cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Editorial Address
http://e-abdimas.unw.ac.id/index.php/jhhs/about/editorialTeam
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS)
ISSN : -     EISSN : 26863812     DOI : https://doi.org/10.35473/jhhs.v2i1
Core Subject : Health,
Menerima hasil penelitian dalam bidang kesehatan, keperawatan, kebidanan, dan farmasi. Jurnal ini diterbitkan pada bulan Maret dan September
Articles 226 Documents
Pengaruh Pemberian Edukasi Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Pasien Hipertensi di Puskesmas Leyangan: The Effect of Providing Education Using Leaflet Media on the Knowledge of Hypertension Patients at the Leyangan Community Health Center Lisnawati Ade Wijaya; Yuswantina, Richa
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i1.402

Abstract

One of the non-communicable diseases that is currently the leading cause of death is hypertension. The success of hypertension treatment comes from self-awareness. This study aims to determine the effect of providing education using leaflet media on the knowledge of hypertensive patients. This study used the One-Group Pretest-Posttest Design method with purposive sampling technique. The instrument used was a questionnaire totaling 55. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The characteristics of respondents based on age were dominated by 46-55 years old, namely 17 people (30.94%), based on gender dominated by women, namely 47 people (85%), and based on work dominated by housewives, namely 32 people (58.2%). In the pretest, the good category was 44 people (80.08%), the moderate category was 10 people (18.2%), and the poor category was 1 person (1.82%). Whereas in the posttest the good category was 55 people (100%). There is a difference in the description of knowledge before and after being given education and there is an effect of providing education using leaflet media because it has a p-value of 0.001 <0.05. ABSTRAK Salah satu penyakit tidak menular yang saat ini menjadi penyebab utama kematian yaitu hipertensi. Keberhasilan pengobatan hipertensi berasal dari kesadaran diri sendiri terkait dengan kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode One-Group Pretest-Posttest Design dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner berjumlah 55 responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Karakteristik responden berdasarkan umur didominasi umur 46-55 tahun yaitu 17 orang (30,94%), berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh perempuan yaitu 47 orang (85%), dan berdasarkan pekerjaan didominasi oleh ibu rumah tangga yaitu 32 orang (58,2%). Pada pretest kategori baik sebanyak 44 orang (80,08%), kategori cukup sebanyak 10 orang (18,2%), dan kategori kurang sebanyak 1 orang (1,82%). Sedangkan pada posttest kategori baik sebanyak 55 orang (100%). Terdapat perbedaan signifikan gambaran pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi serta ada pengaruh dari pemberian edukasi menggunakan media leaflet karena memiliki p-value 0,001 < 0,05.
Pengetahuan Pengasuh Tentang Pijat Konstipasi di Panti Asuhan Manarur Mabrur: Caregivers' Knowledge About Constipation Massage At Manarur Mabrur Orphanage Rika Aprillia; Rini Susanti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i1.435

Abstract

Functional constipation is a common clinical condition and digestive disorder with a high global prevalence. There are different approaches to treating constipation in babies. Although some pharmacological approaches involve the use of laxatives, non-pharmacological approaches are recommended to increase safety, one of which is constipation massage. The lack of knowledge of caregivers regarding treating constipation using baby massage is due to the fact that there has never been any education and training on baby massage given to the orphanage. So the treatment carried out by caregivers when a baby experiences constipation is by giving laxatives. Excessive use of laxatives, enemas, or suppositories can worsen constipation and even cause constipation that is difficult to treat without laxatives. This research method is quantitative descriptive research using non-probability sampling techniques. The population and sample used were all 12 caregivers. The data analysis used in this research is univariate analysis. The results of the study showed that most of the caregivers' knowledge about constipation massage had insufficient knowledge, namely 10 people (83.3%). The majority who did not know about baby massage techniques in statement number 17 were 11 respondents (91.7%). This is due to the lack of information received about massage for constipated babies, especially from health workers. The second culture is that if a baby experiences constipation, the caregiver will immediately give him a laxative.   ABSTRAK Konstipasi fungsional adalah kondisi klinis umum dan gangguan pencernaan dengan prevelensi global yang tinggi. Ada pendekatan berbeda untuk mengatasi sembelit pada bayi. Meskipun beberapa pendekatan farmakologis melibatkan penggunaan obat pencahar, pendekatan non-farmakologis direkomendasikan untuk meningkatkan keamanan, salah satunya yaitu dengan pijat konstipasi. Kurangnya pengetahuan pengasuh terkait penanganan konstipasi menggunakan pijat bayi dikarenakan belum pernah dilakukannya edukasi serta pelatihan pijat bayi yang diberikan ke panti. Sehingga penanganan yang dilakukan pengasuh saat bayi mengalami konstipasi yaitu dengan memberikan obat pencahar. Penggunaan obat pencahar, enema, atau supositoria yang berlebihan dapat memperburuk sembelit dan bahkan menyebabkan sembelit yang sulit diatasi tanpa obat pencahar. Metode penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik sampling non probabilitas. Populasi dan sampel yang digunakan yaitu seluruh pengasuh sebanyak 12 orang. Anasis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan gambaran pengetahuan pengasuh tentang pijat konstipasi sebagian besar memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 10 orang (83,3%). Yang didominasi tidak mengetahui tentang teknik pijat bayi pada pernyataan pada nomor 17 sebanyak 11 responden (91,7%). Hal ini dikarenakan kurangnya informasi tentang pijat bayi konstipasi yang diterima khususnya dari petugas kesehatan. Yang kedua budaya apabila ada bayi yang mengalami konstipasi pengasuh akan langsung memberikan obat pencahar.
Pengetahuan Pengasuh Tentang Pijat Bayi Sehat di Panti Asuhan Manarur Mabrur: Caregivers' Knowledge About Healthy Baby Massage at Manarur Mabrur Orphanage Diah Ayu Ningsih; Rini Susanti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i1.436

Abstract

Healthy baby massage is also known as touch stimulation or touch therapy. Moreover, this baby massage is a way for parents to express their affection to their child through skin touch, this touch has a huge impact on the physical, emotional, and developmental development of the child. For orphanage caregivers, knowledge of the correct healthy baby massage is very important. Most of those cared for at the Manarur Mabrur Orphanage are 33 toddlers (55.0%). The purpose of this study is to find out the level of knowledge of caregivers about healthy baby massage at the Manarur Mabrur Orphanage. This research was conducted using a quantitative descriptive method in September 2023. This study involved 12 caregivers of infants and toddlers. This study uses a non-probability sampling method  with a saturated sample. This study used a questionnaire sheet containing 25 statements about healthy baby massage. The univariate analysis method was used to analyze the data. The results showed that of the 12 people who responded, 10 (83.3%) had enough knowledge about healthy baby massage, and 2 (16.7%) had less knowledge. This research is expected to serve as a reference for future researchers to engage more diverse populations and locations, including from various socioeconomic and cultural backgrounds. This will help understand the variation in knowledge about baby massage in different places.   ABSTRAK Pijat bayi yang sehat juga dikenal sebagai stimulasi sentuh atau terapi sentuh. Selain itu, pijat bayi ini adalah cara orang tua mengungkapkan kasih sayang mereka kepada anak mereka melalui sentuhan kulit, sentuhan ini berdampak besar pada perkembangan fisik, emosional, dan perkembangan anak. Bagi para pengasuh panti asuhan pengetahuan tentang pijat bayi sehat yang benar sangat penting. Sebagian besar yang di asuh di Panti Asuhan Manarur Mabrur adalah balita sebanyak 33 balita (55,0%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan pengasuh tentang pijat bayi sehat di Panti Asuhan Manarur Mabrur. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif pada September 2023. Penelitian ini melibatkan 12 orang pengasuh bayi dan balita. Penelitian ini menggunakan metode sampling non-probability dengan sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan lembar kuesioner yang berisi 25 pernyataan tentang pijat bayi sehat. Metode analisis univariat digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 12 orang yang menjawab, 10 (83,3%) memiliki pengetahuan cukup tentang pijat bayi sehat, dan 2 (16,7%) memiliki pengetahuan kurang. Penelitian ini diharapkan dapat berfungsi sebagai referensi bagi peneliti yang akan datang untuk melibatkan populasi dan lokasi yang lebih beragam, termasuk dari berbagai latar belakang sosial ekonomi dan budaya. Ini akan membantu memahami variasi pengetahuan tentang pijat bayi di berbagai tempat.
Gambaran Pengetahuan Pengasuh Tentang Pijat Common Cold di Panti Asuhan Manarul Mabrur: Overview of Caregivers' Knowledge About Common Cold Massage at Manarul Mabrur Orphanage Bela Catur Sakti Rahayu; Rini Susanti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i1.437

Abstract

The most common health problems experienced by toddlers are coughs and colds caused by irritation of the respiratory tract, allergies, weakened immune systems and poor environments. Coughs and colds in children if not treated immediately can result in serious complications. Caregivers at the Manarul Mabrur Orphanage experience fluctuations, where caregivers drop out because they work voluntarily. Every day 5 out of 24 toddlers who live in one room experience coughs and colds. The treatment carried out by the orphanage when toddlers are sick with coughs and colds is only given telon oil or body warmers until they recover on their own because they are considered to be just common flu. Lack of knowledge of caregivers in treating coughs and colds with non-pharmacological baby massage that can be done by yourself and also saves on treatment costs causes the treatment of coughs and colds to be delayed. This study aims to determine the knowledge of caregivers regarding common cold baby massage at the Manarul Mabrur Orphanage. With the existence of non-pharmacological cough and cold treatment that can be done by yourself and also saves on treatment costs for the orphanage. The method used in this study is descriptive with a location at the Manarul Mabrur Orphanage on July 21-28, 2023. The sample in this study was the entire population taken, namely, all caregivers of the Manarul Mabrur Orphanage as many as 7 respondents who were in the orphanage when the study was conducted. The results of the study showed that most of the caregivers' educational level regarding common cold massage at the Manarul Mabrur Orphanage, most of the knowledge was lacking at the basic education level of 5 caregivers (71.4%)   ABSTRAK Gangguan kesehatan yang paling sering dialami bayi balita adalah batuk pilek yang disebabkan oleh iritasi saluran pernapasan, alergi, melemahnya daya tahan tubuh dan lingkungan yang buruk. Batuk pilek pada anak apabila tidak segera ditangani dengan baik dapat berakibat pada terjadinya komplikasi yang memberatkan. Pengasuh di Panti Asuhan Manarul Mabrur mengalami fluktuatif, dimana pengasuh drop out karena bekerja dengan sukarela. Setiap harinya 5 dari 24 balita yang tinggal dalam satu ruangan mengalami batuk pilek. Penanganan yang dilakukan pihak panti ketika balita sakit batuk pilek hanya diberikan minyak telon atau penghangat badan sampai sembuh dengan sendirinya karna dianggap hanya flu biasa, serta kurangnya pengetahuan pengasuh dalam pengobatan batuk pilek dengan non farmakologi pijat bayi yang dapat dilakukan sendiri dan juga menghemat biaya perawatan ini menyebabkan penganganan batuk pilek terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan pengasuh mengenai  pijat bayi common cold di Panti Asuhan Manarul Mabrur. Dengan adanya pengobatan batuk pilek non farmakologi yang dapat dilakukan sendiri dan juga menghemat biaya perawatan pihak panti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan lokasi di Panti Asuhan Manarul Mabrur pada tanggal 21 – 28 Juli 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh dari populasi yang diambil yaitu, seluruh pengasuh Panti Asuhan Manarur Mabrur sebanyak 7 responden yang berada di panti saat dilakukan penelitian. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian pengasuh tingkat pendidikan pengasuh tentang pijat common cold di Panti Asuhan Manarul Mabrur sebagian besar pengetahuan kurang pada tingkat pendidikan dasar sebanyak 5 pengasuh (71,4%)
Pengetahuan dan Sikap Tentang Rokok-Narkotika-Psikotropika-Zat Adiktif pada Masa Setelah Pandemic Covid-19, pada Siswa Usia 14-17 Tahun: Studi Deskriptif Korelatif: Knowledge and Attitudes About Cigarettes-Narcotics-Psychotropics-Addictive Substances in the Post-Covid-19 Pandemic Period, in Students Aged 14-17 Years: A Correlative Descriptive Study Susilo, Eko; Wakhid, Abdul; Rosyidi, M. Imron
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i1.447

Abstract

Adolescent knowledge and attitudes about smoking are important aspects in the context of adolescent growth and development. The purpose of this study was to identify smoking behavior, knowledge and attitudes about smoking, narcotics, psychotropics, and other addictive substances in the post-COVID-19 pandemic period in students aged 14-17 years. A descriptive correlative study was chosen in this study with a sample of 333 respondents who were sampled using the consecutive sampling technique. Data collection was carried out using a knowledge questionnaire and an adolescent attitude questionnaire about smoking. Data analysis was carried out using descriptive analysis and bivariate analysis with chi square. it was found that the age of the respondents did not have a significant relationship with the knowledge and attitudes of respondents about smoking, narcotics, psychotropics, and addictive substances, respectively the p value was 0.754 and 0.381. The knowledge and attitude factors about smoking, narcotics, psychotropics, and addictive substances in high school students are important to monitor and evaluate with the continuation of efforts to improve the knowledge and attitudes of respondents towards the good category. ABSTRAK Pengetahuan dan sikap remaja tentang merokok merupakan aspek penting dalam konteks pertumbuhan dan perkembangan remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaki merokok, pengetahuan dan sikap tentang merokok, narkotika, psokotropika, dan zat adiktif lainnya pada masa setelah pandemic covid-19 pada siswa usia 14-17 tahun. Studi descriptive korelatif dipilih dalam penelitian ini dengan sampel sejumlah 333 responden yang dilakukan pengambilan sampel dengan Teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner sikap remaja tentang merokok. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis descriptive dan analisis bivariat dengan chi square. didapatkan bahwa usia responden tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan dan sikap responden tentang merokok, narkotika, psokotropika, dan zat adiktif, secara berurutan nilai p adalah 0,754 dan 0,381. Faktor pengetahuan dan sikap tentang merokok, narkotika, psokotropika, dan zat adiktif pada remaja siswa SMA penting untuk dilakukan monitoring dan evaluasi dengan keberlanjutan upaya peningkatan pengetahuan dan sikap responden menuju kategori baik.
Intervensi Psiko Edukasi terhadap Peningkatan Kesejahteraan Pasien Kanker: Systematic Review: Psycho-Educational Intervention to Improve Well-Being Cancer Patients: Systematic Review Priyanto, Priyanto
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i1.449

Abstract

Medical-surgical nursing constitutes a pivotal aspect of the endeavour to optimise the well-being of cancer patients within the hospital setting. A variety of nursing interventions can facilitate the well-being of cancer patients, including those that provide psychoeducational support. The aim of this research is to synthesise the findings of studies examining the efficacy of psycho-educational interventions in enhancing the well-being of cancer patients. A systematic review was conducted in accordance with the PRISMA model, employing quantitative methods. The dependent variable is patient well-being, while psychoeducation is the independent variable. Of the 475 articles initially identified, seven articles published between 2013 and 2023 met the pre-established inclusion and exclusion criteria and were thus included in the review. The articles were sourced from four databases: The databases EBSCOhost, ProQuest, ScienceDirect, and Google Scholar were employed for the search. The evidence base demonstrates that psychoeducation can enhance physical, emotional, and mental well-being, facilitate sleep, promote relaxation, reduce stress, and alleviate muscle tension. Psychoeducation has been shown to overcome fatigue and lack of energy, depression and anxiety, improve mood, facilitate relaxation, and address nausea and other disorders. Psychoeducation has been proven to improve the patient's physical, psychological, and spiritual well-being. Psychoeducational therapy can be applied to cancer patients in hospital nursing services. ABSTRAK Asuhan keperawatan medikal bedah merupakan pelayanan penting untuk meningkatkan kesejahteraan pasien kanker di rumah sakit. Kesejahteraan pasien kanker dapat ditingkatkan melalui berbagai intervensi keperawatan, termasuk intervensi psiko edukasi. Tujuan penelitian ini untuk mensintesis kajian intervensi psiko edukasi terhadap peningkatan kesejahteraan pasien kanker. Tinjauan sistematis dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan model PRISMA. Variabel dependen adalah kesejahteraan pasien dan psiko edukasi sebagai variabel independen. Dari 475 artikel terseleksi ada tujuh artikel periode 2013-2023, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang dipilih. Artikel-artikel tersebut dikumpulkan dari empat sumber basis data yaitu: EBSCO host, proQuest, Science Direct dan Google Scholar. Psiko edukasi dapat meningkatkan kesejahteraan fisik, emosional dan mental, peningkatan tidur, relaksasi, menghilangkan stres dan meredakan ketegangan otot. Psiko edukasi dapat mengatasi kelelahan dan defisit energi, depresi dan kecemasan, memperbaik suasana hati, rileks, mual dan gangguan lainnya. Psiko edukasi terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan fisik, psikis maupun spiritual pasien. Terapi psiko edukasi dapat diterapkan pada pasien kanker dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit.
Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Efektif untuk Penurunan Kadar Asam Urat pada Penderita Hiperuricemia: Lime Juice (Citrus aurantifolia) is Effective for Reducing Uric Acid Levels in Hyperuricemia Patients Evelin, Rika Isti; Rosalina
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i1.457

Abstract

Uric acid is the product of purine metabolism which must be excreted from the body. Uric acid levels that exceed normal limits trigger a buildup of uric acid in the joints and other organs of the body which will cause painful symptoms. Complaints that are felt due to increased levels of uric acid can be overcome by using lime juice. The high content of citric acid and vitamin C in limes will increase uric acid excretion through the urine. This study aims to determine the effect of lime juice on uric acid levels in Sokokulon Village, Margorejo District, Pati Regency. The design of this study used a quasy experiment with non-equivalent pre-test post-test control group design. The sampling technique used purposive sampling, with a total sample of 32 people who were divided into 2 group, namely the control group 16 people and the intervention group 16 people. The variables studied were lime juice and uric acid levels. The data collection technique uses the Sinocare brand GCU measuring instrument. Data analysis using Independent t test.  The results of uric acid levels before being given lime juice in both the control and intervention groups with mean of 7.06 mg/dL, while after the intervention in the control group with mean of 7.08 mg/dL, in the intervention group mean 5.98 mg/dL. The results showed that there was an effect of lime juice on uric acid levels with a p value of 0.000. lime juice can reduce uric acid levels in the blood.   ABSTRAK Asam urat adalah hasil metabolisme purin yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Kadar asam urat diatas normal akan memicu penumpukan asam urat pada persendian dan organ tubuh lainnya yang akan menimbulkan gejala nyeri. Keluhan timbul akibat peningkatan kadar asam urat dapat diatasi dengan menggunakan jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Kandungan asam sitrat dan vitamin C yang tinggi di dalam jeruk nipis akan meningkatkan ekskresi asam urat melalui urin. Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperiment dengan rancangan noneqivalent pre-test post-test control group design. Teknik pengambilan sampel mengunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang yang dibagi menjadi 2, yaitu kelompok kontrol 16 orang dan kelompok intervensi 16 orang. Variable dalam penelitian ini adalah perasan jeruk nipis dan kadar asam urat.  Teknik pengumpulan data menggunakan alat ukur GCU merk Sinocare. Analisa data menggunakan Independen t test. kadar asam urat sebelum diberikan perasan air jeruk nipis baik kelompok kontrol maupun kelompok intervensi dengan mean 7.06 mg/dL, sedangkan sesudah intervensi pada kelompok kontrol dengan mean 7,08 mg/dL, pada kelompok intervensi 5,98 mg/dL. Hasil didapatkan ada pengaruh pemberian perasan air jeruk nipis terhadap kadar asam urat dengan hasil p value sebesar 0,000. Perasan air jeruk nipis dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah.
Efektivitas Coaching terhadap Kepatuhan Bundle Cauti pada Petugas dalam Pencegahan Cauti: Effectiveness of Coaching on Cauti Bundle Compliance of Officers in Cauti Prevention Linawati Neny Yunitasari; Tri Ismu Pujiyanto
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i2.473

Abstract

Successful prevention of CAUTI HAIs can be realised by improving nurse compliance in implementing the CAUTI bundle. Coaching is one way to maximise performance. This study aimed to analyse the effectiveness of coaching in improving nurses' compliance with the CAUTI bundle. This research method is quantitative with a Quasy Experiment approach. The treatment group was given an intervention with coaching, the control group was given education using the CAUTI bundle. The number of research samples was 40 where 20 respondents in the control group and 20 respondents in the treatment group. Because the Post-test research variables in the normality test of the control and treatment groups were not normally distributed, the next tests used were the Mann Whitney test and the Wilcoxon Sum Rank Test.The results showed that there was no difference in compliance after being given education using the CAUTI bundle by IPCN at PPJA. As for the treatment group, it can be concluded that there is a difference in compliance after being given coaching using the CAUTI bundle by involving nurse in chief at PPJA. The intervention was more effective in the treatment group than the control group. The scope of further research is expected to analyse all managerial functions of the use of coaching in officer compliance with the CAUTI bundle.   ABSTRAK Keberhasilan pencegahan HAIs CAUTI dapat terwujud dengan meningkatkan kepatuhan perawat dalam menerapkan bundle CAUTI. Coaching merupakan salah satu cara untuk memaksimalkan kinerja. Tujuan penelitian ini menganalisis efektifitas pengggunaan coaching dalam meningkatkan kepatuhan petugas terhadap bundle CAUTI. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Quasy Eksperiment. Kelompok perlakuan diberi intervensi dengan coaching, kelompok kontrol diberi edukasi menggunakan bundle CAUTI. Jumlah sampel penelitian 40 dimana 20 responden di kelompok kontrol dan 20 responden di kelompok perlakuan. Karena variabel penelitian Post-test pada uji normalitas kelompok kontrol dan perlakuan tidak berdistribusi normal maka uji selanjutnya yang digunakan adalah uji Mann Whitney dan uji Wilcoxon Sum Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kepatuhan setelah diberikan edukasi menggunakan bundle CAUTI oleh IPCN pada PPJA. Sedangkan untuk kelompok perlakuan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kepatuhan setelah diberikan coaching menggunakan bundle CAUTI dengan melibatkan kepala ruang pada PPJA. Intervensi lebih efektif pada kelompok perlakuan daripada kelompok kontrol. Ruang lingkup penelitian selanjutnya diharapkan bisa menganalisis semua fungsi manajerial pengggunaan coaching dalam kepatuhan petugas terhadap bundle CAUTI.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang ASI Eksklusif terhadap Paternal Breastfeeding Self Efficacy di Wilayah Puskesmas Lerep: The Influence of Health Education About Exclusive Breastfeeding on Paternal Breastfeeding Self Efficacy in the Lerep Health Center Area Izza Arifiana, Hidayatunnisa; Tina Mawardika
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i2.477

Abstract

Breastfeeding mothers need support from the father so that the mother is able to exclusively breastfeed (paternal breastfeeding self efficacy). Fathers' knowledge of exclusive breastfeeding will influence their perception of paternal breastfeeding self-efficacy. Father's perception of paternal breastfeeding self-efficacy will affect the father's attitude in helping mothers while breastfeeding. Health education with interesting media is needed to increase fathers' knowledge of paternal breastfeeding self efficacy. The purpose of the study was to determine the effect of exclusive breastfeeding health education on paternal breastfeeding self efficacy in the Lerep Health Center area. The research design uses Quasi-Experimental with the nonequivalent with control group design. The population of this study was all husbands of breastfeeding mothers totaling 134 husbands. The research sample was determined by purposive sampling with respondents who met the criteria totaling 34 subjects. By using the Independent T Test obtained p value (0.000) < α (0.05), it was concluded that there was a significant influence between exclusive breastfeeding health education on paternal breastfeeding self efficacy in the Lerep Health Center area. The results of this study can add information for fathers in helping mothers breastfeed their babies through health education with video media so as to increase knowledge and positive attitudes in helping mothers breastfeed their babies.   ABSTRAK Ibu menyusui membutuhkan dukungan dari ayah agar ibu mampu memberikan ASI secara eksklusif (paternal breastfeeding self efficacy). Pengetahuan ayah tentang ASI eksklusif akan mempengaruhi persepsi mereka tentang paternal breastfeeding self efficacy. Persepsi ayah tentang paternal breastfeeding self efficacy akan berpengaruh terhadap sikap ayah dalam membantu ibu saat menyusui. Pendidikan kesehatan dengan media yang menarik dengan melalui vidio animasi diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ayah terhadap paternal breastfeeding self efficacy. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan ASI eksklusif terhadap paternal breastfeeding self efficacy di wilayah Puskesmas Lerep. Desain penelitian menggunakan Quasi Eksperimental dengan the nonequivalent with control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh suami dari ibu menyusui berjumlah 134 suami. Sampel penelitian ditentukan dengan purposive sampling dengan responden yang memenuhi kriteria berjumlah 34 subjek. Dengan menggunakan uji Independent T Test diperoleh nilai p value (0,000) < α (0,05), maka disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif terhadap paternal breastfeeding self efficacy di wilayah Puskesmas Lerep. Hasil penelitian ini dapat menambah informasi bagi ayah dalam membantu ibu menyusui bayinya melalui pendidikan kesehatan dengan media video sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap positif dalam membantu ibu menyusui bayinya.
Riwayat Preeklampsia, Usia dan Paritas Ibu Meningkatkan Resiko Preeklampsia, Studi Case Control di RSUD Gondosuwarno Ungaran: History of Preeclampsia, Age and Parity of The Mother Increase The Risk of Preeclampsia, Case Control Study at Gondosuwarno Ungaran Regional Hospital Anissa Regita; Yulia Nur Khayati
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i2.483

Abstract

Preeclampsia is a symptom that occurs in women who are pregnant, giving birth and postpartum, characterized by hypertension, edema, and protein in the urine (proteinuria). Risk factors for preeclampsia include pregnancy, maternal and paternal factors. Several maternal factors that cause preeclampsia in mothers are maternal age, maternal parity and history of preeclampsia in previous pregnancies. The number of cases of preeclampsia in mothers treated at Dr. Gondo Suwarno Hospital in 2023 was 82 cases. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of preeclampsia in mothers at Dr. Gondo Suwarno Hospital Ungaran. The design of this study used case control. The population of this study were mothers giving birth at Dr. Gondo Suwarno Hospital Ungaran in January - December 2023 totaling 954 people. The sample used with a case and control ratio of 1:2 was 246 respondents, namely 82 cases and 164 controls. The sampling technique in the case used total sampling and control samples with simple random sampling. The data instrument used a master table. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square test. Univariate analysis of the category of respondents of non-risk age totaled 195 people (79.3%) and the age at risk totaled 51 people (20.7%), the category of primipara and multipara parity totaled 224 people (91.1%) and the parity of nullipara and grandemultipara totaled 22 people (8.9%), mothers giving birth with the category of no history of preeclampsia in previous pregnancies totaled 205 people (83.3%) and there was a history of preeclampsia in previous pregnancies totaled 41 people (16.7%). The results of the bivariate analysis between age and the incidence of preeclampsia obtained a p-value of 0.000 and OR 5.463, the results of the analysis between parity and the incidence of preeclampsia obtained a p-value of 0.000 and OR 2,856, the results of the analysis between the history of preeclampsia in previous pregnancies with the incidence of preeclampsia obtained a p-value of 0.000 and OR 5.260. There is a significant relationship between maternal age, maternal parity and history of preeclampsia in previous pregnancies with the incidence of preeclampsia. ABSTRAK   Preeklamsia merupakan gejala yang timbul pada wanita yang sedang hamil, bersalin dan masa nifas dengan ditandai adanya hipertensi, edema, dan adanya protein dalam urin (proteinuria). Faktor resiko penyebab preeklamsia meliputi faktor kehamilan, maternal dan paternal.  Beberapa faktor maternal yang menyebabkan preeklamsia pada ibu bersalin yaitu usia ibu, paritas ibu dan riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya. Jumlah kasus preeklamsia pada ibu bersalin yang ditangani RSUD dr. Gondo Suwarno tahun 2023 berjumlah 82 kasus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran. Desain penelitian ini menggunakan case control. Populasi penelitian ini ibu bersalin di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran pada bulan Januari - Desember 2023 berjumlah 954 orang. Sampel yang digunakan dengan perbandingan kasus dan control 1:2 sebanyak 246 responden yaitu 82 kasus dan 164 kontrol. Teknik sampling pada kasus menggunakan total sampling dan sampel kontrol dengan simple random sampling. Instrumen data menggunakan master tabel. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Analisis univariat kategori responden usia tidak beresiko berjumlah 195 orang (79,3%) dan usia beresiko berjumlah 51 orang (20,7%), kategori paritas primipara dan multipara berjumlah 224 orang (91,1%) dan paritas nullipara dan grandemultipara berjumlah 22 orang (8,9%), ibu bersalin dengan kategori tidak ada riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya berjumlah 205 orang (83,3%) dan ada riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya berjumlah 41 orang (16,7%). Hasil analisis bivariat antara usia dengan kejadian preeklamsia didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 dan OR 5,463, hasil analisis antara paritas dengan kejadian preeklamsia didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 dan OR 2,856, hasil analisis antara riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya dengan kejadian preeklamsia didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 dan OR 5,260. Terdapat hubungan signifikan antara usia ibu, paritas ibu dan riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya dengan kejadian preeklamsia.

Filter by Year

2019 2026