan secara optimal melalui media digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan website kampung sebagai media digitalisasi dan promosi potensi lokal serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi kualitatif. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 37 peserta, sedangkan 25 peserta terlibat dalam pelatihan pembuatan dan pengelolaan website. Sebanyak 4 orang pemuda kampung dilatih sebagai admin website untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan sistem. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami fungsi dan penggunaan website sebagai media informasi dan promosi kampung. Selain itu, berhasil dikembangkan website kampung yang memuat 13 artikel, 11 foto, dan 3 video yang menampilkan profil kampung, potensi wisata, budaya, serta produk lokal. Meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan infrastruktur teknologi dan akses internet, program ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan pemanfaatan teknologi sederhana dapat mendukung digitalisasi kampung serta memperluas promosi potensi lokal secara berkelanjutan. Kata kunci: Digitalisasi; Kampung Kwau; Potensi Lokal; Promosi; Website
Modifikasi pelayanan persekutuan dan penelaahan Alkitab dalam penguatan nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen: Modifications to Fellowship and Bible Study Services to Strengthen the Values of Christian Religious Education Benyamin Mofu
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i3.680

Abstract

ABSTRACT This community service activity was motivated by the importance of strengthening Christian Religious Education values among children and youth in the church amid social change, technological development, and current challenges in faith formation. This study aimed to describe the implementation of a sermon ministry based on Matthew 27:57-61 during the morning worship service at the Easter Camp of PAR GKI Pengharapan Jayapura and to explain its contribution to strengthening the values of Christian Religious Education. The method used was descriptive qualitative, involving program preparation, literature review, purposive selection of subjects and location, observation of the activity, documentation, and reflective notes. The program was carried out through a morning worship service with the theme “Jesus Remains Present in Every Situation,” delivered to children and youth fellowship participants. The results showed that the sermon ministry in the Easter Camp context functioned as an effective medium for faith formation, not merely as a liturgical activity but also as a contextual space for religious education. The values strengthened through this activity included faith, hope, love, faithfulness, and spiritual resilience. This activity confirms that a sermon ministry based on Matthew 27:57-61 contributes significantly to shaping the spirituality and character of the church’s younger generation and deserves to be developed continuously in church ministry. Keywords: Faith; Gospel; PAK; Spirituality  ABSTRAK Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen bagi anak dan remaja gereja di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan tantangan pembinaan iman pada masa kini. Kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pelayanan firman Tuhan berbasis Matius 27:57-61 dalam ibadah pagi pada kegiatan Kemping Paskah PAR GKI Pengharapan Jayapura serta menjelaskan kontribusinya terhadap penguatan nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan persiapan program, penelaahan literatur, pemilihan subjek dan lokasi secara purposif, observasi pelaksanaan kegiatan, dokumentasi, dan catatan reflektif. Program dilaksanakan dalam bentuk pelayanan ibadah pagi dengan topik “Yesus tetap ada dalam segala keadaan” yang disampaikan kepada peserta Persekutuan Anak dan Remaja. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelayanan firman Tuhan dalam konteks Kemping Paskah mampu menjadi media pembinaan iman yang efektif, tidak hanya sebagai aktivitas liturgis, tetapi juga sebagai ruang pendidikan iman yang kontekstual. Nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen yang dikuatkan melalui kegiatan ini meliputi iman, pengharapan, kasih, kesetiaan, dan keteguhan spiritual. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelayanan firman berbasis Matius 27:57-61 berkontribusi nyata dalam pembentukan spiritualitas dan karakter generasi muda gereja serta layak dikembangkan secara berkelanjutan dalam pelayanan gerejawi. Kata kunci: Iman;  Injil; PAK; Spiritualitas.
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kampung Utaurano melalui pelatihan pembenihan buatan ikan lele (Clarias sp.): Enhancing Community Knowledge and Skills in Utaurano Village through Artificial Catfish (Clarias sp.) Hatchery Training Jetti T. Saselah; Yeni Indriani; Numisye I. Mose; Magdalin Ulaan; Yessi A. P. Manganang; Oktavianus Lumasuge
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i3.686

Abstract

ABSTRACT  The catfish hatchery training activity in Utaurano Village, Sangihe Islands Regency, aimed to improve community knowledge and skills in artificial catfish breeding techniques. The activity was conducted from 4 to 11 September 2024 and involved 30 participants from the Utaurano Village fish farming group. The training was carried out through three stages: preparation, implementation, and sustainability. The materials delivered included broodstock selection and management, artificial spawning techniques using Ovaprim hormone, larval and fry management, and feed management. The evaluation was conducted through surveys, interviews, and direct observation of participants’ involvement during the activity and their ability to practice the hatchery stages. The evaluation results showed that participants gained practical knowledge and skills in catfish breeding processes, particularly in broodstock selection, hormone injection, spawning, egg hatching, and larval rearing. This training indicates that technical assistance can serve as a community empowerment effort to introduce artificial catfish breeding technology. Further studies are needed to quantitatively measure the impact of the training on fry production and community income. Keywords: Gonads; Hatchery; Hormone; Larvae; Ovaprim   ABSTRAK Kegiatan pelatihan pembenihan ikan lele di Kampung Utaurano, Kabupaten Kepulauan Sangihe, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam teknik pembenihan ikan lele secara buatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 4–11 September 2024 dengan melibatkan 30 peserta dari kelompok pembudidaya Kampung Utaurano. Pelatihan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan keberlanjutan. Materi yang diberikan meliputi pemilihan dan pengelolaan induk, teknik pemijahan buatan menggunakan hormon ovaprim, manajemen larva dan benih, serta manajemen pakan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui survei, wawancara, dan pengamatan langsung terhadap keterlibatan peserta selama kegiatan serta kemampuan peserta dalam mempraktikkan tahapan pembenihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman dan keterampilan praktis dalam proses pembenihan ikan lele, terutama pada tahap seleksi induk, penyuntikan hormon, pemijahan, penetasan telur, dan pemeliharaan larva. Pelatihan ini menunjukkan bahwa pendampingan teknis dapat menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengenalkan teknologi pembenihan ikan lele secara buatan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengukur dampak pelatihan terhadap peningkatan produksi benih dan pendapatan masyarakat secara kuantitatif. Kata kunci: Gonad; Hormon; Larva; Ovaprim; Pemijahan Buatan
Pembuatan dedak padi fermentasi dan penggunaannya pada pakan ayam kampung: Fermented Rice Bran Making and Its Use in Native Chicken Feed Theresia N. I. Koni; Agustinus Paga; Asrul Asrul; Melkianus D.S Randu; Tri A.Y. Foenay
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i3.706

Abstract

ABSTRACT Kampoeng chickens are widely raised across Indonesia and represent an important source of animal protein and household income in rural communities. Their productivity is closely associated with the quantity and quality of feed. Rice bran is an inexpensive and readily available feed ingredient; however, its inclusion in poultry diets is generally limited to approximately 10% because of its high crude fiber content (25–27%) and phytic acid concentration (7.39 mg/100 g), which reduce nutrient utilization. Previous research demonstrated that fermenting rice bran with palmyra sap effectively reduced crude fiber and phytic acid levels, thereby improving its nutritional value and allowing its inclusion to be increased to 20% in kampoeng chicken diets without compromising growth performance. These findings were disseminated through a community engagement program involving 15 members of the Elshadday UMKM, a kampoeng chicken farmer association located in Teun Baun Village, West Amarasi District, Kupang Regency. The program aimed to enhance farmers' knowledge and technical skills in producing fermented rice bran and utilizing it as a feed ingredient in kampoeng chicken rations. The activities consisted of educational counseling, group discussions, and on-farm demonstration plots. Participants received both theoretical instruction and hands-on training in the fermentation of rice bran using palmyra sap, feed formulation, and feed preparation. The program substantially improved farmers' knowledge, with understanding of rice bran fermentation increasing by 100% and knowledge of feed formulation and feed manufacturing increasing by 66.67%. By the end of the program, participants were able to formulate native chicken diets containing up to 20% palmyra sap-fermented rice bran. These results demonstrate that integrating research outcomes with community-based training is an effective approach to promoting the adoption of locally available feed technologies and improving the capacity of smallholder poultry farmers. Keywords: Fermentation; Native chicken feed; Palmyra sap; Rice bran; UMKM Elshadday ABSTRAK Ayam kampung merupakan komoditas unggas lokal yang tersebar luas diberbagai wilayah di Indonesia. Produktivitas ayam kampung dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas pakan. Pakan ayam tersusun dari berbagai bahan pakan, seperti jagung dan dedak padi. Dedak padi diperoleh dengan harga yang murah dan digunakan 10% dalam pakan ayam. Terbatasnya penggunaan dedak padi karena kandungan serat kasar 25-27% dan kadar asam fitat 7,39 mg/100g. Proses fermentasi dedak padi dengan nira lontar terbukti efektif menurunkan kandungan serat kasar dan asam fitat. Peningkatan kualitas nutrisi tersebut memungkinkan dedak padi terfermentasi dimanfaatkan hingga taraf 20% dalam pakan ayam kampung tanpa menurunkan performa ternak. Hasil penelitian ini diimplementasikan kepada kelompok peternak mitra yang terdiri atas 15 anggota UMKM Elshadday yang bergerak dalam usaha pemeliharaan ayam kampung. Kelompok mitra tersebut berlokasi di Desa Teun Baun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah dedak padi melalui teknologi fermentasi serta memanfaatkannya sebagai bahan baku penyusunan ransum ayam kampung. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan,  diskusi kelompok, dan demonstrasi plot (demplot). Selama program, para petani diberikan pengetahuan dan keterampilan praktis tentang pengolahan dedak padi melalui fermentasi menggunakan nira lontar dan pemanfaatan dedak padi fermentasi sebagai komponen pakan ayam kampung. Program ini secara efektif meningkatkan pengetahuan peserta, tentang fermentasi dedak padi menggunakan nira lontar meningkat sebesar 100% dan pengetahuan tentang formulasi pakan dan pembuatan pakan meningkat sebesar 66,67%. Peternak dapat membuat pakan ternak ayam kampung dengan menggunakan dedak padi hasil fermentasi dengan nira lontar sebesar 20% dalam pakan. Kata kunci: Dedak padi; Fermentasi; Nira lontar; Pakan ayam kampung; UMKM Elshadday

Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 3 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat More Issue