cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Editorial Address
http://e-abdimas.unw.ac.id/index.php/jhhs/about/editorialTeam
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS)
ISSN : -     EISSN : 26863812     DOI : https://doi.org/10.35473/jhhs.v2i1
Core Subject : Health,
Menerima hasil penelitian dalam bidang kesehatan, keperawatan, kebidanan, dan farmasi. Jurnal ini diterbitkan pada bulan Maret dan September
Articles 226 Documents
Peningkatan Nafsu Makan pada Balita Stunting dengan Baby Gym dengan Menggunakan Citronella Oil: Studi Kasus: Increasing Appetite in Stunned Toddlers with Baby Gym Using Citronella Oil: Case Study Berliana Putri Utami; Fauziah Hanum Nur Adriyani; Feti Kumala Dewi
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.319

Abstract

Toddlers aged 1 – 5 years are a critical period, due to experiencing accelerated growth and development of babies during this golden period. Toddlers are considered as a vulnerable age group for problems related to nutrition. One of the impacts of nutritional problems is stunting nutritional disorder. Stunting is a disorder that occurs in toddlers regarding their growth caused by diseases such as chronic infectious diseases or there is chronic malnutrition of nutrient intake, as well as the z-score value for height for age with less than -2 SD. The problem of appetite disorders in stunting toddlers is given complementary care in the form of baby massage to improve appetite, which can improve the function of the vagus nerve which makes children easily hungry so that appetite disorders can be treated. Safe massage can use citronella oil. The content of geraniol and citronellal in CITRONELLA OIL is useful for increasing appetite in toddlers. The aim of this case study is to increase appetite in stunted toddlers with Baby Gym and Citronella Oil. Case study method was carried out on 5 stunted toddlers aged 1-5 years for 3 days in the Pagedongan Health Center area by giving baby massage using citronella oil. This case study was carried out using observation, history taking and physical examination. Observations were carried out using food record sheets to determine the appetite of stunted toddlers. The results obtained were that after being given a baby massage with citronella oil, there were 3 toddlers who experienced an increase in the frequency and portion of their meals, 2 of them experienced an increase in appetite in just their portion without any addition to the frequency of eating. These results can be seen that there is an increase in appetite both in frequency and portion in the 5 respondents.   ABSTRAK Balita usia 1–5 tahun merupakan masa kritis, dikarenakan mengalami percepatan pertumbuhan dan perkembangan bayi pada masa golden period ini. Balita yang dianggap sebagai kelompok usia rentan terjadinya masalah berkaitan dengan gizi. Dampak dari permasalahan gizi salah satunya gangguan gizi stunting. Stunting yaitu gangguan yang terjadi pada balita mengenai pertumbuhannya yang disebabkan oleh penyakit seperti penyakit infeksi kronis atau terdapat malnutrisi asupan zat gizi kronis, serta nilai z-score tinggi badan menurut usia dengan kurang dari -2SD. Permasalahan gangguan nafsu makan pada balita stunting diberikan pemberian asuhan komplementer berupa baby massage untuk memperlancar nafsu makan, dimana dapat memperbaiki fungsi nervus vagus yang menjadikan anak mudah lapar sehingga gangguan nafsu makannya dapat ditangani. Pemijatan yang aman dapat menggunakan citronella oil. Kandungan geraniol dan sitronelal pada CITRONELLA OIL bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan pada balita. Tujuan pada studi kasus ini yaitu Peningkatan Nafsu Makan Pada Balita Stunting Dengan Baby Gym dan Citronella Oil. Metode studi kasus dilakukan yaitu pada 5 balita stunting umur 1–5 tahun selama 3 hari di wilayah Puskesmas Pagedongan dengan pemberian pijat bayi menggunakan citronella oil. Studi kasus ini dilakukan dengan observasi, anamnesa, dan pemeriksaan fisik. Observasi yang dilakukan menggunakan lembar observasi makan untuk mengetahui nafsu makan pada balita stunting. Hasil yang diperoleh bahwa setelah diberikan baby massage dengan citronella oil terdapat 3 balita yang mengalami peningkatan pada frekuensi dan porsi makannya, 2 diantaranya mengalami peningkatan nafsu makan pada porsinya saja tanpa adanya penambahan pada frekuensi makannya. Hasil tersebut dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan nafsu makan baik itu frekuensi maupun porsi pada ke 5 responden.
Evaluasi Pengobatan pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) di RST Dr. Asmir Salatiga: Evaluation of Treatment in Patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease at RST Dr. Asmir Salatiga Jatmiko Rahmat; Dian Oktianti
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.339

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a lung condition characterized by a lack of airflow that can cause progressive and permanent damage to the lungs. This will cause symptoms of shortness of breath, coughing, wheezing and phlegm production. Patients with COPD require long-term therapy, so the accuracy of dosing must always be considered so that the therapeutic effect is achieved. The aim of this study was to determine the description of drug use and the accuracy of drug doses given to COPD patients. The method of this research is observational research presented descriptively with a retrospective approach using medical records of COPD patients RST dr. Asmir Salatiga for the period January - March 2023. A total of 65 samples were selected purposively. The data is analyzed and presented in the form of a percentage table. The accuracy of the dose was analyzed using the Drug Information Handbook edition 24. Based on the results of the study, it was possible to see the picture of combination therapy with long-acting corticosteroids and bronchodilators (Budesonide and Formoterol fumarate) as much as 73.8%, Xanthine (Aminophylline) as much as 46.2%, β-2 agonist (Salbutamol) as much as 29.2%, and Mucolytic (N-acetylcysteine) as much as (50.4%). There were 47 patients (72.3%) who received the correct dose according to the literature and 18 patients (27.7%) received the low dose. Conclusion: The most commonly used combination of drugs is corticosteroids and long-acting bronchodilators (Budesonide and Formoterol fumarate) 73.8%. Evaluation of the accuracy of COPD drug doses, 47 patients (72.3%) received doses that were in accordance with the literature.   ABSTRAK Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah kondisi paru-paru yang ditandai oleh kurangnya aliran udara yang dapat menyebabkan kerusakan progresif pada dan permanen pada paru-paru. Hal ini akan menyebabkan gejala sesak napas, batuk, mengi dan produksi dahak. Pasien dengan PPOK memerlukan terapi jangka panjang, sehingga ketepatan pemberian dosis harus selalu diperhatikan agar efek terapi tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan obat, dan ketepatan dosis obat yang diberikan kepada pasien PPOK. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional disajikan secara deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan catatan rekam medik pasien PPOK RST dr. Asmir Salatiga periode Januari - Maret 2023. Sebanyak 65 sampel yang dipilih secara  purposive. Data dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel persentase. Ketepatan dosis dianalisa menggunakan panduan Drug Information Handbook edisi 24. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui gambaran terapi kombinasi kortikosteroid dan bronkodilator kerja lama (Budesonide dan Formoterol fumarate) sebanyak 73,8%, Xantin (Aminofilin) sebanyak 46,2%, Agonis β-2 (Salbutamol) sebanyak 29,2%, dan Mukolitik (N-asetilsistein) sebanyak (50,4%). Terdapat 47 pasien (72,3%)  mendapatkan dosis yang tepat sesuai literatur dan 18 pasien (27,7%) mendapatkan dosis rendah. Simpulan: Kombinasi obat paling banyak digunakan golongan kortikosteroid dan bronkodilator kerja lama (Budesonide dan Formoterol fumarate) 73,8%. Evaluasi ketepatan dosis obat PPOK, 47 pasien (72,3%) mendapatkan dosis yang sesuai dengan literatur.
Terapi Spiritual Doa Tafakur terhadap Peningkatan Kesejahteraan Pasien Kanker: A Systematic Review : Spiritual Therapy of Tafakur Prayer to Increase the Well-Being of Cancer Patients: A Systematic Review Priyanto; Achmad Fauzi Kamal; Debie Dahlia; Besral Besral
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.341

Abstract

Medical surgical nursing care is the main source of service in an effort to achieve quality improvement in the well-being of  cancer patients in hospitals. The well-being of  cancer patients can be improved through various nursing interventions, including spiritual therapy of tafakur prayer. This research is to synthesize the study of spiritual therapy of tafakur prayer on improving the well-being of  cancer patients. This study uses a systematic review approach with quantitative methods using the PRISMA model. The dependent variable is the patient's well-being, and spiritual therapy of tafakur prayer is the independent variable. Of the 323 selected articles, 6 articles met the selected inclusion and exclusion criteria. The articles were collected from 4 database sources namely: EBSCO host, proQuest, Science Direct and Google Scholar. The results of the research show that spiritual therapy of tafakur prayer can improve the quality of life and increase physical well-being, including reducing pain and blood pressure and improving respiratory rate. In addition, spiritual therapy of tafakur prayer can improve psychological and emotional well-being including stress and anxiety as well as spiritual well-being so that it can improve the social well-being of  cancer patients. Spiritual therapy of tafakur prayer can be applied by nurses in medical surgical nursing services for cancer patients in hospitals.   ABSTRAK Asuhan keperawatan medikal bedah menjadi sumber utama pelayanan dalam upaya mencapai kualitas peningkatan kesejahteraan pasien kanker  di rumah sakit. Kesejahteraan pasien kanker  dapat ditingkatkan melalui berbagai intervensi keperawatan, termasuk terapi spiritual doa tafakur. Penelitian ini  untuk mensintesis kajian terapi spiritual doa tafakur terhadap peningkatan kesejahteraan pasien kanker. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic review dengan metode kuantitatif menggunakan model PRISMA. Variabel dependen adalah kesejahteraan pasien, dan terapi spiritual doa tafakur sebagai variabel independen. Dari 323 artikel terseleksi ada 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang dipilih. Artikel-artikel tersebut dikumpulkan dari 4 sumber basis data yaitu: EBSCO host, ProQuest, Science Direct dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi spiritual doa tafakur dapat memperbaiki kualitas hidup dan meningkatkan kesejahteraan fisik, termasuk menurunkan nyeri dan tekanan darah serta memperbaiki laju pernapasan. Selain itu terapi spiritual doa tafakur dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan emosional termasuk stres dan kecemasan serta kesejahteraan spiritual hingga dapat meningkatkan kesejahteraan sosial pasien kanker. Terapi spiritual doa tafakur dapat diterapkan oleh perawat dalam pelayanan keperawatan medikal bedah pada pasien kanker di rumah sakit.
Kajian Penyimpanan Obat-Obat Khusus di Fasilitas Kesehatan di Kabupaten X Tahun 2022: Study of Storage of Special Medicines in Health Facilities in District X in 2022 Niken Dyahariesti; Richa Yuswantina; Adam Wibowo; Pujiana Ashari; Rita Andriyani
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.342

Abstract

Storage is one of a series of drug cycle management that needs attention, because it greatly affects the quality of these preparations before being handed over to patients, especially for special drugs. The specific drugs in question are LASA (Look Alike Sound Alike) drugs and vaccines. The vaccine being researched is specifically IDL (Complete Basic Immunization). This research was taken at health facilities (health offices, hospitals and health centers) in District X. The purpose of this study was to evaluate the storage of special medicines at health facilities in District X. Data collection was carried out prospectively in July 2022 with a cross approach sectional uses a checklist according to the standard for special drug storage. Storage standards use the 2021 Vaccine ManagementsaGuidelines in Health Service Facilities,  2020 CDOB and 2016 Minister of Health Regulatiion 72 The results of the study found that storage of LASA drugs was 100% (good). For vaccines seen from building indicators 87.5% (good), facilities 80% (good) and storage management 93.3% (good). Based on the results above, it can be concluded that the storage of special medicines in health facilities in X district is considered good.   ABSTRAK Penyimpanan merupakan salah satu dari rangkaian  drug manajemen cycle  yang perlu diperhatikan, karena sangat berpengaruh terhadap kualitas dari sediaan tersebut sebelum diserahkan ke pasien terutama untuk obat-obat khusus. Obat khusus yang dimaksud adalah obat LASA ( Look Alike Sound Alike) dan vaksin.  Vaksin yang diteliti khususnya  IDL (Imunisasi Dasar Lengkap). Penelitian ini diambil  di fasilitas kesehatan ( dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas)  yang berada di Kabupaten X.   Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi penyimpanan obat-obat  khusus di fasilitas kesehatan di Kabupaten X. Pengambilan data dilakukan secara prospektif  pada bulan Juli 2022 dengan pendekatan cross sectional menggunakan checklist sesuai standart penyimpanan obat khusus. Standart penyimpanan menggunakan Pedoman Pengelolaan Vaksin di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tahun 2021, CDOB tahun 2020 dan Permenkes 72 Tahun 2016.  Hasil penelitian di dapatkan bahwa  untuk penyimpanan obat LASA 100 % (baik). Untuk vaksin dilihat dari indikator bangunan 87,5 % ( baik), fasilitas 80 % ( baik ) dan pengelolaan penyimpanan 93,3 % ( baik). Berdasarkan hasil diatas maka dapat disimpulkan penyimpanan obat-obat khusus difasilitas kesehatan di kabupaten  X  termasuk baik.
Hubungan Antara Work Family Conflict dengan Stres Kerja Perawat di RSUD Cilacap: The Relationship Between Work Family Conflict and Nurse Work Stress at Cilacap Hospital Shindy Ayuning Prahesti Shindy; Indri Heri Susanti; Fauziah Hanum
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.343

Abstract

Nursing is a profession that plays an important role in providing health services. A nurse must fulfill his duties and responsibilities. In carrying out this task, one of them causes stress and the most common cause is headaches (49%) (Ika Puspitasari & Suprayitno, 2021). This is called dual role conflict or work-family conflict. The prevalence of work-family conflict is 83.33% for female nurses and 16.67% for male nurses (Rosyad, 2017). This research aims to determine the relationship between work-family conflict and the work stress of nurses at Cilacap Regional Hospital. This research uses quantitative methods and uses a cross-sectional approach. The sampling method is purposive sampling. The sample was 58 nurses at Cilacap Regional Hospital. Data collection methods used the American Institute of Stress questionnaire and the standard work-family conflict questionnaire adapted from Frone et al. The research results showed that 53 respondents (91.4%) experienced work-family conflict, and 30 respondents (51.7%) experienced work stress, thus there is a significant relationship between work-family conflict and work stress in nurses at Cilacap Regional Hospital with p-value = 0.000 where p < value a (0.05), with r = 0.579. Based on the research results, it is hoped that work-family conflicts faced by female nurses can be achieved by holding family gatherings and providing rewards for high-achieving employees so that work stress is reduced.   ABSTRAK Keperawatan merupakan salah satu profesi yang memegang peranan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan. Seorang perawat memiliki kewajiban untuk memenuhi tugas dan tanggung jawabnya. Dalam melakukan tugas ini, salah satunya menyebabkan stres dan penyebab paling umum adalah sakit kepala (49%) (Ika Puspitasari & Suprayitno, 2021). Hal ini disebut dengan konflik peran ganda atau work family conflict. Jumlah pravelensi work family conflict presentase perawat wanita 83,33% dan perawat pria 16,67% (Rosyad, 2017).  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara  work family conflict dengan stres kerja perawat di RSUD Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel berupa purposive sampling. Sampel sebanyak 58 perawat di RSUD Cilacap. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner  American Institute of stress dan kuesioner baku work family conflict yang diadaptasi dari frone et al. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 53 responden (91,4%) mengalami work family conflict, 30 responden (51,7%) mengalami stres kerja, dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara work family conflict dengan stres kerja pada perawat di RSUD Cilacap dengan p-value = 0.000 dimana p < nilai a (0.05), dengan r = 0.579. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan work family conflict yang dihadapi perawat wanita dapat  dengan menyelenggarakan family gathering dan pemberian reward bagi karyawan berprestasi agar stress kerjanya berkurang.
Potensi Antioksidan Kombinasi Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var Rubrum) dan Bunga Telang (Clitoria ternatea L) dengan Metode DPPH: Antioxidant Potential of Combination of Red Ginger Extract (Zingiber officinale var Rubrum) and Butterfly Pea Flower (Clitoria ternatea L) using the DPPH Method Della Jauharotus Sa’adah; Rissa Laila Vifta; Windi Susmayanti
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.345

Abstract

The combination of two or more natural product was thought to increase their pharmacological activity as an antioxidant. Red ginger and blue butterfly pea flowers are two natural product that can be combined to have better antioxidant activity. The aim of this research was to analyze the antioxidant activity of the combination of red ginger extract (JM) and butterfly pea flower (TL) based on the IC50 value. Red ginger and butterfly pea flowers was used as the sample. Extraction was carried out by maceration method using 96% ethanol as solvent and n-hexane as purification solvent. The determination of antioxidant activity have done by using the DPPH method. The IC50 value were analyzed statistically using the One Way Anova test and the LSD test. The yield of purified red ginger n-hexane extract was 63.3% and 90.4% of butterfly pea flower. Both of red ginger and butterfly pea flower extracts were positive for flavonoids, tannins, saponins, and alkaloids. The IC50 value of JM:TL (0:1) combination was 31.17 ppm, JM:TL (1:0) combination was 65.644 ppm, JM:TL (1:1) combination was 38.65 ppm, JM:TL (1:2) ombination was 54.775 ppm, and JM:TL (2:1) combination was 22.262 ppm. The combination of red ginger extract and butterfly pea flower extract have a strong to very strong category of antioidant activity. The LSD analyzed results showed that there is a significant difference in the IC50 value in all combinations with a p-value <0.05. ABSTRAK Kombinasi dua atau lebih bahan alam diduga dapat meningkatkan aktivitas farmakologisnya sebagai antioksidan. Rimpang jahe merah dan bunga telang merupakan dua bahan alam yang dapat dikombinasikan dan diduga berpotensi memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Tujuan penelitian untuk menganalisis aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak jahe merah (JM) dan bunga telang (TL) berdasarkan nilai IC50. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan sampel jahe merah dan bunga telang. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan purifikasi ekstrak menggunakan pelarut n-heksan. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Data dianalisis secara statistika menggunakan uji One Way Anova dan uji LSD. Rendemen ekstrak purifikasi n-heksan jahe merah 63,3% dan bunga telang 90,4%. Hasil pengujian metabolit sekunder pada kedua ekstrak positif mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Nilai IC50 Kombinasi JM:TL (0:1) 31,17 ppm, Kombinasi JM:TL (1:0) 65,644 ppm, Kombinasi JM:TL (1:1) 38,651 ppm, Kombinasi JM:TL (1:2) 54,775 ppm, dan Kombinasi JM:TL (2:1) 22,262 ppm. Aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak jahe merah dan ekstrak bunga telang menghasilkan nilai IC50 dengan kategori kuat sampai dengan sangat kuat Hasil uji LSD menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada nilai IC50 pada seluruh kombinasi dengan p-value <0,05. 
Hubungan Pola Pemberian Makan Balita dengan Status Gizi di Posyandu Karang Jati : The Relationship of Toddler Feeding Pattern with Nutritional Status in Karang Jati Posyandu Bergas District Riska Susanti; Risma Aliviani Putri
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.354

Abstract

Feeding pattern is a person's behavior that can affect nutritional status Diet pattern can provide an overview of nutritional intake including the type, amount, and schedule in fulfilling nutrition The pattern of feeding toddlers will affect health in the future. The principle of nutritional needs at each age is different. Children aged 1-3 years are passive consumers, the nutritional needs of children aged 1-3 years depend on the nutrition provided by the mother. The problem of incorrect feeding or improper feeding can impact toddler nutrition. This study aims to determine the relationship between toddler feeding patterns and nutritional status at the Karang Jati Posyandu, Bergas District.Research using analytical methods with cross sectional approach. The population and sample in this study were 47 mothers who had toddlers and 47 toddlers aged 12-60 months in the Karang Teak Posyandu Bergas District. The sampling technique uses total sampling. Data collection tool used a feeding pattern questionnaire that adopted from previous studies that had been valid and reliable, while for nutritional status assessment using digital scales / dancing to measure BB statistical tests were analyzed with chi-square test (x2) with a significant level (α) = 0.05.The results of the study showed an overview of feeding patterns for toddlers in the Karang Jati Posyandu, Bergas sub-district, out of a total of 47 respondents, the majority were in the good category, with a total of 29 people (61.7%). category of good nutritional status with a total of 37 people (78.72%) The chi-square test shows the value of ρ = 0.002 > from the value of α 0.05 there is a relationship between toddler feeding patterns and nutritional status. The conclusion from the results of research that has been done is that there is a relationship between toddler feeding patterns and nutritional status. It is expected that mothers in providing a diet pay attention to efforts to improve their diet, by providing unique foods to attract the attention of toddlers (nutritious).   ABSTRAK Pola pemberian makan merupakan perilaku seseorang yang dapat mempengaruhi status gizi Pola makan dapat memberikan gambaran asupan gizi mencakup jenis, jumlah, dan jadwal dalam pemenuhan nutrisi Pola pemberian makan balita akan berpengaruh terhadap kesehatan dimasa depan Prinsip kebutuhan nutrisi setiap usia berbeda-beda. Anak pada usia 1–3 tahun bersifat konsumen pasif, kebutuhan nutrisi anak usia 1-3 tahun tergantung pada nutrisi yang disediakan oleh ibu. Masalah pemberian makan yang salah ataupun pemberian makan yang tidak sesuai dapat berdampak gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola pemberian makan balita dengan status gizi di posyandu karang jati kecamatan bergas. penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional.  Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah adalah 47 ibu yang mempunyai balita dan 47 balita usia 12-60 bulan diposyandu karang jati kecamatan bergas. Adapun teknik sampling menggunakan total sampling. . Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner pola pemberian makanan yang mengadopsi dari penelitian sebelumnya yang telah valid dan reliabel, sedangkan untuk penilaian status gizi mengguanakan timbangan digital/dancing untuk mengukur BB uji statistik  dianalisis dengan uji chi-square (x2) dengan taraf signifikan (α) = 0,05. Hasil penelitian didapatkan gambaran pola pemberian makan pada balita di posyandu karang jati kecamatan bergas dari total 47 responden sebagian besar kategori baik dengan jumlah 29 orang (61,7%) gambaran status gizi pada balita di posyandu karang jati kecamatan bergas dari total 47 responden sebagian besar kategori status gizi baik dengan jumlah 37 orang sa(78,72%)Uji chi-square menunjukkan nilai ρ = 0,002 > dari nilai α 0,05 ada hubungan antara pola pemberian makan balita dengan status gizi. Kesimpulan dari hasil penelitian yang sudah dilakukan adalah ada hubungan antara pola pemberian makan balita dengan status gizi.Diharapkan kepada ibu dalam memberikan pola makan memperhatikan  upaya-upaya untuk meningkatkan pola makannya, dengan memberikan makanan yang unik untuk menarik perhatian balita(bergizi).
Pola Asuh Orangtua Berhubungan dengan Perkembangan Bicara dan Bahasa Balita di Puskesmas Ambarawa: Parenting Patterns are Associated with the Development of Toddlers' Speech and Language at the Ambarawa Community Health Center Melania Rosaria Moniz; Isfaizah
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.355

Abstract

Parenting is the way parents direct children, how they educate and teach children everything. The development of speech and language in children is greatly influenced by a healthy relationship between parents and children. The occurrence of speech and language delays in children causes children to be difficult to socialize with peers and the surrounding environment. This study aims to determine the relationship between parenting style and speech and language development in toddlers in the Working Area of the Ambarawa Health Center, Semarang Regency. The design of this study is correlational analytic with a crosssectional design. The population of this study was all toddlers of the Ambarawa Health Center, Semarang Regency as many as 717 toddlers and a sample of 88 people using the purposive sampling method. Data collection tools using Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Version (PSDQ) and KPSP. Data analysis used uni-variate analysis with frequency distribution and bi-variate analysis with Chi-square. Parents of toddlers mostly have permissive parenting (39.8%) and normal speech and language development (62.5%). There is a significant relationship between parenting style and speech and language development in toddlers in the Working Area of Puskesmas Ambarawa Semarang Regency (p value <0.001). Permissive parenting has more potential for children experiencing speech and language delays. Parents must be able to invite more children to communicate and speak in daily activities so that their development is optimal.   ABSTRAK Pola asuh orang tua merupakan cara orang tua mengarahkan anak, bagaimana mereka mendidik dan mengajarkan pada anak segala hal. Perkembangan bicara dan bahasa pada anak sangat dipengaruhi adanya hubungan yang sehat antara orang tua dengan anak. Terjadinya keterlambatan bicara dan berbahasa pada anak mengakibatkan anak menjadi sulit bersosialisasi dengan teman sebaya maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan perkembangan bicara dan bahasa pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang. Desain penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian ini seluruh balita Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang sebanyak 717 balita dan sampel sebanyak 88 orang dengan metode purposive sampling. Alat pengambilan data menggunakan Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Version (PSDQ) dan KPSP. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan Chi-square. Orang tua balita sebagian besar mempunyai pola asuh permisif (39,8%) dan perkembangan bicara dan bahasa normal (62,5%). Ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan bicara dan Bahasa pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang (p value <0,001). Pola asuh permisif berpotensi lebih untuk anak mengalami keterlambatan bicara dan bahasa. Orang tua harus bisa lebih banyak mengajak anak berkomunikasi dan berbahasa dalam kegiatan sehari-hari agar perkembangannya optimal.
Sikap dan Motivasi Keluarga dalam Perawatan Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Adimulyo: Family Attitudes and Motivation in Caring for Diabetes Mellitus Patients in the Adimulyo Community Health Center Working Area Ernawati; Podo Yuwono; Devie Tika Sari
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.356

Abstract

The prevalence of diabetes mellitus sufferers in Indonesia has reached more than 19.47 million people and is expected to increase to 28.57 million in 2045. Diabetes mellitus is a chronic disease characterized by an increase in blood sugar levels and requires treatment for a long time, even for life. sufferer's life. The family as the person closest to the sufferer has a family role and duty in helping care for DM sufferers undergoing treatment which can be done through the family's attitude and motivation. The aim of this research is to determine the attitudes and motivation of families in caring for family members suffering from DM in the Adimulyo Community Health Center working area. The method used is quantitative descriptive with a survey approach. The sample in this study was 80 respondents with a sampling technique using proportional random sampling. Data were collected using a family attitude and motivation questionnaire. The results of this research show that family attitudes are in the positive category (73.8%) and family motivation is in the strong category (65%). The research conclusion is that the family's attitude is in the positive category and the family's motivation is in the strong category. Future researchers can use different research methods to examine knowledge, behavior and family burden factors that influence DM care.   ABSTRAK Prevalensi penderita diabetes melitus di Indonesia mencapai lebih dari 19,47 juta orang dan diperkirakan akan meningkat menjadi 28,57 juta pada tahun 2045. Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai adanya kenaikan kadar gula darah dan memerlukan perawatan dalam waktu yang lama bahkan bisa sampai seumur hidup penderita. Keluarga sebagai orang terdekat penderita memiliki peran dan tugas keluarga dalam membantu merawat penderita DM menjalani pengobatan yang dapat dilakukan melalui sikap dan motivasi keluarga. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui sikap dan motivasi keluarga dalam merawat anggota keluarga penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Adimulyo. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 80 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner sikap dan motivasi keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan sikap keluarga kategori positif (73,8%) dan motivasi keluarga dalam kategori kuat (65%). Kesimpulan penelitian bahwa sikap keluarga dalam kategori positif dan motivasi keluarga dalam kategori kuat. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode penelitian yang berbeda untuk meneliti faktor pengetahuan, perilaku, dan beban keluarga yang mempengaruhi perawatan DM.
Analisis Perilaku Pemanfaatan Pelayanan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat di Puskesmas Bergas pada Wanita Usia Subur di Desa Jatijajar: Behavioral Analysis of The Utilization of Examination Services Inspeksi Visual Asam Acetate at Puskesmas Bergas in Women of Childbearing Age in Jatijajar Village Alifia Jumeisya Setiawan; Luvi Dian Afriyani
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.357

Abstract

Puskesmas Bergas is one of the puskesmas that carries out IVA test services in Semarang Regency. The target of women of childbearing age for IVA examination in 1999 was women, 142 women who carried out IVA examination and 14 positive cases of IVA from 12 villages in the working area of Puskesmas Bergas. Karangjati Village has the highest IVA examination utilization of 16 people and Jatijajar Village has a low coverage of 1 person. Based on the interview results of Jatijajar Village Midwives and 5 women of childbearing age in Jatijajar Village, it was found that few who carried out IVA examinations were influenced by behavioral factors. Analyze the utilization behavior of IVA examination services at the Bergas Health Center for women of childbearing age in Jatijajar Village. Qualitative research methods. The population of all women of childbearing age in Jatijajar Village. The research subjects were 9 women of childbearing age in Jatijajar Village and 3 triangulation informants, namely village midwives, posyandu cadres, and IVA examination program coordinators. Instruments with structured interview guidelines. Most respondents do not know about the IVA program, for the attitude factor wus smostly support the IVA program. Ease of access to services is no obstacle but access to information is still lacking. Puskesmas are expected to carry out health promotion using media such as leaflets, etc.Village Midwives and Cadres hold promotions related to IVA examinations for women of childbearing age through various media.   ABSTRAK Puskesmas Bergas merupakan salah satu puskesmas yang melaksanakan pelayanan tes IVA di Kabupaten Semarang. Sasaran Wanita usia subur untuk pemeriksaan IVA 1999 perempuan, 142 perempuan yang melakukan pemeriksaan IVA dan 14 kasus possitif IVA dari 12 Desa wilayah kerja Puskesmas Bergas. Desa Karangjati pemanfaatan pemeriksaan IVA tertinggi 16 orang dan Desa Jatijajar cakupan rendah 1 orang. Berdasarkan hasil wawancara Bidan Desa Jatijajar dan 5 wanita usia subur Desa Jatijajar didapatkan bahwa sedikit yang melakukan pemeriksaan IVA dipengaruhi oleh faktor perilaku. Menganalisis perilaku pemanfaatan pelayanan pemeriksaan IVA di Puskesmas Bergas pada wanita usia subur di Desa Jatijajar. Metode penelitian kualitatif. Populasi seluruh wanita usia subur di Desa Jatijajar. Subjek penelitian wanita usia subur di Desa Jatijajar yang berjumlah 9 orang dan untuk informan triangulasi berjumlah 3 orang yaitu bidan desa, kader posyandu, dan koordinator program pemeriksaan IVA. Instrumen dengan pedoman wawancara tersetruktur. Sebagian besar responden belum mengetahui tentang program IVA, untuk factor sikap wus sebagian besar mendukung program IVA. kemudahan akses pelayanan tidak ada kendala namun akses informasi masih kurang. Puskesmas diharapkan melakukan promosi Kesehatan dengan menggunakan media seperti leaflet, dll.Bidan Desa dan Kader mengadakan promosi terkait pemeriksaan IVA kepada wanita usia subur melalui berbagai media.

Filter by Year

2019 2026